You are on page 1of 23

MAKALAH BIOLOGI

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN DAN ORGAN PADA
TUMBUHAN

Disusun Oleh :
Kelompok 4
1. Putera
Adimerta
E28117045
2. Ahmad Fajri E32117039
3. Lilis Suryani E28117043
4. Mirayanti E28117408
5. Aqidatul Izzah as-Shahih E28117048

Kelas : D

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2017

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan taklupa
pula kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Biologi yang membahas tentang “Struktur Dan Fungsi Jaringan Dan Organ Pada Tumbuhan ”. Dan juga

kami berterima kasih kepada Ibu Dr.Ir.Sri Anjar Lasmini, MP selaku dosen mata kuliah
Biologi di Universitas Tadulako yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Adapun makalah Struktur Dan Fungsi Jaringan Dan Organ Pada Tumbuhan ini telah kami usahakan
semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai referensi buku dan referensi
internet, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan bayak terima kasih kepada seluruh referensi-referensi yang telah membantu
kami dalam pembuatan makalah ini.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai Fungsi Dan Struktur Jaringan Dan Organ Pada Tumbuhan,
khususnya bagi penulis. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Bagaimanakah fungsi jaringan tumbuhan ? d. sel-sel meristem akan tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan yang tidak lagi mempunyai kemampuan membelah diri. pembelahan sel menjadi terbatas hanya di bagian khusus dari tumbuhan. Mengetahui struktur umum jaringan tumbuhan e. B. Mengetahui berbagai macam jaringan tumbuhan b. Bagaimanakah perbedaan jaringan pada batang dan daun? C. Tujuan a. Bagaimana struktur pada berbagai jaringan tumbuhan? c. Pada proses pembelahan. semua sel melakukan pembelahan diri. Mengetahui fungsi berbagai jaringan tumbuhan d. Mengidentifikasi stuktur berbagai jaringan pada tumbuhan c. Akan tetapi. Rumusan masalah a. Mengetahui perbedaan jaringan pada bagian batang dan daun 4 . Jaringan inilah jaringan dewasa. Pada awal perkembangan tumbuhan. Apakah yang penyusun berbagai jaringan tumbuhan? b. pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Bagaimanakah hubungan antara struktur atau ciri sel penyusun jaringan dengan fungsinya pada tumbuhan ? e.

organ batang maupun daun. meristem dibedakan menjadi tiga. terdapat di antara jaringan dewasa.Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ tumbuhan yaitu organ akar. BAB II PEMBAHASAN MATERI Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ pokok yaitu akar. terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Setiap jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. yaitu: Meristem apikal. terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar. A.. Contohnya adalah cambium dan cambium gabus (felogen) Berdasarkan asal-usulnya. Apakahjaringan itu? Jaringan yaitu sekumpulan sel yang mempunyai bentuk. meristem dikelompokkan menjadi dua. Meristem interkalar. dan jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk. dan sifat-sifat yang sama. batang dan daun. Meristem llateral. struktur. JARINGAN MERISTEM Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang selalu menhgalami pembelahan diri secara terus menerus. Organ tersusun oleh beberapa jaringan. contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau family rumput-rumputan. yaitu: 5 . serta fungsi yang sama. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhann. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. fungsi.

sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (contoh: meristem apikal). Meristem 6 . b. Meristem sekunder. Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu. Pada masa pertumbuhan. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder. sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Meristem primer. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar. Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. sehingga batang tumbuhan menjadi besar .a. sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi.

e. dan susunan. sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang d. jaringan dasar (parenkim). a. dan sel gabus. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri. Sifat- sifat jaringan dewasa antara lain: a. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. menempel pada dinding sel. c. jaringan pengangkut (vaskuler). Jaringan pelindung (epidermis) Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan. dan akar. 1. biji. buah. Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel. ukuran. trikoma. e.B. bentuk. bagian bunga. Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain jaringan pelindung (epidermis). seperti: daun. jaringan penyokong (penguat). b. dan jaringan sekretoris. Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivate epidermis. Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem. misalnya stoma. batang. JARINGAN DEWASA Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Mempunyai vakuola besar. sistolit. Stoma 7 . Kadang-kadang selnya telah mati. f. serta fungsi sel epidermis berbeda- beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. sel silica. sel kipas.

biasanya berbentuk rambut. Fungsi trikoma bagi tumbuhan adalah sebagai berikut: Mengurangi penguapan Meneruskan rangsang Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan Membantu penyebaran biji Membantu penyerbukan bunga Menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah 3. Sel kipas tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel 8 . Stoma (stomata) adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup. Trikoma Trikoma (trikomata) berasal dari sel-sel epidermis. Epidermis daun 2. Sel kipas Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku atau family Gramineae atau Cyperaceae. Ada juga trikomata yang berbentuk sisik atau duri.

Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan. oleh karena itu disebut jaringan dasar. Parenkim Asimilasi Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ. ukuran. parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan. misalnya pada daun. dan buah. b. Sel kipas berfungsi mengurangi penguapan dengan menggulung daun. yaitu: 1. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Parenkim Penimbun 9 . Beberapa sel parenkim mengalami penebalan. 2. seperti pada parenkim xilem. serta lentur. Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis. epidermis di sekitarnya.Berdasarkan fungsinya. Jaringan Parenkim Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi. batang yang berwarna hijau. Di dalam selnya terdapat kloroplas. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. maupun fungsinya berbeda-beda.

Parenkim Air Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering. dan akar. Berdasarkan bentuk dan sifatnya. Parenkim Udara Ruang antar selnya besar. Biasanya terletak di bagian dalam tubuh. umbi lapis. misalnya: pada empulur batang. 1. lemak atau protein. umbi akar. buah. sel.sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air. misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya. jaringan penyokong dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan sklerenkim. daun. bagian-bagian bunga. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel 10 . tepung. 4. Kolenkim terdapat pada batang. Kolenkim Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula. akar rimpang (rizoma). atau biji. Jaringan Penyokong (Penguat) Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. 3. misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok Jaringan parenkim c. artinya mampu membentang.

Kolenkim lamelal. parenkim. Kolenkim angular (kolenkim sudut).selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang seperti serabut dengan ujung tumpul. kolenkim Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel.sel meristem. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim. 2. sedangkan serabut berasal dari sel . sel kolenkim dibedakan atas: 1. yang sel . merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel. merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa.sel pendek. Kolenkim anular. 2. sedangkan serabut sel – selnya panjang. Sklereid terdapat di 11 . yaitu sklereid dan serabut. merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya membujur. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel . 3. Sel – sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari kolenkim bervariasi. Sklerenkim Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan.

Sel – selnya membentuk jaringan yang keras. misalnya pada tempurung kelapa. 1. kulit biji dan mesofil daun. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang. Jaringan Pengangkut (Vaskuler) Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan floem. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut. berbagai bagian tubuh. Kolenkim dan Sklerenkim d. Xilem juga tersusun atas serabut. yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler). sklerenkim. Xilem Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda. 12 . serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. sedangkan floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun.

parenkim. Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh xilem. sel pengiring. 13 . Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang. berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga berupa sel mati. yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk. hanya ada celah (noktah). Floem Pada prinsipnya. Perbedaan pokok antara keduanya. Xilem 2. serabut. floem merupakan jaringan parenkim. yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa.Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda. yaitu buluh tapis. adalah pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang). berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya.Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis. dan sklerenkim.

xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran e. jikaq antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium b. Tipe radial. apabila xylem berada ditengah dan floem mengelilingi xylem Konsentris amfivasal. Penyusun jaringan sekretori adalah : a. Tipe konsentris Konsentris amfikibral. apabila floem ada ditengah dan xylem mengelilingi floem c. Tipe kolateral Kolateral terbuka. Jaringan sekretori Disebut juga kelenjar internal karena senywa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Sel kelenjar. sel minyak dalam endosperma biji jarak 14 . Floem Tipe-tipe berkas pengankut berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas : a. asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. jika diantara xylem dan floem terdapat cambium Kolateral tertutup. Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula.

dan organ reproduksi (organa reproductikum). lender. misalnya minyak atsiri. dan daun. saluran kelenjar pada daun jeruk. C. Alat hara meliputi akar. batang. Saluran kelenjar. b. sel-sel yang mengalami fusi membentuk suatu system jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain dalam tubuh. Sel tersebut berisi getah. Saluran getah. ORGAN PADA TUMBUHAN Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa jaringan tumbuhan. dan damar c. Berdasarkan fungsinya. organ pada tumbuhan dibedakan menjadi organ sebagai alat hara (organa nutritiaum). sedangkan organ reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga. Organ dan Jaringan Tumbuhan 15 . senyawa yang dihasilkan ditimbun dalam ruangan penyimpan.

pada daerah ini terdapat meristem apikal dan turunannya yang disebut meristem primer. Akar memiliki bagian pelindung berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain. mulai dari yang paling ujung disebut ujung akar. sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang.1. sedangkan pada tumbuhan monokotil berupa akar serabut. zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. Semakin keatas . akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar adventitif. zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan. sistem perakaran berupa akar tunggang yang memiliki satu akar pokok yang besar. sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula.Pada kebanyakan tumbuhan dikotil dan gimnospermae. Pada zona pematangan. yang berupa rambut dan berukuran relatif sama. Pada irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar. Kemudian dari ujung akar ke arah atas. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra). terdapat zona pembelahan sel. sel – sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan diferensiasinya. Akar Akar merupakan organ tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat pencengkeram pada tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air. Pada zona pemanjangan. pemanjangan sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) ke depan. Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel. Menuju ke atas. Berdasarkan asal terbentuknya. 16 .

Korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relatif renggang dan sedikit jaringan penyokongnya. Lapisan terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun atas sel –sel yang tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. maka akan terlihat struktur sel dan jaringan penyusun akar. berturut – turut. Epidermis akar biasanya satu lapis. endodermis dan stele (silinder pusat). Struktur Akar Apabila kita membuat irisan melintang akar muda. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering terdapat selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin. Permukaan sel epidermis sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan pectin yang menyerap air. berdinding tipis. Di sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk silinder dan memisahkan korteks dari slinder berkas pengangkut di sebelah 17 . yaitu epidermis. korteks. sejajar sumbu akar. dan memanjang.

Jari-jari empulur berupa pita radier yang terdiri atas sederet sel. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. Pada tumbuhan dikotil ini. b) kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar. yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Perikambium dibatasi oleh floem primer di sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Lapisan ini disebut endodermis. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil. berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. larutan tidak bisa menembusnya. Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan dikotil. Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung kloroplas. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas perikambium yang disebut perisikel. yaitu: a) kambium pembuluh (vascular cambium) yairg menghasilkan xylem sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar. Batang Pada tumbuhan dikotil. Sel-sel endodermis membentuk pita kaspari. 2. Fungsi 18 . xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. mulai dari empulur sampai dengan floem.dalamnya. Akibat adanya penebalan ini.

bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat. Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil Struktur Batang dikotil 3. Struktur daun dapat dilihat dari: bentuk tulang daun (menvirip. struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis- jenis tumbuhan.utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arahradial. 19 . melengkung. dan sejajar). menjari. Daun Struktur morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Pada tumbuhan dikotil. Oleh karena itu. jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus membentuk lingkaran tahun.

bentuk ujung daun (runcing. tumpul. Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis. rata. rompang/ terbelah. membulat. jaringan parenkim. Adanya stomata memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara sel – sel fotosintetik dibagian dalam daun dengan udara disekitarnya. bergiri.meruncing. jantung. tepi daun (bergerigi. maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut. Parenkim palisade terdiri atas sel – sel yang memanjang di sel –sel bulat dan pada bagian ini banyak terdapat ruang antar sel sebagai tempat pertukaran gas selama fotosintesis berlangsung. tumpul. berkerut.lanset. dan jaringan pengangkut. dan berduri).Bagian tengah dari struktur anatomi daun juga dapat kita jumpai jaringan parenkim yang menyusun mesofil daun dan terdiri atas parenkim palisade (parenkim pagar / jaringan tiang) dan parenkim spons (parenkim bunga karang. Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan ini memiliki struktur khusus sebagai adaptasi untuk berkangsungnya proses fotosintesis. 20 . dan bulat telur). berombak. meruncing. jorong. memanjang. daun juga berfungsi untuk transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). Stomata juga merupakan jalan keluarnya uap air. beringgit. dan rata). kasap. membulat. dan berlekuk). Stomata tersusun atas sel penutup dan sel tetangga yang banyak mengandung kloroplas. Daun tersusun atas jaringan epidermis. bentuk pangkal daun (runcing. dan bersisik). berbulu. Bila kita mengamati preparat irisan melintang daun. yaitu adanya stoma yang dalam jumlah banyak disebut stomata. dan prmukaan (licin. perisai.

Mahkota bunga ini berperan dalam menarik 21 . sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang bentuk dan warnanya berubah. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga mekar. sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan dalam proses reproduksi. |ika kita memperhatikan bagian dasar bunga dan tangkai bunga. Mahkota bunga biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika dibandingkan dengan kelopak bunga. bagian ini merupakan modifikasi dari batang. Struktur Daun 4. susunan. dan warnanya telah disesuaikan dengan fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. Bunga Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan. organ ini bukanlah organ pokok dan rnerupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu batang dan daun yang bentuk. Sebagian masih tetap bersifat seperti daun. Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat daun.

Saluran ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal buah tempat sel telur (gametofit betina). Selain itu. Benang sari merupakan bagian yang berperan sebagai alat reproduksi jantan pada bunga. Struktur Bunga 22 . Putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga. benang sari terdiri atas kepala sari yang merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu tangkai yang disebut filamen (tangkai sari). putik memiliki saluran yang disebut tangkai putik. Pada putik terdapat kepala putik yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat menempelnya serbuk sari.serangga dan agen penyerbukan yang lain.

batang. yaitu jaringan pelindung (epidermis). dan sudah mengalami diferensiasi dan fungsi tertentu pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah tidak mengalami pembelahan sel. yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. daun. dan jaringan pengangkut (vaskuler). Yang mana organ-organ tersebut tersusun atas jaringan-jaringan. KESIMPULAN Struktur utama pada tumbuhan adalah akar. Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu mengalami pembelahan sel membentuk jaringan lain pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa terbagi menjadi tiga. 23 . BAB III PENUTUP A. jaringan dasar (parenkim). dan bunga. jaringan penyokong.

2006.edu . Biologi. D. N. Pratiwi. DAFTAR PUSTAKA Campbell.lb https://www. Terj. 2005. Jakarta: Erlangga. http://www.A. oleh Manulu.cartage. & L. Reece.. 5 ed. Mader. Dari: th Biology. J. G. Jakarta: Erlangga..A. Edisi ke-5. Mitchell.org.academia.S. S. dkk.B. W. Biology. Boston: McGraw-Hill. Biologi. 2004.