You are on page 1of 11

MODUL PERKULIAHAN

Sistem
Manajemen
Mutu
Konstruksi
ISO 9001 dan
hubungannya dengan
Sistem Manajemen
Lingkungan, Sistem
Manajemen K3, serta
Sistem Manajemen Mutu
lainnya

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Henry Fayol (Ishikawa. Kelemahannya yaitu meningkatnya pekerjaan administratif (paperwork). dimana 92% dari responden memberikan indikasi bahwa implementasi dan regulasi standar seri ISO 9000 meningkatkan daya saing Amerika Serikat. ST. 2001) menyatakan bahwa keuntungan yang diperoleh dari penerapan sistem manajemen mutu ISO 9000 bagi kontraktor adalah terjadinya sistem pendokumentasian yang lebih baik. Penelitian lainnya (Susilo. MM. A. 1985). tentang ISO 9001 dan Hubungannya Sistem Manajemen K3. 1995). waktu yang dihabiskan oleh manajemen perusahaan lebih banyak dan biaya proyek secara total meningkat. MBA. 2003). Banyak negara di dunia sudah mengadopsi konsep ISO 9000 termasuk didalamnya sektor rekayasa dan konstruksi (Bubshait.ac. peningkatan komunikasi internal dan mempertinggi daya saing perusahaan. serta Sistem dengan Sistem Manajemen Mutu Manajemen Mutu lainnya Lingkungan. 1996).V. MBA. ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 2 Zakki Wasthon N.mercubuana. sementara sebagian besar sesungguhnya telah "gagal" dalam arti perusahaan tidak berhasil menggali potensi manfaat secara optimal. ST. Feigenbaum dengan konsep Total Quality Control (TQC) atau dikenal juga Total Quality Management (TQM). Walter A. namun dengan pendekatan proses (ISO Standar 2000). Ada penelitian (Dissanayaka. Sistem Manajemen K3. serta Sistem Manajemen Mutu lainnya Pendahuluan Perkembangan Manajemen modern dimulai oleh Frederick W Taylor (Suharto. 1997). Amerika Serikat membutuhkan advokasi dalam menggunakan standar mereka kepada organisasi ISO termasuk di dalamnya bagi perusahaaan konstruksi di Amerika Serikat (Chini. Pada perjalanannya TQM banyak memberikan konstribusi dalam penyusunan dan penyempurnaan standar sistem manajemen mutu ISO 9000. selanjutnya Dr. 2003). (Yates. 09 Teknik Sipil dan Teknik Sipil MK11050 Zakki Wasthon N. MT. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.(Bambang. MM.id . Stewart dengan konsep Statistic Quality Control (SQC) yang dipakai untuk perang dunia II. 1997). Standar Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 berbicara tentang bagaimana suatu organisasi dapat menghasilkan produk atau jasa yang bermutu. Dr. Perencanaan Abstract Kompetensi ISO 9001 dan Hubungannya dengan Mahasiswa mampu menjelaskan Sistem Manajemen Mutu Lingkungan. Mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil saja perusahaan yang benar-benar berhasil menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000. yang diberikan kepada konsumen dengan mutu konsisten.

MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.294 7 Jerman 23.975 9 Perancis 15.751 5 Spanyol 31. dimana pada akhir tahun 1993 hanya sekitar 60 negara yang terlibat dan sertifikat ISO 9000 yang dikeluarkan hanya 46. Berdasarkan laporan sekretariat ISO .715 2 Italia 64. 45% dibandingkan tahun 1997 hanya sekitar 13.465 4 Jepang 38. Distribusi perolehan sertifikasi ISO 9000 sampai tahun 2002 pada wilayah lainnya ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 3 Zakki Wasthon N.598 8 Australia 19.Perkembangan ISO 9000 di Dunia dan Indonesia Sampai akhir tahun 2003 jumlah negara yang menjadi anggota ISO sebanyak 147 negara dan jumlah sertifikat ISO 9000 yang telah diterbitkan diseluruh dunia mencapai 561. MBA. bahwa ada sepuluh negara yang paling banyak mendapatkan sertifikat ISO 9000 yaitu : Tabel 1. Namun demikian sesuai hasil survey organisasi ISO sampai dengan akhir tahun 2003 (ISO 2003).38%.id . MM.073 10 Korea Selatan 12. 10 (sepuluh) tertinggi Negara yang memperoleh sertifikat ISO 9000 sampai dengan akhir tahun 2003 No Nama Negara Jumlah sertifikat ISO 9000 1 China 96. dimana peningkatan dari tahun 2002 mencapai 300%.747 sertifikat (ISO 2002). ST.mercubuana.836 6 Amerika Serikat 30. 1994 dan 2000. terjadi peningkatan yang fantastis untuk penerbitan sertifikat ISO 9000 versi 2000 untuk tiga tahun terakhir.120 3 Inggris 45.846 Untuk negara di Asia Timur Jauh termasuk didalamnya Asia Tenggara perkembangan sertifikasi ISO 9000 relatif pesat karena dari total sertifikasi diseluruh duniai sampai akhir tahun 2002 sertifikasi di wilayah ini mencapai 26.571 sertifikat.ac. Dari jumlah pengeluaran sertifikat ISO 9000 menurut datal diatas tersebut masih menggabungkan antara sertifikat ISO 9000 versi 1987.

16%). Amerika Utara (9.520 12. MBA.395 1. serta Amerika Selatan dan tengah (2.id .947 2.45%).733 3.676 14.311 2 Kamboja 1 8 8 5 Myanmar 5 5 8 10 Cina 57. 5 (Lima) sektor industri tertinggi yang memperoleh sertifikat ISO 9000 sampai dengan akhir tahun 2002 No Sektor Industri Jumlah sertifikat ISO 9000 1 Konstruksi 51.234 3 Peralatan optic dan elektrikal 43.adalah Eropa (52. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. MM.916 13 Korea Selatan 17.668 6 Filipina 961 766 509 7 Singapore 3.093 2 Produksi & Fabrikasi Logam Dasar 50. 3) Tabel 3.72 % 4 Japan 253 0.868 2.047 5 Perdagangan retail 30.839 4 Peralatan dan Mesin 35.36 % 2 Spanyol 579 2. Untuk perkembangan ISO 9000 di Asia Timur Jauh dan Asia Tenggara adalah : Tabel 2.19%).379 3.44%).814 3.755 96.ac. Perkembangan sertifikasi ISO 9000 di Asia Tenggara dan Timur Jauh Sampai dengan akhir tahun 2003 No Negara Jumlah Sertifikat ISO 9000 2001 2002 2003 1 Brunei Darussalam 123 79 40 3 Indonesia 1. Afrika dan Asia Barat (4.385 33.846 Dari 39 sektor Industri yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9000 diseluruh Dunia ternyata sektor konstruksi adalah yang paling banyak mendapatkan sertifikat ISO 9000 yaitu mencapai 51.280 Tabel 4.870 4.20%).783 75.(Tabel.741 12 Japan 27. Negara Timur Jauh (26.056 4 Malaysia 3.02 % 3 Inggris 439 0.964 55.58%).480 8 Thailand 3.556 5. 5 (Lima) tertinggi Negara yang perusahaannya dicabut sertifikat ISO 9000 karena gagal dalam Audit Resertifikasi sampai dengan akhir tahun 2002 No Nama Negara Jumlah sertifikat ISO 9000 Prosentase (%) Yang dicabut Terhadap total sertifikat yang dikeluarkan 1 Korea Selatan 5.74 % 5 Turki 121 3.715 11 Hongkong 3.093 sertifikat.134 35.513 5.195 3.mercubuana. Australia/ Selandia Baru (5. ST.07 % ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 4 Zakki Wasthon N.105 9 Vietnam 245 612 1.

Hal tersebut dapat berpengaruh pada meningkatnya biaya pekerja dan berpengaruh pada citra. dsb. standar tersebut disebut Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001. jasa konstruksi. ST. Sistem manajemen ini banyak ditemui pada bidang teknik lingkungan.mercubuana.ac.id . ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 5 Zakki Wasthon N. maka tuntutan peraturan dunia terhadap pertanggungjawaban organisasi dan industri dalam pengelolaan lingkungan menjadi meningkat. ISO 14001 dan OHSAS 18001 Perkembangan perusahaan dan industri dewasa ini telah menyebabkan krisis lingkungan dan energi. OHSAS 18001 adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/perusahaan. besi baja. Bermula dari dampak industri inilah maka organisasi dan industri dituntut untuk meningkatkan pertanggungjawaban terhadap konservasi lingkungan. Latar belakang inilah yang melandasi pembentukan OHSAS 18001. OHSAS 18001 diakomodasikan untuk pengendalian operasional proses yang aman bagi pekerja. Banyak Industri yang prosesnya berdampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya seperti industri bahan kimia. Sikap kritis dari masyarakat dunia juga mendorong industri yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu sistem pengelolaan yang aman bagi pekerjanya. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. Konservasi lingkungan telah menjadi tuntutan dari pelanggan negara maju yang secara sadar melihat pentingnya perlindungan terhadap lingkungan dilaksanakan sejak dini untuk meminimalkan kerusakan lingkungan di masa depan. MBA. Perkembangan perusahaan dan industri mempunyai korelasi dengan pekerja. Banyak organisasi di berbagai negara telah mengadopsi OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan prosedur yang mengharuskan organisasi secara konsisten mengidentifikasi dan mengendalikan resiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Berdasarkan kondisi ini.Integrasi ISO 9001. maka berdasarkan kesepakatan international pada tahun 1996 International Organization for Standardization meluncurkan suatu standar untuk mengelola lingkungan secara professional di dalam organisasi dan industri. plastik. MM. serta memperbaiki kinerja dan citra perusahaan. Selain itu sistem manajemen ini juga mempunyai kaitan dengan bidang ergonomi (teknik industri) terutama pada kuliah manajemen limbah industry. Sejalan dengan hal ini maka industri-industri yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerja nya agar dapat menurunkan dampak. ISO 14001 dipelajari oleh berbagai bidang pendidikan namun tidak “seumum” ISO 9001 yang banyak ditemui di bidang apa saja.

banyak perusahaan sudah mulai menerapkan manajemen berbagai sistem. ISO 14001. MM. dan OHSAS 18001. telah terbukti sulit untuk menangani ketiga sistem manajemen tersebut secara terpisah dan untuk memastikan keberpihakan mereka dengan strategi organisasional. MBA. lingkungan dan kualitas. EMS (Environment Management System) dalam hal ini ISO 14001. dan OHSAS (Occupational Health & Safety Assessment Series) dalam hal ini OHSAS 18001 menjadi suatu sistem manajemen terpadu karena pada dasarnya ketiga sistem tersebut memiliki struktur yang sama dan sistem yang mirip. adalah penting bagi perusahaan untuk mengelola dan mengendalikan resiko keselamatan dan kesehatan kerja. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.mercubuana. ST. Untuk mengelola ketiga hal tersebut (kualitas. dan keselamatan & kesehatan). Untuk mencapai peningkatan yang berkelanjutan.id . termasuk yang telah disebutkan di atas yakni ISO 9001.ac. Dalam prakteknya. lingkungan. ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 6 Zakki Wasthon N. Oleh karena itu saat ini banyak yang mengintegrasikan QMS (Quality Management System) dalam hal ini ISO 9001.

1 Komitmen Manajemen 5.mercubuana.ac.6.4 Pengendalian Rekaman 5 Tanggung jawab manajemen 5.2 Pendekatan Proses 0.2.Klausul Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 0 Pengantar 0.4 Perencanaan 5.1 Penyediaan sumber daya 6.1 Umum 4.2.1 Umum 5.3 Keluaran tinjauan 6 Manajemen sumber daya 6.2. MBA.3 Pengendalian Dokumen 4.2.id .2 Pedoman Mutu 4.3 Hubungan dengan ISO 9004 0.2.1 Umum 6.2 Penerapan 2 Acuan yang mengatur 3 Istilah dan definisi 4 Sistem Manajemen Mutu 4.3 Kebijakan Mutu 5. MM.6.1 Persyaratan Umum 4.2 Sumber daya manusia 6.2 Kompetensi.5.3 Komunikasi internal 5. wewenang dan komunikasi 5.1 Sasaran Mutu 5.4.1 Umum 1.2.2 Fokus pada pelanggan 5.3 Prasarana 6. ST.2 Wakil Manajemen 5.1 Tanggung jawab dan wewenang 5.5.5.1 Umum 0.5 Tanggung jawab. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.2 Persyaratan Dokumentasi 4. kesadaran dan pelatihan 6.4 Kesesuaian dengan system manajemen lain 1 Lingkup 1.6.2 Perencanaan Sistem Manajemen Mutu 5.2 Masukan tinjauan 5.4 Lingkungan Kerja ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 7 Zakki Wasthon N.6 Tinjauan manajemen 5.4.

2 Proses berkaitan dengan pelanggan 7.6 Pengendalian sarana pantau dan ukur 8 Pengukuran.2.3 Keluaran desain dan pengembangan 7.5.1 Perencanaan desain dan pengembangan 7.4.2 Validasi proses produksi dan penyediaan jasa 7.3 Komunikasi dengan pelanggan 7.3.2.2 Masukan desain dan pengembangan 7.5.3 Pengendalian produk tidak sesuai 8.3 Verifikasi produk yang dibeli 7.5.4 Pemantauan dan pengukuran produk 8.3 Desain dan pengembangan 7.mercubuana.5 Verifikasi desain dan pengembangan 7.5.2 Tindakan korektif 8.3.3 Tindakan pencegahan ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 8 Zakki Wasthon N.5 Produksi dan penyediaan jasa 7.3.ac. analisis dan perbaikan 8.4.1 Umum 8.3 Pemantauan dan pengukuran proses 8.4. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.2.1 Perbaikan berkesinambungan 8.4 Kepemilikan pelanggan 7.1 Kepuasan pelanggan 8.3.1 Perencanaan realisasi produk 7.3 Identifikasi dan mampu telusur 7. MM.4 Pembelian 7.5. MBA.5.2 Tinjauan persyaratan yang berkaitan dengan produk 7.5 Pengawetan produk 7.4 Tinjauan desain dan pengembangan 7.2.6 Validasi desain dan pengembangan 7.3.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa 7.2 Informasi pembelian 7.5.3.2.1 Proses pembelian 7. 7 Realisasi produk 7.2.1 Penentuan persyaratan yang berkaitan dengan produk 7.2.4 Analisis data 8.3.5.id .2 Audit Internal 8.5 Perbaikan 8.2 Pemantauan dan pengukuran 8. ST.7 Pengendalian perubahan desain dan pengembangan 7.

2. 6. dan Kaizen Terdapat berbagai model standar sistem manajemen mutu selain ISO 9001:2000 yang berlaku secara global saat ini.2. 8.5.5.6. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 4.5.4.7.2.2. dan Kaizen.3.1.2.2. hal ini tidak ada dalam SMM ISO 9001:2000. 7.1. 8. 5.5.1.2.3. 8. 8.2.4.4.4.1.1.2 11 Kesejahteraaan dan Kepuasan Karyawan 6.2. 8.6. 8.6. 8. 8.5. 6.2.5 4 Penyebarluasan Strategi 5.3. Hubungan Klausul MBNQA dengan Klausul ISO 9001: 2000 No Klausul MBNQA Klausul ISO 9001: 2000 1 Kepemimpinan Organisasi 4.2.4. 8.2. 8. 8. 5.8.5.2.1.3.3.7.5 18 Hasil-hasil Efektifitas Organisasi 4.4 12 Proses-proses Produk dan Pelayanan 4.2.1.1.2. 8.1.2.2. 8.5.3 .5 10 Pendidikan. 8. 8.1.3.2.2. 8.1.1.2.3.5 14 Proses-proses Pendukung 5. 8.1.6.4.2.5. 8.4. 6.4.5 16 Hasil-hasil Pasar dan Finansial 4.2. 7. 7.2. 8.4.2.4.4 9 Sistem-sistem kerja 5. MBA.1.2.1.6. 8.ac.5.1.4.1.id .1.2.2.4. 7.2. 8. 5.7.5. 8.4.2.6.1. 7.5.4. citizenship.3.1. 6. 8.5 17 Hasil-hasil Sumber Daya Manusia 4.4.3. 8. 8. 7.2.4.5 13 Proses-proses Bisnis 5.Hubungan ISO 9001 dengan MBNQA.3.mercubuana.8. 6.8.5.1. 5.2.5. 4. 5. 5.2.4. 8.2. 8.3.6.2.3.2. 8.1.2.4.8.3.2.4.3.2. 5.5 2 Tanggung jawab public dan warga Negara 5.4.7.4.2. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.8.3.3. padahal aktifitas ini sangat penting karena tanggung jawab sosial seperti community development. 8.2.4 6 Hubungan dan Kepuasan Pelanggan 5. 8. 7. 8.2.1.2. Hubungan antara klausul yang terdapat pada masing- masing standar sistem manajemen mutu tersebut diatas dengan klausul yang terdapat pada ISO 9001:2000 sebagai acuan dasar. Tabel 6. 8. digambarkan pada tabel berikut: Tabel 5. 8.8.1.4..2.5.2. 8. 5.2. 8.4.3.5.5 5 Pengetahuan Pasar dan Pelanggan 5.4.2.3 7 Pengukuran dan Analisis Kinerja Organisasi 4. 8. Six Sigma.8. 7. 5.7. 8. 8.1.2.3.3. 8.1. 6.4.2.6.2. 5.5 15 Hasil-hasil berfokus Pelanggan 4.5. 5. 6. 7.5.2. 7.4. 8.2.7.5 8 Manajemen Informasi 8. 7.3. Six Sigma. antara lain: Malcolm Baldridge National Quality Award (MBNQA).5.5.3. 6.2. 7.6.2.3.5. 7.5.8. 8.3.5 3 Pengembangan Strategi 5.1.8.4.2. 8. MM.2.5. 5. 8. sementara Konsep MBNQA memasukkan klausul tanggung jawab public dan warga negara. 8.5 Klausul yang ada dalam ISO 9001:2000 tetapi tidak ada dalam sistem manajemen mutu lainnya adalah Audit Internal.2.6. ST. 8.4. 7. 6. 8.1.8.5. Hubungan Klausul Six Sigma dengan Klausul ISO 9001: 2000 ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 9 Zakki Wasthon N.

5.3.2.4.3 Konsep Six Sigma perlu diadopsi dalam SMM ISO 9001:2000 khususnya dalam pembuatan sasaran mutu (quality objective) yang mengukur tidak hanya ukuran waktu dan mutu tetapi lebih pada ukuran biaya mutu dari improvement SMM ISO 9000.1.2.2. 8.2. ST.1.1.2.1.2.5 2 Seiton (Simpan dengan teratur) 4.1 2 Define 5. MM. Hubungan Klausul Kaizen dengan Klausul ISO 9001: 2000 No Klausul Kaizen Klausul ISO 9001: 2000 1 Seiri (Bereskan) 5.4 III Tahap Optimasi 1 Improve 8. 7.5.6 Daftar Pustaka ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 10 Zakki Wasthon N.2 II Tahap Karakterisasi 1 Measure 5. 7.1. 8.3.1.2.id .5.2.3. 4.2 2 Analyze 8.3 4 Shitsuke (Disiplin) 5.5.3 2 Control 8. Tabel 7.2.5.4 3 Seiso (Bersihkan) 8.5.5.5.5.8.5. 5.4.4.2.2.4.1.8. 4. 5. 5.ac. 0. 5.6.mercubuana.3.2.1.5. 5. 5. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www.1 2 Integrate 5.6 IV Tahap Institutionalisasi 1 Standardize 6.3.5.2. 4.2. 8. MBA. No Klausul Six Sigma Klausul ISO 9001: 2000 I Tahap Identifikasi 1 Recognize 0.

net/publication/265864593 2. Universitas Negeri Yogyakarta 5. 3.ac. ISO 9001. Rinda Hedwig (2007). Muhamad Ali. M. Universitas Mercubuana ‘13 Sistem Manajemen Mutu Konstruksi 11 Zakki Wasthon N. Sistem Manajemen Mutu ISO 9000. Modul Kuliah Sistem Manajemen Mutu Konstruksi. MT (2016).researchgate. Erlangga. Iskandar Indra (2007). Fanshurullah Asa. Erlangga 4. 1.id . Resi Aseanto. Panduan Penerapan ISO 9001:2000. www. MBA. January 2005. MT ( 2011). MM. Ismeth S Abidin. Conference Paper. Modul Kuliah Manajemen Industri. Bambang Trigunarsyah (2005). ST. ST. MT Pusat Bahan Ajar dan eLearning http://www. Pemetaan Model Sistem Manajemen Mutu untuk Jasa Konstruksi di Indonesia. Model Sistem Penjaminan Mutu.mercubuana.