You are on page 1of 11

Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) lahir dari pergulatan intens antara doktrin dengan sejarah.

Di
wilayah doktrin, debat meliputi soal kalam mengenai status Alqur’an apakah ia mahluk atau bukan,
kemudian debat antara sifat-sifat Allah antara ulama’ salafiyyun dengan golongan Mu’tazilah dan
seterusnya.

Di wilayah sejarah, proses pembentukan ASWAJA terentang hingga zaman Khulafaur Rasyidin, yakni
dimulai sejak terjadi perang shiffin yang melibatkan Kholifah Ali bin Abi Tholib RA dengan
Muawiyyah. Bersamaan dengan kekalahan kholifah ke-empat tersebut, setelah dikelabui melalui
taktik arbitrase (tahkim) oleh kubu muawiyyah, ummat islam mulailah islam terpecah ke dalam
berbagai golongan. Di antara mereka terdapat Syi’ah, Khowarij, Jabariyyah, Qadariyyah,
Mu’tazilah, dll.

Indonesia merupakan salah satu penduduk dengan jumlah penganut faham ASWAJA terbesar di
dunia. Mayoritas penduduk yang memeluk islam adalah penganut madzhab Syafi’i dan sebagian
besarnya tergabung (baik tergabung secara sadar maupun tidak sadar) dalam Jam’iyyah Nahdlotul
Ulama’ yang sejak awal berdiri menegaskan sebagi pengamal islam ala Ahlusunnah wal Jama’ah.

II. PENGERTIAN

Al-sunnah memilki arti jalan,disamping memiliki arti Al-Hadist. Disambungkan dengan ahl keduanya
bermakna pengikut jalan Nabi, Para Sahabat, dan Tabi’in. Al-Jama’ah berarti sekumpulan orang yang
memiliki tujuan. Bila dimaknai secara kebahasaan, Ahlussunnah wal Jama’ah berarti segolongan
orang yang mengikuti jalan Nabi, Para Sahabat dan Tabi’in.

NU merupakan ORMAS islam pertama kali Indonesia yang menegaskan diri berfaham ASWAJA.
Dalam konstitusi dasar yang dirumuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari juga tidak disebutkan definisi
ASWAJA namun tertulis dalam konstitusi tersebut bahwa aswaja merupakan sebuah faham
keagamaan dimana dalam bidang aqidah menganut pendapat dari Abu Hasan Al-Asy’ari dan Al-
Maturidhi, dalam bidang fiqih menganut pada salah satu madzhab empat, dan dalam bidang tasawuf
menganut pada Imam Junaid al Baghdadi dan Abu Hamid Al-Ghozali.

III. ASWAJA SEBAGAI MANHAJ AL-FIKR

Kurang lebih sejak 1995/1997, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia meletakkan aswaja sebagai
manhaj al fikr. Th 1997 diterbitkan sebuah buku saku tulisan sahabat Khotibul Umam Wiranu
berjudul Membaca ulang Aswaja (PB PMII 1997). Konsep dasar yang dibawa dalam aswaja sebagai
manhaj al fikr tidak dapat dilepas dari gagasan KH. Said Aqil Siraj yang mengundang kontroversi,
mengenai perlunya aswaja ditafsir ulang dengan memberikan kebebasan lebih bagi para intelektual
dan ulama’ untuk merujuk langsung kepada ulama’ dan pemikir utama yang tesebut dalam
pengertian aswaja.

PMII memandang bahwa aswaja adalah orang-orang yang memiliki metode berfikir keagamaan yang
mencakup semua aspek kehidupan dengan berlandaskan atas dasar moderasi, menjaga
keseimbangan, dan toleran. Aswaja bukan sebuah madzhab melainkan sebuah metode dan prinsip

berfikir dalam menghadapi persoalan-persoalan agama sekaligus urusan sosial kemasyarakatan. sisi teknikalitas pendekatan di atur sedemikian rupa sehingga menjadi prosedur yang teliti dan nyaris pasti. TASAWUF V. BIDANG ISTINBATH AL-HUKM (Pengambilan Hukum Syari’ah) 4. Prinsip Al-Musawah (kesetaraan derajat) 3. Prinsip Syura (musyawarah) b. Prinsip Al-Adl (keadilan) c. . tawazun (netral). IV. BIDANG SOSIAL POLITIK a. PRINSIP ASWAJA SEBAGAI MANHAJ Berikut ini adalah prinsip-prinsip aswaja dalam kehidupan sehari-hari. PENUTUP Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai manhaj al fikr bersifat dinamis dan sangat terbuka bagi pembaruan-pembaruan. ta’adul (keseimbangan). AQIDAH 2. Namun demkian dalam ruang akademis pembaharuan atau perubahan sangat mungkin terjadi. Sebagai sebuah metode pemahaman dan penghayatan dalam makna tertentu ia tidak dapat disamakan dengan metode akademis yang bersifat ilmiah. dan tasamuh (toleran). PMII berpegang pada prinsip-prinsip tawasuth (moderat). Prinsip-prinsip tersebut meliputi : 1. Sebagai manhaj alfikr. inilah makna aswaja sebagai manhaj al fikr. Dalam metode akademik. Prinsip Al-Hurriyyah (kebebasan) © Khifdhu al-nafs (menjaga jiwa) © Khifdhu al-din (menjag agama) © Khifdhu al-mal (menjaga harta benda) © Khifdhu al-nasl (menjaga keturunan) © Khifdhu al-irdh (menjaga harga diri) d.

3-4. Manhaj menurut bahasa maknanya "jalan yang terang" sebagaimana dijelaskan dalam QS al Maidah: 48.. niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja)... akhlak dan suluk. Yayasan ash shofwa..a. Maka jelas bahwa: MANHAJ merupakan bagian dari ad Dien.Untuk tiap-tiap umat diantara kamu [*]. (Silsilah As Sabil ilaa Thaifah al manshurah... berdasarkan dua nash. Jakarta) Minhaj adalah satu cara atau jalan yang ditempuh jama`atul muslimin dalam mewujudkan perkara aqidah di dalam hati. pertama dari QS 5: 48 dan kedua sabda Nabi SAW dalam hadits Hudzaifah RA : .. ‫عةً َومِ ْن َها ًجا َولَ ْو شَا َء ه‬ “. dan umat-umat yang sebelumnya. Kami berikan aturan dan jalan yang terang.. mengamalkan dan menyebarkan agama. .w. kemudian terjadi khilafah (sistim kekhalifahan) di atas manhaj kenabian (Khilafah ‘ala manhajin nubuwwah) (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani).” (QS Al Maidah: 48) [*] Maksudnya: umat Nabi Muhammad s. (Al Manhaj. sebagaimana halnya syari`ah. sehingga ummat memiliki wawasan komprehensif terhadap hakikat dan kedudukan Ahlus Sunnah wal Jama`ah..Membuka wacana berfikir ilmiyah tentang pengertian manhaj Ahlus Sunnah wal Jama`ah merupakan tuntutan yang lazim. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. dan penegakan syariah Allah di muka bumi. hal. . Syaikh Adnan al `Ar Ur) Minhaj adalah satu bagian dari bagian-bagian Islam. maka makna "Al Manhaj" adalah aturan yang diikuti kaum muslimin di dalam memahami. Sekiranya Allah menghendaki. Namun secara istilah (terminology).. aqidah. ‫َّللاُ لَ َج َعلَ ُك ْم أ ُ همةً َواحِ دَة ً َولَك ِْن ِل َي ْبلُ َو ُك ْم فِي َما آت َا ُك ْم‬ َ ‫ ِل ُك ٍّل َج َع ْلنَا مِ ْن ُك ْم ش ِْر‬.

Jalan para nabi. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Oleh karena itu shirathal mustaqim adalah jalan yang dengannya Allah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. maka artinya (menurut Ibnul Qayyim al Jauziyah rahimahullah) bahwa seorang mukmin itu memohon untuk selalu berada di jalan lurus. )٦٩( ‫صالِحِ ينَ َو َحسُنَ أُو َلئِكَ َرفِيقًا‬ ِ ‫علَ ْي ِه ْم مِ نَ النهبِ ِيينَ َو‬ ُّ ‫الص ِديقِينَ َوال‬ ‫ش َهدَاءِ َوال ه‬ ‫سو َل فَأُولَئِكَ َم َع الهذِينَ أ َ ْنعَ َم ه‬ َ ُ‫َّللا‬ ُ ‫الر‬ ‫ذَلِكَ َو َم ْن يُطِ ِع ه‬ ‫َّللاَ َو ه‬ )٧٠( ‫علِي ًما‬ ‫َّللاِ َو َكفَى بِ ه‬ َ ِ‫اَّلل‬ ‫ض ُل مِ نَ ه‬ ْ ْ َ‫الف‬ 69. Inilah maksud dari firman Allah yang terkandung dalam QS At Taubah 153. dan Allah cukup mengetahui. shddiqin dan shalihin. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah. yaitu di atas Al Qur’an dan as Sunnah. 70. Namun mengingat banyaknya ikhtilaf di kalangan muslimin muta`akhirin setelah tiga generasi unggul (salaf umat ini). maka perlu pernyataan tegas agar kita selamat dari fitnah perselisihan dan jalan kembali kepada al Qur’an dan as Sunnah (rukun I dan II). dan fasad qashad sebagai penyebab murka Allah. Fasad ilmu sebagai penyebab sesatnya seseorang. Jalan kesesatan (yang ditempuh nashrani) dan jalan yang dimurkai Allah (yang ditempuh Yahudi) merupakan contoh makna “As Subul” dalam ayat ini. Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya). . Dan ini menjadi Rukun I dan II JALAN KEMBALI KEPADA AD-DIEN. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. maka Allah menjelaskan perlunya meniti jalan yang telah ditempuh oleh para pendahulu kita yang telah Allah anugerahkan rahmat dan kenikmatan atas mereka. Dan ini menjadi rukun III dari jalan seorang mukmin kembali kepada Ad Dien. di atas setiap jalan-jalan itu SYAITHAN menyeru manusia. Yaitu: Nabi-nabi. termasuk jalan yang ditempuh para shalihin (dari kalangan salaf sahabat RA). dan orang-orang saleh. [*] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul. dan Inilah orang- orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7. orang-orang yang mati syahid. Dan shirathal mustaqimmerupakan obat kedua penyakit mematikan tersebut. Kesesatan dan Kemurkaan Allah merupakan dua penyakit yang membunuh setiap insan. Dan kedua nya sebagai akibat dari rusaknya ILMU (fasadul `ilmi) dan rusaknya TUJUAN (fasadul qashdi). Para shiddiiqiin [*]. dan jalan-jalan lain yang tidak mengikuti jalan sunnah. Shirathal mustaqim adalah jalan yang dapat menghindarkan dari kesesatan jalan dan kemurkaaan Allah (yang merupakan dua jalan kefasadatan yang ditempuh ahlul Kitab dan yang mengikuti jejak mereka).Ketika seorang mukmin memohon hidayah dari Allah berupa “shirathal mustaqim” dalam surat al Fatihah. syuhada'.

Ya. An Nisa 115) [*] Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan. yang dapat menyampaikan nya kepada Allah sebagai penghubung dengannya.” (QS. dan andaikan manusia mendatanginya melalui jalan-jalan lain dan membuka pintu-pintunya.. 100) ‫يرا‬ ً ‫ص‬ ْ ُ‫س ِبي ِل ْال ُمؤْ مِ نِينَ نُ َو ِل ِه َما ت ََولهى َون‬ َ ‫ص ِل ِه َج َهنه َم َو‬ ِ ‫سا َءتْ َم‬ َ ‫سو َل مِ ْن َب ْع ِد َما ت َ َبيهنَ لَهُ ْال ُهدَى َو َيت ه ِب ْع‬ َ ‫غي َْر‬ ُ ‫الر‬ ‫ق ه‬ ِ ‫َو َم ْن يُشَا ِق‬ “Dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. jalan yang luas / lebar bagi setiap yang melaluinya ..َ‫صا ُك ْم بِ ِه لَعَله ُك ْم تَتهقُون‬ ‫سبِي ِل ِه ذَ ِل ُك ْم َو ه‬ َ ‫سبُ َل فَتَف هَرقَ بِ ُك ْم‬ َ ‫ع ْن‬ ِ ‫َوأ َ هن َهذَا‬ ُّ ‫ص َراطِ ي ُم ْستَقِي ًما فَاتهبِعُوهُ َوال تَت هبِعُوا ال‬ “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus.” (QS. karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. .. At Taubah. Itulah kemenangan yang besar.. yang dapat menyampaikan kepada tujuan. maka semua jalan itu buntu (masdudah) dan semua pintu nya tertutup (mughlaqah). lurus tiada berkelok. kecuali melalui satu-satunya jalan. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. sebagai jalan paling dekat.. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu [*] dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam. dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS.. Maka ikutilah Dia. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[*]. (Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Tafsirnya dan dalam Madarijus Salikin jilid I) Simaklah Dua Ayat dari Firman Allah berikut ini : ‫َجْري تَحْ ت َ َها‬ ِ ‫تت‬ َ َ ‫ع ْنهُ َوأ‬ ٍّ ‫عده لَ ُه ْم َجنها‬ َ ‫ع ْن ُه ْم َو َرضُوا‬ ‫ي ه‬ َ ُ‫َّللا‬ َ ‫ض‬ ِ ‫ان َر‬ َ ْ‫ار َوا هلذِينَ ات ه َبعُو ُه ْم ِبإِح‬ ٍّ ‫س‬ ِ ‫ص‬ ِ ‫األولُونَ مِ نَ ْال ُم َه‬ َ ‫اج ِرينَ َواأل ْن‬ ‫َوالسها ِبقُونَ ه‬ ْ ْ َ ‫ار خَا ِلدِينَ فِي َها أبَدًا ذَ ِلكَ الف َْو ُز العَظِ ي ُم‬ ُ ‫األ ْن َه‬ “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. 153) Seseorang tak akan sampai kepada Allah (dengan selamat) kecuali melalui satu-satunya jalan ini (ash shirath al mustqim). mereka kekal di dalamnya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. Al An’am.

dan sejenisnya. dimana mereka melakukan aturan sendiri (nizham dan tanzhimnya.) dengan meninggalkan kewajiban. Membolehkan hal-hal yang dilarang (musik . QS at Taubah: 100. namun membuka tangan lebar-lebar maju bertempur ketika di Madinah. Dll. dengan klaim demi kemaslahan dakwah. 4. Adalah suatu keharusan (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. mencapai tujuan dengan segala cara. juga pembantaian Yahudi Khaibardi Madinah termasuk kepada seorang wanita. 2. bukan semata Manhaj. wanita berenang di tempat umum. syariahnya dan akhlaknya. dan sifatnya umum dan tidak terputus. dan orang-orang nya terus-menerus di atas jalan ini. dan biasanya mereka loyal hanya sesamanya. Thaifah al Manshurah adalah manhaj dan muqawwamat. seperti mencapai kekuasaan dengan metode apapun walau dengan manhaj yahudi dan nashrani seperti melalui demokrasi.. Membenarkan partai sebagai jalan menempuh kekuasaan ala demokrasi. menjauhi yang disunnahkan. goyangan. bukan meneruskan jama`ah awal. Mendahulukan maslahat khususs atau umum atas nash-nash yang jelas melarangnya.. ini adalah manhhaj munafiqun 3. Diantara Sifat Thaifah al Manshurah (Ahlus sunnaah wal Jama`ah): 1. ikhtilath dll. muwafaqah dan berteman dengan sesame anggota. Ini adalah manhaj. Bersabar atas peristiwa penganiayaan Yasir dan Sumayyah di Makkah. Itulah terkadang mereka mengadakan acara nada dan dakwah. maka ia disebut dengan jama`ah munqatihi' sanad (sandanya terputus).. 2.. Menahan tangan (berlaku sabar. jama`ah dan orang-orang berdiri di atas manhaj ini. . bahkan ada lagi yang mengkafirkan jama`ah lain atau orang yang mau masuk ke jama`ah mereka. walau dia sendiri sebenarnya mengakui "jeleknya demokrasi" secara teori maupun praktik. Menghimpun (kader-kader/pengikut) dengan metode penyatuan tanpa nilmu dan tarbiyah yang sunniyah. Muttabi` dalam ayat ini menunjuk adanya sifat istimrariyah keberadaannya. Ini adalah manhaj pengabdi hawa nafsu. atau pada kondisi umat itu kuat dan kokoh. ayat ini menunjuk adanya Sejarah mulai adanya jama`ah. namun menganggap orang yang tidak muwafaqah dengan mereka dianggapnya sebagai musuh dan membahayakan. Istimrariyah (berkesinambungan). amal dan senjata silih berganti. lukisan makhluk bernyawa. Termasuk perkara Manhaj adalah: 1. baik aqidahnya dan jalan yang ditempuhnya. nyanyian. QS 4 : 77). disana ada sejumlah manusia yang menganutnya. jihad dengan lisan . padahal sudah sangat kesal dan sakit oleh musuh) ketika kondisi lemahdi Makkah pada awal Perjuangan Nabi SAW. Jadi kalau ada di zaman ini masih ada yang sengaja membentuk jama`ah baru. konser amal dsj..Yang bukan termasuk Manhaj Shahabat dan Ahlus sunnah wal Jama`ah : 1. sosialisme. wala-bara'nya). Ini adalah perkara Manhaj bukan strategi kondisional atau taktis belaka.

dalam usia 64 tahun). 3. QS ar Ra`du : 11 3. An Nur : 63. sempat menikmati lezatnya ketaatan dan kepatuhan. musibah dan petaka yang menimpa kita adalah karena perbuatan dosa kita. Diantara Pemahaman Pokok Ahlus sunnah Thaifah al Manshurah : 1. Rasul Nya dan pemimpin-pemimpinnya. Symuliyatud Dakwah (matan dan obyek dakwahnya menyeluruh) meliputi semua lapisan masyarakat. Ad Da`wah ilat Tauhid awwalan wal `amal fil `ibadat tsaniyan ma`at tamassuk bil akhlaqi da'iman. dan sahabat-sahabat beliau. QS 4: 79. kemudian dikumpulkan dengan rapi oleh seorang ulama besar Usuluddin Yaitu Syaikh Abu Hasan Al Asy`ri (Lahir di Basrah TH 260H – wafat di Basrah Thn 324 H. telah banyak memakan asam garam perjuangan. Sabda Nabi saw: mushibah. semua berhak mendapat dakwah. 2. dari rakyat jelata sampai pejabat berbuasa. Perhatikan kasus perang Uhud QS 3: 165-166. merasakan rasa kesabaran dan ukhuwwah. dijelaskan oleh Ibnu Katisr dan Ibnu Taimiyah. Dan Wal Jamaah Ialah Penganut i`ktiqad sebagai i`ktiqad jama`ah para shabat-shahabat Nabi. belum tersusun secara rapi dan teratur. .2. Din kita adalah Din Ittiba`. Jadi Kaum Ahlussnnah wal Jamaah adalah kaum yang menganut i`tiqad sebagai i`tiqad yang dianut oleh Nabi Muhammad Saw. Bersatu (berjama`ah) hanya di atas Tauhid dan Manhaj. siap berkorban dan berlalkun Itsar. 2. juga kaum Saba'. Mendidik pribadi-pribadi ummat dan menyatukan shaff sebelum memikirkan bagaimana menghadapi musuh-musuhnya. 3. QS Saba : 16. Berpegang teguh dengan Islam secara menyeluruh. Diantara Ushul Manhaj as Salaf Ahlussunnah wal Jama`ah: 1. AHLUSUNNAH WALJAMAAH Ahlussunnah Ialah Penganut Sunnah Nabi. Sebab mujahid itu mestilah telah terbina aqidahnya dan akhlaknya. Dalam kitab usuluddin Ahlussunnah wal Jamaah sering disebut juga dengan kata Sunny SISTEM BERMADZHAB DALAM . dan segala level pendidikan dan status sosial. yaitu seluruh manusia : dari tukang sayur sampaim insinyur. QS 2: 208. Berubahnya kondisi (waqi') kita tergantung pada sejauh mana kita-kita sendiri mau merubahnya. pada Allah. bukan Din Fikr dan Ibtida`. dan berpisah pun di atas kedua prinsip tersebut. perang Hunain QS at Taubah: 25. I`tiqad Nabi dan Sahabat-sahabat itu telah termaktub dalam Al-quran dan sunnah Rasul secara terpencar-pencar. Syura: 30. al An`am: 65. penyakit dan kesedihan adalah sebagai balasan (pendahuluan di dunia) di dunia ini" Shahihul Jamai' : 6717. Semua bencana.

yaitu : 1. Jumhur ulama berpendapat bahwa ijma’ adalah merupakan metode penetapan hukum yang wajib diamalkan. yang secara tegas membela dan mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW. . aliran.A. Pengertian Madzhab Madzhab menurut bahasa berarti jalan. yakni Abu Hanifah. Kelompok yang berkeyakinan bahwa bermadzhab merupakan satu-satunya cara yang menjamin untuk memahami dan menjalankan ajaran atau hukum dari Al-Qur’an dan hadits. yakni bermadzhab. itu dikarenakan kelompok paling besar (mayoritas) kemungkinan sangat kecil sekali untuk membuat kesepakatan guna menyeleweng hukum-hukum Islam. Namun kenyataannya tidak setiap orang mampu memahami dan mengamalkan isi kandungan dari dua sumber tersebut. Setiap orang Islam diwajibkan mempelajari ajaran agamanya dan memahami hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan hadits. ini adalah madzhab yang dianut mayoritas umat Islam dunia. Sistem Bermadzhab Bermadzhab pada masa sekarang ini tidak dapat dihindarkan lagi. Imam Malik. agar kita mentaati Allah dan Rasul-Nya serta Ulil Amri. secara lebih khusus kita diperintah untuk mengikuti jalan pikiran para ulama. Pada dasarnya bermadzhab tidak bertentangan dengan sistem ijtihad dan sistem taqlid. Empat madzhab. sedangkan menurut istilah madzhab adalah metode dan hukum-hukum tentang berbagai macam masalah yang telah dilakukan. Ada tiga kelompok dengan pandangan masing-masing terhadap madzhab. Disebut dalam banyak hadits agar kita mengikuti golongan paham yang paling besar dari umat Islam. yakni perintah Allah. Hanya sebagian saja yang mampu melakukan hal tersebut. 2. Imam Syafi’I. dan termasuk di dalamnya para ulama (ahli Ilmu). dengan beberapa persyaratan yang ketat agar hasil ijtihadnya benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya para imam-imam madzhab. C. 3. Jadi. Dalam pandangan Ahlussunah wal jama’ah ada empat madzhab yang dianggap mu’tabar yang dikenal dengan “Al Madzaahibul Arba’ah”. pendapat atau paham. bermadzhab adalah mengikuti jalan berpikir salah seorang mujtahid dalam mengeluarkan hukum dari sumber Al-Qur’an dan hadits. dan Imam Ibnu Hambali B. diyakini dan dirumuskan oleh imam mujtahid. Ijma’ Ijma’ adalah kesepakatan pendapat para ahli mujtahid pada suatu zaman sepeninggal Rasulullah mengenai suatu ketentuan hukum syariah. tetapi justru untuk mengkombinasikan antara keduanya sesuai dengan proporsinya. Dasar Hukum Bermadzhab 1. Di kalangan Ahlussunah Wal jamaah bermadzhab merupakan suatu pilihan yang dilakukan oleh setiap muslim yang tidak berstatus sebagai mujtahid muthlaq. Al-Qur’an Dalam Al-Qur’an ada petunjuk yang menjadi dasar perintah kewajiban mengikuti madzhab. Al-Hadits. Kata “Ulil Amri” adalah orang yang memimpin atau memerintah.

Adapun hasil keputusannya adalah sebagai berikut : 1. semuanya telah ditetapkan pada zaman azali. Ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Bidang Syari’ah . Rezeki. dengan cara :  Bagi orang awam bermadzhab secara “qauli”  Bagi orang yang punya perangkat keilmuan tetapi belum mencapai tingkat mujtahid mutlak mustaqil. Beberapa contoh rumusan akidah Ahlus sunnah wal jama’ah adalah sebagai berikut : 1. Para ulama nahdlatul ulama telah berhalaqoh di ponpes Denanyar Jombang untuk merumuskan pokok-pokok pendirinya mengenai madzhab dan bagaimana bermadzhab itu. 3. dan lain-lain 3. 2. dan sifat jaiz bagi Allah yang berjumlah 1 (satu) yaitu Allah itu boleh menciptakan sesuatu atau tidak. bermadzhab secara manhaji 4. Perbuatan manusia telah ditakdirkan oleh Allah. Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna. 4. Maliki. ajal. sifat wajib adalah sifat- sifat yang harus ada pada Allah SWT yang berjumlah 20. Ajaran Ahlus Sunnah Wal jama’ah di Bidang Aqidah Golongan ahlussunah wal jama’ah dalam bidang akidah mengikuti rumusan imam Al-Asya’ari yang meliputi enam perkara yang lebih dikenal degan rukun iman. nasibnya diakhirat terserah Allah. Bermadzhab manhaji dilakukan dengan istimbath jama’i dalam hal-hal yang tidak ditemukan “aqwalnya” (ajaran/hukum) dalam empat madzhab oleh para ahlinya. Sistem bermadzhab adalah cara yang terbaik untuk memahami dan mengamalkan ajaran atau hukum Islam dari Qur’an dan hadits. dzikir. 2. Orang mukmin yang berdosa dan mati. Ahli kubur dapat memperoleh manfaat atas amal sholeh yang dihadiahkan orang mukmin yang masih hidup kepadanya seperti bacaan Al-Qur’an. Bermadzhab adalah mengikuti suatu madzhab. 5. Bermadzhab secara “manhaji” maupun “qauli” hanya dilakukan dalam lingkup madzhab Hanafi. Dan masih banyak prinsip-prinsip pokok akidah yang lain. sifat mustahil adalah sifat-sifat yang tidak boleh ada pada Allah yang berjumlah 20. apakah akan diampuni atau mendapat siksa dahulu neraka yang bersifat tidak kekal. 3. Surga dan neraka serta penduduknya akan kekal selama- lamanya. PRINSIP-PRINSIP AJARAN MADZHAB DALAM NAHDATUL ULAMA A. 2. tetapi manusia wajib berikhtiar untuk memilih amalnya yang baik.  Aqwal (ajaran/hukum) adalah hasil istimbath dari seorang mujtahid. 5. jodoh. Syafi’I dan Hambali. Madzhab adalah :  Manhaj (metode) yang digunakan oleh seorang Mujtahid dalam menggali (Istimbath) ajaran / hukum Islam dari Al-Qur’an dan hadits. B. Kelompok yang secara serius menghapus madzhab-madzhab dan sistem bermadzhab serta mengajak langsung memahami Al-Qur’an dan hadits.

3. kewajiban mentaati disini dengan syarat pemerintahan harus dijalankan atas dasar prinsip kebenaran dan berlaku adil. Tahali. sholawat. 3. Ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Politik Dalam bidang sosial kemasyarakatan dan politik. . sebab dalam mengurus urusan dunia. dan lain-lain. Membaca Al-Qur’an di kuburan dibolehkan dan disunnahkan. terjadi perbedaan pendapat (perselisihan) diusahakan “islah” (berdamai). Hal-hal yang perlu diketahui adalah : 1. Ajaran Ahlussunnah Wal jama’ah di Bidang Akhlaq Kaum Ahlus sunnah Wal Jama’ah dalam bidang akhlaq atau tasawuf mengikuti imam Abu Qasim Al-Junaidi dan Imam Ghozali berkata “bahwa tujuan memperbaiki akhlaq itu adalah untuk membersihkan hati dari kotoran hawa nafsu dan marah. namun bentuk kongkritnya diserahkan kepada umatnya sendiri. Menurut imam Junaidim ada tiga tingkat dasar dalam menempuh tarekat : 1. An-Nisa’ : 59) Yang dimaksud ulil amri adalah khalifah penguasa yang kepemimpinannya wajib diikuti oleh rakyatnya. Allah berfirman yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman Taatlah kamu sekalian kepada Allah dan kepada Rasul-nya dan ulil Amri dari kamu sekalian” (Qs. surat yasin disunnahkan. sehingga hati menjadi suci bagaikan cermin yang dapat menerima nur cahaya Tuhan”. yaitu mengamalkan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Syafi’i. 2. Membaca tahlil. Sholat fardlu yang tertinggal atau lupa tidak dikerjakan wajib diqadla. Ziarah kubur hukumnya sunnah bila bertujuan untuk mengambil pelajaran dan mengingat akhirat dan untuk mendo’akan orang Islam. kaum Ahlus Sunnah Wal jama’ah mampunyai prinsip dan ciri khas yang berbeda dengan golongan lain. C. Hal ini tampak jelas dalam beberapa masalah. Tajalli. Menyentuh dan membawa Al-Qur’an harus suci dari hadats kecil dan besar. antara lain : 1. Maliki. Masalah Persaudaraan dan Perbedaan Pendapat Pendirian Ahlussunnah Wal jama’ah bahwa semua muslim adalah bersaudara dan jika. Membaca do’a qunut pada sholat shubuh disunnahkan.Dalam bidang syari’ah (fiqih) kaum Ahlus sunnah Wal jama’ah berpedoman pada empat madzhab (Hanafi. Dalam beberapa hal ada persamaan pendapat dan dalam hal lainnya ada perbedannya. dan Hambali). yaitu mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela baik lahir maupun batin. D. 4. Takhali. 5. Masalah Khilafiyah Dalam masalah kepemimpinan dan pemerintahan wajib ditegakkan sebagai pewaris kepemimpinan Rasulullah SAW. ajaran Islam menyerahkannya pada umat dengan jalan bermusyawarah untuk memperoleh hasil yang terbaik dan bermanfaat. Membaca sholawat berarti menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. 2. 2. 7. 6. yaitu mengisi diri dan membiasakan diri dengan sifat-sifat terpuji.

menurut prosedur yang telah ditetapkan. Betapa besar dosanya. Agar supaya kita tidak terjerumus dalam perbuatan dosa baik kecil maupun besar. . Jika terjadi perselisihan dan kesalahan hasur dicari jalan keluarnya dan diperbaiki menurut tata cara yang disepakati. dia tetap dianggap sebagai muslim. Masalah Dosa Perbuatan dosa adalah perbuatan yang dilakukan tidak berdasarkan perintah agama dan bertentangan dengan ajaran agama ahlus Sunnah Wal Jama’ah berpendirian bahwa setiap orang yang menyekini kebenaran syahadatain. maka perlu menyadari akibat perbuatan dosa yang kita lakukan. Dengan demikian kita dapat mengendalikan hawa nafsu dan berpikir lebih jauh setiap tindakan yang akan dilakukan dan akibatnya. 3.