You are on page 1of 5

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Cara Penularan HIV

B. Gejala-geajala HIV

C. Pencegahan HIV

D. Penyebab HIV

E. Tes infeksi HIV

F. Peranan petugas kesehatan dalam penaangan HIV

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Umumnya. 2. Kelenjar getah bening bagian dari sistem kekebalan tubuh yang cenderung akan meradang bila ada infeksi. MD. merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS. Penyebab HIV 1. hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh.Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian. Carlos Malvestutto. Kelenjar getah bening berada di pangkal paha leher ketiak. BAB I PENDAHULUAN A." papar instruktur penyakit menular dan imunologi dari department of medicine di NYU School of Medicine. membuatnya menjadi tidak bisa bekerja efektif seperti seharusnya. dan lain-lain. B. pembengkakan pada kelenjar getah bening. demam disertai dengan kelelahan. nyeri otot dan sendi Banyak gejala penyakit yang mirip bahkan sama. Pegal. Gejala-gejala HIV 1.Melalui seks oral. dan sakit tenggorokan.Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan. termasuk nyeri pada persendian dan nyeri otot. . New York. 3. serta pembengkakan kelenjar getah bening. ketika melahirkan atau menyusui. Kelelahan Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan lelah dan lesu. Latar Belakang HIV adalah kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. BAB II PEMBAHASAN A. "Pada titik ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Sehingga akan ada reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh. 3. Nama HIV menggambarkan seperti apa virus ini.Demam Demam ringan mencapai 39 derajat Celcius menjadi salah satu gejala awal menderita ARS. Tanda ini juga menjadi tanda awal dan tanda lanjutan dari HIV. 2.

yang diberi nama HIV(humam immunnodeficiency virus). 3. 6.Ketika digunakan untuk membantu mencegah infeksi HIV. 9. C.Waspada penggunaan jarum suntik saat transfusi darah yang diadakan oleh organisasi yang tidak jelas. yang bermula dari tertularnya orang itu oleh satu jenis virus. Truvada juga digunakan sebagai pengobatan HIV bersama dengan obat lain. misalnya spon dan kain pembersihnya.Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi. dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi. Dokter juga harus menguji untuk infeksi hepatitis B.Pertimbangkan obat Truvada. Tetapi jika Anda menerima perawatan selama kehamilan. Anda mungkin menularkan kepada bayi Anda. Pada bulan Juli 2012.Kaum laki-laki harus mempertimbangkan untuk disunat. 7.Jika Anda HIV-positif. Food and Drug Administration menyetujui penggunaan kombinasi obat-emtricitabine tenofovir (Truvada) untuk mengurangi risiko infeksi HIV dan penyakit menular lainnya pada mereka yang beresiko tinggi. Jika Anda ingin membuat tato tubuh. Truvada hanya tepat jika dokter yakin Anda belum terinfeksi virus HIV. Anda dapat menurunkan risiko bayi terkena HIV AIDS. Tes infeksi HIV BAB III PENUTUP A.Hindari penggunaan narkoba dengan menyuntikannya ke dalam aliran darah kita. 5. selalu minta jarum baru dan steril D. Hindari melakukan hubungan intim dengan orang yang bukan pasangan kita. 2. B.Selalu menggunakan alat-alat medis yang steril. 4. 5. 4. karena akan menurunkan risiko penularan virus HIV AIDS. Saran .Memakai jarum. Pencegahan HIV 1. Hal ini dikarenakan virus HIV dapat menular melalui jarum suntik yang masuk ke pembuluh darah. 8. suntikan. Kesimpulan Pengertian AIDS adalah suatu penyakit infeksi yang diderita seseorang. termasuk jenis retrovirus. Jika Anda memiliki hepatitis B.

Memotivasi penderita HIV/AIDS untuk mau beraktivitas dalam meneruskan hidup yang lebih baik. d). Memiliki prinsip hidup yang kuat untuk berkata “TIDAK” terhadap segala jenis yang mengarah kepada narkoba dan psikotropika lainnya. Bagi penderita HIV/AIDS sebaiknya : a).1. Memberdayakan diri terhadap HIV/AIDS. b). Membentengi diri dengan agama. c). Bagi keluarga penderita HIV/AIDS sebaiknya : a). b). d). Mencoba untuk hidup lebih lama. Memotivasi penderita untuk terbiasa hidup dengan HIV/AIDS sehingga bisa melakukan pola hidup sehat. Mau berbaur dengan orang disekitarnya/lingkungan. 2. 3. Tabah dan terus berdoa untuk memohon kesembuhan. . c). Bagi yang belum terinfeksi virus HIV/AIDS sebaiknya : a). Belajar agar dapat mengendalikan diri. Menjaga keharmonisan keluarga karena pergaulan bebas sering kali menjadi pelarian bagi anak – anak yang depresi. b).

Siti maryanti. DAFTAR PUSTAKA Menurut H. Dra. 1999. LEPIN: Jakarta . Wartono. JH. AIDS/HIV. Yon subardiyo Bsc. Abu Chanif.