You are on page 1of 11

Load Flow Analysis

I. Tujuan Training Load Flow
1. Mempelajari fungsi ETAP dalam sistem tenaga listrik
2. Mempelajari cara membuat single line diagram dengan menggunakan
ETAP
3. Mempelajari konsep aliran daya dalam sistem tenaga listrik.
4. Menganalisa masalah-masalah airan daya pada sistem tenaga listrik.

II. Dasar Teori

Load Flow atau yang biasa disebut juga dengan aliran daya merupakan suatu analisa pada
sistem tenaga listrik untuk mengetahui kondisi dari sistem dengan diberikan pembebanan(load)
pada kondisi tunak(steady state). Secara harfiah aliran daya adalah aliran peristiwa mengalirnya
daya aktif(P) dan daya reaktif(Q) dari sistem pembangkitan melalui saluran transmisi dan
distribusi hingga ke sisi beban listrik.

Pada kondisi ideal,suatu generator bekerja menghasilkan suatu daya keluaran yang
disalurkan ke beban sesuai dengan permintaan beban. Namun,kenyataanya daya yang dihasilkan
generator lebih besar bila dibandingkan dengan permintaan daya beban karena terdapat rugi-rugi
daya di sepanjang saluran transmisi dan distribusi. Dengan melakukan load flow kita dapat
melihat besarnya rugi-rugi yang terjadi pada saluran dan juga pada Bus.

Load Flow Analysis Method :

1. Adaptive Newton Raphson
2. Newton Raphson
 Cepat didalam perhitungan,namun membutuhkan masukan yang banyak
 First Order derivatibe digunakan untuk mempercepat perhitungan
3. Fast Decoupled
 Dua set persamaan iterasi, antara sudut tegangan, daya reaktif dengan magnitude
tegangan
 Cepat dalam perhitungan namun kurang presisi

6. Susun rangkaian seperti gambar di bawah ini (Untuk cara merangkainya. Accelerated Gauss Seidel  Hanya butuh sedikit masukan. Prosedur Percobaan A. Membuat One-Line Diagram sederhana 1. Buka file.  Baik untuk sistem radial dan sistem dengan jalur panjang 4.tetapi lambat dalam kecepatan perhitungan III. perhatikan penjelasan dari asisten terlebih dahulu) .0 2. Beri nama file sesuai yang diminta asisten 4. new project 3. Buka software ETAP 12.

6. Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R T3= 20: 3 KV.4 KV.5 KV. Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R T4= 20: 0.0. CU 25 mm2 C9= BS6004. 20 MVA.2 km.1/C.50 Hz.3 KV.20 KV.50 Hz.3 KV. Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R Gen 2= 30 MW.CU 25 mm2 C3=BS6004. 30 MVA.40 km.1/C. a) Grid : Rating VA = 60 MVAsc.CU 25 mm2 e) Beban : Motor : Induksi : 350 KW Sinkron : 20 KW Lump Load1 : 3 MVA Lump Load2 : 4 MVA f) AC Composite Network : Induction Motor : 300 KW . Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R c) Transformator : T1= 70:20 KV.Swing.3 : 20 KV.4 KV. Masukkan setiap nilai atau rating elemen seperti yang tertera pada gambar. Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R d) Kabel : C2= BS6004.Polyvinyl.3: 0. 20 MVA.0.5.XLPE. Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R T2= 6.0.Rubber 2.Polyvinyl. Tegangan 70 KV b) Pembangkit : Gen 1= 10 MW. 20 MVA. Swing.6.5 KV.Polyvinyl.1/C. CU 150 mm2 C8= ICEA.5 KV.CU 25 mm2 C6= Heesung.3/C.50 Hz.5 KV.50 MVA. Masukkan nilai %Z dan X/R dengan mengklik Typical Z & X/R T5= 6.

Bila sudah selesai. B. 7. Static Load : VA= 150 kVA . simpan file ke dalam folder yang lokasinya ditentukan oleh asisten. Tambahkan rangkaian elemen seperti gambar di bawah ini. Membuat Composite Network 1. Lump Load : VA= 100 kVA b. Synchronous Motor 50 KW 6. Bila ada parameter elemen yang kurang jelas tanyakan pada asisten. Dengan rincian besarnya Beban : a. Buka composite network dari single line diagram yang telah dibuat 2.

Simpan file ke dalam folder yang lokasinya ditentukan oleh asisten. Klik ikon Load Flow Analysis pada bagian toolbar 2. praktikan boleh membuat rangkaian tambahan yang diberikan oleh asisten 5. C. Bila ada parameter elemen yang kurang jelas tanyakan pada asisten. . Analisa Aliran Daya 1. Bila ada parameter elemen yang kurang jelas tanyakan pada asisten. Klik ikon Run Load Flow pada bagian sidebar 3. 4. Simpan file ke dalam folder yang lokasinya ditentukan oleh asisten. 4. 3. Bila sudah selesai.

Analisa gangguan atau perhitungan-perhitungan gangguan sangat penting dilakukan. hubung singkat diantara penghantar yang menyebabkan mengalirnya arus yang cukup besar melalui sistem tenaga listrik dan peralatan-peralatan didalamnya. Mempelajari manfaat analisis gangguan II.6. Tujuan Training Short Circuit Analysis 1. Jenis Gangguan Berdasarkan besar magnitude dan fasa dari tegangan dan arus gangguan yang dihasilkan. 2. Gangguan hubung singkat ini termasuk gangguan penghantar ketanah.0 4. A. Mempelajari simulasi gangguan pada ETAP 12. Mengetahui dan mengerti pengertian dan jenis-jenis gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik. Akibat dari terjadinya gangguan ini dapat merusakan peralatan-peralatan listrik dan terganggunya penyaluran listrik pada konsumen. Mempelajari karakteristik arus gangguan 3. gangguan hubung singkat dibagi menjadi dua :  Gangguan Simetris  Gangguan Asimetris . Dasar Teori Gangguan yang sering terjadi dan berbahaya bagi sistem tenaga listrik adalah gangguan hubung singkat. Short Circuit Analysis I. karena dengan adanya analisa gangguan tersebut maka akan memungkinkan kita untuk membuat pengamanan (memasang peralatan proteksi) yang cocok untuk suatu sistem tenaga listrik.

Gangguan Simetris Gangguan simetris merupakan jenis gangguan yang menghasilkan magnitude dan fasa tegangan dan arus gangguan yang memiliki nilai yang sama antara ketiga fasanya.1. Gangguan ini terdiri dari gangguan tiga fasa dan gangguan tiga fasa ke tanah. a) Gangguan tiga fasa b) Gangguan Tiga fasa ke tanah Dengan I faultnya : .

notasi 2 menyatakan komponen sequence negatif dan notasi 0 menyatakan komponen sequence nol. Gangguan Asimetris Gangguan asimetris adalah jenis gangguan yang menghasilkan magnitude dan fasa tegangan dan arus gangguan yang memiliki nilai yang berbeda antara ketiga fasanya. Konsep komponen simetris Konsep komponen simetris yang dicetuskan C.2. . Fortesque menggunakan beberapa konsep dasar sebagai berikut :  Sequence Menurut Fortesque. Untuk menganalisa gangguan asimetris digunakan konsep komponen simetris yang dicetuskan C.L. Fortesque pada tahun 1918.L. terdapat tiga macam sequence yaitu : Komponen simetris Komponen simetris tiap fasa disusun dari ketiga sequence tersebut dimana notasi 1 menyatakan komponen sequence positif.

Operator ini mengacu pada komponen fasa R (dapat disebut fasa A ataupun fasa U) Dengan total nilai 1+a+a2=0 Sehingga dengan menggunakan operator a didapatkan bahwa : Jika dibentuk menjadi komponen simetris setiap fasanya akan menjadi : . Operator a Operator a menyatakan pergeseran sudut yang dialami oleh komponen-komponen simetris dalam suatu fasa.

Ketiga persamaan ini selanjutnya akan digunakan untuk menganalisis gangguan asimetris a) Gangguan Satu Fasa Ke Tanah b) Gangguan dua fasa c) Gangguan dua fasa ke tanah .

5. Buka semua circuit breaker yang mengarah ke beban 3. Kemudian berikan gangguan pada bus dengan menggunakan short circuit study case. 7. Periksa Short Circuit Analysis View . Catat besarnya arus gangguan. 6.3. Amati arus gangguan yang terjadi. Rangkaian Percobaan mengikuti pada percobaan load flow 2. Prosedur Percobaan 1. Amati arus yang mengalir pada rangkaian percobaan dengan menggunakan load flow analysis 4.