You are on page 1of 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi yang berlangsung per
satuan waktu. Laju reaksi menyatakan konsentrasi zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan
tiap detik reaksi. Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi
cukup besar. Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi, maka akan
berkurang pula kecepatannya. Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari
keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi.
(Underwood, 2002)
Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. Senyawa ini
merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna,
memiliki aroma khas. Senyawa ini sering disingkat EtOAc, dengan Et mewakili gugus etil
dan OAc mewakili asetat. Etil asetat diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut.Etil asetat
adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak
higroskopis. Etil asetat merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah, dan bukan suatu
donor ikatan hidrogen karena tidak adanya proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yang
terikat pada atom elektronegatif seperti flor, oksigen, dan nitrogen. Etil asetat dapat
melarutkan air hingga 3%, dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar.
Kelarutannya meningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun demikian, senyawa ini tidak
stabil dalam air yang mengandung basa atau asam, (Atkins, 1999).
Praktikum ini dapat menunjukkan kecepatan reaksi dari reaksi antara ethyl asetat dan
NaOH, sehingga dapat dicari konstanta kecepatan reaksi dan orde reaksi dari penyabunan
ethyl asetat.

1.2 Rumusan Masalah
1. Berapa konstanta kecepatan reaksi dari penyabunan ethyl asetat ?
2. Berapa orde reaksi dari penyabunan ethyl asetat ?

1.3 Tujuan Percobaan
1. Menghitung konstanta kecepatan reaksi dari penyabunan ethyl asetat.
2. Menghitung orde reaksi dari penyabunan ethyl asetat.

I-1