You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hipoglikemi adalah kondisi ketidaknormalan kadar glukosa serum yang rendah.
Keadaan ini dapat didefinisikan sebagai kadar glukosa di bawah 40 mg/dL setelah
kelahiran berlaku untuk seluruh bayi baru lahir, atau pembacaan strip reagen oxidasi
glukosa di bawah 45 mg/dL yang dikonfirmasi dengan uji glukosa darah. Teknik terbaru,
seperti menggunakan penganalisa oksidase glukosa darah. Teknik terbaru, seperti
menggunakan penganalisa oksidase glukosa, atau optical bedsise glucose analyzer ( mis,
One Touch ), lebih bermakna untuk tujuan skrining di ruang rawat, karena interpretasi
warna terkadang tidak subjektif. Pada praktik klinik, bayi dengan kadar glukosa kurang
dari 40 mg/dL memerlukan intervensi. Juga nilai glukosa plasma < 20 hingga 25 mg/dL
harus diterapi dengan pemberian glukosa per parenteral, tanpa mempertimbangkan usia
atau masa gestasi.
Munculnya gejala dan kadar glukosa sangat bervariasi pada setiap bayi. Gejala
biasanya muncul bila kadar glukosa < 40 mg/dL dan tampak antara 24 dan 72 jam setelah
kelahiran atau dalam 6 jam setelah suatu kelahiran bayi mengalami stress berat. Saat bayi
berusia 72 jam, pencapaian kadar glukosa sebesar 45 mg/dL atau lebih adalah hasil yang
diharapkan tanpa mempertimbangkan berat badan, usia gestasi atau faktor predisposisi
lainnya. Manifestasi klinis sangat beragam yaitu mencakup gemetar atau kejang,
iritabilitas, letargi atau hipotonia, pernapasan tidak teratur, apnea, sianosis, pucat,
menolak untuk mengisap atau kurang minum ASI, menangis dengan suara melengking
atau melemah, hipotermia, diaporesis atau aktivitas kejang neonatus. Jika bayi
hipiglikemia dibiarkan tidak mendapat terapi dapat menyebabkan kerusakan otak dan
retardasi mental. Terkait dengan hal tersebut, maka penulis menyusun makalah ini guna
memberikan pengetahuan mengenai persoalan hipoglikemia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Hipoglikemia ?
2. Apa etiologi dari penyakit Hipoglikemia ?
3. Bagaimana Manifestasi Klinis dari penyakit Hipoglikemia ?
4. Bagaimana Patofisiologi dari penyakit Hipoglikemia ?

1

Definisi Hipoglikemia Hipoglikemia adalah sindrom klinik dengan penyebab yang sangat luas sebagai akibat dari rendahnya kadar glukosa plasma yang akhirnya menyebabkan neuroglikopenia sedangkan Hiperglikemia adalah kadar gula darah (glukosa) yang tinggi akibat adanya gangguan metabolisme karbohidrat karena jumlah insulin yang kurang. 3. Untuk mengetahui tentang Pemeriksaan Penunjang dari penykit Hipoglikemia. 4. Bagaimana Asuhan Keperawatan Pada Hipoglikemia? C. 6. Bagaimana Pemeriksaan Penunjang dari Hipoglikemia ? 6. BAB II KONSEP DASAR PENYAKIT A. 5. atau bisa juga karena kerja insulin yang tidak optimal. 5. Bagaimana Penatalaksanaan Medis dari Hipoglikemia ? 7. Untuk memahami pengertian dari penyakit Hipoglikemia. Untuk memahami tentang etiologi dari penykit Hipoglikemia. Hipoglikemia dapat 2 . Untuk mengetahui Penatalaksanaan Medis dari penykit Hipoglikemia. . Hipoglikemia merupakan suatu keadaan dimana kadar gula atau glukosa darah kurang dari 40 mg% (serum atau plasma lebih tinggi 10-15%). 7. Hiperglikemia pada bayi baru lahir lebih jarang terjadi. Tujuan 1. Untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Hipoglikemia. 2. Untuk mengetahui tentang Patofisiologi dari penyakit Hipoglikemia. Untuk mengetahui tentang Manifestasi Klinis dari penyakit Hipoglikemia.

kadang-kadang hipoglikemia menunjukan gejala yang tidak khas. Hipoglikemia yang tidak berkaitan dengan DM a. Etiologi 1.3 mmol/L). a. karsinoma ginjal e. Hipoglikemia dalam rangka pengobatan DM. Gejala awal ini merupakan peringatan karena saat itu pasien masih sadar sehingga dapat di ambil tindakan yang perlu untuk mengatasi hipoglikemia lanjut. keringat dan sakit kepala apabila kronik dan berat. karena itu dinamakan gejala neurologis. Tumor ekstra pankreatik : fibrosarkoma. Kejadian ini bisa di jumpai sebelum makan khususnya jika waktu makan tertunda atau bila pasien lupa makan camilan. Hipopituitarisme C. Penggunaan sulfonylurea c.7 hingga 3. konsumsi makanan yang terlalu sedikit atau karena aktivitas fisik yang berat. Fase II. 3 . Penelitian pada orang bukan diabetes menunjukan adanya gangguan fungsi otak yang lebih awal dari Fase I dan dinamakan Fungsi otak subliminal. Insulinoma c. (arief mansjoer. Hiperinsuliisme altimeter pascagastriktomi b. Disamping gejala peringatan dan neurologis. Penggunaan insulin b. Fase I. 2. asimplomatik atau disertai gejala gangguan susunan syaraf pusat dan kardiopulmonal yang berat Hipoglikemia (hypo+glic+emia) merupakan konsentrasi glukosa dalam darah berkurangnya secara abnormal yang dapat menimbulkan gemetaran. Manifestasi Klinis Gejala gejala hipoglikemia terdiri dari dua fase.yaitu : 1. Hipoglikemia pada DM stadium dini. gejala-gejala yang terjadi akibat mulai terganggunya fungsi otak . 2014) B. Penyakit hati berat d. Hipoglikemia ( kadar glukosa darah yang abnormal rendah ) terjadi kalau kadar glukosa darah turun dibawah 50 hingga 60 mg/dl ( 2. Keadaan ini dapat terjadi akibat pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan. 2.dapat menyebabkan manifestasi susunan saraf pusat. gejala –gejala akibat aktivasi pusat autonom di hipotalamus sehingga hormon epinefrin di lepaskan. Bayi yang lahir dari ibu pasien DM 3. Hipoglikemia dapat terjadi setiap saat pada siang atau malam hari.

60% dari glukosa yang di serap usus dengan pengaruh insulin akan di simpan di hati sebagai 4 . Faktor-faktor yang dapat menimbulkan hipoglikemi berat dan berkepanjangan adalah sekresi hormon glucagon dan adrenalin ( pasien telah lama menderita DM ) . Terdapat dua jenis hilangnya kewaspadaan yaitu akut dan kronik. Penurunan kesadaran 8.adanya antibody terhadap insulin. Tangisan yang lemah atau bernada tinggi 5. 1) Gejala akibat dari system syaraf autonom adalah berkeringat. Kehilangan kewaspadaan yang kronik biasanya ireversibel dan dianggap merupakan komplikasi DM yang serius. Tanda dan Gejala 1. gemetar. Kelebihan energi disimpan sebagai makromolekul dan dinamakan fase anabotik. gelisah dan nausea. sakit kepala dan tidak dapat konsentrasi. kadar glukosa kurang dari 50mg% dan gejala akan menghilang dengan pemberian glukosa. Keringat dingin 7. rasa lelah. Kadang-kadang gejala fase adrenergic tidak muncul dan pasien langsung jatuh pada Fase gangguan fungsi otak. bingung. dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar. sulit bicara. Koma E. Sebagai dasar diagnosis dapat digunakan trias Whipple yaitu hipoglikemia dengan gejala-gejala saraf pusat . Letargi dan tdk kuat mengisap 4. Hipotermia 6. Kejang atau tremor 3. pandangan kabur. Kadang disertai rasa lapar. mengantuk dan lemah D.adanya neuropati autonom pada pasien yang sudah lama menderita DM dan penggunaan bloker yang nonselektif.Yang akut misalnya pada pasien dengan glukosa darah terkontrol sangat ketat mendekati normal. 2) Akibat neuroglikopenia adalah pening.dan pemberian obat sulfonylurea. Sianosis 2. Gejala hipoglikemia. yaitu: berasal dari sistem syaraf autonom dan berhubungan dengan kurangnya suplai glukosa pada otak (neuroglikopenia). Patofisiologi Pada waktu makan cukup tersedia sumber energi yang diserap dari usus.blockade farmakologik.

kartisol. glukoneogenisis. sebagian dari sisanya akan disimpan di jaringan lemak dan otot sebagai glikogen juga. dan hormon pertumbuhan akan meningkat. Dengan demikian tersedia bahan untuk glukoneogenesis yaitu asam amino terutama alanin. hipoglikemia tidak akan terjadi. Selama homeostatis glukosa tersebut di atas berjalan. sedangkan hormon kontraregulator yaitu glukagon. dan proteolisis di otot dan lipolisis di jaringan lemak. piruvat. asam laktat. Kedua hormon tersebut akan memacu glikogenolisis. penyakit hati atau ketidakseimbangan hormonal. Walaupun metabolik rantai pendek asam lemak bebas. Pencernaan dan penyerapan protein akan menimbulkan peningkatan asam amino di dalam darah yang dengan bantuan insulin akan disimpan di hati dan otak sebagai protein. kadar glukosa darah mulai turun keadaan ini menyebabkan sekresi insulin juga menurun. Secara singkat dapat dikatakan dalam keadaan puasa terjadi penurunan insulin dan kenaikan hormon kontraregulator. epinefrin. Pada waktu sesudah makan atau sesudah puasa 5-6 jam. 5 . Terjadilah keadaan kortison sebaliknya (katabolik) yaitu sintetis glikogen. Keadaan tersebut akan menyebabkan penggunaan glukosa hanya di jaringan insulin yang sensitif dan dengan demikian glukosa yang jumlahnya terbatas hanya disediakan untuk jaringan otak. Lemak diserap dari usus melalui saluran limfe dalam bentuk kilomikron yang kemudian akan dihidrolasi oleh lipoprotein lipase menjadi asam lemak. Hipoglikemia terjadi jika hati tidak mampu memproduksi glukosa karena penurunan bahan pembentukan glukosa. protein dan trigliserida menurun sedangkan pemecahan zat-zat tersebut akan meningkat. Karena itu ketogenesis bukan merupakan mekanisme protektif terhadap terjadinya hipoglikemia yang mendadak. Sebagian lagi dari glukosa akan mengalami metabolisme anaerob maupun aerob untuk energi seluruh jaringan tubuh terutama otak sekitar 70% pemakaian glukosa berlangsung di otak tidak dapat menggunakan asam lemak bebas sebagai sumber energi. Pada keadaan penurunan glukosa darah yang mendadak: glukogen dan epinefrilah yang sangat berperan.glikogen. sedangkan hormon. Proses tersebut berlangsung dengan bantuan insulin. Asam lemak akan mengalami esterifikasi dengan gliserol membentuk trigliserida. yaitu asam asetoasetat dan asam β hidroksi butiran (benda keton) dapat digunakan oleh otak untuk memperoleh energi tetapi pembentukan benda-benda keton tersebut memerlulan waktu beberapa jam pada manusia. kontraregulator yang lain berpengaruh sinergistk glukogen dan adrenalin tetapi perannya sangat lambat. yang akan disimpan di jaringan lemak.

Untuk mengetahui adanya tumor penghasil insulin. Pemberian dekstrosa diteruskan dengan pemberian dekstrosa 10%  3 hari. tindakan dapat dilakukan oleh pasien sendiri dengan minum larutan gula 10 – 30 g. maka selain dekstrosa dapat juga disuntikan glukagon 1 mg (IM). Hipoglikemia karena sulfonilurea ini tidak efektif dengan pemberian glukagon.F. 2. 1. Penatalaksanaan Medis Hipoglikemia ringan: 15 gram karbohidrat dapat dikonsumsi dalam bentuk minuman. dilakukan untuk menentukan lokasi tumor. Pemeriksaan Penunjang/Diagnostik Gejala hipoglikemia jarang terjadi sebelum kadar gula darah mencapai 50 mg/dL. Hipoglikemia sedang: Injeksi Glukagon 1 mg im/iv/sc. 6 . Hipoglikemia berat : Glukosa iv Penatalaksanaan Medis Yang Lain : 1. Jika tidak ada perbaikan dalam beberapa menit dan diberi Glukosa iv 2. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium sederhana. terlebih bila suntikan dekstrose IV sulit dilakukan. dilakukan pengukuran kadar insulin dalam darah selama berpuasa (kadang sampai 72 jam). Pemeriksaan CT scan. maka dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya antibodi terhadap insulin. Bila koma hipoglikemi terjadi pada pasien dengan menggunakan terapi insulin. Bila pasien sadar. Monitor gula darah tiap 3 – 4 jam dan kadar gula dipertahankan antara 90 – 180 mg%. MRI atau USG sebelum pembedahan. permen. Bila pasien tidak sadar berikan suntikan dekstrosa 15 – 25 g. Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil kesehatan penderita. bila tindakan tersebut tidak bisa dilakukan. Setelah itu dilanjutkan dengan konsumsi 10-20 gr karbohidrat dalam bentuk roti atau nasi. G. tablet glukosa akan memberikan reaksi dalam beberapa menit. dioleskan madu atau sirup ke mukosa pipi. Jika dicurigai suatu hipoglikemia autoimun. 3.

Kaji apakah adanya masalah-masalah endokrin yang pernah didapat atau yang pernah diderita seperti misalnya pituitary. dsb. 5) Pola Kebutuhan Dasar Manusia (Gordon) a) Health perception-Health management Fokus pengkajian antara lain status kesehatan secara keseluruhan. lemas. Pengkajian a. Identitas Pasien b. aktivitas berlebihan. kardiovaskuler. mata kabur. Sedangkan pada pasien dengan hipoglikemia pasien akan mengeluh pusing. BAB III KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN A. dsb. atau riwayat hipertensi. Keluhan utama yang dialami pasien hiperglikemia biasanya adalah polipagi. adrenal. d) Riwayat Psikososial Apakah pasien merasakan kecemasan yang berlebihan. Tanyakan pasien upaya yang dilakukan untuk mengatasi 7 . 2) Pernah Dirawat 3) Alergi obat/makanan 4) Riwayat Penyakit a) Riwayat Penyakit Sekarang: Tanyakan sejak kapan pasien merasakan keluhan seperti yang ada pada keluhan utama dan tindakan apa saja yang dilakukan pasien untuk menanggulanginya.kekakuan otot. dan terutama pada organ atau kelenjar pankreas. Status Kesehatan Masa Lalu 1) Penyakit Yang Pernah Dialami Penyakit-penyakit kelainan endokrin lainnya. polidipsia. dsb. b) Riwayat Penyakit Dahulu Apakah pasien dulu pernah menderita penyakit seperti ini atau penyakit kelainan metabolic lainnya. Status Kesehatan 1) Status Kesehatan Saat Ini 2) Saat MRS Keluhan Utama. d. Identitas Keluarga c. paratiroid. c) Riwayat Penyakit Keluarga Apakah ada keluarga yang pernah menderita penyakit seperti ini atau penyakit metabollik. seperti ketoasidosis. dsb. Apakah sedang mengalami stress yang berkepanjangan. tiroid. e) Kebiasaan Pasien memiliki kebiasaan seperti merokok.

gangguan persepsi. d) Aktivitas-Latihan Fokus pengkajian adalah kebiasaan aktivitas klien selama 24 jam. dll. ada tidaknya perubahan warna. kaji adanya perubahan pola kebiasaan aktivitas. menarik diri. Tanyakan bagaimana pasien mempersepsikan mengenai seberapa penting kesehan dan apakah ia tahu mengenai kadarr galuua darahnya. atau kelelahan. ada tidaknya gangguuan tidur. Kaji adanya aktivitas merokok. pengurangan aktivitas. f) Cognitif-Persepsi Fokus pengkajian antara lain adanya perasaan bingung. uraikan pula kebiasaan minum selama 24 jam. meliputi aktivitas apasaja yang dilakukan selama 24 jam. Kaji adanya palpitasi jantung. e) Istirahat-Tidur Kaji posisi tidur. perubahan persepsi. bagaimana intake dalam satu periode makan (berapa porsi). kaji adanya peningkatan kebutuhan energy selama beraktivitas atau kaji adanya aktivvitas yang membuat kelelahan. kaji dan uraikan adanya perubahan selera makan dan bagaimana dengan perubahan berat badan c) Elimination Kaji kebiasaan pola berkemih selama 24 jam. amnesia. lamanya tiidur dalam 24 jam. Uraikan masalah sakit kepala. apakah sering merasa haus. Kaji aktivitas latihan/olahraga. perubahan bau urin dan warna urin. dan perasaan saat bangun tidur. Kaji pula apakah pasien pernah mengalami perubahan pola eliminasi secara mendadak dan uraikan pula apakah pasien memiliki riwayat penyakit kelainan pada system urinary. selain makanan. depresi. g) Konsep diri Fokus pengkajian adalah bagaimana perasaan pasien mengenai masalah kesehatan yang didapatinya. catat jenis dan banyaknya dalam 24 jam. meliputi terapi obat dan penanganan medis yang diterima demikian pula perawatan yang didapat dan perawatan di rumah. tanyakan juga banyak urin yang diikeluarkan dalam satu kali berkemih. b) Nutritional metabolic Fokus pengkajian antara lain kebiasaan diet selama 24 jam. apa efek bagi dirinya sendiri dan masa depannya h) Role-Relationship ( Peran – Hubungan ) 8 . berapa intensitasnya dalam 24 jam Kaji adanya konsumsi alcohol.

Kaji pula pola beribadah pasien dan apakah ibadah membentu kesembuhan pasien. intensitas berhubungan dalam periode waktu tertentu. Disamping itu.mmasa kehamilan. d. nafas cepat irregular. kulit yg mengeluarkan keringat dingin. k) Keyakinan-Kepercayaan Kaji kepercayaan diri pasien akan kesembuhan. apnea. masa menjadi orang tua. 6) Pemeriksaan Fisik Hipoglikemia a) Integumen Dingin. Pelu juga yntuk diuraiikan berat badan bayi ketika lahir dan perasaan atau status kesehatan pasca persalinan j) Coping-Stress Kaji orang-orang terdeka pasien untukk mengetahui lebih jauh mengenai tingakat stress yang dialami pasien. b) Neurosensori Pucat. kaji pula apakah penyakit yang dideritanya mempengaruhi kemampuan pasien untuk bekerja. i) Sexuality-Reproduksi Fokus pengkajian adalah. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan fisik umum 9 . sejauh mana ia percayya bahwa kesembuhan akan diraihnya. Hal ini meliputi perubahan peran dan tanggung jawab pasien di dalam keluarganya setelah mendapatkan penyakit yang dideritanya. Fokus pengkajian adalah seberapa jauh penyakit yang diderita pasien mempengaruhi kehidupannya. penurunan kesadaran c. perilaku agresif atau koma. hipotermia. kebingungan. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d ketidak seimbangan intake & output. Gangguan sensori persepsi: penglihatan b/d gangguan penglihatan. kejang. gugup. d) Kardiovaskuler Angina pectoris tanpa kelainan arteri koronaria e) Gastrointestinal Menolak makan B. Hemiplegia atau tanda-tanda lain stroke. Diagnosa dan Prioritas Masalah a. Ketidakstabilan kadar glukosa darah b/d gula darah yang tidak terkontrol b. gelisah. kaku. ada tidaknya perubahan dalam aktivitas seks. c) Respiration System Dangkal respirations tetapi tingkat normal. parestisia pada bibir dan jari. kemampuan dalam berhhubungan seks. Uraikan tindakan apa yang biasanya dilakukan oleh pasien untuk mengatasi stress. tremor.dilated pupilas.

Kaji factor risiko kadar glukosa tindakan keperawatan 1. Gula darah dalam dan olahraga. terkontrol kriteria hasil: berulang. darah tidak darah hilang dengan darah secara gangguan pola makan. batas normal (GD Mandiri: puasa < 120 mg/dl) 2. Anjurkan pasien untuk 2.. Libatkan keluarga informasi pada pasien untuk keluarga perencanaan makan untukmemahami kebutuhan nutrisi 4. Identifikasi persepsi dan pasien 4. aktivitas 3. Mengetahui factor riwayat penyakit darah selama . waktu dan dosis obat. Untuk memantau memeriksakan kadar kadar gula darah glukosa darah secara rutin.. x 24 jam. Defisiensi Pengetahuan b/d kurang terpajan informasi C.. Meberikan motivasi harapan kliententang kepada kliententang 10 . e. Ketidakstabilan Setelah dilakukan Observasi: 1. kurang berhubungan diharapkan terjadi pengetahuan tentang dengan gula ketidakstabilan gula ketidakstabilan gula glukosa darah. Memberikan 3. pemberat agar tidak keluarga. Rencana Keperawatan NO DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI RASIONAL KRITERIA HASIL 1. diet.

gastrointestinal berat seimbangan dari kebutuhan tubuh yang mempengaruhi intake & output. Berikan pengetahuan 1. x 24 jam. nadi yang tanda tersebut cepat. pengobatan yang sedang harapan kesembuhan dilakukan klien.. dan kaji apakah ada kontrisol dapat berhubungan diharapkan tidak nyeri perut mual atau menyebabkan gejala dengan ketidak terjadi nutrisi kurang muntah.Mencerna jumlah kesadaran makanan dingin atau basah. dan mengindikasikan 11 . dengan timbulnya kesadaran. pemberian glukosa sempoyongan. Catat adanya kulit yang . peka. Health Education: 1. rangsang. Kekurangan tubuh selama . mungkin perlu nyeri kepala. Nutrisi kurang Setelah dilakukan Mandiri : dari kebutuhan tindakan keperawatan 1. 5.KolaborasiKonsultasikan 1. dengan kriteria hasil : pencernaan dan penurunan .. kalori/nutrient 2.Berat badan stabil absorpsi dan 2. Kestabilan guladarah mengembangkanstrategi tidak hanyadiperoleh pencegahan untuk dari pengobatan menjagaketidakstabilan tetapi daripencegahan gula darah yang dilakukan klien. Ajari klien untuk 5. Gejala hipoglikemia perubahan tingkat yang tepat. Membantu dengan ahli gizi tentang meningkatkan kadar diet yang tepat untuk gula darah hipoglikemi 2. Auskultasi bising usus 1.. Mengurangi ansietas pada kliententang terhadap kondisidan kondisi dan pengobatan pengobatan yang yangsedang dilakukan dilakukan Kolaborasi : 1.

Anoreksia. Kolaborasi : Pemberian makan 12 .3. Pantau masukan pemberian tambahan makanan dan timbang glukokortikoid 3. Di samping itu juga dapat mengurangi mual dan muntah. tinggi kalori dan indikasi terjadinya protein bila makanan retensi cairan atau lewat oral telah dapat di pengaruh dari lakukan. Perhatikan : berat badan yang 4. Beri makanan dengan meningkat dengan porsi kecil tetapi dengan cepat merupakan sering. Makanan dalam porsi kecil kalau diberikan akhirnya jumlah kalori yang di butuhkan perhari bisa terpenuhi. berat badan kelemahan dan kehilangan pengaturan metabolisme oleh kortisol terhadap makanan dapat mengakibatkan penurunan berat badan dan terjadinya malnutrisi yang serius. pemberian glukokortikoid. 4.

mencegah hipoglikemia. Bermanfaat menentukan penggunaan atau kebutuhan kalori dengan tepat. Gangguan Setelah dilakukan Mandiri : sensori persepsi: tindakan keperawatan 1. Jika menurun sebaikanya diet mampu memberikan glukokortikoid di kaji kembali. Kebutuhan individu penglihatan selama . Lakukan pemeriksaan padat dapat di terhadap kadar gula gantikan dengan darah sesuai indikasi makanan parentral . x 24 jam. 3. Memperbaiki hipoglikemia. 2. darah dan kebutuhan terapi. 1. Tentukan ketajaman 1.. peningkatan pemasukan kalori mungkin di butuhkan 2. member sumber energy untuk fungsi seluler. cacat dan pilihan intervensi berhubungan diharapkan tidak apakah satu / kedua bervariasi sebab 13 .. Berikan glukosa untuk meningkatkan intavena dan obat – berat badan dan obatan sesuai indikasi. Konsultasi dengan ahli 1. 3. Mengkaji kadar gula gizi. 3. penglihatan..

potensial bahaya dikenal dan dalam lingkungan. atur 4. kehilangan gangguan ketajaman penglihatan penglihatan terjadi penglihatan dengan kriteria hasil : lambat dan progresif.Mengidentifikasi / 3. terhadap menurunkan cemas 3. contoh : kurangi kekacauan. terbangun dalam pertahankan pagar memperbaiki lingkungan yang tak tempat tidur. . Menurunkan resiko jatuh bila 4. penglihatan. terhadap lingkungan. mengalami keterbatasan penglihatan dapat mengakibatkan bingung pada orang tua. Mengenal peningkatan diareanya.dengan terjadi penurunan mata terlihat. Observasi tanda dan perubahan dan disorientasi gejala disorientasi : . Lakukan tindakan untuk pasien bingung/tak membantu pasien kenal ukuran tempat menangani keterbatasan tidur. menurunkan bahaya perabot: ingatkan keamanan memutar kepala ke sehubungan dengan subjek yang terlihat : perubahan lapang perbaiki sinar suram pandang/kehilangan 14 . Orientasikan pasien batas situasi berbeda. tiap ketajaman mata dapat berlanjut penglihatan dalam pada laju yang 2. Memberiakn individu staf dan orang lain . 2.Meningkatkan Bila bilateral. gangguan sensori kenyamanan dan dan berkompensai kekeluargaan.

Libatkan keluarga criteria hasil : dalam membantu 1. Untuk mengetahui menunjukkan 3. Pasien aktivitas klien sehari. klien. secara aktif dalam peningkatan pemenuhan ADL 2. 5. Memungkinkan . menggunakan energi aktivitas sehari-hari minimal. kemampuan untuk 3. kebutuhan-nya dan kelemahan fisik menunjukan perbaikan memudahkan umum. Kolaborasi : penglihatan dan 5. Meningkatkan dapat ditoleransi. umum. kemampuan klien memenuhi dengan diharapkan Klien dalam beraktivitas. . Pasien 2. Observasi TTV tingkat energy. Intoleransi Setelah dilakukan Observasi : 1. Menerapkan kemam- aktivitas asuhan keperawatan 1. Tingkatkan partisipasi dalam aktifitas klien dengan klien dalam melakukan yang diinginkan. Dekatkan alat-alat keadaan klien secara perbaikan yang dibutuhkan klien. kepercayaan diri yang positif sesuai tingkat aktivitas 15 . melakukan aktivitas Mandiri : secara mandiri dengan 1. dengan pengobatan akomodasi pupil sesuai indikasi terhadap sinar lingkungan. Kaji tingkat puan klien dalam berhubungan selama …x 24 jam. Membantu berartisipasi memenuhi aktivitas 4. sesuai dengan yang 4.Meningkatkan tingkat kesadarn klien 4. kemampuan untuk intervensi berpartisipasi dalam selanjutnya. keluarga terlibat mengungkapkan hari.

diet tinggi menurunkan risiko perubahan gaya karbohidrat dan tinggi timbulnya hidup dan protein. Anjurkan hipoglikemia berpartisipasi dalam untuk menyertakan program makanan tinggi pengobatan. diet seperti diet yang badan dan melakukan teratur. Membantu untuk informasi pemahamannya 2. 5. hubungan yang teratur dalam sehat. gambaran nyata dari 4. yang ditoleransi klien. terpajan dapat mengungkapkan 2. dan untuk tanda/gejala dengan makanan. Tekankan pentingnya keadaan pasien mempertahankan untuk melakukan pemeriksaan gula 16 . Berikan pengetahuan Pengetahuan tindakan keperawatan 1. Mengidentifikasi secara aktif jadwal menyenangkan. karbohidart dalam pemberian makanan 4. Mencegah dan menjelaskan 3. tidur. dengan kebutuhan benar melakukan hormone. Sarankan pasien untuk meningkatkan dengan kriteria hasil : tetap mempertahankan perasaan . Tinjau ulang keadaan pasien yang dapat berhubungan selama selama … x24 penyakit dan harapan memilih berdasarkan dengan kurang jam diharapkan px masa depan informasi. Defisiensi Setelah dilakukan Mandiri: 1. prosedur yang perlu 3. aktifitas fisik yang menghubungkan tidak teratur dapat gejala dengan factor meningkatkan penyebab. Diskusikan mengenai kehilangan berat rasional tindakan. Membantu dalam tambahan diantara menciptakan waktu makan. dan memahami bahwa proses penyakit dan latihan.

Pasien menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berartisipasi dalam aktifitas yang diinginkan 5 5 . hidup. Mengidentifikasi hubungan tanda/gejala dengan proses penyakit dan menghubungkan gejala dengan factor penyebab. Meningkatkan ketajaman penglihatan dalam batas situasi individu . darah setiap hari. control penyakitnya waktu dan dosis obat. dengan benar melakukan prosedur yang perlu dan menjelaskan rasional tindakan.Gula darah dalam batas normal (GD puasa < 120 mg/dl) 2 2 . E. dengan lebih baik diet. Berat badan stabil . Mengenal gangguan sensori dan berkompensai terhadap perubahan . Implementasi Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan. aktivitas. dan meningkatkan perasaan atau sensasi perawatan diri atau dan peristiwa ddalam kemandiriannya. Evaluasi No No Dx Evaluasi TTD 1 1 . Mengidentifikasi / memperbaiki potensial bahaya dalam lingkungan 4 4 . melakukan 17 . D. Pasien mengungkapkan peningkatan tingkat energy . Mencerna jumlah kalori/nutrient yang tepat 3 3 .

hindarkan stress atau gangguan emosional lainnya dan disiplin minum obat sesuai anjuran dokter. Type hipoglikemi digolongkan menjadi beberapa jenis yakni antara lain Transisi dini neonatus ( early Transitional neonatal ). akan membantu 18 . Sekunder (Scondary). Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.olah raga ringan secara teratur untuk membantu pembakaran glukosa menjadi nergi dan merangsang produksi insulin. dimana kadar gula darah plasma puasa kurang dari 50 mg/%. Berulang ( Recurrent).dan sering sakit kepala. Dengan mengetahui fungsi dan cara kerja dari organ tersebut. Hipoglikemi klasik sementara (Classic transient neonatal). Gejala hipoglikemia yang sering terjadi adalah sering merasa ngantuk.lemas. perubahan gaya hidup dan berpartisipasi dalam program pengobatan BAB IV PENUTUP I. Untuk menjaga agar kadar gula selalu normal. Kesimpulan Hipoglikemi adalah suatu keadaan. II.perhatikan pola makan . Saran Tuhan menciptakan organ tubuh yang beragam dengan fungsi yang beragam pula dan tentunya kita sebagai manusia patut untuk menjaga dan merawat organ-organ dalam tubuh kita.

Keperawatan Medikal Bedah. d. Yogyakarta: Nuha Medika. DAFTAR PUSTAKA III. kita untuk lebih paham bagaimana cara menjaga dan merawat organ-organ tersebut sehingga kita mampu menciptakan keadaan yang sehat bagi tubuh kita. Arief Mansjoer. (2014). Padila. Jakarta: Media Aesculapius. (2012). Kapita Selekta Kedokteran. 19 .