You are on page 1of 4

Parasitologi Respirasi Rabu, 7 Februari 2018

Ambar Hardjanti,S.si,M.si
Paragonimus Westermani Occult Filariasis
Etiologi Memakan ketam/ udang batu yang kurang matang  Penghancuran mikrofilaria dalam jumlah yang
berlebihan
 Merupakan penyakit filariasis limfatik dan reaksi
hipersensitifitas
Morfologi  Bundar, lonjong seperti biji kopi/daun
 Warna coklat tua
 Batil isap mulut ukurannya sama dengan batil isap
perut
 Cacing dewasa dalam kista di paru endemic
hemoptysis (biasanya ditemukan ada 2)
 Telur matang dalalm wktu 16 hari
 Migrasi menembus dinding usus rongga perut
diagfragma paru-paru

 Infektif: Metaserkaria
 Nama Penyakit: Paragonimiosis
 Hospes: Manusia, ketam/udang batu
 Hospes 1: Keong air ( M-Sp-
R1-R2-Sk)
 Hospes 2: Ketam/ Udang Batu

dahak kental dengan mikropirulen  Pembesaran limfa Diagnosis  Telur dalam sputum/ cairan pleura/ tinja  Gejala klinis  Pemeriksaan serologi: ELISA  Hasil laboratorium .Benjolan kecil warna kuning kelabu merupakan infiltrasi sel eosinofil .Tak di jumpai pada dalam darah tepi  Pemeriksaan PA .Di temukan sisa mikrofilaria benda Meyers Kouwenoar  Rontgen paru: garis bercak halus terutama di lapangan paru bawah Pengobatan Prazikuantel.Epidemiologi  Tersebar di desa (khusus W. terkait budaya makan  Hemaprodit ( ada 2 alat kelamin dalam 1 tubuh)  Telur memiliki operkulum ( semua trematoda ada kecuali trematoda darah karena tak memiliki operkulum) . bitionol dan triclobendazole DEC dosis 6 mg/kgbb selama 21-28 hari Pencegahan  Menggunakan jamban Menghindari gigitan vektor  Masak ketam/ udang batu hingga matang  Merupakan kasus import.IgE meningkat . Bancrofti di perkotaan)  Laki-laki > wanita Gejala klinis Batuk berdahak  Pembengkakan kelenjar limfe dan gejala asma bronkial  Jika terkena paru. Batuk dan sesak napas di malam hari.Hipereosinofil .

 Bagaimana mengetahui pasien tidak ada lagi trematoda paru dalam tubuh nya? Dilihat dari gejala klinis nya berkurang atau malah bertambah.  Daur Hidup Sindrom Loeffer Tungau Debu Rumah (Dermatophogoides Pteroryssinus) Etiologi  Reaksi alergi dari imigrasinya larva Ascaris Menghirup tungau debu yang Lumbricoides pada saat melewati paru dapat menimbulkan alergi • Orang yang memiliki sensitifitas tinggi Definisi: kumpulan gejala. batuk.  Tinggi rendahnya rumah di permukaan laut  Musim panas lebih panjang dari musim hujan . sesak napas dengan peningkatam eosinofil Morfologi  Badan berbulu  Berkaki 4 pasang  Di temukan dalam debu rumah dan binatang lain Epidemiologi Bertambahnya populasi di pengaruhi oleh. demam.

 Adanya berbagai hewan di dalam rumah  Rumah kotor dan berdebu  Suhu yang membuat tungau dapat berkembang Gejala klinis • Dinding alveolus pendarahan kecil yang disertai Asma alergi yang disebabkan kontak seluruh bagian batuk saat badan Dermatophogoides Pteroryssinus yang • Demam dan eosinofil meningkat mengandung alergen terutama pada bagian saluran • Banyak terjadi pada anak-anak cerna Diagnosis Tes kulit menggunakan ekstrak tungau debu Pengobatan Pencegahan  Menjaga kebersihan. terutama menghilangkan debu dari tempat tidur dan sekitarnya menggunakan vaccum cleaner  Mengatur kelembaban  Penggunaan insektisida: lindane 1% dalam larutan aseton .