You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia,
namun belum banyak masyarakat yang mampu mengambil keputusan tentang
perawatan kesehatan yang mereka butuhkan, dan tanggung jawab untuk
menjaga kesehatannya secara optimal. Betapa pentingnya kesehatan, akan
tetapi banyak orang yang mengabaikannya. Mereka tidak menyadari bahwa
gaya hidup, pola hidup, dan aktivitas keseharian bisa mempengaruhi
kesehatan. Mereka merasa sehat ketika tidak mengalami batuk, flu, atau
penyakit menular lainnya. Padahal, ada bahaya yang mengancam apabila pola
hidup yang sehat tidak diterapkan dalam keseharian.

Saat ini banyak penyakit yang diderita tidak disebabkan oleh kuman, virus,
atau bakteri tetapi lebih disebabkan oleh kebiasaan atau pola hidup tidak
sehat.

1.2 Tujuan
a. Untuk mengetahui berbagai macam jenis penyakit
b. Untuk mengetahui bagaimana cara perawatan terhadap penyakit yang
sedang dihadapi
c. Untuk menegtahui bagai peran bidan dalam menghadapi pasien yang
meberita penyakit tertentu

dll. Penyakit non-infeksi yang disebabkan oleh gizi bisa dikarenakan kekurangan gizi atau kelebihan gizi. Penyakit Infeksi Penyakit Infeksi terdiri dari dua macam.1. marasmus. tyroid. kurang Vitamin A. Ilmu yang mempelajari tentang penyakit disebut patologi Jenis Penyakit a. 2. demi terciptanya generasi penerus yang lebih berkualitas. Penyakit infeksi yang tidak menular. Hubungannya dengan proses metabolic (kemampuan pemecahan dari zat-zat gizi) seperti. bisul. anemia. kwarsiorkor. b. penyakit yang timbul karena menurunnya fungsi alat tubuh. yaitu: a. Seperti kanker. Dan non-Communicable desease (penyakit yang tidak dapat dilakukan pencegahan seperti imunisasi) b. diabetes. Penyakit Menular Penyakit ini digolongkan kepada dua jenis yaitu communicable desease (penyakit yang dapat dicegah) seperti dipteri. Seperti jerawat. disfungsi atau kesukaran terhadap seseorang. Penyadaran akan pentingnya gizi seimbang harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Penyakit non-Infeksi Penyakit non-infeksi bisa disebabakan oleh: Degeneratif. BAB II PEMBAHASAN 2. dll. Gizi Asupan makanan yang memenuhi kandungan gizi seimbang bagi anak usia dini merupakan kunci penting bagi pertumbuhan anak. dll. terutama di daerah yang jauh dari keterjangkauan informasi. hipertensi. jantung.1 Penyakit Trauma Kepala . Penyakit karena kekurangan gizi misalnya gizi buruk.1 Konsep dasar Ilmu penyakit Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan. penyakit diabetes.

Trauma kepala atau trauma kapitis adalah suatu ruda paksa (trauma) yang menimpa struktur kepala sehingga dapat menimbulkan kelainan struktural dan atau gangguan fungsional jaringan otak (Sastrodiningrat. dan sepak bola merupakan kegiatan yang menyebabkan cedera otak berat. Ketika mereka ditinggal tanpa pengawasan di tempat bermain. yang bisa menjadi berbahaya untuk orang yang menderita hal tersebut. Anak-anak yang menderita cedera kepala biasanya balita yang belajar berjalan. seringkali. softball. dan penganiayaan. Penyebab Luka pada kepala adalah penyebab utama dari cedera kepala. bola kasti (baseball). cedera kepala adalah suatu kerusakan pada kepala. dan dune buggies dapat juga menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan cedera kepala ringan atau berat. 2009). Di Amerika Serikat. go-kart. Gejala Gejala penglihatan dari cedera kepala dapat menjadi tidak dirasakan. Menurut Brain Injury Association of America. yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang mana menimbulkan kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi fisik (Langlois. basket. tetapi disebabkan oleh serangan atau benturan fisik dari luar. mereka tersandung oleh sesuatu atau kehilangan keseimbangan yang menyebabkan jatuh dan cedera kepala. bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif. tabrakan lalu lintas. Rutland-Brown. Luka bisa didapatkan dari berbagai macam situasi. seperti jatuh. B. Bersepeda. Anak-anak yang tidak dapat mengutarakan mengenai apa yang mereka rasakan atau alami . Kegiatan olahraga dapat juga menyebabkan cedera kepala. anak-anak juga berada dalam resiko terjatuh karena sesuatu atau kecelakaan lain yang menyebabkan cedera kepala. 2006) A. kecelakaan di rumah atau di tempat kerja. Statistik menunjukkan bahwa kegiatan atau kendaraan rekreasi seperti mini-bike. penyebab umum cedera kepala adalah jatuh dan kecelakaan lalu lintas. Thomas.

koma. atau bahkan kematian. Penanggung jawab Nama : Tn. A Umur : 53 tahun Jenis kelamin : laki-laki Pekerjaan : swasta Alamat : Doplang RT 05/03 Purworejo Hubungan dengan klien : Ayah 2. Riwayat Penyakit Sekarang .00 wib Tanggal pengkajian : 31 Januari 2013 jam 07. peningkatan sensitivitas terhadap suara atau cahaya. DATA SUBYEKTIF 1. tidur berlebihan atau terkantuk ketika waktu yang tidak tepat. Masalah keseimbangan juga merupakan gejala utama. C. kesulitan untuk tidur (atau terkadang. berada pada resiko lebih tinggi untuk tidak mendapat perawatan terhadap cedera kepala yang terjadi. Biodata a. Identitas klien Nama : Nn. F Umur : 14 tahun Alamat : Doplang RT 05/03 Purworejo Status perkawinan : Belum Kawin Agama : Islam Pendidikan : SD Pekerjaan : Belum bekerja Diagnosa medis : Cedera kepala berat Tanggal masuk RS : 30 Januari 2013 jam 18. Cedera kepala berat lebih berbahaya dan dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen. Keluahn Utama Penurunan kesadaran tingkat kesadaran koma 3. bingung. terutama ketika ditambah dengan perasaan lelah atau lesu. atau depresi.00 WIB No RM : 264623/1071353 c. Seseorang yang menderita dari cedera kepala traumatis dapat merasakan pusing. hilang ingatan. mual. Nyeri kepala. Perasaan mengantuk atau grogi adalah gejala umum dari cedera kepala. dan masalah memori atau konsentrasi juga merupakan gejala utama untuk seseorang yang menderita cedera kepala traumatis.

Suhu : 37. korban dibawa oleh penolong ke IGD RS Saras Husada. terdapat hematom pada dahi kanan ±12 cm  Mata Mata simetris. Pemeriksaan Umum  Kesadaran Umum : Jelek  Kesadaran : Coma  Tanda-tanda Vital : . reaksi pupl terhadap cahaya menurun  Telinga Posisi daun telinga simetris. rambut klien panjang lurus. S : 36. pupil anisokor. rambut kotor terdapat darah yang mengering pada rambut. DATA OBYEKTIF Pemeriksaan Fisik a. Nadi : 60x/i. RR : 22 x/i.2 oC . hematom ± 12 cm dahi kanan.00 guna mendapatkan perawatan intensive. terdapat luka lecet dibawah lutut kanan. Klien datang dengan kondisi tidak sadarkan diri. tidak ada lesi. D. Dari IGD klien dipindahkan ke ruang ICU jam 19. edema pada palpebrae. penyebaran rambut merata.tidak ada pengeluaran darah maupun cairan . Pemeriksaan Khusus  Kepala Kepala klien normocephalic. terdapat bula dikaki kanan. Pernafasan : 28x/m . Nadi : 132x/m  TB/BB : 150 cm/42 Kg b.4 °C. Tekanan darah : 90/60. Tekanan Darah : 123/69 mmHg . deformitas tangan kiri. warna kulit tidak pucat. Sklera anikterik. Pada tanggal 30 januari 2013 jam 17.  Muka Wajah tanpak simetris.00 terjadi kecelakaan sepeda motor. tidak terdapat serumen. Konjungtiva anemis.

pergerakan dinding dada sama. tidak terdapat pembengkakan. tidak terdapat pernafasan cuping hidung. terdapar sekret pada tenggorokan dan mulut. Hidung dan Sinus Lubang hidung simetris. tidak terdapat benjolan di sekitar payudara . tidak ada kelainan congenital. terpasang NGT  Mulut dan Tenggorokan Bibir terletak tepat ditengah wajah. septum hidung tepat di tengah. tidak terdapat fraktur thorak. tidak sianosis. warna kulit merata. klien tidak menggunakan otot bantu nafas (retraksi dada). Auskultasi thoraks Tidak terdapat suara tambahan di paru-paru  Jantung Heart rate 132x/menit. suara nafas gargling  Leher Tidak terdapat jejas di leher. tidak terdapat pengeluaran cairan atau darah dari hidung. Inspeksi thoraks Thoraks simetris. letak puting susu tepat di tengah areola. tidak terdapat lidah jatuh. Palpasi Gerakan paru saat inspirasi dan ekspirasi sama. terpasang mayo. 3. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid  Thorak 1. tidak terdapat pembesaran kelenjar limfe. perkusi jantung pekak  Payudara Payudara simetrs. tidak kering. oksigen terpasang 3 lpm dengan nasal kanul. pernafasan 28 x/menit. 4. 2. Perkusi thoraks Perkusi paru resonan. mulut klien berbau tidak sedap. warna bibir merah muda. tidak terdapat massa. terdapat luka pada bibir bagian bawah.

4-5.  Abdomen Bentuk abdomen datar. tidak berbau dan tidak mengeluarkan cairan yang abnormal.4 Na 140 Mmol/L 135-155 Cl 93 Mmol/L 95-108 HbsAg Negatif WBC 14. terdapat anus c.3 [g/dL] 12-16 HCT 32.2 SGOT 23 u/L 0-31 SGPT 12 u/L 0-32 K 41 Mmol/L 3. labia minora dan mayora simetris.59 [10^3/uL] 4. kulit tubuh tampak kotor.8 RBC 3.8-10. kulit elastis. terdapat penyebaran sedikit rambut di mons pubis.0-78 Protein +1 Negatif Sedimen . Negatif Sell epitel + +1 Leukosit 2-4 0-5/LPB Eritrosit 10-15 0-2/LPB d. tidak terdapat striae maupun spider nevy. Terapi Obat Nama obat Golongan Indikasi Dosis Cefotaxim antibiotic Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh 2x1 gr golongan kuman antara lain: sefalosporin . bising usus 10x /menit. warna kulit normal.00 mg/dl 0. tidak terdapat lesi ataupun nodul masa.4 HGB 10.99 [10^6/uL] 4.6 [%] 37-47 Pemeriksaan Urine Pemeriksaan Hasil Normal Warna Kuning Kuning muda-kuning Kejernihan Keruh Jernih Berat jernih 1025 1015-1030 PH 6 4. tidak terdapat luka.2-5. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium 30 januari 2013 Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal Glukosa sewaktu 166 mg/dl 70-140 Urea 32 mg/dl 10-50 Kreatinin 1.5-1. perkusi timpani  Genetalia dan Perineal Klien terpasang kateter ukuran 16. urine berwarna kuning jernih.

terpasang O2 dengan nasal dan mulut kanul=3L.  Infeksi saluran pemafasan bagian bawah (termasuk pneumonia). terdapat secret ditengorokan. kulit tubuh tampak kotor . Pernafasan : 28x/m. DS : . klien tampak gelisah DS : . suara nafas gargling. klien tampak gelisah. menurunkan 4x125ml edema otak. Kerusakan pola Ketidak efektifan pola nafas DO : Ku : jelek. GCS: sekresi di tenggorokan jalan nafas E1V1M2. terpasang O2 dengan oblongata. Suhu : 37..  Infeksi tulang dan sendi. terpasang mayo.20C. RL Mengembalikan keseimbangan elektrolit 20 tts/i pad dehidrasi D. 2x1 amp Fenitoin Kalnex tranexamic acid untuk membantu menghentikan kondisi 3x500mg perdarahan Manitol Untuk menurunkan TIK. Edema serebral. Penurunan kesadaran. Nadi: 132x/m. kelemahan fisik GCS : E1V1M2. NGT. antiaritmia. pernafasan dimedula GCS : E1V1M2.Pernafasan: 28x/m. suara nafas gargling. peningkatan TIK. Pernafasan : cidera otak. terdapat secret ditenggorokan dan mulut. Adanya penumpukan Ketidakefektifan bersihan DO : Ku:jelek. DS :. pupil anisokor. kesadaran : coma. kesadaran: coma.  Infeksi kulit dan struktur kulit. ASSASMENT Analisa data Gejala Masalah DS : . bau mulut tidak sedap.  Infeksi intra-abdominal. terpasang mayo. Defisit self care DO : Ku : jelek. klien terpasang infus.  infeksi saluran kemih Piracetam nootropic agents Pengobatan infark serebral 3x1 gr Ranitidin Antasid Terapi untuk tukak lambung 2x1 amp Keterolac Analgesik Terapi jangka pendek untuk nyeri akut 3x30 mg berat Phenytoin Natrium Anti kejang. cedera nasal kanul=3 L. kesadaran : coma. rambut klien kotor terdapat bercak darah dirambut. 28x/m. kesadaran : coma. penurunan O2 ke terpasang O2 dengan nasal kanul 3 serebral lpm. jaringan cerebral GCS : E1V1M2. Ketidak efektifan perfusi DO : Ku : jelek. Tekanan darah : 123/69 mmHg.

Kaji. A : Masalah obatan(injeksi iv ketidakefektifan Piracetam 1 gr.D. Mengkaji KU dan VS 3. injeksi perfusi jaringan iv Kalnex 500 mg. Mengkaji. Mengkaji KU dan VS tpm. O2 ke 6. Mengkaji KU dan VS sesuai instruksi dokter 16. Mengkaji KU dan VS 25. Mengkaji KU dan VS S: efektifan 2. klien serebral. Mengkaji KU dan VS 24. Mengkaji KU dan VS. Memonitoroksigen E1V1M2. Mengkaji KU dan VS kepala lebih tinggi 18. 5. 9. Posisikan pasien 17. Mengkaji KU dan VS anisokor. Tanggal Diagnosa Jam Implementasi Evaluasi 1 Ketidak 1. perfusi evaluasi tanda-tanda O: jaringan penurunan perfusi Ku : jelek. Mengkaji KU dan VS gelisah. penurunan perfusi danMemonitor tanda. PLANNING No. Monitor Vital Sign menambahkan cairan serta tingkat humidifier kesadaran 19. Pertahankan 14. MelakukanKolaborasi pemberian obat- . terpasangNGT. Mengkaji KU dan VS DC. Mengkaji KU dan VS 1. sesuai instruksi dokter terpasang infuseRl 20 peningkatan 4. Mengatur posisi tidur lpm dengan nasal penurunan yang nyaman bagi klien kanul. terpasang O2 3 TIK. P : Intervensi 11. Mengkaji KU dan VS 22. klien tampak serebral 7. Monitor tanda-tanda 20. pupil 8. Mengkaji KU dan VS pemberian oksigen 15. GCS : Edema 3. Kolaborasi obatan(kalnex 3 x 500 pemberian obat- mg dan piracetam 3x1 obatan gr) 21. serebral tanda TIK 2. cerebral belum injeksi ivPheenytoin 1 teratasi amp) 10. MelakukanKolaborasi TIK pemberian obat-6. Mengkajitingkat evaluasi tanda-tanda kesadaran. Mempertahankan dari badan pemberian O2 dengan4. Mengkaji KU dan VS 5. Mengkaji KU dan VS dilanjutkan 12. Mengkaji KU dan VS 23. 13. MelakukanKolaborasi pemberian obat. observasi.observasi. kesadaran : cerebral b/d serebral coma.

ketidakefektifan pola 13. Mengkaji KU dan VS 26. Monitor perubahan 19. klien pernafasan 4. Melakukan suction humidifier jika diperlukan. Mengkaji KU dan VS 29. Mengkaji status pola nafas pernafasan klien O: b/d 3. Mengkaji KU dan VS S: efektifan 2. Mengkaji KU dan VS 1. NGT. Kaji status 15. Mengkaji KU dan VS 2. Pertahankan pemberian O2 dengan pemberian oksigen menambahkan cairan 5. Mengkaji KU dan VS Ketidak 1. Mengkaji KU dan VS berkurang 10. danMemonitor tanda- tanda TIK 33. Mengkaji KU dan VS tampak gelisah. Memonitoroksigen kanul. Melakukan terpasang infus. Mengkaji KU dan VS 32. Mengkaji penyebab Ku : jelek. Mengkaji KU dan VS 28. Mengkaji KU dan VS 23. GCS : pola nafas E1V1M2. Melakukan kolaborasi pemberian obat-obatan (Piracetam 3x1gr dan Kalnex 3x500gr) 31. Mengkaji KU dan VS 24. dan 20. klien 7. Mempertahankan 4. 22. Mengkaji KU dan VS 11. Mengkaji KU dan VS 30. sekret di yang nyaman bagi klien tenggorokan (+) 9. head up 35-45 derajat status mental. Mengkaji KU dan VS 27. obatan(Phenitoin 2x1amp) 26. P : Intervensi tanda TIK dilanjutkan 14. danMemonitor tanda. Mengkaji KU dan VS 34. dimedula pemasangan mayo terpasang O2 3 oblongata. Mempertahankan posisi tingkat kesadaran. Mengkaji KU dan VS 27. Mengkajitingkat nafas belum teratasi kesadaran. Mengkaji KU dan VS . pupil 8. 5. Mengkaji KU dan VS. kesadaran : Kerusakan ketidakefektifan pola coma. Mengkaji KU dan VS 3. Mengkaji KU dan VS peningkatan TIK 21. Beri posisi head up 17.klien cidera otak sesuai instruksi dokter terpasang mayo. Mengkaji KU dan VS 25. Mengkajitingkat kesadaran. Melakukan suction lpm dengan nasal cedera 6. Mengkaji KU dan VS pernafasan klien 16. Mengkaji KU dan VS 35-45 derajat 18. Mengkaji KU dan VS A : Masalah 12. DC. Mengatur posisi tidur anisokor.

Mengkaji KU dan VS 29. 28. Mengkaji KU dan VS. Mengkaji KU dan VS 31. GCS : Edema Memonitoroksigen E1V1M3. bau mulut memenuhi ADL klien tidak sedap berkurang. perfusi evaluasi tanda-tanda O : jaringan penurunan perfusi Ku : jelek. belum teratasi manitol 4x125ml) 10.observasi. cerebral tidak efektif kalnex 3x500mg. Mengkaji KU dan VS 34. NGT. Mengatur posisi tidur lpm dengan nasal penurunan yang nyaman bagi klien kanul. Membantu membuang kulit tubuh tampak balance cairan (urine) bersih. OH (+) Membantu A : Masalah defisit memandikan klien self care teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan 1. Mengkajitingkat kesadaran. kesadaran : cerebral b/d serebral coma. Libatkan keluarga dalam pemenuhan adl klien 2 Ketidak MengkajiKU dan VS S: efektifan Mengkaji. P : Intervensi . DC. Membantu mengubah NGT (+). sesuai instruksi dokter terpasang infus. Mengkaji KU dan VS 32. urine (+). tidak Menganjurkan keluarga terdapat bercak darah untuk ikutserta dalam dirambut. Mengkaji KU dan VS Defisit self Membantu oral S: care b/d hygiene klien Penurunan Membantu BAB dan O: kesadaran. Mengkaji KU dan VS 30. kesadaran : kelemahan Membantu mengubah coma.klien O2 ke Mengkaji KU dan VS tampak gelisah. GCS : fisik posisi klien E1V1M2. pupil serebral Mengkaji KU dan VS anisokor. posisi klien DC (+). BAK klien Ku : jelek. phenytoin 2 x 1 amp. Mengkaji KU dan VS MelakukanKolaborasi A : Masalah pemberian obat. peningkatan Mengkaji KU dan VS terpasang O2 3 TIK. Bantu pemenuhan adl klien 2. mandi (+). danMemonitor tanda- tanda TIK 33. klien serebral.ketidakefektifan obatan(Piracetam 3 x 1 perfusi jaringan gr. rambut Membantu klien berkurang memandikan klien kotornya.

TIK kalnex 3x500mg. MelakukanKolaborasi pemberian obat- obatan(phenitoin 2x1amp) 25. Mengkaji KU dan VS posisi pasien kepala 18. Mengkaji KU dan VS pemberian oksigen 15. Mengkajitingkat dilanjutkan kesadaran. . Pertahankan 17.klien cidera otak Mengkaji KU dan VS tampak gelisah. manitol 4x125ml) 30. dimedula Mengkaji KU dan VS terpasang O2 3 oblongata.6. Mengkaji KU dan VS 22. suara nafas 10. serta tingkat kesadaran obatan(Piracetam 3 x 15. klien pernafasan sesuai instruksi dokter terpasang infus. 1. Mengkaji KU dan VS 27. Melakukan Kolaborasi pemberian obat- obatan(Piracetam 3 x 1 gr. vesikuler. Kolaborasi pemberian manitol 4x125ml) obat-obatan 20. pupil Mengkaji KU dan VS anisokor. Mengatur posisi tidur lpm dengan nasal cedera yang nyaman bagi klien kanul. danMemonitor tanda. NGT. Monitor tanda-tanda gr. Mengkajitingkat kesadaran. Mengkaji KU dan VS serebral 13. Mengkaji KU dan VS 31. Mengkaji KU dan VS. Kaji. Mengkaji KU dan VS 23. Mengkaji KU dan VS sesuai instruksi dokter 16. Mengkaji KU dan VS 24. Mengkaji KU dan VS Ketidak Mengkaji KU dan VS S: efektifan Mengkaji status pola nafas pernafasan klien O: b/d Memberi posisi head Ku : jelek. Mengkaji KU dan VS 26. observasi. DC. Mengkaji KU dan VS 2. MelakukanKolaborasi 4. phenytoin 2 x 1 amp. Mengkaji KU dan VS lebih tinggi dari badan 19. Monitor Vital Sign pemberian obat. kesadaran : Kerusakan up 35-45 derajat coma. Mengkaji KU dan VS 33. Mengkaji KU dan VS 29. Mengkaji KU dan VS 3. phenytoin 2 x 1 amp. GCS : pola Memonitoroksigen E1V1M3. terpasang Mengkaji KU dan VS mayo. evaluasi tanda-tanda tanda TIK penurunan perfusi 12. kalnex 3x500mg. dan memonitor tanda-tanda TIK 32. Mengkaji KU dan VS 28. Pertahankan 14. Mengkaji KU dan VS 21.

membuang balance OH (+). kulit memandikan klien tubuh tampak bersih. Mengkaji KU dan VS klien 17. kesadaran : kelemahan Membantu mengubah coma. danMemonitor tanda- tanda TIK Defisit self Membantu dalam S: care b/d pemenuhan ADL klien Penurunan Membantu oral O: kesadaran. Mengkajitingkat kesadaran. Mengkaji KU dan VS 32. Membantu NGT (+). Mengkaji KU dan VS 5. Mengkaji KU dan VS jika diperlukan. Mengkaji KU dan VS 13. Mengkaji KU dan VS 27. Melakukan suction 24. Beri posisi head up 18. Mempertahankan pemberian o2 dengan menambahkan cairan di humidifier 30. Mempertahankan posisi status mental. Mengkaji KU dan VS 29. Kaji status pernafasan 16. hygiene klien Ku : jelek. Mengkaji KU dan VS 3. 11. ketidakefektifan pola tanda TIK nafas belum teratasi 12. DC cairan (urine) (+) Membantu mengubah posisi klien A : Masalah defisit Membantu self care teratasi memandikan klien sebagian P : Intervensi dilanjutkan 1. Mengkaji KU dan VS tingkat kesadaran. dan head up 35 sampai 45 peningkatan TIK derajat 4. Monitor perubahan 20. Mengkaji KU dan VS 26. Mengkaji KU dan VS dilanjutkan 15. bau mulut tidak Membantu sedap berkurang. Mengkaji KU dan VS 28. Pertahankan 22. Mengkaji KU dan VS 31. rambut Membantu BAB dan klien tampak lebih BAK klien bersih. GCS : fisik posisi klien E1V1M3. 21. Mengkajitingkat kesadaran. Bantu pemenuhan adl klien . Mengkaji KU dan VS 33. Melakukan suction 2. Mengkaji KU dan VS pemberian oksigen 23. Mengkaji KU dan VS 35-45 derajat 19. A : Masalah danMemonitor tanda. Mengkaji KU dan VS P : Intervensi 14. Mengkaji KU dan VS 1. 25. urine (+). mandi (+).

MelakukanKolaborasi posisi pasien kepala pemberian obat. Mengatur posisi tidur6. Mengkaji KU dan VS 28. Mengkaji KU dan VS serebral 14. lebih tinggi dari badan obatan(Piracetam 3 x 14. perfusi evaluasi tanda-tanda Objektif : jaringan penurunan perfusi Ku : jelek.klien O2 ke Mengkaji KU dan VS tampak gelisah. pemberian obat- obatan(Piracetam 3 x 1 A : Masalah gr. Mengkaji KU dan VS pemberian oksigen 16. terpasang O2 3 TIK. Pertahankan 18. 2. Monitor Vital Sign gr. Mengkajitingkat kesadaran. Mengkaji KU dan VS 3. Mengkaji KU dan VS 2. dilanjutkan tanda TIK 1. Mengkaji KU dan VS 23. pupil serebral MelakukanKolaborasi anisokor. Mengkaji KU dan VS sesuai instruksi dokter 17. ketidakefektifan kalnex 3x500mg. perfusi jaringan manitol 4x125ml) cerebral belum Mengkaji KU dan VS. Libatkan keluarga dalam pemenuhan adl klien Ketidak MengkajiKU dan VS Subjektif : - efektifan Mengkaji. phenytoin 2 x 1 amp. DC. Mengkaji KU dan VS TIK 20. Pertahankan 15. MelakukanKolaborasi pemberian obat- obatan(phenitoin 2x1amp) 25. Mengkaji KU dan VS lpm dengan nasal penurunan Mengkaji KU dan VS kanul. serta tingkat kalnex 3x500mg. phenytoin 2 x 1 amp.observasi. GCS : Edema Memonitoroksigen E1V1M3. NGT. MelakukanKolaborasi pemberian obat- . sesuai instruksi dokter terpasang infuseRL 20 peningkatan Mengkaji KU dan VS tpm. Mengkaji KU dan VS obatan 22. kesadaran manitol 4x125ml) 5. Kaji. Mengkaji KU dan VS 24. P : Intervensi danMemonitor tanda. kesadaran : cerebral b/d serebral coma. Mengkaji KU dan VS 27. Mengkaji KU dan VS 26. klien serebral. observasi. teratasi 10. Mengkaji KU dan VS penurunan perfusi 13. Kolaborasi yang nyaman bagi klien pemberian obat- 21. Monitor tanda-tanda 19. Mengkaji KU dan VS 29. Mengkaji KU dan VS evaluasi tanda-tanda 12.

P : Intervensi tanda TIK Dilanjutkan 12. DC. manitol 4x125ml) 30. Mengkajitingkat kesadaran.klien cedera yang nyaman bagi klien tampak gelisah. GCS : Kerusakan up 35-45 derajat E1V1M3. Beri posisi head up 15. Mempertahankan pemberian o2 dengan menambahkan cairan di humidifier 30. phenytoin 2 x 1 amp. nafas belum teratasi danMemonitor tanda. dan memonitor tanda-tanda TIK 32. Mengkaji KU dan VS 25. Mengkaji KU dan VS. Melakukan suction tingkat kesadaran. terpasang Mengkaji KU dan VS mayo 10. Mengkaji KU dan VS 33. Kaji status 13. dan 19. Mengkaji KU dan VS S: efektifan Mengkaji status O: pola nafas pernafasan klien Ku : jelek. Mengkaji KU dan VS 1. Mengkaji KU dan VS 28. A : Masalah 11. Mengatur posisi tidur kanul. Mengkaji KU dan VS 35-45 derajat 16. Mengkaji KU dan VS 24. Mengkaji KU dan VS 23. Mengkaji KU dan VS 2. suara nafas Mengkaji KU dan VS vesikuler. kalnex 3x500mg. Mempertahankan posisi pemberian oksigen head up 35 sampai 45 derajat 22. pernafasan sesuai instruksi dokter terpasang O23 dimedula Mengkaji KU dan VS lpm dengan nasal oblongata. Mengkaji KU dan VS 29. pupil cidera otak Mengkaji KU dan VS anisokor. 18. Mengkaji KU dan VS peningkatan TIK 20. Mengkajitingkat ketidakefektifan pola kesadaran. Mengkaji KU dan VS . Mengkaji KU dan VS 27. Mengkaji KU dan VS 31. klien pola Memonitoroksigen terpasang infus. obatan(Piracetam 3 x 1 gr. Mengkaji KU dan VS status mental. kesadaran : b/d Memberi posisi head coma. Mengkaji KU dan VS 3. Mengkaji KU dan VS 26. Pertahankan 21. Mengkaji KU dan VS pernafasan klien 14. NGT. Mengkaji KU dan VS 31. Monitor perubahan 17. Mengkaji KU dan VS 4. Mengkaji KU dan VS Ketidak 1.