You are on page 1of 19

PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL

PROSEDUR (SOP) PELAYANAN KLINIS DALAM
RANGKA AKREDITASI PUSKESMAS KOTA
MANAGAISAKI TAHUN 2016

DOKTER INTERNSIP
PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI
2016

..15 BAB V PENUTUP ...............................2................................................1 DAFTAR ISI ......................................................................................3 1................13 3................................................ Manfaat .... Waktu dan Tempat Kegiatan ..........................................................17 DAFTAR PUSTAKA ...............13 3...........3 1.3....... Langkah Kerja ............3..........................................................................1.............3...........5 2........................................................ Tujuan ....................................................... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................ Jenis Kegiatan ................................................. Akreditasi Puskesmas ........13 3............... Standar Operasional Prosedur (SOP) ..............................4 1................................................................................................................................................................................................................ Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) .......................................................................18 LAMPIRAN ..........................................2 BAB I PENDAHULUAN .......19 ............................................................5 2...2................2...................................................................9 BAB III KEGIATAN .......................................1... Latar Belakang ......4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................................7 2..........................................................................13 BAB IV HASIL KEGIATAN ..........................................................................................1.....

peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskesmas. proses pelayanan. BAB I PENDAHULUAN 1. maupun sumber daya yang digunakan. tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran. Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu. dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya di wilayah kerjanya.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. baik kinerja pelayanan. Puskesmas yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. . Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan baik. maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi.

2 Tujuan Tujuan dari penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan klinis adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan dalam rangka akreditasi Puskesmas Kota Managaisaki tahun 2016.1. 1.3 Manfaat 1. Memastikan staf Puskesmas Kota Managaisaki memahami bagaimana melaksanakan pekerjaannya. 3. Memenuhi persyaratan standar pelayanan Puskesmas Kota Managaisaki. 2. . Mendokumentasi langkah-langkah kegiatan.

2) Fungsi dan Azaz Puskesmas Puskesmas memiliki 3 fungsi. . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 1) Definisi Puskesmas Pedoman Kerja Puskesmas Departemen Kesehatan menyatakan bahwa Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. c) Pusat pelayanan kesehatan strata pertama. yaitu : a) Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. b) Azas peran serta masyatrakat. c) Azas keterpaduan. Ada 4 azas yang harus diikuti oleh puskesmas. d) Azas rujukan. yaitu : a) Azas pertanggung jawaban wilayah. b) Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

00 km². Kelurahan Sidoarjo terdiri dari 4 Lingkungan. Wilayah kerja Puskesmas Kota terdiri dari 4 Kelurahan dan 22 Lingkungan yaitu : Kelurahan Baru terdiri dari 8 Lingkungan. b) Pertumbuhan Penduduk Penduduk wilayah kerja Puskesmas Kota pada tahun 2014 sebanyak 47.3) Gambaran Umum Puskesmas Kota Managaisaki a) Letak Keadaan Geografis dan Topografi Wilayah Kerja Puskesmas Kota merupakan daerah kota yang berada di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. dengan jumlah kepala keluarga 10.002 jiwa sedangkan luas wilayah 52. dan pertambahan penduduk . Kelurahan Tuweley terdiri dari 6 Lingkungan dan Kelurahan Panasakan terdiri dari 4 Lingkungan.00 km² dengan batas – batas sebagai berikut :  Bagian utara : berbatasan dengan Kecamatan Galang  Bagian Timur : berbatasan dengan Kabupaten Buol  Bagian Barat : berbatasan dengan Laut Sulawesi  Bagian Selatan : berbatasan dengan Kelurahan Nalu Puskesmas Induk terletak di Kota Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. sedangkan kelurahan-kelurahan lain memiliki PUSTU atau POLINDES kecuali Kelurahan Tuwuley yang memiliki POSKESDES.961 KK. Wilayah Kerja Puskesmas Kota mempunyai luas 52.

975 21.558 8.504 20.755 8885 9050 9200 BARU 20.000 0 2011 2012 2013 2014 2015 TUWELEY 10.236 10.2 Akreditasi Puskesmas Akreditas iadalah suatu pengakuan yang diberikan oleh lembaga eksternal terhadap hasil penilaian kesesuaian proses dengan standar yang berlaku (digunakan).63. dari tahun 2014 ke tahun 2015 sejumlah 767 jiwa atau dengan kenaikan 1.833 4. % . .669 4. Grafik I Grafik Jumlah Penduduk Menurut Kelurahan Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kurung Waktu Tahun 2011 s/d 2015 25. apakah sesuai dengan standar akreditas yang ditetapkan.004 Sumber : BPS Kabupaten Tolitoli Tahun 2015 2.580 10755 PANASAKAN 8.000 10.005 10.000 5.762 4. Akreditasi Puskesmas dan Klinik adalah suatu pengakuan terhadap hasil dari proses penilaian eksternal.000 20.923 5.000 15.682 22043 SIDOARJO 4.288 21. oleh Komisioner Akreditasi terhadap Puskesmas dan Klinik.388 10.

sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program. dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. dan VI. yaitu kelompok administrasi manajemen. yang terdiri dari :  Standar Administrasi dan Manajemen BAB I. V. demikian juga akreditasi merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 39 ayat (1) juga mewajibkan Puskesmas untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali. Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP) . II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) BAB III. kelompok Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). VIII. serta penerapan manajemen risiko. yang diuraikan dalam Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) BAB II. yang diuraikan dalam Bab IV. Akreditasi Puskesmas menilai tiga kelompok pelayanan di Puskesmas. dan IX. dan III. Standar akreditasi disusun dalam 9 BAB. Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen. sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional Pasal 6 ayat (2). dan kelompok Upaya Kesehatan Perorangan atau Pelayanan Kesehatan yang diuraikan dalam bab VII.

bagaimana dan kapan harus dilakukan. efektif. dimana dan oleh siapa dilakukan. Kepemimpinan dan Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat (KMUKM) BAB VI. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) BAB IX.  Standar Program Puskesmas BAB IV.3 Standar Operasional Prosedur (SOP) 1) Definisi SOP Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah serangkaian instruksi tertlulis yang dibakukan mengenai proses penyelenggaraan aktivitas profesi. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) BAB VIII. . Sasaran Kinerja dan MDG’s (SKM)  Standar Pelayanan Medis BAB VII. dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yang berlaku. 2) Tujuan dan Manfaat SOP Tujuan penyusunan SOP adalah agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan efisien. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP) 2. Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berorientasi Sasaran (UKMBS) BAB V. konsisten dan aman.

Kop/ heading SOP a) Puskesmas b) Jika SOP disusun lebih dari satu halaman. Format SOP sebagai berikut : 1. . 3) Format SOP Jika sudah terdapat format baku SOP berdasarkan peraturan daerah masing-masing. c) Memastikan staf puskesmas memahami bagaimana melaksanakan pekerjaannya. maka disesuaikan dengan perda tersebut. Jika belum terdapat format baku SOP. Komponen SOP Isi SOP setidaknya adalah sebagai berikut : a) Pengertian : diisi definisi judul SOP dan berisi penjelasan dan atau definisi tentang istilah yang mungkin sulit dipahami atau menyebabkan salah pengertian/menimbulkan multi persepsi. b) Mendokumentasi langkah-langkah kegiatan. maka SOP dapat dibuat mengacu PERMENPAN No. pada halaman kedua dan seterusnya SOP dibuat tanpa menyertakan Kop/heading. 35/ 2012. Manfaat SOP yaitu : a) Memenuhi persyaratan standar pelayanan puskesmas. 2.

g) Diagram alir/bagan alir : di dalam penyusunan prosedur maupun instruksi kerja. . f) Unit terkait : berisi unit-unit terkait dan atau prosedur terkait dalam proses kerja tersebut. Evaluasi isi SOP a. 1. tujuan. Evaluasi SOP dilaksanakan sesuai kebutuhan dan minimal dua tahun sekali yang dilakukan oleh masing-masing unit kerja. bisa berbentuk buku. b. judul SOP. sedangkan untuk pengertian. e) Langkah-langkah prosedur : bagian ini merupakan bagian utama yang menguraikan langkah-langkah kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja tertentu. d) Referensi : berisi dokumen eksternal sebagai acuan penyusunan SOP. unit terkasit boleh tidak diberi tabel/ kotak. prosedur/ langkah-langkah. 2. tanggal terbit dan tanda tangan kepala puskesmas. Catatan : penulisan SOP yang harus tetap di dalam tabel/kotak adalah nama puskesmas dan logo. Evaluasi penerapan/kepatuhan terhadap SOP dapat dilakukan dengan menilai tingkat kepatuahan terhadap langkah-langkah dalam SOP. kebijakan. Hasil evaluasi : SOP masih tetap bisa dipergunakan atau SOP tersebut perlu diperbaiki atau di revisi. nomor dokumen. c) Kebijakan: berisi kebijakan kepala FKTP yang menjadi dasar dibuatnya SOP tersebut. b) Tujuan : berisi tujuan pelaksanaan SOP secara spesifik. peraturan perundang-undangan. 4) Evaluasi SOP Evaluasi SOP dilakukan terhadap isi maupun penerapan SOP. ataupun sebagai bahan pustaka. sebaiknya dalam langkah-langkah kegiatan dilengkapi dengan diagram alir untuk memudahkan dalam pemahaman langkah-langkahnya.

d. . Perbaikan/revisi perlu dilakukan bila alur SOP sudah tidak sesuai dengan keadaan yang ada dan adanya perubahan fasilitas.c. Peraturan kepala FKTP tetap berlaku meskipun terjadi penggantian kepala FKTP.

terdapat beberapa langkah yang kami lakukan.2 Waktu dan Tempat Kegiatan Kegiatan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan klinis ini berlangsung mulai tanggal 1 September 2016 sampai tanggal 15 Oktober 2016. .3 Langkah Kerja Untuk melaksanakan kegiatan ini. b. 3. Konsultasi dan koordinasi dengan Kepala Puskesmas dan Pendamping Internsip. Kegiatan ini bertempat di lingkungan Puskesmas Kota Managaisaki. Kegiatan ini berupa penulisan dan penyusunan SOP beberapa penyakit yang terbanyak ditemui berdasarkan referensi terkait. Mengumpulkan referensi mengenai penyakit terkait. 3. Kabupaten Tolitoli. yaitu : a. Propinsi Sulawesi Tengah. Mengumpulkan informasi penyakit terbanyak yang ditemui ditiap ruangan pelayanan poliklinik Puskesmas Kota Managaisaki Tolitoli.1 Jenis Kegiatan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan klinis merupakan salah satu kegiatan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan puskesmas. c. BAB III KEGIATAN 3.

Melakukan konsultasi dan evaluasi penyusunan SOP masing-masing penyakit kepada Pendamping Internsip. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan klinis masing-masing penyakit sesuai format yang diberikan. .d. dan e.

1) SOP Diabetes Mellitus 2) SOP Gastroenteritis Akut 3) SOP Infeksi Saluran Kemih 4) SOP Intreuterina Fetal Death 5) SOP Perdarahan Post Partum 6) SOP Stroke 7) SOP Tension Type Headache 8) SOP Abortus 9) SOP Anemia Defisiensi Besi 10) SOP Hiperemesis Gravidarum 11) SOP Kehamilan Postterm 12) SOP Persalinan Preterm 13) SOP Chepalgia 14) SOP Varicella 15) SOP Otitis Media Akut 16) SOP Dermatitis 17) SOP Dyspepsia 18) SOP Hipertensi . BAB IV HASIL Hasil penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan klinis yang kami susun yaitu sejumlah 41 SOP pelayanan klinis.

19) SOP Mastitis 20) SOP Ruptur Perineum Derajat I-II 21) SOP Sindrom Koroner Akut 22) SOP Gangguan Visus 23) SOP Infeksi Saluran Kemih pada Anak 24) SOP Kehamilan Normal 25) SOP Kejang Demam 26) SOP Konjungtivitis pada Anak 27) SOP Malaria pada Anak 28) SOP Vulnus 29) SOP Diare pada Anak 30) SOP Pneuomonia 31) SOP Demam Berdarah Dengue 32) SOP Bawah Garis Merah 33) SOP Partus Lama 34) SOP Eklamsia 35) SOP Preeklamsia 36) SOP Dislipidemia 37) SOP Ketuban Pecah Dini 38) SOP Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil 39) SOP Infeksi Saluran Napas Akut 40) SOP Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil 41) SOP Syok Hipovolemia .

. dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yang berlaku. efektif. baik upaya kesehatan masyarakat maupun upaya kesehatan perorangan. konsisten dan aman. BAB V PENUTUP Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi tugas masing-masing agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan efisien. Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan salah satu alat indikator untuk membangun dan membakukan sistem manajemen mutu dan sistem pelayanan dalam rangka akreditasi puskesmas yang menjadi dasar dalam pelaksanaan upaya kesehatan di puskesmas.

Toli-Toli : Dinas Kesehatan Kota Toli-Toli. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. DAFTAR PUSTAKA Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. . 2014. Buku Panduan Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Tim Penyusun. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Seksi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. 2015. 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Palu : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako. 2015. 2015. Profil Kesehatan Puskesmas Kota Managaisaki Tahun 2015. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. 2004. Standar Akreditasi Puskesmas.