You are on page 1of 14

1.

Mucocele
Mucocele adalah lesi yang sering ditemukan pada mukosa rongga mulut. Lesi ini paling
sering ditemukan pada bibir bawah, lidah, dasar mulut dan mukosa bukal. Menurut
Tannure 2010, mucocele dapat terjadi pada laki - laki maupun perempuan dan pada
segala usia dengan insiden tertinggi pada usia dekade kedua. Mucocele dapat
didiagnosis langsung dari riwayat penyakit dan ciri klinis yang ditemukan karena
mucocele mempunyai gambaran yang khas meskipun data lain juga diperlukan seperti
lokasi lesi, riwayat trauma, munculnya dengan cepat, variasi ukuran, warnanya yang
kebiruan serta konsistensinya.
Perawatan yang dilakukan meliputi penanggulangan faktor penyebab dan pembedahan
massa. Penanggulangan faktor penyebab dimaksudkan untuk menghindarkan
terjadinya rekurensi. Umumnya mucocele yang etiologinya trauma akibat kebiasaan
buruk atau trauma lokal dan mekanik yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan
terjadinya rekurensi mucocele. Karena jika kebiasaan buruk atau hal yang
menyebabkan terjadinya trauma tidak segera disingkirkan atau dihilangkan, maka
mukokel akan dengan mudah muncul kembali walaupun sebelumnya sudah dilakukan
perawatan bedah.
Ada beberapa teknik perawatan mucocele antara lain adalah cryosurgery, injeksi steroid
intralesi, CO2 laser dan eksisi lesi. Perawatan mucocele yang biasa dilakukan adalah
tindakan bedah dengan insisi bentuk ellips yang membantu mengurangi kehilangan
jaringan mukosa, mengurangi insiden terbentuknya scar fibrous yang luas dan
mencegah tumpahan ke jaringan sekitarnya sehingga dapat mencegah terjadinya
rekurensi.
2. Ranula
Ranula merupakan istilah untuk menggambarkan suatu mukokel yang terjadi pada
dasar mulut. Biasanya ranula tampak unilateral dan berupa benjolan berfluktuasi seperti
perut katak, dan berwarna kebiruan. Insidennya terutama terjadi pada anak-anak dan
dewasa muda. Berdasarkan letaknya ranula dibedakan menjadi dua, yaitu ranula simpel
dan ranula plunging. Ranula simpel yang juga disebut dengan oral ranula merupakan
ranula yang terbentuk karena obstruksi duktus glandula saliva tanpa diikuti dengan
rupturnya duktus tersebut. Letaknya tidak melewati ruang submandibula, dengan kata
lain tidak berpenetrasi ke otot milohioideus. Sedangkan ranula plunging atau sering
disebut ranula diving merupakan massa yang terbentuk akibat rupturnya glandula saliva
tanpa diikuti rupturnya ruang submandibula yang kemudian menimbulkan plug

serta Haemophylus influenzae. muncul kembali walaupun sebelumnya sudah dilakukan perawatan pembedahan. Disekitar tepi lesi. Karena apabila kebiasaan buruk atau hal yang menyebabkan terjadinya trauma tidak segera dihilangkan. Setelah eksisi lapisan atau atap mukosa. pseudokista yang meluas hingga ke ruang submandibula atau dengan kata lain berpenetrasi ke otot milohioideus. yang menyatukan mukosa perifer yang tidak terlibat dengan mukosa lesi. Karena jahitan yang dilakukan juga menembus rongga mukosa. Biasanya digunakan anestesi blok lingual ditambah dengan infiltrasi regional. Pembalut dilepas setelah 48 jam. Daerah operasi ditutup dengan pembalut yang dilapisi salep antibiotik berupa kasa ukuran 3/8 inci. Pemberian antibiotik secara empiris perlu dilakukan sambil menunggu hasil kultur resistensi. Seringnya terjadi keterlibatan kelenjar parotis dibandingkan dengan kelenjar saliva lainnya disebabkan karena aktivitas bakteriostatis pada kelenjar parotis lebih rendah dibandingkan pada kelenjar saliva lainnya. serta antibiotik intravena. dan terkadang juga melibatkan kelenjar submandibula. jahitan tambahan diperlukan untuk menyatukan dasar lesi dengan mukosa perifer di dekatnya. Terapi pertama yang harus dilakukan adalah hidrasi secara adekuat. 3. Ranula biasanya dirawat dengan cara marsupialisasi atau pembuatan jendela pada lesi. Penanggulangan faktor penyebab dimaksudkan untuk menghindarkan terjadinya rekurensi. ditempatkan rangkaian jahitan dengan menggunakan benang yang dapat atau tidak dapat diabsorpsi. Organisme penyebab infeksi dapat berupa Staphylococcus aureus. Streptococcus pneumonia. perbaikan higiene oral. dan juga jaringan dasar lesi. Perawatan ranula umumnya dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan gangguan fungsi mulut yang dirasakan pasien akibat ukuran dan keberadaan massa. Perawatan yang dilakukan meliputi penanggulangan faktor penyebab dan pembedahan massa. maka dilakukan juga drainase dengan penekanan lesi. Eschericia coli. maka ranula akan dengan mudah. Bakteri anaerob penyebab yang paling sering adalah Bacteroides melaninogenicus dan Streptocccus micros. pemijatan secara berulang pada daerah sekitar kelenjar. . Biasanya ranula yang etiologinya trauma akibat kebiasaan buruk atau trauma lokal atau mekanik yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan terjadinya rekurensi ranula. Sialadenitis supuratif akut Sebagian besar penyakit ini melibatkan kelenjar parotis.

Pada populasi ibu hamil yang terinfeksi sifilis.8 Dosis harian KDT di Indonesia distandarisasi menjadi empat kelompok berat badan 30-37 kg BB.4 juta IU. kecacatan tubuh (guma). akan menyebabkan 67% kehamilan berakhir dengan abortus. satu Seftriakson 1 gr. 4 Sifilis laten IM. 2 kali/hari benzylpenicilline selama 30 hari Eritromisin 500 2. Mycobacterium World Health Organization merekomendasikan obat kombinasi dosis tetap (KDT) untuk mengurangi risiko terjadinya TB resisten obat akibat monoterapi.4 juta IU. ALTERNATIF BAGI YANG ALERGI STADIUM TERAPI PENISILIN Tidak Hamil Hamil Benzathine Eritromisin 500 Doksisiklin 100 mg Sifilis primer dan benzylpenicilline mg per oral.4. 2 kali/hari sekunder 2. injeksi kali/hari selama selama 30 hari IM dosis tunggal 14 hari Doksisiklin 100 mg Benzathine per oral. Dengan KDT pasien tidak dapat memilih obat yang diminum. 38-54 kg BB. . injeksi ATAU mg per oral. 5. 55-70 kg BB dan lebih dari 70 kg BB.2. atau infeksi neonatus (sifilis kongenital). kali/hari selama kali/minggu injeksi IM 1 14 hari selama 3 minggu kali/hari selama 10 berturut turut hari CATATAN : sebelum injeksi benzathin benzylpenicillin lakukan uji penisilin terlebih dulu untuk memastikan pasien tidak alergi terhadap penisilin. bila tidak diobati dengan adekuat. 4 per oral. Sifilis Sifilis merupakan salah satu IMS (infeksi menular seksual) yang menimbulkan kondisi cukup parah misalnya infeksi otak (neurosifilis). lahir mati. jumlah butir obat yang harus diminum lebih sedikit sehingga dapat meningkatkan ketaatan pasien dan kesalahan resep oleh dokter juga diperkecil karena berdasarkan berat badan.

menghindari iritan (kopi. Terapi non farmakologi adalah hidrasi adekuat. Sjorgen Syndrom Prinsip penatalaksanaan SS adalah menggantikan fungsi kelenjar eksokrin dengan memberi lubrikasi sehingga memperbaiki kualitas hidup pasien. dengan efek samping minimal.6. Siklosporin A juga dapat diberikan untuk menekan infi ltrasi limfosit dan stabiliasi sistem imun. dan mengatasi keluhan mulut kering.Pemberian saliva artifi sial bertujuan sebagai lubrikan dan membasahi mukosa cavum oris biasa digunakan untuk mulut kering derajat sedang hingga berat yang menimbulkan gangguan pencernaan. nikotin). mengkonsumsi minuman/makanan rendah gula bahkan bebas gula dapat meningkatkan stimulus terhadap aliran saliva. alkohol. obat kumur dapat mengurangi komplikasi termasuk infeksi Candida yang membutuhkan penanganan khusus. Imunomodulator Interferon A diberikan jika dicurigai infeksi virus sebagai penyebab. . sebagai alternatif dapat mengkonsumsi sugar-free lozenges yang memperbaiki kondisi mukosa kavum oris dan mata. Agen agonis muskarinik seperti Pilokarpin dan Cevimeline meningkatkan aliran saliva. Perawatan gigi dan mulut penting untuk mencegah komplikasi.

INFLAMASI 8. dengan harapan batu keluar melalui caruncula secara spontan. Istirahat di tempat tidur hingga suhu tubuh normal kembali. terutama kelenjar parotis yang terletak pada tiap – tiap sisi muka tepat dibawah dan di depan telinga. sehingga pendekatan konservatif sering diterapkan. Parotitis Parotitis adalah penyakit infeksi akut dan menular yang disebabkan oleh virus. Keterlibatan kelenjar ludah minor sangatlah jarang. Perawatan : a. 30% di dekat ostium duktus. atau lokasi yang sulit. bila lokasi batu berada pada glands . Harus dilakukan dengan anestesi general. Usahakanlah minum yang banyak dan mengunyah permen karet. Sekitar 75% batu berbentuk solid dan tunggal. Sering kali batu masih tersisa terutama bila berada di bagian posterior Whartons duct. b. dapat dilakukan tindakan marsupialisation sialodochoplasty. 7. Bila perlu beri obat penurun panas dan kompres pada bagian tubuh yang nyeri. Virus yang menyerang kelenjar saliva di mulut. Makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang cair dan lunak.Sebanyak 85% batu kelenjar submandibula terjadi di dalam duktus Warthon.Pada beberapa kasus dimana batu berada di wharton papillae. Bila lokasi batu di belakang ostium duktus maka bisa dilakukan tindakan simple sphincterotomy dengan anestesia lokal untuk mengeluarkannya. Sialolithiasis Sebagian besar terjadi pada kelenjar submandibula (80-90%).terutama pada kasus dengan diameter batu yang besar (ukuran terbesar sampai 10mm). Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan secara aktif dengan pemberian vaksin parotitis atau secara pasif dengan penyuntikan zat kekebalan yaitu gama globulin. Pembedahan Sebelum teknik endoskopi dan lithotripsi berkembang pesat. Penatalaksanaan parotitis adalah sebagai berikut : a. Hal ini bisa dilakukan dengan anestesi lokal maupun general. Pakailah obat kumur yang baik untuk membersihkan selaput lendir mulut. terapi untuk mengeluarkan batu pada sialolithiasis submandibula dilakukan dengan pembedahan.Tanpa pembedahan Pengobatan klasik silolithiasis adalah penggunaan antibiotik dan nti inflamasi. lingualis. dan 20% diantaranya pada pertengahan duktus. kelenjar parotis (10- 20%). namun 25% diantaranya memiliki batu kelenjar multiple. meskipun juga bisa terjadi pada mukosa bukaldan bibir atas. b. Pada batu yang berada di tengah-tengah duktus harus dilakukan diseksi pada duktus dengan menghindari injury pada n. dan sekitar 1-7% terjadi di kelenjar ludah sublingual. tapi sering menimbulkan nyeri berat postoperative.

karena harus menghindari cabang-cabang dari n. dilatasi pintu masuk duktus untuk mencegah rekurensi. 11. Jika kelenjarnya menipis. karena tidak ada simptom maupun inflamasi. Hiperlipidemia Dikarakteristikkan sebagai peningkatan level trigliserid dan atau kolesterol total plasma. Sialodochitis Fibrinosa (Kussmaul’s Disease) Penampakan klinis berupa penyumbatan pada pintu masuk duktus Stensen atau duktus Warthon. 9. non inflamatori. Selain itu. Penyakit ini biasanya terjadi padan pasien dengan kondisi lemah dan dehidrasi .pelvis. dan berakibat pada penurunan aliran saliva yang semakin parah. dan bila dimungkinkan dilakukan rehidrasi 10.Pembengkakan parotis biasanya bilateral dan simetrik namun juga bias unilateral dan atau simetris. parotidektomi superfisial untuk memperbaiki dapat dipertimbangkan. Sialosis Merupakan pembesaran kelenjar parotis yang rekuren maupun kronik. dan tidak terasa sakit. Perawatan : perawatan dapat berupa pemijatan pada glandula dan penggunaan secretogogeus untuk menghilangkan sumbatan. Perawatan : tidak ada perawatan yang diperlukan. Peningkatan kadar trigliserid plasma berkorelasi dengan pembengkakan parotis. facialis. pertahankan berat badan sehat dengan rutin berolahraga dan berhenti merokok. Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan beralih ke produk susu bebas lemak atau rendah lemak. Pada kasus ini harus dilalakukan submaxilectomy dengan tingkat kesulitan yang tinggi. . nonneoplastik. Perawatan : Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran serta produk gandum utuh dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Onset biasanya tidak terlalu terlihat. Sialosis dapat sembuh jika agen penyebab akan ditangani dengan tepat.

Pengobatan dengan antibiotik dianjurkan. atau siprofloksasin. Actynomicosis . Perawatan : Jika memiliki tanda dan gejala toxoplasmosis akut. serta penurunan produksi saliva bila terjadi infeksi. limfoma. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh mengunyah dan menelan. pengobatan dengan antibiotik seperti azitromisin bisa membantu. trimetoprim-sulfametoksazol. Cat Scratch Disease Penyakit ini biasa menyerang pada anak-anak dan remaja. 13. Toxoplasmosis Merupakan infeksi protozoa yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Antibiotik lain dapat digunakan. Diagnosis banding penyakit ini yaitu Sjorgen syndrome. dan penyakit lain yang diasosiasikan dengan pembesaran kelenjar ludah. Dalam beberapa kasus. Perawatan : Beberapa individu dengan sindrom Mikulik dapat diinstruksikan untuk mengikuti diet lunak. Pada orang dengan HIV / AIDS dan lainnya. rifampisin. Perawatan : Pengobatan mungkin tidak diperlukan. termasuk klaritromisin. Radiografik menunjukkan adanya pembesaran limfonodi intraparotid yang meluas dan tidak spesifik hal ini mirip pada infeksi sarcoidosis dan infeksi TB sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis.12. Benign Lymphoepithelial Lesion (Mikulicz’s Disease) Gejala umum yaitu pembengkakan kelenjar ludah unilateral atau bilateral akibat infiltrate limfoid benigna. yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. sarcoidosis. 15. Penyakit ini merupakan infeksi yang umum terjadi yaitu sekitar 5-95% populasi tergantung dari lokasi geografis. Pengobatan lainnya bersifat simtomatik. penyakit cat-scratch lebih serius. 14. dokter Anda mungkin meresepkan obat berikut ini: Pyrimethamine (Daraprim) dan Sulfadiazine.

Frekuensi lebih tinggi pada wanita Perawatan : Secara umum. TUMOR JINAK 1. berbatas tegas. yang besar dikeringkan. Papillary Cystadenoma Lymphomatosum Dikenal dengan tumor Warthin. Perawatan : Antibiotik dosis tinggi. Tumor mempunyai kapsul dan terdiri dari pola glandular yg teratur Perawatan : Pengobatan yang adekuat terdiri dari parotidektomi superfisial atau total (tergantung pada luas dan lokasi tumor) untuk lesi parotis dan eksisi dengan batas terbatas jaringan normal untuk tumor kelenjar minor 3. tidak nyeri kecuali terjadi superinfeksi Perawatan : . Dapat berkembang pada palatum.Limfonodi parotis dan submandibular dapat menjadi lokasi infeksi sekunder yang disebarkan melalui perluasan infeksi kronis mandibula. Adenoma Pleomorfik dirawat dengan bedah eksisi. 85% terdapat di kelenjar parotis Paling sering ditemukan pada usia dekade keempat sampai keenam. Tampak berupa massa berbentuk kubah yang tumbuh dengan lambat. terapi oksigen hiperbarik juga sangat membantu. Kadang abses kecil bisa disedot. Adenoma Pleomorfik Tumor yang paling sering ditemukan. Prosedur bedah yang ekstensif dan berulang mungkin diperlukan. dan fistula dieksisi dengan operasi. Monomorphic Adenoma Merupakan tumor dengan penampakan sel yang sama dan seragam. Pertumbuhannya lambat. 2. tetapi radioterapi dibutuhkan sebagai perawatan tambahan dan kemoterapi sebagai perawatan bila tumor kambuh dan bermetastase. Infeksi kronik memiliki gambaran hampir mirip seperti infeksi TB yang termanifestasi sebagai masa parotid yang tidak sakit.

Tingkat kekambuhan yang tinggi menunjukkan bahwa operasi awal harus radikal dengan margin . Canalicular Adenoma Sekitar 80% terjadi pada bibir bawah dengan pertumbuhan lesi yang lambat. dan asimtomatik. Myoepithelioma Terjadi pada kelenjar parotis dan palatum. Perawatan : Pembedahan adalah pilihan pertama pengobatan karsinoma myoepitel. Karena tumor jarang menyebar. Perawatan : Oncocytomas biasanya disembuhkan dengan mengeluarkan organ yang terkena sebagian atau seluruhnya. Perawatan : Semua varian adenoma sel basal diobati dengan eksisi lokal atau reseksi lobus yang terlibat kecuali tipe membran yang memerlukan pembedahan ekstensif karena tingkat kekambuhan meningkat (24%). mobil. Berupa massa yang tidak sakit. bulat. daripada prosedur eksisi atau reseksi yang luas 7. Basal Cell Adenoma Tumbuh lambat. dengan biopsi. Pengobatan optimal tumor Warthin adalah pengangkatan operasi yang dapat dilakukan dengan mudah karena lokasi tumor yang dangkal. ini sering tanpa ada kemungkinan kekambuhan. Sekitar 70% lesi terjadi di kelenjar parotis. Beberapa ahli bedah memilih reseksi lokal dengan jaringan di sekitarnya. yang terlihat pada kelenjar ludah mayor namun jarang di intraoral serta bersifat bilateral. Apabila terjadi pada kelenjar ludah minor biasanya terjadi pada bibir atas. Lesi berbatas tegas. Yang lain memilih parotidektomi superfisial untuk menghindari pecahnya kapsul tumor 4. 5. Perawatan : Semua pasien dikelola dengan operasi. dengan pertumbuhan lambat. 6. biopsi insisi dan biopsi eksisi prosedur yang paling sering dilakukan. Oncocytoma Merupakan tumor solid. asimptomatik.

Kemoterapi ajuvan dan radioterapi belum ditemukan bermanfaat untuk mengobati karsinoma ini. jika nervus fasialis terlibat. terdapat kemungkinan terjadi facial palsy Perawatan : Reseksi bedah adalah pengobatan utama untuk semua nilai MEC. Perawatan : Cytotoxic chemotherapy. Berkembang lambat. Kelenjar parotis merupakan lokasi yang sering kali terlibat. Tumor tingkat tinggi umumnya diobati dengan eksisi bedah dengan margin lebar diikuti oleh radioterapi pasca operasi. Adenoid Cystic Carcinoma Sering terjadi pada kelenjar submandibula maupun kelenjar ludah minor. Gejala klinis adanya rasa sakit dalam jangka waktu yang lama. Perawatan : Perawatan biasanya cryosurgery dan eksisi 9. dan sialadenoma papiliferum. Lesi terdiri atas sel mucus dan epidermal . ulserasi pada jaringan yang melapisi. Reseksi lokal kanker dianggap pengobatan yang cukup untuk tumor tingkat rendah. Merupakan massa unilobular. Lokasi paling umum di palatum. Ada tiga bentuk dari tumor ini yaitu simple ductal papiloma. Ductal Papiloma Merupakan subset tumor jinak yang muncul dari duktus ekskretori. inverted ductal papiloma. jaringan normal yang cukup. Predominan pada kelenjar ludah minor. 2. 8. Mucoepidermoid Carcinoma Biasanya terjadi pada kelenjar parotis. Cancer immunotherapy . Perawatan : Biasanya bedah dapat juga berupa insisi. terasa sakit. TUMOR GANAS 1. Adenoma Sebasea Muncul dari glandula sebasea yang terdapat di dalam jaringan kelenjar ludah.

Acinic Cell Carcinoma Terdapat pada jaringan parotis yaitu sekitar 90-95%. radioimmunotherapy. Tumbuh lambat. Tipe lesi ini ditegakkan dengan uji histologis untuk menunjang diagnosis dan perawatan yg tepat Perawatan : Perawatan yang dapat dilakukan yaitu bedah. Perawatan : Eksisi bedah adalah pengobatan utama dari neoplasma ganas ini. terapi antibody. Adenocarcinoma Terjadi pada epitel duktus salivarious. chemotherapy. Lobus superficial dan inferior pole kelenjar parotis merupakan area yang paling sering terlibat. . 5.3. Carcinoma Ex Pleomorphic Adenoma Timbul di dalam pleomorphic adenoma dan berasal dari epitel.radioterapi. Tumbuh lambat. terapi radiasi. bedah. dengan rasa nyeri. Perawatan lainnya seperti radioterapi dapat ditunjukkan dalam beberapa kasus 4. Limfoma Secara klinis dikarakteristikkan sebagai pembesaran kelenjar tanpa rasa nyeri atau adenopati Perawatan : Terapi biologi. 6. Dibagi berdasarkan struktur dan karakteristiknya. dan chemotherapy. steroid. Lesi biasa terjadi pada adenoma pleomorfik yang tidak terawat dalam jangka waktu lama Perawatan : Pengobatan untuk Ca ex PA sering melibatkan prosedur bedah ablatif yang dapat diikuti dengan radioterapi.

dan terasa sakit. Sialodochitis Merupakan inflamasi yang terjadi baik pada duktus Warthon maupun Stensen. Perawatan : Hidrasi. Biasanya terjadi dilatasi pada obstruksi distal.Penyakit ini biasanya diasosiasikan dengan obstruksi tidak sempurna pada sistem duktus. sialendoskopi atau operasi terbuka 2. sialendoskopi atau operasi terbuka .1. pijat kelenjar. Pembesaran duktus dapat berbentuk fusiform atau berantai menghasilkan area ductal stenosis. walaupun biasanya terjadi variasi. Chronic Reccurent Sialodenitis Merupakan pembengakakan difus maupun terlokalisasi pada kelenjar ludah. Perawatan : Hidrasi. pijat kelenjar.

41 No. 194-211. Eksisi Mucocele Rekuren Pada Ventral Lidah Dengan Anestesi Lokal. Yogyakarta. Jakarta. 5 Tahun 2014. Keluhan Mulut Kering Ditinjau Dari Faktor Penyebab. 2016. Makassar Dent J 2017. Daili. Jakarta. alih bahasa Prof. 2014. 2011. Sumatra Utara. Pedoman Pengobatan Dasar Di Puskemas 2007.Aprinda. Jacobus. Ismael. Ed. Muhammad Irfan. Apa Itu Hiperlipidemia dan Mengapa Kita Harus Waspada?. 246-250. Sofyan dkk. https://rarediseases.org/rare-diseases/mikulicz-syndrome/ ( diakses 28 januari 2018) . 6(1): 1-5. 2018. 2 tahun 2011. Manifestasi Dan Penanggulangannya. Ludah dan Kelenjar Ludah.drg. Amerongan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.N. Daftar Pustaka Hasibuan. Diagnosis Dan Manajemen Sindrom Sjorgen. Suyasni dan Duhita Yassi. Gajah Mada University Press. 41 No. Sjaiful Fahmi dkk. Sayuti. Makassar.V. 2002. Madiun: CDK-216 / Vol. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. 2007. Penyakit Kelenjar Saliva Dan Peran Sialoendoskopi Untuk Diagnostik Dan Terapi. Kementrian Kesehatan RI. Setiawan dkk. 2017. Richard dkk. Tamin. Jakarta. Yogyakarta. Arti Bagi Kesehatan Gigi. Departemen Kesehatan RI. 2013. Panjaitan. Rasul. A.com/hidup-sehat/tips-sehat/hiperlipidemia-kadar-kolesterol-tinggi/ (diakses tanggal 28 Januari 2018). 1991. Ke-1. Penatalaksanaan Ranula Dengan Skleroterapi. Danny Jaya. 2-6.Rafiah Abyono. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. https://hellosehat. Pedoman Tatalaksana Sifilis Untuk Pengendalian Sifilif Di Layanan Kesehatan Dasar. USU Digital Library. 2013. Jakarta: ORLI Vol. Puij.

2018. http://repository. MD.usu. 2017. Actinomycosis. Gambaran Radiografi Adenoma Pleomorfik pada Kelenjar Saliva.id/handle/123456789/16291 ( diakses 1 Maret 2018) . Hamdi. http://www. 2010. Cat Scratch Disease. Bush. PhD.htm ( diakses tanggal 1 Maret 2018) Larry M.msdmanuals.gov/ency/article/001614. MD.Jatin M. Vyas.ac. https://medlineplus.com/professional/infectious-diseases/anaerobic- bacteria/actinomycosis ( diakses tanggal 1Maret 2018 ) Ansori.