You are on page 1of 16

Skenario 3

“SAKIT PINGGANG”

Pasien X, 30 tahun datang ke RS dengan keluhan
tiba-tiba merasa sakit pinggang sebelah kiri yang tak
tertahankan. Pasien juga merasakan mual muntah sejak 3
hari yang lalu. Pasien mengatakan khawatir dengan
kondisinya. Klien mengatakan pertama kali merasakan sakit
seperti ini.

1. Kata Kunci
a. 30 Tahun
b. Sakit pinggang sebelah kiri
c. Mual muntah
2. Klarifikasi Istilah-istilah penting
a. Sakit pinggang
Rasa sakit atau tidak nyaman pada bagian otot dan saraf pada bagian
punggung ke bawah.
b. Mual
Perasaan tidak menyanangkan yang ada sebelum muntah
c. Muntah
Pengeluaran isi lambung dengan kekuatan secara aktif akibat adanya kontraksi
abdomen disertai relaksasi sfingter esophagus bagian bawah dan dilatasi
esophagus
3. Mind Map

VESICOLITHIASIS
ISK

SAKIT PINGGANG

NEFROLITHIASIS

Nyeri noncolickly renal disebabkan oleh adanya distensi dari kapsul ginjal. hiperperistalsis. Obstruksi saluran kemih adalah mekanisme utama yang bertanggung jawab untuk renal colic yang menyebabkan peregangan dari ujung saraf. dan iritasi mukosa dapat berkontribusi mempersepsikan nyeri pada pasien dengan batu ginjal. Ada 2 tipe nyeri yaitu renal colic dan noncolicky renal pain. Untuk mengetahui pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memperkuat diagnose medis b. + Sakit pinggang + + + Mual muntah + . Mengapa klien bisa merasakan mual muntah? 5. 8. Berdasarkan kasus di atas mengapa kien bisa merasakan nyeri pinggang yang tak tertahankan? b. Efek mekanik dari pembentukan batu menimbulkan gejala klinis nyeri yang khas. Klarifikasi informasi Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) pada batu ginjal ABSTRAK : . NEFROLITHIASIS VESICOLITHIASIS ISK Umur 30 tahun + . Untuk mengetahui penatalaksanaan farmakologis maupun non farmakologis pada kasus di atas 7. b. Nyeri renal colic biasanya disebabkan oleh peregangan dari collecting system atau ureter. - 4. Mual dikarenakan terjadinya tekanan pada daerah abdomen 6. Tujuan pembelajaran selanjutnya a. Informasi tambahan Artikel Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) pada batu ginjal (Agung Sri Satyawati. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana). Mekanisme lokal seperti peradangan. Jawaban pertanyaan a. edema. Pertanyaan-pertanyaan penting a.

ESWL pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1980 yang membawa suatu revolusi baru dalam penanganan urolithiasis dan menyediakan suatu prosedur minimal invasif yang hampir ideal. Penangananannya sendiri bergantung pada ukuran. Berdasarkan pemeriksaan radigrafi post ESWL. Berdasarkan pemeriksaan foto polos abdomen dan USG Urologi didapatkan kesan adanya batu renal dextra ukuran 16mm x 18mm. Batu kalsium dengan ukuran 16mm x 18mm pada renal dextra berhasil dikeluarkan total tanpa adanya komplikasi. dengan hidronefrosis derajat 1 renal dextra. Salah satu penanganan yang sering dilakukan adalah dengan metode ESWL.8% populasi umum dan baik prevalensi ataupun insidennya meningkat secara global tanpa memandang usia. disertai mual dan penurunan nafsu makan. Terdapat beberapa pilihan penanganan untuk batu ginjal. Kata kunci. cost effective. Extracorporeal Shockwave Lithotripsy. dan komposisi dari batu. Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) merupakan pilihan terapi yang paling cost effective pada kasus batu ginjal. lokasi. Setelah dilakukan tindakan ESWL berupa penghantaran gelombang kejut pada permukaan ginjal kanan selama 20-30 menit. PEMBAHASAN : Batu ginjal atau nephrolithiasis dialami oleh sekitar 1. Kemudian dilakukan tindakan ESWL.7 sampai 14. Penelitian epidemiologik memberikan kesan seakan- akan penyakit batu saluran kemih mempunyai hubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. perempuan usia 65 tahun mengeluh nyeri pinggang yang dirasakan mendadak dan semakin memberat sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Kasus. namun sayangnya modalitas terapi ini belum banyak dipilih karena dianggap mahal dan kurangnya informasi mengenai keuntungan penggunaanya. ureter maupun kandung kemih. dan ras yang menyebabkan peningkatan morbiditas. tidak ditemukan gambaran radioopak pada kaliks ginjal. keluar pecahan-pecahan kecil batu kalsium. Hasil. batu renal. Suatu gelombang kejut (shock wave) diciptakan dari suatu sumber eksternal yang diarahkan ke pasien dan . jenis kelamin. Kesimpulan.

difokuskan pada suatu batu ginjal. dan spalling. nyeri pinggang tidak ada. Hasil dari ESWL cukup menjanjikan. Alat litotriptor didekatkan pada permukaan ginjal kanan. kemudian gelombang dihantarkan selama 20-30 menit. Tindakan ESWL dilakukan di ruang operasi. kondisi pasien membaik.5 mg tablet. dan kanfung kemih. Walaupun ESWL merupakan metode yang paling aman dan minimal invasif. ESWL bekerja melalui tekanantekanan mekanik dan dinamik pada batu seperti cavitation. serta dirasakan keluar batu kecilkecil pada urin. tetapi ESWL merupakan prosedur yang paling umum dikerjakan pada penyakit batu saluran kemih. bersifat noninvasif. Pemeriksaan ultrasonografi pasca operasi tidak tampak gambaran radiopak di kaliks ginjal. Pasien disarankan untuk melakukan kontrol rutin ke poliklinik bedah urologi serta poliklinik penyakit dalam untuk tatalaksana hipertensi dan penyakit ginjal kronis. shear. Kontraindikasi absolut pada ESWL meliputi urosepsis yang tidak . Pasien dibaringkan dalam posisi supinasi di meja khusus. urin jernih pada kateter. Walaupun pengembangan ESWL selanjutnya kurang memuaskan. ESWL telah banyak disetujui dan diterapkan di seluruh dunia karena mudah digunakan. Melalui laporan ini. serta obat antihipertensi captopril 2 x 12. efektif dalam penanganan batu ginjal dan batu ureter dan tersedianya banyak litotriptor. ESWL pada batu ginjal yang besar memberikan angka bebas batu yang rendah dan tidak efektif karena harus dilakukan beberapa kali pengulangan ESWL. metode ini juga memiliki beberapa efek samping dan komplikasi yang justru merugikan pasien. keluhan demam. Pengobatan yang diberikan pasca operasi berupa antibiotik. dengan 90% angka kesuksesan tercapai. Gelombang ini akan menyebabkan fragmentasi batu secara langsung dengan memproduksi stress mekanik atau tidak langsung melalui penghancuran gelembunggelembung kavitas yang dibentuk oleh tekanan negatif. akan didiskusikan mengenai penanganan batu ginjal dengan ESWL. ESWL merupakan terapi non-invasif yang menggunakan gelombang kejut yang efektif untuk memecahkan batu ginjal yang berukuran kurang dari 20 mm. ureter. anelgetik. Setelah 3 hari dirawat. Pemantauan terhadap batu dilakukan dengan USG.

Hal ini akan menimbulkan fragmentasi inkomplit. funggsi ginjal serta pemeriksaan rontgen kemungkinan jenisnya. Prosedur ESWL ini terdiri dari tahap persiapan yang meliputi penilaian indikasi dan kontraindikasi. Analisa dan Sintesis Informasi Informasi yang tertera pada skenario menggambarkan gejala–gejala yang umum pada gangguan sistem urinaria terutama lebih cenderung pada nefrolitiasis. dan ISK. hipertensi yang tidak terkontrol. termasuk horseshoe kidney. hal ini menyebabkan terkadang begitu sulit untuk membidik batu pada daerah fokus generator.vesicolihiasis. Beberapa keadaan pasien yang mejadi faktor kurang diminatinya pemilihan tatalaksana ESWL adalah obesitas dan anatomi ginjal yang abnormal. residual fragmen batu. urin. dan obstruksi 9. 10. Akibat keterbatasan konfigurasi geometric dan sistem pemusatan gelombang. dan divertikel kaliks dapat mempengaruhi drainase dari saluran kemih dan menghasilkan keluaran yang suboptimal. Masalah yang sering ditemui oleh ahli urologi yang melakukan tindakan ESWL adalah kegagalan memecah dan mengeluarkan batu dan fragmen- fragmennya secara lengkap. obstruksi distal pada jalur keluar batu dan kehamilan. Berdasarkan analisa kami di kelompok sesuai dengan mind map yang telah kami lakukan sebelumnya. Beberapa keadaan anatomi yang tidak favorit seperti infundibulum yang sempit atau panjang. atau adanya sudut infundibulopelvik yang akut. ukuran batu lebih dari 20 mm. Beberapa komplikasi timbul pasca ESWL dapat disebabkan akibat tekanan destruktif pada batu juga mengenai vascular dinding tipis pada ginjal dan jaringan sekitarnya sehingga menimbulkan komplikasi jangka pendek dan pembentukan ginjal serta kemungkinan penurunan fungsi jaringan secara kronis. obstruksi ureteropelvic junction. Laporan Diskusi . dapat menyebabkan klirens yang buruk dari fragmen batu dan membutuhkan tata laksana alternatif. maka diagnosa medis yang sesuai dengan kasus di atas adalah Nefrolihiasis. kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium darah. terkontrol. dan jenis batu sistin. Kelainan saluran kemih kongenital.

minuman soda. Sekitar 80% kasus batu terbentuk secara unilateral artinya hanya ditemukan pada satu bagian ginjal saja. yaitu : a) Faktor dari dalam (intrinsik). diet banyak purin. Etiologi Menurut Kartika S. seperti keturunan. cuaca dan suhu. b) Faktor dari luar (ekstrinsik). kalsium (daging. kaldu. W. asupan air (bila jumlah air dan kadar mineral kalsium pada air yang diminum kurang). ikan asin. Batu atau kalkuli dibentuk di dalam saluran saluran kemih mulai dari ginjal ke kandung kemih oleh kristalisasi dari substansi ekskresi di dalam urine (Nursalam. Batu cenderung berukuran kecil dengan rata-rata diameter 2-3mm dan bisa berbentuk halus atau bergerigi. Stasis obstruksi urine Adanya obstruksi dan stasis urine akan mempermudah pembentukan batu saluran kencing. KONSEP MEDIK A. dan jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Infeksi saluran kemih Infeksi saluran kencing dapat menyebabkan nekrosis jaringan ginjal dan akan menjadi inti pembentukan batu saluran kencing. Definisi Nefrolitiasis merujuk pada batu ginjal. Berapa penyebab lain adalah : . susu. . dan jeroan). . dan pekerjaan (kurang bergerak). dan sayuran berwarna hijau terutama bayam). oksalat (teh. kopi. (2013) ada beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya batu pada ginjal. . 2011) Nefrolitiasis atau batu ginjal adalah material solid yang terbentuk di ginjal ketika at atau substasi di urin menjadi sangat tinggi konsentrasinya. Suhu Tempat yang bersuhu panas menyebabkan banyak mengeluarkan keringat sedangkan asupan air kurang dan tingginya kadar mineral dalam air minum meningkatkan insiden batu saluran kemih. B. usia (lebih banyak pada usia 30-50 tahun. seperti geografi.

maka pasien sedang mengalami kolik renal. jika ada. Infeksi (peilonefritis & cystitis yang disertai menggigil.kalsium fosfat. namun hanya sedikit yang keluar dan biasanya mengandung darah akibat aksi abrasif batu. b) Teori matriks Matriks organik yang berasal dari serum dan protein urine memberikan kemungkinan pengendapan kristal. Batu yang terjebak di ureter. demam dan disuria) dapat terjadi dari iritasi batu yang terus menerus. menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa. Pasien sering merasa ingin berkemih. c) Teori inhibitor kristalisasi Beberapa substansi dalam urine menghambat terjadinya kristalisasi. disertai nyeri tekan di seluruh area kostovertebral dan muncul mual dan muntah. . terjadi obstruksi.membahas tentang proses pembentukan batu yaitu: a) Teori inti (nucleus) Kristal dan benda asing merupakan tempat pengendapan kristal pada urine yang sudah mengalami supersaturasi. menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi piala ginjal serta ureter proksimal. Ketika batu menghambat aliran urin. Bila nyeri mendadak menjadi akut. 2011) C. Batu juga dapat terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu. dan asam urat meningkat. Idiopatik (Arif Muttaqin. Umumnya batu diameter < 0. Selain itu ada beberapa teori yang . Diare dan ketidaknyamanan abdominal dapat terjadi. . Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu mencakup PH urine dan status cairan pasien. Beberapa batu. Patofisiologi Batu terbentuk di traktus urinarius ketika konsertrasi substansi tertentu seperti Ca oksalat. seperti sitrat yang secara normal pencegah kristalisasi dalam urin. konsentrasi yang rendah atau absennya substansi ini memungkinkan terjadinya kristalisasi.5-1 cm keluar spontan. menyebabkan sedikit gejala namun secara fungsional perlahan-lahan merusak unit fungsional ginjal dan nyeri luar biasa dan tak nyaman.

lazik. Obat: tiazid. atau penyakit sarkoidisis juga dapat menderita batu kalsium. Makanan yang banyak mengandung purin . terbentuk pada urin yang kaya ammonia alkali . by pass jejenoikal. salisilat 4) Batu sturvit Batu ini biasanya berbentuk tanduk rusa. Batu kalsium sering di jumpai pada orang yang mempunyai kadar vitamin D berlebihan atau gangguan kelenjar paratiroid. . Bentuknya besar dengan permukaan halus. Pemberian sitostatik pada pengobatan neoplasma . reseksi usus halus.Pembentukan batu membutuhkan supersaturasi dimana supersaturasi ini tergantung dari PH urine. berwarna coklat lunak. Biasanya mengacu pada riwayat infeksi. Orang menderita kangker. Hiperkalsiuria abortif : Gangguan metabolisme yang menyebabkan terjadinya absorbsi khusus yang berlebihan juga pengaruh vitamin D dan hiperparatiroid. . Batu kalsium dapat di sebabkan oleh: . Dehidrasi kronis . kekuatan ion. anestesi. Hiperoksaloria: inflamasi saluran cerna. Batu ini dapat disebabkan oleh: . Ingesti-inhalasi: Vitamin C. struke. Hiperkal siuria renalis : kebocoran pada ginjal 2) Batu oksalat Batu oksalat dapat disebabkan oleh : . sindrom malabsorbsi 3) Batu asam urat Permukaanya halus. ethylenglicol. di antaranya : 1) Batu kalsium Batu jenis ini sering di temukan. dapat bercampur antara kalsium dengan fosfat. methoxyflurane. Terdapat beberapa jenis batu. konsentrasi cairan dan pembentukan kompleks. Primer autosomal resesif .

5) Batu Sistin Berbentuk kristal kekuningan timbul akibat tingginya kadar sistin dalam urin. Kelainan herediter yang resesif autosomal dari pengangkutan asam amino dimembran batas sikat tubulus proksimal meliputi sistim. persisten akibat UTI kronik. . Bila pada piala ginjal rasa nyeri adalah akibat dari hidronefrosis yang rasanya lebih tumpul dan sifatnya konstan. Gambaran klinis Keluhan pada penderita nefrolitiasis yaitu : 1) Nyeri dan pegal di daerah pinggang : Lokasi nyeri tergantung dari dimana batu itu berada. Terutama timbul pada costovertebral. dapat terjadi karena adanya trauma yang disebabkan oleh adanya batu atau terjadi kolik 3) Batu ginjal menimbulkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi pelvis ginjal serta ureter proksimal yang menyebabkan kolik. ornitin.keadan ini terjadi pada penyakit sistinuria. 2) Hematuria : Darah dari ginjal berwarna coklat tua. Batu sistin terjadi terutama pada beberapa pasien yang mengalami defek absorbsi sistin. sitrulin dan lisin D. arginin.

Biakan urin . Kalsium. Urium kreatinin . USG abdomen . Leukositosis . Mual b. Ekskresi kalsium fosfor. PH lebih dari 7.6 . 2011) E. Muntah c. 4) Sumbatan: batu menutup aliran urine akan menimbulkan gejala infeksi saluran kemih: demam dan menggigil. asam urat c) Radiologi . Diare (Nursalam. Hb turun . Test Diagnostik Ada beberapa pemeriksaan diagnostik dalam menegakkan diagnosa nefrolitiasis. fosfor. Sediment sel darah merah lebih dari 90% . 2011) komplikasi yang disebabkan dari batu nefrolitiasis adalah a) Sumbatan: akibat pecahan batu b) Infeksi: akibat diseminasi partikel batu ginjal atau bakteri akibat obstruksi. yaitu : a) Urin . F. asam urat b) Darah . meliputi: a. c) Kerusakan fungsi ginjal: akibat sumbatan yang lama sebelum pengobatan dan pengangkatan batu ginjal d) Hidronefrosis (Susan Martin. 2007). Komplikasi Menurut (Nursalam. Foto BNO/NP untuk melihat lokasi batu dan besar batu . PIV (Pielografi Intravena) . 5) Gejala gastrointestinal.

dilarutkan dengan pelarut solutin G. Selain itu dapat diberikan minum yang lebih/banyak sekitar 2000 cc/hari dan pemberian diuretik bendofluezida 5 – 10 mg/hr. Sistolitotomi : jika batu berada di kandung kemih . (alat gelombang kejut). litotripsi dilakukan dengan bantuan nefroskopi perkutan untuk membawa tranduser melalui sonde kebatu yang ada di ginjal. Salah satu alternatif tindakan yang paling sering dilakukan adalah ESWL. Ureterolitotomi : jika batu berada dalam ureter . c) Tindakan bedah Tindakan bedah dilakukan jika tidak tersedia alat litotripsor. . Namun demikian saat ini bedah dilakukan hanya pada 1-2% pasien. Ini juga dilakukan untuk mengoreksi setiap abnormalitas anatomik dalam ginjal untuk memperbaiki drainase urin. Jenis pembedahan yang dilakukan antara lain: . Penatalaksanaan Menurut penatalaksanaan pada batu ginjal. Pielolititomi : jika batu berada di piala ginjal . 2008) G. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) adalah tindakan memecahkan batu ginjal dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut. yaitu: a) Terapi medis dan simtomatik Terapi medis berusaha untuk mengeluarkan batu atau melarutkan batu yang dapat dilarutkan adalah batu asam urat. Terapi simtomatik berusaha untuk menghilangkan nyeri. Nefrolithotomi/nefrektomi : jika batu terletak didalam ginjal . Cara ini disebut nefrolitotripsi. Intervensi bedah diindikasikan jika batu tersebut tidak berespon terhadap bentuk penanganan lain. Pengangkatan batu ginjal secara bedah merupakan mode utama. Sistoskpi (Mary Baradero. b) Terapi mekanik (Litotripsi) Pada batu ginjal.

Pengkajian Fisik a. b. Identitas Klien Nama :X Umur : 30 Tahun Jenis Kelamin :- Status :- Pendidikan :- Pekerjaan :- Suku Bangsa :- Alamat :- Nomor RM : Diagnosa Medis : Nefrolihiasis 2. Klasifikasi Data DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF .Pasien mengatakan merasakan mual- muntah sejak 3 hari yang lalu . Status kesehatan a.Pasien mengatakan pertama kali merasakan sakit seperti ini . Keluhan Menyertai Pasien merasakan mual muntah sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan penunjang :- B.Pasien mengatakan khawatir dengan kondisinya. Pasien mengatakan khawatir dengan kondisinya. KONSEP KEPERAWATAN A. Keluhan Utama Sakit yang tidak tertahankan pada pinggang sebelah kiri dengan tiba-ba. TTV :- 4. . Pengkajian 1. Klien mengatakan pertama kali merasakan sakit seperti ini.Pasien mengatakan nyeri tak tertahankan pada pinggang kiri yang - datang secara tiba-tiba . 3. KU :- b.

Pasien mengatakan Gangguan reabsorbsi khawatir dengan dan kebocoran ginjal kondisinya.C. .Pasien mengatakan Peningkatan mineral pertama kali merasakan ginjal sakit seperti ini Terjadi pengendapan mineral menjadi kristal Endapan kristal membentuk nucleus dan menjadi batu Urolitiasis Ginjal obstruksi Hambatan aliran urine Peningkatan tekanan hidrostatik Nyeri pinggang NYERI AKUT . Data Subjektif : Infeksi pada ginjal NYERI AKUT . Analisa Data N DATA ETIOLOGI PROBLEM O 1.Pasien mengatakan nyeri tak tertahankan Kerusakan pada nefron pada pinggang kiri yang ginjal datang secara tiba-tiba .

2. Data Subjektif : Infeksi pada ginjal MUAL . Gangguan reabsorbsi dan kebocoran ginjal Peningkatan mineral ginjal Terjadi pengendapan mineral menjadi kristal Endapan kristal membentuk nucleus dan menjadi batu Urolitiasis Ginjal obstruksi Hambatan aliran urine Peningkatan tekanan hidrostatik Hidronefrosis Distensi saluran kemih dan abdomen MUAL .Pasien mengatakan merasakan mual. Kerusakan pada nefron muntah sejak 3 hari ginjal yang lalu .

Pasien mengatakan nyeri tak tertahankan pada pinggang kiri yang datang secara tiba- tiba . Nyeri Akut NOC : NIC : Domain 12 . akibat kerusakan jaringn  Tingkat kecemasan berkurang  Manajemen lingkungan : Kenyamanan aktuan atau potensial atau digambarkan  Kolaborasikan dengan dokter tentang dengan istilah kerusakan awitan tiba-tiba atau pemberian analgetik untuk mengurangi perlahan dengan intensitas ringan sampai nyeri. .Pasien mengatakan pertama kali merasakan sakit seperti ini Data Obyektif: - .Pasien mengatakan khawatir dengan kondisinya.N NURSING DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL NURSING INTERVENSI O (NANDA) (NOC) (NIC) 1. Kenyamanan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama  Monitor tanda-tanda vital Kelas 1 . dan durasinya kurang dari enam bulan Batasan Karakterisitik: Data Subyektif: Data Subjektif : . Kenyamanan Fisik 1x24 jam diharapkan :  Manajemen nyeri Definisi:  Tanda-tanda vital dalam batas normal  Imajinasi terbimbing Pengalaman sensori dan emosi yang tidak  Nyeri terkontrol  Pengurangan kecemasan menyenangkan. berat dengan akhir yang dapat di antisipasi atau dapat diramalkan.

2. seperti gelombang yang  Status nutrisi : asupan makanan dan cairan  Manajemen muntah tidak menyenangkan di belakang tenggorok. atau abdomen yang dapat  Terapi intravena (IV) mendorong keinginan untuk muntah Batasan kerakteristik : Data subjektif : .  Penahapan diet epigastrium.Pasien mengatakan merasakan mual- muntah sejak 3 hari yang lalu . Mual Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama NIC Domain 2 (nutrisi) 1x24 jam diharapkan :  Monitor nutrisi  Mual dan muntah terkontrol  Monitor cairan Definisi :  Keseimbangan cairan  Manajemen mual Perasaan subjektif.