You are on page 1of 23

KESEHATAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN

PENGELOLAAN SAMPAH DI LINGKUNGAN

DISUSUN OLEH:

ARINI HIMMATAKI (5545153771)

PKK SIE 2 2015

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA

PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

2017
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga paper ini dapat
tersusun dengan baik . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, saya yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan paper ini.

Jakarta, 22 Oktober 2017

Penyusun

2

.......19 BAB III PENUTUP 3.......................................1 Kesimpulan ................................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN 1.........................................................................................................................................21 DAFTAR PUSTAKA .........2 Saran .................11 2........................................................3 Karekteristik Sampah ............1 Pengertian Pengelolaan Sampah di Lingkungan ...............................................................................................1 Latar Belakang ................3 1...........4 2...................................22 3 ...............................................................................................5 Pola Operasional Pengelolaan Sampah ...................21 3..............15 2..............................................................2 Rumusan Masalah .........................................................................12 2..................2 Metode Pengelolaan Sampah di Lingkungan..............................................4 Sumber Sampah .....................................3 Tujuan ........ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...........................................................................................3 1.............5 2.....................11 2....................3 BAB II PEMBAHASAN 2..........7 Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan ........................................6 Dampak Pencemaran Akibat Sampah ............................................................................................. 1 DAFTAR ISI .....

1 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari sampah merupakan hal yang tidak asing lagi bagi kita. Permasalahan sampah semakin perlu untuk dikelola secara profesional. Sampah merupakan kotoran berupa sesuatu yang tidak terpakai dan dibuang karena dianggap tidak berguna lagi. yang bila tidak segera dilakukan perbaikan akan berdampak buruk terhadap kepercayaan dan kerjasama masyarakat yang sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan publik yang mensejahterakan masyarakat. Pada akhirnya berbagai masalah tersebut akan bermuara pada rendahnya kuantitas dan kualitas pelayanan dan tidak diindahkannya perlindungan lingkungan dalam pengelolaan. disamping kesadaran masyarakat yang cukup tinggi. Bagaimana cara mengelola sampah yang baik? b. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungan? 1. BAB I PENDAHULUAN 1. Mengetahui dampak apa yang ditimbulkan dari sampah terhadap lingkungan c. Mengetahui cara mengelola sampah dengan baik b. diperlukan adanya suatu system pengelolaan yang mencakup lembaga atau institusi yang dilengkapi dengan peraturan. Mengetahui siapakah yang berperan penting dalam mengelola sampah di lingkungan 4 . pembiayaan / pendanaan. 1. Saat ini pengelolaan persampahan menghadapi banyak tekanan terutama akibat semakin besarnya timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat baik produsen maupun konsumen.3 Tujuan a. Untuk dapat mengelola sampah pemukiman atau kota yang sampahnya semakin banyak dengan masalah yang kompleks. Apa dampak dari sampah bagi lingkungan? c.2 Rumusan Masalah a. peralatan penunjang yang semuanya menjadikan suatu system.

Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang 5 . baik dan sehat. pengangkutan. atau estetika. Hal ini mengacu pada sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia. dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan. Pengelolaan sampah suatu kota bertujuan untuk melayani sampah yang dihasilkan penduduknya. pemrosesan. reduce. lingkungan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam (resources recovery). Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat. atau radioaktif dengan metode dan keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat. dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. dan recycle. daur ulang. yang secara tidak langsung turut memelihara kesehatan masyarakat serta menciptakan suatu lingkungan yang bersih. gas. Reduce. Pengelolaan sampah yang baik harus memenuhi 3R atau Reuse. dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). atau pembuangan dari material sampah. Pada awalnya.1 Pengertian Pengelolaan Sampah di Lingkungan Pengelolaan sampah adalah pengumpulan. Penerapan sistem 3R atau reuse. sampah harus dibawa keluar dari lingkungan hunian atau lingkungan lainnya. reduce. BAB II PEMBAHASAN 2. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. 3R terdiri atas reuse. cair. Secara alami tanah / alam masih dapat mengatasi pembuangan sampah yang dilakukan secara sederhana (gali urug). pemukiman seperti pedesaan memiliki kepadatan penduduk yang masih sangat rendah. sampah tidak dapat lagi diselesaikan di tempat. Makin padat penduduk suatu pemukiman atau kota dengan segala aktivitasnya.

 Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.  Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. menggunakan baterai yang dapat di chargekembali.  Kurangi penggunaan bahan sekali pakai. Contoh kegiatan recycle sehari-hari:  Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang- ulang. 6 .  Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill).  Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu. Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).  Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.  Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan Contoh kegiatan reduce sehari-hari:  Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.  Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.  Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya.  Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis. pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.mengakibatkan sampah.  Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. Contoh kegiatan reuse sehari-hari:  Pilihlah wadah.  Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Misalnya.

 Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat. berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan dan antara daerah perumahan dengan daerah industri. 1994). 2. Metode pengelolaan sampah berbeda-beda tergantung banyak hal. Spesies cacing yang umumdigunakan dalam proses ini diantaranya Eisenia foetida. Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengolah sampah: 1. lahan yang digunakan untuk mengolah. Proses pembuatan kompos jenis ini tidak berbeda dengan pembuatan kompos pada umumnya yang membedakan hanya starternya yang berupa cacing.2 Metode Pengelolaan Sampah Praktik pengelolaan sampah berbeda beda antara negara maju dan negara berkembang. Pupuk ini dibuat dengan memelihara cacingdalam tumpukan sampahorganik hingga cacing tersebut berkembang biakdi dalamnya dan menguraikan sampahorganik dan menghasilkan kotoran. Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos. Proses ini dikenal sebagai vermiksisasi(Murbandono. dan Perionyx excavates. dan ketersediaan lahan. Namun cacing biasa (Lumbricus terestris) juga dapat digunakan. Namun metode ini hanya dapat diterapkan pada tumpukan sampah organik saja (misalnya sampah 7 . Kompos cacing memiliki kandungan nutrisiyang hampir sama dengan bahan organik yang diurainya. Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Metode pengolahan sampah jenis ini sebetulnya sangat bermanfaat karenamampu mengubah sampah menjadi pupuk yang mampu menyuburkan tanaman. sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. di antaranya tipe zat sampah. Kompos cacing dapat menyuburkan tanaman karena kotoran cacing memiliki bentuk dan struktur yang mirip dengan tanah namun ukuran partikel- partikelnya lebihkecil dan lebih kaya akan bahan organik sehingga memiliki tingkat aerasi yang tinggidan cocok untuk dijadikan media tanam. Vermi Compost Vermi Compost atau Kompos Cacing adalah pupuk yang berasal dari kotorancacing (vermics). Eisenia hortensis.

Saat ini. 3. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yang tidak terpakai. Dengan demikian metode ini masih belum cocok digunakan sebelum terdapat metode penangan gas metana ini terlebih dahulu. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari system pengolahan biologis mekanis pada tempat pengolahan limbah. sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil. Namun. ataulu bang-lubang dalam. Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradabl karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil Mengurai dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. metode ini adalah metode paling populer di dunia. restoran dan warung makan). sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Open Dumping Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untukmembuang sampah. Sebuah lahan penimbunan darat yang dirancang dan dikeloladengan 8 . bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara. Vermi Compost ini tidak dapat diharapkan sebagai solusi yang tepat. Metana dalam biogas.Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman.Alasan lain yang menjadi kelemahan dari metode inilah adalah proses pembusukan oleh bakteri yang memakan waktu yang cukup lama. 2. limbahdomestik (rumah tangga). lubang bekas pertambangan. Biogas Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk di antaranya. kotoran manusia dan hewan. pemanfaatan pengolahan sampah menggunakan metode biogas juga menjadi berbahaya karena gas yang dihasilkan yaitu metana merupakan gas rumah kaca yanglebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida. danmenghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit.

Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pembakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gasuntuk membangkitkan listrik. Masalah-masalah persampahan juga paling banyakditemukan pada metode ini jika dibandingkan dengan metode pengelolaan samp ah yang lainnya. Sistem pembuangan sampah Open Dumping adalah sistem pembuangan sampah di suatu lahan terbuka tanpa ada persiapan lahan pembuangan. Penduduk sekitar TPA pada umumnya tidak setuju jika ada TPA Open Dumpingdi dekat rumah mereka karena bau serta penyakit dari gunung-gunun sampah yangsangat mengganggu kenyamanan dan keindahan hunian. 9 .baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang higienis dan murah. se rtakeamanan wilayah itu sendiri. Kepraktisan dari metode inilah yang menyebabkan metode Open Dumping sering menjadi pilihan warga dan pemerintah. Namun kepraktisan pembuangan sampahini justru menjadi bumerang yang akhirnya menyerang keindahan. di antaranya angin berbau sampah. tidak dilapisi olehlapisan geotekstil. dengan kata lain tanah tersebut sudah mati. Alasan lain mengapa sistem Open Dumping tidak cocok digunakan adalah karena lahan bekas tumpukan sampah tersebut akan tercemari dan tidak dapat digunakan untuk keperluan yang lain. Open Dumping merupakansistem pembuangan yang tidak saniter karena dapat menjadi media perkembangbiakanlalat dan tikus sehingga menimbulkan sumber penyakit. Sampah ditumpuk secara terus menerus tanpa ditutup dan tanpa ada pengolahan lebih lanjut. banyak penimbunan sampah yang mempunyai sistem pengekstrasi gas yang dipasang untukme ngambil gas yang terjadi. hanya dibiarkan teruka begitu saja. Di negara maju. dan adanya genangan air sampah. kesehatan.Sampah hanya ditumpuk pada lahan terbuka yang sangat luas tanpa ada penangananserius secara lebih lanjut.Dari semua jenis penanganan sampah.menarik berkumpulnya Hama. sehingga tidak direkomendasikan untuk digunakan. sistem Open Dumping adalah sistemyang paling buruk namun paling sering dijumpai di negara- negara berkembang. Sedangkan penimbunan darat yang tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akanmenyebabkan berbagai masalah lingkungan. selain karena menimbulkan bautak sedap dan pemandangan yang tidak enak dilihat.

Controlled Landfill Controlled landfill adalah tempat pembuangan sampah yang dalam pemilihanlokasi maupun pengoperasiannya sudah mulai memperhatikan sayarat teknis (SNI)mengenai tempat pembuangan akhir sampah. tetapihanya merapikannya saja. Dengan kata lainControlled Landfill tidak mampu menjadi solusi dalam penanganan sampah. Tempat pembuangan sampah dengan metode Sanitary Landfill memang memerlukan biaya konstruksi yang sangat besar tetapi sepadan dengan resiko kerusakan lingkungan yang dapat diminimalkan. memadatkan sampah 10 . Perbedaan sistem Controlled Landfill dengan sistem OpenDumping hanyalah pada pemadatan sampahnya saja sehingga tidak terlalu menggunungdan memampatkan gas yang mewujud di sela-sela sampah. timbunan sampah kemudian ditutup oleh tanahsetiap 5-7 hari sekali.tidak dapat menghindari perkembangbiakan lalat dan tikus.4. TPA Sanitary Landfill di Indonesia belum sepenuhnya dilakukan dengan baik. tidak mampu mencegah penyebaran penyakit. 5. Sanitary Landfill Sanitary Landfill adalah sistem pengolahan sampah yang mengembangkan lahancekungan dengan syarat tertentu meliputi jenis porositas tanah. tidak dapat menghilangkan bau tak sedap. Umumnya batuanlandasan yang digunakan di lahan pembuangan adalah lempung atau pelapisan dengan geotekstil. Pemusnahan sampah dengan metode Sanitary Landfill adalah membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung.Setelah sampah tersebut rata dan padat.Sistem Controlled Landfill ini sebetulnya hanyalah suatu bentuk perapian darisistem Open Dumping. Namun tetap saja system Controlled Landfill ini tidak mampu mengurangi jumlah sampah yang menumpuk. Cara pengolahannya adalah sampahditimbun dalam suatu TPA yang sebelumnya telah disiapkan secara teratur. dibuat barisan dan lapisan setiap harinya dan dalam kurun waktu tertentu timbunan sa mpahtersebut diratakan dan dipadatkan oleh alat berat seperti buldozer maupun track loader. Sistem Controlled Landfill merupakantahap peningkatan dari metode Open Dumping. justru cenderung berubah menjadi sistem Open Dumping.

Dengan demikian polusi udara dapat teratasi dengan baik. Metode ini merupakan metode standar yang dipakai secara internasional. Sistem ini juga dapat menyebabkan polusi air. tergantung komposisi dan derajat recovery sampah. tersebutkemudian menutupnya dengan tanah. Insineras i material sampah mengubah sampah menjadi abu. Insenerator Insinerasi atau pembakaran sampah adalahteknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik.Tidak dipungkiri apabila insenerator memang menghasilkan hasil pembakaran berupa asap yang oleh beberapa pihak dijadikan alasan sebagai penolakan pembuataninsenerator. Untuk meminimalkan potensi gangguan timbul. Insinerator mampu mengurangi volume sampah hingga 95-96%. Ada proses penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan dan penutupan sampah setiap hari. Namun sebenarnya hal itu merupakan kekhawatiran yang tidak 11 . gas sisa hasil pembakaran. Panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik. Insinerasi memiliki banyak manfaat untuk mengolah berbagai jenis sampah seperti sampah medis dan beberapa jenis sampah berbahaya di mana patogen dan racun kimia bisa hancur dengan temperatur tinggi. produksi metana dari dekomposisi limbah. Penutupan sel sampah dengan tanah penutup juga dilakukan setiap hari. Selain itu sistem pengolahan Sanitary Landfill dapat merosot menjadi tempat sampah terbuka (Open Dumping) jika tidak dirancang dan diatur dengan baik. partikulat. dan panas. Kelemahan yang dimiliki oleh metode pengolahan jenis ini adalah biaya operasional yang diperlukan sangat mahal sehingga tidak semua wilayah mampu menjalankan sistem ini. tetapi insinerasi mengurangi volume sampah yang dibuang dalam jumlah yang signifikan. serta dapat menimbulkan bahaya kebakaran atau resiko ledakan material. Insinerasi dan pengolahan sampah bertemperatur tinggi lainnya didefinisikan sebagai pengolahan termal. maka penutupan sampah dilakukan setiap hari. Gas yang dihasilkan harus dibersihkan dari polutan sebelum dilepas keatmosfer. 6. Ini berarti insinerasi tidak sepenuhnya mengganti penggunaan lahan sebagai area pembuangan akhir.

nilai kalor rendah (< 1300 kcal / kg). Komposisi sampah ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pilihan kelayakan pengolahan sampah khususnya daur ulang dan pembuatan kompos serta kemungkinan penggunaan gas landfill sebagai energi alternatif. Sebagai contoh sampah yang memiliki kadar air tinggi (> 55 %). sedangkan gas yang berbahaya bagi rumah kaca adalah metana. kertas. Komposisi sampah di Indonesia rata-rata mengandung organik yang cukup tinggi (70 – 80 %) dan anorganik 20 – 30 %. 2. nilai kalornya rendah. apabila komposisi organiknya tinggi. Data mengenai karakteristik kimia sampah dapat dilakukan dengan cara analisa di laboratorium. yaitu: 12 . Karakteristik sampah di Indonesia rata-rata memiliki kadar air 60 %. diperlukankarena hasil pembakaran sempurna adalah gas karbon dioksida. nilai kalor 1000 – 1300 k. plastik. maka biasanya kandungan airnya tinggi. berat jenis tinggi (> 200 kg / m3) tidak layak untuk dibakar dengan insinerator. sehingga tidak ada alasan penolakan lagi bagi pembangunan insenerator. berat jenisnya tinggi. Sebagai gambaran pada umumnya negara-negara berkembang memiliki komposisi organik yang lebih tinggi dari negara dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi. 2.cal/kg. Produksi karbon dioksida yang berlebih darihasil pembakaran ini dapat diatasi dengan memperbanyak jumlah tanaman hijau disekitar pabrik. Kategori sumber sampah yang dapat digunakan sebagai acuan. logam dan lain-lain.3 Karakteristik Sampah Komposisi fisik sampah mencakup prosentase dari komponen pembentuk sampah yang secara fisik dapat dibedakan antara sampah organik. kadar abunya rendah. Data ini erat kaitannya dengan komposisi fisiknya. kadar abu 10 – 11 % dan berat jenis 250 kg/m3 Data ini penting dalam menentukan pertimbangan dalam memilih alternatif pengolahan sampah dengan cara pembakaran (insinerator).4 Sumber Sampah Klasifikasi kategori sumber sampah pada dasarnya dapat menggambarkan klasifikasi tingkat perekonomian yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kemampuan masyarakat dalam membayar retribusi sampah dan menentukan pola subsidi silang.

c. e. Yang termasuk kategori komersial adalah pasar pertokoan hotel restauran bioskop salon kecantikan industri dan lain-lain. dengan catatan bahwa sampah atau limbah tersebut adalah bersifat padat dan bukan kategori sampah B3. gedung olah raga. rumah sakit. hiburan dan lain-lain. Daerah Perumahan (rumah tangga) Sumber sampah didaerah perumahan dibagi atas :  Perumahan masyarakat berpenghasilan tinggi (High income)  Perumahan masyarakat berpenghasilan menengah (Middle income)  Perumahan masyarakat berpenghasilan rendah / daerah kumuh (Low income / slum area) b. Fasilitas sosial Fasilitas sosial merupakan sarana prasarana perkotaan yang digunakan untuk kepentingan sosial atau bersifat sosial. dan lain- lain). panti asuhan) dan tempat-tempat ibadah (mesjid. apotik. d.5 Pola Operasional Pengelolaan Sampah 13 . Sumber lain Dari klasifikasi sumber-sumber sampah tersebut. sekolah. Yang termasuk dalam kategori fasilitas umum ini adalah perkantoran. Sebagai contoh sampah yang berasal dari tempat pemotongan hewan atau limbah pertanian ataupun buangan dari instalasi pengolahan air limbah (sludge). Daerah komersial Daerah komersial umumnya didominasi oleh kawasan perniagaan. museum. gereja pura. jalan. dapat dikembangkan lagi jenis sumber- sumber sampah yang lain sesuai dengan kondisi kotanya atau peruntukan tata guna lahannya. a. Fasilitas umum Fasilitas umum merupakan sarana / prasarana perkotaan yang dipergunakan untuk kepentingan umum. saluran / sungai dan lain-lain. 2. Fasilitas sosial ini meliputi panti-panti sosial (rumah jompo. taman.

tidak permanen dan higienis. taman kota dan lain-lain. Pola operasional penanganan sampah dari sumber sampai TPA dilakukan melalui beberapa tahap. b. pemindahan.  Penyapuan jalan diperlukan pada daerah pusat kota seperti ruas jalan protokol. Pengangkutan  Pengangkutan secara langsung dari setiap sumber harus dibatasi pada daerah pelayanan yang tidak memungkinkan cara operasi lainnya atau pada daerah pelayanan tertentu berdasarkan pertimbangan keamanan maupun estetika dengan memperhitungkan besarnya biaya operasi yang harus dibayar oleh pengguna jasa  Penetapan rute pengangkutan sampah harus didasarkan pada hasil survey time motion study untuk mendapatkan jalur yang paling efisien. Akan lebih baik apabila ada pemisahan wadah untuk sampah basah dan sampah kering.  Pemindahan skala kota ke stasiun transfer diperlukan bila jarak ke lokasi TPA lebih besar dari 25 km 5 c.  Pengosongan sampah dari wadah individual dilakukan paling lama 2 hari sekali sedangkan untuk wadah komunal harus dilakukan setiap hari Pengumpulan. yaitu pengumpulan. spesifikasi wadah sedemikian rupa sehingga memudahkan operasionalnya.  Pengumpulan sampah dari sumber dapat dilakukan secara langsung dengan alat angkut (untuk sumber sampah besar atau daerah yang memiliki kemiringan lahan cukup tinggi) atau tidak langsung dengan menggunakan gerobak (untuk daerah teratur) dan secara komunal oleh mayarakat sendiri (untuk daerah tidak teratur). pusat perdagangan. pengangkutan dan pembuangan akhir. Pemindahan  Pemindahan sampah dari alat pengumpul (gerobak) ke alat angkut (truk) dilakukan di trasnfer depo atau container untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan „ Lokasi pemindahan haru dekat dengan daerah pelayanan atau radius ± 500 m. pengolahan. a. Pewadahan  Wadah sampah individual (disumber) disediakan oleh setiap penghasil sampah sendiri sedangkan wadah komunal dan pejalan kaki disediakan oleh pengelola dan atau swasta. 14 .

NOx dan dioxin). Khusus pemanfaatana gas metan TPA (landfill gas). jenis tanah lempung dengan nilai K < 10-6 cm/det.  Penerapan teknologi pengolahan harus memperhatikan aspek lingkungan. pemanfaatan gas metan dan daur ulang sampah. ke airport 1500 m (untuk pesawat propeler) dan 3000 m (untuk pesawat jet).  Jenis truk yang digunakan minimal dump truck yang memiliki kemampuan membongkar muatan secara hidrolis. maka jarak TPA ke badan air penerima > 100m. Selain itu muka air tanah harus > 4 m. ke perumahan terdekat > 500 m. SDM dan kemudahan operasional.  Pemilihan lokasi TPA harus mengacu pada SNI 03-3241-1994 tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA.  Skala pengolahan sampah mulai dari individual. Pengolahan  Pengolahan sampah dimaksudkan untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan „ Teknologi pengolahan sampah dapat dilakukan melalui pembuatan kompos. skala kota dan skala regional. dana. Pembuangan akhir. SOx. dapat masuk dalam CDM (clean developmant mechanism) karena secara significan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berpengaruh pada iklim global. komunal (kawasan). efisien dan cepat  Penggunaan arm roll truck dan compactor truck harus mempertimbangkan kemampuan pemeliharaan d. drainase keliling dan pagar pengaman (dapat berfungsi sebagai buffer zone) 15 . pembakaran sampah secara aman (bebas COx.  Metode pembuangan akhir minimal harus dilakukan dengan controlled landfill (untuk kota sedang dan kecil) dan sanitary landfill (untuk kota besar dan metropolitan) dengan “sistem sel” „ Prasarana dasar minimal yang harus disediakan adalah jalan masuk. e. Agar keberadaan TPA tidak mencemari lingkungan.

pengangkutan. loader dan atau landfill compactor) dan stok tanah penutup  Penutupan tanah harus dilakukan secara harian atau minimal secara berkala dengan ketebalan 20 .  Manajemen pengelolaan TPA perlu dikendalikan secara cermat dan membutuhkan tenaga terdidik yang memadai „ Lahan bekas TPA direkomendasikan untuk digunakan sebagai lahan terbuka hijau.30 cm „ Penyemprotan insektisida harus dilakukan apabila penutupan sampah tidak dapat dilakukan secara harian. Sudah barang tentu 16 .  Fasilitas perlindungan lingkungan yang harus disediakan meliputi lapisan dasar kedap air.  Penutupan tanah akhir harus dilakukan sesuai dengan peruntukan lahan bekas TPA 6 „ Kegiatan pemantauan lingkungan harus tetap dilakukan meskipun TPA telah ditutup terutama untuk gas dan efluen leachate. pengolahan. pengumpulan.  Fasilitas operasional yang harus disediakan berupa alat berat (buldozer. pengolahan lindi dan ventilasi gas / flaring atau landfill gas extraction untuk mngurangi emisi gas. excavator. pemindahan. Hal ini disebabkan dalam wadah sampah tersedia sisa makanan dalam jumlah yang besar. Tempat Penampungan Sementara / Container juga merupakan tempat berkembangnya vektor tersebut karena alasan yang sama. Disana sini sering terjadi pencemaran akibat pengelolaan yang kurang baik sehingga menimbulkan berbagai masalah pencemaran selama pelaksanaan kegiatan teknis penanganan persampahan yang meliputi: pewadahan. 2. karena proses dekomposisi sampah menjadi gas dan leahate masih terus terjadi sampai 25 tahun setelah penutupan TPA. jaringan pengumpul lindi.6 Dampak Pencemaran Akibat Sampah Dalam kenyataannya banyak pengelola kebersihan menghadapi berbagai masalah dan kendala sehingga mereka tidak dapat menyediakan pelayanan yang baik sesuai dengan ketentuan teknis dan harapan masyarakat. Berbagai potensi yang menimbulkan berbagai dampak dapat meliputi : a. Perkembangan vektor penyakit Wadah sampah merupakan tempat yang sangat ideal bagi pertumbuhan vektor penyakit terutama lalat dan tikus. dan pembuangan akhir.

CO2. CH4. Asap yang timbul sangat potensial menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitarnya. NO x. dioksin. Sarana pengangkutan yang tidak tertutup dengan baik juga sangat berpotensi menimbulkan masalah bau di sepanjang jalur yang dilalui. dan lain-lain. Hal ini terutama disebabkan oleh frekwensi penutupan sampah yang tidak dilakukan sesuai ketentuan sehingga siklus hidup lalat dari telur menjadi larva telah berlangsung sebelum penutupan dilaksanakan. terutama akibat bercecerannya air lindi dari bak kendaraan. hidrokarbon. 17 . rekreasi. mendorong terjadinya pemanasan global. akan menurunkan kualitas kesehatan lingkungan sekitarnya. Gangguan akibat lalat umumnya dapat ditemui sampai radius 1-2 km dari lokasi TPA b. dan lain-lain. Seperti halnya perkembangan populasi lalat. dan lain-lain yang secara langsung akan mengganggu komposisi gas alamiah di udara. diantaranya berupa : partikulat. Vektor penyakit terutama lalat sangat potensial berkembangbiak di lokasi TPA. H2S. Asap juga seringkali timbul di TPA akibat terbakarnya tumpukan sampah baik secara sengaja maupun tidak. SO x. perbelanjaan. Pembakaran 9 sampah seringkali terjadi pada sumber dan lokasi pengumpulan terutama bila terjadi penundaan proses pengangkutan sehingga menyebabkan kapasitas tempat terlampaui. disamping efek yang merugikan terhadap kesehatan manusia di sekitarnya. Pembongkaran sampah dengan volume yang besar dalam lokasi pengolahan berpotensi menimbulkan gangguan bau. Produksi gas metan yang cukup besar dalam tumpukan sampah menyebabkan api sulit dipadamkan sehingga asap yang dihasilkan akan sangat mengganggu daerah sekitarnya. HCl. Pencemaran Udara Sampah yang menumpuk dan tidak segera terangkut merupakan sumber bau tidak sedap yang memberikan efek buruk bagi daerah sensitif sekitarnya seperti permukiman. bau tak sedap di TPA juga timbul akibat penutupan sampah yang tidak dilaksanakan dengan baik. Disamping itu juga sangat mungkin terjadi pencemaran berupa asap bila sampah dibakar pada instalasi yang tidak memenuhi syarat teknis. Pada instalasi pengolahan terjadi berupa pelepasan zat pencemar ke udara dari hasil pembuangan sampah yang tidak sempurna. Proses dekomposisi sampah di TPA secara kontinu akan berlangsung dan dalam hal ini akan dihasilkan berbagai gas seperti CO.

kecepatan aliran air tanah akan cukup tinggi sehingga dimungkinkan terjadi cemaran terhadap sumur penduduk yang trerletak pada elevasi yang lebih rendah. d. Pencemaran Air Prasarana dan sarana pengumpulan yang terbuka sangat potensial menghasilkan lindi terutama pada saat turun hujan. Pada lahan yang terletak di kemiringan. e. Aliran lindi ke saluran atau tanah sekitarnya akan menyebabkan terjadinya pencemaran. Lindi yang timbul di TPA sangat mungkin mencemari lingkungan sekitarnya baik berupa rembesan dari dasar TPA yang mencemari air tanah di bawahnya. Instalasi pengolahan berskala besar menampung sampah dalam jumlah yang cukup besar pula sehingga potensi lindi yang dihasilkan di instalasi juga cukup potensial untuk menimbulkan pencemaran air dan tanah di sekitarnya. Karakteristik pencemar lindi yang sangat besar akan sangat mempengaruhi kondisi badan air penerima terutama air permukaan yang dengan mudah mengalami kekurangan oksigen terlarut sehingga mematikan biota yang ada. Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan waktu yang sangat lama sampai sampah terdegradasi atau larut dari lokasi tersebut. Hal ini dapat terjadi baik di lingkungan permukiman atau juga lahan pembuangan sampah lainnya. Pencemaran Tanah Pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan baik misalnya di lahan kosong atau TPA yang dioperasikan secara sembarangan akan menyebabkan lahan setempat mengalami pencemaran akibat tertumpuknya sampah organik dan mungkin juga mengandung Bahan Buangan Berbahaya (B3). Pencemaran lindi juga dapat terjadi akibat efluen pengolahan yang belum memenuhi syarat untuk dibuang ke badan air penerima. Proses pembongkaran dan pemuatan sampah di sekitar lokasi pengumpulan sangat mungkin menimbulkan tumpahan sampah yang bila tidak segera diatasi akan menyebabkan 18 . Gangguan Estetika Lahan yang terisi sampah secara terbuka akan menimbulkan kesan pandangan yang sangat buruk sehingga mempengaruhi estetika lingkungan sekitarnya.c. Selama waktu itu lahan setempat berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya.

Demikian pula dengan ceceran sampah dari kendaraan pengangkut sering terjadi bila kendaraan tidak dilengkapi dengan penutup yang memadai. terutama bila tidak dilakukan upaya-upaya khusus untuk mengantisipasinya. aktivitas pemulung maupun tiupan angin pada lokasi yang sedang dioperasikan. pertokoan. Gangguan Kebisingan Kebisingan akibat lalu lintas kendaraan berat / truck timbul dari mesin-mesin. Di TPA ceceran sampah terutama berasal dari kegiatan pembongkaran yang tertiup angin atau ceceran dari kendaraan pengangkut. Kebisingan di sekitar lokasi TPA 19 . Arus kendaraan pengangkut sampah masuk dan keluar dari lokasi pengolahan akan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas di sekitarnya terutama berupa kemacetan pada jam-jam kedatangan. Pembongkaran sampah di dalam area pengolahan maupun ceceran sampah dari truk pengangkut akan mengurangi estetika lingkungan sekitarnya Sarana pengumpulan dan pengangkutan yang tidak terawat dengan baik merupakan sumber pandangan yang tidak baik bagi daerah yang dilalui. Hal ini menimbulkan pandangan yang tidak menyenangkan bagi masyarakat yang melintasi / tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut. g. gangguan lingkungan. Kemacetan Lalu lintas Lokasi penempatan sarana / prasarana pengumpulan sampah yang biasanya berdekatan dengan sumber potensial seperti pasar. gerakan bongkar muat hidrolik. dan lain-lain serta kegiatan bongkar muat sampah berpotensi menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas. Arus lalu lintas angkutan sampah terutama pada lokasi tertentu seperti transfer station atau TPA berpotensi menjadi gerakan kendaraan berat yang dapat mengganggu lalu lintas lain. Lokasi TPA umumnya didominasi oleh ceceran sampah baik akibat pengangkutan yang kurang baik. f. bunyi rem. dan lain-lain yang dapat mengganggu daerah-daerah sensitif di sekitarnya. Di instalasi pengolahan kebisingan timbul akibat lalu lintas kendaraan truk sampah disamping akibat bunyi mesin pengolahan (tertutama bila digunakan mesin pencacah sampah atau shredder). 11 12 Pada TPA besar dengan frekwensi kedatangan truck yang tinggi sering menimbulkan kemacetan pada jam puncak terutama bila TPA terletak berdekatan dengan jalan umum.

penyuluhan yang intenssif. h. terpadu dan terus menerus serta diterapkannya sistem insentif dan disinsentif „ Masyarakat bertanggung jawab atas penyediaan dan pemeliharaan fasilitas pewadahan dan atau meyelenggarakan pengumpulan / pengolahan sampah Kemitraan  Pemerintah memberikan peluang kepada pihak swasta untuk menyelenggarakan pembangunan dan pengelolaan prasarana dan sarana persampahan serta dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. Karenanya tidak jarang menimbulkan sikap menentang / oposisi dari masyarakat dan munculnya keresahan. 2. timbul akibat lalu lintas kendaraan pengangkut sampah menuju dan meninggalkan TPA.  Peningkatan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui pendidikan formal sejak dini. saran. disamping operasi alat berat yang ada. 20 . Sikap oposisi ini secara rasional akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pendidikan dan taraf hidup mereka. keberatan 8 serta bantuan lainnya atau pelaksanaan program 3R baik untuk skala individual maupun skala kawasan. pertimbangan.7 Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan Peran Serta Masyarakat  Peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan diperlukan sejak dari perencanaan sampai dengan operasi dan pemeliharaan  Peran serta masyarakat berkaitan dengan penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan dapat berupa usulan. sehingga sangat penting untuk mempertimbangkan dampak ini dan mengambil langkah-langkah aktif untuk menghindarinya. Dampak Sosial Hampir tidak ada orang yang akan merasa senang dengan adanya pembangunan tempat pembuangan sampah di dekat permukimannya.

termasuk melakukan upaya pengendalian pencemaran lingkungan. peluang usaha dan keuntungan swasta. 21 . kemampuan Pemda.  Kemitraan dapat dilakukan dengan sistem BOO. kontrak konsesi dan lain-lain.  Pola kemitraan dapat dilakukan melalui studi kelayakan dengan memperhatikan keterjangkauan masyarakat. BOT. Kemitraan dapat dilakukan terhadap sebagian atau seluruh kegiatan sistem pembangunan persampahan. kontrak manajemen.

1 Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah pengolahan sampah yang baik akan mendatangkan keuntungan dalam hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan sekitar. Karena sudah tidak asing lagi bahwa sampah adalah salah satu permasalahan utam dan yang tidak kalah pentingnya adalah payung hukum yang jelas. Apabila sampah tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air dan udara. dan Recycle (mendaur ulang sampah) dan cara lainnya yang memudahkan masyarakat untuk mengelola sampah. selain itu dukungan pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam mengatasi pengelolaan sampah dilingkungan. Sampah baik organic dan anorganik harus mampu diolah. serta dampak social. gangguan pendengaran. Dan hal ini bisa jadi malapetaka bagi kita semua 22 . Sumber sampah sendiri berasal dari daerah pemukiman. daerah komersial. dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. fasilitas umum. kemacetan lalu lintas.2 Saran Dalam mengelola sampah diperlukan kesadaran diri dan komitmen yang tinggi untuk menjaga lingkungan dari masing-masing individu di masyarakat. fasilitas social dan sumber lainnya. jika tidak pengelolaan sampah akan tetap buruk. pencemaran tanah. Cara pengolahan sampah juga dapat dikelola dengan metode 3R yaitu Reduce (mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah). BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Reuse (menggunakan kembali barang yang biasa dibuang). 3.

22 Oktober 2017] http://pplp-dinciptakaru. D https://www.wikipedia. 2 tahun 2009. T 2009.org/wiki/Pengelolaan_sampah [online. I. 11. K 2009. Supriatna.academia. 2009. Pengolahan Sampah Terpadu. Suryati. Jurnal Teknik Industri.jatengprov. DAFTAR PUSTAKA Arifia. Bijak dan Cerdas Mengolah Sampah. Kanisius Surjandari. 22 Oktober 2017] https://id.go. A. A. Yogyakarta. No. Vol.id/sampah/file/920227051_dasar _pengelolaan_persampahan. PT Agromedia Pustaka 23 .pdf [online. Jakarta Selatan. 22 Oktober 2017] Sejati.edu/7349064/Metode_Pengelolaan_Sampah [online. MODEL DINAMIS PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENGURANGI BEBAN PENUMPUKAN. Hidayatno.