You are on page 1of 13

I.

Judul Percobaan : Titrasi Asam Basa
II. Hari/Tanggal Percobaan : Senin, 9 November 2015
III. Tujuan Percobaan : 1. Menentukan konsentrasi NaOH dengan larutan
baku asam oksalat
2. Menentukan konsentrasi larutan HCl dengan
larutan NaOH
IV. Dasar Teori :
Titrasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan banyaknya
suatu larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui agar tepat habis bereaksi dengan
sejumlah larutan yang dianalisis. Titrasi dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang
terlibat di dalam proses titrasi. Apabila dalam proses titrasi melibatkan reaksi antara
asam dan basa, disebut titrasi asam-basa, jika melibatkan reaksi reduksi dan oksidasi
disebut reaksi redoks, dan jika melibatkan pembentukan reaksi kompleks disebut titrasi
kompleksometri. Dalam hal ini, kita akan mempelajari khusus titrasi yang melibatkan
reaksi asam dan basa atau titrasi asam basa. Titrasi asam basa sering disebut juga titrasi
asidialkalimetri.
Titrasi asam basa merupakan suatu cara yang cukup teliti untuk menemukan
konsentrasi suatu asam atau basa. Konsentrasi suatu asam ditentukan dengan cara
menitrasi asam dengan basa yang telah diketahui kadarnya, begitu pula sebaliknya.
Titrasi asam kuat basa kuat dinamakan pula reaksi netralisasi atau penetralan karena
dalam reaksi asam dan basa membentuk garam dan air. Dalam titrasi asam basa, zat
penitrasi, di sebagian titran atau titer, sedangkan zat yang dititrasi disebut titrat. Titran
meruapakan larutan baku yang telah diketahui konsentrasinya dan ditempatkan di
dalam buret. Titrat atau zat yang dititrasi meruapakan zat yang dianalisis dan belum
diketahui konsentrasinya, serta zat tersebut ditempatkan dalam erlenmeyer yang berada
tepat di bawah buret berisi titran.
Sebelum proses titrasi, dalam titrasi asam basa biasanya sejumlah kecil
(beberapa tetes) larutan indikator asam basa ditambahkan ke dalam larutan yang sedang
dititrasi atau titrat untuk mengetahui titik akhir titrasi. Indikator asam basa akan
menunjukkan perubahan warna apabila titik ekuivalen tercapai dan perubahan warna
tersebut pH larutan. Titik ekuivalen adalah keadaan yang secara stoikiometri titan dan
titrat tepat bereaksi. Saat titik ekuivalen tercapai, konsentrasi asam ssama dengan
konsentrasi basa atau jumlah mol ekuivalen basa yang ditambahkan sama dengan julah
mol ekuivalen asam yang dinetralkan. Perubahan warna yang terjadi saat proses titrasi

bahkan titik akhir titrasi tidak selalu berimpit dengan titik ekuivalen. Jika sedikit indikator dimasukkan ke dalam larutan. Semakin besar pH larutan. trayek pH fenolptalein antara 8. pH larutan <0 0 – 8. itu disebut titik akhir titrasi. . kesetimbangan indikator fenolptalein dalam basa akan bergeser ke arah kanan dan berwarna merah. Titik akhir titrasi harus sedekat mungkin dengan titik ekuivalen agr kecepatan hasl titrasi diperoleh dengan baik ataupun tercapai. Namun. pemilihan indikator harus tepat dan sesuai dengan titrasi yang dilakukan.2 – 12.2 dengan perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah. Oleh karena itu. warna merah fenolptalein tetap. Jumlah indikator yang ditambahkan ke dalam larutan yang akan dititrasi harus sedikit mungkin dan dilakukan berhati-hati.menandakan bahwa titrasi harus dihentikan. pada umumnya titik akhir titrasi melewati titik ekuivalen. Indikator mempunyai trayek pH tertentu.0 >12.2 sampai dengan pH 10.0 Kondisi Sangat asam Asam/ Basa Sangat basa larutan mendekati netral Warna larutan Jingga Tidak Merah muda Tidak berwarna berwarna keunguan Indikator fenolptalein sering digunakan dalam titrat basa karena perubahan warnanya mudah diamati dan terlihat paling jelas. Apabila pH lebh besar dari 10. Indikator asam basa akan memberikan warna yang berbeda dalam asam maupun basa. kesetimbangan semakin bergeser ke kanan. Indikator asam basa biasanya bersifat asam lemah. apakah kesetimbangan bergeser ke arah bentuk asam maupun ke arah bentuk basa. warna fenolptalein sedikit merah pada pH 8. larutan akan berubah warna tergantung pada arah pergeseran kesetimbangan dalam reaksi. Saat dihentikan. misal indikator fenolptalein dalam air mengalami reaksi sebagai berikut HIn(aq) + H2O In-(aq) + H3O+(aq) (tidak berwarna) (merah) Kesetimbangan indikator fenolptalein dalam asam akan bergeser ke arah kiri dan menjadi tidak berwarna. Perbahan warna indikator dipengaruhi oleh pH.2 8. Sebaliknya.2 – 10. Karakteristik indikator fenolptalein dalam larutan sebagai berikut.

mol ekuivalen asam sama dengan mol ekuivalen basa. Saat dititrasi dengan asam dan asam kuat. dan fenolptalein (8.2-7.Umumnya. Contoh : Titrasi NaOH dengan HCl . Rumus ini ditulis sebagai berikut.dari basa. Rumus ini ditulis sebagai berikut. berarti titik ekuivalen telah tercapai.0). memberikan warna Ketika titrasi mencapai titik ekuivalen. Pada saat ini. indikator alami juga dapat dipakai sebagai penentu konsentrasi dalam titrasi asam basa.2 – 6. Indikator bersifat asam lemah sehingga jika ditambahkan dalam jumlah banyak dapat mengubah pH larutan. bromtimol biru (6. Indikator fenolptalein menunjukkan warna merah muda dalam titrasi basa. Saat warna larutan berubah dari merah muda menjadi tidak berwarna. yaitu titrasi asam kuat – basa kuat. Ma ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara normalitas (N) dengan volume (V). penambahan indikator untuk keperluan titrasi hanya dua sampai tiga tetes.3 – 10.(pada basa) Titrasi asam basa dibedakan menjadi tiga jenis. titrasi harus segera dihentikan dengan cara menutup keran buret. Indikator asam-basa dari bunga sepatu. Selain indikator fenolptalein (indikator buatan). Vasam × Nasam = Vbasa × Nbasa Normalitas (N) diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah mol ion H+ dari asam atau jumlah mol ion OH. a. titrasi asam kuat – basa lemah. titrasi asam lemah – basa kuat.6). misal indikator alami bunga sepatu. warna merah muda akan hilang secara bertahap. Vasam × M × n = Vbasa × M × n Keterangan : V = volume M = molaritas N = normalitas n = jumlah ion H+ (pada asam) atau ion OH.3). akan memberikan warna merah jambu ketika dilarutkan dalam larutan asam. Titrasi asam kuat oleh basa kuat Titik ekuivalen pada titrasi asam kuat dengan basa kuat dapat ditunjukkan dengan metil merah (4.

3) dan fenolptalein tidak digunakan karena akan menunjukkan perubahan warna jauh sebelum titik ekuivalen tercapai. Titrasi asam lemah – basa kuat Titik ekuivalen pada titrasi asam lemah dengan basa kuat dapat ditunjukan dengan fenolptalein (8.  pH rendah pada permulaan titrasi  pada titik ekuivalen pH adalah 7.0). Contoh : Titrasi CH3COOH dan NaOH  Titik ekuivalen terjadi pada pH diatas 7  Perubahan pH 7.00  perubahan warna terjadi padda pH 4 – 10 b.2 – 6.sebab indikator fenolptalein kemungkinan dekat dengan titik ekuivalen.3 – 10. Titrasi basa lemah – asam kuat Titik ekuivalen pada titrasi basa lemah dengan asam kua dapat ditunjukkan dengan metil merah (4.10 c. Contoh : Titrasi HCl dengan NH3  titik ekuivalen pH dibawah 7  perubahan pH 4-7 .

Aquades 6.Dicatat volume NaOH yang digunakan .Diturunkan tepat skala nol .Dimasukkan dalam sampai melebihi skala nol labu Erlenmeyer 10 mL . Alat dan Bahan Alat : 1. Pipet gondok 10 mL 1 buah 6. Labu erlenmeyer 250mL 3 buah 4.Dimasukkan ke dalam buret . Buret 50 mL 1 buah 3.Dihitung konsentrasi NaOH yang digunakan Konsentrasi NaOH . HCl 4.05 M 3. Gelas Kimia 2 buah 7. Penentuan konsentrasi larutan NaOH dengan larutan C2H2O4 NaOH C2H2O4 .Ditambah 4 tetes . NaOH 2. C2H2O4 0. Phenolptalein 5.V. Statif dan klem 1 buah 2. Pipet tetes 1 buah 5. Corong 1 buah Bahan : 1. Ekstrak bunga sepatu VI. Alur Percobaan 1.Diteteskan dari buret ke larutan C2H2O4 Perubahan warna merah muda .Diulangi 3 kali Volume .

Ditambahka indikator . Penentuan konsentrasi HCl dengan larutan NaOH dengan enggnakan ekstrak tumbuhan HCl NaOH .Dimasukkan ke dalam buret Erlenmeyer sampai melebihi skala nol .Diteteskan dari buret Perubahan warna hijau pudar .Diturunkan smpai tepat phenolptalein skala nol Perubahan warna merah muda .Dihitung konsentrasi NaOH Konsentrasi HCl .Dimasukkan ke dalam labu .Diturunkan sampaitepat tumbuhan skala nol .Dihitung konsentrasi NaOH yang digunakan Konsentrasi NaOH 3. Penentuan konsentrasi HCl dengan larutan NaOH HCl NaOH .Diulangi 3 kali Volume NaOH .Ditambahkan indikator ekstrak .Dicatat volume NaOH yang digunakan .Diulangi 3 kali Volume NaOH .Dicatat volume NaOH yang digunakan .2.Dimasukkan ke dalam buret Erlenmeyer sampai melebihi skala nol .Dimasukkan ke dalam labu .

156 M (rata- ditetesi rata) indikator pp: .142 M Konsentrasi Terjadi C2H2O4 : 0.58 1.Dari dititrasi: percobaan 3 Warna larutan konsentrasi C2H2O4 : NaOH = merah pudar 0. Prosedur Percobaan Hasil Dugaan / Kesimpulan Pengamatan Reaksi 1 Sebelum : 2NaOH(aq) + Konsentrasi C2H2O4: C2H2O4(aq) NaOH yang warna bening 2H2O(l) + diperoleh yaitu Setelah C2O4Na2(aq) 0.Dari 2. 6.05 perubahan M warna setelah larutan NaOH ditetesi indikator pp dan NaOH buret dari warna being . 7 mL NaOH = (bening 0.3 mL M (bening) . 6 mL percobaan 2 (bening) konsentrasi 3. Hasil Pengamatan No. VII.Dari warna bening percobaan 1 Volume diperoleh NaOH yang konsentrasi gunakan NaOH = 0.167 M Setelah .

3.0484 NaOH yang M digunakan : .Dari indikator pp : percobaan 1 warna bening konsentrasi Volume HCl = 0.2 – 10.Percobaan 2 1.1 mL konsentrasi (bening) HCl = 0. 3. menjadi warna merah muda pudar Trayek pH phenolptalein = 8.2 2 Sebelum : HCl(aq) + Konsentrasi HCl : Bening NaOH(aq) HCl yang Setelah NaCl(s) + diperoleh yaitu larutan H2O(l) 0. 3.051 M ditetesi .3 mL M (bening) .4 mL konsentrasi (bening) HCl = 0.0515 2.Percobaan 3 3.051 Setelah M dititrasi : Terjadi Larutan HCl : perubahan warna merah warna setelah muda pudar larutan HCl ditetesi NaOH dari warna bening menjadi warna merah muda pudar .

0530 Volume M NaOH yang .0624 (bening) M 2. 3.4 mL HCl = 0. 4 mL .Dari bunga sepatu percobaan 1 HCl : merah konsentrasi jambu HCl = 0.0608 (bening) M Setelah Terjadi dititrasi perubahan Larutan HCl : warna setelah hijau pudar larutan HCl ditetesi NaOH dari warna bening menjadi warna hijau pudar Trayek pH bunga sepatu = 6-7 .Percobaan 3 (bening) konsentrasi 3.059 M indikator .3 Sebelum : HCl(aq) + Konsentrasi HCl : bening NaOH(aq) HCl yang Setelah NaCl(s) + diperoleh yaitu ditetesi H2O(l) 0. 3.Percobaan 2 digunakan konsentrasi 1.9 mL HCl = 0.

indikator phenolptalein yang digunakan (PP) tidak berwarna. Namun. NaOH tidak berwarna pula. M sebesar. 3. Namun. larutan HCl tidak berwarna. setelah dititrasi dengan NaOH. Mb2 sebesar M.VIII. Sebelum dititrasi. yaitu penentuan konsentrasi HCl dengan larutan NaOH dilakukan dengan cara sebanyak 10 mL larutan HCl dititrasi dengan larutan NaOH yang telah diketahui konsentrasinya. terlebih dahulu larutan HCl ditetesi sebanyak 2 tetes indikator phenolptalein dan hasilnya warna larutan tetap tidak berwarna. Reaksi kimianya. Analisis dan Pembahasan A. Dalam hal ini. warna larutan berubah menjadi merah muda dan volume NaOH yang terukur (titik akhir titrasi) sebesar 3. dan NaOH tidak berwarna pula. dan M sebesar sehingga Mrata-rata HCl sebesar M. terlebih dahulu larutan C2H2O4 ditetesi sebanyak 2 tetes indikator phenolptalein dan hasilnya warna larutan tetap tidak berwarna. Percobaan ini dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Analisis Berdasarkan hasil pengamatan. larutan C2H2O4 tidak berwarna. setelah dititrasi dengan NaOH.3 mL.1 mL. warna larutan berubah menjadi merah muda pudar dan volume NaOH yang terukur (titik akhir titrasi) sebesar 6. kemudian kami dapat menentukan konsentrasi HCl menggunakan rumus Vasam × Nasam = Vbasa × Nbasa dan diperoleh konsentrasi HCl dengan M sebesar. Dalam hal ini.3 mL. yaitu: C2H2O4(aq) + 2NaOH(aq) Na2C2O4(aq) + 2H2O(l) Pada percobaan kedua. kami dapat menentukan konsentrasi NaOH menggunakan rumus Vasam × Nasam = Vbasa × Nbasa dan diperoleh konsentrasi NaOH dengan Mb1 sebesar M. Kemudian . Sebelum dititrasi.4 mL. yaitu penentuan konsentrasi HCl dengan larutan NaOH dengan menggunakanindikator ekstrak tumbuhan (bunga sepatu) dilakukan dengan . pada percobaan pertama yaitu penentuan konsentrasi larutan NaOH dengan larutan C2H2O4 dilakukan dengan cara sebanyak 10 ml larutan baku asam oksalat (C2H2O4) yang telah diketahui konsentrasinya dititrasi dengan larutan NaOH. yaitu: HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(s) + H2O(l) Pada percobaan ketiga. Pada pengulangan kedua dan ketiga masing-masing sebesar 3. Mb3 sebesar sehingga Mrata-rata NaOH sebesar M. Reaksi kimianya. percobaan ini dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Pada pengulangan kedua dan ketiga masing- masing sebesar mL dan mL. indikator phonolptalein (PP) tidak berwarna.

Pada pengulangan kedua dan ketiga masing-masing sebesar 4 mL. Reaksi kimianya. Namun. kemudian kami dapat menentukan konsentrasi HCl menggunakan rumus Vasam × Nasam = Vbasa × Nbasa dan diperoleh konsentrasi HCl dengan M sebesar. 6 mL. percobaan ini dilakukan dengan 3 kali pengulangan. yaitu: HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(s) + H2O(l) B. NaOH tidak berwarna pula. larutan HCl tidak berwarna. Pada percobaan ini larutan asam oksalat C2H2O4 dimasukkan dalam tabung Erlenmeyer.3-10. 3. Dan setelah dititrasi dengan 6.3 mL. larutan asam oksalat yang telah ditetesi PP berubah warna menjadi merah muda. setelah dititrasi dengan NaOH. M sebesar.4 mL. Sebelum dititrasi.cara sebanyak 10 mL larutan HCl dititrasi dengan larutan NaOH yang telah diketahui konsentrasinya. warna larutan berubah menjadi hijau pudar dan volume NaOH yang terukur (titik akhir titrasi) sebesar 3.0 dengan ketentuan jika ditambahkan dalam larutan asam warna larutan tidak berwarna dan dalam larutan basa warna larutan asam warna larutan berubah menjadi merah muda. Dari hasil percobaan ini membuktikan sesuai dengn teori yang menunjukkan bahwa apabila larutan asam oksalat yang tidak berwarna ditetesi indikator phenolptalein maka warna larutan tetap tidak berwarna. terlebih dahulu larutan HCl ditetesi indikator ekstrak bunga sepatu sebanyak 2 tetes dan hasilnya warna larutan merah jambu. . Dalam hal ini.9 mL. dan 7 mL larutan NaOH yang diteteskan menggunakan buret melalui percobaan titrasi. Sedangkan larutan asam oksalat yang telah ditetesi PP setelah dititrasi dengan NaOH berubah warna menjadi merah muda dikarenakan terdapat penambahan volume NaOH yang bersifat basa kuat sehingga larutan yang dihasikan bersifat basa yang ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah muda. indikator phenolptalein yang digunakan (PP) tidak berwarna. Pembahasan Percobaan titrasi asam basa yang pertama yaitu titrasi antara larutan asam oksalat C2H2O4 dengan larutan NaOH. dan M sebesar sehingga Mrata-rata HCl sebesar M. lalu ditetesi 2 tetes indikator phenolptalein (PP)dan diperoleh warna larutan yang tidak berwarna. Penambahan indikator phenolptalein tersebut dikarenakan phenolptalein memiliki trayek pH 8.

Setelah dititrasi dengan 3. Pada percobaan ini larutan HCl dimasukkan dalam labu Erlenmeyer.3 mL. Pada percobaan ini larutan HCl dimasukkan dalam labu Erlenmeyer. larutan HCl yang telah ditetesi PP berubah warna menjadi merah muda.4 mL. lalu ditetesi 2 tetes indikator ekstrak bunga sepatu dan diperoleh warna larutanberwarna merah jambu. Percobaan titrasi asam basa yang kedua yaitu titrasi antara larutan HCl dengan larutan NaOH.3-10. Sedangkan larutan HCl yang telah diteesi PP setelah dititrasi dengan NaOH berubah warna menjadi merah muda dikarenakan terdapat penambahan volume NaOH yang bersifat basa kuat sehingga larutan yang dihasilkan bersifat basa yang ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah muda. Penambahan indikator ekstrak bunga sepatu tersebut dikarenakan memiliki trayek pH 6-7 dengan ketentuan jika ditambahkan dalam larutan asam warna larutan merah dan dalam larutan basa warna larutan berubah menjadi warna hijau. 3. lalu ditetesi 2 tetes indikator phenolptalein (PP) dan diperoleh warna larutan yang tidak berwarna. Sedangkan larutan HCl yang telah ditetesi ekstrak bunga sepatu setelah dititrasi dengan NaOH berubah warna menjadi hijau pudar dikarenakan terdapat penambahan volume NaOH yang bersifat basa kuat sehingga larutan yang dihasilkan bersifat basa yang ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi hijau pudar. Setelah dititrasi dengan 3. Dalam hasil percobaan ini membuktikan sesuai dengan teori yang menunjukkan apabila larutan HCl yankg tidak berwarna ditetesi indikator phenolptalein maka warna larutan tetap tidak berwarna. 3.1 mL. Penambahan indikator phenolptalein tersebut dikarenakan phenolptalein memiliki trayek pH 8. 3.4 mL larutan NaOH yang diteteskan menggunakan buret melalui percobaan titrasi. . larutan HCl yang telah ditetesi ekstrak bunga sepatu berubah warna menjadihijau pudar.9 mL larutan NaOH yang diteteskan menggunakan buret melalui percobaan titrasi. Dalam hasil percobaan ini membuktikan sesuai dengan teori yang menunjukkan apabila larutan HCl yang tidak berwarna ditetesi indikator ekstrak bunga sepatu maka warna larutanberwarna merah jambu. Percobaan titrasi asam basa yang ketiga yaitu titrasi antara larutan HCl dengan larutan NaOH dengan menggunakan indikator ekstrak tumbuhan bunga sepatu.0 denggan ketentuan jika ditambahkan dalam larutan asam warna larutan tidak berwarna dan dalam larutan basa warna larutan berubah menjadi merah muda. 4 mL.

0624 M. dan M3 sebesar 0. X. M2 sebesar 0.Surakarta:PHIBETA Sutresna. dan M3 sebesar 0.059 M. dan M3 sebesar 0. XI.051 M.0530 M sehingga Mrata-rata HCl sebesar 0.Bisa Kimia. M2 sebesar 0. M2 sebesar 0.156 M 2. dengan M1 sebesar 0.0530M. Sudarmo.142 M sehingga Mrata-rata NaOH sebesar 0. dengan M1 sebesar 0.Bandung:Grafindo.Cerdas Belajar Kimia. Jakarta : Erlangga. Konsentrasi NaOH dapat ditentukan dengan cara melakukan titrasi antara larutan asam baku oksalat (C2H2O4) (titrat) dengan larutan NaOH (tiran) dengan indikator phenolptalein sehingga diperoleh konsentrasi NaOH. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa : 1.0484 M.167 M.2007. Lampiran . Zaid Muhammad.IX.2007. Bandung. Daftar Pustaka Arham. Konsentrasi HCl dapat ditentukan dengan cara melakukan titrasi antara HCl dengan larutan NaOH dengan indikator ekstrak bunga sepatu sehingga diperoleh konsentrasi HCl. Nana. Konsentrasi HCl dapat ditentukan dengan cara melakukan titrasi antara HCl dengan larutan NaOH dengan indikator phenolptalein sehingga diperoleh konsentrasi HCl.Gramedia. Unggul.Pengertian asam basa menurut para ahli.0608 M sehingga Mrata-rata HCl sebesar 0.0515 M .Kimia XI. 3.158.2013.2008. dengan M1 sebesar 0.