You are on page 1of 6

PEMETAAN DIGITAL

Winda Darmayanti
1501350
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Departemen Pendidikan Teknik
Sipil, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,
Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Setiabudi No. 229 Bandung, 40154
Email : wdarmayanti@rocketmail.com

PEMBAHASAN
Pengertian Pemetaan Digital
Pemetaan digital adalah suatu proses pekerjaan pembuatan peta dalam format
digital yang dapat disimpan dan dicetak sesuai keinginan pembuatnya baik dalam
jumlah atau skala peta yang dihasilkan. Pemetaan digital menawarkan teknologi
pemetaan yang menjamin kecepatan dan ketepatan produksi peta.
Digital Mapping atau kita kenal dengan kata lain Pemetaan Digital, yaitu suatu
cara untuk pembuatan peta dalam bentuk digital dengan bantuan alat komputer
dan software-software pendukungnya, atau pembuatan peta secara komputerisasi.

Karakteristik Peta Digital


Seperti halnya analog, peta digital memiliki atribut-atribut peta seperti :
 Skala
Pada peta digital, skala menggambarkan tingkat kedetilan objek ketika
peta tersebut dibuat. Sebagai contoh, pada peta skala 1:1.000 (1 cm di peta
mewakili 1.000 cm atau 10 meter di permukaan bumi), maka objek gedung
atau bangunan akan terlihat dengan jelas, sedangkan pada peta skala
1:100.000 (1 cm di peta mewakili 100.000 cm atau 1 km di permukaan
bumi), sebuah bangunan hanya akan terlihat sebagai sebuah titik.
 Referensi geografik
Referensi geografik berupa parameter-parameter ellipsoida referensi dan
datum. Salah satu referensi yang umum digunakan (termasuk dalam 11
penentuan posisi menggunakan satelit GPS) adalah WGS 84 (World
Geodetic System), yang direvisi pada tahun 1984 dan akan berlaku
sampai tahun 2010.Sistem proyeksi peta
Sistem proyeksi peta menentukan bagaimana objek-objek di permukaan
bumi (yang sebenarnya tidak datar) dipindahkan atau diproyeksikan pada
permukaan peta yang berupa bidang datar. Penggunaan sistem proyeksi
peta yang berbeda untuk sebuah daerah yang sama, akan memberikan
kenampakan yang berbeda.
 Proyeksi Peta
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk
menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta,
perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat
tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu
dilakukan proyeksi ke bidang datar. Penggunaan sistem proyeksi peta yang
berbeda untuk sebuah daerah yanga sama akan memberkan kenampakan
yang bereda

Kelebihan Peta Digital


Berikut adalah kelebihan peta digital dibandingkan dengan peta konensional.

Tabel 1. Kelebihan peta digital

Format digital
Format digital terdiri dari terdiri dari 2 macam, yaitu :
1) Raster
Format data dengan satuan pixel (resolusi/kerapatan) ditentukan dalam
satuan ppi (pixel per inci). Tipe format ini tidak bagus digunakan untuk
pembuatan peta digital, karena akan terjadi korupsi data ketika dilakukan
pembesaran atau pengecilan. Contoh format data raster : bitmap (seperti
tiff, targa, bmp), jpeg, gif, dan terbaru PNG.
2) Vektor
Format data yang dinyatakan oleh satuan koordinat (titik dan garis
termasuk polygon) format ini yang dipakai untuk pembuatan peta digital
atau sketsa. Contoh format ini : dxf (autocad), fix (xfig), tgif (tgif), dan
ps/eps (postscrift).
Start up file
Start up file merupakan file yang mengorganisasikan urutan penyajian layer, skala
penyajian, bentuk penyajian, jenis manipulasi dan analisis serta program aplikasi
yang dibuat dengan MapCode file-file yang diorganisir oleh startup, file ini
meliputi :
 Pointfile, suatu file di MapInfo untuk penyajian features titik,
pemasukan data pointfile dapat dilakukan melalui data base
manager MapInfo atau Dbase.
 Boundary file, suatu file di MapInfo untuk penyajian features
area, pemasukan data boundary file dapat dilakukan melalui alat
digitasi atau ASCII. Untuk pemasukan data secara ASCII harus
dilakukan import file ASCII yang berformat MBI ke dalam
lingkungan Boundary file sehingga grafis area dapat disajikan di
map window MapInfo.
 Mapfile, suatu file di MapInfo untuk penyajian features garis.
Pemasukan data garis/line aatau Mapfile dapat dilakukan melalui
alat digitasi atau ASCII. Untuk pemasukan data secara ASCII
harus dilakukan import file ASCII yang berformat MMI kedalam
lingkungan Mapfile sehingga grafis garis/line dapat disajikan di
map window MapInfo.
 Imagefile, file ini berbeda dengan ketiga file diatas yang selain
bereferensi geografis juga informative. Imagefile adalah suatu file
di MapInfo yang dipakai sebagai penyajian legenda, pembuatan
informasi yang berhubungan dengan huruf, angka, serta bentuk-
bentuk lain yang berhubungan dengan aspek kartografi.

Bagian-bagian Pemetaan Digital


Pemetaan digital, terdiri perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),
tenaga kerja, dan tenaga intelegensia (brainware).
a. Perangkat Keras (Hardware), perangkat ini terdiri dari:
a) System masukan, yang meliputi :
 Data tekstual (atribut), dapat ditinjau dari data hidrologi,
geologi teknik, tata guna lahan, data geometris dan data-
data lainnya.
 Data grafis atau peta terdiri dari peta-peta topografi dan
peta-peta tematik.
b) System pemrosesan dan penyimpanan terdiri dari:
 Pemrosesan data tekstual yaitu dapat berdiri sendiri tanpa
dihubungkan dengan informasi grafis tetapi dapat juga
bergantung pada atau berkaitan dengan informasi grafis.
 Pemrosesan data grafis.
c) Sistem keluaran.
Keluaran akhir dari pemrosesan data dapat berupa suatu table-tabel,
laporan-laporan, grafik atau peta. Hasil ini dicetak sesuai format yang
berlaku dan dicetak berdasarkan kepentingan dan keinginan pengguna.
b. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak yaitu alat atau media yang digunakan untuk konversi,
penggambaran, penyimpanan, pemanggilan, pemanipulasian dan analisis
data untuk melengkapi serta untuk penyajian informasi. Perangkat lunak
yang digunakan bisaanya mempunyai fasilitas database koordinat baik 2
dimensi maupun 3 dimensi yang dilengkapi pula dengan hubungan antar
muka system masukan dan system keluaran.
c. Tenaga Kerja
Tenaga kerja termasuk kedalam pengguna kelas pertama dan pengguna
kelas kedua
 Pengguna kelas pertama :
Pemrograman aplikasi tertentu yang bertanggung jawab dalam
penulisan program-program aplikasi untuk eksplorasi basis data.
 Pengguna kelas dua :
Pengguna akahir yang dapat mengakses dan memanggil kandungan
basis data dari suatu terminal computer atau stasiun kerja
(workstation) untuk komunitas penunjang tertentu.
d. Perangkat Intelegensia (Brainware)
Perangkat Intelegensia melibatkan para ahli komputer, geodesi, dan
pemrograman.

Yang Unik pada Pemetaan Digital :


 Pemotretan foto udara dikombinasikan dengan teknologi
penentuan posisi GPS Kinematis.
 Kebutuhan titik kontrol lapangan dipenuhi dengan pengukuran
Differential GPS.
 Kompilasi data fotogrametris stereo plotting dilakukan dengan
pengkodean unsur yang konsisten.

Daftar Produk Pemetaan Digital


Produk yang dihasilkan oleh pemetaan digital diantaranya adalah:
a. Foto Udara skala 1:50.000 dan 1:30.000 berikut data GPS Kinematik.
b. Titik Kontrol GPS sebanyak kurang lebih 170 titik yang tersebar pada
wilayah pemetaan.
c. 9.950 Model Foto Udara untuk penghitungan triangulasi udara dan
pemetaan.
d. 1.662 lembar peta skala 1:25.000
e. Peta dalam format digital (media CD-ROM).
f. Digital Elevation Model (DEM) dengan kerapatan informasi ketinggian
pada 100 x 100 meter.

Gambar 1. Hasil pemetaan digital yang dilakukan oleh Bakosurtanal

Tahapan Pembuatan Peta Digital dengan cara Scanning dan Entry Data
Survey

Berikut adalah tahapan pembuatan peta digital dengan cara scanning dan
entry data

Gambar 2. Tahapan Pembuatan Peta Digital


KESIMPULAN DAN SARAN
Pemetaan digital adalah suatu proses pekerjaan pembuatan peta dalam format
digital yang dapat disimpan dan dicetak sesuai keinginan pembuatnya baik dalam
jumlah atau skala peta yang dihasilkan. Pemetaan digital menawarkan teknologi
pemetaan yang menjamin kecepatan dan ketepatan produksi peta.
Peta digital adalah representasi fenomena geografik yang disimpan untuk
ditampilkan dan dianalisis oleh komputer. Setiap objek pada peta digital disimpan
sebagai sebuah atau sekumpulan koordinat. Sebagai contoh, 10 objek berupa
lokasi sebuah titik akan disimpan sebagai sebuah koordinat,
sedangkan objek berupa wilayah akan disimpan sebagai sekumpulan koordinat.
Beberapa kelebihan penggunaan peta digital dibandingkan dengan peta analog
(yang disimpan dalam bentuk kertas atau media cetakan lain), antara lain dalam
hal :
1. Peta digital kualitasnya tetap. Tidak seperti kertas yang dapat terlipat,
memuai atau sobek ketika disimpan, peta digital dapat dikembalikan ke
bentuk asalnya kapanpun tanpa ada penurunan kualitas.
2. Peta digital mudah disimpan dan dipindahkan dari satu media penyimpanan
yang satu ke media penyimpanan yang lain. Peta analog yang disimpan
dalam bentuk gulungan-gulungan kertas misalnya, memerlukan ruangan
yang lebih besar dibanding dengan jika peta tersebut disimpan sebagai peta
digital dalam sebuah CD-ROM atau DVD-ROM.

Adapun saran yang ingin disampaikan adalah mahasiswa hendaknya memahami


betul teknologi apa saja yang telah berkembang dalam bidang ukur tanah ini, agar
dapat memanfatkannya dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Purwaamijaya, I.M. 2008. Teknik Survei dan Pemetaan Jilid 3 untuk SMK.
Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Saepul. (2012). Artikel Digital Mapping. [Online]. Diakses dari :


http://solusitama.com/artikel-120-digital-mapping.html. [Dikutip 20
November 2016, pukul 08.41]

Merry, Fortunata. (2011). Pemetaan Digital Ilmu Ukur Tanah. [Online]. Diakses
dari : http://fortunata-kajamit.blogspot.com/2011/10/pemetaan-digital-
ilmu-ukur-tanah.html. [Dikutip 20 November 2016, pukul 08.56]