You are on page 1of 3

IgA Nefropati

1. Organ yang Diserang


Penyakit autoimun IgA nefropati ini menyerang pada organ ginjal (glomerulus).

2. Penyebab Penyakit
Penyakit ini disebabkan oleh adanya akumulasi protein IgA yang membentuk endapan
pada glomerulus ginjal. Sehingga glomerulus tidak dapat melakukan fungsinya
sebagai filter atau penyaring dengan baik. Sedangkan untuk penyebab protein IgA
mengendap pada glomerulus tersebut tidak diketahui.

3. Patogenesis Penyakit
IgA nefropati merupakan penyakit autoimun yang mengenai bagian ginjal
yaitu dengan menyerang glomerulus. IgA nefropati pertama kali ditemukan oleh
Berger dan Hinglais pada tahun 1968, sehingga penyakit ini juga dikenal sebagai
penyakit Berger. Penyakit autoimun IgA nefropati adalah gangguan penyaringan
ginjal yang terjadi akibat protein immunoglobulin A (IgA) terakumulasi dalam filter
(glomerulus) ginjal. Glomerulus ini biasanya berfungsi sebagai penyaring limbah dan
kelebihan air dari darah dan mengirimkannya ke kandung kemih sebagai urine. Akan
tetapi pada kondisi ini, protein IgA yang mengendap di ginjal sehingga dapat
mengganggu proses penyaringan.
Akumulasi deposit IgA menyebabkan kerusakan glomerulus, menyebabkan
ginjal bocor darah dan protein dalam urin. Kerusakan dapat menyebabkan jaringan
parut dari nefron yang berlangsung perlahan-lahan selama bertahun-tahun.
Pada tahap awal, IgA nefropati mungkin tidak memiliki gejala, itu bisa terjadi
selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Setelah gejala muncul, yang paling
umum adalah hematuria, atau darah dalam urin. Hematuria dapat menjadi penanda
bahwa glomerulus rusak. Gejala lain dari IgA nefropati adalah albuminuria-saat urine
seseorang mengandung peningkatan jumlah albumin, protein biasanya ditemukan
dalam darah, atau sejumlah besar protein dalam urin. Albumin adalah protein utama
dalam darah. Ginjal sehat menjaga kebanyakan protein dalam darah bocor ke dalam
urin. Namun, ketika glomerulus rusak, sejumlah besar protein bocor keluar dari darah
ke dalam urin.
Ketika albumin kebocoran ke dalam urin, darah kehilangan kemampuan untuk
menyerap cairan ekstra dari tubuh. Terlalu banyak cairan di dalam tubuh dapat
menyebabkan edema atau bengkak, biasanya di kaki, kaki, atau pergelangan kaki dan
kurang sering di tangan atau wajah. Urin berbusa adalah tanda lain dari albuminuria.
Beberapa orang dengan nefropati IgA memiliki kedua hematuria dan albuminuria.
Pada kasus IgA nefropati yang sudah mencapai 10-20 tahun, sekitar 20 sampai 40
persen orang dewasa penderita IgA nafropati mengalami penyakit ginjal stadium
akhir.

4. Gejala Penyakit
Pada tahap awal penyakit ini seringkali tidak memiliki gejala. Akan tetapi pada
stadium lanjut hingga akhir muncul gejala-gejala sebagai berikut:
 Terdapat darah dan protein pada urine
 Pembengkakan tangan dan kaki
 Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang sering
 Penyakit usus
 Tekanan darah tinggi
 Kolesterol tinggi
 Kelelahan
 Nyeri otot
 Demam

5. Pemeriksaan Laboratorium Penunjang Penegakan Diagnosis Penyakit


 Pemeriksaan kolesterol
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol psien, sehubungan
dengan salah satu gejala penyakit IgA nefropati adalah memilik kadar kolesterol
yang tinggi
 Pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (GFR)
Pemeriksaan ini dilakukan guna mengetahui berapa banyak darah yang ginjal
pasien saring setiap menit.
 Pemeriksaan albumin dan kreatinin urine
Pemeriksaan ini dilakukan guna membandingkan jumlah albumin dengan jumlah
kreatinin dalam sampel urine pasien, untuk memperkirakan ekskresi albumin
selama 24 jam.