You are on page 1of 2

PEMERINTAHAN KABUPATEN SERUYAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HANAU
Jl.Jend. Sudirman KM 142 Sampit Pangkalan Bun Telp. 0532 Pembuang Hulu 74271

PELAKSANAAN TERAPI PEREGANGAN (STRETCHING)
Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
STANDAR
OPERASIONAL Direktur RSUD Hanau
PROSEDUR 2
Lembar

dr. Riza Syahputra
NIP.19770222 200604 1 012

Pengertian Prosedur untuk mengatur pelaksanaan terapi peregangan mulai dari persiapan pasien,
dan penjelasan tentang manfaat dan tujuan yang berkaitan dengan latihan peregangan
kepada pasien sampai selesai. Latihan peregangan atau stretching pada otot
merupakan teknik latihan yang digunakan untuk meningkatkan ekstensibilitas
struktur jaringan kontraktil dan non-kontraktil yang memendek secara patologis
dengan tujuan meningkatkan fleksibilitas da elastisitas otot/persendian dan
mempertahankan lingkup gerak sendi fungsional.
Tujuan 1. Mengatur dan mengetahui tahapan – tahapan dalam proses latihan peregangan atau
stretching
2. Memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Kebijakan 1. Keputusan Menteri Kesehatan No: 378/MenKes/SK/IV/2008 Tentang Pedoman
Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit.
2. Keputusan Menteri Kesehatan No:778/MenKes/SK/VIII/2008 Tentang Pedoman
Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan.
Prosedur I. Pelaksanaan
1. Persiapan pasien / sebelum memulai terapi latihan peregangan atau stretching
a. Menjelaskan tujuan dan manfaat terapi kepada pasien/keluarga.
b. Posisikan pasien dalam posisi nyaman, rileks dan stabil.
c. Daerah yang akan diregankan bebas dari pakaian yg menghalangi
2. Fisioterapis berada dekat dengan bed / pasien
3. Tehnik latihan peregangan
a. Static stretching : untuk mempertahankan posisi teregang
b. Dynamic stretching : kemampuan untuk melawan peregangan ritmis yang
dilakukan secara perlahan-lahan sampai lingkup gerak sendi penuh
c. Ballistic flexibility : kemampuan untuk melawan gerakan yang dilakukan
secara tiba-tiba, berulang dan dengan kecepatan yang berbeda-beda.
4. Lakukan pemanasan sebelum latihan peregangan
5. Dosis :
a. Frekuensi : 3-5 kali perminggu
b. Intensitas : 30 detik dalam 1 kali peregangan, dilakukan dalam 3 set latihan
c. Durasi : 15 menit

II. Hal yang perlu diperhatikan
1. Fisioterapis harus bisa mengetahui tanda-tanda kelelahan pasien, sehingga
pasien tidak kelelahan.
2. Setelah latihan selesai, pasien dianjurkan untuk beristirahat sebentar, fisioterapis
memeriksa kembali tanda-tanda vital dan keadaan umum pasien.
3. Indikasi
a. Keterbatasan LGS yang disebabkan oleh adhesi dan pembentukan jaringan
parut
b. Flexion contraction atau Extension contraction
c. Pencegahan terhadap rasa nyeri pada otot setelah latihan berat
4. Kontra indikasi
a. Kontraktur sendi
b. Fraktur
c. Jaringan yang mengalami inflamasi akut atau infeksi
d. Jaringan lunak yang sedang dalam proses penyembuhan
e. Nyeri akut pada gerakan sendi
f. Hematoma atau jejas
g. Pemendekan jaringan lunak yang menjaga stabilitas sendi
h. Pemendekan jaringan lunak pada paralisis otot atau tendon yang justru
diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan fungsional yang spesifik.
Unit Terkait 1. Poliklinik
2. Instalasi Rawat Inap
3. Instalasi Radiologi

Instalasi Laboratorium .4.