You are on page 1of 23

Clinical Science Session

KATARAK

Oleh

Ahmad Shukri 0810314269
Rezka Gustya Sari 0910312089
Fathina Friyandini 0910313267

Pembimbing

dr. Fitratul Ilahi, Sp.M

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA
RSUP DR M DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG

2013
BAB I
PENDAHULUAN

Katarak merupakan penyebab sedikitnya 50% kasus kebutaan diseluruh dunia.
Seiring dengan peningkatan usia harapan hidup, jumlah orang yang terkena semakin
bertambah (Vaughan). Katarak adalah terjadi kekeruhan pada lensa mata yang tadinya
jernih, transparan dan tembus cahaya. Lensa mata normal adalah jernih dan transparan.
Bila terjadi proses katarak, lensa menjadi buram seperti kaca susu dan menyebabkan
penderita tidak bisa melihat dengan jelas serta mengeluh penglihatan seperti tertutup air
terjun. Lensa mata penderita menjadi keruh dan tak tembus cahaya sehingga cahaya sulit
mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina (Ilyas, 2011;
Jakarta Eye Center, 2004)

Sebagian besar katarak terjadi akibat adanya perubahan komposisi kimia lensa
mata yang mengakibatkan lensa mata menjadi keruh. Umumnya merupakan penyakit usia
lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital, komplikasi dari penyakit mata
yang lain ataupun kelainan pada sistemik dan metabolik yang dapat menyebabkan katarak
(Ilyas, 2011)

Patogenesis katarak belum sepenuhnya dimengerti. Walau demikian, pada lensa
katarak secara karakteristik terdapat agregat-agregat protein yang dapat meghamburkan
berkas cahaya dan mengurangi transparansinya. Perubahan protein lainnya akan
mengakibatkan perubahan warna lensa menjadi kuning atau coklat. Temuan tambahan
mungkin berupa vesikel diantara serat-serat lensa atau migrasi sel epitel dan pembesaran
sel-sel epitel yang menyimpang. Sejumlah faktor yang diduga turut berperan dalam
pembentukkan katarak, antara lain kerusakan oksidatif dari radikal bebas, sinar ultraviolet
dan malnutrisi. Hingga kita belum ditemukan pengobatan yang memperlambat atau
membalikkan perubahan kimiawi yang mendasari pembentukkan katarak (Vaughan,
2007)

dan prevalensi ini meningkat sampai sekitar 50 % untuk mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun dan sampai sekitar 70 % untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. maka tajam penglihatan akan terganggu. Jika penyebabnya diketahui. katarak dibuang melalui pembedahan. . Bila kekeruhan terdapat pada bagian tengah lensa. yang diikuti dengan pemasangan lensa intraokuler. Gejala awal biasanya ditandai adanya penglihatan ganda. Dan biasanya mata mengalami perubahan tajam penglihatan sehingga sering mengganti ukuran kaca mata (Detik. Bila katarak terdapat di bagian pinggir lensa. peka atau silau terhadap cahaya sehingga mata hanya merasa nyaman bila melihat pada malam hari. 2004) Didapatkan pada penelitian-penelitian bahwa adanya katarak pada sekitar 10 % orang Amerika Serikat. 2007) Melalui penulisan ini diharapkan dapat membantu memberi petunjuk dalam penatalaksanaan katarak sehingga kemungkinan untuk terjadinya penanganan yang tidak tepat dan bisa berakibat fatal dapat dihindari. maka penderita akan merasa adanya gangguan penglihatan. maka dilakukan pengobatan terhadap penyebab terjadinya (Vaughan. Gejala gangguan penglihatan penderita katarak tergantung dari letak kekeruhan lensa mata. Katarak harus diangkat sesegera mungkin agar fungsi penglihatan dapat berkembang secara normal.

di posterior berhubungan dengan kopus vitreus.1 Anatomi Lensa (American Academy of Ophtamology. 2007). avaskular. Zonula Zinni tersusun atas banyak fibril.Di belakang iris. lensa dipertahanjan pada tempatnya pada ligamentum suspensorium lentis yang lebih dikenal dengan zonula Zinii.1 Anatomi Lensa Pada manusia. 2007) Gambar 2. dan tebal sekitar 4 mm. lensa mata bikonveks. BAB II PEMBAHASAN 2. korteks dam nucleus.1. epitel lensa. Di anterior. lensa berhubungan dengan aquos humor. .1 Lensa 2. fibril-fibril ini berasal dari korpus siliare yang mengelilingi lensa secara sirkular (Khurana. pembuluh darah dan jaringan ikat. transparan dan tembus pandang dengan diameter 9 mm. Kapsul lensa adalah suatu membran semipermiabel sehingga air dan elektrolit dapat masuk (Vaughan. 2011) Lensa tidak memiliki serabut saraf. yang berasal dari epitel siliar. Lensa terdiri dari kapsul.

Di sebelah anterior lensa terdapat humor akuous dan di sebelah posteriornya korpus vitreus. Epitel ini berperan dalam proses metabolisme dan menjaga sistem normal dari aktivitas sel. 1993) Di kapsul anterior depan terdapat selapis epitel subkapsular. Lensa diliputi oleh kapsula lentis. Tiap serat mengandung inti. yang melalukan air dan elektrolit untuk makanannya. Di bagian anterior terdapat epitel subkapsuler sampai ekuator (Wijana. protein dan lipid (Intisari. 2011) Permukaan lensa pada bagian posterior lebih cembung daripada permukaan anterior. Gambar 2. RNA.2 Struktur normal lensa (American Academy of Ophtamology. serat-serat lamellar subepitel terus diproduksi. termasuk biosintesa dari DNA. yang bekerja sebagai membran semipermeabel. Sesuai dengan bertambahnya usia. Nukleus dan korteks terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang. yang terdiri dari lamel-lamel panjang yang konsentris. 2004) Substansi lensa terdiri dari nukleus dan korteks. sehingga lensa lama- kelamaan menjadi lebih besar dan kurang elastik. yang pipih dan terdapat di . Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya.

yang terdiri dari korteks dan nukleus. 2004) Sebanyak 65% bagian dari lensa terdiri dari air. dari daerah ekuator dan tumbuh ke depan di bawah epitel subkapsuler. Serat-serat ini saling bertemu dan membentuk sutura lentis. 2. yang berbentuk huruf Y yang tegak di anterior dan Y yang terbalik di posterior. dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya.1. Pertumbuhan dan proliferasi dari serat-serat sekunder berlangsung terus selama hidup tetapi lebih lambat.2 Embriologi Lensa Mata berasal dari tonjolan otak (optic vesicle). 2007. Serat- serat ini saling berhubungan di bagian anterior.1. maka sel-sel bagian posterior memanjang dan menutupi bagian yang kososng. sekitar 35% protein (kandungan protein tertinggi di antara jaringan-jaringan tubuh).3 Fungsi lensa . Garis-garis persambungan yang terbentuk dengan persambungan lamellae ini ujung-ke-ujung berbentuk {Y} bila dilihat dengan slitlamp. yang berhubungan dengan epitel subkapsuler. 2011) 2. Lensanya berasal dari ektoderm permukaan pada tempat lensplate. Pada stadium ini. Inilah yang membentuk substansi lensa. AAO. Serat-serat sekunder memanjangkan diri. karenanya lensa menjadi bertambah besar lambat-lambat. yang kemudian mengalami invaginasi dan melepaskan diri dari ektoderm permukaan membentuk vesikel lensa dan bebas terletak di dalam batas-batas dari optic cup. Kemudian terjadi kompresi dari serat-serat tersebut dengan disusul oleh proses sklerosis (Wijana. membran transparannya mengandung kolagen tipe IV (Vaughan. Bentuk {Y} ini tegak di anterior dan terbalik di posterior (huruf Y yang terbalik) (Intisaro. kapsul hialin dikeluarkan oleh sel-sel lensa. Kapsul lensa sangat elastis. yang hanya selapis dan ke belakang di bawah kapsula lentis. 1993). Pembentukan lensa selesai pada usia 7 bulan penghidupan foetal.bagian pinggir lensa dekat ekuator. Segera setelah vesikel lensa terlepas dari ektoderm permukaan.

Untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat. Supaya hal ini dapat dicapai. dimulai pada masa kanak-kanak dan terus berlangsung secara perlahan-lahan sampai dewasa dan setelah ini proses bertambah cepat dimana nukleus menjadi lebih besar dan korteks bertambah tipis. Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan akan berkurang (Vaughan. bentuk lensa hampir sferis dan lemah. Keadaan ini disebut presbiopia.2 Katarak . Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh daya biasnya. Kerjasama fisiologik antara korpus siliaris. padahal salah. pada orang Indonesia dimulai pada umur 40 tahun (Wijana. Hal ini dapat dicapai dengan mengubah lengkungnya lensa terutama kurvatura anterior (Wijana. menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil. kurang jernih dan tampak sebagai “grey reflex” atau “senile reflex”. daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya pararel akan terfokus ke retina. dalam posisi ini. lensa menjadi kurang elastis dan daya akomodasinya pun berkurang. Karena proses sklerosis ini. 2007) 2. lebih gepeng. Proses sklerosis bagian sentral lensa. Seiring dengan pertambahan usia. otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula berkurang. zonula dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. Pada orang dewasa lensanya lebih padat dan bagian posterior lebih konveks. Pada foetus. otot-otot siliaris relaksasi. yang sering disangka katarak. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh. Pada orang tua lensa menjadi lebih besar. maka daya refraksinya harus diubah-ubah sesuai dengan sinar yang datang sejajar atau divergen. Perubahan daya refraksi lensa disebut akomodasi. 1993). warna kekuning-kuningan. 2007).

adalah katarak yang melibatkan bagian superfisial korteks atau tepat di bawah kapsul lensa dapat berupa katarak subkapsular anterior dan katarak subkapsular posterior. obat-obatan. Ilyas. Katarak kortikal. radiasi. Lapisan kortikal kurang padat dibandingkan nukleus sehingga lebih mudah menjadi sangat terhidrasi akibat ketidakseimbangan elektrolit.2 Klasifikasi Klasifikasi katarak dapat dibagi berdasarkan morfologis dan berdasarkan permulaan terjadinya katarak. 1. uveitis yang berhubungan dengan sinekia posterior. Katarak kapsular dapat disebabkan oleh usia. adalah katarak yang melibatkan kapsul lensa. 2007. konsumsi steroid. Katarak adalah setiap kekeruhan lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa. diabetes. 2011). adalah katarak yang melibatkan korteks lensa dan merupakan katarak yang paling sering terjadi. iritasi. Katarak kortikal disebabkan oleh usia dan diabetes.1 Definisi Katarak berasal dari bahasa yunani yaitu “katarrhakies” dan latin “cataracta” yang berarti air terjun dikarenakan penderita mengeluhkan penglihatan seperti tertutup air terjun. Katarak subkapsular. Katarak subkapsular posterior dapat terjadi bersamaan dengan katarak subkapsular posterior dan dapat disebabkan oleh jejas lokal. dan trauma. uveitis dan radiasi. Klasifikasi berdasarkan morfologis Berdasarkan morfologisnya. tetapi banyak juga faktor lain seperti: kelainan kongenital.2. b. myopia berat dan degenerasi retina.2. penyakit sistemik dan komplikasi penyakit okular lainnya (Vaughan.2. traumatik. katarak dapat dibagi atas: a. Katarak subkapsular posterior dapat terjadi akibat usia. Penuaan merupakan penyebab terbanyak. Katarak kapsular. denaturasi protein lensa dan bisa terjadi akibat keduanya. . yang secepatnya akan mengarah ke kerusakan serat korteks lensa. c. dapat berupa katarak kapsular anterior dan katarak kapsular posterior. radiasi. 2.

diabetes mellitus. Katarak kongenital sering ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu yang menderita penyakit rubella. Katarak juvenil. iris heterokrimia. dan megalo kornea. dan histopalsmosis. 2011) b. inklusi sitomegalik. Katarak nuklear. lensa ektopik. f. Katarak supranuklear. adalah katarak yang mulai terbentuk pada usia kurang dari sembilan tahun dan lebih dari tiga bulan. Katarak nuklear merupakan sklerosis normal yang berlebihan atau pengerasan dan penguningan nukleus pada usia lanjut. adalah katarak yang melibatkan bagian nukleus lensa. homosisteinuri. dapat berupa katarak polar anterior dan katarak polar posterior. displasia retina. katarak dapat dibagi atas: a. g. galaktosemia. Pasien dengan katarak gabungan akan memiliki gejala penurunan visus (Khurana.d. adalah katarak yang melibatkan kapsul lensa dan superfisial korteks lensa hanya di regio polar. 2007). Katarak kongenital digolongkan dalam katarak kapsulolentikular di yaitu katarak kapsular dan polaris atau katarak lentikular yaitu katarak kortikal atau katarak nuklear. 2. hipoparatirodisme. Klasifikasi berdasarkan permulaan terjadinya katarak Berdasarkan permulaan terjadinya. toksoplasmosis. adalah katarak yang melibatkan bagian korteks lensa yang paling dalam. adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari satu tahun. Katarak nuklear disebabkan oleh faktor usia. Penyakit lain yang menyertai katarak kongenital biasanya merupakan penyakit-penyakit herediter seperti mikroftalmus. Katarak polar biasanya terdapat pada katarak kongenital atau karena trauma sekunder. Katarak campuran. koloboma iris. Katarak gabungan mengindikasikan katarak telah lanjut dan perkembangannya harus lebih diperhatikan. tepat di atas nukleus lensa. e. Katarak juvenil biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik ataupun metabolik dan penyakit lainnya seperti : . Katarak kongenital. adalah keadaan di mana lebih dari satu tipe katarak muncul bersamaan. Pada awalnya katarak biasanya muncul sebagai satu tipe saja tetapi akan dapat menjadi katarak gabungan ketika bagian lensa yang lain juga mengalami degenerasi. Katarak kongenital disebabkan kelainan pada pembentukan lensa sebelum proses kelahiran. Katarak polar. aniridia. (Ilyas. keratokonus.

a) Katarak metabolik seperti katarak diabetik. • Katarak anoksik • Toksik (kortikosteroid sistemik atau topikal. Walaupn katarak sering diawali oleh tipe yang murni tersebut. busulfan. . tulang (disostosis kraniofasial. trauma tembus. klorpromazin. antikholinesterase.  Truma menyebabkan opack pada lensa. yaitu usia diatas 50 tahun. katarak nuklear. osteogenesis inperfekta. heterokromia iridis). Katarak senilis. (AAO. khondrodistrofia kalsifikans kongenita pungtata). katarak aminoasiduria. miotik. • Katarak radiasi (Ilyas. sindrom tertentu. aniridia. • Lain-lain seperti kelainan kongenital. mereka akan matang menjadi katarak campuran. 2011) c. dan besi). dan katarak subkapsular posterior. naftalein. seperti Wagner dan retinitis pigmentosa. katarak hopikalsemik. Tipe utama pada katarak senilis adalah katarak kortikal. adalah katarak semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut. dan katarak yang berhubungan dengan penyakit lain. pembuluh hialoid persisten. penyakit Wilson. disertai kelainan kulit (sindermatik). klorpromazin. mikroftalmia. katarak defisiensi gizi. dinitrofenol. • Katarak degeneratif (dengan miopia dan distrofi vitreoretinal). katarak galaktosemik. radiasi dan trauma kimia. ergot. dan neoplasma). triparanol.2007) d) Katarak komplikata: • Kelainan kongenital dan herediter (siklopia. dan kromosom. koloboma. b) Distrofi miotonik (umur 20 sampai 30 tahun) c) Katarak traumatik  Katarak traumatic dapat disebabkan oleh trauma tumpul.

Kekeruhan biasanya terletak di korteks anterior dan posterior. katarak matur. 1. 2. 2011). Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan menyebabkan myopia lentikular. 2011). maka akan terlihat bayangn iris pada lensa. tetapi belum mengenai seluruh lapisan lensa sehingga masih terdapat bagian-bagian yang jernih pada lensa. 2011). 2011). Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaucoma. . Masuknya air ke dalam lensa menyebabkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibandingkan dalam keadaan normal. Kekeruhan ini pada awalnya hanya nampak jika pupil dilebarkan. Pada pemerikasaan slitlamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa (Ilyas. sehingga hasil uji shadow test (+) (Ilyas. Stadium Intumesen Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. katarak imatur. Katarak Insipien Pada stadium ini kekeruhan lensa tidak teratur. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah yang memberikan miopisasi. Pada stadium ini terdapat keluhan poliopia yang disebabkan oleh indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. katarak senilis digolongkan menjadi 4 stadium: Katarak insipien. Berdasarkan stadium perjalanan penyakitnya. 2011). Pada pemeriksaan uji bayangan iris atau sahadaw test. tampak seperti bercak-bercak yang membentuk gerigi dangan dasar di perifer dan daerah jernih di antaranya. Pada keadaan lensa yang mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil. Bentuk ini kadang menetap untuk waktu yang lama (Ilyas. Terjadi penambahan volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif. mendorong iris ke depan.dan katarak hipermatur (Ilyas. Katarak Imatur Pada katarak imatur terjadi kekeruhan yang lebih tebal. mengakibatkan bilik mata dangkal sehingga terjadi glaukoma sekunder (Ilyas.

Keadaan ini disebut sebagai katarak Morgagni. 2011). sehingga lensa kembali ke ukuran normal. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali. 4. maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar. Uji bayangan iris memberikan gambaran pseudopositif. sehingga uji bayangan iris negative (Ilyas. Tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh. 2011). Katarak Hipermatur Merupakan proses degenerasi lanjut lensa. Bila proses katarak berjalan lanjut disertai kapsul yang tebal. Proses degenerasi yang berjalan terus maka akan terjadi pengeluaran air bersama hasil disintegrasi melalui kapsul. 3. . Cairan / protein lensa yang keluar dari lensa tersebut menimbulkan reaksi inflamasi dalam bola mata karena di anggap sebagai benda asing. Akibatnya dapat timbul komplikasi uveitis dan glaukoma karena aliran melalui COA kembali terhambat akibat terdapatnya sel-sel radang dan cairan / protein lensa itu sendiri yang menghalangi aliran cairan bola mata (Ilyas. Katarak Matur Pada katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh lensa. maka korteks akan memperlihatkan sekantong susu dengan nukleus yang terbenam di korteks lensa. sehingga masa lensa yang mengalami degenerasi akan mencair dan keluar melalui kapsul lensa. Lensa menjadi mengecil dan berwarna kuning.

Usia Seiring dengan pertambahan usia. Radikal bebas dapat dihasilkan oleh hasil metabolisme sel itu sendiri. Akibatnya. Tidak ada sel yang mati ataupun terbuang karena lensa tertutupi oleh serat lensa. dan dari agen eksternal seperti energi radiasi. Radikal bebas Radikal bebas adalah adalah atom atau meolekul yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan (Murray. lensa pun bertambah berat. Contoh-contoh radikal oksigen adalah anion superoksida (O2-). tebal. Polimerisasi .3 Etiologi dan Patogenesis 1. Keistimewaan lensa adalah terus menerus tumbuh dan membentuk serat lensa dengan arah pertumbuhannya yang konsentris.2. yaitu elektron monovalen dari oksigen yang tereduksi saat reduksi oksigen menjadi air pada jalur sitokrom. Selain itu. serat lensa paling tua berada di pusat lensa (nukleus) dan serat lensa yang paling muda berada tepat di bawah kapsul lensa (korteks). Reaksi ini lebih lanjut akan membentuk lipid peroksida lalu membentuk malondialdehida (MDA). lensa akan mengalami penuaan juga. dan keras terutama bagian nukleus. Fraksi protein lensa yang dahulunya larut air menjadi tidak larut air dan beragregasi membentuk protein dengan berat molekul yang besar. Agen oksidatif tersebut dapat memindahkan atom hidrogen dari asam lemak tak jenuh membran plasma membentuk asam lemak radikal dan menyerang oksigen serta membentuk radikal lipid peroksida. dan hidrogen peroksida (H2O2). 2003). Radikal bebas dapat merusak protein. Pengerasan nukleus lensa disebut dengan nuklear sklerosis. Hal ini menyebabkan transparansi lensa berkurang sehingga lensa tidak lagi meneruskan cahaya tetapi malah mengaburkan cahaya dan lensa menjadi tidak tembus cahaya. lipid. seiring dengan pertambahan usia. 2. oksigen tunggal (O2). MDA ini dapat menyebabkan ikatan silang antara lemak dan protein. karbohidrat dan asam nukleat sel lensa. protein lensa pun mengalami perubahan kimia. radikal lipid peroksil (LOOH). radikal bebas hidroksil (OH+). radikal peroksil (ROO+).2. Dengan pertambahan usia.

dan ikatan silang protein menyebabkan aggregasi kristalin dan inaktivasi enzim-enzim yang berperan dalam mekanisme antioksidan seperti katalase dan glutation reduktase. 3. Kadmium dapat berkompetisi dengan kuprum dan mengganggu homeostasis kuprum. Azis. Hal ini disebabkan karena perubahan komposisi elektrolit pada lensa dapat menyebabkan kekeruhan pada lensa. tiamin. Kuprum penting untuk aktivitas fisiologis superoksida dismutase di lensa. 6. riboflavin dan beta karoten Zat nutrisi tersebut merupakan antioksidan eksogen yang berfungsi menetralkan radikal bebas yang terbentuk pada lensa sehingga dapat mencegah terjadinya katarak. UV memiliki energi foton yang besar sehingga dapat meningkatkan molekul oksigen dari bentuk triplet menjadi oksigen tunggal yang merupakan salah satu spesies oksigen reaktif. 2013) 5. C. Hal ini dapat memicu peroksidasi lipid membentuk malondyaldehida. niasin. (Repository USU. 4. Sehingga dengan adanya kadmium menyebabkan fungsi superoksida dismutase sebagai antioksidan terganggu. Hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan oksidatif pada lensa dan menimbulkan katarak. dan Al-Balkini (2007) menyatakan bahwa NO yang menyebabkan katarak dengan mekanisme NO bereaksi secara cepat dengan anion superoksida untuk membentuk peroksinitrit sehingga terjadi nitratasi residu tirosin dari protein lensa. Dehidrasi Perubahan keseimbangan elektrolit dapat menyebabkan kerusakan pada lensa. Disebutkan juga bahwa kadmium dapat mengendapkan lensa sehingga timbul katarak. Radiasi ultraviolet Radiasi ultraviolet dapat meningkatkan jumlah radikal bebas pada lensa karena tingginya penetrasi jumlah cahaya UV menuju lensa. Merokok Merokok dapat menyebabkan akumulasi kadmium di lensa. E. Defisiensi vitamin A. Hal-hal inilah yang dapat menyebabkan kekeruhan pada lensa. Malondyaldehida memiliki efek inhibitor terhadap enzim antioksidan seperti katalase dan glutation reduktase sehingga terjadi oksidasi lensa lalu terjadi kekeruhan lensa dan akhirnya terbentuk katarak. . Hasil penelitian El-Ghaffar. Mahmoud.

11.7. Diplopia monokuler (pada katarak nuklear) 5. Pada uveitis sering dijumpai sinekia posterior yang menyebabkan pengerasan pada kapsul anterior lensa. Tingginya kadar gula darah menyebabkan tingginya kadar sorbitol lensa. Myopi Pada penderita myopia dijumpai peningkatan kadar MDA dan penurunan kadar glutation tereduksi sehingga memudahkan terjadinya kekeruhan pada lensa (American Academy of Ophtalmology. 2. Sorbitol ini menyebabkan peningkatan tekanan osmotik lensa sehingga lensa menjadi sangat terhidrasi dan timbul katarak. Peningkatan derajat myopia 3.2. 2006) . Penurunan tajam penglihatan 2. 12. Infeksi Uveitis kronik sering menyebabkan katarak. Penyakit sistemik seperti diabetes Diabetes dapat menyebabkan perubahan metabolisme lensa. 8. 9. 10.4 Gejala dan tanda Katarak Gejala dan tanda penyakit katarak adalah : 1. Lensa mata menjadi buram seperti kaca susu (Galloway. Jenis katarak yang sering pada pengguna kortikosteroid adalah katarak subkapsular. Trauma Trauma dapat menyebabkan kerusakan langsung pada protein lensa sehingga timbul katarak. Obat-obatan seperti kortikosteroid Penggunaan steroid jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya katarak. 2011). Genetik Riwayat keluarga meningkatkan resiko terjadinya katarak dan percepatan maturasi katarak. Photophobia 4.

pemeriksaan ofthalmoskopi direk dan indirek dalam evaluasi dari intergritas bagian belakang harus dinilai.2009).  Pemeriksaan shadow test untuk menentukan stadium pada katarak senilis.5 Diagnosis Diagnosa katarak senilis dibuat berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Ketebalan kornea harus diperiksa dengan hati-hati. dan cardiac anomalies. iris. Penyakit seperti Diabetes Mellitus dapat menyebabkan perdarahan perioperatif sehingga perlu dideteksi secara dini dan bisa dikontrol sebelum operasi (Ocampo.  Selain itu. posisi lensa dan intergritas dari serat zonular juga dapat diperiksa sebab subluksasi lensa dapat mengidentifikasi adanya trauma mata sebelumnya.  Pemeriksaan slit lamp tidak hanya difokuskan untuk evaluasi opasitas lensa tetapi dapat juga struktur okuler lain. kelainan metabolik.2009) . (Ocampo. bilik mata depan.2. Masalah pada saraf optik dan retina dapat menilai gangguan penglihatan.  Pemeriksaan yang sangat penting yaitu test pembelokan sinar yang dapat mendeteksi pupil Marcus Gunn dan defek pupil aferen relatif (RAPD) yang mengindikasikan lesi saraf optik. kornea. Hipertensi. Visus pasien dengan katarak subcapsuler posterior dapat membaik dengan dilatasi pupil. misalnya konjungtiva. contohnya: Diabetes Mellitus. gambaran lensa harus dicatat dengan teliti sebelum dan sesudah pemberian dilator pupil. Pemerikasaan yang dilakukan :  Pada pasien katarak sebaiknya dilakukan pemeriksaan visus untuk mengetahui kemampuan melihat pasien.2.  Pemeriksaan adneksa okuler dan struktur intraokuler dapat memberikan petunjuk terhadap penyakit pasien dan prognosis penglihatannya. atau katarak hipermatur. Pemeriksaan laboratorium preoperasi dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit- penyakit yang menyertai.

Hampir bersamaan dengan evolusi IOL yang digunakan. Penatalaksanaan definitif untuk katarak senilis adalah ekstraksi lensa. material.2. tehnik bedah yang bervariasi sudah berkembang dari metode yang kuno hingga tehnik hari ini phacoemulsifikasi.2009). 1. 2. Akan tetapi jika gejala katarak tidak mengganggu. sebagai berikut:  Katarak Matur – pasien tidak bisa membaca lebih dari 20/200 pada kartu snilen  Katarak Immatur . dan bahan implantasi. Seluruh lensa dibekukan di dalam kapsulnya dengan cryophake dan depindahkan dari mata melalui incisi korneal superior yang lebar. (Ocampo. Lebih dari bertahuntahun. Bergantung pada integritas kapsul lensa posterior.Stadium : Stadium klinis katarak senilis sebagian besar didasarkan pada ketajaman visual pasien. yang bervariasi dengan lokasi.Pasien dapat membedakan huruf di baris yang lebih baik dari 20/200  Katarak insipient . ECCE.6 Penatalaksanaan Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Berikut ini akan dideskripsikan secara umum tentang tiga prosedur operasi pada ekstraksi katarak yang sering digunakan yaitu ICCE. dan phacoemulsifikasi. Sejauh ini tidak ada obat-obatan yang dapat menjernihkan lensa yang keruh.Pasien masih bisa dibaca di 20/20 tetapi memiliki opacity lensa yang dikonfirmasi dengan pemeriksaan slit lamp. tindakan operasi tidak diperlukan. Kadang kala cukup dengan mengganti kacamata. ada 2 tipe bedah lensa yaitu intra capsuler cataract ekstraksi (ICCE) dan ekstra capsuler cataract ekstraksi (ECCE). Sekarang metode ini hanya dilakukan hanya pada keadaan lensa subluksatio dan . Intra Capsular Cataract Extraction ( ICCE) Tindakan pembedahan dengan mengeluarkan seluruh lensa bersama kapsul.

dislokasi. Tehnik ini kurang . pasca bedah ablasi. uveitis. yang memungkinkan pasien dapat dengan cepat kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda.2009).2000) (Ocampo. Pada ICCE tidak akan terjadi katarak sekunder dan merupakan tindakan pembedahan yang sangat lama populer. glukoma. akan pulih dengan sendirinya. 3. Extra Capsular Cataract Extraction ( ECCE ) Tindakan pembedahan pada lensa katarak dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan kortek lensa dapat keluar melalui robekan. kemungkinan akan dilakukan bedah glukoma. Phacoemulsification Phakoemulsifikasi (phaco) maksudnya membongkar dan memindahkan kristal lensa. untuk mencegah penyulit pada saat melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca. endoftalmitis. selanjutnya mesin PHACO akan menyedot massa katarak yang telah hancur sampai bersih. pasien dengan kelainan endotel. dan perdarahan. implantasi lensa intra ocular posterior. (Vaugan.2009). Sebuah lensa Intra Okular yang dapat dilipat dimasukkan melalui irisan tersebut. (Vaugan. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder. dan kebanyakan katarak senilis. mata dengan sitoid macular edema.Tehnik ini bermanfaat pada katarak kongenital.ICCE tidak boleh dilakukan atau kontraindikasi pada pasien berusia kurang dari 40 tahun yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsular. Getaran ultrasonic akan digunakan untuk menghancurkan katarak. traumatik. perencanaan implantasi sekunder lensa intra ocular. 2. ada riwayat mengalami ablasi retina. Penyulit yang dapat terjadi pada pembedahan ini astigmatisme.2000) (Ocampo. Karena incisi yang kecil maka tidak diperlukan jahitan. Pada tehnik ini diperlukan irisan yang sangat kecil (sekitar 2-3mm) di kornea. mata sebelahnya telah mengalami prolap badan kaca. mata dengan prediposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca.

4. (Vaughan.2. yaitu lensa permanen yang ditanamkan di dalam mata pada saat pembedahan untuk mengganti lensa mata asli yang telah diangkat. Pasien dapat bebas rawat jalan pada hari itu juga. Kacamata sementara dapat digunakan beberapa hari setelah operasi.7 Perawatan pasca bedah Jika digunakan tehnik insisi kecil. balutan dapat dibuang pada hari pertama pasca operasi dan matanya dilindungi pakai kacamata atau dengan pelindung seharian. dan keuntungan incisi limbus yang kecil agak kurang kalau akan dimasukkan lensa intraokuler. efektif pada katarak senilis padat.2007) . Lensa intra okular. Matanya dapat dibalut selama beberapa hari pertama pasca operasi atau jika nyaman. tetapi dianjurkan untuk bergerak dengan hati-hati dan menghindari peregangan atau mengangkat benda berat selama sekitar satu bulan. maka penyembuhan pasca operasi biasanya lebih pendek. olahraga berat jangan dilakukan selama 2 bulan. (Ocampo. SICS Teknik operasi Small Incision Cataract Surgery (SICS) yang merupakan teknik pembedahan kecil. meskipun sekarang lebih sering digunakan lensa intra okular fleksibel yang dapat dimasukkan melalui incisi kecil seperti itu.2009).2000) (Ilyas . (Titcomb 2010) Apabila lensa mata penderita katarak telah diangkat maka penderita memerlukan lensa pengganti untuk memfokuskan penglihatannya dengan cara sebagai berikut: a. Lensa kontak c. 2. Kacamata afakia yang tebal lensanya b. tetapi biasanya pasien dapat melihat dengan baik melui lensa intraokuler sambil menantikan kacamata permanen ( Biasanya 6-8 minggu setelah operasi ).teknik ini dipandang lebih menguntungkan karena lebih cepat sembuh dan murah.

edema stroma dan epitel. COA dangkal.COA dangkal karena kebocoran luka dan tidak seimbangnya antara cairan yang keluar dan masuk. pemberian antibiotik masih dianggap rutin dan perlu diberikan atas dasar kemungkinan terjadinya infeksi karena kebersihan yang tidak sempurna. Komplikasi Intra Operatif Edema kornea.2007) 1. Komplikasi dini pasca operatif . adanya pelepasan koroid. umumnya disebabkan karena penjahitan luka insisi yang tidak adekuat yang dapat menimbulkan komplikasi seperti penyembuhan luka yang tidak sempurna.8 Komplikasi (Ilyas . 2. Komplikasi lambat pasca operatif .2.Ruptur kapsul posterior. hipotonus.  Antibiotik mencegah infeksi.  Obat tetes mata steroid. disrupsi vitreus. pendarahan atau efusi suprakoroid. astigmatismus. yang biasa terjadi bila iris robek saat melakukan insisi 3.  Yang tidak boleh dilakukan antara lain :  Jangan menggosok mata  Jangan menggendong yang berat  Jangan membaca yang berlebihan dari biasanya  Jangan mengedan keras sewaktu buang air besar  Jangan berbaring ke sisi mata yang baru dibedah 2.  Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi pasca bedah. brown-McLean syndrome (edema kornea perifer dengan daerah sentral yang bersih paling sering) .Prolaps iris. karena operasi mata adalah tindakan yang menyayat maka diperlukan obat untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin timbul beberapa jam setelah hilangnya kerja bius yang digunakan saat pembedahan.Pendarahan. ruptur kapsul posterior.  Selain itu juga akan diberikan obat untuk :  Mengurangi rasa sakit. Obat yang mengandung steroid ini berguna untuk mengurangi reaksi radang akibat tindakan bedah. block pupil dan siliar. uveitis anterior kronik dan endoftalmitis. incacerata kedalam luka serta retinal light toxicity. .  Hal yang boleh dilakukan antara lain :  Memakai dan meneteskan obat seperti yang dianjurkan  Melakukan pekerjaan yang tidak berat  Bila memakai sepatu jangan membungkuk tetapi dengan mengangkat kaki keatas. yang mengakibatkan prolaps vitreus . pendarahan suprakoroid ekspulsif.

yang terjadi karena kapsul posterior lemah Malformasi lensa intraokuler. Edukasi dan promosi tentang masalah mata dan cara mencegah gangguan kesehatan mata. di antaranya dengan menjaga kadar gula darah selalu normal pada penderita diabetes mellitus.1993) 2. sayuran hijau.2.9 Pencegahan 80 persen kebutaan atau gangguan penglihatan mata dapat dicegah atau dihindari.000 orang dewasa selama lima tahun menunjukkan. Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang dapat meminimalisasi kerusakan oksidatif pada mata. Hasil penelitian lainnya yang dilakukan Farida (1998-1999) menunjukkan. buncis. sebagai sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. termasuk media massa.Endoftalmitis kronik yang timbul karena organissme dengan virulensi rendah yang terperangkap dalam kantong kapsuler . jarang terjadi (Ocampo. kecambah. telur. mengonsumsi makanan yang dapat melindungi kelainan degeneratif pada mata dan antioksidan seperti buah-buahan banyak yang mengandung vitamin C.Ablasio retina .2000) Seseorang dengan konsentrasi plasma darah yang tinggi oleh dua atau tiga jenis antioksidan ( vit C. Usaha itu melipatkan berbagai pihak. selenium. LSM.Post kapsul kapacity. kerja sama pemerintah. hati dan susu yang merupakan makanan dengan kandungan vitamin E. orang dewasa yang mengonsumsi multivitamin atau suplemen lain yang mengandung vitamin C dan E selama lebih dari 10 tahun. dan karotenoid) memiliki risiko terserang katarak lebih rendah dibandingkan orang yang konsentrasi salah satu atau lebih antioksidannya lebih rendah. ternyata risiko terkena katarak 60% lebih kecil (Vaughan. (Vaughan.2000) Katarak dapat dicegah. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 3. dan tembaga tinggi. masyarakat yang pola makannya kurang riboflavin (vitamin B2) berisiko lebih tinggi . Vitamin C dan E dapat memperjelas penglihatan.2009) (Wijana. vit E. sebagai salah satu penyebab katarak. . dan Perdami. kacang-kacangan. senantiasa menjaga kesehatan mata. minyak sayuran.

Hasil pembedahan yang baik dapat mencapai 95%.com: Katarak. Oftalmologi Umum. Menurut Farida. www. Enzim ini berfungsi mendaur ulang glutation teroksidasi menjadi glutation tereduksi. www.infomedika. Alih Bahasa Tambajong J. Cetakan ke-6.terserang katarak. Kontributor: RS Internasional Bintaro. ribovlafin memengaruhi aktivitas enzim glutation reduktase. 2004.10 Prognosis Dengan tehnik bedah yang mutakhir. 2007. Pada bedah katarak resiko ini kecil dan jarang terjadi. 5 June 2004.2.detik.2000) 2. Thursday. (Vaughan.com: Advertorial Katarak.D. Ilmu Penyakit Mata. detikHealth - Jakarta. Keberhasilan tanpa komplikasi pada pembedahan dengan ECCE atau fakoemulsifikasi menjanjikan prognosis dalam penglihatan dapat meningkat hingga 2 garis pada pemeriksaan dengan menggunakan snellen chart. 1993 : 190-196 . Edisi 17. Wijana. agar tetap menetralkan radikal bebas atau oksigen . Penerbit Abadi Tegal. DAFTAR PUSTAKA 1. Widya Medika: Jakarta 4. komplikasi atau penyulit menjadi sangat jarang. Kekeruhan Lensa Mata. Jakarta. Vaughan DG. 3. Jakarta Eye Center. Asbury T. 2. Nana S. Pendit UB. Lensa.

Rabu. American Academy Ophtalmology: San Fransisco 8. 11. Sidarta. 2007. 07 : 05 am. K. American Academy Ophtalmology.intisari..com/ last update 22 November 2010. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. 07 Apr 04. Fourth Edition. Cetakan ke-2.emedicine. www. 6.. Lens and Cataract. 9.5. Common Eye Diseases and Their Management.H. Galloway. available at www. Lucy C.net: Dislokasi Lensa. 2011. 2009. last update 22 November 2010 . Section 11. New Age International Limited Publisher: New Delhi. Khurana. Senile Cataract. Ilmu Penyakit Mata. A. Understanding Cataract Extraxtion. 1998 : 209-210 7. Titcomb. Comprehensive Ophtalmology. A. Vicente Victor D.P.C Browning. Ilyas. Ocampo. London : 2006 10.