You are on page 1of 7

Hormon Tiroid dan Pengaruhnya Terhadap Laju Metaboolisme

Aurellia Lesmana (102016224), Farren Angelica Kimberly (102016050), Verani Agusthiyanti
Hidayat (102016139), Anggie Oktaviani (10216013), Avelia Iliq (102016281), Bintang Evelin
Lorenza Sinaga (102016167), Aaton Angga Kusuma Putra (102013385), Ayu c.v. Keintjem
(102016018), Shema Suluhpraditpta Warella (102016150), Christina Parinussa (102013090).

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510

Abstrak

Kelenjar tiroid terdiri dari sel folikular yang tersusun membentuk unit struktural kelenjar tiroid yaitu
folikel. Sel folikular menyekresikan hormon tri-iodotironin dan tiroksin yang terikat pada tiroglobulin
untuk disimpan sebagai koloid dalam ruang folikel. Sintesis hormon tiroid memerlukan asam amino
tirosin dan iodida. Iodida diperoleh dari makanan dan masuk ke dalam sel folikuler melalui pompa iodida.
Sebelum dilepaskan ke darah, hormon tiroid aktif dipisahkan dari hormon inaktif dan tiroglobulin oleh
protease lisosom. Hormon tiroid berikatan dengan thyroxine-binding globulin untuk diangkut ke jaringan.
Tri-iodotironin kemudian berikatan dengan suatu reseptor nuklear yang disebut elemen respons tiroid
pada DNA sel target. Pengaruh hormon tiroid antara lain meningkatkan laju metabolisme basal (LMB),
efek kalorigenik dan simpatomimetik. Produksi hormon tiroid diatur oleh thyrotropin releasing hormone
(TRH) dari hipotalamus dan thyrotropin releasing hormone (TRH) dari hipofisis.

Kata Kunci : tri-iodotironin, tiroksin, iodida, LMB, regulasi.

Abstract

The thyroid gland consists of follicular cells that forms follicles. Follicular cells secrete hormones
try-iodothyronine and thyroxine bound to thyroglobulin to be stored as colloid in the follicles. Hormone
synthesis requires amino acid tyrosine and iodide. Iodide absorbed from food enters follicular cells
through an iodide pump. Before released into the bloodstream, active thyroid hormones are cleaved from
thyroglobulin by lisosome protease. Tri-iodotironin then binds with a nuclear receptor at the DNA of the
target cell. Thyroid hormones increase basal metabolic rate (BMR) and has calorigenic and
sympathomimetic effects. The production of thyroid hormone is regulated by thyrotropin releasing
hormone (TRH) in the hypothalamus and thryrotropin releasing hormone (TSH) in the hypophisis.

Key Words : tri-iodothyronine, thyroxine, iodide, BMR, regulation.

Sintesis hormon tiroid membutuhkan asam amino tirosin (non-esensial. dapat disintesis sendiri oleh tubuh) dan iodida. medium dan inferius.1 2. Kelenjar tiroid dilekatkan pada laring dan trakea oleh selubung pembungkusnya yang berasal dari lamina paratrachealis profunda. Unit fungsionalnya adalah folikel. Arteri-arteri yang mendarahinya adalah arteria thyroidea superior. cabang dari truncus thyrocervicalis. Berbeda dengan sel endokrin lain. Efek dari pelepasan hormon tiroid adalah meningkatnya laju metabolisme dengan meningkatkan aktivitas metabolik tingkat seluler.1 Kelenjar tiroid merupakan salah satu organ kelenjar endokrin terbesar yang sangat vaskular. Hormon aktif dalam koloid dipisahkan terlebih dahulu dari tiroglobulin lalu diangkut oleh thyroxine-binding globulin dalam darah ke jaringan. Kelenjar tiroid menerima persarafan simpatis dari ganglion symphaticum cervicale superius.1 Pembahasan 1. dan vena thyroidea inferior. tiroksin dideiodinasi menjadi tri-iodotironin yang kemudian berikatan dengan reseptor nuklear pada DNA sel target dan mempengaruhi proses sintesis protein. Cairan limfe mengalir ke lateral ke nodi lymphoidei cervicales profundi. hasil sekresi sel folikuler disimpan dalam folikel sebagai koloid yang terikat oleh protein tiroglobulin. arteria thyroidea inferior. Selain itu hormon tiroid memiliki efek kalorigenik dan simaptomimetik. cabang dari arteria carotis externa. Semuanya bermuara ke vena brachiocephalica sinistra. dan arteria thyroidea ima (jika ada merupakan cabang dari arcus aorta atau truncus brachiocephalica). Pinggir posterior masing-masing lobus berbatasan denga kelenjar paratiroid superior dan inferior. ketiga dan keempat. Anatomi Mikroskopis Kelenjar Tiroid . Isthmusnya melintasi garis tengah di depan cincin trakea kedua. Agar dapat memasuki membran intrasel. yang berperan penting dalam mengatur laju metabolisme basal tubuh.Pendahuluan Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin terbesar yang mensintesis hormon tri- iodotironin dan tiroksin. terdiri dari lobus dexter dan sinister yang dihubungkan oleh isthmus. yang tersusun oleh sel folikuler yang menyekresikan hormon kedalamnya. Regulasi produksi hormon tiroid diatur oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) dari hipotalamus dan thyrotropin releasing hormone (TRH) dari hipofisis. sehingga meningkatkan respons jaringan terhadap rangsang saraf simpatis. Pembuluh baliknya adalah vena thyroidea superior dan vena thyroidea media yang bermuara ke vena jugularis interna. Anatomi Makroskopis Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid terletak dibawah laring pada kedua sisi dan di sebelah anterior trakea.

Sel folikular merupakan sel sekretorik utama kelenjar tiroid yang terususun membentuk folikel. Kecepatan proses penjeratan iodida dirangsang oleh TSH (thyroid stimulating hormone).5 4. Bagian apikal sel mengandung banyak lisosom.3 Folikel adalah unit fungsional tiroid yang berbentuk seperti bola yang berongga. Berbeda dari kelenjar endokrin lainnya.2. Pompa Na+-K+ ATPase memompa Na+ keluar sel sehingga tercipta gradien konsentrasi Na+ intraselular yang rendah dan gradien untuk difusi terfasilitasi Na+ ke dalam sel. Tirosin adalah suatu asam amino yang dapat dibentuk oleh tubuh sehingga bukan suatu zat esensial dalam makanan.3 3. Sel folikular menghasilkan dua hormon yaitu tetraiodotironin (T4 atau tiroksin) dam tri-iodotrionin (T3). hingga mencapai 30 kali konsentrasinya dalam darah.4. Dalam sitoplasmanya terdapat banyak vesikel yang mengandung tiroglobulin untuk dieksositosis ke dalam lumen folikel. Komponen Hormon Tiroid dan Penjeratan Iodida Sintesis hormon tiroid memerlukan tirosin dan iodium.2. Setiap tiroglobulin mengandung 70 asam amino tirosin. Saat hormon akan dilepaskan. Hanya satu perlima dari seluruh iodida yang diabsorpsi yang kemudian secara selektif dipindahkan dari darah oleh sel-sel kelenjar tiroid untuk sintesis hormon. kompleks Golgi dan vili pendek yang menjulur kedalam koloid.melawan gradien konsentrasinya. Iodium dalam makanan akan direduksi terlebih dahulu menjadi iodida (I-) sebelum diabsorpsi oleh usus halus. Pompa iodida kemudian mengangkut dua ion Na+ ke dalam sel folikuler menuruni gradien konsentrasinya bersama satu ion I. Proses pemekatan iodida dalam sel folikuler disebut penjeratan iodida (iodide trapping). sedangkan iodium harus diperoleh dari makanan. Asam amino tirosin masuk ke dalam molekul tiroglobulin selama produksinya. Tg terikat-hormon diendositosis lalu dipotong oleh protease lisosomal untuk melepaskan hormon dari tiroglobulin. Tiap folikel dapat menyimpan pasokan hormon untuk kebutuhan selama beberapa minggu didalam koloidnya.4. suatu molekul glikoprotein berukuran besar. sekaligus berperan sebagai substrat utama yang bergabung .5 Sel folikuler memindahkan iodida dari darah ke bagian dalam sel melalui aktivitas simporter natrium iodide (NIS) pada membran basalnya. mitokondria. mempunyai inti bulat dan sitoplasma basofilik. Ciri-ciri sel folikular berbentuk gepeng sampai kolumnar rendah. Iodium yang dikonsumsi per oral akan diabsorpsi dari saluran cerna ke dalam darah dengan cara yang serupa untuk klorida.3 Di ruang interstitium terdapat sel C yang berfungsi menyekresikan hormon peptida kalsitonin.2. Sisanya akan dikeluarkan lewat ginjal karena iodida tidak memiliki fungsi lain dalam tubuh. di retikulum endoplasma dan alat Golgi sel folikular. Hormon T3 dan T4 yang terikat pada glikoprotein tiroglobulin (Tg) disimpan dalam koloid. Sintesis dan Penyimpanan Hormon Tiroid Pembentukan hormon tiroid diawali dengan sintesis dan sekresi tiroglobulin.2.2. hasil sekresi sel folikel disimpan dalam lumen folikel.

Selama beberapa hari berikutnya.2 Selama proses pencernaan tiroglobulin.Setiap molekul tiroglobulin mengandung kurang lebih 30 molekul T3 dan sedikit T4.5 Iodida yang terdapat dalam sel folikular harus terlebih dahulu di oksidasi menjadi iodida ‘aktif’ yang selanjutnya mampu langsung berikatan dengan asam amino tirosin.2. Iodida aktif kemudian dikeluarkan melewati saluran di membran luminal ke dalam koloid. Penggabungan dua DIT menghasilkan tetra-iodotironin (T4 atau tiroksin) dengan empat molekul iodida.4. Sifat hormon tiroid yang lipofilik menyebabkan hormon dengan mudah melewati membran luar sel folikular dan masuk ke dalam darah.4. Antara dua molekul MIT tidak terjadi penggabungan. Sekresi Hormon Tiroid Sebelum dapat dilepas ke dalam sirkulasi darah. Selama beberapa jam sampai beberapa hari berikutnya. terdapat MIT dan DIT yang tidak mengalami penggabungan. Penggabungan satu MIT dengan satu DIT menghasilkan tri-iodotironin (T3) dengan tiga molekul iodida. Setelah terbentuk. yaitu pengikatan iodida dengan molekul tirosin. Meskipun iodida dan tirosin dapat langsung berikatan.2. Perlekatan dua iodida ke tirosin membentuk di-iodotirosin (DIT). molekul T3 dan T4 harus terlebih dulu dipisahkan dari tiroglobulin. prosesnya membutuhkan waktu yang lama.5 Proses berikutnya adalah organifikasi tiroglobulin. Karena MIT dan DIT tidak memiliki fungsi endokrin. Perlekatan satu iodida ke tirosin membentuk monoiodotirosin (MIT). Pertama-tama membran luminal sel folikular akan memfagosit sepotong koloid dan membawanya masuk ke dalam sel dalam vesikel pinositik.2 Kira-kira 93 persen hormon yang disekresikan oleh kelenjar tiroid adalah dalam bentuk T4.5 Hormon T3 dan T4 yang terbentuk tetap merupakan bagian dari molekul tiroglobulin. enzim iodinase yang terdapat di dalam sel folikular memisahkan iodida dari MIT dan DIT agar dapat digunakan untuk . TPO yang terikat membran mempercepat proses pengikatan tadi hingga beberapa detik saja. Lisosom dari sitoplasma sel akan menyatu dengan vesikel tadi dan melepaskan berbagai enzim protease untuk mencerna molekul tiroglobulin dan melepaskan T3 dan T4.dengan iodida untuk membentuk hormon tiroid. makin banyak sisa iodotirosin yang saling bergandengan (coupled).4. Di dalam koloid.5 5. sedangkan 7 persen sisanya T3. sebagian besar T4 yang disekresikan akan dideiodinasi menjadi T3 di hati atau ginjal. hormon tiroid yang disimpan dalam folikel dapat mencukupi kebutuhan normal tubuh selama dua sampai tiga bulan.2.4. Proses oksidasi ditingkatkan oleh enzim tiroperoksidase (TPO) yang melekat pada membran luminal sel yang berkontak dengan koloid.2. tiroglobulin yang mengandung tirosin dikemas dalam vesikel dan dikeluarkan dari sel folikular ke dalam koloid melalui proses eksositosis. Proses ini penting karena T3 adalah bentuk hormon tiroid utama yang aktif secara biologis di tingkat seluler. Dalam bentuk ini.

2. Efek ini di seluruh sel jaringan menyebabkan kenaikan laju metabolik basal dan produksi panas.2. Selain meningkatkan sintesis protein.5. Hormon kemudian terikat pada reseptor nuklear yang terikat pada elemen respons tiroid di DNA sel tersebut. Reseptor hormon ini memiliki afinitas yang jauh lebih besar terhadap T3 daripada T4. T3 memiliki afinitas yang lebih rendah daripada T4. Saat memasuki sel. efeknya akan meningkat secara progresif dan akan mencapai maksimal setelah 12 hari.5 6.2 . Selain itu hormon tiroid memiliki efek kalorigenik dan simaptomimetik. Pada tingkat seluler. Karena afinitas protein-pengikat plasma yang besar terhadap hormon tiroid.2 Hormon tiroid tidak memiliki sel target yang spesifik (mempengaruhi hampir semua sel jaringan) dan dapat dengan mudah melewati membran sel karena sifatnya yang hipofilik. sehingga T3 lebih poten daripada T4. yang kemudian menghasilkan berbagai protein enzim. sedangkan untuk T4 setiap kurang lebih 6 hari. Aktivitas hormon dapat bertahan dari 6 minggu hingga 2 bulan. glukogenolisis. sehingga hormon tiroid disebut memiliki efek kalorigenik. Pengikatan hormon pada reseptor menyebabkan peningkatan laju transkripsi gen untuk berbagai protein. dan respons maksimal baru terlihat setelah 2-3 hari. hormon tiroid akan segera berikatan dengan protein plasma untuk diangkut yaitu dengan globulin pengikat-tiroksin (thyroxin-binding globulin) dan albumin (lebih sedikit). struktural dan transport serta berbagai substansi lainnya. sehingga meningkatkan respons jaringan terhadap rangsang saraf simpatis. sehingga setengah dari T3 yang ada dalam darah dilepaskan ke jaringan setiap 1 hari.6 Kerja hormon tiroid relatif lambat bila dibandingkan dengan hormon lainnya.6 7. Ini menunjukan bahwa hormon tiroid memiliki periode laten yang panjang sebelum bekerja mempengaruhi sel. Setelah aktivitas hormon mulai. Respons terhadap peningkatan hormon tiroid baru terdeteksi setelah beberapa jam. Pengangkutan dan Mekanisme Kerja Hormon Tiroid2. hormon tiroid juga meningkatkan absorpsi glukosa.5. dan akan berkurang sesuai half-lifenya yaitu sekitar 15 hari. Enzim iodinase bersifat spesifik dan hanya memisahkan iodida dari MIT dan DIT. maka hormon tiroid (terutama T4) dilepaskan ke jaringan dengan sangat lambat. hormon T3 dan T4 akan berikatan dengan protein intrasel sehingga dapat disimpan dalam masing-masing sel target untuk digunakan secara lambat selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Hasilnya adalah peningkatan aktivitas fungsional sel. hormon tiroid adalah meningkatnya laju metabolisme dengan meningkatkan aktivitas metabolik tingkat seluler.membentuk lebih banyak hormon. gluconeogenesis dan lipolysis.2. Efek Hormon Tiroid Hormon tiroid meningkatkan laju metabolik basal keseluruhan tubuh.6 Saat memasuki darah. Peningkatan aktivitas metabolik akan menaikkan produksi panas.

respirasi dan motilitas saluran cerna. . Hormon tiroid juga krusial untuk perkembangan dan aktivitas normal sistem saraf pusat. Hormon tiroid meningkatkan curah dan detak jantung. Karena ini ketika sekresi hormon tiroid meningkat. TSH mmmerangsang produksi hormon tiroid dengan cara meningkatkan sekresi hormon tiroid dengan cara meningkatkan cAMP di tirotrop. Mekanisme antara TSH dan hormon tiroid mepertahankan kadar hormon tiroid sehari-hari (jangka pendek) sedangkan TRH untuk jangka panjang. Hormon tiroid merangsang .2. Thyroid stimulating hormone (TSH) yang dihasilkan di hipofisis anterior adalah regulator fisiologik terpenting. Hormon tiroid disebut memiliki efek simpatomimetik (‘menyerupai simpatis’) dengan cara meningkatkan responsivitas sel target terhadap katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang digunakan oleh sistem saraf simpatis. Hormon tiroid merangsang sekresi dan efek dari growth hormone (GH) dan insulin-like growth factor (IGF-I) untuk mensisntesis protein struktural baru dan pertumbuhan tulang. Responsivitas ditingkatkan lewat proliferasi reseptor katekolamin di sel sasaran.2. Regulasi Kerja Hormon Tiroid Produksi hormon tiroid diatur oleh hipofisis dan hipotalamus. pegaruhnya serupa dengan rangsangan sistem saraf simpatis. infeksi atau obat-obatan tertentu dapat menghambat sekresi TSH dan hormon tiroid melaui pengaruhnya ke hipotalamus. kelaparan. terutama di otot jantung dan rangka.5 Thyrotropin releasing hormone (TRH) di hipotalamus merangsang sekresi TSH.6 Satu-satunya faktor diketahui yang dapat meningkatkan sekresi TRH adalah ketika pajanan ke suhu dingin pada bayi baru lahir sebagai mekanisme adaptif untuk memproduksi panas. sehingga meningkatkan respons jaringan terhadap rangsang saraf simpatis.6 Kesimpulan Hormon tiroid meningkatkan laju metabolisme dengan meningkatkan aktivitas metabolik tingkat seluler.5 8. Stress fisik. Selain itu hormon tiroid memiliki efek kalorigenik dan simaptomimetik.5. respirasi dan motilitas saluran cerna.5 Efek-efek hormon tiroid yang lainnya adalah peningkatan kebutuhan tubuh akan vitamin karena vitamin banyak digunakan sebagai komponen enzim dan koenzim. Selain itu TSH mempertahankan integritas struktural hormon tiroid. terutama pada anak-anak. Terlalu banyak hormon tiroid dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kelemahan pada otot karena glukosa dan protein yang terus-terusan di mobilisasi untuk kebutuhan sel. Meskipun demikian hormon tiroid merangsang rasa lapar untuk mengimbangi asupan nutrisi yang diperlukan.2 Fungsi penting hormon tiroid adalah perannya dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. tetapi dihambat oleh hormon tiroid melalui mekanisme umpan balik. Hormon tiroid meningkatkan curah dan detak jantung.

2014. 983-994 6. Histology A Text and Atlas. Lapsley. Hall. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Day. Edisi ke-12. J. M. Gartner. H. Stress fisik. M. 2014. Ayling. kelaparan. 6th Ed. Daftar Pustaka 1. S. Jakarta: EGC. Hal.P. Baltimore : Lippincott Williams and Wilkins. 303-305 4. Marshall. E. W. Clinical Biochemistry Metabolic and Clinical Aspects. 2. Snell. Singapore : Elsevier. Edisi ke-3. R. Sherwood. 755-760. hal. 839. P.sekresi dan efek dari growth hormone (GH) dan insulin-like growth factor (IGF-I) untuk mensisntesis protein struktural baru dan pertumbuhan tulang. L. 3. 375-377. Singapore : Elsevier. . L. Churchill Livingstone Elsevier. A. 2011. R. Guyton dan Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 2012. J. J. Hal. Hiatt. Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem. 730-735. Pawlina. 843. W. M. pg. 3rd Ed. Ross. Pg. 2008. 5. L. Jakarta : EGC. infeksi atau obat-obatan tertentu dapat menghambat sekresi TSH dan hormon tiroid melaui pengaruhnya ke hipotalamus. 2014. Buku Ajar Berwarna Histologi.