You are on page 1of 33

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa sangat penting bagi kita. Karena salah satu dari cara kita

berkomunikasi. Banyak jenis bahasa di dunia ini. Salah satunya adalah bahasa

Inggris, seperti yang kita tahu bahasa Inggris telah diakui sebagai bahasa

internasional. Sehingga menguasai bahasa Inggris adalah kewajiban setiap

siswa di beberapa negara terutama di Indonesia. Bahasa Inggris adalah bahasa

asing. Itulah sebabnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membentuk

bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran di Sekolah. Bahasa Inggris

telah dipelajari dari tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat universitas. Bahkan

banyak taman kanak-kanak belajar bahasa Inggris. Hal itu dilakukan untuk

menciptakan para siswa yang bisa berkompetisi dengan siswa dari negara lain.

Para siswa harus menguasai empat keterampilan bahasa Inggris. Mereka

harus mampu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu

kemampuan berbahasanya adalah menulis. Penting bagi seseorang untuk

memiliki kemampuan dalam menulis. Menulis adalah kemampuan untuk

memahami bagaimana menciptakan atau membuat cerita. Para siswa

diharapkankan mampu menguasai kemampuan menulis. Menguasai

keterampilan menulis akan membantu siswa memahami bagaimana membuat

cerita. Menulis menjadi kebutuhan penting bagi siswa, terutama di SMA

dimana mereka cenderung memahami genre.

Genre adalah jenis teks. Ada banyak jenis teks dalam bahasa Inggris,

seperti teks deskriptif, teks naratif, teks recount, teks prosedure, teks

ekspositori, teks hartatori, teks eksposisi analitik, teks laporan dan lain-lain.

2

Teks recount adalah sejenis teks yang menceritakan ulang kejadian atau

aktivitas yang terjadi di masa lalu.

Kenyataannya, tidak semua siswa SMA Negeri 4 Sibolga sukses dalam

belajar bahasa Inggris, terutama dalam menulis teks recount. Hal ini dapat

diketahui dari pengamatan penulis yang menemukan rata-rata nilai siswa

rendah dalam bahasa Inggris pada semester terakhir tahun 2016/2017 tahun

akademik. Para siswa hanya mendapat nilai rata-rata 65. Sementara itu, standar

skor minimal adalah 75.

Kemampuan siswa dalam menulis teks recount masih rendah. Hal ini

dapat disebabkan oleh beberapa faktor, faktor internal dan eksternal. Faktor

internal terkait dengan pengetahuan siswa seperti: tata bahasa / struktur, kosa

kata, penguasaan struktur generik, motivasi. Sedangkan faktor eksternal berasal

dari luar siswa seperti: metode pengajaran, latar belakang siswa, materi,

lingkungan, kekurangan fasilitas, dan sebagainya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, guru harus bisa memilih metode

yang sesuai untuk mengajar bahasa Inggris. Jika metode proses belajar

mengajar didasarkan pada kemampuan, hasil belajar akan lebih baik.

Penggunaan metode ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa

dalam menulis. Guru juga harus memberi motivasi kepada siswa dan

menyiapkan fasilitas pengajaran agar siswa memiliki semangat untuk belajar.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam pengajaran bahasa

Inggris seperti Cooperative Script, Picture and Picture, Contoh Non Exmple,

Demonstration, GTM, SCROOL dan sebagainya. Dalam hal ini penulis tertarik

untuk memilih Cooperative Script Method, karena metode ini sesuai dalam

3

penulisan yang fokus pada pengaktifan pengetahuan, kosakata, tata bahasa, dan

membuat siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar khususnya dalam

memahami teks dan dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis teks

recount.

Berdasarkan penjelasan di atas, penulis melakukan penelitian: "Pengaruh

Metode Skrip Koperasi terhadap Kemampuan Siswa dalam Menulis Teks

Recount (Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Sibolga)".

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan sudut pandang di latar belakang penelitian ini, siswa SMA

Negeri 4 Sibolga masih mendapatkan beberapa kesulitan dalam menguasai

bahasa Inggris terutama pada kemampuan siswa dalam penulisan teks recount.

Ada dua faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal terkait dengan kowledge siswa seperti: rendahnya motivasi,

rendahnya penguasaan tata bahasa / struktur, kosa kata, kurang minat belajar.

Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar siswa seperti: minimnya fasilitas,

penggunaan metode pengajaran, latar belakang siswa dan sebagainya.

Dalam hal ini, penulis harus mengetahui faktor-faktor penyebab

masalah, dan metode pengajaran merupakan penyebab permasalahan dimana

guru tidak menggunakan metode yang sesuai berdasarkan kebutuhan siswa.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, ada banyak faktor yang dapat

mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Namun dalam

penelitian ini, penulis membatasi faktor yang mempengaruhi kemampuan

penulis membahas tentang: 1) Definisi Metode cooperative Script. Perumusan Masalah Berdasarkan keterbatasan masalah. 3) struktur generik dari teks recount. Selanjutnya. yaitu metode penulisan cooperative script. 4 siswa dalam menulis teks recount yaitu dari faktor eksternal dan menggunakan metode pengajaran. Adakah pengaruh yang signifikan dari metode Cooperative Script dalam penulisan kemampuan menulis teks putus sekolah kelas XI SMA Negeri 4 Sibolga? . Sedangkan pada penulisan teks recount siswa. 2) langkah-langkah untuk melakukan metode cooperative script. 3) kelebihan dan kekurangan metode cooperative script. D. penulis membahas tentang: 1) definisi teks recount. Bagaimana kemampuan penulisan teks recount yang ada pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sibolga setelah diajarkan dengan metode Cooperative Script? 3. dalam membahas tentang metode cooperatif script. 4) ciri leksikogramatik dari teks recount. 2) fungsi sosial dari teks recount. maka rumusan masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: 1. BagaimaNA kemampuan menulis recount text siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sibolga sebelum diajarkan dengan metode Cooperative Script? 2.

b. Guru sebagai teknik tambahan mereka dalam mengajar bahasa terutama dalam penulisan teks recount. c. Untuk melihat kemampuan siswa menulisteks recount kelas sepuluh SMA Negeri 4 Sibolga sebelum diajarkan dengan menggunakan metode Cooperative Script. Kepala sekolah untuk berkomunikasi dengan semua guru bahwa teknik ini cocok untuk pengajaran kemampuan bahasa Inggris khususnya pengajaran menulis penghitungan ulang. 5 E. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. 2. Untuk melihat kemampuan siswa menulisteks recount kelas sepuluh SMA Negeri 4 Sibolga setelah diajar dengan menggunakan metode Cooperative Script. Adakah pengaruh signifikan dari Metode Cooperative Script dalam menulis teks recount siswa kelas XI SMA Negeri 4 Sibolga. Manfaat Penelitian Temuan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai kontribusi untuk: a. 2. . 3. Para siswa sebagai pendekatan baru mereka untuk mempelajari teks recount.

Soemarmo Markam (1989: 224) mengatakan. pemikiran. Deskripsi Teori 1. Artinya menulis adalah kata-kata yang ditulis oleh penulis dan bisa dimengerti orang lain yang menggunakan bahasa yang sama. tanda baca dan spasi) untuk mengkomunikasikan pemikiran dan gagasan dalam bentuk yang mudah dibaca. Menurut Tarigan (1986: 21) mengatakan. 6 . koheren. 6 CHAPTER II LANDASAN TEORITIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Artinya menulis itu mengekspresikan pemikiran ke dalam bentuk tulisan. mudah dibaca dan dapat dipahami oleh orang lain. pengetahuan. Artinya menulis itu merupakan hasil gagasan. "Menulis adalah mengekspresikan bahasa dalam bentuk simbol dan citra". pemikiran yang ditulis jelas. Selain itu. "Menulis adalah simbol grafis bahasa yang dipahami oleh penulis dan juga orang lain yang menggunakan bahasa yang sama dengan penulisnya". Teori Menulis Recount Teks Menulis adalah proses menggunakan simbol (huruf alfabet. Artinya menulis adalah proses untuk mengekspresikan bahasa meski simbol dan gambar. sains dan pengalaman hidup dalam bahasa tertulis yang jelas. Menurut Suyitno (1993: 150) mengatakan. ekspresif. koheren. mengatakan. ekspresif. "Menulis adalah kemampuan untuk mengekspresikan gagasan. "Menulis adalah menuangkan gagasan ke dalam bentuk". menurut Lerner (1985: 413). mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain".

Sebagai tambahan. tujuan penulisannya adalah: a) mengucapkan himaan dalam teks fungsi pendek dan esai sederhana dalam bentuk teks recoun. "teks recount ditulis untuk membuat laporan tentang pengalaman serangkaian acara terkait". aktivitas. penulis memfokuskan pada teks recount sebagai subjek karena merupakan salah satu materi yang diajarkan di SMA. atau pengalaman seseorang". dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses untuk mengekspresikan gagasan. Teks recount adalah teks yang menceritakan kembali kejadian atau pengalaman di masa lalu. menurut John (2001: 21) mengatakan. "teks recount adalah sejenis teks yang dibentuk untuk melaporkan kejadian. Artinya teks recount adalah teks yang menceritakan kembali pengalamannya. teks prosedur dan naratif teks. Menurut Sanggam (2008: 35) mengatakan. struktur generik dan fitur leksikogrammamatikal. Berdasarkan silabus SMA Negeri 4 Sibolga. salah satunya adalah teks recount. "Teks recount adalah menceritakan kembali kejadian . Dalam penelitian ini. knowladge. teks prosedure dan teks naratif dalam konteks kehidupan sehari-hari. Indikator penulisan teks recount mengidentifikasi fungsi sosial. Menurut Djuhari (2008: 44) mengatakan. Ada beberapa jenis teks dalam bahasa Inggris. koheren dan mudah dipahami yang lain. pengalaman hidup di atas kertas yang jelas. 7 Dari beberapa pendapat para ahli di atas. Menulis selalu berhubungan dengan teks. b) menggunakan artinya teks fungsional pendek dan esai sederhana berupa teks recount. Artinya teks recount bertujuan untuk melaporkan beberapa kejadian atau fenomena seseorang. kejadian. pemikiran.

Dari pendapat para ahli di atas. a. Fungsi Sosial Yang penting dari teks itu adalah fungsi sosial. pengalaman hidup di masa lalu yang bertujuan untuk menginformasikan atau menghibur. b) struktur generik. 8 untuk tujuan menginformasikan atau menghibur". "teks recount adalah teks yang menjelaskan atau melaporkan kejadian kejadian atau kejadian yang terjadi dimasa lampau dengan tujuan untuk menginformasikan atau menghibur". Fungsi sosial teks recount sama dengan tujuan atau tujuan penghitungan teks. c) dan leksikogramatik. Fungsi sosial adalah tujuan atau tujuan teks. Itu berarti bahwa teks recount adalah teks yang menceritakan kejadian atau fenomena di masa lalu yang bertujuan untuk menghibur dan memberi informasi. Maharani di . Ini berarti bahwa tujuan teks penghitungan ulang menggambarkan atau menceritakan kembali kejadian di masa lalu. "tujuan penghitungan ulang adalah mencantumkan dan menggambarkan pengalaman masa lalu dengan menceritakan kembali kejadian dalam urutan kejadian (urutan kronologis)". Untuk dapat menulis teks penghitungan ulang. penulis menentukan tiga aspek yang harus dikuasai oleh siswa sebagai berikut: a) fungsi sosial. Ini berarti bahwa teks recount adalah teks yang menceritakan kembali kejadian yang memiliki fungsi untuk diinformasikan atau menghibur. fenomena. Menurut Derewianka (2004: 18) mengatakan. Menurut Kurniawan dan Yuniati (2010: 40) katakan. dapat disimpulkan bahwa teks recount adalah teks yang menceritakan kembali kejadian.

Menurut Pardiyono (2007: 64) mengatakan. Artinya fungsi sosial teks recount adalah untuk menghibur pembaca peristiwa teks. "struktur generik dari teks recount adalah: orientasi berisi topik aktivitas atau peristiwa yang akan diceritakan. penulis menyimpulkan bahwa fungsi sosial dari teks recount adalah untuk menggambarkan atau menceritakan ulang kejadian atau pengalaman di masa lalu untuk tujuan menginformasikan atau menghibur. Artinya tiga struktur generik dari teks recount. Sanggam di Siregar (2015: 9) mengatakan. . kejadian dan orientasi ulang. Generic Structure Setiap teks memiliki struktur generik. Struktur generik teks recount adalah orientasi. "teks recount adalah semacam teks yang dibuat dengan kebiasaan untuk memberi informasi tentang aktivitas di masa lalu". Dan reorientasi berisi kesimpulan dari acara rekaman ". Rekaman peristiwa berisi catatan aktivitas atau kejadian di masa lalu yang akan diceritakan secara kronologis. kejadian dan reorientasi. "fungsi sosial teks penghitungan ulang adalah menceritakan kembali kejadian untuk tujuan menginformasikan atau menghibur". b. 9 Melinda (2015: 9) mengatakan. "Fungsi sosial teks penghitungan ulang adalah untuk menghibur atau menceritakan kejadian di masa lalu". Artinya. Artinya fungsi sosial teks recount adalah menginformasikan atau menghibur. yaitu orientasi. Berdasarkan pendapat di atas. Menurut Pardiyono (2007: 63) mengatakan. maksud dari teks recount adalah memberi informasi tentang aktivitas atau fenomena di masa lalu.

dan tempat dalam cerita. b) kejadian terdiri dari kejadian sebagai kronologis dan c) orientasi ulang berisi tentang komentar individu atau ungkapan estimasi ". struktur generik dari teks recount adalah: orientasi yang mengatur peserta. Kurniawan di Siregar (2015: 9) mengatakan. Johns (2002: 21) mengatakan. waktu. struktur generik dari teks recount adalah: orintation yang mengenalkan cerita. dan reorientasi yang menggambarkan komentar atau reaksi individu. Artinya. 3) reorientasi: itu sebuah pilihan atau penutupan acara ". yaitu: a) orientasi mengandung karakter. b) mencatat kejadian: menyajikan kejadian dalam urutan temporal. c) orientasi ulang: panggung opsional yang membawa kejadian sampai sekarang ". kejadian yang menceritakan kronologis ceritanya. "Teks recount menggunakan struktur generik. yaitu: 1) orentasi: ia menyediakan setting dan mengenalkan peserta. "struktur skematik teks penghitungan ulang: a) orientasi: memberikan informasi tentang situasinya. kejadian menceritakan tentang apa yang terjadi dan reorientasi adalah sebuah pilihan. Dari pendapat di atas. Ini berarti bahwa struktur generik dari teks recount adalah: a) orientasi yang mengenalkan informasi. 10 Menurut Maharani dalam Siregar (2015: 10) mengatakan. Selain itu. penulis menyimpulkan bahwa struktur generik teks recount adalah: a) orientasi: yang mengenalkan dan menetapkan peserta. 2) kejadian: katakan apa yang terjadi dalam urutan apa. "teks penghubung memiliki struktur generik. b) kejadian: ceritakan tentang kronologis yang terjadi dan c) orientasi ulang: adalah pilihan atau penutupan dari kejadian . b) kejadian yang menceritakan kronologis kejadian c) orientasi ulang. Artinya.

Djuhari (2008: 44) mengatakan. "Gambaran leksikogramatik dari teks penghafalan adalah: a) menggunakan bentuk lampau. b) menggunakan proses materi. ambil. b) fokus pada urutan temporal dengan konjungsi yang . Lexicogrammatical Features Teks recount memiliki beberapa fitur lexicogrammatical. dll. Menurut Sanggam di Siregar (2016: 11) mengatakan. "pola tata bahasa dari teks penghafalan adalah: a) menggunakan predikat dengan kata kerja memiliki bentuk bentuk lampau. misalnya : apa. e) fokus pada urutan temporal ". kami sangat menikmatinya. misalnya: sungguh luar biasa. 11 c. " Menurut Kurniawan dalam Melinda (2015: 11) mengatakan. c) keadaan waktu dan waktu. c) menggunakan kata sifat yang berfungsi untuk menunjukkan sikap pribadi. "Aspek tata bahasa dari teks penghafalan adalah: a) fokus pada peserta yang spesifik. d) menggunakan bentuk lampau. diam. b) menggunakan kata kerja melakukan dalam predikat. melewati tegang sempurna. melewati ketegangan terus- menerus. dll yang menggambarkan aktivitas. "fitur leksikogramatis yang signifikan dari teks penghitungan ulang adalah: 1) menggunakan simple past tense 2) menggunakan kata benda spesifik 3) Fokus pada peserta individual 4) menggunakan waktu penghubung dan konjungsi 5) menggunakan kata kerja tindakan 6) menggunakan kata keterangan dan frasa adverbia Menurut Pardiyono (2007: 67) mengatakan.

d) fokus pada peserta tertentu. Suprijono(2009:126). Menurut Schank and Abelson dalam Hadi(2007:18). misalnya. 12 menunjukkan waktu. Ini berarti metode cooperative script adalah metode dimana siswa ikut aktif dalam kegiatan pembelajarannya. Dansereau dalam slavin (1994) mengatakan bahwa metode cooperative script merupakan skenario kooperatif yang berati setiap siswa mempunyai peran dalam saat diskusi sedang berlangsung. setelah. Ini berarti metode cooperative script adalah metode dimana dalam penyampaian inktisar dari materi tang diajarkan dilakukan berpasangan. “ Metode cooperative adalah metode pembelajaran yang menggambarkan interaksi siswa seperti ilustrasi kehidupan sosial siswa dengan lingkungannya sebagai individu dalam keluarga. 2. c) menggunakan kata benda dan frase kata benda. kapan. Pengertian dari Metode Cooperative Script Metode cooperative script merupakan salah satu jenis metode pembelajaran. kelompok dan masyarakat yang lebih luas”. . Ini berarti metode cooperative adalam metode yang menggambarkan interaksi siswa dengan orang lain tentang kehidupan sosial siswa itu. dan Jadi. kemudian. Metode cooperative script adalah metode dimana siswa diminta berpasangan dalam penyampaian materi yang diajarkan. “ metode coooperative merupakan metode belajar dimana siswa bekerja berpasanagan dan bergantian secara lisan mengiktisarkan baguan-bagian dari materi yang dipelajari”.

semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya.2) selanjutnya guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Dari penjelasan beberapa ahli diatas. Metode cooperative scrip mempunyai beberapa langkah.langkah dalam penggunaannya. penulis menyimulkan bahwa metode cooperative script adalah metode belajar yang dilakukan dengan cara membagi siswa berpasangan dalam mendiskusikan materi pelajaran yang diajarkan.langkah. pendengar menyimak/ mengoreksi/ menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. guru dan siswa melakukan diskusi kelas untuk membaha materi yang telah mereka pelajari. 3) guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Ini berarti metode cooperative adalah metode belajar yang dimana terjadi hubungan antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa dalam berkolaborasi. “ langkah. 5)langkah selanjutnya bertukar peran. Siswa .langkah dalam pembelajaran cooperative script yaitu: 1) guru membagi siswa untuk berpasangan. 6) setelah pembacaan script selesai. termasuk juga metode cooperative script. Setiap metode belajar pasti mempunyai langkah. 4)sementara pembicara membacakan script. Menurut Suprijono(2009:126). 13 Menurut Brousseau dalam Hadi(2007:18) mengatakan bahwa metode cooperative script adalah metode belajar dimana secara tidak langsung terdapat kontrak belajar antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa mengenai cara berkolaborasi.

5.ide pokok yng berhubungan materi sebelumnya dengan materi lainnya. Selanjutnya Danserau dalam Hadi(2007) menjelaskan bahwa langkah- langkah dalam pembelajaran cooperative script sebagai berkut: 1. Guru membagi siwa berpasangan 2. Gur dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Guru membagikan wacana/ materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasannya 3. dan sebagainya sementara guru memimpin diskusi”. f) kesimpulan dan evaluasi. e) tukar posisi dari pembicara menjadi pendengar. 14 saling beriteraksi bertanya.ide pokok dalam ringkasannya. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dan memasukkan ide. menyanggah. semula menjadi pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya . b) membagikan teks/ materi. menjawab. d) hasil dari diskusi di presentasikan oleh salah satu siswa sebagai pembicara dan siwa lainnya sebagai pendengar. mengemukakan pendapat. Bertukar peran. sementara pendengar menyimak dan mengoreksi yang kurang lengkap dan membantu mengingatkan ide. c)siswa mulai membahas teks atau materi yang diberikan oleh guru dan membuat kesimpulan. Menurut Ngalimun pada Melinda(2015:14) menjelaskan bahwa langkah.langkah dalam metode cooperative script yaitu: a) membuat kelompok dengan berpasangan.

c) melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. A’la(2011:98). 3) memfasilitasi sisa dalam melakukan interaksi soasial. penulis menyimpulkan bahwa langkah. c) setiap pasangan mendiskusikan materi ada sebagai pembicara dan ada sebagai pendengar dan sebaliknya d) membuat kesimpulan dan evaluasi. Selanjutnya Hamdani(2011: 89) mengatakan bahwa kelebihan dari metode cooperative script yaitu: . Sedangkan kekurangan dari metode cooperative script yaitu: 1) penggunaan metode cooperative script harus secara rinci dijelaskan kepada dalam presentasi dan pembagian tugas. 15 6. Menurut Istarani(2012:17) mengatakan bahwa kelebihan dari motode cooperative scrip adalah 1) interaksi yang terjadi dalam pengajaran cooperative script dapat memotivasi siwa dan memotivasi pemikirannya.langkah dalam pengajaran cooperative script yaitu: a) guru membagi siswa berpasangan. “ kelebihan metode cooperative script diantaranya adalah: a)melatih pendengaran. sedangkan untuk kekurangannya yaitu hanya dilakukan dua orang ( tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut)”. b) guru membagikan materi. b) setiap siswamendapatkan peran. ketelitian/ kecermatan. Guru membantu siswa menyusun kesimpulan Dari penjelasan para ahli diatas. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekuramgan. 2) memberi kesempatan kepada siswa dalam bertanya dan mengomentari masalah tertentu.

guru harus menyiapkan materi yang akan diajarkan berdasarkan situasii yang ada dan guru harus mampu menentukan materi yang cocok untuk digunakan berdasarkan bahasa target. c) menghabiskan waktu yang banyak. Dari penjelasan diatas. ketelitian siswa b. Melatih untuk memperbaiki kesalahan dari orang lain secara lisan. c)memberi kesempatan siswa dalam mengeluarkan pendapatnya. b) melatih siswa dalam mendengar. penulis menyimpulkn bahwa pengajaran menggunakan metode cooperative script memiliki kelebihan dan kekurangan kepada siswa dan guru. Sedangkan kekurangan dari metode cooperative script yaitu: a) metode ini hanya dapat dilakukan oleh dua orang tidak seluruh siswa. b) sulit menentukan kelompok yang solid dan bertanggung jawab. Setiap siswa mendapatkan aturan main c. Penelitian Yang Relevan Penelitian dibutuhkan untuk menjadi relevan dengan penelitian sebelumnya untuk membuat penelitian menjadi relevan dengan situasi yang . B. penulis dapat menyipulkan bahwa kelebihan dari metode cooperative script method yaitu: a) siswa dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif. Dengan ini. 16 a. memahami materi. Untuk melihat keuntungan dari metode ini. Melatih pendengaran. Adapun kekurangan dari metode cooperative script yaitu metode ini hanya dilakukan oleh dua orang dan pengoreksian hanya berlaku pada dua orang tersebut.

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara Metode Cooperative Script pada kemampuan menulis teks recount siswa. Febriani (2014) : “ The Effect of Problem Based Learning (PBL) Model in Teaching Writing Recount Text ( A study AT THE Eight Grade Students of SMP Negeri 1 Batang Toru in 2014/205 Academic Year ). masalah dari penelitian ini yaitu kemampuan menulis teks recount dan penyebab dari masalah yaitu Metode Cooperative Script. b. penulis menyimpulkan bahwa penelitian ini tidak sama dengan penelitian sebelumnya terhadap independent variabel dan dependent variabel. Beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang metode cooperative script. Jadi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tusino 2013 menyimpulkan bahwa penggunaan metode cooperative script dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. penulis ingin membuat hubungan yang relevan antara variabel independent dan variabel dependen sebagai berikut : a. Berdasarkan penjelasan diatas. . Pada masalah ini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Febriani 2014 menyimpulkan bahwa penggunaan metode PBL dalam kemampuan menulis teks recount siswa meningkat. 17 dihadapi. Tusino (2013) : “ The Efectiveness of Cooperative Script Method to Enhance The Students’ Speaking Skill at English Education Department of Muhammadiyah University of Purworejo in 2012/ 2013 Academic year”.

Kerangka Berfikir Siswa sulit dalam menulis teks Kemampuan menulis Recount teks Recount Faktor Internal : Faktor Eksternal :  Kurang motivasi  Lack of facilities  Lemah dalam tata  Penggunaan bahasa dan metode susunan bahasa pengaajaran  Kurang tertarik  Latar belakang terhadap sisa pelajaran  Dan sebagainya Penggunaan metode Metode Kooperative Script pengajaran Improve kemampuan menulis teks recount siswa melaui metode Cooperative Script Dari penjelasan diatas . . penulis mengasumsikan bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan Metode Cooperative Script dalam kemampuan menulis teks recount siswa pada kelas sepuluh siswa SMA Negeri 4 Sibolga. 18 C.

Gay (2009:71) mengatakan bahwa hipotesis adalah predoksi dari penemuan penelitian. Dari penjelaan diatas. Ini berarti hipotesis yaitu jawaban sementara dari perumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya. Sugitono (2012:96) mengatakan bahwa hipotesis adalah jawaban tentaif dari perumusan masalah yang dimana peumusan masalah dalam bentuk kalimat pertanyaan. pernyataan harapan peneliti tentang hubungan diantara variabel dari penelitian. penulis menyimpulkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis recount teks siswa melalui Metode Coopertive Script. Hipotesis Hipotesis adalah aspek yang paling penting dalam sebuah penelitian. Ini berarti hipotesis adalah jawaban sementara sebelum data terkumpul. Ini berarti hipotesis adalah dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih belum valid. “ Hipotesis adalah sebuah jawaban sementara dari masalah penelitian sampai pengumpulan data”. Menurut Arikunto (2010:45). Hipotesis adalah dugaan sementara. 19 D. . Sementara menurut Nazir (2010: 219) mengatakan bahwa hipotesis tidak lain jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Dari pernyataan diatas. penulis menyimpulkan bahwa hipotesis adalah prediksi yang dibuat oleh si penelitu dalam membuat sebuah penelitian.

Waktu yang ditetapkan ini digunakan dalam rangka pengambilan data. hasil penelitian dan menyusun laporan penelitian. Mahsun dalam Rahmat (2014:32) menyatakan. Sugiyono dalam Nurholija (2015:32) menyatakan. Sekolah tersebut dipimpin oleh Bapak Saragih. S.Pd dan guru bahasa inggrisnya yaitu Ibu Santi. “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. S. pengolahan data. 20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sibolga Selatan. Sudirman. “Metode adalah suatu cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan materi penelitian”. Ini brarti metode adalah suatu cara yang digunakan dalam memperoleh data. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Sibolga. penulis memilih sekolah ini sebagai tempat penelitan karena sekolah ini belum pernah diteliti tentang pengaruh penggunaan metode cooperative script terhadap kemamuan menulis teks recount. Penelitian ini kuarang lebih dilakukan kurang lebih selama dua bulan dimulai pada bulan November sampai dengan Desember 2017. Arikunto dalam Ernita (2014:23) menyatakan. 20 . Aek Parombunan. B. Ini berarti metode digunakan untuk memperoleh data”. yang beralamatdi Jl.Pd. Metode Penelitian metode adalah cara yang dipilih untuk memecahkan masalah dari penelitian. Kota Sibolga. “ Metode adalah suatu cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh data”.

atau beberapa variabel yang menjadi objek dari penelitian berdasarkan pada apa yang terjadi”. “ metode deskriptif mempunyai tujuan untuk menjelaskan.langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan. Ini berarti metode deskriptive mempunyai tujuan menjelaskan dan menyimpulkan objek yang akan diteliti. Pada masalah kali ini. Ini berarti metode penelitian adalah suatu rangkaian yang disusun sistematis untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan. penulis melihat pengaruh penggunaan metode pembelajaran cooperative script dalam kemampuan menulis teks writing siswa. yaitu suatu rangkaian langkah. menyimpulkan bebeapa kondisi. situasi. seperti penelitian eksperimen dan penelitian korelasi.pertanyaan tertentu”. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut : . “metode penelitian adalah suatu proses. Suryabrata dalam Nurholija (2015:32) menyatakan. “Metode Penelitian eksperimen adalahsebuah metode penelitianyang digunakan untuk mendeskripsikan tentang dua variabel”. 21 Itu berarti metode digunakan untuk mengumpulkan materi yang telah disiapkan peneliti sebagai data penelitian. Arikuto dalam Rahmat (2014:33) menyatakan. Itu berarti metode penelitian eksperimen adalah metode yang menjelaskan tentang kedua variabel. Menurut Bongin dalam Rahmat (2014:33) menyatakan. Penulis memilih penelitian eksperimen. Ada banyak jenis dari metode penelitian.

Menurut Arikunto (2006:3) menyatakan. “ Populasi adalah himpunan yang lengkap dari satuan. 22 E 𝑂1 x 𝑂2 E : Grup Eksperimen 𝑂1 : Pre.test grup eksperimen C. Populasi dan Sampel 1. keberadaan populasi sangat diperlukan sebab dengan mengetahui populasi maka dapat diteapkanpengambilan data yang diperlukan sehingga pemecahan masalah dan tujuan penilaian dapat tercapai.test grup eksperimen 𝑂2 : Post.satuan atau individu.: “ Populasi adalah total seluruh objek atau indivu yang mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti”. Ini berarti populasi adalah jumlah seluruh objek yang mempunyai kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti.individu yang . “Populasi adalah wilayah generalisasiyang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi Pada setiap kegiatan penelitian. Populasi juga merupakan keseluruhan dari siswa dalam objek penelitian. “ Populasi adalah keseluruhan subjek dalam penelitian”. Anggoro dalam Nurholija (2015:34) menyatakan. Selanjtnya menurut Sugiyono (2010:61) menyatakan. Populasi adalah keseluruhan objek dalam penelitian. Ini berarti populasi adalah jumlah atau total seluruh objek yang akan diteliti. Hasan dalam Nurholija (2015:25) menyatakan.

Arikunto (2009:86) menyatakan. Berdasarkan pendapat ahli diatas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas sepuluh SMA Negeri 4 Sibolga tahun ajaran 2017/2018. penulis menyimpulkan bahwa populasi adalah jumlah seluruh objek atau individu yang ingin diteliti.laki Perempuan Jumlah 1 𝑋1 10 17 27 𝑋2 2 12 16 28 3 𝑋 3 10 15 25 𝑋4 4 8 15 23 𝑋5 5 11 17 28 Total 131 2. “ Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi”. Menurut Sugiyono (2010:91) menyatakan. Data dari siswa kelas X SMA Negeri 4 Sibolga dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 1 Jumlah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Sibolga Tahun ajaran 2017/2018 No Kelas Laki. Ini berarti populasi adalah himpunan dari seluruh individu yang dimana kita ingin mengetahu karakteristiknya. 23 karakteristiknya ingin kita ketahui”. Ini berarti sampel adalah sebagian dari jumlah populasi. . Jumlah populasi dari penelitian ini terdiri dari 5 kelas dan total keseluruhan populasi adalah 158 siswa. “ Sampel adalahbagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Sampel Sampel adalah sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu dan diharapkan dapat mewakili suatu populasi.

sampling kelompok (cluster sampling). Berdasarkan pendapat ahli diatas. “ sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang harus dipilih peneliti atau ditentukan untuk keperluan analisis”. maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari jumlah populasi tersebut. dan sampling berimbang ( proportional sampling) Berdasarkan penjelasan diatas. penulis menyimpulkan bhwa sampel merupakan sebagian kecil dari populasi yang akan diteliti. 24 Selain itu. yaitu : kelas 𝑋 3 dan kelas 𝑋 4 yang terdiri dari 48 siswa. sampling daerah atau sampling wilayah (area sampling). “ sampel adalah sebagian anggota populasi memberikan keterangan data yang diperlukan dalamsuatu penelitian”. Ini berarti sampel adalah bagian dari populasi. Penulis mengambil dua kelas yang menjadi sampel kelompok. . menurut Anas dalam Rahmat (2014:34) menyatakan. sampling bertujuan (purposive sampling). samling kembar (double sampling). Pengambilan tehnik sampel berkelompok cocok digunakan untuk mendapatkan sampel pada penelitian ini. Arikunto (2010:95) menyatakan. “ Beberapa teknik pengambilan sampel (sampling technique) yang biasa dikenal antara lain: sampling acak (random sampling). sampling berstrata (stratified sampling). untuk mendapatkan sampel penulis menggunakan tehnik pengambilan sampel berkelompok. Anggoro dalam Nurholija (2015:35) menyatakan. Mengingat banyaknya jumlah populasi.

“ Instrumen adalah suatu alat bantu yang digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya”. instrumen disusun untuk mendapatkan jawaban dari responden yang akan digunakan sebagai data penelitian. “ Instrumen memiliki tempat penting dalam memperoleh data di lapangan” . 25 D. lengakap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah”. Ini berarti instrumen adalah suatu alat yang digunakan peneliti dalam rangka mengumpulkan data. Ini berarti instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengukur. menurut Hasan dalam Rahmat (2014:36) menyatakan. Biasanya. “instrumen pengumpulan data adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya mudah dn hasilnya lebih baik . Instrumen Penelitian Instrumen merupakan bagian penting dalam penelitian karena instrumen digunakan dalam mengumpulkan data. Menurut Hasan dalam Ernita (2014:28) menyatakan. penulis mengumpulkan data dengan memberikan test untuk mengukur kemampuan menulis recount teks (Variabel Y). Ini sangat penting dilakukan dalam penelitian. dalam arti lebih cepat . Ada dua . Next Bungin dalam Ernita (2014:28) menyatakan. “ Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengukur kejadian atau masyarakat yang diamati”. Arikunto (2010:203) menyatakan. Membuat instrumen penelitian merupakan salah satu hal penting dalam penelitian. Dalam penelitian ini.

Berdasarkan penjelasan diatas . dan fitur kebahasaan. Dari beberapa indikator tersebut. Indikator dari Metode Cooperative Script yaitu: a. penulis memberikan test kepada siswa yang berjumlah 20 soal pilihan ganda pada variabel Y. Ini dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 2 Indikator dari Metode Cooperative Script No Indikator 1 proses/ tahap. Langkah. Metode cooperative Script . siswa harus mampu menjawab berdasarkan teks yang ditulis. Kekurangan dari metode cooperative script. penulis memberi test kepada siswa sebanyak 20 soal untuk variabel X. seperti fungsi sosial.langkah dari metode cooperative script. Memberikan Kesimpulaan 2 kelebihan dari Metode Cooperatie Script 3 kekurangan dari penggunaan Metode Cooperative Script Teks recount terdiri dari beberapa indikator. Membagi kelompok menjadi berpasangan b. Kelebihan dari metode cooperative script. Menjawab pertanyaan secara bergantian c.tahap penggunaan metode Cooperative Script a. Untuk lebih jelas dapat dilihat dari tabel berikut: . yaitu Metode Cooperative Scipt (Variabel X) dan Kemampuan menulis teks recount (Variabel Y). Siswa harus mengidentifikasi unsur teks berdasarkan jenis teks yang ada. b. struktur umum. 26 variabel dalam penelitian ini. c.

test bakat khusus. tes minat. 27 Tabel 3 Indikator dari Kemampuan Menulis Recount Teks No Indikator Jumlah 1 mengidentifikkasi fungsi sosial dari teks recount 6 2 mengidentifikasi susunan kebahasaan dari sebuah teks recount 7 3 menentukan fitur kebahasaan dari sebuah teks recount 7 Total 20 E. Untuk test prestasi belajar digunakan di sekolah dapat dibedakan menjadi dua.cara yang dapat dilakukan peneliti untuk mengumpulkan data. Ada beberapa jenis teknik pengumpulan data.Pengumpulan data dapat dilakukan melalui instrumen. diantaranya interview. test. test adalah lat yang digunakan untuk mengukur kemampuan objek penelitian. “ tes sebagai instrumen adalahserangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan. yaitu: a)tes buatan guru dan b) test terstandar”. Arikunto (2009:223)menyatakan. Fungsinya untuk manusia digunakan untuk mengukur kemampuan dasar antara lain: test IQ. Ini berarti test merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan objek penelitian yang berbentuk pertanyaan. “ tes . Majid dalam Nurholija (2015:41) menyatakan. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”. daftar pertanyaan dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test. Ini berarti. Riduwan dalam Nurholija (2015:40) menyatakan. “ Test adalah alat untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti. intelegens. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara.

Tiap variabelny berjumlah masing. Biasanya diadakan sedikit modifikasi dalam instrumensesuai dengan karakter kelompok menjadi objek studi”. “Kelebihan test yaitu sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya. Anggoro dalam Nurholija (2015:41) menyatakan. Selanjutnya Anggoro dalam Nurholijah (2015:41) menyatakan. Walaupun pengamat sudah dilatih untuk mencatan 20 atau lebih perilaku yang berbeda . hemat dan hasil studi kita dapat dibandingkan dengan hasil dari studi lain yang menggunakan instrumen yang sama. Ini berarti melalui test seorang guru manmpu melihat keberhasilan seorang peserta didik. Berdasarkan pendapat ahli diatas. Seingga untuk skor maksimal diberi nilai 100. penulis menyimpulkan bahwa tes mampu melihat keberhasilan atau gagal nya seorang siswa.masing 20 butir soal. Apabila responden menjawab benar diberi skor 5 dan apabila menjawab salah diberi skor 0. 28 bertujuan untuk mengukur keberhasilan peserta didik secara menyeluruh”. Test yang digunakan berbentuk multiple choice (pilihan ganda) dengan option a. pelatihan yangtepat sangat dibutuhkan jika jumlah perilakuyang diamati lebih dari itu”. “ Kelemahan test yaitu umumnya pengamat harus mengamati atau mencatat sejumlah subjek. Sehingga total soal dari kedua variabel 40 butir soal. Karena test sudah baku maka pengembangan tes yang baru umumnya mengacu pada tes yang lama. c dan d. “ Tes ini dapat digunakan jika kita ingin mengetahui pendapat siswa tenang kegagalan berulang dalam ujian akhir”. . Anggoro dalam Nurholijah (2015:41) menyatakan. b.

digunakan untuk mengikuti hipotesis ada atau tidaknya hubungan Metode pembelajaran Coopera€tive Script terhadap kemampuan menulis recount teks. penulis membuat kriteria pemberian skor pada setiap variabel. Teknik Analisis Data Analisis data adalah sebuah aktivitas untuk mengumpulkan penelitian berdasarkan pada pengaturan statistik. modus. Tabel 5 Kriteria Penilaian Cooperative Script dan Kemampuan Menulis Recount Teks No Interval Interpretasi 1 80-100 Sangat Baik 2 70-79 Baik 3 60-69 Cukup 4 50-59 Kurang 5 0-49 Gagal b. yaitu : a. Analisis deskriptif adalah untuk m€enggambarkantentang variabel X dan Y berupa mean. Tabel 4 Kreiteria dari Pemberian Skor pada Cooperative Script dan Kemampuan menulis Recount Teks No Indikator Kriteria penilaian 1 80-100 Sangat Baik 2 70-79 Baik 3 60-69 Cukup 4 50-59 Kurang 5 0-49 Gagal F. Setelah data sudah terkumpul selanjutnya dianalisin dalam dua tahap. Analisis statistik. distribusi frekuensi dan histogram. 29 Setelah itu. . median.

30 ̅ 𝐷 𝑡 = 2 2 (∑ 𝐷) √∑ 𝐷 − 𝑁 𝑁(𝑁 − 1) Keterangan : t = Test ̅ = Selisih antara nilai Pre-test dengan post-test setiap siswa 𝐷 D = Rata rata 𝐷2 = Square of D N = Jumlah sampel .

2010. . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Strategi dan Model Pembelajaran. Johna. Ann M. The Influence Of Parts Of Speech Mastery In Writing Narrative Text. Kurniawan. 2012. Manajemen Penelitian. Genre Dilengkapi 700 Soal Ujian Pemahahaman. 31 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Genre. 2010. Mengeksplorasi Jenis.Jenis Teks Bahasa Inggris. Arief. 2014. 2010. 2007. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Metode Penelitian Pendidikan. Pardiyono. 2014. 2007. . London: Lawrance Erlbaum Associates. 2002. Retorical Structure). Padang Sidimpuan: STKIP Tapanuli Selatan. Taufik. Jakarta: Multi Kreasi Satudelapan. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. The Effect of Problem Solving Method On Ability Students Writing Complex Text. Bandung: Yrama Widya. Medan: Media Persada. Ngalimun. Yogyakarta: Andi Offset. . Djuhari. Otong Setiawan. Jakarta: Bumi Aksara. Pasti Bisa! Let’s Write ! Ayo Mengarang! ( Integrated Learning Text and Type.2009. Genre In The Classroom Multiple Perspective. Ernita Anggraini. Sitompul. 2014. Rahmat. Sugiyono. Padang Sidimpuan: STKIP Tapanuli Selatan. Istarani.

32 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SCRIPT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS RECOUNT TEKS SISWA KELAS X DI SMAN 4 SIBOLGA PROPOSAL PENELITIAN Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada (STKIP) Tapanuli Selatan Padangsidimpuan Oleh : ASTRI YUNITA CANIAGO NPM : 14080006 Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Seni Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) TAPANULI SELATAN 2017 .

............................................3 D.. Rumusan Masalah .............................................................................................................20 B.......................................... Teknik Analisis Data ...... Tujuan Penelitian ..............1 B...........................................................................................................27 F............................................ Sampel ................................................................................. Penelitian Yang Relevan ..........................32 ................................................... Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................................................. Pengertian Metode Cooperative Script ............... Metode Penelitian .........................................................................................................5 2...................29 DAFTAR PUSTAKA .................................... Deskripsi Teori 1........... Latar Belakang Masalah ................ Teknik Pengumpulan Data .......20 C............................................................5 BAB II LANDASAN TEORITIS DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A...........................24 D.....................6 2............................. Kerangka Berfikir ..................18 D........................22 2......................................................... Teori Menulis Recount Teks . Identifikasi Masalah ...........4 1......19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.............. 33 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ...............4 E......ii BAB I PENDAHULUAN A......................22 1.................................................................................... Tujuan dan Manfaat Penelitian ....... Popuasi ..........2 C..13 B.............16 C........................... Batasan Masalah ............... Hipotesis ....................25 E................................................................................................ Instrumen Penelitian ...................... Manfaat Penelitian ............................... Populasi dan Sampel ..........