You are on page 1of 16

Latar Belakang

A. Ekspansi Kekaisaran Jepang

1. 7 Desember 1941 : dengan menggunakan kapal induk, Jepang
menyerang armada Pasifik AS di Pearl Harbor, Hawaii dan menyerang Malaya
yang menyebabkan Inggris, Australia, dan Selandia Baru bergabung
dengan Amerika Serikat sebagai sekutu dalam perang melawan Jepang.
2. Pada awal 1942, selain Malaya, pasukan Jepang menyerang dan
berhasil menguasai Filipina, Thailand, Singapura, Hindia Timur Belanda,
Pulau Wake, Inggris Baru, Kepulauan Gilbert, dan Guam.
3. Tak lama setelah perang pecah, Staf Umum AL Jepang
merekomendasikan sebuah invasi ke Australia Utara untuk mencegah
Australia digunakan sebagai pangkalan untuk mengancam parameter
pertahanan Jepang di Pasifik Selatan. Pada saat yang sama, Laksamana
Madya Shigeyoshi Inoue, komandan Armada 4 IJN yang terdiri dari sebagian
besar kesatuan laut di kawasan Pasifik Selatan, menganjurkan pendudukan
Tulagi di tenggara Kepulauan Solomon dan Port Moresby di New Guinea,
yang akan menempatkan Australia Utara dalam jangkauan pesawat Jepang
yang berpangkalan di darat. Inoue percaya perebutan dan penguasaan lokasi-
lokasi ini akan menyediakan keamanan dan kedalaman pertahanan yang
lebih baik bagi pangkalan besar Jepang di Rabaul, Inggris Baru. Staf umum
AL dan IJA menerima usulan Inoue tersebut dan meningkatkan operasi lebih
jauh, menggunakan lokasi-lokasi tersebut sebagai pangkalan-pangkalan
pendukung, untuk merebut Kaledonia Baru, Fiji, dan Samoa dan dengan itu
memotong jalur pasokan dan komunikasi antara Australia dan Amerika
Serikat.
4. April 1942, AD dan AL mengembangkan sebuah rencana yang dinamai
Operasi MO.
5. Operasi MO, berisi tentang rencana
a. Port Moresby akan diinvasi dari laut dan berhasil dikuasai pada
tanggal 10 Mei.
b. perebutan Tulagi pada tanggal 2–3 Mei, ketika AL akan
mendirikan pangkalan pesawat amfibi untuk operasi-operasi
udara potensial terhadap wilayah-wilayah dan pasukan Sekutu di
Pasifik Selatan.
6. Operasi RY, menggunakan kapal-kapal yang dilepaskan dari operasi
MO, untuk merebut Nauru dan Pulau Ocean yang kaya akan deposit
fosfat pada tanggal 15 Mei.
7. Operasi FS direncanakan setelah operasi MO dan RY selesai. Tujuan
operasi utk merebut Fiji, Samoa dan Kaledonia Baru.

B. Respon Sekutu

1. Pada bulan Maret 1942, AS mampu memecahkan sampai dengan 15%
dan pada akhir April Amerika membaca sampai dengan 85% sehingga bisa
mengetahui tentang operasi MO.

berada di antara Fiji dan Kaledonia Baru. 2. komandan baru pasukan Sekutu di Pasifik mengeluarkan perintah untuk mengirimkan keempat kapal induknya dan kapal-kapal perang pendukungnya menuju Laut Koral. (Laksamana Muda Aubrey Fitch) dan terdiri dari kapal induk Lexington dengan dua kapal penjelajah dan lima kapal perusak. 11. telah berangkat dari Tongatabu pada tanggal 27 April menuju Laut Koral. Jepang tidak tahu lokasi kapal-kapal induk lainnya. yang terdiri dari  11 kapal transport yang membawa sekitar 5. TF 16. dikomandani oleh Laksamana Muda Fletcher dan terdiri dari  kapal induk Yorktown. Selama akhir April. 10. tapi tidak mengira akan ada respon kapal induk Amerika terhadap MO sampai operasi tersebut sudah berlangsung. dikomandani oleh Laksamana Muda Kōsō Abe.  dikawal oleh tiga kapal penjelajah dan  empat kapal perusak dan didukung oleh  grup pengisian ulang logistik yang terdiri dari dua kapal tanker dan dua kapal perusak. Pasukan Invasi Jepang ke Port Moresby. 2. 9. Satuan Tugas 17 (TF 17). 29 April. 5. Laksamana Chester Nimitz. Amerika menyadap sebuah pesan IJN yan mengarahkan sebuah kapal induk dan kapal-kapal perang besar lainnya untuk bergerak ke kawasan operasi Inoue. 4.  satu kapal penjelajah ringan dan  enam kapal perusak di bawah komando Laksamana Muda Sadamichi Kajioka. Jepang berasumsi bahwa semua kecuali satu kapal induk AS berada di Pasifik Tengah. (Laksamana Madya William F. bersama dengan kesimpulan mereka bahwa Port Moresby kemungkinan besar adalah sasaran MO. Mereka tidak melihat kapal- kapal Sekutu di kawasan itu dan kembali ke Rabaul masing-masing pada tanggal 23 dan 24 April. 3. 3. Nimitz menempatkan Fletcher di tampuk komando pasukan laut Sekutu di Pasifik Selatan sampai Halsey tiba bersama TF 16. 4 Mei kapal-kapal Abe berangkat dari Rabaul dalam perjalanan sejauh 840 mil laut (970 mil. Inggris meneruskan pesan tersebut ke Amerika. kapal-kapal selam Jepang RO-33 dan RO-34 mengintai kawasan di mana pendaratan akan dilaksanakan. baru saja kembali ke Pearl Harbor dari Serangan Doolittle di Pasifik Tengah dan maka dari itu tak akan mencapai Pasifik Selatan tepat waktu untuk bergabung dalam pertempuran. Halsey) dan termasuk di dalamnya kapal induk Enterprise dan Hornet. Pada tanggal 5 April. 1. Pertempuran 1. TF 11.000 serdadu dari Detasemen Laut Selatan IJA dan sekitar 500 tentara dari Pasukan Pendarat Khusus Kure 3 (SNLF). yang sudah berada di Pasifik Selatan.560 km) menuju Port Moresby dan bergabung dengan mereka . Berdasarkan pesan radio yang mereka sadap dari TF 16 .

sebagai komandan taktis pasukan udara kapal induk. Takagi terpaksa membatalkan misi pengantaran tersebut setelah percobaan kedua . Sekalinya mereka berada di Laut Koral. 28 April : Pasukan (Gotō) meninggalkan Truk bergerak melalui kapulauan Solomon di antara Bougainville dan Choiseul dan bersiaga di Pulau Georgia Baru. dan enam kapal penjelajah berangkat dari Truk Pasukan serang tersebut dikomandani oleh Laksamana Madya Takeo Takagi (yang bermarkas di kapal penjelajah Myoko) dengan Laksamana Muda Chūichi Hara. 8. dan  satu kapal perusak. berencana untuk transit di Selat Jomard di kepulauan Louisiade untuk mengitari ujung selatan New Guinea dan tiba di Port Moresby tanggal 10 Mei. Grup Pelindung (Laksamana Muda Aritomo Gotō)  kapal induk Shōhō. Dalam perjalanan ke Laut Koral.  kapal pengurus pesawat amfibi Kamikawa Maru. dan salah satu dari Zero tersebut terpaksa mendarat di laut. esok harinya adalah pasukan Kajioka. 3. 7. dua kapal penjelajah berat. Kapal-kapal tersebut. Dalam unsahanya untuk tetap menjaga jadwal MO. Zuikaku dan Shōkaku. 4. Cuaca buruk yang terjadi selama dua kali percobaan pengiriman pada tanggal 2–3 Mei memaksa pesawat- pesawat tersebut kembali ke kapal induk yang lego jangkar sejauh 240 mil laut (280 mil.  dua kapal perusak. di atas Zuikaku. bergerak dengan kecepatan 8 knot. 5. 6. Invasi Tulagi 1. Pasukan Invasi Tulagi (Laksamana Muda Kiyohide Shima)  dua kapal penabur ranjau.  dua pengejar kapal selam. dan  tiga kapal patroli ringan (gunboat). kapal-kapal induk Takagi mengantarkan sembilan pesawat tempur Zero ke Rabaul. mengeliminasi kekuatan udara Sekutu di Port Moresby. Grup Pendukung (Laksamana Muda Kuninori Marumo)  dua kapal penjelajah ringan. dan  sebuah kapal transport yang membawa sekitar 400 tentara dari SNLF Kure 3. 29 April : Grup pendukung (Marumo) berangkat dari Irlandia Baru untuk mendukung serangan ke Tulagi.  empat kapal penjelajah berat. 2. kapal-kapal induk tersebut akan menyediakan perlindungan udara bagi pasukan invasi. 9. 440 km) dari Rabaul. 30 April : Pasukan invasi Shima meninggalkan Rabaul. 1 Mei : Pasukan Kapal Induk Serang dengan kapal-kapal induknya.  enam kapal penyapu ranjau. mencegat dan menghancurkan kekuatan laut Sekutu yang memasuki Laut Koral sebagai respon atas invasi tersebut. Pasukan Serang Kapal Induk akan bergerak ke sisi timur Kepulauan Solomon dan memasuki Laut Koral di selatan Guadalcanal.

I-28 dan I-29 untuk membentuk barisan pengintai di laut sekitar 450 mil laut barat daya Guadalcanal. dan maka dari itu Jepang tak menyadari kehadiran mereka. 12. . Pasukan Shima tiba di lepas pantai Tulagi dan mulai menurunkan tentara AL-nya untuk menduduki pulau tersebut. 5. Pasukan Jepang segera memulai pembangunan pangkalan pesawat amfibi dan komunikasi. lebih cepat dari jadwal dan hanya berjarak 60 mil laut (69 mil. TF 44 adalah pasukan kapal perang gabungan Australia–AS di bawah pimpinan MacArthur. tetapi TF 11 melaporkan bahwa mereka tak akan selesai sampai tanggal 4 Mei. Setelah memulihkan pesawat-pesawatnya larut malam tanggal 4 Mei. yang terdiri dari kapal-kapal penjelajah HMAS Australia. TF17 mundur ke selatan. TF 11 menyelesaikan pengisian bahan bakarnya pada pagi itu. 190 km) di selatan Guadalcanal. Hobart. Jepang tetap melanjutkan pangkalan pesawat amfibinya dan mulai melakukan misi-misi pengintaian dari Tulagi pada tanggal 6 Mei. bersama dengan tiga kapal perusak. 10. mendekati bagian selatan kepulauan Solomon. 13. I-24. 3. dan mengarahkan pasukannya menuju Kepulauan Solomon untuk mengisi bahan bakar. TF 17 mengubah arah dan melanjutkan pelayaran dengan kecepatan 27 knot (31 mil/jam. Fletcher diberitahu bahwa pasukan invasi Tulagi Jepang terlihat sehari sebelumnya. 4. Untuk memberikan peringatan dini akan mendekatnya pasukan laut Sekutu. 60 pesawat dari TF 17 melancarkan tiga serangan berturut-turut terhadap pasukan Shima di lepas pantai Tulagi. Tulagi 1. 50 km/jam) menuju Guadalcanal untuk meluncurkan serangan udara terhadap pasukan Jepang di Tulagi esok harinya. Fletcher segera memerintahkan TF11 untuk mengisi bahan bakar dari kapal tanker Tippecanoe sementara TF 17 mengisi bahan bakarnya dari Neosho. TF 17 dan TF 11 bertemu sekitar 300 mil laut (350 mil. dan USS Chicago. TF 17 selesai mengisi bahan bakar keesokan harinya. 3 Mei. Fletcher memilih untuk membawa TF 17 ke barat laut menuju kepulauan Louisiade dan memerintahkan TF 11 untuk bertemu dengan TF 44. 4 Mei. 110 km) sebelah timur TF 17. Walaupun menderita kerusakan akibat serangan udara. dipimpn oleh Laksamana Muda Australia John Crace. 11. yang sedang menuju ke sana dari Sydney dan Nouméa. dari posisi berjarak 100 mil laut (120 mil. 14. tapi semua awaknya berhasil diselamatkan. Jepang mengirim kapal-kapal selam I-22. 3 Mei pukul 17:00. masuk ke kawasan Laut Koral sebelum kapal-kapal selam tersebut tiba di sana. tapi tak dapat memberitakan status mereka tersebut karena Fletcher sebelumnya memerintahkan pembungkaman radio. 2. merusak empat kapal lainnya. 560 km) barat laut Kaledonia Baru. Pesawat dari Yorktown mengejutkan kapal-kapal Shima dan mengaramkan kapal perusak Kikuzuki dan tiga kapal penyapu ranjau. Tanpa diketahui oleh Fletcher. dan menghancurkan empat pesawat amfibi yang sedang mendukung pendaratan. pada tanggal 4 Mei ketika mereka selesai mengisi bahan bakar. Akan tetapi Pasukan Fletcher. 6. 1 Mei. Amerika kehilangan satu pembom tukik dan dua pesawat tempur dalam serangan tersebut.

sebuah pesawat intai amfibi Kawanishi dari Tulagi melihat TF 17 dan mengabari markas besarnya. Fletcher mengarahkan TF 17 untuk mengisi bahan bakar. tapi ketika ia tidak kembali ke pangkalan .7. dan mengirimkan pesawat-pesawat intai untuk mencari di bagian timur kepulauan Solomon. 37 km/jam) agar dapat berada di . Pada waktu yang hampir bersamaan. Fletcher melanjutkan pengisian bahan bakarnya. Pasukan Kapal Induk Serang Takagi sedang menhisi bahan bakar 350 mil laut (400 mil. Pencarian lewat udara dan keputusan yang diambil 1. 6 Mei. 590 km) selatan Guadalcanal. belum siap untuk terlibat dalam pertempuran. berdasarkan laporan penglihatan tersebut. dan memasuki Laut Koral setelah transit antara Guadalcanal dan Pulau Rennell pada fajar tanggal 6 Mei. Takagi menghentikan pengisian bahan bakarnya. berbelok ke barat untuk melewati selatan San Cristobal (Makira). 5. Yakin bahwa kapal-kapal induk Jepang masih jauh berada di utara dekat Bougainville. Fletcher menggabungkan TF 11 dan TF 44 ke dalam TF 17. dia berencana untuk membawa pasukannya ke utara menuju kepulauan Louisiade dan memulai pertempuran pada tanggal 7 Mei. 650 km) di utara Tulagi ketika mereka mendengar kabar serangan Fletcher pada tanggal 4 Mei. 4. Pada pukul 10:00. 5 May pukul 08:16. menuju tenggara. karena mereka terletak di luar jangkuan pengintaian. Takagi mengirimkan kedua kapal induknya dengan dua kapal perusak di bawah komando Hara untuk menuju ke arah TF 17 dengan kecepatan 20 knot (23 mil/jam. yang kapal-kapalnya masih mengisi bahan bakar. Sementara itu. TF 17 sedang menuju ke selatan dan meningkatkan jangkuannya. Berbekal informasi ini. Jepang dengan tepat berasumsi bahwa ia ditembak jatuh oleh oleh pesawat kapal induk. 6. karena yakin kapal-kapal induk Amerika berada di kawasan tersebut. TF 17 bertemu dengan TF 11 dan TF 44 di tempat yang sudah ditetapkan 320 mil laut (370 mil. 560 km) di utara Fletcher. kapal-kapal Fletcher berada di bawah awan mendung yang luas dan rendah yang dirasa Takagi dan Hara akan menyulitkan pesawat mereka untuk menemukan kapal- kapal induk Amerika tersebut. Takagi. Setelah selesai mengisi bahan bakar pada tanggal 6 Mei. pasukan kapal induk Takagi berlayar ke sisi timur kepulauan Solomon sepanjang hari pada tanggal 5 Mei. Pesawat tersebut tak dapat mengirimkan laporan sebelum jatuh. pasukan Takagi berada 300 mil laut (350 mil. Patroli-patroli intai dilakukan oleh kapal-kapal induk Amerika sepanjang hari itu tak dapat menemukan lokasi pasukan laut Jepang. 2. 3. empat pesawat tempur F4F Wildcat dari Yorktown mencegat sebuah pesawat intai Kawanishi Tipe 97 milik Grup Udara Yokohama dari Armada Udara 25 yang berpamnkalan di Kepulauan Shortland dan menmbaknya jatuh 11 mil laut (13 mil. Lebih lagi. dekat dengan jangkuan maksimum pesawat-pesawat kapal induknya. Karena memang tak ada kapal Sekutu di kawasan itu maka pesawat-pesawat tersebut tidak menemukan apa-apa. Pada saat itu. Sebuah pesan dari Pearl Harbor memberitahu Fletcher bahwa intelijen radio menyimpulkan bahwa Jepang berencana untuk mendaratkan tentaranya di Port Moresby pada tanggal 10 Mei dan kapal-kapal induk armada mereka kemungkinan besar akan beroperasi di dekat konvoi invasi tersebut. Ia menyimpulkan. 20 km) dari TF 11.

Hara berbalik arah untuk bertemu Takagi yang telah selesai mengisi bahan bakr dan sekarang sedang menuju ke arah Hara. Hara yakin bahwa kapal- kapal Fletcher berada di selatan dan menyarankan Takagi untuk menyuruh pesawat-pesawat tersebut untuk mencari di kawasan tersebut. Sisa dari Pasukan Pelindung Marumo kemudian bersiaga di dekat Kepulauan D’Entrecasteaux untuk membantu melindungi konvoi Abe yang sedang mendekat. posisi untuk menyerang pada fajar keesokan harinya sementara kapal- kapalnya yang lain menyelesaikan pengisian bahan bakar mereka. Pesawat-pesawat pembom B-17 yang berpangkalan di Australia dan bersiap di Port Moresby menyerang pasukan invasi Port Moresby yang sedang mendekat. beberapa kali sepanjang hari tanggal 6 Mei tapi tidak berhasil. 787 km) barat laut TF17 semakin meyakinkan Fletcher bahwa kapal-kapal induk armada sedang mengawal pasukan invasi tersebut. Sekitar waktu itu pula. Laporan ara pilot MacArthur yang melihat sebuah kapal induk (Shōhō) sekitar 425 mil laut (489 mil. untuk memblokir Jalur Jomard. kapal-kapal penjelajah Gotō Kinugasa dan Furutaka meluncurkan empat pesawat amfibi Kawanishi E7K2 Tipe 94 untuk mencari di sebelah .3 (TG 17. TF 17 menyelesaikan pengisian bahan bakarnya dan Fletcher mengirim Neosho dengan sebuah kapal perusak. Pada pukul 20:00. TF 17 kemudian mengarah ke barat laut menuju Pulau Rossel di kepulauan Louisiade. 7. 06. Pada saat ini. termasuk kapal-kapal perang Gotō. di kawasan kepulauan Louisiade. Walaupun begitu. Tanpa diketahui oleh kedua belah pihak.25 : TF 17 berada 115 mil laut selatan Pulau Rossel Island. Fletcher memutuskan bahwa resiko tersebut dapat diterima agar dapat menjamin bahwa pasukan invasi Jepang tak dapat menyelinap ke Port Moresby sementara ia sedang bertempur dengan kapal- kapal induk Jepang. Yakin bahwa pasukan kapal induk Takagi berada di suatu tempat di utara lokasinya. Sims. 9. Perginya kapal-kapal perang Crace mengurangi kekuatan pertahanan anti-pesawat bagi kapal-kapal induk Fletcher. Fletcher paham bahwa Crace akan beroperasi tanpa perlindungan udara karena kapal-kapal induk TF 17 akan sibuk mencoba untuk menemukan dan menyerang kapal-kapal induk Jepang. kapal-kapal induk mereka hanya berjarak 70 mil laut (130 km) antara satu sama lain pada pukul 20:00 malam itu. HARI PERTAMA Serangan pagi hari tanggal 7 Mei 1. 2. Kamikawa Maru menyiapkan sebuah pangkalan pesawat amfibi di Deboyne Group dalam rangka untuk menyediakan dukungan udara bagi pasukan invasi saat mereka mendekati Port Moresby. Takagi. Markas besar MacArthur mengabari Fletcher lewat radio tentang serangan-serangan tersebut dan lokasi pasukan ivasi Jepang. untuk bersiaga jauh di selatan di titik temu yang sudah ditentukan (16°LS 158°BT).3). yang berada kurang-lebih 300 mil laut di timur Fletcher. Fletcher memerintahkan Yorktown untuk mengirim 10 pembom tukik SBD sebagai pengintai untuk menjelajahi kawasan tersebut pada pukul 06:19. PERTEMPURAN KAPAL INDUK. yang sekarang bernama Gugus Tugas 17. Fletcher mengirim pasukan kapal penjelajah dan perusak Crace. Pada tengah malam tanggal 6 Mei atau dini hari tanggal 7 Mei. Pada saat yang sama. Pada 18:00. 8. meluncurkan 12 pembom Tipe 97 pada pukul 06:00 untuk mengintai TF 17.

56 km) di selatan tempat Nielsen pertama kali melihat mereka. sepuluh kapal transport. 163 mil laut dari Takagi. 08:15 : sebuah pesawat yang berasal dari Yorktown dipiloti oleh John L. 9. Fletcher memerintahkan pasukan serang yang telah mengudara menuju ke sasaran ini. dan 22 pembom torpedo TBD Devastator – sudah berada dalam perjalanan. 417 km) barat laut TF17. 53 pembom tukik SBD. dan 24 pesawat torpedo—mulai meluncur dari Shōkaku dan Zuikaku pada pukul 08:00 dan sudah berada dalam perjalanan menuju lokasi pada pukul 08:15. 4. dan tiga kapal perusak”. dan 16 kapal perang 30 mil laut (35 mil. Fletcher menyimpulkan bahwa pasukan utama kapal induk Jepang telah ditemukan dan memerintahkan peluncuran semua pesawat kapal induknya untuk menyerang. memutuskan untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang berada di selatan mereka. Nielsen. Masing-masing pihak mempersiapkan pesawat-pesawat serang dari kapal induk mereka untuk segera berangkat saat musuh ditemukan. tapi membelokkan kapal-kapal mereka ke barat laut untuk mendekati lokasi yang dilaporkan oleh Furutaka. Para B-17 sebenarnya melihat rombongan yang sama dengan yang dilihat Nielsen: Shōhō. Nielsen mengira dia melihat dua kapal penjelajah dan empat kapal perusak. Laporan tersebut dikonfirmasi oleh pesawat amfibi milik Kinugasa pada pukul 08:30. plus Pasukan Invasi Port Moresby. Takagi dan Hara menimbang bahwa laporan-laporan yang bertentangan tersebut mungkin berarti bahwa pasukan kapal induk AS beroperasi dalam dua kelompok yang terpisah. 78 pesawat—18 pesawat tempur Zero. 10:13 : pasukan penyerang Amerika yang terdiri dari 93 pesawat – 18 F4F Wildcat. 07:22 : salah satu dari pesawat pengintai Takagi dari kapal induk Shōkaku. yang meneruskan laporan tersebut kepada Takagi. Takagi dan Hara. dibingungkan oleh laporan-laporan penglihatan yang berlawanan tersebut. satu kapal penjelajah. Fletcher menerima sebuah laporan dari tiga buah B-17 milik AD AS yang melihat tiga kapal induk. Pesawat intai lainnya milik Shōkaku juga menkonfirmasi laporan tersebut. Pesawat-pesawat milik Shōkaku tersebut sebenarnya melihat dan salah mengenali Neosho dan Sims. 3. 10:12 : bagaimanapun. 8. 5. melaporkan bahwa ia menemukan kapal-kapal Amerika di arah 182°. 7. Percaya bahwa dia telah menemukan kapal-kapal induk Amerika. membuat kesalahan dalam pesan sandinya. dengan persetujuan Takagi. 08:20 : salah satu pesawat milik Furutaka menemukan kapal-kapal induk Fletcher dan segera melaporkannya ke mabes Inoue di Rabaul. tenggara kepulauan Louisiade. Menambah kekuatan pencarian mereka adalah beberapa pesawat amfibi dari Deboyne. Hara. 10:19 : Nielsen mendarat dan menyadari kesalahan sandi pada pesannya. melaporkan penglihatan tersebut sebagai “dua kapal induk dan empat kapal penjelajah berat” di 10°3′LS 152°27′BT. kapal-kapal penjelajah Gotō. empat Kawanishi Tipe 97 dari Tulagi. 6. 07:45 : pesawat pengintai tersebut mengkonfirmasikan temuannya yang terdiri dari “ satu kapal induk. 36 pembom tukik Tipe 99. segera meluncurkan semua pesawatnya. 225 mil laut (259 mil. Nielsen melihat pasukan Gotō sedang melindungi konvoi invasi. dan tiga pembom Mitsubishi Tipe 1 dari Rabaul. Percaya bahwa yang dilihat oleh B-17 tersebut adalah pasukan utama kapal induk Jepang. . Walaupun Shōhō termasuk di dalam pasukan Gotō.

Kapal-kapal induk Jepang dilindungi oleh enam Zeros dan dua pesawat tempur Tipe 96 ‘Claude’ yang sedang melakukan patroli tempur (CAP). jatuh menabrak kapal tanker tersebut. Shōhō karam. Kapal- kapal penjelajah Gotō mengelilingi kapal induk itu dalam formasi intan. sementara pesawat-pesawat lainnya sedang disiapkan di bawah dek untuk menyerang kapal-kapal induk Amerika.700– 4. Yang menyerang pertama adalah grup udara dari Lexington dipimpin oleh Komandan William B. Tiga pesawat Amerika hilang dalam penyerangan tersebut. patah menjadi dua. Kapal perusak tersebut dihantam tiga bom. 14. Neosho dapat memberitahu Fletcher lewat radio bahwa ia sedang diserang dan dalam kesulitan. Rusak nerat dan tanpa tenaga. termasuk dua SBD dari Lexington dan satu dari Yorktown. menyebabkan kerusakan yang parah. tapi mengirim kapal perusak Sazanami kembali pada pukul 14:00 untuk menyelamatkan awak Shōhō. . Neosho dihantam oleh tjuh buah bom. Takagi yang sekarang telah menyadari kalau kapal-kapal induk Amerika berada di antaranya dan konvoi invasi. Neosho hanyut dan perlahan tenggelam. 09:15 : pasukan serang Takagi mencapai kawasan sasarannya. 15. Pesawat penyerang milik Amerika melihat Shōhō di timur laut dekat Pulau Misima pada pukul 10:40 dan menyerang. 18. dan segera tenggelam. Semua pesawat Shōhō yang berjumlah 18 tenggelam bersamanya.600 m) di tiap sudut Shōhō. Sebelum kehilangan tenaga. 11:00 : grup udara Yorktown menyerang kapal induk yang terbakar dan hampir tidak bergerak itu. Ault. 17. Empat pembom tukik menyerang Sims dan sisanya menyerang Neosho. 2. 10:51 : para awak pesawat intai Shōkaku menyadari mereka telah salah mengenali kapal tanker dan perusak tersebut sebagai kapal induk.10. terkena tembakan meriam anti-pesawat. tapi tidak jelas dalam memberikan detil tantang siapa atau apa yang menyerangnya dan memberikan koordinat yang salah akan posisinya. Gotō menarik mundur kapal-kapal perangnya ke utara. melihat Neosho dan Sims. Dixon mengirim berita ke TF 17 tentang keberhasilan misi Menenggelamkan satu kapal induk. 11:15 : para pembom torpedo dan pesawat tempur membatalkan misi mereka dan kembali ke kapal induk masih lengkap dengan persenjataan mereka sementara 36 pembom tukik menyerang kedua kapal Amerika tersebut. 11. 12:10 : pilot SBD sekaligus komandan squadron Lexington Robert E. Salah satu dari pembom tukik itu. menghantamnya dengan 11 lagi bom 450 kg dan paling tidak dua torpedo. menewaskan semua kecuali 14 orang dari 192 orang awaknya. 13. 12. mengenai Shōhō dengan dua bom 450 kg dan lima torpedo. dan tidak berhasil menemukan kapal-kapal induk Amerika. menempatkan pasukan invasi tersebut dalam bahaya besar. 16. tapi tiga dari pilot pesawat patrol tempurnya berhasil mendarat darurat di Deboyne dan selamat. Takut akan adanya serangan udara lebih lanjut. Takagi memerintahkan pesawat-pesawatnya untuk segera menyerang Neosho dan Sims dan kemudian kembali ke kapal induk mereka secepat mungkin. Hanya 203 dari awak kapal induk yang berjumlah 834 orang tersebut yang berhasil diselamatkan. 11:35 : Tercabik-cabik.

kapal-kapal Crace tidak terkena apapun dan menembak jatuh empat Tipe 1. mengarahkan kapal-kapal induknya ke barat pada pukul 13:30 dan memberitahu Inoue pada pukul 15:00 bahwa kapal-kapal induk AS berada paling tidak 430 mil laut (800 km) di sebelah barat lokasinya dan maka dari itu dia tak dapat menyerang mereka pada hari itu juga. 13:15 : sebuah pesawat dari Rabaul melihat pasukan Crace memberikan laporan yang salah. 15:26 : Crace mengabari Fletcher lewat radio bahwa ia tak dapat menyelesaikan misinya tanpa dukungan udara. Setelah menerima kabar akan hilangnya Shōhō. Crace mundur ke selatan ke posisi sekitar 220 mil laut tenggara Port Moresby untuk menjauhkan diri dari pesawat-pesawat Jepang yang berpangkalan di kapal induk maupun di darat sementara tetap berada cukup dekat untuk mencegat pasukan laut Jepang yang maju ke luar dari kepulauan Louisiade melalui Jalur Jomard maupun Selat Cina. Gotō dan Kajioka diperintahkan untuk mengumpulkan kapal-kapal mereka di selatan Pulau Rossel Island untuk melakukan pertempuran malam hari jika kapal Amerika mendekati mereka. Tak lama kemudian. menuju ke posisi Crace. Fletcher prihatin akan keberadaan kapal-kapal induk armada Jepang lainnya yang belum diketahui. Para staf Inoue mengarahkan dua grup pesawat penyerang dari Rabaul. yang sudah mengudara sejak pagi. 6. Fletcher mengarahkan TF17 ke barat daya. Kapal-kapal Crace kehabisan bahan bakar. 5. mereka akan berada dalam jangkauan serang mereka sebelum malam tiba. menyatakan pasukan yang terdiri dari dua kapal induk dan berada di arah 205°. dan karena Fletcher sedang menerapkan bungkam radio (dan tidak memberitahunya sebelumnya). Inoue memerintahkan konvoi invasi untuk mundur sementara ke utara dan memerintahkan Takagi. Para staf Takagi berasumsi pesawat tersebut sedang membayangi kapal-kapal induk Fletcher dan bertekad bila kapal-kapal Sekutu tersebut tidak mengubah arah. Kedua grup menemukan dan menyerang kapal-kapal Crace pada pukul 14:30 dan menyatakan telah mengaramkan kapal perang “tipe California” dan merusak kapal tempur dan penjelajah lainnya. Takagi dan Hara bertekad untuk segera menyerang dengan grup pesawat terpilih. status maupun rencana-rencana Fletcher. 7. 15:00 : Zuikaku menerima pesan dari pesawat intai yang berpangkalan di Deboyne yang melaporkan (dengan salah) bahwa pasukan Crace’s mengubah arah ke 120° tepat (tenggara). tapi tidak menyebabkan kerusakan. untuk menghancurkan pasukan kapal induk Amerika. Nyatanya. 14:20 : pesawat-pesawat tersebut telah dipersenjatai kembali dan siap meluncur untuk menghadapi Pasukan Invasi Port Moresby atau kapal-kapal penjelajah Gotō. Fletcher memutuskan untuk menunda serangan lainnya pada hari itu dan tetap bersembunyi di bawah awan mendung yang tebal dengan pesawat tempurnya bersiap untuk bertahan. tiga B-17 AD AS salah mengebom Crace. 115 mil laut dari Deboyne. Crace tak tahu dimana lokasi. Grup pertama terdiri dari 12 pembom Tipe 1 yang membawa torpedo dan grup ke dua terdiri dari 19 pesawat serang darat Mitsubishi Tipe 96 yang membawa bom. yang pada saat itu berada 225 mil laut di timur TF 17. 4. 2. 3. Takagi. 13:38 : Pesawat-pesawat Amerika kembali dan mendarat di kapal induk. tanpa kawalan pesawat . Berdasarkan laporan-laporan ini. OPERASI-OPERASI SIANG HARI 1. yang masih menunggu kedatangan semua pesawatnya setelah menyerang Neosho.

Matahari terbenam pada pukul 18:30. Takagi menyalakan lampu sorot kapal-kapal perangnya untuk membantu memandu kedelapanbelas pesawat yan selamat kembali dan semuanya berhasil mendarat pada pukul 22:00. Setelah malam hari menghentikan operasi-operasi pesawat untuk hari itu. 8. yang menghambat usaha tim penyelamat AS untuk menemukan kapal tanker naas tersebut. 10. 16:15 : Hara meluncurkan 12 pembom tukik dan 15 pesawat torpedo dengan perintah terbang ke arah 277° sejauh 280 mil laut (520 km). berputar untuk bersiap mendarat sebelum tembakan meriam anti-pesawat dari kapal-kapal perusak TF 17 mengusir mereka. dengan tebusan tiga Wildcat tertembak jatuh. berita tersebut berarti bagi Fletcher satu-satunya pemasok bahan bakar yang terdekat dengannya telah hilang. 17:47. Dengan mengejutkan formasi pesawat Jepang itu. untuk mencegat mereka. 13. 15:15 : Untuk mencoba mengkonfirmasi lokasi kapal-kapal induk Amerika. sekitar pukul 19:00. para Wildcat menembak jatuh tujuh pembom torpedo dan satu pembom tukik. Laporan Neosho pada pukul 17:18 tersebut memberikan koordinat yang salah. Fletcher memerintahkan TF 17 untuk mengarah ke barat dan bersiap untuk melakukan pencarian 360° saat fajar tiba. dan mengarahkan 11 Wildcat yang sedang melakukan patroli tempur. Inoue memerintahkan Takagi untuk memastikan ia menghancurkan kapal-kapal induk AS keesokan harinya dan menunda pendaratan ke Port Moresby menjadi tanggal 12 Mei. 14. Lebih signifikan lagi. dan sempat salah mengira kalau itu kapal induk mereka. 15:18 dan 17:18 : Neosho dapat mengbari TF 17 lewat radio bahwa ia sedang hanyut kearah utara dalam kondisi tenggelam. yang juga membuyarkan formasi mereka. Flatley. para pemimpin pasukan penyerang Jepang tersebut membatalkan serangan mereka setelah berunding lewat radio. Hara mengirim delapan pembom torpedo sabagai pengintai untuk menyapu wilayah sejauh 200 mil laut (370 km) ke barat. Takagi memilih untuk membawa kapal-kapal induknya 120 mil laut (220 km) ke utara pada malam itu sehingga ia dapat mengkonsentrasikan pencariannya di pagi hari ke arah barat dan selatan dan memastikan bahwa . 9. para pembom tukik yang baru kembali dari menyerang Neosho mendarat. Memilih awaknya yang paling berpengalaman. 12. Pada saat yang hampir bersamaan. Kedelapan pesawat pengintai telah mencapai ujung jalur pencarian mereka sejauh 200 mil laut (370 km) dan kembali tanpa melihat kapal-kapal Fletcher. 11. dan merusak berat pembom torpedo lainnya (yang kemudian jatuh). walaupun artinya grup penyerang tersebut akan kembali setelah malam tiba. Setelah mengalami kehilangan besar dalam serangan tersebut. termasuk satu yang dipiloti oleh James H. berbelok ke tenggara melawan angina. Crace juga mengarah ke barat untuk tetap berada dalam jarak serang ke kepulauan Louisiade. Enam dari pilot-pilot pembom tukik yang lelah itu diberitahu untuk segera berangkat lagi untuk menjalani misi lain. tempur. TF 17 – yang beroperasi dibawah mendung tebal 200 mil laut (370 km) di sebelah barat Takagi – mendeteksi para penyerang Jepang di radar menuju ke arah mereka. Pesawat-pesawat Jepang tersebut membuang senjata mereka dan berbalik arah untuk kembali ke kapal induk mereka. Beberapa pembom tukik Jepang bertemu dengan kapal-kapal induk Amerika dalam kegelapan. 20:00 : TF 17 dan Takagi berada 100 mil laut (190 km) dari masing- masing.

2. Dua menit kemudian. dan Kajioka menuju ke titik pertemuan 40 mil laut di timur Pulau Woodlark untuk menunggu hasil dari pertempuran kapal induk. Gotō dan Kajioka tak dapat menmpatkan dan mengkoordinasikan kapal-kapal mereka tepat waktu untuk mencoba melakukan serangna malam terhadap kapal-kapal perang Sekutu. danh Sembilan psawat torpedo dan telah . 3. PERTEMPURAN KAPAL INDUK. 4. Laksamana Madya AS H. “Tak diragukan lagi. Laksamana Matome Ugaki. Yang membantu pencarian itu adalah tiga Kawanishi Tipe 97 dari Tulagi dan empat pembom Tipe 1 dari Rabaul. 33 pembom tukik. dan menghabiskan malam itu untuk mempersiapkan pesawat serang mereka untuk pertempuran sementara awak-awaknya mencoba untuk beristirahat. tanggal 7 Mei 1942 di kawasan Laut Koral adalah medan tempur paling membingungkan dalam sejarah dunia. 06:35 : TF 17 – beroperasi di bawah kendali taktis Fitch dan berada 180 mil laut tenggara kepulauan Lousiade. kapal-kapal induknya dapat menyediakan perlindungan yang lebih baik bagi konvoi invasi. setelah membaca catatan Jepang tentang pertempuran itu berkomentar. dipimpin oleh Mayor Kakuichi Takahashi. Langit di atas kapal-kapal induk Amerika sebagian besar cerah dengan jarak penglihatan sejauh 17 mil laut (31 km). 24 pebom tukik. Kedua pasukan tersebut berjarak 210 mil laut (390 km) satu sama lain. meluncurkan 18 SBD untuk melakukan pencarian dengan pola lingkaran sejauh 200 mil laut. sebuah pesawat pencari dari Shōkaku dikomandani oleh Kenzō Kanno melihat TF 17 dan memberitahu Hara. Kapal-kapal induk Amerika masing-masing meluncurkan serangan secara terpisah. Smith melihat kapal-kapal induk Jepang melalui sebuah celah di antara awan dan mengabari TF 17. Grup dari Yorktown terdiri dari enam pesawat tempur.15 : dari posisi 100 mil laut di timur Pulau Rossel. Duckworth. sebagai dukungan tambahan perlindungan. membatasi jarak penglihatan menjadi antara 2 mil laut dan 15 mil laut. 15. Pada tahun 1972. Kinugasa dan Furutaka. 09:15 : kapal-kapal induk Jepang meluncurkan penyerang yang terdiri dari 18 pesawat tempur.” Hara kemudian memberitahu kastaf Yamamoto. Hara meluncurkan tujuh pembom torpedo untuk mencari di wilayah arah 140–230° selatan dan sejauh 250 mil laut dari kapal-kapal induk Jepang. 06. Konvoi invasi itu diarahkan oleh Gotō. HARI KEDUA Serangan terhadap kapal-kapal induk Jepang Tanggal 8 Mei 1942 1. Kedua pihak adu cepat untuk meluncurkan pesawat penyerang mereka. dan 18 pesawat torpedo. Sepanjang malam. 07:00 : pasukan kapal induk penyerang berbelok ke barat daya dan bergabung dengan dua kapal penjelajah Gotō. Kedua pihak berharap untuk saling menemukan fajar esok harinya. S. bahwa ia sangat frustrasi dengan “nasib buruk” yang dialami Jepang pada tanggal 7 Mei sampai-sampai ia ingin berhenti dari Angkatan Laut. 16. zona frontal hangat dengan awan yang bergantung rendah yang telah menolong menyembunyikan kapal-kapal induk Amerika pada tanggal 7 Mei bergerak ke utara dan timur dan sekarang menutupi kapal-kapal induk Jepang. 08:20 : sebuah SBD dari Lexington yang dipiloti oleh Joseph G. 5.

6. Dua pembom tukik lainnya menyerang Zuikaku. Dengan dek penerbangannya rusak berat dan 223 awaknya tewas atau terluka. 9. yang memimpin pesawat-pesawat torpedo Jepang. Mayor Shigekazu Shimazaki. dengan Zuikaku tersembunyi di bawah rinai hujan yang jatuh dari awan yang bergantung rendah. mengenai kapal induk tersebut dengan satu bom 450 kg. Shōkaku dan Zuikaku terpisah sejauh 10. radar CXAM-1 milik Lexington mendeteksi pesawat-pesawat Jepang yang sedang mendekat pada jarak 68 mil laut (126 km) dan mengarahkan sembilan Wildcat untuk mencegat mereka.100 m). 7. Kaptennya. dikawal oleh dua kapal perusak. . Jepang tak mampu untuk melakukan serangan torpedo penuh terhadap kedua kapal induk AS. 10:55. 15 pembom tukik. Dan pada saat yang sama 13 Zero yang sedang berpatroli tempur menembak jatuh tiga Wildcat. Masin-masing pasukan kapal perang Amerika dan Jepang bergerak saling mendekati untuk memperpendek jarak yang harus ditempuh pesawat-pesawat mereka saat kembali dari penyerangan. menyebabkan kerusakan lebih lanjut. mengirimkan 14 pesawatnya untuk menyerang Lexington dan empat lagi untuk menyerang Yorktown. 10:57 : Pembom-pembom tukik Yorktown memulai serangan mereka terhadap Shōkaku dan mengenai kapal induk yang sedang bermanuver secara radikal itu dengan dua bom 450 kg. mencapai kapal-kapal induk Jepang. Pembom-pembom torpedo dari Lexington semuanya gagal mengenai Shōkaku. Empat pembom tukik ditembak jatuh oleh Zero- Zero yang mengawal pesawat-pesawat torpedo itu. Kedua kapal induk tersebut dilindungi oleh 16 pesawat tempur Zero yang sedang berpatroli tempur. Sebuah Wildcat menembak jatuh satu dari mereka dan 8 pembom tukik dari Yorktown yang sedang berpatroli menhancurkan tiga lagi ketika pesawat-pesawat Jepang tersebut menurunkan ketinggian untuk mengambil posisi menyerang. yang kemudian diizinkan oleh Takagi. merobek struktur baian depan dan menyebabkan kerusakan berat terhadap landasan dan hangan kapal induk tersebut. meminta izin dari Takagi dan Hara untuk mundur dari pertempuran. Shōkaku tak dapat lagi melakukan operasi penerbangan. Mengira pembom-pembom torpedo Jepang berada di ketinggian yang jauh lebih rendah dari mereka. dan 12 pesawat torpedo lepas landas pada pukul 09:25. 10.000 yard (9. 12:10. 10:32 : Pembom-pembom tukik dari Yorktown dipimpin oleh William O. Shōkaku. Dua pembom tukik menyerang Shōkaku. Pesawat-pesawat torpedo dari Yorktown semuanya gagal mengenai sasarannya. Karena kehilangan banyak pesawat pada malam sebelumnya. Burch. tapi serangan mereka luput. Grup dari Lexingtonterdiri dari sembilan pesawat tempur. 11:30 : Pesawat-pesawat dari Lexington tiba dan menyerang. dan berhenti sejenak untuk menunggu skuadron torpedo yang lebih lamban tiba sehingga mereka bisa menyerang bersamaan. mundur ke timur laut. Pada saat itu. berada dalam perjalanan pada pukul 09:15. Pembom-pembom tukik lainnya dari Lexington tak dapat menemukan kapal-kapal induk Jepang karena pandangan mereka tertutup awan tebal. Enam dari pesawat Wildcat itu disiagakan terlalu rendah sehingga pesawat-pesawat Jepang yang mereka tunggu malah lewat di atas mereka. Dua pembom tukik AS dan dua Zero tertembak jatuh selama serangan berlangsung 8. Takatsugu Jōjima. SERANGAN TERHADAP KAPAL-KAPAL INDUK AS 1.

Bagaimanapun. Torpedo kedua merusak saluran air utama di sebelah kiri kapal. DAN PENGUNDURAN DIRI . uap bensin menyebar ke kompartemen-kompartemen sekitarnya. menyasar Yorktown. berbaris untuk menyerang Lexington sementara 14 lainnya dipimpin oleh Tamotsu Ema. tapi dua Woldcat yang berputar di atas Yorktownberhasil mengacaukan formasi Ema. Torpedo pertama mengguncang tangki-tangki penyimpanan bahan bakar pesawat di sebelah kiri kapal. Tak terdeteksi. 12:00 : grup-grup serang As dan Jepang telah dalam perrjalanan kembali ke kapal induk mereka masing-masing. Pada saat pesawat-pesawat Jepang menyelesaikan serangan mereka dan mulai menarik diri karena yakin mereka telah menyebabkan kerusakan fatal terhadap kedua kapal induk AS tersebut. kapal tersebut masih bias bergerak dengan kecepatan 24 knot (44 km/jam) dengan boiler-bilernya yang masih berfungsi. Ke-19 pembom tukik dari Shōkaku. menyebabkan kerusakan structural yang parah di ruang penyimpanan pesawat dan menewaskan atau melukai 66 orang. 11:13 : Serangan Jepang dimulai saat kapal-kapal induk AS yang berjarak 3. Dalam duel udara tersebut tiga SBD dan tiga Wildcat milik AS beserta tiga pembom torpedo. mengenainya dengan dua torpedo Tipe 91. PEMULIHAN. pesawat dari kedua belah pihak berpapasan dan menghasilkan suatu pertempuran udara lagi. Yorktown terkena tepat di tengah- tengah landasannya oleh sebuah bom semi-penembus perisai seberat 250 kg yang menembus empat dek sebelum akhirnya meledak.700 m) satu sama lain. Zero-Zero pengawal melindungi pesawat-pesawat Takahashi dari empat Wildcat dari Lexington yang mencoba untuk menghalangi.000 yard (2. Sampai 12 ‘nyaris’ merusak lambung Yorktown di bawah batas permukaan airnya. yang memiliki radius belok yang lebih besar daripada Yorktown.300 m) sampai tiga-empat menit setelah pesawat-pesawat torpedo memulai serangan mereka. Ke-33 pembom tukik Jepang berputar-putar untuk menyerang dari arah melawan angin. dan. 5. dipimpin Takahashi. pada pukul 11:20. Pesawat Kanno dan Takahashi ditembak jatuh dan menewaskan mereka berdua. menyebabkan kebakaran yang berhasil dipadamkan pada pukul 12:33.000 kaki (4.2. satu pembom tukik dan satu Zero tertembak jatuh.Keempat pesawat torpedo yang menyerang Yorktown semuanya tidak mengenai sasarannya. dan pengawal-pengawal mereka mulai menembakkan meriam-meriam anti-pesawat mereka. Pembom- pembom Takahashi merusak Lexington dengan dua hantaman bom dan beberapa ‘nyaris’ (bom/torpedo yang tidak mengenai kapal tapi ledakannya masih menyebabkan kerusakan). Dua dari para pembom tukik tersebut ditembak jatuh oleh sebuah Wildcat selama serangn berlangsung. Pukul 11:27. dan karena itu tidak memulai serangan mereka dari ketinggian 14. 4. mengurangi tekanan air menuju ke tiga ruang bakar depan dan memaksa bolier-boilernya untuk dipadamkan. mereka harus melalui rintangan maut berupa pesawat-pesawat Wildcat dan SBD yang sedang berpatroli tempur. Dalam perjalanan pulang tersebut. Sementara pesawat-pesawat torpedo lainnya berhasil melakukan serangan penjepit terhadap Lexington. Empat pesawat torpedo yang menyerangnya tertembak jatuh oleh meriam anti-pesawat. PENINJAUAN ULANG. 3.

Ketika TF 17 memulihkan pesawatnya. dan TF17 bergerak mundur ke barat daya. Phelps dan kapal-kapal perang lain yang membantunya segera berangkat untuk bergabung kembali dengan Yorktown dan para pengawalnya. 6. tapi. Nimitz memerintahkan Fletcher . Pada malam harinya. dia tetap berpatroli bersama TG17. Awak Lexington mulai meninggalkan kapal pada pukul 17:07. yang berangkat pada pukul 16:01. 5. Dua ratus enam belas orang dari total 2. Pukul 12:50 dan 14:30 banyak pesawat yang rusak mendarat di kapal-induk mereka masing-masing. dan empat pesawat torpedo dari kapal-kapal induk tersebut yang masih dapat beroperasi. PENGAKHIRAN 1. Para penerbang yang kembali melaporkan mereka telah merusak berat satu kapal induk dan yang satu lagi tidak terkena apa-apa. menunda MO sampai tanggal 3 Juli. yang pesawat pengintainya melihat kapal-kapal Crace pagi itu. 8. dan memerintahkan pasukannya untuk berkumpul di timur laut kepulauan Solomon untuk memulai operasi RY. Malam itu.167 m pada pukul 19:52. Fletcher memilih untuk menarik TF17 dari pertempuran.951 orang awak Lexington berikut 36 pesawat tenggelam bersama kapal itu. yang karam di kedalaman 13.1. 2. Walaupun rusak. Pukul 14:30 : Hara memberitahu Takagi bahwa hanya 24 Zero. 9 Mei : TF 17 mengubah arah ke timur dan terus keluar dari Laut Koral melalui sebuah rute di selatan Kaledonia Baru. Crace mengirim Hobart. 4. Crace mendengar laporan radio yang mengatakan konvoi invasi musuh telah berbalik arah. Fletcher menilai situasinya. MacArthur memberitahu Fletcher bahwa delapan B-17 miliknya telah menyerang konvoi invasi Jepang yang sedang bergerak mundur kearah barat laut. yang bahan bakarnya sudah sangat menipis dan kapal perusak Walke. yang sedang mengalami masalah mesin untuk berlayar ke Townsville. 7. Zuikaku dan para pengawalnya berbelok menuju Rabaul sementara Shōkaku menuju Jepang. kapal-kapal penjelajahnya tinggal 50% dan beberapa dari kapal perusaknya bahkan tinggal 20%. delapan pembom tukik. Inoue. 19:15 kapal perusak Phelps menembakkan lima torpedo ke arah kapal yang sedang terbakar tersebut. 3. tidak tahu kalau Fletcher juga telah mundur. Pukul 14:22 : Fitch mengabari Fletcher bahwa ia menerima laporan kalau kedua kapal induk Jepang itu tidak mengalami kerusakan apa-apa dan kabar ini dukung pula oleh hasil sadapan radio Jepang. Pukul 15:00 : Takagi mengabari Inoue bahwa para penerbangnya telah mengaramkan dua kapal induk Amerika – Yorktown dan sebuah “kelas Saratoga” – tapi karena kehilangan banyak pesawat berarti ia tak dapat melanjutkan untuk menyediakan perlindungan udara bagi pasukan invasi.3 di Laut Koral jikalau pasukan invasi Jepang melanjutkan gerak majunya ke Port Moresby. memanggil pulang konvoi invasi itu ke Rabaul. Yorktown dan Lexington masih mampu melakukan pemulihan untuk pesawat yang kembali. Percaya kalau ia menghadapi kekuatan kapal induk Jepang yang lebih kuat. Takagi khawatir akan sisa persediaan bahan bakar kapal-kapalnya.

8. 13 Mei : menuju ke utara untuk menghalangi pendekatan Jepang ke Nauru dan Pulau Ocean. 5. setelah memperoleh data intelijen tentang operasi mendatang dari Armada Gabungan terhadap Midway. 11. Yamamoto setuju dengan Takagi dan memerintahkan Zuikaku untuk kembali ke Jepang untuk melengkapi kembali jumlah pesawatnya. 3.00) : Yamamoto memerintahkan Inoue dan pasukannya untuk berbalik arah. dan menyelesaikan invasi ke Port Moresby.00) : Takagi menyimpulkan bahwa musuh telah pergi dan memutuskan untuk kembali ke Rabaul. 7. Pertempuran ini adalah pertempuran laut pertama dalam sejarah yang mana kapal-kapal yang terlibat tidak melihat maupun menembak secara langsung lawannya. Inoue segera membatalkan RY dan memerintahkan kapal-kapalnya kembali ke Rabaul dan Truk. 10 Mei (pukul 01:00) : Setelah tidak mendengar laporan lebih lanjut tentang kapal-kapal Jepang mendekati Port Moresby. Pesawat-pesawat amfibi dari Deboyne membantu Takagi dalam mencarian TF 17 pada pagi hari tanggal 10 Mei. Yorktown mencapai Pearl Harbor hari berikutnya. pesawat berawak bertindak sebagai artileri mereka. memerintahkan Halsey untuk memastikan bahwa pesawat pengintai Jepang melihat kapal-kapalnya pada esok harinya. 9 Mei (larut malam) : Takagi dan Gotō mengarah ke tenggara. untuk mengembalikan Yorktown ke Pearl Harbor sesegera mungkin setelah mengisi bahan bakar di Tongatabu. Faktor kecepatan menyebabkan Jepang tidak berada di atas angin karena Inoue berada terlalu jauh di Rabaul untuk secara efektif mengarahkan pasukan lautnya dalam keadaan real time. Para penerbang kapal induk Jepang yang lebih berpengalaman bekerja lebih baik daripada para penerbang AS. mencapai hasil yang lebih baik dengan jumlah pesawat yang sama Walaupun Jepang menderita lebih . 12 Mei : kapal penebar ranjau Okinoshima. Malahan. Crace bergerak menuju Australia dan tiba di Cid Harbor. 4. 3. 6. 10. dan setelah itu dia harus segera kembali ke Pearl Harbor. 130 mil laut di utara Townsville. 2. 14 Mei : Nimitz. 10 Mei (pukul 13.15) : sebuah pesawat pengintai Kawanishi dari Tulagi melihat TF 16 berada pada jarak 445 mil laut di timur kepulauan Solomon. Signifikansi Peperangan laut gaya baru 1. dikaramkan oleh kapal selam Amerika S-42. 2. lalu ke barat daya menuju Laut Koral. 10 Mei : operasi RY dilaksanakan. 19 Mei : TF 16 – yang kembali ke kawasan Efate untuk mengisi bahan bakar – berlayar menuju Pearl Harbor dan tiba di sana pada tanggal 26 Mei. menghancurkan kapal-kapal perang Sekutu yang tersisa. berlawanan dengan Fletcher yang berada di lapangan bersama kapal-kapalnya. Takut akan serangan udara dari kapal induk terhadap pasukan invasinya yang tak terlindung. 15 Mei (pukul 10. 8 Mei (pukul 22. 9. Tipu daya Halsey berhasil.

Jepang menang secara taktis. a. yang ketika digabung dengan pesawat yang berpangkalan di Midway.000 ton). Pertempuran tersebut menandai pertama kalinya pasukan invasi Jepang digagalkan dalam mencapai tujuannya. Yamamoto membuat operasi di Midway yang lebih penting menjadi tergantung pada keberhasilan operasi sekundernya. dan sebuah perusak – (42. Kemunculan yang tidak diharapkan dari kapal-kapal induk Amerika di tempat dan waktu yang tepat untuk menghadapi Jepang secara efektif dan awak- awak penerbang kapal induk AL AS menunjukkan keterampilan yang memadai dan tekad untuk menyebabkan kerusakan yang berarti ke pasukan kapal induk Jepang. Kedua pihak saling mengumumkan bahwa mereka yang memenangkan pertempuran itu. Walaupun penarikan mundur Yorktown dari Laut Koral membuat Jepang menjadi berkuasa di situ. Tanpa pijakan di New Guinea. tapi mereka belajar dari kesalahan-kesalahan mereka dalam pertempuran tersebut dan membuat perbaikan-perbaikan pada taktik dan peralatan mereka. 90 tewas dibandingkan dengan Amerika yang hanya 35 orang 4. Dalam hal kehilangan kapal. tapi mereka terpaksa membatalkan operasi yang menyebabkan Pertempuran Laut Koral. Dengan mengerahkan aset-aset penting ke MO. 4. pertempuran ini hanyalah kemunduran sementara. akan menjadi lebih sulit lagi. Jumlah pesawat yang dibawa oleh kapal-kapal induk Amerika lebih banyak daripada Jepang. Midway 1. . 2. Bagi Jepang yang berfokus kepada hasil-hasil taktis. yang memang sudah sulit. Salah satu efek yang paling signifikan dari pertempuran Laut Koral adalah hilangnya Shōkaku dan Zuikaku karena akan sangat melemahkan kekuatan AL Jepang. yang sangat mengangkat semangat Sekutu setelah kekalahan beruntung yang mereka alami pada 6 bulan pertama peperangan di Mandala Pasifik. 4. Jepang berhasil menenggelamkan sebuah kapal induk armada Amerika. Hasil dari pertempuran ini memiliki pengaruh yang substansial dalam perencanaan strategis kedua pihak. Amerika mengaramkan sebuah kapal induk ringan. Sementara Amerika tidak bekerja seperti yang diharapkan.. pergerakan maju Sekutu yang berikutnya. Implikasi-implikasi taktis dan strategis 1. sebuah kapal perusak dan beberapa kapal perang yang lebih kecil – (19. 3. 3. Yamamoto membuat kesalahan strategis yang signifikan dalam keputusannya untuk mendukung MO dengan aset-aset strategis. 2. mengurangi ancaman bagi jalur pasokan antara AS dan Australia. sebuah tanker.497 ton) b. banyak kehilangan pilot. Sekutu menang secara strategis karena invasi ke Port Moresby melalui laut berhasil digagalkan.