You are on page 1of 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

R
DENGAN DIAGNOSA ILEUS OBSTRUKTIF
DI RUANG KEMUNING V (A) Di RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Keperawatan Medikal Bedah
Program Profesi Ners XXXV UNPAD

Disusun Oleh :

Trisvina Martias 220112170555

PROGRAM PROFESI NERS XXXV
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2018

Riwayat Kesehatan Sekarang P : nyeri dirasakan semakin parah jika pasien tidur terlentang dan berkurang jika pasien tidur miring kanan Q : nyeri seperti tertekan benda berat R : abdomen S : skala nyeri 8/10 skala numerik T : nyeri dirasakan menetap. Kadupandak. Riwayat Kesehatan A.Medrek : 0001631400 Tanggal masuk : 8 Februari 2018 Tanggal pengkajian : 14 Maret 2018 B. tanggal lahir : Cianjur. Sukaresmi.18 Agustus 1971 Umur. Cianjur Pendidikan : SD Pekerjaan : IRT Agama : Islam Suku : Sunda Status marital : Menikah Diagnosa medis : ileus obtruktif No. Identitas Pasien dan Keluarga A. jenis kelamin : 46 tahun. Identitas Keluarga Nama : Lisna Hubugan dengan pasien : Anak Alamat : KP Lewihonje II. Keluhan Utama Nyeri pada abdomen B. Indentitas pasien Nama : Ny. R Tempat. perempuan Alamat : KP Lewihonje RT 04/RW 04. dan terus-menerus .I.

Riwayat Psikososial 1. Riwayat Kesehatan Keluarga Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit yang sama dengan pasien E. Riwayat ADL (Activity Daily Living) No. Kebiasaan spiritual Pasien salalu beribadah dan sholat 5 waktu sebelum ia sakit. 4. 3. Jika sakit klien sering dibantu oleh tetangga atau menyewa jasa seseorang untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Gambaran diri Klien mengatakan ini adalah cobaan hidup dari Tuhan yang Maha Esa 5. Riwayat Kesehatan Dahulu Pasien pernah di rawat di RS sebelumnya dengan diagnosa kista dan telah dilakukan tindakan operasi pada agustus 2017 D. Identitas diri Klien merupakan ibu rumah tangga. namun 3 diantaranya sudah menikah dan tinggal terpisah. Aktivitas Sebelum Sakit Setelah Sakit 1. dan memiliki 4 orang anak. Klien hanya tinggal bersama suami dan anaknya yang masih kelas 6 SD. dan sering ikut pengajian dengan orang-orang di sekitar lingkungan rumah namun sejak di rawat di RS pasien beribadah sambil tidur dikarenakan kondisi fisik pasien yang lemah. F. Nutrisi . Ideal diri Klien mengatakan ingin cepat sembuh dari penyakitnya dan ingin segera dilakukan tindakan operasi selanjutnya agar nyeri yang dirasakannya bekurang 2. Harga diri Klien mengatakan pasrah dan sudah ikhlas menerima penyakit yang dideritanya.C.

misal : .Mandi 1-2 x sehari Washlap .BAK  Frekuensi 5 x sehari Pasien terpasang  Warna Kuning cerah kateter 3. Eliminasi . .perlu bantuan dipakaikan baju secara .perlu bantuan mandi pada lebih dari .Keramas 2 x seminggu 4.dapat mengambil pakaian dari .memerlukan bantuan hanya 1 bagian tubuh pada satu bagian tubuh.perlu bantuan memakai baju sendiri 0 baju lemari baju dan laci . Aktivitas IRT terganggu Status Fungsional Mandri ( 1 poin) Ketergantungan (poin 0) Aktivitas Tidak perlu arahan / bantuan Skor Memerlukan arahan/asuhan penuh personal Mandi .mandiri secara penuh . area genital atau mandi/shower ekstremitas yang terkena .bantuan saat masuk dan keluar kamar 0 punggung. Istirahat dan Tidur 8 jam dan Tidak nyenyak nyenyak 5.BAB  Frekuensi 1 x sehari 1-2 x sehari  Konsistensi padat lembek  Warna Kuning Kuning . Personal Hygiene .Gosok gigi 1-2 x sehari .Minum < 2 liter 2.mandi dilakukan oleh orang lain Memakai .Makan  Frekuensi 3 x sehari 3 x sehari  Porsi 1 porsi < 1 porsi .

dapat pergi ke kamar kecil .40 Status gizi : malnutrisi .dapat naik dan turun dari toilet toilet .dapat merapikan baju .dapat membersihkan diri 0 . Penampilan Umum Pasien compos mentis dan tampak tenang TTV  TD : 135/90 RR : 36 x/menit HR : 90 T : 38.memerlukan pispot atau popok genital tanpa dibantu Berpindah .dapat berpindah dari dan ke -memerlukan bantuan untuk berpindah tempat tempat tidur atau kursi tanpa dari tempat tidur ke kursi 0 dibantu Kontinensia .memerlukan metode prentenal dilakukan oleh orang lain Total Skor : 1.R pasien sangat ketergantungan III.perlu bantuan penuh untuk pindah ke .Inkontensia BAK dan BAB sebagian menahan rasa ingin BAK dan atau total 1 BAB Makan . 0 : pasien sangat ketergantungan  Ny.persiapan makan dapat .dapat mengambil makanan dari .7 C TB : 159 cm BB : 44 kg IMT : 17.Dapat mengendalikan dan . 4 : pasien ketergantungan sebagian.dapat membersihkan area . 6 : pasien mandiri. .memakai baju dan pakaian lain komplit secara lengkap . Pemeriksaan Fisik A.memerlukan bantuan mengikat tali sepatu Toileting .memerlukan bantuan sebagian atau piring ke mulut tanpa bantuan total saat proses makan 0 .

tidak ada lesi dan benjolan 6. konjungtiva pucat. Respirasi Inspeksi : Dada simetris. terdapat keluaran nanah pada ujung bekas jaitan luka operasi. tidak ada benjolan Auskultasi : Tidak ada suara napas tambahan F. nyeri tenggorokan saat menelan. pendengaran baik 5. Region mata Inspeksi : mata simetris. Region hidung Inspeksi : Hidung simetris. gigi tidak bersih D. tidak ada benjolan. tidak ada luka.terdapat mual dan muntah. perut kembung dan teraba keras sebelah kanan.tidak ada benjolan 3. Kardiovaskular Inspeksi : Dada simetris. tidak ada luka Auskultasi : bunyi jantung normal G. Region Kepala Inspeksi : rambut lepek. tidak ada benjolan Palpasi : tidak ada nyeri tekan 2. Region mulut Inspeksi : mukosa bibir kering. terdapat kantong stoma. Gastrointestinal Reflek menelan (-). tidak ada lesi. Pemeriksaan kepala 1. tidak ada benjolan. tidak ada benjolan dan luka Palpasi : tidak nyeri tekan 4. Pemeriksaan leher Inspeksi : Tidak ada pembengkakan dan tidak ada lesi E. . Integumen Tidak ada benjolan C. Region telinga Inspeksi : Telinga terlihat simetris. tidak ada luka. Region wajah Inspeksi : Wajah simetris.B.

Memakai terapi heparin lock/IV Tidak 0 Ya 25 25 5.R berisiko sedang . Risiko Nilai Skor 1.H. Status mental  Orientasi sesuai kemampuan 0 0 diri  Lupa keterbatasan diri 15 Total Skor 35 Pasien tidak berisiko (0-24) / risiko rendah-sedang (25-45) / risiko tinggi (> 45) Ny.tongkat/walker 15  Furnitur 30 4. Cara berjalan/pindah  Normal/bed rest/imobilisasi 0 0  Lemah 10  Terganggu 20 6. Genitourinaria Pasien terpasang kateter I. tidak ada pembengkakan dan lesi pada ektremitas bagian atas dan bawah No. Muskoloskeletal Mobilisasi dibantu. Riwayat jatuh. Diagnosa medis sekunder >1 Tidak 0 Ya 15 15 Alat bantu jalan:  Bed rest / dibantu perawat 0 0  Penopang.yang baru atau dalam Tidak 0 0 sebulan terakhir Ya 25 2.

4 g/dL 12.6-8. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Hasil Ukur Nilai Rujukan Hemoglobin 11.4-8.1 Limfosit 8% 18.2 Globulin 3.50-11.8-2.5 Trombosit 472 ribu/uL 150-450 MCV 74.3-44.8 mEq/L 3.5 .5-5.4 g/dL 6.61 mg/dL 4. J.5-33.5-5.4-35.0-4. Neurologi Normal IV.6 mg/dL 1.9 fL 80-96 MCH 23.3 Hematokrit 36.2 MCHC 31.5 Basofil 0% 0.2 % 36.0 Neutrofil segmen 88 % 45.2-1.2 Monosit 4% 2.64 1.5 Natrium 136 mEq/L 135-145 Kalium 3.1 Klorida 103 mEq/L 98-109 Kalsium ion 3.4 Neutrofit batang 0% 3.1-1.6 pg 27.5 % 33.83 juta/uL 4.0-5.8 Glukosa sewaktu 95 mg/dL <140 Protein total 6.0 Leukosit 15.2 Eosinofil 0% 0.2 Albumin 2.4-8.0 Eritrosit 4.50 g/dL 3.2-5.0-45.5-73.6 Magnesium 1.3-15.9 g/dL Rasio albumin/globulin 0.56 10^3/uL 4.

Terapi Ciprofloxacin 2 x 400 gr IV  berguna untuk mengatasi infeksi bakteri Omeprazole 2 x400 g IV  berguna untuk menetralisir asam lambung dan untuk mencegah perdarahan saluran cerna atas Tramadol 2 x 100 g IV drip  mengurangi nyeri VI. Ruptur TD : 135/90 RR : 36 x/menit Peritonitis HR : 90 T : 38. serotinin. Data Etiologi Masalah 1.V. histamin. dan Distensi sering terbangun jika Tekanan intralumen meningkat tertidur sebentar Penurunan tekanan vena kapiler DO: Skala nyeri dan arteriola 8/10 skala numerik. Analisa Data No. DS: Tumor Nyeri akut  pasien mengatakan Penyempitan lumen usus nyeri pada bagian Obstruksi usus abdomen  pasien Akumulasi gas dan cairan di mengatakan dalam lumen sebelah proksimal tidak bisa tidur. dan prostaglandin) Respon nyeri .7 C Pengeluaran mediator kimia (bradikinin.

40 Status gizi : Asam lambung meningkat malnutrisi Mual. Obstruksi usus  pasien mengatakan Akumulasi gas dan cairan di tidak bisa dalam lumen sebelah proksimal makan karena tenggorokann Distensi ya sakit dan mengeluh Mengurangi absorbsi cairan dan mual muntah memasang lebih banyak sekresi DO: lambung IMT : 17. Diagnosa Keperawatan 1. muntah Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuahan VII. Nyeri akut berhubungan dengan adanya penekanan masa. Nyeri akut 2. DS : Tumor Ketidakseimbangan  pasien nutrisi kurang dari mengatakan Penyempitan lumen usus kebutuahan nyeri pada abdomen. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuahan berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna nutrisi karena faktor biologis . 2.

yang dirasakan yang hasil : kualitas. Rencana Tindakan Keperawatan Nama Pasien : Ny. Posisikan pasien semi menetukan intervensi (tahu penyebab. karakteristik. Ajarkan teknik pasien dapat teknik nonfarmakologi seperti mengurangi rasa nyeri nonfarmakologi napas dalam dan pasien untuk mengurangi relaksasi 4. Kolaborasi analgetik merupakan metode nyeri berkurang efektif untuk dengan mengurangi nyeri menggunakan dengan cara managemen nyeri menurunkan konsumsi 3. pengawasan Comfort level 10) keefektifan obat 2. NOC: Managemen nyeri 1. R Ruangan : Kemuning V (A) No. fowler atau posisi yang selanjutnya mampu nyaman bagi pasien 3. Penilaian skala nyeri Pain level 1. fekuensi. VIII. frekuensi berkurang dari napas. Mampu pencetus membantu dalam mengontrol nyeri 3. dan faktor selanjutnya dapat 1. nyeri lokasi. Posisi nyaman bagi menggunakan 4. Monitor ttv dan teknik relaksasi 2. Menyatakan nyeri oksigen. Latihan napas dalam nyeri) 5. Melaporkan bahwa 6. Minta pasien untuk berguna dalam Pain control menilai skala nyeri (1. Lakukan pengkajian 2. Medrek : 0001631400 Nama Mahasiswa : Trisvina Martias No. Pengkajian secara Setelah dilakukan nyeri secara komprehensif dapat tindakan keperawatan komprehensif termasuk menggambarkan selama 2 x 24 jam. dengan jelas nyeri berkurang dengan kriteri durasi. Tujuan Intervensi Rasional DX 1. frekuensi .

ajarkan oral hygiene pasien nutrient intake sebelum makan 2. berat badan ideal dapat memenuhi pasien untuk makan dengan tinggi badan kebutuhan gizi pasien 5. jelaskan pentingnya meningkatkan selera membaik dengan makanan bagi proses makan kriteria hasil : penyembuhan 4. menunjukkan pemehunan nutrisi . mampu tentang nutrisi dapat mengidentifikasi memotivasi untuk kebutuhan nutrisi meningkatkan 4. monitor adanya pemberian makanan  intake penurunan berat badan atau obat-obatan pada  nutrional status : 3. NOC 1. membantu untuk  weight control 4. pengetahuan yang baik 3. kolaborasi dengan ahli yang menyenangkan berat badan sesuai gizi untuk membantu dapat meningkatkan dengan tujuan memilih makanan yang kemauan dan selera 2. agar dpat dilakukan  nutritional status : makanan intervensi dalam food and fluid 2. TTV rentang ketegangan otot yang normal menghentikan siklus nyeri-ansietas- ketegangan otot 5.dan 4. Tanda-tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadan umum pasien 6. skala 8 menjadi 6 jantung. ciptakan lingkungan meengidentifikasi Setelah dilakukannya yang nyaman untuk malnutrisi tindakan keperawatan x makan 3. kebersihan mulutdapat 24 jam nutrisi pasien 5. analgetik berguna untuk mengurangi ras nyeri 2. suasana lingkungan 1. adanya peningkatan 6. kaji adanya alergi 1.

ahli gizi dapat mebantu pengecapan dan pasien memilih menelan maknan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi pasien IX. yang dirasakan oleh karakteristik. 2. mengajarkan teknik bekerja sama dengan nonfarmakologi seperti perawat napas dalam 5. Meminta pasien untuk  Pasien mengatakan masih /201 menilai skala nyeri (1-10) merasakan nyeri pada 8 2. R Ruangan : Kemuning V (A) No. durasi. 16/3 1. kualitas. dan dapat secara komprehensif menyebutkan skala nyeri termasuk lokasi. peningkatan fungsi 6. melakukan pengkajian nyeri abdomen. Monitor ttv 6. Menciptakan lingkungan bekerja sama dengan yang nyaman untuk perawat . memposisikan pasien posisi dan faktor pencetus nyeri. yang nyaman bagi pasien  Pasein dan keluarga dapat 4. Medrek : 0001631400 Nama Mahasiswa : Trisvina Martias No. Mengajarkan oral dan minum hygiene sebelum makan  Pasien dan keluarga dapat 3. durasi. Kolaborasi analgetik. 16/3 1. frekuensi 3. pasien. Tgl/ Implementasi Respon Paraf DX Jam 1. Catatan Tindakan Keperawatan Nama Pasien : Ny. dan faktor  Pasien dapat menentukan pencetus lokasi. fekuensi. Mengkaji adanya alergi  pasien mengatakan masih /201 makanan mual muntah jika makan 8 2.

lemah dan aktifitas dilakukan ditempat tidur A: nutrisi pasien belum terpenuhi P: lanjutkan intervensi . Medrek : 0001631400 Nama Mahasiswa : Trisvina Martias No. Menjelaskan pentingnya makanan bagi proses penyembuhan X. Tgl/ SOAP Paraf DX jam 1. R Ruangan : Kemuning V (A) No. 17/3/20 S: pasien mengatakan tenggorokan nyeri dan masih 18 mual muntah jika makan dan minum. namun sudah bisa makan sedikit demi sedikit O: pasien kompos mentis. makan 4. Catatan Perkembangan SOAP Nama Pasien : Ny.7 C A: nyeri berkurang P : lanjutkan intervensi 2. 17/3/20 S : pasien mengatakan masih merasakan nyeri pada 18 abdomen dengan skala 6-7/10 O: kesadaran kompos mentis TTV : TD 130/85mmHg RR:28 x/menit HR : 109 x/menit T : 36.

(2007).. Kusuma. Sjamsuhidajat. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia Wilkinson. R. . Hardhi. Diagnosis Keperawatan Edisi 9. M. 2015. Amin Huda. Price &Wilson. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnose Medis Dan Nanda Nic – Noc Edisi Revisi Jilid 2. N. & Ahern. EGC: Jakarta. 2006. Media Action : Yogjakarta. (2011). J. Edisi 6. Volume1. Manual Rekam Medis. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. EGC:Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Nurarif.