You are on page 1of 10

Mekanisme Kerja Otot dan Faktor Penyebab Kelelahan pada Tungkai

Joshua Tjantoso ( 102014131 )
Alamat Korespondensi : Jalan Terusan Arjuna No. 6, Jakarta Barat 11510
joshua.2014fk131@civitas.ukrida.ac.id

Abstract
Human body consist of three kind of muscle, that is smooth muscle, cardiac muscle, and
skeletal muscle. Skeletal muscle stick into the skeleton and moving it. Muscle contraction
related into the shortening of the sarcomere. Sarcomere is a contractile unit on myofibril
where that sarcomere itself is a repeating units that bordered by Z band along the myofibril.
A band has a constant length when contraction. A band contains thick filament called myosin,
that predicted that myosin stay on central region and has a fixed length even the other region
shortening. I band that rich with the thin filament called action that following the shortening
sarcomere, that in the end, it called sliding filament theory. In skeletal muscle, there is an
aerobic respiration that produce enough energy to do some move, those are contraction and
relaxation. But, not always aerobic respiration that happen. When muscle do an extra works
while oxygen supply is not sufficient to do an aerobic respiration, then the respiration that
will happen is anaerobic respiration, where the energy product is lower than the energy
product of aerobic respiration, and also produce lactic acid that can cause stiffness in muscle.
Key words : skeletal muscle, contraction, lactic acid.

Abstrak
Tubuh manusia terdiri dari tiga macam otot, yaitu otot polos, otot jantung, dan otot rangka.
Otot rangka melekat pada tulang yang akan menggerakan tulang itu sendiri. Kontraksi pada
otot menyangkut pada memendeknya sarkomer. Sarkomer merupakan unit kontraktil pada
miofibril dimana sarkomer itu sendiri merupakan unit berulang yang dibatasi oleh pita Z di
sepanjang miofibril. Pita A memiliki panjang yang konstan saat kontraksi. Pita A
mengandung filamen tebal yaitu miosin, yang diperkirakan bahwa miosin tetap pada daerah
sentral dan memiliki panjang yang tetap meskipun daerah lain memendek. Pita I yang kaya
dengan filamen lebih tipis yang terdiri dari aktin yang ikut memendek seperti sarkomer, yang
pada akhirnya dicetuskanlah teori pergeseran filamen. Pada otot rangka, terjadi respirasi
aerob sehingga dapat menghasilkan energi yang cukup untuk melakukan gerakan, yaitu
kontraksi atau relaksasi. Namun, tidak selalu respirasi yang terjadi adalah respirasi aerob.

1

Ketika otot tertentu bekerja ekstra sedangkan suplai oksigen tidak mencukup untuk melakukan respirasi aerob. yaitu : a.2 Pembahasan Otot dibagi ke dalam tiga kelompok. Pendahuluan Otot merupakan bagian terpenting dalam sistem gerak pada tubuh. Otot ini dipersarafi oleh sistem saraf otonom dan kontraksinya tidak dibawah kontrol keinginan. 3 c. Lapisan jaringan ikat yang membungkus otot disebut fasia otot atau epimisium.1 Otot rangka terdiri dari bundel dari serat otot. dan kita perlu mikroskop elektron untuk melihat ini. Otot rangka (lurik). berjalan.3 b. asam laktat.4 Sebuah serat otot adalah panjang dan mempunyai banyak nukleus. kontraksi. setiap serat itu sendiri terdiri dari massa myofibril. Otot polos. berbicara.3 2 . 1 Ketika bernafas. dan gerakan lainnya memerlukan otot. Otot merupakan organ khusus yang terdiri dari sel-sel yang menyimpan energi kimia sebagai nutrisi untuk melakukan gerakan pada struktur otot itu sendiri. Serabut otot ini dilapisi jaringan ikat yang disebut endomisium. diliputi oleh jaringan ikat. terdapat pada saluran pencernaan. Otot-otot ini terdiri dari berkas-berkas serabut otot (fasikulus) yang dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut perimisium. maka respirasi yang terjadi adalah respirasi anaerob. dimana energi dari produk akhirnya tidak sebesar dari produk respirasi aerob dan juga menghasilkan asam laktat yang menyebabkan pegal pada otot. Otot jantung. dan pembuluh darah. Kata kunci : Otot rangka. Sebenarnya. ditemukan hanya pada jantung dan kontraksinya di luar kontrol atau di luar keinginan. saluran perkemihan.2 Serat muncul bergaris di bawah mikroskop cahaya dan menjadikan otot rangka dikenal sebagai bergaris atau otot lurik. dimana otot merupakan penggerak dari tulang yang menyebabkan manusia dapat bergerak dan berpindah tempat. Tindakan otot juga dapat menyebabkan mendorong cairan tubuh dan makanan dalam tubuh dan menyebabkan jantung berdetak. Fitur yang luar biasa dari serat otot adalah kemampuan untuk memendek setengah ataubahkan sepertiga dari pada panjang saat relaksasi atau panjang 'beristirahat'.

namun terdiri dari tropomiosin dan troponin yang bersama menjadi regulatory protein complex. Aktin merupakan protein globuler yang akan membentuk rantai alpha helix. Huxley dan R.cdnme.5. Tahun 1954. Hasil observasi menunjukan bahwa satu daerah yaitu pita A memiliki panjang yang konstan saat kontraksi. troponin-C (TN-C) yang akan 3 . A. Troponin terikat pada tropomiosin.6 Gambar 1. yang menyatakan bahwa pergeseran aktin melewati miosin menyebabkan tekanan pada otot. Pemendekan pada filamen aktin akan menyebabkan pemendekan pada sarkomer dan otot itu sendiri. disebut garis Z.se/4067011/7- 3/sarcomere_511fb4119606ee171955bfa6. Karena aktin terletak hingga ujung sarkomer. ilmuwan mempublikasikan mengenai basis molekuler dari kontraksi otot yang mendeskripsikan mengenai posisi filamen miosin dan aktin pada beberapa fase dalam kontraksi serat otot dan bagaimana interaksi ini memproduksi tekanan kontraktil.F. Sarkomer. yang diperkirakan bahwa miosin tetap pada daerah sentral dan memiliki panjang yang tetap meskipun daerah lain memendek. (sumber : https://cdn3. Sarkomer merupakan unit kontraktil pada miofibril dimana sarkomer itu sendiri merupakan unit berulang yang dibatasi oleh pita Z di sepanjang miofibril tersebut. Pita A mengandung filamen tebal yaitu miosin. Niedergerke mengobservasi perubahan sarkomer saat jaringan otot memendek. Ditemukan juga pita I yang kaya dengan filamen lebih tipis yang terdiri dari aktin yang ikut memendek seperti sarkomer. yang terdiri dari tiga subunit. Tiap tropomiosin terdapat enam hingga tujuh molekul aktin.jpg) Filamen yang lebih tipis tidak hanya terdiri dari aktin. yaitu troponin-T (TN-T) yang akan berikatan dengan tropomiosin. yang pada akhirnya dicetuskanlah sliding filament theory.

Power Stroke. dan berputar bersamaan dengan kontraksi pada S1. yang akan memecah energi tinggi pada ikatan fosfat untuk melepas energi. membentuk yang disebut dengan cross bridges. Ikatan pada miosin daerah S1 yang membantu menjelaskan bagaimana miosin bergerak bersama aktin. Kontraksi miosin S1 disebut power stroke dimana power stroke ini membutuhkan hidrolisis ATP (Adenosin Trifosfat).com/scitable/topicpage/the-sliding- filament-theory-of-muscle-contraction-14567666) Ada dua aspek penting dari siklus miosin-aktin yang menggunakan energi dari hidrolisis ATP. Pertama. yang menghambat tempat pengikatan di miosin terikat dengan aktin.8 Gambar 2.7 Miosin dibagi menjadi dua daerah. Ketika Ca2+ terlepas dari TN-C. TN-I berpindah dari tempat pengikatan miosin (myosin binding site) di aktin. Bagian daripada miosin yang lebih tipis dengan ekor panjang yang disebut daerah S2 juga memiliki fleksibilitas. dan menghambat terikatnya miosin dengan aktin. Kedua. Ketika Ca2+ terikat pada TN-C.nature. pelepasan fosfat menguatkan kontraksi dari miosin S1.menjadi tempat berikatnya ion kalsium (Ca2+) saat kontraksi-relaksasi (empat Ca2+ bisa terikat pada satu TN-C). ketika miosin S1 menggunakan energi ATP yang diubah menjadi ADP (Adenosin Difosfat) dan fosfat. (sumber : http://www. troponin complex melanjutkan posisi inaktif tersebut.8 Ketika segmen miosin S1 berikatan dan melepas aktin. yang berasal dari filamen miosin ke aktin. yaitu S1 yang memiliki beberapa segmen yang akan berikatan menyebabkan kontraksi.8 4 . kemudian kepala miosin akan menempatinya. dan troponin-I (TN-I).

Respirasi aerob merupakan cara sel eukariotik yang digunakan paling sering untuk menggunakan energi dari karbohidrat. Respirasi aerob melepas semua energi yang tersedia setiap molekul glukosa yang diproduksi sama dengan energi yang dilepas saat molekul glukosa dibakar oleh oksigen. Power Stroke. sel-sel dalam tubuh harus mengubahnya menjadi energi karier seperti ATP yang dapat digunakan di banyak reaksi yang membutuhkan energi. 8 NADH. 10 NADH dan 2 FADH2 menyerahkan elektron dan ion hidrogen ke rantai transfer elektron. Gambar 3. Tahap kedua terjadi pada mitokondria.nature. Elektron mengalir melalui rantai membentuk formasi ATP. Dan juga menghasilkan 2 ATP.8 Sehingga respirasi aerobik menghasilkan ATP bersih 36 ATP. dimana 2 asam piruvat dikonversikan menjadi molekul yang memasuki siklus Krebs. (sumber : http://www. Tahap terakhir adalah transfer elektron yang terjadi di dalam mitokondria. dan 2 FADH2 (Flavin adenin dinukleotida). dan 2 NAD+ (Nikotinamida adenina dinukleotida) yang bergabung dengan ion hidrogen menjadi 2 NADH . 2 ATP. dimana CO2 (Karbon dioksida) terbentuk dan meninggalkan sel.com/scitable/topicpage/the-sliding- filament-theory-of-muscle-contraction-14567666) Untuk menggunakan energi pada karbohidrat. Glukosa dikonversikan menjadi dua asam piruvat .9 5 . Oksigen menerima elektron pada akhir rantai. Tahap awal yaitu glikolisis yang terjadi di sitoplasma.

hal ini dapat menyebabkankram otot dan rasa pegal pada otot. asam laktat dioksidasi oleh oksigen untuk memproduksi karbon dioksida dan air. Respirasi anaerob tidak seefisien respirasi aerob. Proses ini membutuhkan oksigen.11 6 .3 Hal ini bisa mencegah enzim dan jika diizinkan untuk menumpuk. Tubuh tidak bisa mengeluarkan asam laktat dengan bernapas seperti karbon dioksida.10 Respirasi anaerob : glukosa → asam laktat + energi Pembayaran hutang oksigen : asam laktat + oksigen → karbon dioksida + air 10 Sehingga energi yang dihasilkan oleh respirasi anaerob hanya 2 ATP. Respirasi ini menghasilkan hasil berbeda yang disebut asam laktat. namun kecepatan pompa jantung dan pernapasan tetap tinggi untuk mensuplai oksigen hingga bisa membayar hutang oksigen. Gambar 4. merupakan respirasi tanpa memerlukan oksigen. Ketika sel-sel otot telah digunakan untuk berlatih dalam jangka waktu yang lama.9 Laktat membentuk asam laktat dalam larutan yang menurunkan pH. Concepts and Applications without Physiology 8e) Pada respirasi anaerob. Setelah berlatih. secara perlahan otot tersebut berhenti kontraksi secara efisien dan menjadi respirasi anaerob. sehingga ketika terjadi kelebihan asam laktat harus dipecahkan. Meskipun otot tungkai sudah selesai bekerja. dan oksigen yang dibutuhkan untuk memecah asam laktat ini disebut dengan hutang oksigen (oxygen debt). Respirasi Aerob. (sumber : Biology.

tensor fasciae latae Abduksi. obturator externus Eksorotasi paha. M. gracilis Aduksi paha. psoas major menstabilkan articulatio coxae M. endorotasi. sedikit banyak fleksi paha M. adductor brevis Adduksi paha. dan eksorotasi paha pada articulatio coxae. vastus intermedius 2. Pectineus Adduksi dan fleksi paha. m. Otot pada tungkai atas / paha manusia dibagi menjadi tiga bagian . adductor longus Adduksi paha M. fleksi tungkai bawah pada articulatio genus M. fleksi tungkai bawah dan membantu endorotasi tungkai bawah M. vastus lateralis rectus femoris juga menstabilkan articulatio coxae M.12 1. M. iliopsoas Mengfleksikan paha pada atriculatio coxae dan M. membantu rotasi medial paha M. iliacus M. sartorius Fleksi. dan fleksi paha. Otot paha medial Otot Fungsi M. vastus medialis dan membantu m. memantapkan batang tubuh pada paha M. fiksasi caput femoris dalam acetabulum 7 . dan ekstensi bagian hamstring M. rectus femoris Ekstensi tungkai bawah ppada articulatio genus. Otot paha anterior Otot Fungsi M. abduksi. iliopsoas mengfleksikan paha. bagian aduktor juga melakukan fleksi paha. yaitu otot paha anterior. adductor magnus Aduksi paha. quadriceps femoris M. membantu ekstensi lutut. medial. dan posterior.

extensor digitorum longus Ekstensi keempat jari kaki lateral dan dorsofleksi pergelangan kaki M. dapat melakukan ekstensi batang tubuh M. extensor hallucis longus Ekstensi digitus primus (hallux) dan dorsofleksi pergelangan kaki M. peroneus longus Eversi kaki dan sedikit plantarfleksi pada pergelangan M. gastrocnemius Fleksi plantar pada pergelangan kaki. lateral. fleksi dan endorotasi tungkai bawah M. mengangkat tumit sewaktu berjalan. superfisial. peroneus tertius Dorsofleksi pergelangan kaki dan membantu eversi kaki 2. Otot tungkai bawah superfisial Otot Fungsi M. Otot tungkai bawah lateral Otot Fungsi M. ekstensi paha (misalnya sewaktu mulai berjalan) Otot pada tungkai bawah manusia dibagi menjadi bagian anterior. dan profunda. peroneus brevis kaki 3. biceps femoris Fleksi dan eksorotasi tungkai bawah. semimembranosus sewaktu paha dan tungkai bawah terfleksi. Otot paha posterior (otot hamstring) Otot Fungsi M. soleus Fleksi plantar pada pergelangan kaki dan fiksasi tungkai pada kaki 8 .3. tibialis anterior Dorsofleksi pergelangan kaki dan inversi kaki M. semitendinosus Ekstensi paha.12 1. dan fleksi tungkai bawah pada articulatio genus M. Otot tungkai bawah anterior Otot Fungsi M.

Raenah E. 6. Cardiac myocytes and sarcomeres. dibutuhkan Ca2+ untuk merangsang troponin C agar miosin dapat berikatan pada binding site untuk melakukan kontraksi. 959. Kamus saku kedokteran Dorland. flexor hallucis longus Fleksi digitus primus (hallux) pada semua sendi dan fleksi plantar pada pergelangan kaki. Fullick A. Edexcel biology for A2 London: Hodder Education. Manurung S. h. 2014. Butler J. 4. 2009. gastrocnemius pada fleksi plantar pergelangan kaki secara lemah dan fleksi lutut. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ed-28. plantaris Membantu m. Dorland WAN. Suratun. popliteus Fleksi lutut secara lemah dan melepaskan penguncian M. 7. Krans JL. flexor digitorum longus Laterofleksi keempat jari kaki lateral dan fleksi plantar pergelangan kaki. M. 2009 2. menyokong lengkung- lengkung kaki longitudinal M. 2010. 2007.htm 9 . Klien gangguan sistem muskuloskeletal. Klabunde RE. Dan relaksasi terjadi ketika miosin memiliki ATP yang belum dipecah menjadi ADP dan P. Nature Education 2010. 5. United States: McGraw-Hill. menunjang lengkung kaki longitudinal medial M. Available from URL: http://cvphysiology. 11. Jakarta:EGC. Otot tungkai bawah profunda Otot Fungsi M.com/Cardiac%20Function/CF020. Edexcel A2 biology United Kingdom: Pearson Education Limited. Clegg CJ. dimana P tersebut yang akan menyebabkan kontraksi kembali. Lewis R. 12th ed. Daftar Pustaka 1. Shier D. tibialis posterior Fleksi plantar pergelangan kaki dan inversi kaki Kesimpulan Untuk melakukan kontraksi. Heryati. 3(9):66. 4. h. The sliding filament theory of muscle contraction. Rasa pegal disebabkan karena adanya penumpukan asam laktat pada otot yang disebabkan karena respirasi yang terjadi adalah respirasi anaerob. 3. Hole’s human anatomy dan physiology. 2006.

12. 10.html. p. 2005. h. Available from URL : http://www. 12th ed. 234-59. Anatomi klinis dasar. 31. Agur AMR.sridianti. 11. New York: McGraw-Hill. Fullick A. Moore KL. Biology concepts and applications without physiology 8e. Perbedaan respirasi aerob dan anaerob. p. Fox SI. Evers CA. Jakarta: Hipokrates. Maret 2015. 9. 2011.com/perbedaan-respirasi-aerob-dan-anaerob.8. coordinated award. Biology for AQA . 10 . 108-9. 2011. 2012. Starr L. Oxford : Heinemann Educational. Starr C. Brooks/Cole. Human physiology.