You are on page 1of 1

Jin dan manusia diciptakan Allah untuk menghamba, mengabdi. Abdi atau at-tho’ah.

Ashlut To’ah al wara’

Asal ketaatan adalah wara’. Wara’ dapat diartikan lebih dari satu pengertian tergantung konteks syariat
atau thoriqoh. Dalam konteks thoriqoh wara’ diartikan sebagai jamilun, melakukan apa-apa dimana apa
yang dilakukan itu indah dan sempurna di mata Allah. Sempurnanya ibadah itu didapatkan melalui
akhlakul karimah.

Wa ashlul wara’ at Taqwa. Taqwa tidak hanya diartikan menjalankan perintah dan meninggalkan
larangan Allah. Tetapi bagaimana nilai keintiman hati dalam menjalankan perintahnya dan
meninggalkan larangan Allah. Kenapa?

Karena Ashlut taqwa muhasabatun nafsi. Asal dari taqwa adalah instropeksi diri. Taqwa itu timbul bukan
hanya karena kita diwajibkan untuk ibadah shalat, ngaji, menuntut ilmu, meninggalkan maksiat. Tetapi
dari muhasabah diri. Seberapa banyak hal yang kita lakukan yang tidak diridhoi Allah, seberapa hina kita
di mata Allah, sehingga dari kesadaran atas kurangnya diri ini kita hadir kepada Allah sebagai ibadah.
Pertanyaan sederhananya, kenapa kita shalat? Bukan untuk menggugurkan kewajiban agar tidak dosa-
akhirnya masuk neraka, tetapi karena kita sadar kita membutuhkan Allah, karena kita sadar Allah cinta
seorang hamba yang ingin berbincang memohon doa kepadaNya, karena kita sadar apalah diri ini di
mata Allah di Alam semesta ini. Sehingga taqwa yang timbul adalah ketaqwaan yang hakiki yaitu yang
berawal dari muhasab diri.

Sedangkan ashlum muhasabatun nafsi adalah adanya al khouf dan ar raja’ yaitu rasa takut kepada Allah
dan selalu mengharapkan keridhoan serta ramat Allah.

Lalu apakah masih sulit menjawab “lebih takut mana kita kepada neraka atau takut kepada Allah?”

Menurut saya. Cinta kepada sesuatu yang tidak berwujud lebih bernilai daripada cinta kepada sesuatu
yang berwujud.

Pernahkah Anda menyukai pola pikir, cara pandang, pengambilan keputusan, sikap dalam menghadapi
masalah dll yang dimiliki seseorang sehingga Anda sama sekali buta dengan sosok fisiknya tetapi anda
tetap menyukainya? Saya rasa cinta-cinta yang seperti inilah yang nilainya lebih murni.

Karena sesuatu yang berwujud dapat dibuat dan ditemukan di manapun, tetapi hal tak berwujud seperti
pengertian, kedewasaan, pemahaman, sikap, pola pikir, memiliki keunikan serta kecantikan tersendiri di
mana setiap manusia memiliki perjuangan dan kisah tersendiri untuk mendapatkannya.