You are on page 1of 33

MAKALAH

“AUDIT KAS DAN BANK”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Auditing II

Dosen Pengampu:
Dr. Wahyudin Nor, SE, M.Si, Ak, CA

Disusun oleh:
KELOMPOK 9
1. Siti Rizqa Ratna Sari C1C115052
2. Nurul Rahmah C1C115106

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN S1 AKUNTANSI
2017

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini mengenai “Audit Kas dan Bank”.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca yang
bersifat membangun agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Kami berharap semoga makalah tentang “Audit Kas dan Bank” ini dapat
memberikan manfaat dan inspirasi bagi penulis maupun pembaca.

Banjarmasin, November 2017

Penyusun,

i|Audit Kas dan Bank

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan............................................................................. 2
1.4 Manfaat Penulisan........................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Akun-akun Kas....................................................................................4
2.2 Kas di Bank dan Siklus-siklus Transaksi................................................7
2.3 Pengauditan Akun Kas Umum.................................................................9
2.4 Prosedur-prosedur Berorientasi Kecurangan..........................................20
2.5 Audit atas Akun Bank Penggajian Impres..............................................27
2.6 Audit atas Kas Kecil Impres.....................................................................27

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................................... 30
3.2 Saran............................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA

ii | A u d i t K a s d a n B a n k

maka penulis akan menjelaskan tentang audit atas kas agar penulis dan pembaca mengetahui bagaimana prosedur untuk mengaudit kas. Hal itu terjadi karena banyaknya transaksi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas. kas menjadi objek potensi kecurangan dan pencurian dibandingkan dengan jenis aset lainnya karena kebanyakan aset harus dikonversikan terlebih dahulu ke kas agar dapat diuangkan. Oleh karena itu sangatlah perlu dilakukan audit terhadap saldo kas. 1. Selain itu. sehingga kas tersebut dapat memenuhi kebutuhan entitas.1 LATAR BELAKANG Kas adalah sumber pembiayaan yang paling likuid.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas. Kas merupakan satu-satunya akun yang terlibat pada semua siklus. Apa saja jenis-jenis akun kas? 1|Audit Kas dan Bank . maka rumusan dari penulisan makalah ini sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui mengenai hal tersebut. kecuali siklus persediaan dan pergudangan. BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk itu tujuan dilakukannya audit atas kas adalah untuk memeriksa apakah saldo kas yang ada di neraca per tanggal neraca benar-benar ada dan dimiliki perusahaan. Tujuan utama audit saldo kas adalah untuk memastikan saldo kas telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam neraca. dimana saldo kas dapat digunakan sewaktu-waktu dalam proses pembiayaan dalam kegiatan operasional suatu entitas. Kas merupakan harta lancar perusahaan yang mudah diselewengkan.

Bagaimana tahapan pengujian audit atas kas kecil imprest? 1.4 MANFAAT PENULISAN Manfaat yang diharapkan dari karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut. Mengidentifikasi jenis-jenis akun kas yang utama yang diselenggarakan oleh entitas bisnis. Bagi Penulis Untuk menambah pengalaman dalam membuat makalah ini dan menambah wawasan tentang proses audit atas kas. Bagaimana tahapan pengujian audit atas rekening bank penggajian imprest? 6.3 TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan makalah ini adalah agar penulis dan pembaca mampu untuk. Bagi Pembaca Untuk memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai proses audit atas kas. 2|Audit Kas dan Bank . Kapan seharusnya memutuskan untuk memperluas pengujian audit atas akun kas? 5. Menjelaskan mengenai kapan memutuskan untuk memperluas pengujian audit atas akun kas untuk pengujian lanjutan atas kecurangan material. 2. Menunjukkan hubungan antara kas di bank dengan berbagai siklus transaksi. 6. Apa saja tahapan perancangan dan pelaksanaan dalam mengaudit akun kas umum? 4. 3. 1. Menjelaskan mengenai perancangan dan pelaksanaan pengujian audit atas akun kas 4. Bagaimana hubungan antara kas di bank dengan berbagai siklus transaksi? 3. 1. Menjelaskan mengenai pengujian audit atas kas kecil imprest. 2. 1. 5. Menjelaskan mengenai pengujian audit atas rekening bank penggajian imprest. 2.

perusahaan menarik check atau melakukan transfer secara elektronik dari kas umum sebesar total gaji/upah bersih untuk disetorkan ke akun imprest penggajian. dan dikredit untuk pembayaran kepada para karyawan. karena akun ini akan didebet untuk gaji/upah mingguan atau dua mingguan atau bulanan. maka saldo akun imprest penggajian akan tersisa Rp 10. karena pendekatan pengauditannya berbeda-beda.000. 3|Audit Kas dan Bank . karena hampr semua penerimaan dan pengeluaran mengair melalui akun ini. Dengan cara ini pengawasan akan mudah dilakukan.00. Setelah semua pembayaran gaji/upah dilaksanakan melalui akun imprest peggajian. pengeluaran kas untuuk siklus pembelian dan pembayaran biasanya dibayar dari akun in. 2. Segera sebelum tanggal pembayaran gaji/upah. Auditor bisa mempelajari tentang berbagai saldo akun kas dan instrumen keuangan ketika ia mendapatkan pemahaman tentang bisnis klien.000.00 dtetapkan untuk akun imprest penggajian. Suatu jumlah saldo tetap misalnya Rp 10.000. Sebagai contoh. Akun Imprest Banyak perusahaan menyelenggarakan akun imprest untuk membayar penggajian untuk menigkatkan pengendalian atas pengeluaran kas untuk penggajian. BAB II PEMBAHASAN 2. 1. Akun Kas Umum Kas umum adalah akun utama pada hampir emua organisasi.1 AKUN-AKUN KAS Pertama-tama kita akan membahas jenis-jenis akun kas dan instrumen keuangan yang dijumpai pada kebanyakan perusahaan. Berikut ini adalah penjelasan beberapa jenis akun yang utama.000. demikian pula penerimaan kas dalam siklus penjualan dan pengumpulan piutang disimpan dalam akun ini.

penyetoran dan pengeluaran kas untuk setiap cabang dilakukan pada akun bank yang terpisah. biasanya melalui transfer seecara online. 4. Akun ini berguna untuk membangun relasi pada komunikasi lokal dan memungkinkan dilakukan sentralisasi pada level cabang. Akun kas kecil dengan jumlah yang sudah ditetapkan terleih dahulu yang disediakan untuk pengeluaran- pengeluaran insendentil. sering dikehendaksi untuk memiliki akun bank tersendiri pada setiap lokasi. Pada perusahaan-perusahaan tertentu. dan seorang pegawai perusahaan ditunjuk menggunakan dana ini untuk pengeluaran sepanjang hal ini sesuai dengan kebijakan perusahaan. tetapi pada level cabang. Akun Bank Cabang Bagi perusahaan yang beroperasi di sejumah lokasi. dan kelebihan kas secara periodik ditransfer secara elektronik ke akun bank umum di kantor pusat. Penggunaan akun imprest semacam itu dapat meningkatkan pengawasan terhadap penerimaan dan pengeluaran kas. Tipe seperti ini biasa digunakan oleh perusahaan yang beroperasi pada berbagai lokasi yang berbeda. Dana Kas Kecil Imprest Dana kas kecil imprest bukan suatu akun bank. Akun untuk pengeluaran ditetapkan berbasis imprest tetapi dengan cara yang tidak sama dengan akun imprest untuk penggajian. Dalam tipe ini. Suatu saldo tetap disediakan pada akun imprest. Akun imprest yang agak berbeda terkadang juga digunakan perusahaan. dan totalnya ditransfer ke akun kas umum secara periodik. 3. Semua penerimaan disetorkan keakun imprest. dilakukan pengisian kembali pada akun imprest untuk pengeluaran tersebut dari kas umum setelah pengeluaran-pengeluaran sebelumnya disetujui. Akun di cabang sebenarnya hampir seperti akun umum. perusahaan menyelenggarakan satu akun khusus untuk penerimaan dan satu akun yang lain khusus pengeluaran kas. Apabila saldo kas telah menipis. Kas ini digunakan untuk pengeluaran yang berjumlah kecil yang bisa dibayar dengan lebih mdah bila memakai kas dibandingkan 4|Audit Kas dan Bank .

dicantumkan dalam laporan keuangan sebagian dari akun kas hanya apabila berupa investasi jangka pendek yang bisa diubah kembali menjadi kas pada jumlah yang telah diketahui secara tepat. dan diisi kembali sekali atau dua kal dalam sebulan. karena akan dibutuhkan kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. tetapi akun ini khusus untuk pegeluaran- pengeluaran yang berjulah kecil. perangko. Mennjukkan pentingnya penguian audit atas berbagai siklus transaksi terhadap pengauditan kas. Setara kas mempunyai tingkat likuiditas yang sangatt tinggi sehingga dapat dijadikan kas kembali dengan cepat. 2. 5|Audit Kas dan Bank . seperti misalnya untuk pembelan perlenggkapan kantor. 2. atau makan siang karyawan. Setara kas yang bisa cukup material. yaitu: 1. Termasuk dalam seara kas adalah deposito atas unjuk. dan tidak ada resiko signifikan pada nilai tukarnya sebagai akibat perubahan tingkat bunga. 5. dengan memakia check. Akun kas imprest digunakan ditetapkan dengan cara yang sama seperti akun bank imprest. Membantu dalam pemahaman lebih lanjut pengintregrasian berbagai siklus transaksi. Karena jumlah saldonya tidak material. Setara Kas Perusahaan sering menginvestasikan kelebihan kas yang terakumulasi selama waktu tertentu dalam sikus operasi perusahaan dalam apa yang disebut setara kas. dan money market fund. kita tidak membahas pengujian rinci saldo pada bab ini. Jumlah kas yang ditetapkan pada dana kas kecil ni biasanya tdak begitu besar.2 KAS DI BANK DAN SIKLUS-SIKLUS TRANSAKSI Pembahasan tentang hubungan antara kas di bank dan siklus-siklus transaksi lainnya memiliki dua fungsi.

dengan pemeriksaan untuk membuktikan apakah kas menurut catatan di buku besar telah mencerminkan semua transaksi kas yang terjadi selama tahun yang diperiksa. tetapi bagian terbesar dari total waktu audit atas suatu perusahaan adalah menyangut pemeriksaan apakah tranaksi kas telah dicatat dengan benar. Dalam pengauditan kas. Sebagai contoh. tetapi itu semuaaaak akan dapat diungkapkan dengan melakukan rekonsiliasi bank:  Tidak menagih/tidak mengirim faktur kepada pembeli. 6|Audit Kas dan Bank . setiap kesalahan penyajian berikut ini pada akhirnya akan berakibat kesalahan pembayaran atau kegagalan untuk menerima kas. auditor harus membedakan antara pemeriksaan terhadap rekonsiliasi saldo menurut saldo laporan bank dengan saldo menurut buku besar yang dibuat klien. Pemeriksaan atas rekonsiliasi antara saldo menurut laporan bank dengan saldo buku besar yang dibuat klien relatif mudah.

 Pembayaran tidak semestinya atas pengeluaran untk keperluan pribadi direksi. maka penemuannya akan terjadi melalui pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi seperti telah di bahas pada kelompok-kelompok sebelumnya. auditor harus mengumpulkan bukti yang cukup dan tepat untuk menilai apakah kas.3 PENGAUDITAN AKUN KAS UMUM Dalam pengujian atas saldo akhir akun kas umum.  Pembayaran bunga kepada pihak berelasi melebihi tarif bunga normal. seperti misalnya:  Check yang belum diungkapkan ke bank tidak dimasukkan ke dalam check masih beredar. tetapi tidak tercantum dalam catatan klien. Apabila kesalahan penyajian ini ingin ditemukan dalam audit. Pengujian atas rekonsiliasi bank akan mengungkapkan kesalahan penyajian yang sama sekali berbeda dengan kesalahan penyajian di atas.  Pembayaran sebuah utang wesel dan telah didebetkan langsung ke saldo bank oleh bank. Dua kesalahan penyajian pertama dapat ditemukan sebagai bagian dari pengauditan atas siklus penjualan dan pengumpulan piutang. tetapi dicantumkan dalam rekonsiliasi bank sebagai setoran dalam perjalanan.  Penerimaan kas beberapa waktu sebelum akhir tahun buku dan telah diseetorkan ke bank pada bulan yang sama. 2.  Penggelapan kas. dan mendebet akun kerugian piutang. tiga berikutnya dalam pengauditan siklus pembelian dan pembayaran. dan dua terakhir dalam pengauditan siklus penggajian dn personalia dan siklus perolehan modal dan pengembaliannya. walaupun check tersebut telah di catat dalam jurnal pengeluaran kas.  Penerimaan kas oleh klien yang terjadi sesudah tanggal neraca telah dicatat klien sebagai penerimaan kas tahun yang diperiksa.  Pembayaran ganda atas suatu faktur penjualan.  Pembayaran kepada pegawai melebihi jam kerja sesungguhnya. sebagaimana 7|Audit Kas dan Bank . dengan cara mencegat kas sebelum penerimaan kas dicatat.  Pembayaran untuk pembelian bahan baku fiktif.

ketelitian. Hak atas kas umum dan penggolongannya dalam neraca biasanya tidak menjadi perhatian utama. pisah batas. kelengkapan. FIGUR 21-3 Metodologi Desain Pengujian Perincian Saldo untuk Kas di Bank 8|Audit Kas dan Bank . sedangkan nilai bersih bisa direalisasi tidak relevan untuk tujuan audit ini. Metodologi untuk pengauditan saldo kas akhir tahun pada dasarnya sama dengan metedologi untuk semua akun neraca yang lain dan akan dibahas secara detail di bawah ini. dan kecocokan saldo).tercantum dalam neraca. telah ditetapkan secara wajar dan elah diungkapan sesuai dengan lima dari delapan tujuan pengauditan saldo yang digunakan untuk pengujian rinci saldo (keberadaan.

akuisisi dan pembayaran. Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang memengaruhi kas di Tahap I bank Menentukan salah saji yang dapat diterima dan menilai risiko Tahap I bawaan atas kas di bank Melakukan penilaian pengendalian Tahap I risiko untuk beberapa siklus* Mendesain dan melakukan pengujian pengendalian dan Tahap II pengujian substantif atas transaksi di beberapa siklus* Mendesain dan melakukan prosedur Tahap III analitis untuk kas di bank Prosedur auditJumlah Mendesain pengujian perincian kas sampelSampel yang Tahap III di bank yang memenuhi tujuan dipilihPenetapan audit-terkait saldo waktu *Siklus yang dipengaruhi meliputi penjualan dan penagihan. Mengindentifikasi Resiko Bisnis Klien yang Mempengaruhi Kas (Tahap I) 9|Audit Kas dan Bank . dan akuisisi modal dan pembayaran kembali 1. penggajian dan personalia.

Menilai Risiko Pengendalian (Tahap I) Pengendalian internal atas saldo kas akhir tahun dalam akun kas umum dapat dibedakan menjadi dua kategori: a. b. Kebanyakan perusahaan tidaak memilik risio bisnis signifikan yang mempengauhi kas. penandatanganan checck hanaya bisa dilakukan oleh orang yang diberi otorisasi oleh perusahaan. dalam siklus pembelian dan pembayaran. Auditor harus memahami risiko dari kebijakan dan strategi investasi klien. Namun demikian. Rekonsiliasi bank independen Pada bab-bab yang lalu kita telah membahas pengendalian yang mempengaruhi pencatatan transaksi-transaksi kas yang sangat penting untuk menilai risiko pengendalian terhadap kas. Tujuan-tujuan tersebut biasanya menjai fokus dalam pengauditan atas saldo kas. Oleh karena itu sering terdapat potensi untuk terjadinya kesalahan penyajian kas. penggunaan check bernomor urut tercetak. 2. Pengedalian atas siklus-siklus transaksi yang mempengaruhi pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas. Menetapkan Materialitas Pelaksanaan dan Menilai Risiko Inheren (Tahap I) Pada umumnya saldo kas tidak material. Kita akan membahas risiko bisnis yang diakibatkan investasi lebih rinci pada bagian lain bab ini. Risiko bisnis klien lebih banyak timbul dari setara kas dan tipe lain investasi. Untuk tujuan-tujuan lain. yaittu pada pembahasan tentang pengauditan atas akun- akun instrumen keuangan. Karena kas sangat rentan terhadap pencurian dibandingkan dengan aset lainnya. Sebagai contoh. risiko bisnis klien bisa timbul dari kebijakan manajamen kas yag tidak tepat. termasuk pengendalian manajemen untuk menghadapi risiko tersebut. 3. dan ketelitian. tetapi transaksi kas yang mempengaruhi saldo tersebut hampir selalu material. review yang cermat atas dokumen-dokumen pendukung oleh penandatangan check sebelum 10 | A u d i t K a s d a n B a n k . pengendalian utama meliputi adanya pembagian tugas yang memadai anttara pendatanganan check dengan fungsi utang usaha. risiko inheren biasanya rendah. terdapat risiko inheren tinggi utuk tujuan keberadaan. kelengkapan.

Apabila pengendalian yang berkaitan dengan transaksi kas berjalan dengan efektif. ia menandatangani check. Apabila laporan bank diterima dalam keadaan tertutup oleh petugas pembuat rekonsiliasi. dan dokumen-dokumen pendukung laporan bank bisa diperiksa tanpa ada kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan. dan verifikasi internal yang memadai. pembayar. Selain itu rekonsiliasi independen memungkinkan dilakukannya verifikasi internal transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.  Memeriksa keberurutan penggunan cheeck dan menyelidiki jika ada nomor yang hilang. penerimaan pembayaran. Pengendalian yang sama diterapkan pula pada pembayaran secara elektronik. nilai pengendalian akan berkurang dan bisa mempengaruhi penilaian auditor atas risiko pengendalian kas. maka risiko pengendalian menurun seperti hanya pengujian audit untuk rekonsiliasi bank akhir tahun. 11 | A u d i t K a s d a n B a n k . Rekonsiliasi memastikan bahwa catatan akuntansi mencerminkan saldo kas yang sama dengan jumlah kas yang sesungguhnya yang ada di bank setelah mempertimbangkan hal-hal yang direkonsiliasi. dan jumlah rupiahnya. penambahan. dan jumlah rupiahnya. Rekonsiiliasi bank dibuat dengan teliti oleh pegawai klien yang kompeten meliputi tindakan-tindakan berikut:  Membandingkan data pebyaran dengan check atau transfer elektronik dalam catatan bank dengan catatan pengeluaran kas perusahaan. meliputi tanggal. Apabila perusahaan menunda pembuatan rekonsiliasi bank untuk jangka waktu yang lama. Rekonsiliasi bank bulanan atas aku bank umum secara tept waktu oleh seseorang yang independen dari tugas penanganan dan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas adalah penggendalian internal yang teramat penting berkaitan saldo akhir kas. atau penghilangan. Perusahaan dengan saldo kas yang signifikan disertai transaksi kas berjumlah besar bisa merekonsiliasi kas secara harian terhadap catatan bank online. pengawasan fisik harus dijaga sampai rekonsiliasi selesai dikerjakan.  Memeriksa setoran ke bank dengan catatan penerimaan kas perusahaan meliputi anggal.

Banyak perangkat lunak akuntansi memuat rekonsiliasi bank sebagai bagian dari prosedur akhir bulan. Meskipun perangkat lunak terebut telah banyak mengurangi pekerjaan tulis-menulis dalam pembuatan rekonsiliasi bank. kecuali siklus persediaan dan penggudangan. check dalam perjalanan. Perancangan dan Pelaksanaan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Golongan Transaksi (Tahap II) Berhubung saldo kas dipengaruhi oleh semua siklus yang lain. bank rekonsiliasi akhir tahun diaudit secara ekstensif.  Merekonsiliasi semua hal yang menyebabkan perbedaan anttara saldo perbuku dengan saldo per bank sesuai dengan keadaannya.  Mereview transfer bank yang terjadi pada akhir tahun untuk memastkan ketepatan pencatatannya.  Merekonsiliasi semua total pengkreditan dalam laporan bank dengan total dalam catatan penerimaan kas perusahaan. Perancangan dan Pelaksanaan Prosedur Analitis (Tahap III) Pada kebanyakan audit. 4. 12 | A u d i t K a s d a n B a n k . dan hal-hal yang direkonsiliasi lainnya dengan rekonsiliasi tahun sebelumnya. auditor juga membandingkan saldo akhir kas dengan saldo kas akhir bulan yang lalu. Pengendalian atas rekonsiliasi bank akan semakin bermakna apabila dilakuka review oleh pegawai perusahaan yang kompeten segera setelah rekonsiliasi bank selesai disusun. 5.  Tindak lanjut check dalam perjalanan akahir bulan ke bulan berikutnya.  Merekonsiliasi semua total pendebetan dalam laporan bank dengan total dalam catatan pengeluaran kas perusahaan. namun embuatan rekonsiliasi masih tetap perlu melalui prosedur- prosedur di atas. Enggunaan prosedur analitis untuk menguji kewajaran saldo kas dipandang kurang penting dibandingkan dengan pada area audit yang lain. sejumlah besar transaksi mempengaruhi kas. setoran dalam perjalanan. Selain itu. Transaksi kas diaudit melalui pengujian atas transaksi-transaksi pada siklus- siklus tersebut. Auditor biasanya membandingkan saldo akhir dalam rekonsiliasi bank.

13 | A u d i t K a s d a n B a n k . 2. Untuk mengaudit kas di bank. TABEL 21-1 Tujuan Audit Terkait Saldo dan Pengujian Perincian Saldo atas Kas Umum di Bank Tujuan Audit Saldo Prosedur Pengujian Rinci Komentar Saldo Kas sebagaimana tercantum Jumlahkan ke bawah daftar Pengujian ini dilakukan dalam rekonsiliasi bank telah check dalam perjalanan dan sepenuhnya pada ditotal dengan benar dan pembayaran secara rekonsiliasi bank. atau catatan. Oleh karena itu tujuan- tujuan tersebut tersebut menjadi perhatian utama. prosedur audit sesungguhnya akan tergantung pada materialitas dan risiko dalam kas yang telah diidentifikasi auditor dalam bagian audit yang lain. Selain atas tujuan audit saldo tersebut. kecuali ke buku besar. auditor juga mlakukan pengjian yang berkaitan dengan empat tujuan penyajian dan pengungkapan. Seperti halnya dalam area audit yang lain. dan ketelitian. Perancang Pengujian Rinci Saldo Kas (Tahap III) Titik tolak pemeriksaan atas saldo akun bank umum adalah mendapatkan rekonsiliasi bank dari klien utuk dimuat dalam dokumentasi auditor. Tujuan yang paling penting adalah keberadaan. termasuk semua hal yang direkonsiliasi. Prosedur analitis ini diharapkan bisa mengungkapkan kesalahan penyajian dalam kas. kelengkapan. tidak cocok dengan jumlah di buku elektronik serta setoran mengacu pada dokumen besar (kecocokan saldo) dalam perjalanan. Tujuan audit saldo dan pengujian rinci saldo yang lazim dilakukan dalam pengauditan akun kas dapat dilihat pada tabel 20-1. seperti misalnya review atas notulen rapat da perjanjian kredit untuk memastikan ada tidaknya pembatasan atas kas yang harus diungkapkan. Periksa penambahan dan pengurangan dalam rekonsiliasi bank. auditor memeriksa kebenaran rekonsiliasi bank diterima dari klien.

(ketelitian) Lakukan pengujian kas. pengeluaran kas. dicatat dengan teliti Ujilah rekonsiliasi bank. Ujilah kemungkinan terjadinya “kiting”. Telusur saldo per buku dalam rekonsiliasi ke buku besar. Kas sebagaimana tercantum (lihat penjelasan lebih lanjut Ini adalah tiga tujuan dalam rekonsiliasi bank benar. sangat berkaitan erat. Hal setoran dalam perjalanan ke seperti itu disebut cutoff laporan bank. dicatat (kelengkapan) Tiga prosedur terakhir Minta dan ujilah cutoff hanya perlu dilakukan Kas di bank sebagaimana laporan bank. Pengeluaran Kas: Holding open jurnal Hitunglah kas yang ada di penerimaan kas akan perusahaan pada hari mengurangi utang terakhir tahun buku dan usaha dan biasanya segera telusur ke check meningkatkan rasio dalam perjalanan dan jurnal lancar.prosedur-prosedur berikut) terpenting untuk kas di benar ada (keberadaan) bank. Prosedur pertama untuk Telusur check dalam pengujian pisah batas perjalanan ke laporan bank penerimaan dan 14 | A u d i t K a s d a n B a n k . maka segera telusur ke setoran posisi kas akan nampak dalam perjalanan dan jurnal lebih baik dari yang penerimaan kas. Transaksi penerimaan kas dan Penerimaan Kas: Apabila penerimaan kas pengeluaran kas dicatat pada Hitunglah kas yang ada di setelah akhir tahun periode yang tepat (pisah perusahaan pada hari buku dimasukkan batas) terakhir tahun buku dan dalam jurnal. apabila pengendalian tecantum dalam rekonsiliasi internalnya lemah. “holding open” jurnal penerimaan kas. Telusur sesungguhnya. Prosedur Minta dan ujilah konfirmasi digabungkan karena Kas yang ada di bank telah bank.

bulan berikutnya. Apabila bank tidak merespon permintaan klien untuk berkomunikasi dengan bank dan meminta mereka agar mengisi dan mengirim konfirmasi langsung kepada auditor. 15 | A u d i t K a s d a n B a n k . pengeluaran kas mensyaratkan auditor hadir pada akhir tahun buku.3. Informasi tentang kewajiban klien ke bank untuk wesel hipotik.1 Penerimaan Konfirmasi Bank Standar audit tidak mensyaratkan adanya kfirmasi bank dalam pengauditan kas. penerimaan cutoff laporan bank. Di Amerika Serikat para auditor sering mrnggunakan format standar konfimaasi bank yang telah disepakati oleh organisasi profesi auditor (AICPA) dengan American Bankers Association demi kemudahan para auditor maupun bank yang meminta untuk mengisi konfirmasi tersebut. Namun. dan pengujian rekonsiliasi bank. kecuali apabila terdapat banyak akun yang tidak aktif. Pentingnya konfirmasi bank dalam pengauditan tidak hanya sebatas untuk memeriksa saldo kas yang sesungguhnya ada. dalam praktir para auditor biasanya memperoleh konfirmasi langsung dari semua bank atau lembaga keuangan yang memiliki hubungan bisnis dengan klien. Tiga prosedur audit berikut ini memerlukan pembahasan lebih lanjut karena sangat penting dan kompleks. 2. Dalam konfirmasi bank terhadap auditor juga meminta informasi tentang kredit bak yang diterima klien yang masih berjalan. yaitu penerimaan konfirmasi bank.

Sudah tentu pengujian ini ditujukan pada kesalahan penyajian yang dilakukan secara sengaja. Auditor melakukan pengujian atas rekonsiliasi bank untuk memastikan bahwa personil klien telah membuat 16 | A u d i t K a s d a n B a n k . untuk jangka waktu sekitar 7-10 hari sejak awal tahun. langsung kepada auditor. Demikian pula semua informasi dalam rekonsliasi harus ditelusur ke skedul audit yang relevan. biasanya meliputi jumah dan tanggal pinjaman. auditor minta kepada klien agar bank mengirim laporan bank sebagian.3 Pengujian Rekonsiliasi Bank Rekonsiliasi bank independen yang dibuat dengan baik merupakan pengendalian internal kas yang penting. Tujuan cutoff laporan bank adalah untuk memeriksa hal-hal yang direkonsiliasi dalam rekonsiliasi bank akhir tahun yang dibuat klien dengan bukti yang belum terdapat pada klien. tapi hanya meliputi beberapa hari sesudah tanggal neraca) yang dikirimkan oleh bank langsung kepada auditor atau secara online ke catatan elektronik akun klien di bank. Alternative lain apabila auditor tidak dapat memperoleh cutoff laporan bank langsung dari bank. saldo dalam akun di bank yang telah dikonfirmasi oleh bank harus ditelusur ke jumlah yang tercantum dalam rekonsiliasi bank. auditor harus menyelidiki penyebabnya. Setelah auditor menerima konfirmasi bank. Apabila konfirmasi bank tidak sesuai dengan skedul audit. dan pinjaman lainnya. tingkat bunga. atau mengubah dokumen yang dilampirkan pada laporan bank. dan agunan pinjaman. menambah. maka auditor dapat menunggu sampai tersedianya laporan bank bulan berikutnya untuk memeriksa hal-hal yang direkonsiliasi.3. 2. 2. tanggal jatuh tempo.3. Tujuannya adalah untuk menguji apakah pegawai klien telah menghilangkan. Untuk mencapai tujuan tersebut.2 Memeriksa Aktivitas Bank Setelah Akhir Tahun Buku Cutoff laporan bank adalah laporan bank sebagian (tidak sebulan penuh.

Alasan mengapa check belum diuangkan harus 17 | A u d i t K a s d a n B a n k . auditor menggunakan informasi yang tercantum dalam cutoff laporan bank untuk memastikan ketepatan unsur rekonsiliasi. rekonsiliasi bank dengan cermat dan untuk memeriksa apakah catatan klien tentang saldo di bank sesuai dengan kas yang ada di bank kecuali untuk setoran dalam perjalanan. tidak perlu dimasukkan ke dalam rekonsiliasi. Apabila check telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. apabila check tersebut sampai dengan tanggal terakhir tahun buku belum juga diuangkan. Semua check yang diuangkan setelah akhir tahun buku dan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas harus dimasukkan juga ke dalam daftar check dalam perjalanan. Dalam memeriksa rekonsiliasi. check dalam perjalanan. Langkah pertama dalam penyelidikan ini adalah menelusur jumlah-jumlah yang belum diuangkan ke jurnal pengeluaran kas. Pemeriksaan auditor atas rekonsiliasi meliputi beberapa prosedur:  Memeriksa ketelitian perhitungan dalam rekonsiliasi  Menelusur saldo dalam konfirmasi bank dan/atau saldo awal dalam cutoff laporan bank ke saldo per bank dalam rekonsiliasi bank untuk memastikan bahwa semua menunjukkan angka yang sama. dan unsur rekonsiliasi lainnya. maka check tersebut harus dimasukkan sebagai check dalam perjalanan.  Menyelidiki semua check yang signifikan yang tercantum dalam daftar check dalam perjalanan yang tidak tercantum sebagai check telah diuangkan dalam cutoff laporan bank.  Menelusur check yang ditarik dan dicatat sebelum akhir tahun buku dan tercantum dalam cutoff laporan bank ke daftar check dalam perjalanan dalam rekonsiliasi bank dan ke jurnal pengeluaran kas pada periode atau periode-periode sebelum akhir tahun buku yang diaudit. Sebaliknya check-check yang telah diuangkan sebelum akhir tahun buku.

dan prosedur analitis dilakukan untuk setiap siklus transaksi yang menyangkut akun kas. Gambar 20-5 Jenis-jenis Pengujian Audit yang Digunakan untuk Kas umum di Bank 18 | A u d i t K a s d a n B a n k . Unsur-unsur rekonsiliasi tersebut harus diselidiki untuk memastikan bahwa telah diperlakukan dengan tepat oleh klien.  Menelusur setoran dalam perjalanan ke cutoff laporan bank. pengujian substantive golongan transaksi. ditanyakan kepada klien. Gambar 20-5 melukiskan bagaimana tipe-tipe pengujian digunakan dalam pengauditan kas umum. Perhatikan bahwa pengujian pengendalian. dan apabila auditor mencurigai adanya kecurangan maka saldo utang usaha kepada pemasok perlu dikonfirmasi untuk memastikan apakah pemasok telah mengakui adanya penerimaan kas dalam catatannya. Semua penerimaan kas yang belum disetorkan ke bank pada akhir tahun buku harus ditelusur ke cutoff laporan bank untuk memastikan bahwa setoran tersebut telah tersetorkan segera setelah awal tahun buku yang baru. Hal ini meliputi unsur-unsur seperti biaya administrasi bank.  Memeriksa semua unsur rekonsiliasi lain dalam laporan bank dan rekonsiliasi bank. dan transaksi yang didebetkan atau dikreditkan langsung oleh bank. kesalahan bank dan koreksinya.

Dalam merancang prosedur-prosedur untuk menemukan kecurangan.2. Auditor harus memperluas prosedur-prosedur dalam pengauditan kas akhir tahun untuk menentukan kemungkinan adanya kecurangan material apabila pengendalian internal klien lemah. auditor harus mempertimbangkan dengan cermat sifat kelemahan pengendalian internal. jenis kecurangan yang mungkin terjadi sebagai akibat kelemahan pengendalian tersebut.4 PROSEDUR-PROSEDUR BERORIENTASI KECURANGAN Pertimbangan penting dalam pengauditan kas umum adalah kemungkinan terjadinya kecurangan (fraud). mereka juga harus memahami bahwa prosedur-prosedur audit selain pengujian rinci saldo 19 | A u d i t K a s d a n B a n k . materialitas potensial akibat kecurangan. dan prosedur audit yang paling efektif untuk menemukan kecurangan. Apabila auditor secara khusus melakukan pengujian untuk kecurangan. terutama apabila pembagian tugas tidak baik seperti misalnya perangkapan tugas antara yang menangani kas dan melakukan pencatatan transaksi kas dalam catatan akuntansi dan tidak menyelenggarakan rekonsiliasi bank independen bulanan.

Prosedur-prosedur berikut untuk menemukan kecurangan berkaitan langsung dengan saldo akhir tahun yang meliputi: memperluas pengujian rekonsiliasi bank. apabila perusahaan mempunyai akun kas tidak legal di luar negeri dan melakukan setoran ke akun tersebut dari hasil penjualan yang tidak dicatat. Pengujian yang sama dapat digunakan untuk memeriksa kemungkinan kecurangan dalam pengeluaran kas. melakukan pengujian kas (proof of cash).  Membandingkan order dari pembeli dengan penjualan dan penerimaan kasnya. diakui bahwa sangatlah sulit untuk mendeteksi pencurian kas.  Memeriksa persetujuan dan dokumen pendukung untuk penghapusan piutang dan retur penjualan.1 Memperluas Pengujian Rekonsiliasi Bank 20 | A u d i t K a s d a n B a n k . Namun demikian. auditor bertanggungjawab untuk melakukan upaya-upaya agar dapat menemukan kecurangan apabila mereka berkeyakinan bahwa kecurangan telah terjadi. demikian pula kecurangan dalam pelaporan kas yang melibatkan kas. Sebagai contoh. 2. terutama yang berupa penghilangan transaksi dan saldo akun.atas saldo kas juga bisa bermanfaat. Prosedur-prosedur yang bisa menemukan kecurangan dalam penerimaan kas:  Konfirmasi piutang usaha. auditor akan mengalami kesulitan untuk menemukan kecurangan tersebut.4.  Mereview ayat-ayat jurnal kea kun kas untuk melihat kemungkinan adanya hal yang tidak biasa. Meskipun auditor melakukan prosedur-prosedur berorientasi kecurangan secara seksama. dan melaksanakan pengujian transfer antar bank.  Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi lapping.

dan memeriksa apakah semua unsur yang ada dalam rekonsiliasi bank telah dicantumkan dengan benar. Memulai dengan rekonsiliasi bulan November dan membandingkan semua unsur dalam rekonsiliasi dengan bukti pengeluaran check dan dokumen lain yang dilampirkan pada laporan bank bulan Desember. maka auditor biasanya memperluas pengujian atas rekonsiliasi bank akhir tahun. Misalkan bahwa terdapat kelemahan material pada pengendalian internal dan akhir tahun buku klien adalah 31 Desember. 4. auditor harus melakukan prosedur- prosedur ke bulan berikutnya sesudah akhir tahun buku dengan menggunakan cutoff laporan bank. Menelusur semua hal yang belum terealisasi dalam rekonsiliasi bank bulan November dan pengeluaran kas dan penerimaan kas bulan Desember. Selain keempat pengujian di atas. 21 | A u d i t K a s d a n B a n k . Membandingkan semua check yang diuangkan dan setoran ke bank dalam laporan bank bulan Desember dengan jurnal pengeluaran kas dan jurnal penerimaan kas bulan Desember. ke rekonsiliasi per 31 Desember yang dibuat klien untuk memastikan bahwa semua telah dimasukkan. Memeriksa bahwa semua unsur rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank per 31 Desember mencerminkan unsur-unsur dari rekonsiliasi bank bulan November dan jurnal bulan Desember yang belum terealisasi di bank. 2. 3. Berdasarkan pendekatan yang lazim. auditor akan: 1. Apabila auditor berkeyakinan bahwa rekonsiliasi bank akhir tahun mengandung kesalahan penyajian yang disengaja. Prosedur tambahan dilakukan untuk memeriksa apakah semua transaksi yang dimasukkan ke dalam jurnal pada bulan terakhir dari tahun buku yang diperiksa telah dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari rekonsiliasi bank dengan benar.

3. Merekonsiliasi check-check yang dibayar bank dan pembayaran secara elektronik dengan pengeluaran yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas pada periode yang direkonsiliasi. Merekonsiliasi saldo pada laporan bank dengan saldo di buku besar pada akhir periode yang diuji. Merekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan ke bank dengan penerimaan yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas pada periode yang direkonsiliasi. 4. Auditor menggunakan pengujian kas untuk menentukan apakah hal-hal di bawah ini telah dilaksanakan:  Semua penerimaan kas disetorkan ke bank  Semua setoran ke bank telah dicatat dalam catatan akuntansi  Semua pengeluaran kas terbukukan dibayar oleh bank  Semua yang dibayar oleh bank telah dicatat Suatu pengujian kas meliputi empat tugas rekonsiliasi berikut ini: 1.2 Pengujian Kas (Proof of Cash) Auditor kadang-kadang melakukan pengujian kas apabila klien memiliki kelemahan signifikan dalam pengendalian internal untuk kas. Merekonsiliasi saldo pada laporan bank dengan saldo di buku besar pada awal periode pengujian kas. 22 | A u d i t K a s d a n B a n k . Pengujian kas semacam ini biasa disebut juga pengujian kas empat kolom yang berisi masing-masing satu kolom untuk setiap informasi tersebut di atas. 2. 2.4.

3 Pengujian Transfer Antar Bank Pelaku penggelapan biasanya menutupi pencurian kas dengan melakukan apa yang disebut kiting. pengujian kas tidak berguna dalam menemukan pencurian penerimaan kas atau pencatatan dan penyetoran jumlah kas yang tidak tepat. setahun penuh.4. yaitu: mentransfer uang dari bank yang satu ke bank yang lain dan mencatat transaksi tersebut dengan cara yang salah. Dalam melakukan transfer ini. Pengujian kas bisa dilakukan untuk satu bulan atau lebih selama periode interim. pelaku penggelapan melakukannya dengan hati-hati untuk memastikan bahwa check disetorkan sedekat mungkin dengan akhir tahun buku sehingga belum akan diuangkan pada bank pertama sampai setelah akhir tahun buku. auditor menggabungkan pengujian substantif transaksi dengan pengujian rinci saldo. Dengan menggunakan pengujian kas. pengujian kas tidak efektif untuk menemukan check yang dibuat dalam jumlah yang tidak tepat. Dengan pengujian ini auditor lebih fokus pada rekonsiliasi antara jumlah-jumlah yang dicatat dalam pembukuan klien dengan jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan bank. Apabila transfer antar bank 23 | A u d i t K a s d a n B a n k . atau kesalahan penyajian lain yang tercantum dalam catatan pengeluaran kas yang tidak benar. Begitu pula. selembar check ditarik dari akun bank yang satu dan segera melakukan setoran pada bank yang kedua untuk dikreditkan sebelum akhir periode akuntansi. Pengujian kas adalah metoda yang sangat bagus untuk membandingkan penerimaan kas dan pengeluaran terbukukan dengan akun bank dan rekonsiliasi bank. atau bisa juga untuk bulan terakhir dari tahun buku yang diaudit. 2. Namun demikian. check yang mengandung kecurangan. Menjelang akhir tahun buku. Pengujian kas adalah pengujian atas transaksi terbukukan. sedangkan rekonsiliasi bank adalah pengujian atas saldo kas pada suatu saat/tanggal tertentu.

apabila terjadi transfer dari Bank A ke Bank B tetapi hanya penerimaan yang dicatat.  Tanggal pencatatan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus menunjukkan tanggal pada tahun buku yang sama.  Transfer antar bank harus dicatat baik pada bank penerima maupun penyetor. Gambar 20-7 melukiskan suatu daftar transfer antar bank dengan empat transfer antar bank yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun buku. tidak dicatat sampai setelah akhir tahun buku. hal ini memberi bukti adanya usaha untuk menggelapkan kas. Sebagai contoh. tanggal penerimaan dan pengeluaran pada daftar transfer harus dibandingkan dengan laporan bank. auditor dapat membuat daftar semua transfer antara bank yang terjadi beberapa hari sebelum dan beberapa hari sesudah akhir tahun buku dan menelusurnya ke catatan akuntansi untuk memeriksa apakah hal itu telah dicatat dengan benar. Auditor harus membandingkan informasi pengeluaran dan penerimaan dalam daftar dengan catatan pengeluaran kas dan penerimaan kas untuk memastikan bahwa transfer telah dicatat dengan akurat. Dengan cara ini untuk sementara waktu kekurangan kas akibat pencurian tidak akan terlihat. catatan pengeluaran kas dan penerimaan kas harus diperiksa untuk memastikan bahwa semua transfer yang dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca telah tercantum dalam daftar. Terakhir. Apabila 24 | A u d i t K a s d a n B a n k . Ada beberapa hal yang harus diaudit pada daftar transfer antar bank. jumlah transfer akan nampak sebagai aset pada kedua bank tersebut. Selain itu. Untuk menguji ada tidaknya kiting.  Ketepatan informasi pada daftar transfer antar bank harus diperiksa. termasuk menguji kesalahan tidak disengaja dalam pencatatan transfer antar bank.

5 AUDIT ATAS AKUN BANK PENGGAJIAN IMPRES Pengujian atas rekonsiliasi bank untuk penggajian tidak akan memakan waktu jika terdapat akun impress untuk penggajian dan rekonsiliasi independen atas akun bank. satu-satunya bagian yang direkonsiliasi adalah cek beredar. namun hal itu dilakukan juga apabila terdapat banyak transfer antar bank. hal itu menunjukkan indikasi adanya usaha untuk menutupi kekurangan kas. 2. Kurang saji check dalam perjalanan pada rekonsiliasi bank mengindikasikan kemungkinan adanya kiting. menyebabkan kebanyakan auditor yakin bahwa prosedur ini perlu selalu dilakukan. tanggal penerimaan dilakukan pada tahun ini. Biasanya. cek beredar tersebut akan langsung 25 | A u d i t K a s d a n B a n k . Meskipun pengujian audit atas transfer antar bank biasanya berorientasi kecurangan. Materialitas transfer dan relatif mudahnya pelaksanaan pengujian.  Penerimaan dalam daftar transfer antar bank harus dengan benar dimasukkan ke atau dikeluarkan dari setoran dalam perjalanan dalam rekonsiliasi bank akhir tahun. Lebih saji setoran dalam perjalanan pada rekonsiliasi bank mengindikasikan kemungkinan adanya kiting. sedangkan tanggal pengeluaran dilakukan pada tahun berikutnya. penanganan transfer yang tidak tepat bisa mengakibatkan terjadinya kesalahan pengelompokkan antara kas dan utang usaha. seperti yang dijelaskan pada akun umum. betapa pun baiknya pengendalian internal. Dalam audit.  Pengeluaran dalam daftar transfer antar bank harus dengan benar dimasukkan ke atau dikeluarkan dari check dalam perjalanan dalam rekonsiliasi bank akhir tahun. Selain kemungkinan adanya kiting.

ditambah total formulir kas kecil yang belum dicairkan sebagai pengeluaran. Pembatasan juga harus dilakukan atas pengeluaran dari kas kecil. Dana untuk kas kecil tidak dapat digabungkan dengan penerimaan lainnya. diperlukan perluasan prosedur bila pengendalian tidak memadai atau jika akun bank tidak direkonsiliasi dengan saldo kas impress pada buku besar. Saat pengeluaran kas dilakukam dari kas kecil. 26 | A u d i t K a s d a n B a n k . Dalam pengujian saldo akun bank untuk penggajian.jelas ketika cek diterbitkan.1 Pengendalian Internal atas Kas Kecil Pengendalian internal yang paling penting dalam kas kecil adalah penggunaan dana impress yang merupakan tanggung jawab perorangan. dan laporan bank atas pisah batas. (Elder. Biasanya. dan dana harus disimpan terpisah dari aktivitas lainnya. 2011) 2.6 AUDIT ATAS KAS KECIL IMPRES Kas kecil adalah akun yang unik. banyak auditor melakukan verifikasi kas kecil karena terdapat potensi kecurangan dan klien mengharapkan auditor memeriksa akun tersebut meski jumlahnya tidak material. Meskipun jumlahnya tidak material. Total dari kas aktual dan cek dananya. sama halnya dengan jumlah total dana.6. (Elder. Jenis pengeluaran yang dilakukan dari transaksi kas kecil harus jelas didefinisikan sesuai kebijakan perusahaan. 2011) 2. konfirmasi bank. kecuali pengujian pada cek beredar yang biasanya terbatas untuk pengujian kewajarannya. auditor harus mendapatkan rekonsiliasi bank. pengendalian internal yang memadai mensyaratkan adanya tanda tangan personel yang berwenang pada formulir kas kecil yang bernomor urut. Prosedur rekonsiliasi dilakukan dengan cara yang sama dengan yang dijelaskan pada kas umum.

2011) 2. Voucher ini harus diverifikasi oleh petugas utang dagang dan dibatalkan agar tidak digunakan kembali. dua prosedur utamanya adalah menghitung saldo kas kecil dan melanjutkan dengan pengujian terperinci atas satu atau dua transaksi pengeluaran. Saat hasil penilaian resiko pengendalian adalah rendah dan hanya sedikit pengeluaran dilakukan selama tahun berjalan. Dalam pengujian kas kecil.6.2 Pengujian Audit atas Kas Kecil Penekanan dilakukan pada verifikasi kas kecil atas pengujian transaksi kas kecil dibandingkan saldo akhir akun. Ketika auditor menguji kas kecil. Penghitungan mendadak secara periodik dan rekonsiliasi dana kas kecil harus dilakukan oleh auditor internal atau personel lain yang berwenang. Prosedur utama harus meliputi:  Menjumlahkan voucher pendukung kas kecil yang menunjukkan jumlah pengeluaran  Memperhatikan urutan voucher kas kecil 27 | A u d i t K a s d a n B a n k . Saat saldo kas kecil tinggal sedikit. cek dari akun kas umum harus dibuat untuk mengisi kas kecil. harus sama dengan total jumlah dana kas kecil yang disebutkan dalam buku besar. (Elder. Bahkan jika dana kas kecil jumlahnya kecil. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan pengendalian internal bersama pemegang kas kecil dan memeriksa dokumen atas beberapa transaksi. auditor pertama kali harus menentukan prosedur klien dalam menangani dana. biasanya auditor tidak melakukan pengujian lebih lanjut karena tidak material. terdapat potensi kecurangan transaksi jika dana sering dikeluarkan atau digunakan. Cek harus ditulis dengan jumlah yang sama dengan voucher bernomor urut yang dijadikan bukti pengeluaran aktual sebelumnya.

(Elder. maka saldo tersebut harus diperhitungkan pada akhir tahun. 3. prosedur rincian saldo. dimana auditor mendapatkan pemahaman atas bisnis klien dan mencocokkan antara saldo investasi awal dan kas dengan jumlah yang diaudit. auditor memiliki tujuan untuk memperoleh keyakinan bahwa saldo kas yang ada di neraca benar-benar sesuai dengan saldo yang sebenarnya sebagaimana telah disesuaikan dengan bukti-bukti yang tersedia.2 SARAN 28 | A u d i t K a s d a n B a n k . 2011) BAB III PENUTUP 3. Jika saldo dana kas kecil diperkirakan material. Pengujian kas kecil dapat dilakukan sewaktu-waktu selama tahun berjalan. Langkah-langkah untuk mengaudit kas yang harus dilakukan auditor yaitu melakukan prosedur audit awal.1 KESIMPULAN Dalam proses mengaudit kas. Selanjutnya dilakukan prosedur analitik. biasanya dilakukan pada tanggal interim. hal ini jarang terjadi. biasanya terdiri atas gulungan register kas. dan bukti penerimaan. pengujian rincian transaksi. tetapi agar memudahkan. dan kemudian yang terakhir yaitu memverifikasi penyajian dan pengungkapan kas sehingga saldo kas dapat disajikan secara wajar.  Memeriksa otorisasi dan pembatalan voucher kas kecil  Memeriksa kewajaran dokumen pendukung. Pengeluaran yang belum diganti harus diperiksa sebagai bagian dari penentuan apakah biaya yang belum tercatat jumlahnya material.

1. 29 | A u d i t K a s d a n B a n k . Akuntan harus memahami dengan baik bagaimana pengujian substantif terhadap saldo kas yang baik dan benar agar tidak terjadi salah pencatatan dalam transaksi keuangan. 3. Auditor harus mengaudit sesuai dengan prosedur audit agar tidak terjadi kesalahan dalam pengauditan. Mahasiswa dan masyarakat luas harus lebih memahami bagaimana ketentuan-ketentuan mengenai pengujian substantif terhadap saldo kas agar tidak terjadi kesalahan pada pemahaman terhadap kas 2.

Auditing (pengauditan berbasis ISA) Edisi II. Jakarta : Salemba Empat. Yogyakarta: STIE YKPN. 30 | A u d i t K a s d a n B a n k . Jusup. dkk. 2011. 2014. Al Haryono. Randal J. DAFTAR PUSTAKA Elder. Diterjemahkan oleh: Elisabeth Tri Aryani. Jasa Audit dan Assurance Pendekatan Terpadu (Adaptasi Indonesia).