You are on page 1of 7

ARTIKEL PENYAKIT

GLOMERULONEPHRITIS

Nama : Athira Trista Prakusya

No : 05

Kelas : 8A

6%). B. Peradangan dimulai dalam gromleurus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hematuria. Meskipun lesi utama pada gromelurus. Latar Belakang Glomerulonefritis merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas pada anak. Untuk mengetahui tanda dan gejala penyakit Glomerulonefritis. BAB I PENDAHULUAN A. C.7%). Terminologi glomerulonefritis yang dipakai disini adalah untuk menunjukkan bahwa kelainan yang pertama dan utama terjadi pada glomerulus. Gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak (akut) atau secara menahun (kronis) seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Gejalanya dapat berupa mual-mual. 10% menjadi kronis. biasanya disertai hipertensi. dan berwarna merah. atau hipertensi. kencing sedikit. Menjelaskan cara mencegah Glomeruloneferitis. Pasien terbanyak dirawat di Surabaya (26. tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan. kurang darah (anemia).6%).5%). Menjelaskan tanda dan gejala penyakit Glomerulonefiritis. meskipun respon imun agaknya menimbulkan beberapa bentuk glomerulonefritis. Penyakit ini umumnya (sekitar 80%) sembuh spontan. bukan pada struktur ginjal yang lain. Gejala umum berupa sembab kelopak mata. kemudian disusul berturut-turut di Jakarta (24. Glomerulonefritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral. sehingga terjadi gagal ginjal. Penyakit yang mula-mula digambarkan oleh Richard Bright pada tahun 1827 sekarang diketahui merupakan kumpulan banyak penyakit dengan berbagai etiologi. Pasien laki-laki dan perempuan berbanding 2 : 1 dan terbanyak pada anak usia antara 6-8 tahun (40. 2. dan 10% berakibat fatal. . dan Palembang (8. Cara mencegah glumeruloneferitis.2%). Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dari artikel ini yaitu : 1. Indonesia pada tahun 1995. melaporkan adanya 170 pasien yang dirawat di rumah sakit pendidikan dalam 12 bulan. Bandung (17. 2.

adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada beberapa penyakit ginjal (biasanya menyerang kedua ginjal). atau diabetes. juga dikenal sebagai glomerular nephritis . virus atau parasit). BAB II PEMBAHASAN A.Glomerulonefritis mengacu pada radang glomerulus . vaskulitis). Mereka dikategorikan ke dalam beberapa pola patologis yang berbeda. yang secara luas dikelompokkan menjadi jenis non-proliferatif atau proliferatif. Peradangan ini biasanya berakibat pada satu atau kedua sindrom nephrotic atau nephritis. Karena tidak hanya satu penyakit. namun tidak semua penyakit memiliki komponen inflamasi. atau penyakit ginjal kronis . unit fungsional yang merupakan langkah pertama dalam penyaringan darah dan pembangkitan urin . Pengertian Glomeruloneferitis 1. obat-obatan. Penyebab utama adalah intrinsik pada ginjal. . cedera ginjal akut . gangguan sistemik ( SLE . Penyebab sekunder dikaitkan dengan infeksi tertentu (patogen bakteri.1 Glomerulus Glomerulonefritis ( GN ). Definisi Gambar 2. penyajiannya bergantung pada entitas penyakit tertentu: ia mungkin hadir dengan hematuria dan / atau proteinuria yang terisolasi (darah atau protein dalam urin ). Banyak penyakit yang ditandai dengan peradangan salah satu glomeruli atau pembuluh darah kecil di ginjal. 2. Tanda dan Gejala Glomerulus . atau sebagai sindrom nefrotik . sindrom nefritis . maka namanya. yang merupakan unit yang terlibat dalam penyaringan di ginjal. Mendiagnosis pola GN penting karena hasil dan perlakuan berbeda pada jenis yang berbeda.

Umumnya. yang disekresikan sebagai respons terhadap penurunan sirkulasi darah dan menyebabkan retensi natrium dan air . serta nefropati IgA yang menyebabkan endapan salah satu protein sistem pertahanan tubuh (IgA) pada glomerulus ginjal. lebih sedikit protein yang terdeteksi dalam darah . antara lain adalah: 4. dan hepatitis C. Selain itu glomerulonefritis juga dapat disebabkan oleh kelainan sistem imun lainnya. Kelainan sistem imun. termasuk ginjal. kelainan sistem imun. antara lain adalah infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan. dan gangguan pembuluh darah. 3. yang merupakan mayoritas protein yang beredar. infeksi gigi. . Contohnya adalah penyakit lupus yang menyebabkan peradangan pada berbagai organ tubuh. Bila jumlah protein yang diekskresikan dalam urin melebihi kemampuan hati untuk mengkompensasi. glomerulonefritis akut memiliki penyebab yang lebih jelas dibanding glomerulonefritis kronis. podocytes . Contoh infeksi yang dapat menyebabkan glomerulonefritis. Infeksi Glomerfulonefritis dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau virus. Beberapa hal yang dapat menyebabkan glomerulonefritis akut.Sindrom nefrotik Sindrom nefrotik ditandai dengan ditemukannya edema pada seseorang dengan peningkatan protein dalam urin dan penurunan protein dalam darah . menghasilkan peningkatan protein yang diekskresikan. 5.Hiperlipidemia dianggap sebagai hasil dari peningkatan aktivitas hati. Dengan penurunan protein dalam darah. dengan peningkatan lemak dalam darah. Hal ini menyebabkan edema. penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa retensi natrium yang luas pada nefron distal (saluran pengumpul) adalah penyebab utama retensi air dan edema pada sindrom nefrotik. Penyebab dan Faktor Pemicu Glomerulonefritis Glomerulonefritis dapat terjadi akibat berbagai kondisi. Infeksi yang terjadi pada tubuh mengakibatkan reaksi kekebalan tubuh yang berlebihan sehingga mengakibatkan peradangan pada ginjal dan terjadi glomerulonefritis. endokarditis bakteri. terjadi penurunan tekanan onkotik darah. Hal ini diperparah oleh sekresi hormon aldosteron oleh kelenjar adrenal. karena tekanan onkotik pada jaringan tetap sama. hepatitis B. seperti infeksi. Meskipun penurunan tekanan onkotik intravaskular (yaitu osmotik) sebagian menjelaskan edema pasien. meningkatkan permeabilitas pada protein . HIV. seperti sindrom Goodpasture yang menyerupai pneumonia dan menyebabkan perdarahan di paru-paru dan ginjal.khususnya albumin . Peradangan yang mempengaruhi sel-sel di sekitar glomerulus.

Menurunnya berat jenis urine. g. k. termasuk ginjal. Paparan zat kimia pelarut hidrokarbon dan riwayat kanker juga diduga memicu terjadinya glomerulonefritis kronis. Tes Imunologi. Pemeriksaan urine merupakan metode terpenting dalam mendiagnosis glomerulonefritis karena dapat mendeteksi adanya kerusakan struktur glomerulus. antara lain: f. Biopsi ginjal. . Dilakukan dengan mengambil sampel jaringan ginjal dan diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan pasien menderita Biopsi juga akan membantu dokter untuk mencari penyebab dari glomerulonefritis tersebut. Tes darah. Keberadaan protein sebagai penanda adanya kerusakan sel ginjal. j. Keberadaan sel darah merah sebagai penanda adanya kerusakan glomerulus. Meningkatnya kadar zat sisa seperti ureum dan kreatinin. Menurunnya kadar hemoglobin (anemia). Salah satu penyakit genetik. c. Tes darah dapat memberikan informasi tambahan terkait kerusakan ginjal. dan antiglomerular basement membrane (anti-GBM). Menurunnya kadar protein albumin dalam darah karena keluar melalui urine. i. Tes imunologi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kelainan sistem imun. antara lain adalah foto Rontgen. d. dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut antara lain antinuclear antibodies (ANA). Contoh penyakit vaskulitis yang menyerang pembuluh darah ginjal dan mengakibatkan glomerulonefritis adalah poliarteritis dan granulomatosis Wegener. Beberapa hal yang dapat diperiksa pada darah untuk melihat kerusakan ginjal.Vaskulitis Vaskulitis dapat terjadi pada berbagai organ. Diagnosis Glomerulonefritis Untuk memastikan diagnosis. Pencitraan bertujuan untuk memperlihatkan gambaran kondisi ginjal secara visual. antineutrophil cytoplasmic antibody (ANCA). Glomerulonefritis kronis seringkali tidak memiliki penyebab yang khusus. 6. e. Beberapa parameter yang dianalisis melalui pemeriksaan urine. Pencitraan. seperti: Pemeriksaan urine. Keberadaan sel darah putih sebagai penanda adanya peradangan. komplemen. yaitu sindrom Alport dapat menyebabkan glomerulonefritis kronis. h. CT scan dan USG. b. antara lain adalah: a. Metode pencitraan yang dapat digunakan.

b. penyebabnya. Obat pengatur tekanan darah. Selain itu. Obat lain yang dapat diberikan. 7. di antaranya adalah diuretik untuk mengurangi bengkak. Perbedaan ini ditentukan oleh beberapa faktor. mycophenolate mofetil. sehingga obat bisa tetap diberikan walaupun tekanan darah tidak tinggi. dilakukan pembuangan plasma darah penderita. penderita juga dapat menjalani operasi cangkok ginjal. Imunosupresan dapat diberikan untuk menangani glomerulonefritis akibat gangguan sistem imun. kerusakan ginjal yang disebabkan oleh glomerulonefritis akut dapat diperbaiki kembali. kedua golongan obat tersebut juga dapat mengurangi kadar protein yang bocor melalui urine. Obat imunosupresan. Plasma darah yang dibuang akan digantikan dengan plasma pengganti atau cairan infus. d. Selain itu. Beberapa jenis pengobatan glomerulonefritis yang dapat diberikan. Contoh obat ini adalah kortikosteroid. Glomerulonefritis dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan menimbulkan kerusakan ginjal yang lebih parah. ciclosporin. Protein sistem imun (antibodi) yang terdeteksi melalui pemeriksaan imunologi biasanya terkandung dalam plasma darah. dan azathioprine. yaitu jenis glomerulonefritis yang diderita (kronis atau akut). melalui sebuah prosedur yang disebut plamapheresis. Dua golongan obat yang dapat digunakan untuk mengatur tekanan darah adalah ACE inhibitors (contohnya captropil dan lisinopril) dan ARB (contohnya losartan dan valsartan). Obat-obatan lain. Untuk membuang antibodi tersebut. Tujuan utama pengobatan glomerulonefritis adalah untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah. Glomerulonefritis akut terkadang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan tertentu. penderita dapat menjalani proses hemodialisis (cuci darah) untuk menyaring darah. Jika glomerulonefritis diketahui sejak awal. c. cyclophosphamide. Jika glomerulonefritis yang terjadi bertambah parah dan menyebabkan gagal ginjal. Oleh karena itu. biasanya yang diakibatkan oleh infeksi Streptokokus pada tenggorokan. tekanan darah penderita glomerulonefritis perlu diatur untuk mencegah kerusakan ginjal. serta tingkat keparahan gejala yang dialami. Pengobatan Glomerulonefritis Langkah pengobatan untuk tiap penderita glomerulonefritis tentu berbeda-beda. Plasmapheresis. Dapat dilakukan pada penderita dengan hasil tes imunologi ANCA dan anti-GBM positif. antara lain adalah: a. . dan suplemen kalsium.

6. Berhenti merokok. Virus yang dapat memicu glomerulonefritis adalah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan virus penyebab hepatitis B dan hepatitis C.B. C. Hipertensi. 7. Rentan terhadap infeksi. Komplikasi Glomerulonefritis Glomerulonefritis akut terkadang bisa sembuh tanpa penanganan tertentu. Orang yang berisiko besar terserang penyakit ini adalah orang-orang yang memiliki cacat jantung. stimulus reaksi ini berasal dari infeksi streptokokus Grup A dikerongkongan. menyebabkan infeksi pada katup jantung. Gagal ginjal akut. Kesimpulan Glomerulo nefritis akut adalah istilah yang secara luas digunakan yang . Cara pencegahan Agar kerusakan ginjal tidak bertambah parah. Bakteri endokarditis berkaitan dengan penyakit glomerulus. yang biaasanya mencetuskan awitan glomerulo nefritis dengan interval 2 sampai 3 minggu. Pada kebanyakan kasus. 3. Sindrom nefrotik. 5. 6. Mengurangi asupan protein. bisa bertambah parah dan memicu penyakit lain. Menjaga berat badan. Bakteri ini bisa menyebar melalui aliran darah dan menetap di dalam hati. Gagal jantung dan edema paru akibat cairan yang menumpuk dalam tubuh. 2. Gangguan kesimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium. baik glomerulonefritis akut maupun kronis bila tidak ditangani secara benar. 4. 2. Tetapi secara umum. tetapi hubungan yang jelas antara keduanya masih belum ditemukan. Mengurangi konsumsi garam. . Selain itu juga Infeksi virus.mengacu pada sekelompok penyakit ginjal dimana inflamasi terjadi diglomerulus. penderita glomerulonefritis dapat menerapkan langkah-langkah pendukung pengobatan seperti berikut ini: 1. 3. Mengurangi asupan kalium. 4. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah: 1. Penyakit ginjal kronis. 5. Juga dapat disebabakan oleh Bakteri endokarditis.