You are on page 1of 12

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.

A (8
BULAN) DENGAN LABIO GNATO PALATO SCHIZIS

Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Anak di Ruang
Perinatologi RSSA Malang

DISUSUN OLEH :

Ni Luh Putu Saptya Widyatmi

170070301111033

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG-2017

2. b. 3. Pembentukan wajah terjadi pada trimester pertama kehamilan. sehingga diperlukan suatu perawatan dan penatalaksanaan yang baik agar dapat tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi anak tersebut. Tonjolan- tonjolan yang membentuk wajah terdiri dari : prosesus frontalis. Labio gnato palato schizis ini tidak hanya menimbulkan abnormalitas bentuk wajah. gusi. namun juga menimbulkan masalah biopsikososial bagi penderita dan keluarganya. Definisi Labio gnato palato schizis adalah suatu kelainan bawaan dimana terbentuk celah pada bibir. Laporan Pendahuluan Labio Gnato Palato Schizis 1. labio gnato palato schizis. langit-langit (palatum) yang bermanifestasi sendiri- sendiri atau bersamaan (sumbing bibir dan langit-langit. Etiologi Terdapat dua teori : a. Faktor Resiko Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya labio palato schizis antara lain : a. prosesus maxilaris. prosesus nasalis (medialis dan lateralis). Teori dari Stark yang menyatakan bahwa sebenarnya pertemuan ujung- ujung tersebut terjadi namun disusul dengan kegagalan karena salah satu lapisan pembentuknya yang disebut mesoderm gagal menyatu. Celah bibir (bibir sumbing) adalah suatu ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas yang biasanya berlokaasi tepat di bawah hidung. Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju ke saluran udara di hidung. Kegagalan penyatuan prosesus maxillaris kanan-kiri dengan prosesus nasalis media bisa mengakibatkan cheiloschizis. prosesus mandibularis. Apabila terjadi kegagalan fusi dari prosesus-prosesus tersebut maka akan terbentuk celah. cleft lips. Teori dari His dan Drusy yang menyatakan celah bibir dan langit-langit akibat kegagalan pertemuan ujung-ujung (prominentia) di sekitar mulut saat trimester awal kehamilan. Herediter / genetik .

Berdasarkan lengkap / tidaknya celah terbentuk. Klasifikasi a. Radiasi f. Sifilis 4. bibir sumbing terbagi menjadi :  Unilateral Incomplete. Infeksi saat hamil. Berdasarkan organ yang terlibat diklasifikasikan menjadi :  Celah di bibir (labioschizis)  Celah di gusi (gnatoschizis)  Celah di langit (palatoschizis)  Celah dapat terjadi lebih dari satu organ. kontrasepsi saat hamil e. kortikosteroid berlebihan.  Bila orangtua normal dan anak pertama sumbing. maka persentase kemungkinan anaknya sumbing 60% b. Jika celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. misalnya terjadi di bibir dan langit-langit (labiopalatoschizis b. persentase kemungkinan anak berikutnya sumbing 4%  Bila salah satu orangtua sumbing dan anak pertama sumbing. . Jika celah sumbing yang terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. seperti infeksi Rubella. Klamidia. Hipoksia : gangguan sirkulasi fetomaternal d. Toxoplasmosis.  Unilateral Complete. defisiensi Zn c. Gangguan nutrisi : defisiensi asam folat. persentase kemungkinan anak berikutnya sumbing 17%  Bila kedua orangtua sumbing. Obat-obatan : anticancer kemoterapi.

Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung  Bilateral Incomplete. Bilateral Complete. Jika celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung .

virus (Sjamsul Hidayat. Labio palatoschizis sering dijumpai pada anak laki – laki dibandingkan anak perempuan (Randwick. 1 : 2000-5000 ras Afrika Amerika.5. Kelainan ini dapat dilihat ketika bayi berada di dalam kandungan. lingkungan. 1 : 1350-5000 kelahiran ras Afrika Amerika. Dari beberapa jenis cacat bawaan celah muka. 6. angka kejadiannya di seluruh dunia adalah : celah bibir saja atau dengan celah langit-langit adalah 1 : 77. Celah langit-langit saja 1 : 1500- 3000 ras Kaukasia.5-1000 kelahiran ras Kaukasia. 1 : 400-800 kelahiran ras Asia. melalui alat yang disebut USG atau Ultrasonografi. Epidemiologi Menurut laporan peneliti dari berbagai negara. trauma. bibir sumbing dan celah langit-langit adalah yang paling sering dijumpai. 2002) kelainan ini merupakan kelainan yang disebabkan faktor herediter. tentu mempunyai dan akan mempunyai banyak kasus labio palatoschizi. cacat labio palatoschizis dapat muncul dari 1 : 800 sampai 1 : 2000 kelahiran. Manifestasi Klinis Ada beberapa gejala dari labio palato schizis :  Terjadi pemisahan bibir  Terjadi pemisahan langit-langit  Terjadi pemisahan gusi  Distorsi hidung  Infeksi telinga berulang . Indonesia yang berpenduduk 200 juta lebih. Setelah bayi lahir kelainan ini tampak jelas pada bibir dan langit –langitnya. 1 : 1600-4000 ras Asia. 1997).

penanganan dilakukan sedini mungkin untuk menyesuaikan dengan perkembangan tulang dan otot penderita sesuai umur serta untuk memperbaiki gangguan bicara dan pendengaran sehingga dapat di 1. terapi wicara. dokter gigi. Perawatan a. yaitu keluarnya air susu dari hidung 7.  Berat badan tidak bertambah  Terjadi regurgitasi nasal ketika menyusui. Dapat juga menggunakan pompa payudara untuk mengeluarkan susu dan memberikannya kepada bayi dengan menggunakan botol dengan dot khusus atau sendok secara perlahan-lahan b. dengan posisi bayi setengah duduk.Dot domba . Menyusu ibu Menyusu adalah metode pemberian makan terbaik untuk seorang bayi. Patofisiologi (Terlampir) 8. Selain itu. Ibu dapat mencoba sedikit menekan payudara untuk mengeluarkan susu. pekerja sosial serta psikolog untuk menjamin penaganan yang komprehensif dan menyeluruh. dokter THT. seperti dokter bedah plastik. Menggunakan dot khusus . Penatalaksanaan Penanganan labio gnato palato schizis dengan cara operasi serta memerlukan penanganan dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian.

ujung halus dengan lubang besar). Tepuk-tepuk punggung bayi berkali-kali karena cenderung untuk menelan banyak udara  e.Botol peras Dengan memeras botol. Tujuannya agar dot yang panjang menutupi lubang di langit-langit mulut dan susu bisa langsung masuk kerongkongan -aafffaccccc. Ortodonsi o Pemberian plat/ pemasangan obturator untuk menutup sementara celah palatum agar memudahkan pemberian minum dan sekaligus mengurangi deformitas palatum sebelum dapat dilakukan tindakan bedah definitive  c. bayi tersebut lebih baik diberi makan dengan dot yang diberi pegangan yang menutupi sumbing. asupan gizi yang cukup dilihat dari keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. . Periksalah bagian bawah hidung dengan teratur. maka susu dapat didorong jatuh di bagian belakang mulut hingga dapat dihisap bayi . Tindakan operasi  Sebelum dilakukan operasi harus dipersiapkan ketahanan tubuh bayi. kadang-kadang luka terbentuk pada bagian pemisah lobang hidung f. Posisi setengah duduk dengan aliran yang langsung menuju bagian sisi atau belakang lidah bayi d. Karena udara bocor disekitar sumbing dan makanan dimuntahkan melalui hidung. misalnya suatu dot domba (dot yang lebih panjang. maka dapat dilakukan pemasangan selang nasogastric tube untuk memenuhi kebutuhan intake makanan 2. Suatu kondisi yang sangat sakit dapat membuat bayi menolak menyusu.

umur > 10 minggu. 2.000/ui Usia optimal untuk labioplasty adalah usia 3 bulan karena pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 5-6 bulan sehingga jika dilakukan koreksi bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir sudah terlanjur salah dan apabila dilakukan operasi hasilnya kurang sempurna. leukosit >10. Hb > 10 g/dl. mengingat anak aktif bicara pada usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah. Labioplasty Patokan yang biasa dipakai adalah rule of ten. Tahapan : 1. . artinya bisa dilakukan labioplasty apabila : berat badan > 10 pounds atau 5 kg. Palatoplasty Usia optimal untuk dilakukan palatoplasty adalah usia 18-20 bulan sebelum anak mampu bicara lengkap sehingga pusat bicara di otak belum membentuk cara bicara.

Revisi scar / speech therapy Dilakukan segera setelah operasi untuk mencegah timbulnya suara sengau 4. 3. Tahap setelah operas . Operasi penyempurnaan tulang-tulang wajah kembali saat usia 17 tahun dimana pertumbuhan tulang wajah sudah terhenti 3. dilakukan pada usia 5-6 tahun 5. Pharyngoplasty Operasi membuat bendungan pada faring untuk memperbaiki fonasi atau cara pengucapan. Bone graft Operasi penambahan tulang pada celah alveolus / maksilla dilakukan pada usia 8-9 tahun 6.

.Biasanya luka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khusus untuk memberikan minum bayi kembalikan senormal mungkin.

Patofisiologi .

Jakarta. Donna L. EGC. Edisi III jilid II. Kapita selekta kedokteran. EGC. Arif. Jakarta . PT Fajar Interpratama. Jakarta. 2001. Daftar Pustaka Bisono. Suradi.2000.2001. Asuhan keperawatan pada anak. Pedoman klinis keperawatan pediatrik. Mansyoer.. Dkk.1996. dan Yuliani. Operasi bibir sumbing. Media Aesculapius FK UI. Rita. Jakarta. Wong.