You are on page 1of 14

Nama : Irma Novita Andini Putri

Mata Kuliah : Klinik Sanitasi
Prodi : DIV Kesehatan Lingkungan

PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN

1. TB PARU
Tubercolosis adalah penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan
oleh bakteri basil. Bakteri basil yang menginfeksi adalah bakteri yang sangat kuat.
Akibatnya butuh waktu yang lama untuk mengobati penyakit ini. Bakteri ini 90%
cenderung menginfeksi paru-paru jika dibandingkan dengan organ lainnya pada
tubuh manusia. Penyakit ini biasanya ditandai dengan batuk-batuk terus menerus.

a. Agen
 Mycobacterium Tubercolosis, Basil Tuberkel, Kuman Batang
Tahan Asam : penyebab utama TBC didunia
 Mycobacterium Africanum : di Afrika

b. Faktor yang mempengaruhi TB
 Daya tahan tubuh yang kurang
 Tinggal berdekatan dengan orang yang terinfeksi aktif
 Gizi buruk
 Pengidap infeksi HIV/AIDS

c. Sifat dan karakter TB
 Sebagian besar menyerang paru
 Mati oleh sinar matahari langsung
 Dapat bertahan hidup ditempat lembab
 Kuman berbentuk batang

1

Tahap Prepatogenesis  Tempat masuk kuman M. dahak kental dan sedikit kuning  Batuk darah  Nyeri dada. Riwayat alamiah penyakit 1. wheezing ( bersuara ). gangguan datang bulan. sesak nafas  Gejala umum panas badan. Gejala klinis  Batuk ( paling dini dan paling sering ) > 2 minggu. Tahap patogenesis  Tubercolosis adalah penyakit yang dikendalikan oleh respon imunitas  Basil tuberkel mencapai permukaan alveolus 2 .Bovin yang penyebabnya melalui susu yang terkontaminasi Cara penularan  Langsung : droplet sputum manusia adalah sumber penularan  Tidak langsung Air borne. berat badan menurun  Gambaran rontgenologis  Dahak : terdapat basil tahan asam  Cairan Pleura  Darah ( tidak khas ) e.d. menggigil. keringat malam. makanan/minuman Sumber penularan Manusia dan binatang 2.Tubercolosis : saluran pernafasan dan pencernaan  Kebanyakan infeksi tuberkolosis terjadi melalui udara ( air borne )  Saluran pencernaan merupakan tempat masuknya kuman M.

Clostridium. Agen  Infeksi bakteri : Vibrio. a. E. DIARE Menurut WHO diare merupakan buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam 1 hari (24 jam) dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja. Trichiuris).colli. coxsackie ). Salmonella. Shigella. Perfringers  Infeksi virus : Enterovirus ( virus echo. rotavirus  Infeksi parasit : cacing ( Ascaris. Patogenesis ( fase akhir )  TBC Millier  TBC Abdomen  TBC Getah bening  TBC Tulang  Kebal pada obat  Kematian Remisi Spontan  DOTS ( dalam 6 bulan )  Penyediaan obat obatan khusus Faktor Lingkungan  Kepadatan hunian  Ventilasi  Suhu udara Pencegahan  Vasinasi BSD  Kemotrapi  Imunisasi  Mengisolasi penyakit TB 2. adenovirus. Bacillus cereus. jamur ( candida albicans ) 3 .

Gejala dan ciri diare  Feses lembek dan cair  Sakit perut  Mual  Kehilangan nafsu makan  Demam  Dehidrasi  Terus menerus ke toilet c. Virus dengue termasuk genus flavivirus dan keluarga flavividae 4 . pemanis buatan. Penyebab diare  Makanan dan minuman ( basi. DBD ( Demam Berdarah ) a. alergi terhadap makanan )  Masalah psikologi ( rasa takut dan cemas )  Efek samping obat-obatan tertentu  Konsumsi alkohol dan kopi yang berlebih d. serta sesudah buang air besar dan kecil  tidak sembarangan mengkonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya  tidak mengkonsumsi air yang tidak matang (belum matang)  menutup makanan  menjaga kebersihan alat makan dan minum 3. b. Agen Disebabkan oleh virus dengue. sejenis virus yang tergolong arbovirus yang masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. beracun. Mencegah diare  mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Siklus nyamuk Aedes Aegypti d. bambu)  Baju yang menggantung 5 . tempurung kelapa. tangki. ember)  Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari (tempat minum burung. Perkembangbiakan nyamuk  Nyamuk Aedes Aegypti tidak suka hidup di air kotor (berhubungan langung dengan tanah)  Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari (drum. beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih rentan c. vas bunga.b. dispenser)  Tempat penampungan air alamiah (lubang pohon. bak mandi. DBD dapat menyerang segala usia. Host Manusia yang menjadi host atau target. tempayan.

Mencegah DBD  Membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali  Menutup wadah yang dapat menampung air  Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkambangan nyamuk  Pemberian bubuk abate  Gunakan kasa nyamuk  Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama  Gunakan lotion nyamuk atau kelambu 4. 6 . Agen Plasmodium Malariae. Host  Pengetahuan  Jenis kelamin  Status gizi  Kebiasaan keluar rumah pada malam hari.30 – 22. Plasmodium Falciparum dan Plasmodium Ovale b.00 ( Pranoto dkk.An. a. Plasmodium Vivax.  Pemakaian kelambu  Kawat kasa c. sundaicus lebih menyukai tempat yang teduh. e. Lingkungan  Sinar matahari Pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan larva nyamuk berbeda-beda. Aktifitas menggigit nyamuk Anopheles berlangsung sepanjang malam sejak matahari terbenam yaitu pukul 18. MALARIA Menurut WHO malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia yang ditularkan oleh nyamuk anopheles spp betina. 1980 ).

. pesawahan.  Curah hujan Hujan yang diselingi panas matahari akan memperbesar kemungkinan berkembang biaknya nyamuk Anopheles (Jaminson et.  Tempat perindukan nyamuk Adanya danau atau air payau. nyamuk tersebut menyedot parasit yang disebut gametocytes. Proses penularan penyakit malaria Penularan parasit plasmodium kepada manusia adalah melalui nyamuk anopheles betina. Hyrcanus spp dan An. 2013). 2004).  Tempat peristirahatan nyamuk Warga yang tinggal disekitar semak-semak. 2006) d. Pinculatus spp lebih menyukai tempat terbuka. Gejala malaria  Menggigil  Demam tinggi  Bereringat berlebihan seiring menurunnya suhu tubuh  Mengalami kegelisahan  Sakit kepala  Muntah/mual  Nyeri pada otot e. Parasit tersebut menyelesaikan siklus pertumbuhannya di dalam tubuh nyamuk dan kemudian merambat ke kelenjar ludah nyamuk. An. genangan air. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi malaria. Pada saat 7 . 2012). tambak ikan dan pertambangan disuatu daerah akan menimbulkan penyakit malaria karena tempat tersebut merupakan tempat perindukan nyamuk malaria (Prabowo. al. An. kebun memiliki risiko 3 kali menderita malaria dibandingkan dengan warga yang tidak tinggal disekitar semak-semak (Nurbayani. Barbirostis dapat hidup baik di tempat yang teduh maupun yang terang (Arsin.

Diantara nematode usus ada sejumlah spesies yang penularannya melalui tanah atau bisa disebut dengan cacing jenis STH yaitu Ascaris Lumbricoides. Menuju hati kemudian melipatgandakan diri.al 2006). Agen Cacing gelang (Aataricus Lumbricoises). dan Ancylostoma deodenale (Margono et. a. Necator Americanus. nyamuk ini menyuntikan parasit ke aliran darah anda. f. Cacing Cambuk (Trichuris Trichiura). Host 1. Bentuk penularan lain yang dapat terjadi dapat berupa penularan dari wanita hamil ke janin. KECACINGAN Definisi infeksi kecacingan menurut WHO (2011) adalah sebagai infestasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan nematode usus. Cara pencegahan  Menghindari gigitan nyamuk dengan cara menggunakan baju panjang  Menggunakan lotion nyamuk  Memasang kelambu  Jangan keluar rumah malam hari  Penggunaan kain kasa pada ventilasi 5. Perilaku  BAB tidak sembarangan  Menutup makanan dengan tudung saji  Mencuci bahan makanan  Mencuci tangan sebelum makan  Mencuci tangan setelah buang air besar dan kecil 8 . menggigit anda. Cacing Tambang (Ancylostoma Duodenale dan Necator Americanus). Malaria juga dapat menular melalui transfusi darah. Cacing Kermi (Enterobius Vermicularis) b. Trichuris trichuria.

sitomegalovirus) b. ISPA ISPA adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri. Agen Virus (Diplococcus pneumonia. streptococcus. pyogenes. adenovirus. Tingkat pendidikan 5. Jenis kelamin 3.  Kebiasaan memotong kuku  Kebiasaan memakai alas kaki 2. Bakteri : ( Influenza. virus. Sosial ekonomi c. Lingkungan  Kepemilikan jamban  Lantai rumah  Ketersediaan air bersih 6. 2009) a. pneumococcus. Umur 4. tanpa atau disertai radang parenkim paru (Alsagaf. influenza. maupun riketsia. Host  Umur  Berat badan  Jenis kelamin  Pengetahuan  Pendidikan  Perilaku  Kebiasaan merokok  Menjaga kebersihan  Memakai masker ketika berkendara  Penggunaan obat nyamuk 9 .

yaitu disentri amuba dan disentri basiler. Pencegahan ISPA  Menerapkan kebiasaan mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas  Hindari menyentuh bagian wajah terutama dibagian yang mungkin penyebaran ISPA lebih mudah seperti mulut. Lingkungan  Udara  Suhu  Kelembaban  Kepadatan hunian  Ventilasi  Lubang asap  Kadar debu  Atap rumah  Jendela dan pintu d. c. hidung dan mata agar terlindungi dari virus  Hindari dan kurangi kebiasaan merokok  Biasakan menggunakan tisu atau penutup yang bersih untuk menutupi mulut saat bersin dan batuk 7. dan darah. Berdasarkan penyebabnya disentri dapat dibedakan menjadi dua. nanah. Gejala penyakit ini ditandai dengan sakit perut dan buang air besar encer secara terus-menerus (diare) yang bercampur lendir. Disentri amuba 10 . Gejala ISPA  Paru-paru terasa berat  Hidung tersumbat dan berair  Batuk-batuk dan tenggorokan sakit  Panas dingin e. DISENTRI Disentri merupakan peradangan pada usus besar.

Lingkungan  Lingkungan yang tidak bersih’  Iklim  Air yang tercemar d. Host  Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri  tidak mencuci tangan sebelum makan  tidak menutup makanan  personal hygene c. air dan udara 11 . a. Gejala  Demam  Pusing  Nyeri perut  Tinja encer atau bahkan berdarah e.disebabkan oleh infeksi parasit Entamoeba histolytica dan disentri basiler disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella. Cara pencegahan  Selalu menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan degan sabun  Mencuci sayur dan buah yang dimakan mentah  Orang yang sedang sakit disentri sebaiknya tidak menyiapkan makanan  Selalu manjaga sanitasi makanan. Agen Parasit Entamoeba Histolytica. Bakteri Shigella b.

Keduanya ditemukan menggigit diluar rumah namun aedes aegypti juga akan menggigit didalam ruangan. nyeri pada persendian terutama sendi lutut. c. pergelangan tangan dan kaki. tangan dan badan  Kurang selera makan  Sakit kepala  Mata merah  Badan lemas disertai muntah-muntah 12 .8. timbulnya rasa pegal-pegal. CIKUNGUNYA Cikungunya adalah suatu penyakit menular akut dengan gejala demam. Spesies ini menggigit pada siang hari dengan aktivitas puncak pada pagi dan sore hari. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dpat menyebarkan virus ke manusia lain ketika mereka menggigit. Penularan Cikungunya Transmini virus cikungunya disebarkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi. a. Agen Agen virus cikungunya Arthopoda borne virus (arbovirus) dari genus Alphaviruses famili togaviridae yang pada umumnya disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus b. Nyamu aedes aegypi dan aedes albopictus adalah vektor utama virus cikungunya ke manusia. ngilu. Nyamuk terinfeksi ketika mereka menggigit orang yang terinfeksi virus cikungunya. Gejala Cikungunya  Demam tinggi mencapai 390 c  Linu dipersendian. tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. timbul rasa sakit pada tulang  Badan menggigil kedinginan  Sakit ruam pada kaki.

menguras dan menutup wadah air serta mengubuh sampah yang menimbulkan genangan air  penaburan bubuk abate  tidur menggunakan kelambu  memasang kawat kasa  bersihkan halaman disekitar rumah  pengasapan dengan insektisida 9. yang hidup dalam saluran dan kelenjar getah bening (limfe) yang dapat menyebabkan gejala akut dan kronis serta ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Agen Cacing nematoda b. FILARIASIS Menurut Ditjen PPM & PLP Depkes RI. Tingkat pendidikan 3. Sosial ekonomi 13 . Umur 4. Perilaku  Tidak menggunkan lotion  Tidak menggunkan kelambu  Tidak menggunkan baju yang tertutup  Tidak memasang kain kasa 2. Upaya pencegahan  melalui 3M. filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria. d. Host 1. a. Gejala akut yang berulang dan gejala kronis yang menetap sangat menurunkan kwalitas sumber daya manusia serta produktifitas penderita karena tidak dapat bekerja secara optimal sehingga merugikan masyarakat dan negara terutama menjadi beban keluarga. 2001.

c. Gejala  Pembengkakan pada getah bening’  Suhu badan meningkat  Merasa sakit pada tubuh  Kaki mengalami pembengkakan  Demam e. perbukitan  Genangan pada sekitar rumah d. Pencegahan  Penggunaan kelambu  Menutup ventilasi dengan kain kasa  Menggunkan lotion nyamuk  Membrantas jentik nyamuk  Melakukan 3M 14 . Lingkungan  Lingkungan yang kotor  Daerah pantai  Daerah rawa.