You are on page 1of 1

1.

Perkembangan anak sesuai usia
a. Usia 2 sampai 4 bulan:
Menanggapi pemeriksa, memegang benda, membuat suara, memegang kepala
b. Usia 4 sampai 6 bulan
Mencapai mainan, memasukkan benda ke mulutnya, mencari sumber suara, secara aktif
mengubah posisi (berguling)
c. Usia 6 sampai 9 bulan
Bermain sembunyi-sembunyi (cilukba), memindahkan benda dari tangan ke tangan, meniru
suku kata, duduk tanpa dukungan
d. Usia 9 sampai 12 bulan
Meniru gerak tubuh, menggunakan jempol dan telunjuk untuk mengambil benda kecil,
mengoceh, mengambil langkah dengan dukungan (cruising)

2. Rencana pemberian makanan
Sekitar usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai melebihi apa yang disediakan oleh
ASI, dan makanan tambahan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bayi usia ini juga
sudah siap untuk makanan lain. Jika makanan pelengkap tidak diperkenalkan sekitar usia 6
bulan, atau jika diberikan secara tidak tepat, pertumbuhan bayi mungkin akan goyah. Prinsip
panduan untuk pemberian makanan pelengkap yang tepat adalah:
a. Sering lanjutkan, menyusui sesuai permintaan sampai usia 2 tahun atau lebih;
b. Praktek pemberian makan yang responsif (misalnya, memberi makan bayi secara langsung
dan membantu anak yang lebih tua. Memberi makan dengan perlahan dan sabar, dorong
mereka untuk makan tapi jangan memaksakannya, berbicara dengan anak dan menjaga
kontak mata);
c. Praktik kebersihan dan penanganan makanan yang baik;
d. Mulai 6 bulan dengan sedikit makanan dan meningkat secara bertahap saat anak bertambah
tua;
e. Secara bertahap meningkatkan konsistensi dan variasi makanan;
f. Meningkatkan jumlah waktu pemberian: 2-3 kali makan per hari untuk bayi 6-8 bulan dan 3-
4 kali makan per hari untuk bayi 9-23 bulan, dengan 1-2 makanan ringan tambahan sesuai
kebutuhan.
g. Gunakan makanan pelengkap yang dianjurkan atau suplemen vitamin mineral sesuai
kebutuhan; dan
h. Selama sakit, menambah asupan cairan termasuk lebih banyak menyusui, dan menawarkan
makanan favorit yang lembut