You are on page 1of 3

Energi Laut di Indonesia

Di Indonesia, dengan tingkat konsumsi energi yang tinggi, cadangan minyak, gas
dan batubara akan habis dalam waktu beberapa puluh tahun yang akan datang. Faktor
keterbatasan bahan bakar fosil yang sulit bahkan tidak bisa diperbaharui karena
membutuhkan waktu jutaan tahun dalam pembentukannya, membuat Indonesia tidak dapat
selamanya bergantung pada energi yang bersumber dari fosil. Apalagi bakar fosil juga tidak
ramah lingkungan dan faktanya menjadi penyebab utama pemanasan global. Untuk itu
diperlukan sumber-sumber energi alternatif untuk mengatasi keterbatasan sumber energi yang
tidak terbarukan seperti bahan bakar fosil dan mengantisipasi krisis energi di masa depan.
Energi alternatif yang bersih dan terbarukan meliputi energi surya, hidro, panas bumi, angin,
biofuel dan laut.
Sebagai kepulauan terbesar di dunia di bumi dengan lebih dari 17.000 pulau dan
tiga perempat dari luas wilayahnya merupakan perairan, Indonesia memiliki salah satu
potensi energi laut terbesar di dunia. Diperkirakan total potensi energi laut Indonesia
mencapai 100.000 megawatt (MW).
Energi laut yang bisa diperoleh dari perairan laut Indonesia meliputi pasang surut
air laut (tidal power), gelombang (wave power), Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC),
energi arus laut (current power), serta biofuel dari ganggang laut dan tumbuhan.
Jenis-Jenis Energi Laut
1. Energi gelombang
Energi gelombang adalah energi kinetik yang memanfaatkan beda tinggi
gelombang laut, dan salah satu bentuk energi yang dapat dikonversikan menjadi
energi listrik melalui parameter gelombangnya, yaitu tinggi gelombang, panjang
gelombang, dan periode waktunya. Sampai saat ini ada lima teknologi energi
gelombang yang telah diaplikasikan sebagai pembengkit listrik yaitu sistem Rakit
Cockerell/Pelamis, Tabung Tegak Kayser, Pelampung Salter, dan Tabung Masuda.
Konversi gelombang laut dengan tinggi rata-rata 1 meter dan periode 9 detik
mempunyai daya sebesar 4,3 kW per meter panjang gelombang. Sedangkan deretan
gelombang dengan tinggi 2 meter dan 3 meter dapat membangkitkan daya sebesar 39
kW per meter panjang gelombang.
2. Energi Pasang Surut
Energi pasang surut adalah energi kinetik dari pemanfaatan beda ketinggian
pasang permukaan laut antara saat pasang dan surut. prinsip kerja dari energi pasang

Potensi biomasa rumput laut sebagai bahan baku untuk proses konversi menjadi gas metana dilaporkan lebih dari 100 EJ (Exajoule)/tahun atau tiga kali lebih besar daripada sumber biomasa yang lain. karagenan. material biologis lainnya). budidaya perikanan laut air dingin (lobster.5 m/det. abalone. dengan selisih temperatur minimal 20oC OTEC merupakan salah satu teknologi masa depan bagi bangsa Indonesia. surut ini sama dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). system OTEC juga menghasil beberapa produk sampingan seperti. Biofuel dari Ganggang Laut Biofuel adalah bahan bakar yang tersusun atau diproduksi dari material biologis. selulosa. 5. dan meningkatkan populasi ikan di sekitarnya. biaya untuk proses produksinya sama dengan biaya proses konversi gandum menjadi gas metana. Selain itu. butanol. namun bahan bakar yang bersifat padat dan gas. fukoidan. alginat. dll). namun yang ideal adalah 2. 4. laminarin. biofuel bukan hanya bahan bakar yang bersifat cair. Energi Arus Laut Cara kerja pembangkit listrik tenaga arus laut tidak berbeda jauh dengan pembangkit listrik tenaga angin yang memanfaatkan putaran kincir untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik Kecepatan arus laut minimum yaitu kecepatan 2 m/detik. lithium. 3. Energi panas laut (Ocean Thermal Energy Conversion/OTEC) OTEC adalah pembangkit listrik dengan memanfaatkan perbedaan temperatur air laut di permukaan dan air laut dalam. biofuel cair (biodiesel dan bioetanol). . yang terdiri dari agar. manitol. seperti waduk Jatiluhur. dan amilum. pendingin ruangan (A/C). air tawar. Jadi. namun kaya akan karbohidrat yang digunakan untuk bahan baku untuk proses fermentasi etanol. dan proses untuk menghasilkan biogas. karena selain menghasilkan listrik. Jawa Barat. Ekstrak rumput laut tidak mengandung minyak. Kandungan karbohidrat total yang terdapat dalam rumput laut dapat mencapai 83%. dan biogas (gas metana dari material biodegradasi). salmon. Biofuel dapat meliputi biomasa (kayu bakar.

“Ocean Energy for Sustainable” http://www. Nawaly. http://www. “World Energy Recources 2016”. Dahuri.org/wp-content/uploads/2016/10/World-Energy-Resources- Full-report-2016.thejakartapost.com/academia/2016/04/13/ocean-energy-for-sustainable- development. “OTEC Potential in the Indonesian Seas”.pdf (diakses tanggal 24 Januari 2018) 3. Achiruddin.html (diakses tanggal 24 Januari 2018) 2. Syamsuddin.id/doc/energy/8%20-%20Energi%20Laut%20(METI). Rokhim dan Michael J.pdf (diakses tanggal 24 Januari 2018) 4. dkk. Daftar Pustaka 1. Donny. https://www. Mega L.or.com/?p=973 (diakses tanggal 24 Januari 2018) . “Rumput Laut Sebagai Bahan Baku Biofuel”.03. https://www. “Ocean Energy”. Spencer.worldenergy.kadin- indonesia. Hermanus. World Energy Council.10.com/science/article/pii/S1876610215000296 (diakses tanggal 24 Januari 2018) 5. http://biosmagz. dkk.sciencedirect.