You are on page 1of 4

Praktik ke : 5

Hari/Tanggal : Rabu, 7 Maret 2018

Laporan Analisis Bacaan Sosiologi Agribisnis
“JANJI DIUAPKAN, SAWIT DIPINDAHKAN”

Kelompok 5:

1. Fitri Royani (J3J117076)
2. Agista Ayuning Thias (J3J117206)
3. Ayu Subhaga (J3J117262)
4. Fahira Setia A (J3J217409)
5. Moh. Erik (J3J217435)
6. Afdar Zidan (J3J217484)

PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS
PROGRAM DIPLOMA IPB
2017

IKU mendirikan Koperasi Unit Desa Sinar Tani untuk mewakili mereka (Suku Kubu) dalam pengurusan bagi hasil. Pohon kelapa sawit yang ditanampun dibiarkan begitu saja tanpa perawatan.600 hektar kebun dan hutan milik 87 kepala keluarga Suku Kubu kepada PT. Suku Kubu yang tinggal di sekitar Rimba Singoan. Lalu. Pada tahun 1996. Syaratnya lahan mereka diserahkan ke perusahaan untuk dirombak menjadi kebun kelapa sawit. Janji yang diberikan PT IKU menggiurkan Suku Kubu. ke 16 orang Suku Kubu yang tidak bisa baca tulis itu dipaksa menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tanpa mengerti isinya. duku. polisi bertindak tidak jujur dalam kasus ini. pada 18 November 1996 dibuat perjanjian penyerahan 1. Tindakan warga Kubu ini tak lepas dari kekecewaan mereka terhadap janji yang diberikan PT.IKU. Dari seratusan yang diperiksa.IKU. Sebab setelah lahan mereka dibabat. Indo Kebun Unggul (IKU) di Sialang Puguk. SAWIT DIPINDAHKAN (Tempo. Warga sangat mengharap hasil penjualan sawit itu diberikan kepada mereka sesuai dengan perjanjian. . Sisa lahan milik warga Kubu ditelantarkan begitu saja setelah pohonnya ditebangi.IKU. tetapi belakangan tanda-tanda ketidakberesan mulai muncul. TEMA: KELEMBAGAAN INDUSTRI-AGROINDUSTRI JANJI DIUAPKAN. Suku Kubu tak memiliki sumber penghasilan tetap. 16 dinyatakan tersangka. durian. kebun sawit tersebut seharusnya sudah mulai panen pertamanya. karena mereka akan mendapatkan 70% dari luas lahan mereka yang diserahkan untuk dibangun kelapa sawit. April 2007) Pada akhir desember 2006. Awalnya terlihat mulus. sekitar 20 polisi mendatangi Desa Sialang Puguk. Mangara Siahaan. salah satu anggota pembela Suku Kubu. di Singoan. Selama ini Suku Kubu juga menanggung hutang kepada Bank Mandiri. sekitar 15 kilometer dari Jambi. Menurut Mangara. Di pengadilan belasan Suku Kubu juga tertatih-tatih mengikuti sidang. IKU pada tahun 1996 mengagunkan lahan milik Suku Kubu ke Bank Mandiri untuk mendapatkan kredit sebesar Rp23. karena PT. Sebelumnya diatas lahan itu tumbuh pohon karet. Bupati Batanghari mengeluarkan izin prinsip pembukaan kebun kelapa sawit tersebut. Polisi menuduh warga mencuri kelapa sawit milik PT. selain dibebankan pembayaran kredit pembangunan kebun sawit. PT. dan manga yang menjadi sumber penghidupan mereka. ditawari kerja sama membuka kebun kelapa sawit oleh PT. Tahun itu juga. Pada tahun 2000. Hingga pada akhirnya warga mengambil sawit walaupun di persidangan para warga Kubu menolak disebut sebagai pencuri. dengan memotong hasil panen buah sawit. Batanghari.3 M.

sebab setelah lahan mereka dibabat untuk kebun kelapa sawit. menimbulkan runtuhnya sistem sosial masyarakat dan menimbulkan kemiskinan! Jawaban: Pada tahun 1996. Dan juga dibebankan pembayaran kredit pembangunan kebun kelapa sawitdengan memotong hasil panen. sekitar 800 hektar lahan Suku Kubu itu ditanami kelapa sawit. Lalu pada 18 November 1996 dibuat perjanjian penyerahan 1. Indo Kebun Unggul (IKU). duku. Sebelumnya diatas lahan itu ditumbuhi pohon karet. 600 hektar diantaranya tumbuh subur tetapi belakangan sisa lahan milik warga Suku Kubu ditelantarkan begitu saja setelah pohonnya ditebangi. IKU melanggar peraturan daerah tentang pembinaan perkebunan kelapa sawit pola kemitraan. Syaratnya lahan mereka diserahkan kepada perusahaan tersebutuntuk dirombak menjadi kebun kelapa sawit. Perusahaan tidak mau memanen kelapa sawit. Jelaskan ketika model kelembagaan modern berupa perkebunan kelapa sawit pola kemitraan. dan manga. sehingga warga tidak mendapatkan uangnya. Batanghari..600 hektar kebun dan hutan milik 87 kepala keluarga milik Suku Kubu kepada PT. yang dilakukan warga Kubu sebenarnya tidak salah. Pada tahun 2000 kebun sawit itu seharusnya sudah mulai panen pertama. durian.IKU. Menurut Mangara. Penelantaran lahan oleh PT. Awalnya terlihat mulus. . Suku Kubu tak memiliki penghasilan tetap. Selain itu. Warga sangat merngharap penjualan sawit itu diberikan kepada mereka. Pohon kelapa sawit yang sudah ditanampun dibiarkan begitu sajatanpa perawatan.IKU menggiurkan Suku Kubu karena mereka akan mendapatkan 70% dari luas lahan mereka yang diserahkan untuk dibangun kebun kelapa sawit. diintroduksikan ke masyarakat tradisional (Suku Kubu). merubah ekologi dan kelembagaan masyarakat Suku Kubu. Pertanyaan: 1. Suku Kubu juga menanggung hutang kepada bank Mandiri. ditawari kerja sama membuka kebun kelapa sawit oleh PT. Suku Kubu yang tinggal disekitar Rimba Singoan. Janji yang diberikan PT. Kelembagaan perkebunan dengan pola kemitraan kelapa sawit. Hingga pada akhirnya warga mengambil sawit walaupun di persidangan para warga Kubu menolak disebut sebagai pencuri. tanpa memperhatikan sistem sosial yang ada.

Hingga warga Suku Kubu yang menjadi anggota KUD menjadi jatuh miskin  Pemimpin cenderung otokratis karena memanfaatkan kelemahan Suku Kubu yaitu kurangnya pengetahuan mengenai kerjasama dan perjanjian kontrak kerjasama Kelembagaan informal : Suku Kubu Kelemahan kelembagaan informal :  Tidak memiliki pengetahuan yang luas sehingga akan mudah dimanfaatkan oleh pihak lain  Tidak adanya kerja sama yang baik antar anggota masyarakat untuk sejahtera bersama 4.tetapi warga Kubu menolak disebut pencuri karena menurut mereka itu adalah hak mereka. 3. Perusahaan tidak kunjung memanen kebun kelapa sawit sehingga warga tidak mendapatkan uang dari hasil panen. Dalam bacaan telah dijelaskan bahwa PT.IKU merupakan pendiri dari KUD Sinar Tani. KUD ditunjuk untuk mewakili warga Suku Kubu dalam pembagian hasil tani. Sehingga KUD tidak bisa sepenuhnya membela warga Kubu karena KUD terikat dengan PT. Kelembagaan formal : Koperasi Unit Desa (KUD Sinar Tani) Kelemahan kelembagaan formal :  Tidak bertanggung jawab dalam kegiatan mensejahterakan anggotanya.2. IKU . Hingga pada akhirnya para warga mengambil beberapa kelapa sawit.