You are on page 1of 7

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan ujung

tombak untuk pembangunan kesehatan dalam rangka meningkatkan perilaku

hidup sehat masyarakat. Program PHBS di Rumah Tangga merupakan upaya

untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu

mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam

gerakan kesehatan di masyarakat. Menurut teori HL BLUM dalam Umaroh, Ayu

Khoirotul et.al (2016) diketahui bahwa status kesehatan individu erat kaitanya

dengan perilakunya, semakin baik perilaku yang berhubungan dengan kesehatan

maka status kesehatanya akan semakin baik. Rumah Tangga Ber-PHBS

didapatkan dari rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih

dan sehat. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) terdiri dari sepuluh

indikator yang mencakup perilaku individu dan gambaran rumah tangga (

Promkes 2009 dalam Riskesdas, 2013 : 147 ). Pada Indikator individu meliputi

pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi 0-6 bulan mendapat ASI

eksklusif, kepemilikan/ketersediaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, penduduk

tidak merokok, penduduk cukup beraktivitas fisik, dan penduduk cukup

mengonsumsi sayur dan buah. Indikator Rumah Tangga meliputi rumah tangga

memiliki akses terhadap air bersih, akses jamban sehat, kesesuaian luas lantai

dengan jumlah penghuni ( ≥8m2 / orang ), dan rumah tangga dengan lantai rumah

bukan tanah ( Menurut Riskesdas, 2013 : 147 ). Kriteria rumah tangga dengan

Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 21 Februari 2018 di daerah Tambak Cemandi Kalangayar Sidoarjo pada pukul 09. Namun sejauh belum pernah dilakukan penelitian mengenai Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) pada warga RT 04 RW 01 Tambak Cemandi Kalangayar.PHBS baik adalah rumah tangga yang memenuhi indikator baik. sebesar 6 indikator atau lebih untuk rumah tangga yang punya balita dan 5 indikator atau lebih untuk rumah tangga yang tidak mempunyai balita ( Menurut Riskesdas. sedangkan untuk masalah kesehatan mereka jika sakit tidak memeriksakan ke puskesmas dikarenakan jarak rumah dengan puskesmas sedati sangatlah jauh. 2013 : 148 ). Selain itu peneliti juga menemukan bahwa jika persediaan air bersih di daerah masyarakat Tambak Cemandi habis mereka akan kesusahan memperoleh air bersih.8%) dan terendah pada papua (16. hal tersebut dikarenakan jarak tempuh yang jauh untuk membeli air bersih.3% dengan provinsi tertinggi DKI Jakarta (56. sedangkan untuk air bersih mereka membeli air ke orang yang berjualan air. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dsaar ( RISKESDAS ) pada tahun 2013 bahwa provinsi nasional rumah tangga dengan PHBS baik adalah 32. 4 %). Proporsi rumah tangga melakukan PHBS menurut 10 indikator berdasarkan . Berdasarkan observasi secara langsung peneliti menemukan beberapa rumah masyarakat terdapat jamban buatan yang berada di pinggir sungai dan sungai yang berada di daerah tersebut tercemar tumpukan sampah rumah tangga.00 dengan wawancara secara langsung dengan 5 orang masyarakat yang ada di sekitar mengatakan bahwa rumah mereka belum memiliki WC / jamban.

.5%.4%. Dengan proporsi persalinan nakes (87.09%).9%.3%. Perilaku Merokok dalam rumah ketika bersama anggota rumah tangga 52. menimbang balita (68.7%. tidak merokok di dalam rumah. dan 59. dan buang air besar sembarangan 8. perilaku cegah jentik (77.6%. Perilaku konsumsi buah dan sayur per hari dalam seminggu tidak mengkonsumsi 1.6%. Proporsi rumah tangga berdasarakan fasilitas tempat buang air besar milik sendiri 82. BAB di jamban (81.1%.1%.Proporsi rumah tangga berdasarkan tempat pembuangan akhir tinja tangki septic 37. dan konsumsi sayur dan buah tiap hari (10. ≥15 porsi 3. 3 – 4 porsi 15.3%.2%).9%).3%. Memberi ASI eksklusif (38.6 %) sumber air bersih baik (82. sungai / danau / laut 11. Proporsi penduduk umum ≥10 tahun yang berperilaku benar dalam buang air besar di jamban 89. SPAL 0. tidak merokok di dalam rumah (78.7%).8% milik bersama 3. air ledeng eceran / membeli 34. Proporsi rumah tangga memenuhi criteria perilaku hidup bersih dan sehat 40.1% dan penampungan air hujan 0.6%.9%.2 %). 1 – 2 porsi 79.5%. kolam / sawah 0.8 %). Hasil studi wawancara yang dilakukan pada tanggal 21 Februari 2018 di daerah Tambak Cemandi melalui .2% dan berperilaku cuci tangan pakai sabun sebelum makan serta BAB 41. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 dalam angka Provinsi Jawa Timur tahun 2013 di Kota Sidoarjo dengan proporsi rumah tangga berdasarakan sumber air untuk keperluan rumah tangga menggunakan air ledeng / PDAM 20. merokok di dalam rumah dan 47. dan kurang aktif 36. aktifitas fisik setiap hari (52.RISKESDAS 2013.9%.5%.2% PHBS baik.4%. umum 4.08 %). sumur gali tidak terlindungi 10.9%.8%). Perilaku Aktifitas Fisik secara aktif 63.8% PHBS kurang.4%. Cuci tangan dengan benar (47.4 %).

baik kesehatan pribadi maupun kesehatan anak serta keluarga untuk mencapai keharmonisan keluarga. 2016) mengungkapkan bahwa “ Kesehatan masyarakat sebagai faktor penunjang keberhasilan pembangunan bangsa. Menciptakan hidup sehat sebenarnya sangatlah mudah serta murah. mengingat manfaat kesehatan yang sangat penting bagi setiap manusia. mulai dari konsentrasi dalam bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari tentu memerlukan kesahatan. Sedangkan untuk pekerjaan warga Tambak Cemandi mereka mayoritas seorang nelayan. serta adanya kesadaran akan pentingnya nilai – nilai hidup sehat yang termanifestasi dalam perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. dalam Lutfin Andyana. dari 60 KK warga Tambak Cemandi ada 45KK ( Kartu Keluarga ) atau sekitar 75% yang mempunyai kamar mandi tetapi tidak mempunyai jamban sedangkan 25% atau 15 KK ( Kartu Keluarga ) mempunyai kamar mandi dan jamban. dibandingkan biaya yang harus kita keluarkan untuk pengobatan apabila mengalami gangguan kesehatan. melindungi diri dari ancamaan penyakit. Menurut Indriwati (2015. penting untuk direalisasikan oleh seluruh masyarakat. serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat ”. mencegah resiko terjadinya penyakit. Akan tetapi yang kebanyakan yang terjadi sudah mengidap penyakit baru mengobati sehingga akan membuat kerugian tersendiri bagi yang . berperilaku sehat dan hidup dalam lingkungan sehat. Hidup sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan oleh setiap orang. Kondisi ini ditandai dengan keadaan masyarakat yang berkarakter.dkk.ketua RT 04 mengatakan bahwa ada 60 KK ( Kartu Keluarga ).

mulai dari tahap pengkajian. Menurut Depkes ( 2013 dalam Nunun Nurhajati.mengalaminya. meningkatkan dan melindungi kesehatannya sehingga masyarakat sadar. ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. 2014 ) mengungkapkan bahwa “ Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga. mau. Menurut Depkes RI. dan pelaksanaan serta pemantauan dan penilaian. karena rumah tangga yang sehat merupakan asset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga. perencanaan. anggota rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan PHBS ”. Menteri Kesehatan Republik Indonesia telah membuat Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011 yang mengatur upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat atau disingkat PHBS di seluruh Indonesia dengan mengacu kepada pola manajemen PHBS. . dan mampu secara mandiri ikut aktif dalam meningkatkan status kesehatannya ( Nunun Nurhajati. 2014 ). oleh karena itu untuk mencegah penyakit tersebut. Upaya tersebut dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam memelihara. Beberapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit menular dan penyakit tidak menular. ( 2007 dalam Nunun Nurhajati 2014 ) mengungkapkan bahwa “ Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat ”.

Berdasarkan permasalah latar belakang diatas Peran perawat memberikan health education ini sangat penting untuk mengatasi kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di warga Tambak Cemandi RT 04 RW 01.3. Selain itu kita perlu menyadarkan mereka bahwa pentingnya menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat. Mengidentifikasi perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat tambak cemandi 2.2 Rumusan Masalah Bagaimana gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) pada Masyarakat Tambak Cemandi Kalanganyar? 1. 1. 1. Dengan cara mengajak masyarakat sekitar melakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah yang berserakan di sungai maupun lingkungan sekitar rumah warga. Mengambarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat tambak cemandi 1.3 Tujuan 1.4 Manfaat 1.4.3.1 Tujuan Umum Menganalisa gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) pada Masyarakat Tambak Cemandi Kalanganyar.1 Manfaat Teoritis .2 Tujuan Khusus 1.

Bagi Masyarakat Peneliti ini bertujuan untuk membantu masyarakat tambak cemandi untuk mengetahui betapa pentingnya menjaga hidup yang bersih dan sehat bagi kesehatan tubuhnya agar tidak terkena berbagai penyakit. 1. Bagi Pemerintah Hasil penelitian ini dapat sebagai pertimbangan dan pemerintah lebih peduli untuk memperhatikan kehidupan yang bersih dan sehat bagi warganya.4. . Karena dengan hidup yang bersih dan sehat warga tidak ada dengan mudah terkena penyakit. Bagi Institusi Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi untuk memperdalam ilmu keperawatan komunitas terutama dalam mengajarkan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. 3. 2. Penelitian ini diharapakan dapat membantu masyarakat tambak cemandi untuk mengetahui betapa pentingnya menjaga hidup yang bersih dan sehat bagi kesehatan tubuhnya agar tidak terkena berbagai penyakit.2 Manfaat Praktis 1.