You are on page 1of 25

LAPORAN TUTORIAL

“PARTOGRAF”

Disusun oleh :
Ratih Andriani 2013730089
Rinaldy Agung Kurnia 2013730093
Aulia Febriana Romadhona 2013730104
Nia Fitriyani 2013730161
Ferdi Ragil Hidayat 2013730039
Muhammad Indra Jodi 2013730154
Wulandari 2013730121
Rizkianna Narwiningtyas 2013730094
Sari Rahmawati Tajudin 2013730098
Agus Jamjam Maulana 2011730119
Sarah Nadia Rahmayanti 2012730097

Pembimbing:

dr. Edy Purwanta, Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2018

1

KASUS

A. IDENTITAS
Nama : Ny. E
Nama suami : Tn. Arif
Umur : 42 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Status : Menikah
Masuk RS : 12 Maret 2018

B. ANAMNESIS

Keluhan Utama :
Keluar darah dari jalan lahir sejak ± 3 hari yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien hamil 11 minggu datang dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir banyak seperti
haid dan bergumpal-gumpal berwarna merah kehitaman dari jalan lahir sejak 3 hari SMRS
dan pasien bisa sehari 6x ganti softex penuh disertai mules dan nyeri perut bagian bawah
saat berada di rumah. Ini merupakan hamil yang ke tiga dan belum pernah keguguran
sebelumnya. Mual dan muntah disangkal, lendir (-), demam(-), pusing(-). lima jam SMRS,
pasien telah melakukan pemeriksaan USG di dr. Sp. OG puskesmas johor, dan
interpretasinya adalah abortus inkomplit.

Riwayat penyakit dahulu/ operasi: Ibu menyangkal menderita asma, tekanan darah tinggi
dan kencing manis, tidak pernah operasi sebelumnya.

2

kadang terasa nyeri dan teratur. anak hidup(2) 1. Riwayat Pengobatan : Ibu mengkonsumsi vitamin untuk hamil tapi lupa apa nama obatnya Riwayat Alergi : Riwayat Alergi obat dan makanan. HPHT 20-12-2017. aterm(0).cuaca disangkal. 2. masa pernikahan 25 tahun Riwayat haid : Haid pertama kali usia 16 tahun. siklus haid 28 hari. 3000 gr/ sehat.Riawayat Penyakit keluarga : Ibu menyangkal dikeluarga ada yang menderita asma. taksiran persalinan 27 september 2018 Riwayat ANC : Pasien sudah memeriksakan kehamilan 2 kali ke dokter. 3200 gr/ sehat. premature(2). tekanan darah tinggi dan kencing manis. Riwayat Alergi : Disangkal Riwayat Operasi : Disangkal Riwayat perkawinan : Ini merupakan perkawinan yang pertama. 3 . abortus(0). Lama haid 7 hari. Riwayat Persalinan :Gravida(3). 2009/ RS/ aterm/ partus spontan/ bidan/ penyulit (-)/ laki-laki. sebulan sekali. 2002/ RS/ aterm/ partus spontan/ bidan/ penyulit (-)/ laki-laki.

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Baik Kesadaran : composmentis TD : 110/80 mmHg Nadi : 88x/mnt Napas: 24 x/mnt Suhu : 36. wheezing -/-.C. septum deviasi (-) Mulut : Sianosis (-) Mukosa bibir lembab Thorax Pulmo : Inspeksi  pergerakan dinding dada simetris. Palpasi  vocal fremitus normal. ronki -/- Cor : Inspeksi  ictus cordis tidak terlihat Palpasi  ictus cordis tidak teraba 4 .8 0C Status generalis Kepala : Normocephal Mata : Konjungtiva anemi (-)/(-) Sclera ikterik (-)/(-) Reflex pupil (+)/(+) Hidung : Secret (-)/(-). nyeri tekan (-) Perkusi  sonor pada lapangan paru Auskultasi  vesicular +/+.

Pengeluaran : darah segar (+). . nyeri tekan (-) Genitalia : pengeluaran pervaginam berupa darah Ekstremitas : akral hangat. tidak tampak adanya luka pada portio. gumpalan darah (+). Palpasi : Tidak teraba adanya pembangkakan. Inspekulo : tidak tampak ada luka dinding vagina. Auskultasi  bunyi jantung 1 dan 2 murni reguler. murmur (-) Abdomen : Supel. edema (-/-) Pemeriksaan Ginekologi Inspeksi :vulva vagina belum membuka. tidak teraba massa. OUE terbuka (+). pembukaan 1 jari sempit . 5 . nyeri tekan (-) Leopold I : TFU tidak teraba Leopold II : Tidak dapat dinilai Leopold III : Tidak dapat dinilai Leopold IV : Tidak dapat dinilai Pemeriksaan dalam (Vagina Toucher) : . tampak darah sedikit menumpuk pada canalis servikalis. gallop (-). masa atau cairan pada kelenjar bartholini. Pemeriksaan Obstetri Abdomen : Supel. . tidak tampak adanya peradangan pada vagina. perineum tidak menonjol. Vulva/vagina normal. Portio : tebal lunak.

Kesan : sisa kehamilan (+). Pemeriksaan Ultrasonografi transabdominal • Pemeriksaan USG dari Sp.. 6 .OG : (+) Abortus Inkomplit.

Pemeriksaan lab Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Leukosit 10.00 menit 4. 7 .5 gr/dl Ht 34 35 – 47 % Trombosit 260.20 x106 3.000 150. pembukaan 1 jari sempit . Portio : tebal lunak.  KU= baik. Ini merupakan hamil yang ke tiga dan belum pernah keguguran sebelumnya.000 – 440.000/mm3 BT 1.  Pemeriksaan dalam (Vagina Toucher) : .60-11.30 menit 1.00/mm3 Hb 11. Vulva/vagina normal. S. Resume Seorang wanita 42 tahun G3P2A0 hamil 11 minggu datang dengan keluhan keluar darah banyak seperti haid dan bergumpal-gumpal dari jalan lahir sejak 3 hari SMRS disertai mules saat berada di rumah. .5 11.20 x 106 MCV 82 fl 80-100 fl MCH 27 pg 26-34 pg MCHC 33g/dl 32-36 g/dl D.00 menit eritrosit 4.generalis =baik  Pemeriksaan ginekologi Inspekulo : tidak tampak ada luka dinding vagina.44 3.80-5. tampak darah sedikit menumpuk pada canalis servikalis.00 – 3.7 – 15.00 – 6.00 menit CT 4. tidak tampak adanya luka pada portio.

4. Sp. Anestesi umum 2. Masukkan pronalges suppositoria 8 . Lepas tenakulum. Melakukan sonde uterus 10 cm 5. . lakukan kuret tajam dan tumpul hingga bersih 6. Pengeluaran : darah segar (+). Masukkan speculum dan pasang tenakulum pada arah jam 11 untuk memfiksasi portio. Assessment • G3P2A0 hamil 11 minggu dengan Abortus Inkomplit Rencana Tindakan • Infus Cairan RL 20 tpm • R/ Curetase.OG Tanggal pembedahan : 13-3-2018 Diagnosa pembedahan : G3 P2 A0 dengan Abortus inkomplit Diagnosa Pasca bedah : G3 P2A0 dengan Abortus inkomplit Tindakan : Kuretase Laporan bedah : 1. gumpalan darah (+). kontrol perdarahan 7. Dilakukan asepsis dan antisepsis dengan iodine pada vulva dan sekitarnya 3.Helmina. LAPORAN BEDAH Dokter ahli : dr. Mulai mengeluarkan jaringan dengan cunam abortus. Lepaskan speculum 8. Prognosis • Ibu : Qou Vitam ad bonam Qou Fungsionam ad bonam • Anak : Qou ad vitam malam Qou ad fungsionam malam F.

O : KU : Baik TD : 110/70 mmHg. 9. FOLLOW UP 13-3-2018 S : pasien mengatakan masih mengeluarkan darah sedikit-sedikit. Selesai G. RR : 18x/menit. S :36. HR : 78x/menit.8 0C Conjunctiva anemis (-/-) A: G3 P2 A0 dengan Abortus inkomplit post kuretase hari ke-1 P : IVFD : RL = 20 tpm Asam mefenamat 3 x 500 mg Amoksisilin 3 x 500 mg Ku sudah membaik boleh pulang 9 .

Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus spontan antara 15-20% dari semua kehamilan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Definisi Abortus Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Tinjauan Pustaka ABORTUS I. harus diperhatikan agar ibu dan suaminya tida terkena trauma psikis di kemudian hari. hanya sedikit memberikan gejala atau tanda sehingga biasanya ibu tida melapor atau berobat. spesialis Penyakit Dalam. dan Spesialis Jiwa. Bila perlu dapat ditambah pertimbangan oleh tokoh agama terkait. Kalau dikaji lebih jauh kejadian abortus sebenarnya bisa mendekati 50%. Angka kejadian abortus sukar ditemukan karena abortus provokatus banyak yang tidak dilaporkan. Abortus provokatus ini dibagi 2 kelompok yaitu abortus provokatus medisinalis dan abortus provokatus kriminalis. 15-20% merupakan abortus psontan atau kehamilan ektopik. Abortus yang berlangsung tanpa tindakan disebut abortus spontan. Disebut medisinalis bila didasarkan pada pertimbangan dokter untuk menyelamatkan ibu. Hal ini dikarenakan tingginya angka chemical pregnancy loss 10 . kecuali bila sudah terjadi komplikasi. Sekitar 5% dari pasangan mengalami 3 atau lebih keguguran yang berurutan. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. sedangkan abortus yang terjadi dengan sengaja dilaokukan tindakan tersebut disebut abrtus provokatus. Sementara itu. Abortus spontan dan tida jelas umur kehamilannya. Setelah dilakukan terminasi kehamilan. dari kejadian yang diketahui. Di sini pertimbangan dilakukan oleh minimal 3 dokter spesialis yaitu spesialis Kebidanan dan Kandungan.

obat-obat dan sebagainya dapat mempengaruhi baik hasil konsepsi maupun lingkungan hidupnya dalam uterus. 2. poliploidi. Endarteritis dapat terjadi dalam villi koriales dan menyebabkan oksigenisasi plasenta terganggu. Umumnya lebih dari satu penyebab. virus. Kejadiannya sekitar 3-5%. Sebagian besar kegagalan kehamilan ini dikarenakan kegagalan gamet (misalnya sperma dan disfungsi oosit). pasangan punya risiko 15% untuk mengalami keguguran lagi. Bila lingkungan di endometrium di sekitar tempat implantasi kurang sempurna sehingga pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi terganggu. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian janin atau cacat. Beberapa studi meramalkan bahwa risiko abortus setelah 3 abortus berurutan adalah 30-50%. risikonya akan meningkat 25%. Hal-hal yang dapat menyebabkan abortus dapat dibagi sebagai berkut: 1. dan kemungkinan pula keinginan kromosom seks. Abortus habitualis adalah abortus yang terjadi berulang tiga kali secara berturut-turut. Kelainan yang sering ditemukan pada abortus spontan ialah trisomi. Pengaruh ini umumnya dinamakan pengaruh teratogen. pada kehamilan lebih lanjut biasanya janin dikeluarkan dalam keadaan masih hidup. 11 . Etiologi Pada kehamilan muda abortus tidak jarang didahului oleh kematian mudigah. Radiasi.Sebaliknya. Keadaan inui bisa terjadi sejak kehamilan muda misalnya karena hipertensi menahun. b) Lingkungan kurang sempurna. c) Pengaruh dari luar. Faktor- faktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan ialah sebagai berikut: a) Kelainan kromosom. sedangkan bila pernah 2 kali. Data dari beberapa studi menunjukkan bahwa setelah 1 kali abortus spontan. sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kematian janin. Penyebab abortus (early pregnancy loss) bervariasi dan sering diperdebatkan. Kelainan pada plasenta.yang tidak bisa diketahui pada 2-4 minggu setelah konsepsi. Kelainan berat biasanya menyebabkan kematian mudigah pada hamil-muda. II.

laparotomi. sehingga umumnya plasenta tida dilepaskan sempurna yang dapat menyebabkan banyak perdarahan. atau plasmodium dapat melalui plasenta masuk ke janin. atau robekan serviks luas yang tidak dijahit. dan kemudian terjadilah abortus. atau kelainan-bawaan uterus dapat menyebabkan abortus. disusul beberapa waktu kemudian plasenta. harus diingat bahwa hanya retroversion uteri gravid inkarserata atau mioma submukosa yang memegang peranan penting. keracunan. Patologi Pada awal abortus terjadilah perdarahan dalam desidua basalis kemudian diikuti oleh nekrosis jaringan di sekitarnya. Toksin. 12 . sehingga menyebabkan kematian janin. servik inkompeten yang dapat disebabkan oleh kelemahan bawaan pada serviks. Pada kehamilan 14minggu ke atas umumnya yang dikeluarkan setelah ketuban pecah ialah janin. dan penyakit menahun seperti brusellosis. Keadaan ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkan isinya. malaria. amputasi. peritonitis umum. pielonefritis. Penyakit ibu Penyakit mendadak. konisasi. Tetapi. seperti pneumonia. Sebab lain abortus dalam trimester ke 2 ialah. dilatasi serviks berlebihan. 3. Kelainan traktus genital Retroversio uteri. bakteri. II. mononucleosis infeksiosa. virus. sehingga merupakan benda asing dalam uterus. Peristiwa abortus inui menyerupai persalinan dalam bentuk miniature. dan lain-lain dapat menyebabkan abortus. Pada kehamilan antara 8 sampai 14 minggu villi koriales menembus desidua lebih dalam. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu hasil konsepsi itu biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. toksoplasmosis juga dapat menyebabkan abortus walaupun lebih jarang. miomata uteri. Anemia berat. tifus abdominalis. Hal tersebut menyebabkan hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya. Perdarahan tidak banyak jika plasenta segera terlepas dengan lengkap. 4.

Sebagai kemungkinan diagnosis lain harus difikirkan (1) kehamilan ektopik yang terganggu. mungkin pula janin telah mati lama (missed abortion). rasa nyeri di perut bagian bawah. perut membesar karena terisi cairan. Dalam tingkat lebih lanjut ia menjadi tipis seperti kertas nperkamen (fetus papiraseus). Bentuk inui menjadi mola karnosa apabila pigmen darah telah diserap dan dalam sisanya terjadi organisasi. 13 . Bentuk lain adalah mola tuberose. dapat dilakukan kuldosentesis dan bila darah-tua dapat dikeluarkan dengan tindakan ini. Hasil konsepsi pada abortus dapat dikeluarkan dalam berbagai bentuk. tenggorok menjadi lembek. dan tumor di belakang uterus. Tetapi keluhan nyeri biasanya lebih hebat pada kehamilan ektopik. sering terdapat pula rasa mules. Apabila mudigah yang mati tidak dikeluarkan dalam waktu singkat. pembukaan serviks dan adanya jaringan dalam kavum uteri atau vagina. maka ia dapat diliputi oleh lapisan bekuan darah. Apabila gejala-gejala menunjukkan kehamilan ektopik-terganggu. janin mongering dank arena cairan amnion menjadi kurang oleh sebab diserap. dalam hal ini amnion tampa berbenjol-benjol karena terjadi hematoma antara amnion dan korion. III. diagnosis kelainan dapat dipastikan. Kemungkinan lain pada janin-mati yang tida lekas dikeluarkan ialah terjadinya maserasi. Diagnosis dan penanganan Abortus harus diduga bila seorang wanita dalam masa reproduksi mengeluh tentang perdarahan pervaginam setelah mengalami haid terlambat. (3) kehamilan dengan kelainan pada serviks. (2) mola hidatidosa. dan seluruh janin berwarna kemerah-merahan. Isi uterus dinamakan mola kruenta. Gravindex) bilamana hal itu dikerjakan. kulit terkupas. Pada janin yang telah meninggal dan tida dikeluarkan dapat terjadi proses mumifikasi. Kecurigaan tersebut diperkuat dengan ditentukannya kehamilan muda pada pemeriksaan bimanual dan dengan tes kehamilan secara biologis (Galli Mainini) atau imunologik (Pregnosticon. Ada kalanya kantong amnion kosong atau tampak di dalamnya benda kecil tanpa bentuk yang jelas (blighted ovum). Harus diperhatikan macam dan banyanya perdarahan. Dalam kedua keadaan tersebut ditemukan amenorea disertai perdarahan per vaginam. Kehamilan ektopik-terganggu dengan heamtokel retrouterina kadang-kadang agak sukar dibedakan dari abortus dengan uterus dalam posisi retroversi. sehingga semuanya tampa seperti daging. ia menjadi agak gepeng (fetus kompressus).

Secara klinik dapat dibedakan antara abortus imminens. dan abortus septic. missed abortion. dan abortus kompletus. abortus insipiens. perlu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi. Karsinoma servisis uteri. abortus habitualis. IV. pemeriksaan sitologik dan biopsy dapat menentukan diagnosis dengan pasti. abortus infeksiosus. Selanjutnya dikenal pula abortus servikalis. Perdarahan dari kelaianan tersebut dapat menyerupai abortus. Apabila ada kecurigaan terhadap mola hidatidosa. abortus inkompletus. Jenis dan derajat abortus DERAJAT Diagnosis Perdarahan Serviks Besar uterus Gejala lain Abortus Sedikit hingga Tertutup Sesuai umur Plano tes(+) imminens sedang kehamilan Kram Uterus lunak Abotus Sedang hingga Terbuka Sesuai atau lb Kram uterus lunak insipiens banyak kecil Abortus Sedikit hingga Terbuka Lebih kecil dari Kram inkomplit banyak umur kehamilan Keluar jaringan Uterus lunak Abortus Sedikitatau tidak Lunak (terbuka Lebih kecil dari Sedikit/kram komplit ada atau tertututp) umur kehamilan (-) Uterus kenyal Missed Sedikit dan warna Agak kenyal dan Lebih kecil dari Gejala kehamilan abortion kehitaman tertutup umur kehamilan menghilang Uterus tak membesar 14 .Pada mola hidatidosa uterus biasanya lebih besar daripada lamanya amnorea dan muntah lebih sering. polypus serviks dan sebagainya dapat menyertai kehamilan. Pemeriksaan dengan speculum.

Gejala Klinis: . Abortus Iminens Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu. Osteum uteri masih tertutup . Gejala klinis: .Besar uterus masih sesuai dengan umur kehamilan . dimana hasil konsepsi masih dalam uterus. Diperhatikan ukuran biometri janin/ kantong gestasi apakah sesuai dengan umur kehamilan berdasarkan HPHT. Penderita mengeluh mulas sedikit atau tidak sama sekali . Perdarahan pervaginam . Tes kehamilan masih positif Pemeriksaan Penunjang: USG Diperlukan untuk mengetahui pertumbuhan janin yang ada dan mengetahui keadaan plasenta apakahn sudah terjadi pelepasan atau belum. dan tanpa adanya dilatasi serviks. Abortus Insipiens Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka. Besarnya uterus masih sesuai dengan umur kehamilan .Tes kehamilan masih positif 15 .Perdarahan bertambah . akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran.Penderita mengeluh mulas .

Gerak janin dan gerak jantung masih masih jelas. walau mungkin sudah tidak normal.Perhatikan pula ada tidaknya pelepasan plasenta dari dinding uterus. Pemeriksaan penunjang: USG . Abortus Inkompletus Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada sebagian yang tertinggal.Biasanya terlihat penipisan serviks uterus atau pembukaannya. kanalis servikalis masih terbuka dan teraba jaringan dalam kavum uteri atau menonjol pada ostium uteri eksternum. Hanya dilakukan bila kita ragu dengan diagnosis secara klinis. . Besar uterus sudah lebih kecil dari umur kehamilan dan kantong gestasi sudah sulit dikenali 16 . . Pada pemeriksaan vagina. hasil konsepsi masih tertinggal di dalam uterus.Pemeriksaan penunjang: USG . . Gejala Klinis: Perdarahan biasanya masih terjadi jumlahnyapun bisa banyak atau sedikit bergantung pada jaringan yang tersisa.Akan didapati pembesaran uterus yang masih sesuai dengan umur kehamilan. .

17 .Kadar haemoglobih rendah akibat anemia haemorrhagik. Darah lengkap . . PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK Laboratorium a.LED dan jumlah leukosit meningkat tanpa adanya infeksi. Besar uterus tidak sesuai dengan umur kehamilan. Semua hasil konsepsi telah dikeluarkan. V. Abortus kompletus Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. osteum uteri telah menutup. uterus sudah mengecil sehingga perdarahan sedikit.

Pada blighted ovum. Detik jantung janin terlihat pada kehamilan dengan CRL > 5 mm (usia kehamilan 5 – 6 minggu). Pada missed abortion. Perdarahan retrochorionic yang luas ( > 25% ukuran kantung kehamilan). Pada abortus imimnen. Ultrasonografi USG transvaginal dapat digunakan untuk deteksi kehamilan 4 – 5 minggu. Prognosis buruk bila dijumpai adanya : . Pada abortus inkompletus. mungkin terlihat adanya kantung kehamilan (gestational sac GS) dan embrio yang normal. Frekuensi DJJ yang perlahan ( < 85 dpm ). endometrium nampak saling mendekat tanpa visualisasi adanya hasil konsepsi.Dengan melakukan dan menginterpretasi secara cermat. . abortus spontan atau kehamilan ektopik). Terjadinya kehamilan abnormal (blighted ovum. . Tes kehamilan Penurunan atau level plasma yang rendah dari β-hCG adalah prediktif. terlihat adanya embrio atau janin tanpa ada detik jantung janin. kantung kehamilan umumnya pipih dan iregular serta terlihat adanya jaringan plasenta sebagai masa yang echogenik dalam cavum uteri. Pada abortus kompletus. Kantung kehamilan yang besar dengan dinding tidak beraturan dan tidak adanya kutub janin. terlihat adanya kantung kehamilan abnormal tanpa yolk sac atau embrio 18 . pemeriksaan USG dapat digunakan untuk menentukan apakah kehamilan viabel atau non-viabel.b.

Kehamilan intrauterine 8 minggu. Terlihat gambaran embrio (E) dan yolk sac (YS) Blighted ovum Kantung gestasi (Gestational Sac ) yang kosong 19 .

β hCG saat ini > 100 mIU 20 . Kematian embrio pada kehamilan 8 minggu Terlihat dinding kantung kehamilan (GS) yang iregular dan Yolk sac yang mengempis Uterus yang kosong ( U ) dengan masa adneksa (A) yang diduga adalah kehamilan ektopik.

Abortus dengan risiko (unsafe abortion) • Terminasi kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita atau pasangannya melalui cara yang mempunyai risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa wanita tersebut karena dilakukan oleh individu yang tidak mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang sangat diperlukan. tangkai daun yang bergetah. AKDR ekstraksi AKDR. Penapisan komplikasi serius • Syok • Perdarahan hebat 21 . alilestenol ) Abortus insipiens. Misalnya: • Bahan dan tindakan yang digunakan: • Batang kayu. batang plastik dimasukan kavum uteri. adneksa ataupun usus. Jika pengakhiran kehamilan tidak segeramengancam keselamatan ibu atau kecacatan yg berat janin. akar pohon kayu. Penatalaksanaan Jenis abortus Penatalaksanaan Abortus imminens Istirahat baring Pertimbangkan infeksi antibiotika. defisiensi hormonal (didrogesteron. Kelanjutan abortus imminens yang diupayakan terapi inkomplit dan missed gagaldilakukan evakuasi massa kehamilan/sisa konsepsi dg abortion kuretase atau AVM Abortus habitualis (3 Umumnya disebabkan anomali kromosom investigasi genetis kali atau lebih) Defisiensi hormonal Inkopetensi serviks  Shirodkar/Mc Donald sebelum usia 12-14 minggu Abortus terapetik Terminasi suatu kehamilan atas indikasi ibu. • Pemijatan langsung ke korpus uteri hingga terjadi memar di dinding perut. serta menggunakan peralatan yang tidak memenuhi persyaratan minimal bagi suatu tindakan medis. kandung kemih.VI.

selimut dsb  Pucat (konjuctiva. tangan dan bibir)  Pusing.kesadaran menurun INFEKSI / SEPSIS  Demam tinggi (>38 C). • Infeksi/ sepsis • Trauma intra abdomen SYOK • Segera lakukan penilaian tanda-tanda syok: • Nadi cepat dan lemah • Turunnya tekanan darah (sistolik < 90 mmHg dan diastolik < 60 mmHg) • Pucat ( terutama palpebra. telapak tangan dan bibir) • Berkeringat banyak. kain. menggigil. apatis atau kehilangan kesadaran • Pernafasan cepat (> 30X/mt) Perdarahan hebat  Perdarahan banyak merah. palpebra. segar dengan/tanpa bekuan  Darah membasahi pakaian. berkeringat  Sekret vaginan berbau  Kaku dan tegang pada dinding perut bawah  Cairan mukopurulen melalui ostium serviks  Nyeri goyang serviks Protokol syok hipovolemik • Kemungkinan penyebab • Perdarahan • Sepsis • Dehidrasi • Reaksi vaso-vagal (neurogenik) 22 . gelisah.

tts/mt (tgt derajat syok dan hasil restorasi awal). tentukan jenis dan derajat syok • Pucat (konjunctiva. infus sementara dilanjutkan. kemudian 500/20 menit kedua. Pemberian lanjutan40. spasme  Terapi inisial  Bebaskan jalan nafas  Berikan oksigen 6 – 8 l/mt  Berikan cairan NaCl isotosis atau RL perinfus 1000/20 menit pertama. Umumnya diperlukan 1500-3000ml 23 . produksi urin. telapak tangan) • Turunnya tekanan darah (<90/60mmHg atau tak terukur) • Nadi cepat dan tegangan nadi kurang • Pernafasan cepat. pantau tanda vital. pantau cairan masuk keluar. tidak teratur atau tidak dapat dihitung • Gelisah. kemudian 40-60tts/mt. • Jangan berikan sesuatu melalui mulut • Konsentrasi Hb< 8 gr% atau Hmt< 20% perlu transfusi • Setelah stabilisasi pasien. Umumnya syok hipovolemik membutuhkan 3 lt. 500 ml pada 20 menit kedua. • Periksa tanda vital. dangkal. segera lakukan evakuasi kavum uteri. setengah sadar atau tidak sadar • Produksi urin menurun (< 30 ml/ jam) Penanganan awal • Bebaskan jalan nafas • Berikan oksigen 6-8 lt/mt • Infus NaCl isotonis atau RL 100 ml dalam 20 menit pertama. Penanganan syok septik  Riwayat perdarahan yang lama (lebih 7 hari)  Upaya abortus provokatus atau trauma organ genital  Demam  Nyeri perut bawah. perhatikan kelebihan cairan.

5 mikrogram /kgbb dalam larutan isotosis naikan perlahan hingga ada respon tanda vital dan produksi urin  Antibiotika (kombinasi 3 golongan) o Ampicillin 1 gr. Klindamisin 600 mg setiap 8 jam o Sefalosporin 1 gr. Gentamisin 80 mg dan Mettronidazol 1 gr per 8jam o PPC 4.  Terapi definitif  evakuasi sisa kehamilan. Kloramfenikol 500 mg per 6 jam. 24 . Jangan berikan sesuatu peroral  Hb < 8gr% atau Hmt < 20% transfusi darah  Bila setelah restorasi belum ada perbaikan berikan dopamin awal 2. Gentamicin 80 mg.8 jt unit.

html 25 . 21st Ed. cet I Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Kenneth J. Ed 4. cet I Jakarta : EGC 2009. Williams Manual Of Obstetri. DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo Sarwono. http://medicastore. Leveno et al.com/obat_kategori/1/index.2008. Ilmu Kebidanan.