You are on page 1of 10

Bab 12

Inhibitor Kolinesterase & Antagonis Farmakologis Lainnya Terhadap
Agen Blok Neuromuskuler
Pembalikan blokir neuromuskuler yang (norepinefrin). Asetilkolin disintesis dalam saraf
tidak lengkap dari agen dan sisa kelumpuhan terminal dengan enzim cholineacetyltransferase,
pasca-prosedur yang berhubungan dengan yang mengkatalisis reaksi antara acetylcoenzyme
morbiditas; Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi A dan kolin (Gambar 12-1). Setelah dilepas,
secara hati-hati blokade neuromuscular dan asetilkolin dengan cepat dihidrolisis oleh
antagonis farmakologis yang tepat sangat acetylcholinesterase (true cholinesterase)
dianjurkan setiap kali pemberian pelumpuh otot. menjadi asetat dan kolin.
Penggunaan klinis utama dari inhibitor
cholinesterase, yang juga disebut
antikolinesterase, adalah untuk membalikkan
blokade otot nondepolarisasi. Beberapa agen ini
juga digunakan untuk mendiagnosa dan
mengobati myasthenia gravis. Baru-baru ini,
agen yang lebih baru, seperti siklodekstrin dan
sistein, dengan kemampuan unggul untuk
membalikkan blokade neuromuskuler dari agen
tertentu, sedang diteliti dengan hasil yang
menjanjikan. Berikut ini adalah bab pembahasan
farmakologi kolinergik dan mekanisme inhibisi
acetylcholinesterase dan menyajikan
farmakologi klinis yang umumnya digunakan
inhibitor cholinesterase (neostigmin, Gambar 12.1 Sintesis dan hidrolisis dari
asetilkolin.
edrophonium, pyridostigmine, dan
physostigmine). Ini diakhiri dengan deskripsi Asetilkolin adalah neurotransmitter untuk
singkat dan mekanisme kerja beberapa zat seluruh sistem saraf parasimpatis (ganglion
pembalikan unik. parasimpatis dan sel efektor), bagian dari sistem
saraf simpatik (ganglion simpatik, medula
Farmakologi Kolinergik adrenal, dan kelenjar keringat), beberapa neuron
Istilah kolinergik mengacu pada efek dari dalam sistem saraf pusat, dan saraf somatic yang
neurotransmitter asetil kolin, yang bertentangan melemaskan otot rangka (Gambar 12-2).
dengan efek adrenergik atau adrenalin

2 Sistem saraf parasimpatis menggunakan asetilkolin sebagai neurotransmitter preganglionik dan postganglionik. nikotin. muscarine) dan beberapa antagonis (misalnya. Gambar 12. Meskipun reseptor nikotinick dan otonom dan reseptor otot rangka (reseptor muskarinik berbeda dalam respon mereka nikotinik).. TABEL 12. Reseptor kolinergik telah dibagi menjadi nikotinik diblokir oleh pelumpuh otot (juga dua kelompok besar berdasarkan reaksi mereka disebut blocker neuromuskuler).1 Karakteristik reseptor kolinergik. Reseptor secara klinis tersedia menolak hidrolisis oleh . (Gambar 12-3). dan reseptor terhadap alkaloid muscarine dan nikotin muskarinik diblokir oleh obat antikolinergik. Agonis kolinergik reseptor nikotinik dan muskarinik. Bandingkan alkaloid ini dengan asetilkolin ( Gambar 12–1 ). keduanya merespon muscarinic). sedangkan muscarine mengaktifkan terhadap beberapa agonis (misalnya. sel efektor organ akhir pada otot bronkus halus. Gambar 12. dan nodus sinoatrial (reseptor vekuronium vs atropin). Nikotin merangsang ganglia seperti atropin.3 Struktur molekul nikotin dan muscarin. kelenjar ludah. Sistem saraf pusat memiliki kedua asetilkolin (Tabel 12-1).

bagaimanapun. Dengan demikian. Namun. Neostigmin spontan). Dalam dosis yang untuk bersaing dengan agen nondepolarisasi. Mereka digunakan Ketika membalikkan blokade dalam oftalmologi dan lebih umum sebagai neuromuskular. lebih tahan lama. ikatan nikotinik. dan ekskresi bertahap tampaknya memiliki efek prejunctional yang dari tubuh relaksan nondepolarisasi (reversal meningkatkan pelepasan asetilkolin. metabolisme. sering dibantu oleh administrasi agen memiliki efek agonis langsung (tapi lemah) dari reversal tertentu (reversal farmakologis). Mobilisasi asetilkolin dan Cholinesterase inhibitor secara tidak langsung pelepasan oleh saraf juga dapat ditingkatkan meningkatkan jumlah asetilkolin yang tersedia (mekanisme prasinaps). dan ireversibel ke enzim. Pelumpuh otot nondepolarisasi inhibitor juga digunakan dalam diagnosis dan bertindak dengan bersaing dengan asetilkolin pengobatan myasthenia gravis. Stabilitas ikatan Selain itu. berlebihan. bethanechol digunakan untuk atoni kandung Organofosfat. reseptor nicotinic. Cholinesterase motorik. asetilkolinesterase dapat berkontribusi pada Pembalikan blokade tergantung pada difusi. reversibel mengikat enzim. Metakolin dan bethanechol adalah mempengaruhi durasi kerja. bergantung pada pengikatan asetilkolin pada durasi yang biasanya singkat dapat diatasi reseptor kolinergik nikotinik pada endplate dengan meningkatkan dosis. Daya tarik agonis muskarinik utama. Edrofonium redistribusi. tujuan utamanya adalah untuk pestisida. samping yang minimal dari muskarinik. membentuk ikatan yang sangat stabil topikal untuk galukoma sudut terbuka. neuromuskular nondepolarisasi. obat ini memperpanjang blokade . untuk tempat pengikatan ini. mungkin sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat hilangnya obat dari CARA KERJA plasma. bukti klinis dari hal ini kurang. penghambat cholinesterase kemih. penghambat acetylcholinesterase sehingga membangun kembali transmisi secara paradoks mempotensiasi blokade neuromuskuler normal. Standard dogma menyatakan bahwa neostigmin dalam dosis Penghambat cholinesterase tinggi dapat menyebabkan blokade saluran menonaktifkan acetylcholinesterase denga secara reseptor. sehingga Mekanisme aksi selain inaktivasi menghalangi transmisi neuromuskuler.kolinesterase. pemulihan fungsi neuromuskular. sedangkan carbachol elektrostatik dan ikatan hidrogen dari memiliki aktivitas agonis muskarinik dan edrophonium yang berumur pendek. dan carbachol dapat digunakan secara khusus. Durasi klinis penghambat memaksimalkan transmisi nikotinat dengan efek cholinesterase yang digunakan dalam anestesi. Metakolin melalui inhalasi telah kovalen neostigmin dan pyridostigmine yang digunakan sebagai tes provokatif pada asma. Perbedaan durasi kerja dapat diatasi Transmisi neuromuskuler normal sangat dengan penyesuaian dosis.

lambung. Dengan demikian. reseptor muscarinic dan nikotinat dalam sistem saraf pusat. inhibitor inhibitor cholinesterase mempengaruhi lebih dari cholinesterase digunakan untuk membalikkan reseptor nicotinic otot skeletal (Tabel 12-2). Efek samping muskarinik yang tidak diinginkan diminimalisir dengan pemberian obat antikolinergik bersamaan. Reseptor Serebral -Physostigmine adalah Edrofonium memiliki sedikit atau tidak ada efek penghambat cholinesterase yang melintasi sawar pada pseudokolinesterase. TABEL 12-2 Efek samping muskarinik muntah. Mual pascaoperasi. Neostigmin dan sampai Reseptor pulmoner -Muscarinic dapat batas tertentu pyridostigmine menunjukkan menyebabkan bronkospasme (kontraksi otot beberapa aktivitas penghambat polos) dan peningkatan sekresi saluran pseudocholinesterase terbatas. darah otak dan dapat menyebabkan aktivasi neostigmin dapat menyebabkan blokade electroencephalogram akibat penggunaan depolarisasi neuromuskular lemah. bradikardia yang dapat berkembang menjadi plate depolarisasi) dan penghambatan aktivitas sinus arrest. dan inkontinensia alfi telah dikaitkan penghambat kolinesterase. tetapi efeknya pernapasan. Dalam dosis besar. pseudokolinesterase. reseptor kolinergik beberapa sistem organ lain. seperti atropin sulfat atau glycopyrrolate. Reseptor gastrointestinal -Muscarinic termasuk sistem kardiovaskular dan stimulasi meningkatkan aktivitas peristaltik gastrointestinal. Inaktivasi reseptor acetylcholine FARMAKOLOGI KLINIS nicotin dalam sistem saraf pusat dapat Karakteristik Farmakologi Umum memainkan peran dalam aksi anestesi umum. Peningkatan asetilkolin yang disebabkan oleh Tidak seperti physostigmine. blocker neuromuskuler tidak melewati sawar Inhibitor cholinesterase dapat bekerja pada darah otak. Dua mekanisme dapat Reseptor kardiovaskular -efek menjelaskan efek yang terakhir ini: peningkatan muskarinik dominan pada jantung adalah asetilkolin (yang meningkatkan motorik end. Durasi kerja sama antara inhibitor cholinesterase.depolarisasi suksinilkolin. dan usus) dan sekresi kelenjar (misalnya saliva). terhadap acetylcholinesterase jauh lebih besar. dengan penggunaan inhibitor cholinesterase. (esofagus. Pembersihan disebabkan oleh kedua metabolisme hepatik (25% sampai 50%) dan ekskresi ginjal (50% sampai 75%). setiap perpanjangan aksi pelumpuh otot .

kedutan pertama dari kebalikan secara proporsional lebih cepat dari train-of-four[TOF]) harus hadir sebelum agen kerja pendek dan kerja sedang. Keuntungan pembalikan dicoba. Maka dari itu pelumpuh tunggal yang teraba 5 detik stimulasi tetanik otot kerja sedang membutuhkan dosis yang lebih pada 50 Hz berarti blokade sangat intensif yang rendah disbanding agen reversal (untuk tidak dapat dikembalikan. dari komplikasi pernapasan pascaoperasi. pemulihan spontan dengan kadar yang pemulihan spontan kedutan pertama dari TOF. termasuk lebih rendah dari paralisis residual yang terjadi pilihan dan dosis inhibitor cholinesterase yang di ruang pemulihan dan risiko yang lebih rendah diberikan. tidak adanya kedutan kedutan tinggi 10%). untuk agen yang bertindak lebih mungkin dapat berlangsung lebih dari 1 jam lama. Misalnya. Beberapa bukti eksresi atau metabolisme yang memberikan pemulihan spontan (yaitu.nondepolarisasi dari insufisiensi ginjal atau hati biasanya lebih cepat dibandingkan dengan mungkin akan disertai dengan peningkatan neostigmin. adekuat karena reaksi kebalikan farmakologi Sebaliknya. Hitungan posttetanic (jumlah ini dapat hilang dalam kondisi yang berkedut teraba setelah tetanus) umumnya berhubungan dengan kerusakan organ yang berkorelasi dengan waktu kembalinya kedutan parah (misalnya. dosis besar neostigmin durasi kerja inhibitor cholinesterase yang sesuai. mivakurium pada pasien dengan menjadi intens. Berbagai faktor Waktu yang diperlukan untuk yang terkait dengan kebalikan yang lebih cepat membalikkan blok nondepolarisasi sepenuhnya dapat pula bererkaitan dengan kejadian yang bergantung pada beberapa faktor. kedutan posttetanic Bergantung pada dosis dari pelumpuh otot yang teraba muncul sekitar 10 menit sebelum diberikan. dan yang terjadi bersama memperpanjang pemulihan. dengan pelumpuh otot yang antagonis. Dosis berlebihan pada memblokade pada kadar yang sama) dibanding inhibitor cholinesterase sebenarnya agen kerja panjang. menyebabkan pembalikan lebih cepat daripada Sebagai aturan. dan blok dangkal lebih mudah dibalik tidak ada respon terhadap rangsangan saraf darioada membalikkan blok dalam (yaitu. intermediate-acting relaksan inhibitor cholinesterase yang dapat segera membalikkan lebih cepat dari relaksan long- membalikkan blok yang begitu kuat sehingga acting. atrakurium dan vekuronium. kedutan pertama dari dengan pelumpuh otot kerja panjang karena TOF muncul sekitar 40 menit setelah kedutan mereka belum mempunyai metabolisme yang posttetanic teraba jelas. perifer tetanik. berarti dan ekskresi yang lambat. tidak ada jumlah dosis kecil. dan tingkat blokade sebelum pembalikan. Untuk agen perantara seperti pseudokolinesterase atipikal homozigot). seperti pancuronium. pembalikan withedrophonium . Selain itu. penggunaan vekuronium pada pertama dari TOF dan oleh karena itu pasien dengan gagal hati) atau defisiensi enzim kemampuan untuk membalikkan kelumpuhan (misalnya.

pyridostigmine.08 mg/kg (sampai 5 mg pada orang kepekaan (bertahan mengangkat kepala  dewasa). sedasi yang Neostigmin terdiri dari gugus karbamat dan adekuat juga harus tersedia. Gambar 12-4 Struktur molekul neostigmin. Yang terakhir mengkonfirmasi adekuat dari reversal. Oleh karena itu. kepala atau kaki pada pasien yang sadar. semakin baik sensitivitas dari sebuah tes (100- Hz tetani 50-Hz tetani atau TOF  tinggi Dosis & Kemasan sebuah kedutan). dan physostigmine. titik akhir disarankan diberikan secara aman (Tabel 12-3). dari blokade neuromuskular.5 mg/mL dan 0. lebih lanjut dapat . edrophonium. Dalam situasi terakhir. Tanda-tanda klinis dari Dosis maksimum neostigmin yang dianjurkan pembalikan yang adekuat juga bervariasi dalam adalah 0. meskipun 0. pelumpuh otot nondepolarisasi kecuali kebalikan lengkap dapat ditunjukkan atau direncanakan Inhibisi Spesifik Cholinesterase NEOSTIGMIN pasca operasi meliputi intubasi berkelanjutan dan Struktur Fisik ventilasi. Metode kuantitatif yang terbaru untuk menilai pemulihan TABEL 12-3 Pilihan dan dosis inhibitor cholinesterase-antikolinergik. umum. semakin tinggi frekuensi sdari timulasi. Secara menyebabkan molekul lipid yang tidak larut. sehingga tidak dapat melewati sawar darah otak. tetapi jumlah yang lebih kecil sering kekuatan inspirasi > kapasitas vital Volume cukup dan dosis yang lebih besar juga dapat tidal). Yang Pemicu sebuah saraf perifer juga harus terlebih dahulu memberikan ikatan kovalen ke digunakan untuk memantau kemajuan dan acetylcholinesterase.25 mg/mL pasien yang dibius atau bertahan mengangkat konsentrasi juga tersedia. Neostigmin pemulihan yang berkelanjutan tetanus selama 5 ini paling sering dikemas dalam 10 mL dari 1 detik dalam menanggapi stimulus 100-Hz pada mg/mL. Agen pembalikan harus secara rutin mengurangi kejadian kelumpuhan diberikan kepada pasien yang telah menerima neuromuskuler sisa pasca operasi. kelompok surfaktan (Gambar 12-4). seperti acceleromyography.

dan ileus paralitik. Onset Pyridostigmine adalah 20% ampuh sebagai aksi glycopyrrolate (0. Telah dilaporkan bahwa neostigmine dapat menembus Pertimbangan Klinis plasenta. . (0. yang berkepanjangan pada pasien geriatri. banyak dokter menggunakan dosis neostigmin kecuali bahwa amonium kuaterner 0.2 mg glycopyrrolate per 1 neostigmin dan dapat diberikan dalam dosis mg neostigmin) mirip dengan neostigmin dan sampai dengan 0. sehingga dapat terjadi bradikardia pada Onset aksi pyridostigmine lebih lambat (10-15 janin.25 mg/kg (total 20 mg pada berhubungan dengan kurangnya takikardia orang dewasa). mencapai puncak pada 10 perbedaan dalam hasil pasien.5 mg) jika blokade yang dimasukkan ke dalam cincin fenol. waktu untuk pemulihan penuh dari fungsi neuromuskular akan PYRIDOSTIGMIN bergantung pada agen nondepolarisasi yang Struktur Fisik digunakan dan intensitas blokade. dan berlangsung lebih dari 1 jam.04 mg/kg) biasanya tidak ada bukti bahwa hal ini membuat terlihat dalam 5 menit.08 mg/kg (atau 5 mg) jika mengikat acetylcholinesterase dan lemak yang kelumpuhan intens sedang terbalik. Neostigmin juga menit.4 mg atropin per 1 mg neostigmin).04 mg/kg (atau 2. Durasi kerja tidak larut. setelah 0. dan mungkin pilihan yang lebih baik dari agen durasinya sedikit lebih panjang (>2 jam). tetapi Efek dari neostigmin (0. Dalam Pyridostigmine secara struktural mirip dengan prakteknya. Dengan demikian. secara teoritis.08 mg/kg. pembalikan tidak lengkap dalam 10 menit atonia kandung kemih. Ini tersedia sebagai cairan dalam disbanding dengan pengalaman dengan atropin 5 mg/mL. Bagian sudah ada sebelumnya adalah ringan sampai Pyridostigmine kovalen neostigmin yang sedang dan dosis 0. Efek samping muskarinik diminimalisir dengan atau Dosis & Kemasan sebelum pemberian agen antikolinergik. atropin menit) dibandingkan dengan neostigmin.Pertimbangan Klinis antikolinergik dibandingkan glycopyrrolate pada pasien hamil yang mendapat neostigmin. Jika digunakan untuk mengobati miastenia gravis.

Dosis yang dikurangi tidak boleh dari physostigmine membatasi kegunaannya digunakan. tetapi membuatnya efektif terhadap edrophonium. sehingga antikolinergik. Edrofonium memiliki onset yang paling cepat (1-2 menit) dan durasi terpendek yang Pertimbangan Klinis memberikan pengaruh terhadap setiap inhibitor Kelarutan lipid dan penetrasi sistem saraf pusat cholinesterase.14 mg atropin Dosis & Kemasan per mL).05 mg per 1 mg terhadap mengembalikan intens blokade pyridostigmine) atau atropin (0. Meskipun EDROPHONIUM glycopyrrolate (0. dia dapat larut neostigmin. Glycopyrrolate lebih dibanding neostigmin atau pyridostigmine. disukai karena onset lama dan kerja yang lebih hanya membutuhkan setengah jumlah dari agen baik cocok dengan pyridostigmine. yang Dosis & Kemasan memiliki kelompok karbamat tapi tidak memiliki Edrofonium kurang dari 10% ampuh dibanding gugus yang kuat. Dosis yang lebih tinggi dalam pengobatan toksisitas antikolinergik memperpanjang durasi kerja lebih dari 1 jam.007 mg per 1 mg Struktur Fisik edrophonium) juga dapat digunakan. sentral yang disebabkan oleh overdosis atropin Edrofonium mungkin tidak seefektif neostigmin atau skopolamin. Dosis yang direkomendasikan dalam lemak dan merupakan inhibitor adalah 0. membalikkan . dengan atropin sebagai obat campuran (Enlon- Plus. harus Karena tidak memiliki gugus karbamat. 10 mg edrophonium dan 0. Oleh karena itu. efek pyridostigmine) juga harus diberikan untuk muskarinik dari edrophonium dinyatakan kurang mencegah bradikardi.014 mg atropin per 1 mg edrophonium). tersedia bebas melewati penghalang sawar darahotak. Selain itu. karena pelumpuh otot kerja panjang sebagai agen reversal untuk blokade mungkin memberikan efek yang lebih lama nondepolarisasi. Hal ini dikemas sebagai larutan yang Pertimbangan Klinis mengandung 1 mg/mL.Glycopyrrolate (0. Edrofonium tersedia sebagai cholinesterase yang hanya tersedia secara klinis larutan yang mengandung 10 mg/mL. Dosis physostigmine adalah 0. nonkovalen dengan enzim acetylcholinesterase. Struktur Fisik Physostigmine adalah sebuah amina tersier.1 mg per 1 mg neuromuskular. Dalam dosis yang sama. sangat cocok dengan atropin (0.03 mg/kg. diberikan beberapa menit sebelum edrophonium edrophonium harus bergantung pada ikatan untuk mencegah kemungkinan bradikardi. Kelompok amonium kuaterner membatasi PHYSOSTIGMINE kelarutan lemak.01-0. Onset cepat Edrofonium ini kurang takikardia.5-1 mg/kg.

itu tidak akan membalikkan Selain inhibitor cholinesterase. unik (sugammadex dan L-sistein) saat ini sedang Kemungkinan efek samping muskarinik lainnya diteliti di Amerika Serikat. namun atropin harus segera tersedia. Ini dilaporkan sebagian antagonis morphine. Berbeda dengan inhibitor nondepolarisasi. mungkin karena morfin mengurangi pelepasan asetilkolin di otak. Bradikardia jarang terjadi dalam rentang dosis yang dianjurkan. pembersihan dan waktu paruh dari mengikat agen baru yang saat ini tersedia untuk penggunaan relaksan. muntah.04 mg/kg) telah terbukti efektif dalam mencegah menggigil pasca operasi. seperti obat-obatan dan gangguan mengacu pada gula.menginduksi depresi pernapasan. beberapa agen khusus pada molekul struktural gamma-siklodekstrin). sedangkan sistein telah terbukti sehingga ekskresi ginjal tidak penting. Struktur tiga dimensi yang menyerupai kerucut terpotong atau donat berlubang dengan rongga hidrofobik dan eksterior hidrofilik. Ini adalah mempengaruhi blokade neuromuskular (Tabel modifikasi dari gamma-siklodekstrin (su 12-4). . dua obat yang efek sistem saraf pusat dari physostigmine. physostigmine hampir membalikkan induksi aminosteroid blokade sepenuhnya dimetabolisme oleh esterase plasma. dan gammadex mengacu elektrolit. Selain itu. Karena glycopyrrolate tidak melewati AGEN PEMULIHAN NON-CLASSIC sawar darah-otak. PERTIMBANGAN LAIN Pemulihan dari blokade neuromuskular SUGAMMADEX dipengaruhi oleh kedalaman blok pada saat Sugammadex adalah selektif relaksan yang antagonisme. untuk membalikkan efek blok neuromuskular dari gantacurium dan fumarat lainnya.beberapa depresi sistem saraf pusat dan delirium TABEL 12-4 Faktor potensial blokade neuromuscular berhubungan dengan penggunaan benzodiazepin dan anestesi volatil. agen ini bertindak termasuk air liur berlebihan. Physostigmine (0. dan sebagai pelumpuh otot antagonis selektif kejang-kejang. Interaksi hidrofobik menjebak obat (misalnya. dan dosis yang berulang mungkin diperlukan. neuromuscular. Sugammadex mampu cholinesterase lainnya. dan faktor-faktor lain yang penggunaan klinis di Eropa. dengan potensi membalikkan neuromuskular memblokir efek pelumpuh otot nondepolarisasi Struktur Fisik yang memiliki manfaat singkat. Efek ini bersifat sementara.

Ini dapat mengakhiri aksi pembentukan adduct dan inaktivasi masih dalam pemblokiran neuromuskular dan menahan obat tahap investigasi. diberikan 3 menit setelah pemberian 0. terutama dalam hal keamanan dalam cairan ekstraselular di mana tidak dapat dan kemanjuran pada manusia. kompleks pejamu yang larut dalam air dalam Metode unik dari antagonisme oleh dengan rasio 1:1. Sugammadex pada dasarnya dieliminasi melalui ginjal. Karena beberapa kekhawatiran tentang hipersensitivitas dan reaksi alergi. dan fumarat lainnya cepat bergabung dengan L-cysteine in vitro untuk membentuk produk degradasi kurang aktif (adduct). Ini menghasilkan pembalikan cepat dan efektif baik dangkal dan mendalam saat induksi rocuronium blokade neuromuskular secara konsisten.9 diamati dalam 2 menit. pemulihan rasio TOF 0. antagonisme ini ditemukan donat).rocuronium) di rongga siklodekstrin (lubang waktu 2-3 menit. sehingga menghasilkan pembentukan lebih unggul dihasilkan oleh antikolinesterase. gantacurium.6 mg/kg rocuronium. L –CYSTEINE L-cysteine adalah asam amino endogen yang sering ditambahkan ke regimen nutrisi parenteral total untuk meningkatkan kelarutan kalsium dan fosfat. berinteraksi dengan reseptor nicotinic acetylcholine. Pemblokir neuromuscular yang memiliki kerja pendek. sugammadex belum disetujui oleh US Food and Drug Administration. Pertimbangan Klinis Sugammadex telah diberikan dalam dosis 4-8 mg/kg. Dengan suntikan 8 mg/kg. Administrasi eksogen L-cysteine (10- 50 mg/kg intravena) diberikan kepada monyetdan dibius dalam 1 menit setelah agen memblokir neuromuskuler ini dihapuskan dalam .