You are on page 1of 7

LEARNING OBJEVTIVE

1. Etiologi Rhinitis alergi?
2. Diagnosis banding pada skenario?
3. Klasifikasi Rhinitis alergi?
4. Prinsip diagnosis dan penatalaksanaan?
5. Kemungkinan penyebab RA dalam skenario(di kamar mandi)?
6. Penanganan asma-kontrol?

JAWABAN

1. Rhinitis alergi biasanya terjadi pada anak usia dini dan disebabkan oleh reaksi imunoglobulin E
(IgE)-mediated ke berbagai alergen pada mukosa hidung. Sensitisasi terhadap alergen luar dapat
terjadi pada rhinitis alergi pada anak-anak yang lebih dari 2 tahun; Namun, sensitisasi pada anak
usia 4-6 tahun lebih umum. Klinis sensitisasi signifikan terhadap alergen dalam ruangan dapat
terjadi pada anak-anak muda dari 2 tahun. Alergen yang paling umum termasuk tungau debu,
danders hewan peliharaan, kecoa, jamur, dan serbuk sari.

Referensi : Pediatric Allergic Rhinitis by Jack M Becker on emedicine.medscape.com updated
may 04 2016

2. – Rinitis akut : Rinitis akut adalah peradangan pada mukosa hidung yang berlangsung akut (<12
minggu). Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun iritan. Radang sering
ditemukan karena manifestasi dari rinitis simpleks (common cold), influenza, penyakit eksantem
(seperti morbili, variola, varisela, pertusis), penyakit spesifik, serta sekunder dari iritasi lokal atau
trauma.
-Rinitis vasomotor : Rinitis vasomotor adalah salah satu bentuk rinitis kronik yang tidak diketahui
penyebabnya (idiopatik), tanpa adanya infeksi, alergi, eosinofilia, perubahan hormonal, dan
pajanan obat (kontrasepsi oral, antihipertensi, B-bloker, aspirin,klorpromazin, dan obat topikal
hidung dekongestan). Rinitis non alergi dan mixed rhinitis lebih sering dijumpai pada orang
dewasa dibandingkan anak-anak, lebih sering dijumpai pada wanita dan cenderung bersifat
menetap.

Referensi : Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Layanan Primer edisi revisi 2014

3. Rekomendasi dari WHO Initiative ARIA (Allergic Rhinitis and it’s Impact on Asthma), 2001,
rinitis alergi dibagi berdasarkan sifat berlangsungnya menjadi:
1.Intermiten, yaitu bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu.
2.Persisten, yaitu bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan/atau lebih dari 4 minggu.
Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi:
1. Ringan, yaitu bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktivitas harian,bersantai,
berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu.
2.Sedang atau berat, yaitu bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut di atas.

Pada rinitis alergi kronis atau penyakit granulomatous. Mulut sering terbuka dengan lengkung langit-langit yang tinggi.Pada rongga hidung dapat ditemukan massa seperti polip dan tumor. 3.Terpaparnya debu tungau biasanya karpet serta sprai tempat tidur. 2001 4. berwarna pucatatau kebiruan (livide).Bersin merupakan gejala khas. disertai adanya sekret encer.Lingkungan dengan kelembaban yang tinggi merupakan faktor risiko untuk untuk tumbuhnya jamur.Wajah: a. sehingga akan menyebabkan gangguan pertumbuhan gigi . Hitung eosinofil dalam darah tepi dan sekret hidung. atau dapat juga ditemukan pembesaran konka inferior yang dapat berupa edema atau hipertropik. Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan : Pasien datang dengan keluhan keluarnya ingus encer dari hidung (rinorea). c. 2. hidung tersumbat dan rasa gatal pada hidung (trias alergi) . b. serta dinding lateral faring menebal.Mukosa edema. polip dan hipertrofi konka tidak akan menyusut. 3. Bersin lebih dari lima kali sudah dianggap patologik dan perlu dicurigai adanya rinitis alergi dan ini menandakan reaksi alergi fase cepat. biasanya terjadi berulang. c. dapat terlihat adanya deviasi atau perforasi septum. Jika kental dan purulen biasanya berhubungan dengan sinusitis. 2. sedangkan edema konka akan menyusut.Perhatikan adanya allergic salute. basah. Pemeriksaan Ig E total serum . suhu yang tinggi.Dengan dekongestan topikal. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1.Referensi : WHO Initiative ARIA (Allergic Rhinitis and it’s Impact on Asthma). 5. pemeriksaan fisik. tipis dan banyak.Allergic shiners yaitu dark circles di sekitar mata dan berhubungan dengan vasodilatasi atau obstruksi hidung. dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan. 2. 1. Pemeriksaan Penunjang Bila diperlukan dan dapat dilakukan di layanan primer. 4. yaitu gerakan pasien menggosok hidung dengan tangannya karena gatal. sehingga dapat timbul gejala alergis. Pada kulit kemungkinan terdapat tanda dermatitis atopi.geligi (facies adenoid). Nasal crease yaitu lipatan horizontal (horizontal crease) yang melalui setengah bagian bawah hidung akibat kebiasaan menggosok hidung keatas dengan tangan. terutama pada pagi hari.Faring: dinding posterior faring tampak granuler dan edema (cobblestone appearance).Rinoskopi anterior: a. bersin. Lidah tampak seperti gambaran peta (geographic tongue). b. Faktor Risiko 1. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis.Adanya riwayat atopi. Gejala lain berupa mata gatal dan banyak air mata.

selain itu dapat juga dengan imunoterapi Konseling dan Edukasi Memberitahu individu dan keluarga untuk: 1.Kriteria Rujukan 1. namun hanya bila hidung sangat tersumbat dan dipakai beberapa hari (< 2 minggu) untuk menghindari rinitis medikamentosa. Obat yang biasa digunakan adalah oxymetazolin atau xylometazolin. 2. Anti histamin generasi 2: loratadin. 2. dilakukan: 1. Dekongestan oral: pseudoefedrin. mometason furoat dan triamsinolon.Bila perlu dilakukan Prick Test untuk mengetahui jenis alergen. Pemeriksaan penunjang lanjutan Bila diperlukan. fenilefrin. 6. siproheptadin.Terapi oral sistemik a.Spatula lidah Prognosis Ad vitam: Bonam Ad functionam: Bonam Ad sanationam: Dubia ad bonam . budesonid. digunakan untuk menentukan alergen penyebab rinitis alergi pada pasien. 5. 4. klorfeniramin.Preparatsimpatomimetik golongan agonis alfa dapat dipakai sebagai dekongestan hidung oral dengan atau tanpa kombinasi antihistamin. Preparat kortikosteroid dipilih bila gejala sumbatan hidung akibat respons fase lambat tidak dapat diatasi dengan obat lain. Menghindari alergen spesifik 2. Hal ini dapatmenurunkan gejala alergi.Antihistamin Anti histamin generasi 1: difenhidramin. fenilpropanolamin. 3. 2. flutikason. Menyingkirkan faktor penyebab yang dicurigai (alergen). Lampu kepala/ senter 2. Menghindari suhu ekstrim panas maupun ekstrim dingin. Obat yang sering dipakai adalah kortikosteroid topikal: beklometason.Bila perlu dilakukan tindakan operatif. Uji kulit atau Prick Test. Preparat antikolinergik topikal adalah ipratropium bromida yang bermanfaat untuk mengatasi rinoreakarena aktivitas inhibisi reseptor kolinergik pada permukaan sel efektor. flunisolid.Terapi lainnya dapat berupa operasi terutama bila terdapat kelainan anatomi.Terapi topikal dapat dengan dekongestan hidung topikal melalui semprot hidung. Selalu menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani.Pemeriksaan radiologi dengan foto sinus paranasal. cetirizine b.Spekulum hidung 3. 7.Pemeliharaan dan peningkatan kebugaran jasmani telah diketahui berkhasiat dalam menurunkan gejala alergis 3.Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1. Peralatan 1.

medscape. dan mengatur suhu udara terinspirasi. silia. Singkatnya. Tujuan dari hidung adalah untuk menyaring. lapisan tipis lendir. udara dingin) menyebabkan rhinitis jangka pendek. Jumlah aliran darah ke setiap lubang hidung mengatur ukuran turbinat dan mempengaruhi ketahanan aliran udara.Referensi : Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Layanan Primer edisi revisi 2014 5. hasil rhinitis dari mekanisme pertahanan lokal di hidung saluran udara yang mencoba untuk mencegah iritasi dan alergi memasuki paru-paru. Sebuah triad unsur fisik (yaitu. Iritasi (misalnya.com updated may 04 2016 . Referensi : Pediatric Allergic Rhinitis by Jack M Becker on emedicine. asap rokok. Sifat partikel tersaring dapat mempengaruhi hidung. alergen menyebabkan kaskade kejadian yang dapat menyebabkan reaksi inflamasi berkepanjangan lebih signifikan. Namun. Memahami fungsi dari hidung penting untuk memahami rhinitis alergi (AR). melembabkan. dan vibrissae [rambut] sebagai perangkap partikel di udara) sebagai pengaturan suhu. Hal ini dicapai pada area permukaan besar tersebar di 3 turbinates di setiap lubang hidung.

tabel penanganan asma berdasarkan beratnya keluhan .6.

.

Referensi : Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Layanan Primer edisi revisi 2014 .