You are on page 1of 13

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 03 No.

02 Tahun 2014, 201-207
ISSN: 2302-4496

Pengembangan Alat Praktikum Gelombang Stasioner untuk Melatihkan Keterampilan Proses Siswa
SMA Kelas XI

Khristi Widiastutik, Madlazim
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
E-mail: khristi.widiastutik@yahoo.com

Abstrak
Penelitian pengembangan yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan dan
keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat praktikum gelombang stasioner meliputi
peningkatan ketercapaian hasil belajar siswa, peningkatan ketercapaian keterampilan proses siswa, dan
respon siswa. Pengembangan alat praktikum ini menggunakan model pengembangan 4-D yaitu define,
design, dan develop. Tahapan desseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu. Tahap uji coba
terbatas pada siswa menggunakan One Group Pre Test and Post Test Design. Data hasil penelitian yang
diperoleh kelayakan alat praktikum yang berdasarkan kalibrasi alat praktikum dan validasi dari ahli
berkategori layak digunakan. Keterlaksanaan pembelajaran baik, yang diindikasikan dengan adanya
peningkatan ketercapaian hasil belajar dan keterampilan proses siswa, respon siswa terhadap alat
praktikum yang dikembangkan adalah baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat
praktikum layak digunakan untuk melatihkan keterampilan proses siswa SMA kelas XI.

Kata Kunci: Pengembangan, Alat praktikum, keterampilan proses siswa.

Abstract
This research aims to describe advisability and implementation in learning using standing wave tool kit and
increase outcomes of students in learning, increase science process skills, and student’s response. This
development of tool kit using 4-D model as define, design and develop. But the stage disseminate is not done in
this research because limitation of time. The process of learning in the classroom is using one group pre test and
post test design. The result of data research is advisability of tool kit that based on calibration and validation of
tool kit is categorized well. Implementation in learning using tool kit is good, it’s indicated by increasing of
students learning outcomes and science process skills, and student’s response toward tool kit development is
good. Based on the result of research, it concludes that the standing wave tool kit is able to facilitate science
process skills for students of senior high school grade XI.

Keywords: Development, Tool Kit, Science Process Skills.

i
PENDAHULUAN n
Ilmu pengetahuan alam (IPA) mempunyai peran m
e
penting terhadap kemajuan teknologi. Oleh sebab itu y
peningkatan kualitas pendidikan perlu diperbaiki dan a

diperbaharui. Hal itu dapat dilakukan dengan tidak
mengabaikan salah satu komponen dalam bidang pendidikan maupun pembelajaran. Mutu pendidikan sangat
bergantung pada kualitas pendidikan di sekolah yang tercermin dari keberhasilan belajar siswa.
Pada proses pembelajaran sekarang, keberhasilan
siswa hanya mengacu pada evaluasi belajar siswa dengan
mengabaikan keterampilan proses yang dilakukan siswa.
Keterampilan proses diabaikan karena perkembangan
ilmu pengetahuan semakin pesat sehingga banyak

tersebut secara lengkap dengan harapan siswa mampu memahami semua konsep dengan baik meskipun terbatas oleh waktu yang digunakan dalam pembelajaran. Namun pembelajaran menggunakan metode ceramah sama halnya siswa tidak dilatih untuk berketerampilan proses untuk menemukan konsep secara mandiri. melainkan siswa hanya menghafal konsep yang diberikan oleh guru. Sehingga dengan kondisi yang sedemikian rupa. Pembelajaran untuk melatihkan keterampilan proses sejalan dengan Permendikbud Nomor 65 (2013) yaitu . guru menggunakan metode ceramah sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Madlazim 201 .Khristi Widiastutik.

Oleh karena itu peneliti ingin mengkaji pengembangan alat praktikum gelombang stasioner untuk siswa SMA kelas XI. karena keterbatasan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan waktu maka penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap pendidikan. Design Kompetensi Lulusan. melainkan hanya mesinmulasikan peristiwa atau gejala alam. Develop (Pengembangan). anak-anak banyak terbebani hafalan. Penggunaan alat praktikum itu pun tidak disertai dengan penilaian keterampilan proses siswa. Kemudian tahap selanjutnya adalah tahap dilakukan peneliti di SMA Negeri 3 Nganjuk terdapat alat design (perencanaan) yang berisi design alat praktikum praktikum gelombang stasioner pada laboratorium fisika gelombang stasioner perangkat pembelajaran. Berikut yaitu Vibrator. Alat praktikum ini terdiri dari (a) peningkatan hasil belajar. sedangkan pada tahap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyebaran tidak dilakukan. pengetahuan. Sebab coba dengan alat yang sudah ada yaitu Mechanical Wave selama ini. yang Driver di Laboratorium Eksperimen Fisika FMIPA malah kurang meningkatkan kreativitas. Alat praktikum gelombang stasioner difokuskan pada tujuan pembelajaran dengan Alat praktikum gelombang stasioner merupakan menggunakan alat praktikum dengan mendeskripsikan satu set alat dari beberapa komponen alat praktikum kelayakan alat praktikum gelombang stasioner dan lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN pada materi gelombang stasioner yang merupakan salah Analisis yang pertama dilakukan adalah pada tahap satu konsep abstrak dalam fisika. Thiagarajan (1974) bahwa kurikulum 2013 sesuai dengan Standar yang meliputi tahap Define (pendefinisian). Namun. Misalnya. seperti alat praktikum. Alat praktikum gelombang Republika. Namun tidak Design uji coba terbatas ini menggunakan One Group semua alat praktikum dapat digunakan sebagai media Pre Test – Post Test. 02 Tahun 2014. analisis konsep dan perumusan tujuan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang pembelajaran. Dari tiga guru yang mengajar mata pelajaran fisika hanya satu guru yang menggunakan alat tersebut untuk menjelaskan materi gelombang stasioner. Hal yang senada juga disampaikan Wakil pengembangan (develop). Universitas Negeri Surabaya. dan pengembangan ranah sikap. 03 No. analisis tanpa terlibat langsung dalam praktikum. tugas. . Namun tidak semua guru menggunakan merupakan gambar alat praktikum gelombang stasioner : alat tersebut untuk menjelaskan materi gelombang stasioner. Vol. bahwa kurikulum stasioner yang dikembangkan akan dikalibrasi dan diuji 2013 lebih menekankan praktik daripada hafalan. 201-207 Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) METODE ISSN: 2302-4496 Penelitian ini menggunakan metode 4-D (Four-D Model) yang dikembangkan oleh S. Pengembangan alat praktikum ini Gambar 1.co. media pembelajaran. Siswa hanya define (pendefinisian) yang mana dilakukan beberapa membayangkan bagaimana konsep gelombang stasioner analisis yaitu analisis ujung depan. Salah satu alternatif untuk tercapainya keterampilan Pada tahap pengembangan dilakukan uji coba terbatas proses siswa secara maksimal adalah dengan adanya sebanyak 15 siswa kelas XI SMA Negeri 3 Nganjuk. sasaran pembelajaran mencakup (Perencanaaan). dan Disseminate (penyebaran). analisis siswa.id (11 Desember 2013). peningkatan ketercapaian keterampilan proses dan respon siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan alat praktikum tersebut. untuk kegiatan bereksperimen.

Madlazim 202 .Khristi Widiastutik.

03 No. (b) Audio Frequency Generator. Sta Berdasarkan gambar 2 di atas diperoleh persamaan y = 0. (e) beban. λ alat praktik gelombang stasioner (m) G a B e P e . Dri ver Tahap kalibrasi juga dilakukan secara keseluruhan dalam satu kesatuan alat praktikum. praktikum lainnya.6% . 02 Tahun 2014. k Hu Kalibrasi alat praktikum dilakukan dua tahap yaitu kalibrasi AFG dengan osiloskop dam kalibrasi alat praktikum bu nga gelombang stasioner secara keseluruhan dengan kalibrator mechanical wave driver. Pada tahap ini didapatkan grafik n Pa hubungan frekuensi keluaran dari AFG dengan frekuensi yang terlihat pada osiloskop yaitu nja ng Gel Grafik Hubungan fAFG dengan fosiloskop om ban 80 g 70 me 60 ngg (Hz) 50 una 40 y = 0. Gr afi dan validasi pada ahli.6% Sehingga ketika AFG cha nic digunakan untuk praktikum harus ditambahkan konstanta pergeseran sebesar 1.984 kali dari frekuensi keluaran yang terbaca pada AFG. (f) tali elastis. Tahap dan Me kalibrasi ini didapatkan taraf ketelitian sebesar 97. kalibrasi alat praktikum.9% dan standart erorr sebesar 1. k a Pada tahap develop (pengembangan) dilakukan uji kelayakan alat praktikum untuk mendeskripsikan kelayakan w alat praktikum dan uji coba terbatas pada siswa untuk mendeskripsikan peningkatan ketercapaian hasil belajar. Dalam 0.984x kan Osiloskop 30 Ala R² = 0. (c) statif.5. uji coba alat praktikum. dimana frekuensi keluaran sebenarnya dari AFG sio ner yang diukur menggunakan osiloskop sama dengan 0. a keterampilan proses dan respon siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan alat praktikum gelombang a d stasioner. guna mendapatkan data pembanding untuk kalibrasi AFG apakah menghasilkan data kalibrasi yang baik atau tidak jika digunakan dengan alat λ Pasco (m) 1.04 agar sesuai dengan kalibrator yang al Wa ve digunakan.978 20 t f 10 Pra 0 kti 0 20 40 60 80 ku m f AFG (Hz) Gel om ban g Gambar 2.984x. Grafik hubungan frekuensi keluaran AFG dengan frekuensi keluaran dari osiloskop. (d) klem dan katrol.Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 201-207 ISSN: 2302-4496 vibrator/pengetar. Pada tahap uji kelayakan alat praktikum dilakukan telaah.

Uji coba ini bertujuan menentukan data yang baik yang dapat digunakan siswa dalam melakukan .gelombang kotak. frekuensi yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan kalibrator. k Pada tahap selanjutnya uji coba alat praktikum gelombang stasioner secara keseluruhan sebelum digunakan uji e coba kepada siswa.

Khristi Widiastutik. Madlazim 203 .

000 R² = 0. Sehingga jika massa yang digunakan lebih besar dari massa maksimal tersebut alat praktikum tidak berfungsi dengan baik.999 0 0.08 0.0.000 1000.5 3 3.2% dengan kesalahan relatif sebesar 0.5 4 F (N) Gambar 4 Grafik hubungan tegangan tali dengan kuadrat cepat rambat gelombang Berdasarkan gambar 4 di atas diperoleh persamaan y = 1043x – 301. Sehingga berdasarkan grafik didapatkan massa per satuan panjang tali ( ) sebesar 0. 02 Tahun 2014. Nilai 1043 merupakan gradien dari garis linear tersebut yang dapat menunjukan satu per massa per satuan panjang tali (1 ).00 y = 19.006 R² = 0.00 1.000 3000.5 1 1.04 0.301. 201-207 ISSN: 2302-4496 Grafik Hubungan Tegangan Tali dengan Kuadrat D Cepat Rambat Gelombang a 4000.001 kg/m.91x .12 1/f (s) Gambar 5 Grafik hubungan satu per frekuensi (1/f) dengan panjang gelombang (λ) .50 2.1 0.5 2 2. yang memiliki selisih mendekati pengukuran dan penghitungan rumus yaitu sebesar 0. Data praktikum ini mengontrol massa beban yang digunakan menghasilkan variabel respon berupa panjang gelombang.x .50 λ (m) 1. yaitu maksimal 375 gram.002 kg/m.992 0 0.000 y = 1043. Dari uji coba alat praktikum gelombang stasioner ini didapatkan pula jangkauan massa beban yang dapat digunakan alat praktikum.0 0. Berikut merupakan grafik hubungan satu per frekuensi dengan panjang gelombang adalah : Grafik Hubungan satu per frekuensi (1/f ) dengan panjang gelombang (λ) 2.06 0.00 0. Pada uji coba alat praktikum gelombang stasioner ini juga dihasilkan data praktikum dengan memanipulasi frekuensi dari AFG.02 0.Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol.000 v 2 (m2/s2) 2000.8%. Selain persamaan garis diperoleh pula taraf ketelitian dari uji coba ini yaitu sebesar 99.50 0. 03 No.

Selain itu besar diameter dari tali juga dapat mempengaruhi jangkauan hasil yang dicapai alat ini.67 91.00 40.00 83. kemampuan alat praktikum dalam membantu penyerapan . Seharusnya tali yang digunakan adalah jenis tali yang tegang dengan massa per satuan panjang tali lebih kecil dari tali yang digunakan dalam penelitian ini. m Sehingga data praktikum tersebut dapat digunakan siswa dalam LKS 2. a Alat praktikum gelombang stasioner ini maksimal mampu mengeluarkan jumlah gelombang sebanyak 6 gelombang dengan batas frekuensi yang digunakan 150 Hz. keterbacaan angka.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aspek yang divalidasi Gambar 6 Grafik rekapitulasi validasi alat praktikum gelombang stasioner Berdasarkan gambar 6 penilaian terhadap kesesuaian alat praktikum dengan materi.00 66.00 100.00 75. Hal ini disebabkan karena tali yang digunakan merupakan tali yang elastis dengan massa per satuan panjang tali (μ) yang besar.00 100.67 (%) 80.67 75.00 100.gelombang tersebut mendekati cepat rampat gelombang yang diperoleh berdasarkan perhitungan yaitu sebesar 19.00 20.00 75.00 ePersentas 60.00 0. konsep fisika.72 m/s. indikator.33 91. tingkat satuan pendidikan.00 75. kemudahan pengoperasian. Sehingga dapat dihasilkan banyak jumlah gelombang dengan jelas. Pada tahap validasi dilakukan penilaian terhadap alat praktikum oleh beberapa validator yaitu 2 dosen ahli alat laboratorium dan 1 orang guru fisika . Adapun validasi yang dilakukan yaitu : Rekapitulasi Validasi Alat Praktikum Gelombang Stasioner 120.

Madlazim 204 .Khristi Widiastutik.

ketuntasan yang dicapai siswa sebanyak Tahap Pre Test dan 93. Berdasarkan analisis uji gain menunjukan adanya peningkatan nilai t hitung (22.14) dengan taraf signifikan α = 0. 03 No. 02 Tahun 2014. siswa mampu melakukan keterampilan proses dengan baik.67 Persentas e 70. Pada tahap post test yang dilakukan setelah pembelajaran. Gambar 7 Grafik r Pada tahap uji coba terbatas alat praktikum gelombang stasioner yang dikembangkan untuk melatihkan G keterampilan proses siswa diperoleh hasil belajar siswa yang diukur berdasarkan ketercapaian kompetensi pengetahuan.33 91. siswa yang tuntas pada tahap pre test adalah 0%. 201-207 ISSN: 2302-4496 menurut riduwan (2010) alat praktikum dapat dikatakan layak digunakan.67 95.0 dengan predikat B.24) ≥ ttabel si Perse ntase Keter capai (2. 60 40 20 0 Rekapitulasi Persentase Ketercapaian Klasikal Keterampilan Proses Siswa 93.00 Pretest Postest G a B e .00 80.67% siswa tidak tuntas.00 80.00 80. dan kompetensi sikap serta hasil respon siswa.00 88. Sehingga Proses dapat dikatakan kemampuan siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan alat praktikum gelombang stasioner Siswa pada masih sangat rendah.05.Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. a kompetensi keterampilan..33 85.33% dan hanya 6.00 81.33 (%) 90.00 83. Post Test Ketercapaian kompetensi keterampilan berupa keterampilan proses siswa Persentase ketuntasan secara klasikal dari 15 siswa yang dilatih keterampilan proses dengan menggunakan alat praktikum gelombanng stasioner adalah (%) 120 80 Persentase sebesar 100%. K Kompetensi pengetahuan dalam penelitian ini didasarkan pada pemberian pre test berupa 20 butir soal pilihan ganda e K kepada siswa sebelum pembelajaran berlangsung dan post test berupa 20 butir soal pilihan ganda yang sama digunakan ketika eReka pitula pre test setelah pembelajaran selesai. Dengan kata lain.00 75. an Keter Hasil uji coba ketercapaian kompetensi pengetahuan didasarkan pada ketuntasan minimal yang digunakan SMA ampil an Negeri 3 Nganjuk yaitu dengan nilai 3.

Khristi Widiastutik. Madlazim 205 .