You are on page 1of 18

ACARA IV

NATA DE PINNATA

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan di

Indonesia yang merupakan daerah tropis adalah aren (Arenga pinnata).

Tumbuhan aren yang mirip pohon kelapa (Cocos nucifera) ini merupakan

tanaman multifungsi, dengan seluruh bagian dari tumbuhan dapat

dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup manusia. Nira adalah cairan yang manis

yang diperoleh dari air perasan batang atau getah tandan bunga tanaman.

Sumber nira yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain berasal

dari tanaman Aren (Arenga pinnata merr). Dalam keadaan segar, nira

mempunyai aroma yang harum, rasa yang manis, dan relative tidak berwarna

(Rahman, 2012).

Nata adalah produk pangan berupa lapisan selulosa sebagai

hasil fermentasi bakteri pembentuk nata, yaitu Acetobacter xylinum. Nata

merupakan makanan berkalori rendah yang berbentuk gel kenyal yang sebagian

besar tersusun dari air dan selulosa sehingga sering digunakan sebagai

makanan pencuci mulut. Saat ini, nata tidak hanya dibuat dari air kelapa, namun

dalam perkembangannya berbagai media dapat digunakan dengan syarat

cukup sumber karbon dan nitrogen serta persyaratan tumbuh yang lain seperti

pH dan suhu. Pembuatan nata di Indonesia, khususnya pada daerah

penghasil nira, bar-baru ini sudah dilakukan. Hal itu karena sifat fisik air kelapa

tidak jauh berbeda dengan nira misalya nira aren. Produk hasil fermentasi cairan

nira aren disebut dengan Nata de Pinnata (Prasetyana, 2013).

Kandungan nata yang terbesar adalah air yang besarnya mencapai 98%. Nira sebagai bahan dasar dalam pembuatan gula merah merupakan bahan yang mudah mengalami fermentasi dan meningkatkan kadar keasaman yang berdampak menurunkan mutu gula dan menyebabkan nira tidak dapat lagi dibuat menjadi gula merah. Namun sebaliknya. pada pembuatan nata dibutuhkan nira dengan tingkat keasamaan yang tinggi. TINJAUAN PUSTAKA . 2011). sehingga makanan ini bermanfaat untuk proses pencernaan serta membantu penderita diabetes karena mengandung serat dan sumber makanan rendah kalori (Elan. Oleh karena itu praktikum ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi gula dan volume starter terhadap mutu dan ketebalan nata yang terbentuk. Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi gula dan volume starter terhadap mutu dan ketebalan nata yang terbentuk. disertai dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum dan penambahan gula pada konsentrasi tertentu sebagai sumber energi yang dapat merangsang bakteri tersebut membentuk krim atau lapisan yang terapung pada permukaan media.

nira dan pati/tepung) dari tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Nata adalah salah satu jenis . Adanya gas-gas CO2 yang dikeluarkan oleh bakteri Acetobacter xylinum saat-saat metabolisme yang menempel pada fibril-fibril polisakarida ekstraseluler yang menyebabkan terapung.Nata akan tampak sebagai suatu massa fibril tidak beraturan yang menyerupai benang atau kapas apabila dilihat di bawah mikroskop. umbut. Hampir semua bagian fisik (daun. maka bakteri Acetobacter acetic akan lebih aktif untuk mengubah alkohol menjadi asam asetat sehingga keasaman nira aren akan semaking tinggi dan dapat berpengaruh terhadap kualitas produk roti bila nira tersebut digunakan sebagai bahan pengembang (Lempang. batang. bunga.) cukup dikenal dikawasan tropik karena banyak ragam kegunaannya. ijuk dan kawul) dan produksi (buah. Produk-produk nira dapat digolongkan dalam dua kelompok.Nata adalah substansi yang terbentuk di permukaan cairan nutrien. atau dapat dibiarkan terlebih dahulu mengalami fermentasi sebelum diminum. Pada saat keasaman nira aren meningkat. Pohon aren atau enau (Arenga pinnata Merr. yaitu produk yang tidak mengalami proses fermentasi dan yang mengalami fermentasi. yang sebenarnya merupakan polikel atau polisakarida ekstraseluler yang dihasilkan oleh bakteri Acetobacter xylinum yang terakumulasi yang terapung- apung di permukaan cairan nutrien. akar. Nira adalah media yang subur untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri Acetobacter acetic dan sel ragi dari genus Saccharomyces. 2012). Nira aren yang masih segar dan rasanya manis dapat langsung diminum. Nata adalah bahan menyerupai gel (agar-agar) yang terapung pada medium yang mengandung gula dan asam hasil bentukan mikroorganisme Acetobacter xylinum.

Terbentuknya pelikel (lapisan tipis nata) mulai dapat terlihat di permukaan media cair setelah 24 jam inkubasi.4. 2015). Umur biakan starter pada pembuatan nata sangat mempengaruhi rendemen dan ketebalan nata yang diperoleh karena umur biakan ini berkaitan erat dengan aktivitas bakteri pembentuk nata. Selulosa yang terbentuk dalam media tersebut berupa benang-benang bersama-sama dengan polisakarida membentuk jalinan yang terus menerus menebal menjadi lapisan (Hidayat. Acetobacter xylinum digunakan sebagai pembentuk nata karena kemampuannya mengubah gula menjadi selulosa. bersamaan dengan terjadinya proses penjernihan cairan di bawahnya. Gas CO 2 yang dihasilkan secara lambat oleh Acetobacter xylinum menyebabkan pengapungan ke permukaan. dan sedikit transparan.makanan berbentuk gel (agar-agar) dengan tekstur agak kenyal. putih.5 (Majesty. Mengingat bahwa nata aren sebetulnya merupakan folikel dari bakteri Acetobacter xylinum. . 2012). Nata dihasilkan dari proses fermentasi pada substrat yang mengandung gula dan nitrogen pada pH yang sesuai dengan perkembangan Acetobacter xylinum yaitu berkisar antara 4 . Seperti halnya bakteri lain. Peningkatan jumlah selulosa yang relatif cepat diduga terjadi akibat konsentrasi sel yang terus berkembang di daerah permukaan yang langsung kontak dengan udara di dalam wadah fermentasi. aktivitas bakteri Acetabacter xylinum dipengaruhi oleh kondisi inkubasi yakni umur bakteri. padat. maka rendemen nata yang terbentuk dari proses pembuatan tergantung pada aktivitas dari bakteri dalam media inkubasi. Jaringan halus yang transparan yang terbentuk di permukaan membawa sebagian bakteri terperangkap di dalamnya. Acetobacter xylinum dapat merubah 19% gula menjadi selulosa.

protein 0. lemak kalsium dan fosfor sangat rendah.Kandungan nutrisi nata pinnata yang diolah dari nira aren tidak berbeda jauh dengan nutrisi nata lainnya yang diolah dari air kelapa atau dari nira kelapa maupun kandungan nutrisi kolang kaling. Nata de pinnata bertekstur lembut. lemak. Secara fisik nata pinnata tidak jauh berbeda dengan nata de coco yang diolah dari air kelapa. Gel selulosa tidak terbentuk jika di dalam media tidak tersedia glukosa atau oksigen (Nugraheni.42%.82%.15%. berwarna putih dan memiliki kekenyalan yang lebih rendah dari nata de coco (Sutarmingsih. Nata pinnata mengandung kadar air sekitar 97. 2010). protein. PELAKSANAAN PRAKTIKUM Waktu dan Tempat Praktikum . Tidak semua nutrisi yang ada pada substrat dapat terpenuhi maka perlu adanya tambahan nutrisi yang diberikan berupa sukrosa (karbon) dan urea (nitrogen). 2013). karbohidrat. serat kasar 0. sementara kandungan vitamin C. dan beberapa mineral pada substrat sebagai nutrisinya. Bakteri pembentuk nata yaitu Acetobacter xylinum yang dapat tumbuh dan berkembang membentuk nata karena adanya kandungan air. suplai O2 di permukaan akan merangsang peningkatan massa sel dan enzim pembentuk selulosa yang mengakibatkan meningkatnya produksi selulosa.Pada kultur yang tumbuh.

Ditambahkan urea. b. kertas dan timbangan analitik. Alat-alat Praktikum Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah toples. HASIL PENGAMATAN Hasil Pengamatan . Diinkubasi dalam tempat gelap pada suhu kamar selama 2 minggu. 28 Oktober 2016 di Laboratorium Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram. 8%. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat. asam asetat glasial dan starter. kertas saring. Prosedur Kerja 1. Dituangkan dalam toples kaca yang bersih dan steril 5. Ditutup dengan kertas dan didinginkan 6. panci. Alat dan Bahan Praktikum a. kompor. Bahan-bahan Praktikum Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah nira aren segar.9% dan 10% 7. Diinokulasikan dengan starter dengan konsentrasi 6%. 7%. Disiapkan nira aren segar kemudian disaring 2. nampan. Dipanaskan pada suhu 100 oC selama 10 menit 4. kertas label. gula. urea. gula pasir da asam asetat glasial 3.

Tabel 3.1 Hasil Pengamatan Uji Organoleptik Terhadap Nata de Pinnata Parameter Nama NO Warna Tekstur Panelis 6 7 8 9 10 6 7 8 9 10 1 Rofi 3 4 2 0 5 1 3 3 4 5 2 Dahniar 3 4 2 0 5 1 3 3 4 5 3 Lely 4 2 2 0 5 1 2 2 5 4 4 Ida 3 2 2 0 5 1 2 3 5 4 5 Nidia 1 2 2 3 4 2 2 2 1 3 6 Lina 3 4 4 3 3 3 3 2 1 4 7 Nining 4 4 3 2 2 4 4 3 3 3 8 Yulianingsih 1 2 3 3 2 4 3 3 1 3 9 Desi 1 2 3 3 2 3 3 3 1 4 10 Putri 1 2 2 3 2 3 3 3 1 4 11 Raudatul 2 3 3 4 3 4 3 4 2 4 12 Alya 2 3 4 1 4 3 3 3 4 3 13 Devi 5 3 3 1 3 1 3 3 4 3 14 Ilham 3 4 2 1 1 1 4 2 4 3 15 Tindih 3 3 2 1 1 1 4 2 4 4 16 Nurhilal 4 3 3 4 1 3 4 4 4 4 17 Dini 2 3 3 4 3 3 3 3 1 4 18 Imam 2 3 3 4 3 3 3 3 1 4 19 Rina 2 3 3 4 3 3 3 3 1 4 20 Eka 2 2 3 3 3 3 3 3 1 5 Keterangan : Warna : 1 = Sangat kuning 2 = Kuning 3 = Agak putih 4 = Putih 5 = Sangat Putih Tekstur : 1 = Sangat tidak kenyal 2 = Tidak Kenyal 3 = Agak Kenyal 4 = Kenyal 5 = Sangat Kenyal Hasil Perhitungan .

F hitung lebih besar dari F tabel.085271 .56 1.5370675 0106 * Error 76 12.36 Kesimpulan : 1.2715789 Total 99 64.0821053 31. 81548 . 3. F hitung lebih besar dari F tabel. Ho diterima maka konsentrasi ragi memberikan pengaruh yang berbeda nyata atau signifikan terhadap tekstur Nata de Pinnata.96 Kesimpulan : 1. Panelis 19 18.4 20 A 5 8 1.56 5.45 20 A 4 6 1.3242105 4.0000 *** Konsentrasi Ragi 4 25.35 20 A Kesimpulan : 1. Ho diterima maka panelis memberikan penilaian yang berbeda nyata atau signifikan terhadap warna yang dihasilkan oleh nata de pinnata .875969 .4 Hasil Perhitungan Uji ANOVA terhadap Warna Nata de Pinnata Sumber keragaman Db SS MS F hitung P Sig.64 17.754) Rangking Konsentrasi Ragi Rerata n Non-Signifikan 1 9 1. Konsentrasi ragi Nata de Pinnata Tabel 3.Tabel 3.565 3.7 20 A 3 7 1. Ho diterima maka panelis memberikan penilaian yang berbeda nyata atau signifikan terhadap tekstur yang dihasilkan oleh nata de pinnata 2.1597368 Total 99 110.05 = 0.0000 *** Error 76 20.26 0.2 Hasil Perhitungan Uji ANOVA terhadap Tekstur Nata de Pinnata Sumber db SS MS F hitung P Sig.16 4.3 Hasil Perhitungan Uji Lanjut BNJ terhadap Tekstur Nata de Pinnata (LSD 0.7 20 A 2 10 1. Karena hasil signifikan maka dilakukan uji lanjut Tabel 3.64 0. keragaman Panelis 19 96.14 0.0000 *** Konsentrasi Ragi 4 2. F hitung lebih besar dari F tabel.

F hitung lebih besar dari F tabel. 2.3 Hasil Perhitungan Uji Lanjut BNJ terhadap Tekstur Nata de Pinnata (LSD 0. Ho diterima maka konsentrasi ragi memberikan pengaruh yang berbeda nyata atau signifikan terhadap warna Nata de Pinnata.15 20 a 2 7 1.05 = 0.754) Rangking Konsentrasi Ragi Rerata n Non-Signifikan 1 9 2. 6 dan 10. 8. 6 10 3.65 20 b 3 8 1. Warna Nata de pinnata dengan konsentrasi ragi 7 signifikan dengan konsentrasi ragi 8. 6 10 tidak signifikan dengan konsentrasi ragi 9 dan 7.05 20 c 5 10 1 20 c Kesimpulan : 1. Karena hasil signifikan maka dilakukan uji lanjut Tabel 3. Warna Nata de pinnata dengan konsentrasi ragi 8. 2. Warna Nata de pinnata dengan konsentrasi ragi 9 signifikan dengan konsentrasi ragi 7. 4. Rata-rata warna nata de pinnata sangat kuning hingga kecoklatan .25 20 c 4 6 1. 3.

Bakteri ini secara alami dapat . putih. Sejarah asal tanaman aren dari dataran asia yang beriklim tropis. Salah satu jenis produk fementasi yang dapat dihasilkan dari nira aren ini adalah nata. kuat. Bentuknya padat. Nata adalah sejenis makanan hasil fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum. Fungsi dan kegunaan tanaman aren ini untuk dijadikan tanaman komersil karena setiap bagian dari tanaman ini dapat di manfaatkan sebagai contoh nira dari tanaman aren digunakan untuk gula merah.sel Acektobacter xylinum. nira aren juga belum dimanfaatkan secara maksimal dan umumnya hanya diolah menjadi gula merah atau dikonsumsi sebagai minuman. Walaupun aren memiliki banyak manfaat. buahnya untuk di jadikan kolang-kaling. kenyal dan mirip kolang. Sehingga teknologi pengolahan nira aren sangat dibutuhkan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari nira aren tersebut. kokoh. Pembentukan nata terjadi karena proses pengambilan glukosa dari larutan gula pada buah oleh sel. PEMBAHASAN Tanaman Aren adalah tanaman yang termasuk dari jenis keluarga palma. Tanaman aren tidak hanya untuk konsumsi saja namun dapat di jadikan tanaman herbal yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh.kaling. membentuk gel yang mengapung pada permukaan media atau tempat yang mengandung gula dan asam. Akan tetapi. Tanaman aren memiliki nama latin Arenga pinnata Merr. Starter atau biakan mikroba merupakan suatu bahan yang paling penting dalam pembentukan nata. namun yang banyak diusahakan oleh petani adalah niranya. bagian tanaman aren yang dimanfaatkan untuk membuat serat adalah daunnya dan lain-lain.

Sedangkan pada uji warna dari Nata de pinnata. Oleh karena hasilnya signifikan maka dilakukan uji lanjut BNJ. F hitung lebih besar dari F tabel maka panelis memberikan penilaian yang berbeda nyata atau signifikan terhadap tekstur nata de pinnata. Konsentrasi ragi dari nata de pinnata tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi ragi lainnya atau non signifikan. 2011). Dari hasil pengamatan tekstur dan warna nata yang terbentuk pada nata nira aren ini adalah pada uji tekstur nata de pinnata. organisme ini dapat mengubah 19 % gula menjadi selulosa. Selulosa yang dikeluarkan ke dalam media berupa benang-benang yang bersama-sama dengan polisakarida yang berlendir membentuk jalinan yang terus menebal menjadi lapisan nata (Warisno. Praktikum kali ini membahas tentang Nata dari nira aren yaitu Nata de Pinnata yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan volume starter terhadap mutu dan ketebalan nata yang terbentuk. Karena hasil signifikan maka . Adapun bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah gula pasir. F hitung lebih besar daripada F tabel maka konsentrasi ragi memberikan pengaruh yang berbeda nyata atau signifikan terhadap tekstur yang dihasilkan oleh nata de pinnata. Bila mikroba ini ditumbuhkan pada media yang mengandung gula.ditemukan pada sari tanaman bergula yang telah mengalami fermentasi atau pada sayuran dan buah-buahan bergula yang sudah membusuk. urea dan asam asetat glasial. nira aren. biakan Acetobacter xylinum. F hitung lebih besar dari F tabel maka panelis memberikan penilaian berbeda nyata atau signifikan terhadap warna nata de pinnata. F hitung lebih besar daripada F tabel maka konsentrasi ragi memberikan pengaruh yang berbeda nyata atau signifikan terhadap warna yang dihasilkan oleh nata de pinnata.

bakeri tersebut akan menghasilkan enzim ekstraseluler yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam nira aren yang sudah diperkaya dengan karbon ( C ) dan nitrogen (N) melalui proses yang terkontrol dalam kondisi demikian. Dari jutaan renik yang tumbuh pada nira aren tersebut akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya Nampak padat berwarna putih hingga transparan. Warna nata konsentrasi 8. Pertumbuhan sel didefinisakan sebagai pertumbuhan secara teratur semua komponen didalam sel hidup. Bakteri Acetobacter xylinum mengalami beberapa fase pertumbuhan sel yaitu fase adaptasi ekoponensial. 6 dan 10 tidak signifikan dengan konsentrasi ragi 9. 8. meskipun belum . Pada fase terjadi aktivitas metabolism dan pembesaran sel.dilakukan uji lanjut BNJ. 6. Rata-rata warna nata menghasilkan warna sangat kuning sampai coklat. Bakteri Acetobacter xylinum mengalami pertumbuhan sel. Selulosa yang dikeluarkan kedalam media itu berupa benang-benang yang bersama-sama dengan polisakarida berlendir membentuk jalinan yang terus menebal menjadi lapisan nata. Warna nata de pinnata dengan konsentrasi ragi 9 signifikan dengan konsentrasi ragi 7. Pertumbuhan tetap fase menuju kematian dan fase kematian. 6 dan 10. Warna nata de pinnata konsentrasi ragi 7 signifikan dengan konsentrasi ragi 8. pertumbuhan lambat. Nata terbentuk dari aktivitas bakteri Acetobacter xylinum dalam sari buah yang mengandung glukosa yang kemudian diubah menjadi asam nitrat dan benang. Apabila bakteri dipindah kemedia baru maka bakteri tidak langsung tumbuh melainkan beradaptasi terlebih dahulu. 10.benang selulosa. Lama-kelamaan akan terebentuk suatu massa yang kokoh dan mencapai ketebalan beberapa cm.

5-7. bakteri ini sangat memerlukan oksigen sehingga dalam fermentasi tidak perlu ditutup rapat namun hanya ditutup untuk mencegah kotoran masuk kedalam media yang dapat menyebabkan kontaminasi. fase eksponensial dicapai antara 1-5 hari.mengalami pertumbuhan. Sumber karbon yang paling banyak digunakan adalah gula. Menurut Herawati (2011) faktor-faktor yang mempengaruhi Acetobacter xylinum mengalami pertumbuhan adalah nutrisi. serta tingkat keasaman media temperatur dan udara (oksigen) senyawa yang dibutuhkan atau karbon yang dibutuhkan dalam fermentasi nata berasal dari monosakarida dan disakarida. sumber karbon. Fase pertumbuhan adaptasi dicapai pada 0-24 jam sejak inokalasi. Sumber nitrogen biasanya berasal dari bahan organik seperti ZA urea meskipun bakteri Acetobacter xylinum dapat tumbuh pada pH 3. sumber nitrogen.3. Fase ini sangat menentukan kecepatan suatu strain Acetobacter xylinum dalam membentuk nata. Fase ini berlangsung bebrapa jam saja. Pengguna asam asetat glasial dimaksudkan untuk menurunkan pH menjadi sekitar 4-5 tanpa banyak menambah volume.5 namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4. Sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada suhu 28-31°C. Hal ini disebabkan karena kurang aseptisnya praktikan pada saat melakukan praktikum sehingga terjadi kontaminasi dan konsentrasi gula sangat berpengaruh pada pembuatan nata serta disebabkan oleh beberapa faktor diatas yang tidak sesuai. menggunakan asam . Hasil pengamatan nata de pinnata gelombang 1 pada semua kelompok tidak terbentuk dan terdapat jamur yang berwarna hitam. Pada fase ini bakteri mengeluarkan enzim ekstraseluler polimerase sebanyak-banyaknya untuk menyusun polimer glukosa menjadi selulosa (massa nata). Jamur ini merupakan kontaminasi sehingga nata tidak terbentuk.

Urea dan ammonium sulfat ini berfungsi untuk membersihkan air nira dari berbagai kotoran. bahaya kalau tertelan. . Gula- gula pasir digunakan untuk membuat bibit nata gula pasir merupakan media pertumbuhan bakteri aetobacter xylinum yang mana lebih berpengaruh pada penetration sedikit tingkat keasaman sehigga memperbesar peluang terbentuknya nata. Urea berasal dari nitrogen organik yang berfungsi dalam meningkatkan perolehan selulosa menjadi lebih tinggi. Selain itu juga untuk memperlancar proses pembuatan starter.8%. Asam asetat yang baik adalah asam asetat 99.asetat glasial harus berhati-hati karena dapat mengeluarkan bau yang meyengat. menetes di kulit dan terpecik mata. Urea adalah nitrogen dengan rumus CON2 H4 yang memiliki nama lain carbinade.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Acetobacter xylinum mengalami pertumbuhan adalah nutrisi. Berdasarkan hasil pengamatan rata-rata semua konsentrasi ragi menghasilkan tekstur sangat tidak kenyal dan berwarna sangat kuning hingga coklat. 5. Jamur ini merupakan kontaminasi sehingga nata tidak terbentuk yang disebabkan karena kurang aseptisnya praktikan pada saat melakukan praktikum sehingga terjadi kontaminasi serta disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak sesuai. Hasil pengamatan Nata de pinnata gelombang 1 pada semua kelompok tidak terbentuk dan terdapat jamur yang berwarna hitam. 4. Nata de pinnata adalah sejenis makanan yang terbuat nira aren hasil fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum. kuat. Nata terbentuk dari aktivitas bakteri Acetobacter xylinum dalam sari buah yang mengandung glukosa yang kemudian diubah menjadi asam nitrat dan benang. 2. kenyal dan mirip kolang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat diisimpulkan sebagai berkut: 1. sumber nitrogen.kaling. serta tingkat keasaman media temperatur dan udara (oksigen) senyawa yang dibutuhkan atau karbon yang dibutuhkan dalam fermentasi nata berasal dari monosakarida dan disakarida. . kokoh. sumber karbon. membentuk gel padat.benang selulosa yang bersama-sama dengan polisakarida berlendir membentuk jalinan yang terus menebal menjadi lapisan nata. 3. putih.

Teknologi Fermentasi. Teknologi Fermentasi. dan A. Agromedia Pustaka.. Jakarta. J. Jurusan. Nugroho. C. 1. Vol. IPB.D. Peluang Usaha Nata de Coco.. 1. H. Sutarmingsih. Bioteknologi Bahan Pangan. 2011. Rahman. Yogyakarta. Argo dan W. DAFTAR PUSTAKA Elan.). Hal: 26-35. 2013. Jakarta. M.. Bandung. Herawati. 2012. Mangopang. Nugraheni. Efektivitas Nira Aren Sebagai Bahan Pengembang Adonan Roti. Majesty. Pohon Kehidupan : Aren (Arenga pinnata Merr. Arcan. Kanisius. Lempang. Hal: 80-85. Graha Ilmu. Warisno. Bandung.. S. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallace. 3. 2011.Jakarta.. Pengaruh Penambahan Sukrosa dan Lama Fermentasi Terhadap Kadar Serat Nata dari Sari Nanas (Nata de Pina). Pendidikan . Hidayat. Vol. Kajian Pengaruh pH. B. 2011. Fakultas Teknologi Pertanian. jenis dan Konsentrasi Sumber Karbon pada produksi selulosa. D.. . Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti dan Prosea Indonesia. 2011. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. A. Biologi FPMIPA. Bogor. No. 1 No. Mudah Dan Praktis Membuat Nata De Coco. 2012.. 2010. A. A. 2015.