You are on page 1of 10

Like A Rainbow

Kondisi landasan yang licin menyebabkan pesawat tergelincir dan keluar dari jalur lintasan
sehingga mengakibatkan badan pesawat mengalami rusak parah. Semua penumpang dengan cepat
dilakukan evaluasi oleh tim disaster, ternate ada banyak korban yang mengalami luka-luka dan
ada juga korban meninggal duni sehingga triase officer harus melakukan triase dengan memberi
label berwarna seperti merah, kuning, hijau, dan hitam sesuai perioritas korban
Dafat kata sulit
a. Triase officer
Jawaban Kata sulit
a. Triase officer adalah riage officer adalah petugas yang bertanggung jawab melakukan
triage pasien yang dating memerlukan pelayanan

Daftar pertanyaan
1. Tag warna apa saja pada korban-korban yang terjadi diskenario kasus ?
2. Bagaimana perawat menghadapi kasus pada sekenario 2 tersebut
3. Apa tujuan triage pada bencana
4. Apakah berbeda triage di IGD dengan dilokasi bencana
5. Apa saja tugas seorang triagefi officer tersebut
6. Apa saja peran perawat ditenda pengingsian
Learning objektif
a. Konsep triase disaster

1. Definisi triage
2. tujuan triage
3. prinsip dalam triage
4. klasifikasi dalam triage
5. sistem dalam penanganan triage
6. metode triage pada bencana

1 DEFINISI TRIAGE Triase merupakan suatu sistem yang digunakan dalam mengidentifikasi korban dengan cedera yang mengancam jiwa untuk kemudian di berikan prioritas untuk dirawat dan di evakuasi ke fasilitas kesehatan. Nilai ulang terus menerus karena status dapat berubah. Triage adalah proses yang berkesinambungan sepanjang pengelolaan. dan keberhasilan tindakan berdasar sumber daya (SDM dan sarana) yang tersedia. kemungkinan untuk hidup. Bahwa dengan sumber daya yang minimal dapat menyelamatkan korban sebanyak mungkin. BAB II PEMBAHASAN 2. Triage inisial dilakukan petugas pertama yang tiba. . Triage adalah suatu sistem seleksi pasien yang menjamin supaya tidak ada pasien yang tidak mendapatkan perawatan medis. Triase (Triage) adalah Tindakan untuk memilah/mengelompokkan korban berdasar beratnya cidera. Triage adalah suatu proses yang mana pasien digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatan kondisinya.2 TUJUAN TRIAGE Tujuan triage adalah : a. Triage adalah pengelompokan korban/pasien berdasarkan berat ringannya trauma atau penyakit serta kecepatan penanganan atau pemindahan. Proses khusus memilah pasien berdasarkan beratnya cedera atau penyakit : menentukan jenis perawatan gawat darurat serta transportasi. 2.

Memfasilitasi alur pasien melalui unit gawat darurat dalam proses penanggulangan/pengobatan gawat darurat 2. Menetapkan area yang paling tepat untuk dapat melaksanakan pengobatan lanjutan c. memerlukan evaluasi dan intervensi segera .4 KLASIFIKASI TRIAGE Klasifikasi berdasarkan pada : . Trauma ringan d. dapat menangani korban/pasien dengan cepat.Pasien dengan kondisi mengancam nyawa. cermat dan tepat sesuai dengan sumber daya yang ada.data yang tersedia . Sudah meninggal 2. Menginisiasi atau melakukan intervensi yang cepat dan tepat kepada pasien b. Untuk menetapkan tingkat atau derajat kegawatan yang memerlukan pertolongan kedaruratan c.pengetahuan . huruf atau tanda. b. Adapun klasifikasinya sebagai berikut : Prioritas 1 atau Emergensi . Dengan triage tenaga kesehatan akan mampu : a. The Right Patient. to The Right Place at The Right Time serta melakukan yang terbaik untuk jumlah terbanyak” dengan seleksi korban berdasarkan : a. Ancaman jiwa mematikan dalam hitungan menit b. Dapat mati dalam hitungan jam c.3 PRINSIP TRIAGE “Time Saving is Life Saving (respon time diusahakan sependek mungkin).situasi yang berlangsung Sistem klasifikasi menggunakan nomor. Agar pasien mendapatkan prioritas pelayanan sesuai dengan tingkat kegawatannya.

5 METODE TRIAGE PADA BENCANA Saat ini tidak ada standard nasional baku untuk triase. 2) Triase dan pengelompokan berdasar Tagging.luka lama . Mettag (Triage tagging system) 1) Tag Triase Tag (label berwarna dengan form data pasien) yang dipakai oleh petugas triase untuk mengindentifikasi dan mencatat kondisi dan tindakan medik terhadap korban. .Area Critical care Prioritas 3 atau Non Urgent .Mungkin membutuhkan trolley.hilangnya respon pupil terhadap cahaya 2. .kondisi yang timbul sudah lama .Pasien dengan penyakit yang akut . kursi roda atau jalan kaki .tidak ada respon pada segala rangsangan .tidak ada bukti aktivitas jantung . a.Waktu tunggu 0 (Nol) Prioritas 2 atau Urgent .tidak ada respirasi spontan .Pasien dibawa ke ruang resusitasi .pasien yang biasanya dapat berjalan dengan masalah medis yang minimal .Waktu tunggu 30 menit .area ambulatory / ruang P3 Prioritas 0 atau 4 Kasus kematian . Metode triase yang dianjurkan bisa secara METTAG (Triage tagging system) atau sistim triase Penuntun Lapangan START (Simple Triage And Rapid Transportation).

 Prioritas Ketiga (Hijau) : Pasien degan cedera minor yang tidak membutuhkan stabilisasi segera. fraktura dan dislokasi ekstremitas. cedera dada tanpa gangguan respirasi. cedera torako-abdominal. fraktura mayor tanpa shok.  Prioritas Kedua (Kuning) : Pasien memerlukan bantuan. namun dengan cedera yang kurang berat dan dipastikan tidak akan mengalami ancaman jiwa dalam waktu dekat. Pasien mungkin mengalami cedera dalam jenis cakupan yang luas (misal : cedera abdomen tanpa shok. Salah satu metode yang paling sederhana dan umum digunakan adalah metode S. dan Prioritas Kelima (Putih)yaitu kelompok yang sudah tewas Bila pada Retriase ditemukan perubahan kelas.A. serta luka bakar ringan). cedera maksilo-fasial tanpa gangguan jalan nafas.T. ganti tag / label yang sesuai dan pindahkan kekelompok sesuai. cedera kepala atau maksilo-fasial berat. memerlukan bantuan pertama sederhana namun memerlukan penilaian ulang berkala (cedera jaringan lunak. b. Start (Simple Triage And Rapid Transportation). luka bakar berat). serta gawat darurat psikologis).R.  Prioritas Pertama (Merah) : Pasien cedera berat yang memerlukan penilaian cepat serta tindakan medik dan transport segera untuk tetap hidup (misal : gagal nafas.T atau Simple Triage and Rapid Treatment. shok atau perdarahan berat. cedera kepala atau tulang belakang leher tidak berat.  Prioritas Keempat (Biru) yaitu kelompok korban dengan cedera atau penyaki kritis dan berpotensi fatal yang berarti tidak memerlukan tindakan dan transportasi.  Prioritas Nol (Hitam) : Pasien mati atau cedera fatal yang jelas dan tidak mungkin diresusitasi. Metode ini membagi penderita menjadi 4 kategori : 1) Prioritas 1 – Merah .

.R.A. Setelah itu alihkan kepada penderita yang tersisa periksa : c. b. diberikan kepada para penderita yang kritis keadaannya seperti gangguan jalan napas. bila tidak beri HITAM. Pelaksanaan triage dilakukan dengan memberikan tanda sesuai dengan warna prioritas. cedera punggung. waktu dan pasang yang baru Pelaksanaan Triage Metode S. 3) Prioritas 3 – Hijau Merupakan kelompok yang paling akhir prioritasnya. Kumpulkan semua penderita yang dapat / mampu berjalan sendiri ke areal yang telah ditentukan.T Untuk memudahkan pelaksanaan triage maka dapat dilakukan suatu pemeriksaan sebagai berikut : a. Jangan mengganti tanda triage yang sudah ditentukan.T. bila pernapasan spontan mulai maka beri label MERAH. perdarahan berat atau perdarahan tidak terkontrol. penurunan status mental 2) Prioritas 2 – Kuning Merupakan prioritas berikutnya diberikan kepada para penderita yang mengalami keadaan seperti luka bakar tanpa gangguan saluran napas atau kerusakan alat gerak. Bila keadaan penderita berubah sebelum memperoleh perawatan maka label lama jangan dilepas tetapi diberi tanda. patah tulang tertutup yang tidak dapat berjalan. Merupakan prioritas utama. Tanda triage dapat bervariasi mulai dari suatu kartu khusus sampai hanya suatu ikatan dengan bahan yang warnanya sesuai dengan prioritasnya. 4) Prioritas 0 – Hitam Diberikan kepada mereka yang meninggal atau mengalami cedera yang mematikan. 2) Bila penderita tidak bernapas maka upayakan membuka jalan napas dan bersihkan jalan napas satu kali. gangguan pernapasan. dan beri mereka label HIJAU. Pernapasan : 1) Bila pernapasan lebih dari 30 kali / menit beri label MERAH. dikenal juga sebagai ‘Walking Wounded” atau orang cedera yang dapat berjalan sendiri.

3) Bila penerangan kurang maka periksa nadi radial penderita. hentikan perdarahan besar bila ada. Setelah memberikan label kepada penderita maka tugas anda berakhir segera lanjutkan ke penderita berikut. 2. Waktu pengisian kapiler : 1) Lebih dari 2 detik berarti kurang baik. Bila tidak ada maka ini berarti bahwa tekanan darah penderita sudah rendah dan perfusi jaringan sudah menurun 5. Non Disaster : Untuk menyediakan perawatan sebaik mungkin bagi setiap individu pasien b. beri MERAH. 4. 3) Bila pernapasan kurang dari 30 kali /menit nilai waktu pengisian kapiler. Pemeriksaan status mental : 1) Pemeriksaan untuk mengikuti perintah-perintah sederhana 2) Bila penderita tidak mampu mengikuti suatu perintah sederhana maka beri MERAH. 3) Bila mampu beri KUNING. 2) Bila kurang dari 2 detik maka nilai status mentalnya.6 SISTEM DALAM PENANGANAN TRIAGE a. Disaster : Untuk menyediakan perawatan yang lebih efektif untuk pasien dalam jumlah banyak .

To The Right Place At The Right Time Serta melakukan Yang Terbaik. kondisi korban/pasien berdasarkan berat ringannya trauma atau penyakit serta kecepatan penanganan atau pemindahan. Selain itu juga diperlukan pelatihan.pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dalam pelaksanaan manajemen triase dan harus dapat menentukan organ mana terganggu dan dapat menyebabkan kematian serta menentukan penanggulangannya. Penanganan triase dikelompokan berdasarkan non disaster dan disaster.1 KESIMPULAN Triage adalah pengelompokan atau digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatan. Metode triase yang dianjurkan bisa secara METTAG (Triage tagging system) atau sistim triase Penuntun Lapangan START (Simple Triage And Rapid Transportation). Perawat yang memimpin triage merupakan kewenangan perawat untuk mentriage pasien secara independen. Triase merupakan suatu sistem yang digunakan dalam mengidentifikasi korban dengan cedera yang mengancam jiwa untuk kemudian di berikan prioritas untuk dirawat dan di evakuasi ke fasilitas kesehatan. The Right Patient. 3.3. . Hanya perawat yang memiliki pendidikan khusus yang di ijinkan melakukan triage. Perawat triage membuat keputusan akhir dari triage.2 SARAN Sebagai seorang perawat hendaknya dapat memahami konsep triage dan mengaplikasikannya ke lapangan sesuai prinsip yang berlaku baik penanganan korban disaster ataupun non disaster. Prinsip Triage adalah “Time Saving Is Life Saving (Respon Time Diusahakan Sependek Mungkin).

2008. diakses tanggal 11 September 2013 Pro Health. diakses tanggal 11 September 2013 Pro Emergency. http://proemergency-ems. diakses tanggal 11 September 2013 Puskesmas Oke.com/2008/12/22/aspek-legal-dalam-triage. diakses tanggal 11 September 2013 Anonimity. Start : Simple Triage And Rapid Treatment.Bayu. 2009. Triage. http://scalpelscars.net/index. Konsep dan Kategorisasi Triage.html. 2008. Tindakan Triase Saat Keadaan Bencana http://bencana- kesehatan. Heri. 2009. 2008. diakses tanggal 11 September 2013 .blogspot. Manajemen Triase. http://onesoliha.blogspot. Disaster Management.wordpress. Triage. 2011.wordpress. Triage and Rapid Assesment.wordpress..com/docs/67842492/05- Triage--IRD-RSSA. DAFTAR PUSTAKA Anonimity.com/2008/12/sejarah-konsep-dan-kategorisasi-triage.php?option=com_content&view=article&id=101&Itemid=106&l ang=id.docstoc. --.com/2011/02/17/triage-and-rapid-assessment/.com/2009/06/triage.http://www. http://forbetterhealth. Sejarah.html. http://dokter-medis. Aspek Legal Dalam Triage. diakses tanggal 11 September 2013 Widiarso. diakses tanggal 11 September 2013 Wijanarko.com/search/label/Triage. http://puskesmas- oke.com/2009/02/16/triage-disaster-management/. diakses tanggal 11 September 2013 Dokter Medis.blogspot.