You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan yang baik tergantung sebagian pada lingkungan yang aman. Praktisi atau teknisi
yang memantau atau mencegah penularan infeksi membantu melindungi klien dan pekerja
kesehatan dari penyakit. Setiap tahun diperkirakan 2 juta pasien mengalami infeksi saat dirawat
di Rumah Sakit. Hal ini terjadi karena pasien yang dirawat di Rumah Sakit mempunyai daya
tahan tubuh yang melemah sehingga resistensi terhadap mikroorganisme penyebab penyakit
menjadi turun, adanya peningkatan paparan terhadap berbagai mikroorganisme dan
dilakukannya prosedur invasive terhadap pasien di Rumah Sakit. Mikroorganisme bisa eksis
di setiap tempat, dalam air, tanah, permukaan tubuh seperti kulit, saluran pencernaan dan area
terbuka lainnya. Infeksi yang di derita pasien karena dirawat di Rumah Sakit, dimana
sebelumnya pasien tidak mengalami infeksi tersebut dinamakan infeksi nosokomial. Menurut
Patricia C Paren, pasien dikatakan mengalami infeksi nosokomial jika pada saat masuk belum
mengalami infeksi kemudian setelah dirawat selama 48-72 jam klien menjadi terinfeksi.

Infeksi nosokomial bisa bersumber dari petugas kesehatan, pasien yang lain, alat dan bahan
yang digunakan untuk pengobatan maupun dari lingkungan Rumah Sakit. Faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial antara lain: faktor internal (seperti usia,
penggunaan obat, penyakit penyerta, malnutrisi, kolonisasi flora normal tubuh, personal
hygiene yang rendah, perilaku personal dll) serta faktor eksternal (seperti banyaknya petugas
kesehatan yang kontak langsung dengan pasien, banyaknya prosedur invasif, lama tinggal di
RS, lingkungan yang terkontaminasi dll). Dengan cara mempraktikkan teknik pencegahan dan
pengendalian infeksi, perawat dapat menghindarkan penyebaran mikroorganisme terhadap
klien.
Infeksi adalah proses invasif oleh mikroorganisme dan berpoliferasi di dalam tubuh yang
menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme
dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan
disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi mikroorganisme dalam jaringan tubuh,
khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin,
replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh
beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa
infeksi akan terjadi.

Mikroorganisme yang bisa menimbulkan penyakit disebut pathogen (agen infeksi),


sedangkan mikroorganisme yang tidak menimbulkan penyakit/kerusakan disebut asimtomatik.
Penyakit timbul jika pathogen berkembang biak dan menyebabkan perubahan pada jaringan
normal. Jika penyakit bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain, penyakit ini merupakan
penyakit menular (contagius). Mikroorganisme mempunyai keragaman dalam
virulensi/keganasan dan juga beragam dalam menyebabkan beratnya suatu penyakit yang
disebabkan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu infeksi dan apa saja tanda-tandanya?
2. Bagaimana proses klinis infeksi?
3. Faktor apa saja yang meningkatkan kerentanan terhadap infeksi?
4. Bagaimana tahapan proses infeksi?
5. Apa itu infeksi nosokomial?
6. Bagaimana asuhan keperawatan klien dengan masalah infeksi?
7. Bagaimana tindakan-tindakan pada pengendalian infeksi?

1.3 Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengajar konsep dasar
keperawatan 1
2. Untuk mengetahui tentang berbagai macam infeksi dan bagaimana proses klinis infeksi.
3. Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pengendalian infeksi.
4. Untuk mengetahui tindakan-tindakan keperawatan pada pengendalian infeksi.
DAFTAR PUSTAKA

http://masirul2197.blogspot.co.id/2013/07/askep-infeksi.html

Iqbal M., Wahit, Chayatin, Nurul. 2005. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Guyton (1993). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Lawrence, M., dkk. (2002). Diagnosis dan Terapi Kedokteran Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta:
Salemba Medika.

Price, S. A. & Wilson, L. M. (1994). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. (ed.
4). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Roper, N. (2002). Prinsip-prinsip Keperawatan. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica.

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rhineka Cipta.