You are on page 1of 10

PENUGASAN

PREPARASI KAVITAS KLAS 1 G.V BLACK

Dosen Pembimbing:
drg. Setiadi W. Logamarta, Sp.Ort

Oleh:
Brelian Elok Septyarini
G4B017027

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
JURUSAN KEDOKTERAN GIGI
PURWOKERTO

2017

Oleh karena itu dikembangkan konsep preparasi “minimal intervensi”. Diharapkan agar tidak muncul karies sekunder pada tepi tumpatan B. 2015). Hal ini berdampak pada resiko fraktur gigi menjadi lebih besar. A. struktur dan jaringan gigi yang tersisa menjadi rapuh dan tidak kuat menahan beban kunyah serta ikatan bahan tumpatan gigi dengan struktur gigi. Intervensi minimal memberikan perhatian utama pada gejala awal. memperbaiki estetik sesuai bentuk anatomi dan fungsi normalnya. Black mulai digunakan luas dibidang kedokteran gigi. Konsepnya terkenal dengan prinsip “extention for prevention” yaitu membuat kavitas yang besar untuk mencegah terjadinya karies sekunder. Intervensi minimal merupakan filosofi dari penanganan karies secara konservatif.V Black Preparasi kavitas merupakan suatu teknik pengurangan jaringan gigi yang mengalami kerusakan yang kemudian akan dilalukan penumpatan dengan material bahan tambal dengan tujuan untuk mengembalikan kesehatan gigi. Untuk mencegah tumpatan tidak mudah lepas D. Agar restorasi tahan terhadap beban kunyah selama proses mastikasi C. Namun fakta yang muncul pasca perawatan. Untuk melindungi jaringan pulpa (Garg dan Garg. Preparasi Kavitas Klas 1 G. Konsep preparasi kavitas pada tahun 1890-an yang dikembangkan oleh GV. diikuti dengan invasi yang paling minimal dan “patient friendly” sebagai pilihan untuk . deteksi dini dan perawatan dini pada tingkat mikro (tahap yang paling kecil). Beberapa tujuan dilakukannya preparasi kavitas antara lain.

atau distobukal (DB). Intervensi minimal lebih menguntungkan karena dengan preparasi kavitas minimal sisa jaringan menjadi lebih kuat. dan complex tooth preparation. Simple tooth preparation merupakan prerarasi gigi yang hanya melibatkan satu permukaan saja seperti permukaan mesial. Simple tooth preparation Compound tooth preparation . pengembalian bentuk anatomi lebih mudah. Compound tooth preparation merupakan preparasi gigi yang melibatkan dua permukaan gigi. serta lingual. compound tooth preparation.memperbaiki kerusakan struktur gigi akibat adanya karies. Terdapat 3 macam preparasi menurut Garg dan Garg (2015). 2009). terbukanya jaringan pulpa minimal. mesiolingual (ML). yaitu simple tooth preparation. distal. disto-oklusal (DO). Complex tooth preparation merupakan preparasi gigi yang melibatkan lebih dari dua permukaan gigi. dan estetik lebih terjamin (Mount. seperti mesio-oklusal (MO). bukan. oklusal.

membuang semua karies pada email. membuat bevel pada bagian margin sebagai retensi bahan restorasi. Gambar 4. Membuang semua jaringan gigi yang terkena karies sampai mengenai sedikit struktur gigi sehat seperti terlihat pada gambar 4. Outline Form Sebelum melakukan preparasi gigi. Outline form G. 1. Hal-hal yang harus diperhatikan pada outline form untuk karies di pit dan fissure antara lain. A. Complex tooth preparation Prinsip yang harus diperhatikan saat melakukan preparasi menurut Garg dan Garg (2015) antara lain menghilangkan semua jaringan pada struktur gigi yang lunak dan rapuh. Berikut merupakan prinsip tahapan preparasi kavitas menurut Garg dan Garg (2015). desain harus konservatif. sedangkan lesi karies sedang sampai besar desain garis lebih besar. Outline form dibentuk terlebih dahulu untuk memperluas batas margin preparasi gigi yang sehat. outline form harus lakukan untuk mempersiapkan bentuk preparasi yang akan dilakukan.V Black klas 1 . mempreparasi struktur yang pecah atau rusak. Lesi karies kecil atau lokal.

Hindari membuat margin preparasi pada bagian yang memiliki stress area yang tinggi seperti bagian cups 3. 3. Hal ini bertujuan untuk memberikan kekuatan yang adekuat sehingga mampu menahan beban kunyah agar tidak mudah fraktur.5-2. Batasi kedalaman preparasi sebanyak 0. Kedalaman dentin saat dipreparasi adalah 0.2-0. Kedalaman preparasi 1.2 mm ke dalam dentin.2-0.5 mengenai dentin. Pulpa wall dan gingiva wall harus rata sehingga mampu menahan beban kunyah. 2.0 mm dari cavosurface margin ke pulpa wall dan paling sedikit 0. Syarat preparasi resistance form antara lain. 4. 1. Resistance form Resistance form merupakan bentuk preparasi kavitas sedemikian rupa sehingga sisa struktur gigi masih kuat untuk menahan beban kunyah dan tidak mudah pecah. Ketebalan bahan restorasi yang adekuat baik untuk compressive dan tensile strengths untuk mencegah pecahnya struktur gigi yang tersisa dan .5 mm B. Preparasi berbentuk box 2.

Amalgam membutuhkan ketebalan minimal 1. bahan restorasi.5 mm. namun karies yang dalam tidak dipreparasi seluruhnya karena untuk menghindari terbukanya ruang pulpa. . memudahkan saat melakukan tindakan preparasi dan restorasi pada gigi.0 mm serta komposit dan GIC membutuhkan ketebalan minimal 2. Bentuk retensi yang akan digunakan tergantung pada bentuk bahan material yang digunakan. Removal of Caries Removal of caries berarti membuang seluruh jaringan karies yang infeksius terutama pada dentin yang lunak. serta memperoleh jalan masuk yang mudah untuk penempatan bahan tumpatan. E. restorasi GIC menempel pada gigi oleh ikatan kimiawi yang terjadi antara material bahan dengan gigi. dan restorasi komposit melekat pada gigi oleh ikatan fisik atau micro mechanical interlocking yang terjadi antara bahan material dengan gigi yang telah di etsa asam. porselen membutuhkan ketebalan 2. Restorasi amalgam memerlukan retensi mekanik. C.5 mm. Convenience Form Convenience form bertujuan untuk memberikan observasi yang memadai. D. Retention Form Retention form merupakan bentuk preparasi yang tahan terhadap pergeseran restorasi dari gaya dorong dan daya angkat.

Toilet of the cavity Tahapan terakhir dari preparasi kavitas adalah membersihkan kavitas dari debris. Finish of the enamel wall Setelah preparasi selesai dilakukan maka dinding kavitas harus dibuat halus terutama bagian margin dan pulpa wall serta gingiva wall harus rata tidak ada step.5 mm untuk bahan restorasi komposit. .V black antara lain. hydrogen peroxide atau chlorhexidine.V Black Outline form bagian oklusal 2. G.F. Preparasi klas 1 dimulai dengan menghilangkan struktur gigi yang karies pada bagian pit menggunakan round diamond bur dengan kedalaman dari 2. Membersihkan kavitas yang telah dipreparasi dapat menggunakan air hangat. 1. Tahapan preparasi kavitas klas 1 G. Membuat outline form untuk preparasi klas 1 G. mengeringkan kavitas yang telah di preparasi serta melihat kembali apakah dinding kavitas masih ada yang belum halus sebelum dilakukan penumpatan dengan bahan restorasi.

. Membentuk box dengan straight diamond bur Preparasi sedikit konvergen ke oklusal 4. Meratakan bagian pulpa wall dengan menggunakan inverted diamond bur. 5. Preparasi dengan round bur 3. Bagian cavosurface margin dibuat bevel menggunakan straight atau flame diamond bur untuk membuka enamel rods sebagai retensi. Membentuk box dengan sedikit konvergen kearah oklusal menggunakan bur straight fissure diamond bur.

Membuat bevel di cavosurface margin 6. Aplikasikan cavity cleanser menggunakan chlorhexidine untuk menghilangkan smear layer dan debris yang terdapat didapam kavitas. (Chandra dkk.. 2007) .

International Dentistry SA. G.. Mount.. New Delhi.. 2009. Garg. Daftar Pustaka Chandra. G.. 2007. Minimal Intervention Dentistry: Cavity Classification & Preparation. Jaypee Brothers Medical Publishers. N. Textbook of Operative Dentistry. Jaypee. Garg. A.. Candra. (3)12: 150-162.J. 2015. S. New Delhi. . Chandra. Textbook of Operative Dentistry 3rd Edition. S..