You are on page 1of 29

MAKALAH

PT137. ILMU REPRODUKSI TERNAK

“PROSES REPRODUKSI SEKSUAL PADA TERNAK”

OLEH :

FADHLI FAJRI
1610621010
PARALEL : 02

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS ANDALAS
KAMPUS II PAYAKUMBUH

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat,
rahmat dan hidayahNya sehingga saya dapat merampungkan makalah perorangan ini.

Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas
perorangan mata kuliah Ilmu Reproduksi Ternak oleh Bapak Dr.Ir.H.Jaswandi,MS.
Adapun yang saya bahas dalam makalah ini mengenai “PROSES REPRODUKSI
SEKSUAL PADA TERNAK”

Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah
tersusun. Namun, hanya untuk pendekatan pada studi banding atau membandingkan
beberapa materi yang sama dari berbagai referensi,dan semoga bisa memberi
tambahan pengetahuan pada hal yang terkait dengan Proses Reproduksi Seksual Pada
Ternak.

Penyampaian pembandingan materi dari referensi yang satu dengan yang
lainnya akan menyatu dalam satu makalah saya. Sehingga tidak ada menyalahi makna
dari buku aslinya dan beberapa sumber lainnya.

Saya ucapkan terima kasih kepada rekan – rekan dan nara sumber lainnya yang
telah ikut berpartisipasi membantu saya, sehingga makalah perorangan ini dapat
terselesaikan.

Penyusun,

FADHLI FAJRI

2

.Rumusan Masalah ……….5..Fertilisasi …………………………………………………………………………………...………………………………………..21 2..Kelahiran …………………………………………………………………………………..1.Pembentukan Gamet ……………………………………………………………………...3.2.12 2...…………………………………………28 3 .....25 Bab III Penutup 3... DAFTAR ISI Kata Pengantar …………………………………………………………………………………2 Daftar Isi ……………………………………………………………………...………………….18 2....2.........4.27 Daftar Pustaka ……………………………………...3...Kebuntingan ………………………………………………………………………………22 2.Siklus Reproduksi ……………………………………………………………………….....14 2......7...5 Bab II Pembahasan 2.6 2.Organ Reproduksi Pada Ternak ………………………………………………………….Perkembangan Embrio …………………………………………………………………..……………………4 1.…..Kesimpulan ………………………………………………………….………………………………………………………….………..1....3 Bab I Pendahuluan 1....Tujuan …………………………...6..1.5 1.Latar Belakang ………………………………………………………....

sehingga proses perkembanganbiakan menggunakan organ tubuh. seperti akar dan batang pada tumbuhan. disamping ciri-ciri lain seperti. ekskresi. proses reproduksi seksual melibatkan dua hal yakni. Ovum sendiri dihasilkan olah ternak betina melalui proses ovulasi setelah melalui beberapa tahap perkembangan folikel (secara umum disebut dengan proses oogenesis yakni proses pembentukan sel telur atau ovum). pencernaan. Sedangkan reproduksi aseksual umum dilakukan hewan tingkat rendah dan sebagian tumbuhan. 4 . koordinasi. Pada reproduksi seksual mengunakan alat/organ seksual berupa sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. sedangkan reproduksi aseksual disebut juga perkembangbiakan secara vegetative.Latar Belakang Reproduksi merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup. I.siklus reproduksi. dan iritabilitas. Secara umum.fertilisasi. Secara umum reproduksi pada makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua macam. Reproduksi seksual umumnya dilakukan oleh hewan tingkat tinggi dan sebagian tunbuhan.PENDAHULUAN 1. Reproduksi seksual disebut juga perkembangbiakan secara generative. tidak menggunakan alat/organ seksual. sedangkan pada reproduksi aseksual.1. Makalah ini membahas lebih rinci tentang proses reproduksi seksual pada ternak.pembentukan gamet jantan betina. transportasi. yang meliputi organ reproduksi. yaitu reproduksi seksual (secara perkawinan) dan reproduksi aseksual (tanpa perkawinan). respirasi. Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi atau proses perkembangbiakan. sel telur atau yang biasa disebut dengan ovum dan sel mani atau yang biasanya disebut dengan sperma.perkembangan embrio dan kebuntingan serta kelahiran. sedangkan sperma diproduksi oleh ternak jantan melalui proses spermatogenesis (proses pembentukan sel gamet jantan atau sperma yang terjadi di dalam testis tepatnya pada tubulus seminiferus).

2.Bagaimana proses kebuntingan pada ternak ? 7.Bagaimana proses pembentukan gamet jantan dan betina ? 3.Untuk mengetahui siklus reproduksi pada ternak 4.Untuk mengetahui proses pembentukan gamet jantan dan betina 3.Untuk mengetahui organ reproduksi pada ternak 2.Rumusan Masalah Dalam makalah ini.3.Bagaimanaa proses fertilisasi pada ternak ? 5.1.Untuk mengetahui proses kelahiran pada ternak 5 .Bagaimana proses perkembangan embrio pada ternak ? 6.Bagaimana siklus reproduksi pada ternak ? 4.Bagaimana proses kelahiran pada ternak ? 1. maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu : 1. ada beberapa materi yang harus dirumuskan atau dijelaskan yaitu : 1.Apakah organ reproduksi pada ternak ? 2.Untuk mengetahui proses fertilisasi pada ternak 5.Tujuan Berdasarkan uraian di atas.Untuk mengetahui proses perkembangan embrio pada ternak 6.Untuk mengetahui proses kebuntingan pada ternak 7.

TESTIS Testes adalah organ reproduksi primer pada hewan / ternak jantan yang berfungsi sebagai penghasil benih (spermatozoa) dan sekaligus sebagai penghasil hormon jantan (Testosteron). Testis terdiri atas 3 jaringan. yaitu : a.EPIDIDYMIS Epididymis berasal dari bahasa latin yang arti harfiahnya adalah epi = di atas dan didymis adalah testis).1. Sel sertoli adalah berbentuk panjang dan kadang-kadang seperti piramid.PEMBAHASAN 2.1. Karena menghasilkan sel. Berbentuk bulat memanjang serupa tabung yang besar di bagian pangkalnya yang disebut kepala epididymis (caput epididymis).1. saluran reproduksi yang terdiri atas epididymis.Sel Stroma 3. Pada organ rerpoduksi jantan juga terdapat kelenjar pelengkap (glandula assesor) yang berperan sangat penting dalam menentukan kualitas spermatozoa yaitu kelenjar vesikularis (Glandulae vesicularis).yaitu sebagai berikut : 1. Testes ini jumlahnya sepasang yaitu bagian kanan dan kiri. Tubulus seminiferus.Sel-Sel Interstitial dan sel-sel leydig 2. 2. 1. Sel germinatif yang akan mengalami perubahan selama proses spermatogenesis. b. testes ini disebut memiliki fungsi cytogenik dan sebagai pengahasil hormon disebut kelenjar endokrin. Epitel tubulus terdiri dari dua macam sel yang berbeda. II. sebelum pembuahan (fertilisasi). kelenjar prostat dan kelenjar cowper’s ( Cowper’s gland atau glandulae bulbourethralis) yang semua kelenjar tersebut jumlahnya masing-masing ada sepasang. vas deferens yang masing-masing adalah spasang kemudian menyatu pada saluran yang dinamakan uretra sampai ke ujung penis. bagian tengah yang 6 . dan alat reproduksi bagian luar yang terdiri atas penis dengan pelindungnya yang disebut praeputium dan kantong skrotum.Organ Reproduksi Jantan Alat reproduksi ternak jantan terdiri atas gonad jantan yang disebut testes (terdapat sepasang).Organ Reproduksi Pada Ternak 2.

sejajar dengan jalannya vas deferens. Sesampainya di bagian paling bawah dari testes maka akan berbelok atau melekuk ke atas. Pada sapi jantan hidup bagian kepala epididymis tidak terlihat karena tertutup tenunan pengikat longgar dan kulit.disebut badan (corpus epididymis ) serta bagian yang melekuk dan berbatasan dengan saluran berikutnya (vas deferens) yang disebut ekor (cauda epididymis). Sel-sel kelenjar dapat dikenali dari isi selnya yang terdiri atas sebuah inti dan butiran – butiran sekretoris. Lipatan inilah disebut bagian ekor atau cauda epididymis. Jika diraba dengan jari akan terasa bagian ini dengan jelas dapat dibedakan dengan tenunan lainnya dari epididymis dengan konsistensi lebih kenyal. menjalar ke bawah sampai hampir melewati testes. Caput epididymis lebih besar dari bagian lain dari epididymis. Gerakan rambut silia mengarah ke jurusan badan epididymis hingga spermatozoa cepat keluar seperti terlempar ke badan epididymis hingga terlihat di bawah mikroskup adanya jumlah yang sedikit dari spermatozoa yang ada di dalam ductuli efferentis. terletak melekat di bagian atas testes. Letak sel kelenjar dengan sel rambut getar adalah berselang-seling. Di bawah mikroskop ductus efferentis berbentuk seperti tabung yang berdiameter 100 – 300 mikron. Jika dibuat sayatan pada caput epididymis maka beberapa ductuli efferentis selalu terpotong. Biasanya hanya sedikit saja spermatozoa ditemukan di dalamnya. Kedua macam sel ini adalah sel epitel yang bertugas sebagai penghasil cairan dan yang satunya adalah menggerakan spermatozoa dengan cara mendorong spermatozoa dengan rambut cilia yang terdapat pada permukaan sel-sel tersebut. Bagian kepala ini dapat dijadikan sebagai petunjuk yang dapat mengarahkan kita untuk menemukan saluran vas deferens untuk tujuan vasektomi misalnya. sedangkan sel sekretori dapat juga berubah menjadi sel silia. Sekali-kali rambut silia terlepas dan sel silia ini berubah menjadi sel sekretori. Sel-sel epitel yang membatasi dindingnya terdiri dari dua macam sel yang kedua-duanya berbentuk kubus yang tinggi.Bagian lumen epididymis hanya dilapisi satu macam sel rambut getar atau berambut silia tidak bergerak hingga disebut dengan 7 . Ukurannya lebih kecil dibanding caput epididymis. Bagian badan atau corpus epididymis atau leher terentang lurus ke bawah. Vas deferens letaknya di tempat yang terjauh dari bagian kepala.

istilah stereo silia. di atas membran basal terdapat sel-sel urat daging licin dan serabut ini akan menebal pada bagian ekor epididymis.PRAEPUTIUM Pada fase kehidupan embryologik. disekitarnya ditumbuhi bulu-bulu pelindung yang lebih panjang dari bulu kulit biasa.VAS DEFERENS Saluran reproduksi ini terentang dari ekor epididymis sampai ke uretra. Pada lapis bagian luar dari ductus epididymis.PENIS Penis sapi berbentuk bulat panjang dan bertipe fibro elastis. 3. Vas deferens memasuki ruang abdomen bersama-sama dengan pembuluh- pembuluh darah dan pembuluh syaraf yang menuju ke bagian testes merupakan satu kesatuan yang dikenal dengan sebutan funiculus spermaticus. Saluran berdinding tebal ini mengandung serabut-serabut urat daging licin dengan diameter 2 mm. Lapisan serabut urat daging licin ini akan menjadi tebal setelah epididymis berubah menjadi saluran reproduksi berikutnya yaitu vas deferens. praeputium berasal dari kulit. Celah praeputeium pada sapi dewasa kira-kira 5 cm caudal tali pusat. 5. Penis dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pangkal yang melekat pada fascia atau ligamenta yang kuat dan disebut “Crus Penis”. Praeputium merupakan pelindung penis dari pengaruh lingkungan luar dan kekeringan. Lumen epididymis cukup besar. tidak berasal dari sinus urogenitalis sedangkan yang berasal dari sinus urogenitalis adalah kantong skrotum. dengan diameter 1 mm. lebarnya kira-kira dapat dimasuki 3 jari. artinya selalu dalam keadaan agak kaku dan kenyal meskipun dalam keadaan non-ereksi. 8 . Uang praeputium yang berisi penis panjangnya sampai 40 cm dengan diameter 3 – 4 cm. 4. bagian badan dimana dibagian tengahnya melipat melingkar merupakan huruf “S” disebut “sigmoid” dan bagian ujung penis disebut “Glans Penis”. Vas deferens dari kedua buah testes akan berjalan ke bagian atas melalui canalis inguinalis (celah bagian bawah) akan terus berjalan ke atas dan sesampainya di atas kandung kencing akan terletak pada posisi berjejer dan lambat laun akan membesar yang seterusnya bagian ini disebut ampula (ampulae ductus deferentis). Penis terbungkus oleh tunica fibrosa yang padat dan putih dikenal dengan nama tunica albugenia.

saluran reproduksi meliputi tuba falopii.OVIDUCT Oviducts disebut juga tuba falopi (fallopian tubes) secara anatomis mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan ovarium.2. pembuluh limfe. Folikel akan mengalami perkembangan yang prosesnya disebut folikulogenesis. activin. Disebut organ primer karena ovarium menghasilkan sel garnet betina (yaitu ovum) dan hormon kelamin betina. jaringan syaraf dan pembuluh darah yang berhubungan dengan ligamentum mesovarium melalui hilus. serviks dan vagina.Organ Reproduksi Betina Alat kelamin betina pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu alat kelamin dalam dan alat kelamin bagian luar. kemudian folikel tertier. sedangkan hormon peptida terdiri dari inhibin. dimana dan folikel awal yang disebut folikel primer akan berkembang menjadi folikel sekunder. Bagian korteks berisi folikel-folikel. Sedangkan alat kelamin bagian luar terdiri atas vulva. stroma. kornua uteri. Ovarium tersusun oleh bagianbagian medula yang terletak di dalam dan korteks yang terletak diluamya. serviks dan vagina serta organ reproduksi bagian luar meliputi clitoris dan vulva. 1. Komposisi bagian medula yaitu jaringan ikat fibroelastik. Pada hewan ternak ukuran panjang 9 . vestibulum vaginae dan kelenjar vestibulae.OVARIUM Ovarium merupakan organ reproduksi primer pada hewan betina. relaxin. Hormon kelamin yang dihasilkan oleh ovarium dibedakan dalam dua kelompok yaitu hormon steroid dan hormon peptida. Alat kelamin dalam meliputi ovarium. 2. dan akhimya menjadi folikel graaf yang siap ovulasi. klitoris. Hormon steroid terdiri dan progesteron dan estrogen. Alat kelamin bagian dalam. ovarium dikelilingi oleh epitel germinal dan terbungkus oleh tunica albuginea.1. korpus uteri. Organ reproduksi primer meliputi ovarium. dan oxytocin.2. ke bagian dorsal digantung oleh beberapa alat penggantung. corpus luteum. tuba falopii. kornua uteri. pembuluh darah. Di bagian paling luar. Perkembangan folikel tersebut diatur oleh hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pituitaria anterior yaitu follicle stimulating hormone (FSH). dan serabut otot polos. corpus uteri.

5-1 mm. merupakan bagian ujung oviducts yang bebas kecuali di satu titik di sudut atas ovarium. peristaltik oviducts tidak ditujukan mentransfer ovum namun malah untuk sedikit menunda perjalanan ovum. fertilisasi dan perkembangan awal praimplantasi. Isthmus terhubung langsung dengan uterus. Fimbria berbentuk seperti jari-jari. Ampulla.oviducts bervariasi. Isthmus. pada tempat yang disebut utero-tubal junction. sehingga dipastikan bahwa fimbria terletak sangat dekat dengan permukaan ovanum. Infundibulum merupakan saluran berbentuk cerobong yang bermuara di dekat ovarium. panjangnya sekitar setengah dan panjang oviducts dengan diameter 3-5 mm. infundibulum. merupakan penghubung antara oviducts dan comua uteri. Kompisisi cairan oviducts terdiri dari transudat serum dan hasil sekresi granula dari sel sekretorik epithelium oviducts. Berbeda dengan kontraksi intestinum. Kedua sisi uterus terhubung ke dinding pelvis dan abdomen oleh ligamentum lata uteri. membantu proses fertilisasi melalui peningkatan kontak antara ovum dan sperma. Kontraksi oviducts memfasilitasi pencampuran isi kandungan oviducts. Transport sperma dan tempat deposisi semen ke tempat fertilisasi di oviducts dengan bantuan kontraksi myometrium. Porporsi masing-masing bagian tersebut. sambungan tersebut pada kuda berbentuk papila kecil. berdiameter lebih kecil dari ampulla yaitu 0. Uterus mempunyai sejumlah fungsi. termasuk bentuk dan rangkaian berbeda- beda di antara spesies. Ampulla selanjutnya bergabung dengan isthmus. dan cervix. hiperaktivasi sperma. Endometrium beserta cairannya mempunyai peranan yang utama dalam proses reproduksi meliputi: a. yang kemudian membentuk bursa ovari. merupakan bagian oviducts yang paling lebar. membantu menelanjangi ovum lepas dan sel cumulus. meliputi kapasitasi sperma. sebuah corpus uteri. 3. berkisar antara 20-30 cm. Sekresi oviducts diatur oleh hormon steroid.UTERUS Uterus items terdiri dari 2 buah comua uteri. Oviducts terbagi ke dalam 4 segmen dengan fungsi yang berbeda. ampulla dan isthmus. Cairan oviducts mempunyai beberapa fungsi. serta turut berperan mengatur transport ovum. yaitu: fimbria. sedangkan endometrium berperan dalam proses kapasitasi spermatozoa 10 .

dimana kerjanya tergantung status hormonalnya.Lapisan muskulusnya dilengkapi dengan pembuluh darah. Perbedaan tersebut mungkin 11 . 2. d. Struktur cervix berbeda-beda diantara spesies. Fungsi cervix adalah sebagai berikut : 1. sekelompok sel syaraf.VAGINA Vagina merupakan saluran reproduksi betina di kaudal cervix. e.dan lapisan serosa. sebagai barier antara uterus dengan bagian luar untuk mencegah masuknya mikroorganisme dan luar. melalui perubahan kekentalan mukus dan mekamsme interlocking cincin cervix 4. Proses partus melaiui kontraksi myometrium akan mendorong fetus keluar. Inisiasi implantasi dengan menyediakan nutrisi bagi embrio. namun derajat perubahannya berbeda-beda di antara spesies. adanya lipatan mukosa membuat spermatozoa yang tidak baik dan mati akan terperangkap. sehingga hanya spermatozoa berkualitas baik yang bisa melanjutkan perjalanan 3. tersusun oleh lapisan epithel. berperan dalam proses partus. Selama siklus estrus.lapisan otot.b. transport spermatozoa. serta jaringan ikat. dimana pada saat partus cervix akan dilatasi sehingga fetus dapat keluar. Pada ruminansia terdapat bentukan seperti cincin disebut annular ring yang susunannya interlocking saling mengunci satu-dengan yang lain sehingga cervix tertutup. Ciri khas cervix adalah dinding tebal dan lumen berkerut. Tempat terjadinya kebuntingan. Pengaturan fungsi corpus luteum melalui pelepasan prostaglandin c. 4. dan involusi uterus terjadi pasca partus untuk persiapan kebuntingan berikutnya. tempat penampungan dan seleksi spermatozoa.CERVIX Cervix merupakan organ yang sebagian besar tersusun oleh jaringan ikat fibrosa dan hanya sebagian kecil saja jaringan otot polos.syaraf. Struktur cervix seperti sphincter (pengunci) yang mengarah ke bagian kaudal ke vagina. 5. begitu juga ukurannya. keadaan vagina berubah-ubah.

transport spermatozoa 4.1.Pembentukan Gamet Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet yang terjadi di dalam gonade. sedang pada hewan betina disebut oogenesis yang terjadi di dalam ovarium.2. seolah olah tidak terjadi aktifitas sintesis. Asam nukleat ini khusus untuk dicurahkan ke dalam sel telur pada waktu fertilisasi.disebabkan oleh tingkat sekresi estrogen dan progesteron yang berbeda. jalan lewat fetus path saat partus 2. Oleh karena itu pemeriksaan preparat apus vagina tidak bisa digunakan untuk mendiagnosa fase dalam siklus estrus maupun abnormalitas hormonal. Adapun fungsi vagina yaitu. pemasakan (miosis). Pembelahan sekali lagi menjadi spermatid yang haploid. Gametogenesis merupakan pembelahan pemasakan yaitu dengan pembelahan meiosis sehingga sel kelamin yang dibentuk bersifat haploid. pertumbuhan (sintesis). bentuk epitelial dan intinya juga lebih besar.sebagai berikut : 1. sebagai saluran pembuangan dan saluran di atasnya 5. 2.Pembentukan Gamet Jantan (Spermatogenesis) Pembentukan sel kelamin vertebrata maupun invertebrata mempunyai tahapan yang sama yaitu : tingkat perbanyakan (mitosis). merupakan perubahan 12 . Pertumbuhan berakhir pada spermatosit I. pengeluaran dari dalam gonade.Calon sel kelamin jantan embrional dapat dibedakan sel lain karena ukurannya yang relatif lebih besar. tempat penampungan spermatozoa sementara setelah kawin alam 3. Proses tersebut pada hewan jantan disebut spermatogenesis yang terjadi didalam testis. Ukuran sel ini yang terbesar karena kaya DNA dan RNA. kemudian mengalami pembelahan pemasakan menjadi spermatosit II. Inti spermatid menjadi lebih padat.Perkembangan berikutnya adalah spermiogenesis. Sintesis DNA dan RNA terjadi pada stadium pertumbuhan sampai terbentuk spermatosit I. sebagai organ kopulasi 2. Sintesis DNA terjadi pada stadium perbanyakan untuk membentuk inti baru sel anakan setelah itu istirahat menunggu stimulasi hormon sampai stadium pertumbuhan dimulai.2.

Perkembangan sitoplasma spermatogonium sampai spermatosit I bertambah banyak untuk kemudian terbagi dalam pembelahan meiosis sama besar. Enzim hialuronidase pada spermatozoon mammalia dan acrosin pada invertebrata. Kebanyakan ovarium vertebrata sepasang. Pada dasarnya ovarium terdiri dari bagian korteks berisi sel telur dan bagian medulla berisi jaringan ikat.2. Enzim itu disekresikan oleh Apparatus Golgi dan disimpan dalam akrosoma. Pada mammalia terjadi di dalam tubulus seminiferus. sel kelamin jantan berangsur bergerak menuju ke arah lumen. Sel kelamin jantan dalam berbagai tingkat perkembangan terdapat pada dinding tubulus seminiferus. leher mengandung sentriol. besarnya berbanding langsung dengan ukuran tubuh. Perubahan bentuk ini dikendalikan oleh inti yang haploid. Struktur spermatozoon vertebrata terdiri dari : akrosoma berisi enzim untuk melisiskan selaput telur.2. Bagian prinsipal mengandung filamen aksial dan bagian ujung sebagai flagellum. Testis vertebrata jumlahnya sepasang. bagian tengah mengandung mitokondria sebagai penghasil tenaga gerak dan mengandung mikrotubule yang kontraktil. spermatosit II lebih kecil dan spermatid paling kecil. kecuali bangsa burung (Aves) hanya satu yang berkembang. Sitoplasma pada perkembangan dari spermatid ke spermatozoon sebagian besar dikeluarkan dari sel agar sel menjadi langsing dan lincah. Spermatozoon kaya akan mitokrondria sebagai pembangkit tenaga gerak. Spermatozoon juga mensintesis enzim yang digunakan untuk melisiskan selaput telur. Ukuran 13 . Spermatogenesis terjadi di dalam testis. Gen yang mengendalikan sintesis protein itu didukung dalam kromosom Y. Spermatosit I berukuran paling besar. Sebagian sitoplasma dibuang ke luar sel. Spermatozoa berada dalam lumen yang sebelumnya menempel pada sel Sertoli.bentuk dari sel yang pasif menjadi sel yang dapat bergerak.Pembentukan Gamet Betina (Oogenesis) Oogenesis terjadi dalam ovarium. Dalam proses perkembangannya. Kedua protein ini yang menyebabkan spermatozoon dapat bergerak aktif. Protein khusus yang disintesis selama spermiogenesis adalah tubulin yang berada dalam leher dan filament sebagai ekornya. Bagian kepala mengandung inti.Proses pembentukan spermatozoon meliputi 2 komponen yaitu perkembangan inti dan sitoplasma. 2. Spermatogonium letaknya berada di dekat membrana basalis.

Bioplasma sebagai substansi hidup dan deutoplasma sebagai bahan baku sumber energi. Setelah deferensiasi.pembelahan meiosis diselesaikan setelah spermatozoon masuk telur. Tingkat pembelahan meiosis terjadi di luar ovarium. Antara inti dan ooplasma berhubungan timbal balik dalam proses pembentukan vitellus. baik inti maupun ukuran selnya. pada vertebrata rendah relatif besar dan telur yang dibentuk jumlahnya cukup besar. lipid dan karbohidrat. Enzim atau prekusornya juga dipersiapkan untuk proses metabolisme dalam perkembangan zygot.Pubertas Hewan jantan dan betina secara teknis dikatakan mencapai pubertas jika telah mampu menghasilkan gamet dan menunjukkan perilaku sebagai manifestasi karakteristik seksual. Sel telur vertebrata dalam ovarium mengalami perkembangan dari oogonium sampai oosit I. 2. sintesis terhenti dalam stadium istirahat sampai tahap pertumbuhan dimulai karena pengaruh hormon yang merangsang pertumbuhan sel telur. Yang terlibat dalam proses perkembangan sel telur yaitu sel folikel (sel nutrisi). Calon sel kelamin yang embrional belum dapat dibedakan antara yang jantan dan betina yaitu sebagai gonosit.3.1. Pada akhirnya stadium perbanyakan. Sel telur dipersiapkan untuk kelangsungan hidup dari induk ke perkembangan awal. Bahkan pada spesies tertentu. Yolk terdiri dari protein.3.Siklus Reproduksi Siklus reproduksi adalah serangkaian kegiatan biologik kelamin yang berlangsung secara periodik hingga terlahir generasi baru dari suatu makhluk hidup. Pubertas pada dasarnya merupakan hasil pengaruh yang 14 . Sintesis DNA pada stadium perbanyakan dipersiapkan untuk pembentukan inti baru pada anakan sel.ovarium tergantung dari jumlah telur yang diproduksi. relatif besar karena kegiatan sintesis jauh lebih besar dari sel manapun. 2. Jika siklus reproduksi dari suatu makhluk terputus maka kehadiran makhluk tersebut di dunia menjadi terancam (Adnyana. oleh karena itu dilengkapi dengan cadangan sumber energi yaitu Vitellus (yolk). 2012). calon sel telur berukuran lebih besar. inti (vesicula germinativa) berisi gen sebagai pengkomando terjadinya sintesis vitellus. Pada mammalia sangat kecil. Inti sel telur disebut vesicula germinativa.

16- 24 minggu pada ayam jantan. 15-18 bulan pada kuda. Untuk domba diketahui bahwa jika alat reproduksi belum disensitifkan oleh progesteron. sapi potong 45-55 % berat dewasa dan lain-lain spesies akan memiliki berat pencapaian pubertas yang berbeda. tetapi birahi itu sendiri tidak terlihat dari luar. Berahi tenang ini menghasilkan ovulasi. estrogen (hormon birahi) tidak mendapat tanggapan apa dari alat reproduksi tersebut. sedang domba betina yang mengalami birahi tenang itu tidak ingin kawin dan pejantannya juga tidak tahu bahwa betina tersebut sedang birahi. domba dan babi. pubertas tercapai saat mencapai 30-40 % berat dewasa. pubertas akan tercapai sekitar 3-4 bulan pada kelinci. 2. Pada kondisi normal.berlangsung berangsur antara peningkatan aktifitas gonadotropin dan kemampuan gonad untuk secara simultan mengatur steroidogenesis dan gametogenesis. Pada birahi berikutnya dimana pada bekas ovulasi birahi yang lalu telah terbentuk progesteron. 6-7 minggu pada puyuh jantan dan 5-7 minggu pada puyuh betina. hewan akan mencapai pubertas pada umur yang lebih muda.2. betina mendekati pejantan dan sebagainya hingga terjadi perkawinan.Interval-interval ini disertai suatu seri perubahan-perubahan fisiologik di dalam saluran kelamin betina. Pada sapi perah. Karena itu ada fenomena pada domba iklim sedang yang disebut silent heat atau birahi tenang.3. Waktu tersebut dikenal sebagai masa birahi (estrus). Usia tercapainya pubertas lebih erat hubungannya dengan berat tubuh disbanding dengan umur. tentunya umur pubertas akan berlain-lainan. Jika pertumbuhan dipercepat dengan overfeeding. Pada hewan selain yang sudah disebutkan. maka pubertas akan terlambat atau tertunda. terjadilah gejala birahi yang ditandai adanya pembengkakan vulva. 18-20 minggu pada ayam betina. 6-7 bulan pada kambing. Estrus datang secara siklis atau periodik. Kandungan nutrisi makanan berpengaruh pada usia tercapainya pubertas.Siklus Birahi Hewan betina pada umumnya memiliki waktu tertentu dimana ia mau dan bersedia menerima pejantan untuk aktifitas kopulasi. 15 . berlangsung selama waktu tertentu tergantung pada jenis hewannya. 12 bulan pada sapi. Interval antara timbulnya satu periode birahi ke permulaan periode birahi berikutnya dikenal sebagai satu siklus birahi. sebaliknya jika pertumbuhan diperlambat dengan underfeeding.

Perubahan yang tidak tampak dari luar karena terjadi pada alat-alat reproduksi bagian dalam sehingga sukar digunakan untuk penentuan ada tidak nya estrus. domba. kambing.Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Selama Siklus Birahi Selama siklus estrus. karena sifat proses ini berlangsung secara kontinyu (bila normal).Tahap Siklus Birahi Lama siklus birahi pada hewan mamalia yang tidak di domestikasi bervariasi dari 16 sampai 24 hari (biri-biri: 16. Pentahapan ini lebih dimaksudkan untuk memudahkan bagi kita mempelajari siklus birahi tersebut. kerbau.17 hari. Perubahan-perubahan tersebut 16 . dimana pada biri-biri dan sapi. Termasuk ke dalam golongan ini misalnya: anjing. Sebenarnya batas yang tegas diantara tahap-tahap tersebut tidak ada. Poliestrus adalah golongan hewan yang dalam satu tahun menunjukkan beberapa kali gejala birahi. sapi. harimau dan hewan-hewan mamalia liar yang hidup dihutan. kucing. singa.3. terjadi perubahan-perubahan baik yang tampak dari luar maupun yang tidak tampak dari luar.3. kambing. adalah periode dimana betina bersedia untuk menerima pejantan dan diestrus ditandai oleh dihasilkannya progesteron. dimana pada waktu itu hewan betina tidak mau menerima pejantan sama sekali. 2.beberapa jenis hewan dapat digolongkan menjadi monoestrus dan poliestrus. 2. tergantung pada species dan juga sedikit bervariasi diantara individu satu spesies. ovulasi akan terjadi 24-30 jam setelah birahi. secara lengkap dibagi menjadi 4 tahap. Berdasar pada jarak antara musim kelamin dengan musim kelamin berikutnya atau berdasarkan jarak antara birahi dan birahi berikutnya. domba: 20-21 hari.gejala birahi akan terjadi secara periodik dengan interval waktu tertentu.Tahap. kuda: 20-24 hari).Birahi. Variasi tersebut juga terjadi pada waktu atau saat ovulasi. Dalam keadaan tidak bunting atau sedang menyusui anak. Monoestrus merupakan golongan hewan yang dalam satu tahun hanya satu kali menunjukkan gejala birahi. Perubahan-perubahan yang tampak dari luar biasanya digunakan untuk penentuan saat terjadinya estrus.3. Siklus birahi atau estrus. babi. babi: 35-45 jam setelah birahi dan kuda 4-6 hari setelah birahi.4. Termasuk dalam golongan ini misalnya: sapi.

Siklus birahi dimulai dengan adanya sekresi FSH dari adenohipopisa yang merangsang terjadinya perkembangan folikel ovarium dimulai dari folikel primer. LH dan LTH). biasanya pendek terjadi perubahan tingkah laku (biasanya sedikit gelisah dan memperdengarkan suara-suara tertentu atau malah diam saja).semuanya bersifat sambung menyambung satu sama lain.5.Folikel Primer yang berkembang dapat berjumlah lebih dari satu dan menjadi matang semua. sehingga akhirnya bertemu kembali pada permulaannya. Perubahan-perubahan luar yang tampak sewaktu proestrus merupakan fase persiapan. Ciri-ciri yang tampak dari luar adalah hewan tampak gelisah. Bedanya dengan estrus adalah meskipun gejala birahi masih dapat dilihat. Metestrus merupakan fase setelah estrus selesai. estrogen dan progesteron. Terdapat juga suatu zat yang berpengaruh dalam hal ini adalah prostaglandin. Siklus birahi dimulai dari saat tercapainya pubertas dan secara normal akan berlangsung periodik dalam interval waktu tertentu. Pada alat kelamin luar mulai tampak tanda-tanda peningkatan jumlah peredaran darah.3. nafsu makan turun atau bahkan hilang sama sekali. 2. Estrus merupakan fase terpenting dalam siklus birahi oleh karena pada fase inilah hewan betina mau dan bersedia menerima pejantan untuk berkopulasi. Pada fase ini hewan belum mau menerima pejantan untuk kopulasi tetapi kemungkinan tingkah laku birahi sudah mulai tampak. Diestrus merupakan fase yang ditandai oleh tidak adanya aktifitas kelamin dan hewan akan tampak tenang. Gejala luar sebenarnya tidak terlalu tampak. 17 . bergerak menghampiri pejantan dan sering menaiki individu lain.Peranan Hormon Dalam Siklus Birahi Jenis-jenis hormon yang berperan secara langsung dalam siklus birahi adalah hormon-hormon gonadotropin (FSH. sehingga pada saat ovulasi dapat menghasilkan lebih dari satu ova (telur). akan tetapi hewan betina sudah menolak pejantan untuk aktifitas kopulasi. namun seringkali gejala-gejala sisa estrus masih tampak. Pada bagian alat kelamin luar (vulva) tampak kemerah-merahan sebagai akibat banyaknya aliran darah dan tampak mengeluarkan mukus (tanda ini lebih tampak pada hewan muda dibanding hewan tua. Fase ini merupakan fase terpanjang selama siklus.

2. penggabungan inti dan inisiasi pembelahan zygot.1. proses pendekatan spermatozoon – sel telur merupakan peranan aktif spermatozoon dan gerakan khemotaksis.4. Pada kuda.Perkembangan sel telur yang tidak mengalami meiosis disebut ginogenesis.7.Pendekatan Spermatozoon-Sel Telur Baik fertilisasi eksternal maupun internal. Spermatozoon mengalami aktivasi dan 18 . Keseluruhan perubahan-perubahan yang terjadi pada alat reproduksi selama siklus birahi merupakan persiapan bagi terjadinya fertilisasi dan kebuntingan (kehamilan). Prinsip fertilisasi adalah penggabungan genom jantan dan betina. Spermatozoon Sea urchin mengeluarkan androgamone.6. 2. Androgenesis adalah perkembangan sel telur yang terjadi karena peran pronukleus jantan semata. sapi) juga dihasilkan oleh plasenta.3. Proses fertilisasi meliputi beberapa tahap : pendekatan sel kelamin. sedangkan spermatozoon mammalia mengeluarkan hyaluronidase. 2.Birahi Setelah Beranak Kadar progesteron yang tinggi dibutuhkan selama kebuntingan.4.Ovulasi Ovulasi merupakan proses keluarnya ovum dari folikel ovarium. 2.3.ovulasi tenang (silent ovulation) dapat terjadi selama bulan kedua kebuntingan dan menghasilkan corpus luetum yang akhirnya juga memiliki fungsi mencukupi kebutuhan kadar progesteron selama kebuntingan. Progesteron disekresikan oleh korpus luteum dan pada beberapa spesies (biri-biri. Selain proses yang alami fertilisasi juga dapat dibuat secara eksperimental. Terjadinya ovulasi sehubungan dengan siklus birahi pada berbagai jenis hewan memiliki waktu yang berbeda-beda. penetrasi spermatozoon ke dalam ooplasma. Sekresi progesteron yang terus menerus akan menekan kejadian birahi dan pada sebagian besar hewan mamalia termasuk penekanan kejadian ovulasi. sedang pronukleus betina tidak ikut serta karena dikeluarkan secara eksperimental.Perkembangan sel telur tanpa dicampuri oleh genom jantan disebut partenogenesis. Peristiwa ini merupakan puncak dari siklus birahi.Fertilisasi Proses peleburan spermatozoon dan sel telur yang meliputi inti (genom) dan sitoplasma disebut fertilisasi. penempelen.

Membran telur menjadi lebih elastis untuk mencegah polispermi. 2. Kapasitasi spermatozoon in vitro dengan cara memberikan sel folikel dalam suspensi spermatozoon. Secara umum enzim yang keluar dari akrosoma disebut akrosin. Karena spermatozoon menabrak sel folikel maka akrosoma putus dan hyaluronidase keluar. telur bergerak sepanjang oviduct karena gerakan peristaltik sedang gerakan spermatozoon dibantu gerakan antiperistaltik.bahkan dalam percobaan sel telur manusia dapat saja dimasuki dengan spermatozoon hamster. 2). Penetrasi spermatozoon ke dalam ooplasma Masuknya spermatozoon dalam ooplasma menimbulkan berbagai reaksi : 1). Spermatozoon ikan menjadi lebih aktif setelah masuk ke air dan inhibitornya mengalami pengenceran. misal di lokasi perairan yang sama.4. Pada fertilisasi eksterna.Secara alami perkawinan dapat terjadi antara individu betina dan jantan dalam satu spesies sehingga tidak ada masalah histocompatibility atau reaksi antigen-antibody.4. Pada tempat penempelan antara membran telur dengan akrosoma terjadi saluran membran.3. reaksi korteks dan 3). Di dalam korteks terjadi kenaikan kadar ion Ca++ sebagai aktifator metabolisme. Sintesis protein khusus untuk proses ini 19 . Inti spermatozoon masuk lewat saluran itu. Pada fertilisasi interna. 2.Pada fertilisasi in vitro dapat terjadi spermatozoon memasuki telur dari spesies yang berlainan. Di dalam oviduct spermatozoon dapat menempel pada selaput telur setelah menembus sel-sel corona radiata dengan enzim hyaluronidase. Reaksi membran. sperma disemprotkan pada lingkungan sekitar telur yang sedang keluar.Oleh karena itu secara normal tidak akan pernah terjadi fertilisasi silang antar spesies walaupun hidup dalam satu tempat. telur mengalami oviposisi.Spermatozoon dapat menempel karena reaksi fertilizin dari selaput telur dengan antifertilizin dari spermatozoon.kapasitasi.Telur bergerak secara pasif. Namun tidak akan terjadi peleburan inti.2. Spermatozoon mammalia menjadi aktif di dalam saluran telur karena stimulasi dari cairan oviduct. Penempelan Spermatozoon Pada Selaput Telur Di dalam air spermatozoon Sea urchin diaktivasi oleh gynogamone dari selaput telur. Fertilizin adalah glikoprotein yang khusus dan spesifik untuk tiap spesies. kenaikan metabolisme.

Kejadian tersebut merupakan 20 . Sintesis protein khusus pada saat pembelahan sel zygot ini bervariasi pada setiap jenis binatang. Pertama kali bentuk organisasinya sebagai monoaster. Pigmen (protein berwarna) mengalir ke tempat masuknya spermatozoon. menempatkan diri sedemikian rupa agar terjadi pembagian yang sama pada saat pembelahan telur pertama. Spermatozoon masuk telur meninggalkan ekornya di dalam rongga perivitellin. Perubahan letak protein dalam ooplasma mencerminkan pola bentuk dan struktur tubuh embrio yang akan terbentuk nantinya.4. sentriol keluar dari leher. Apabila kromosom berasal dari sperma dan telur lain spesies tidak akan dapat terjadi penggabungan.5. Peleburan tersebut merupakan percampuran karakteristik-karakteristik menurun. Bagian leher berbalik di depan. sifat- sifat paternal (dari sifat pejantan atau ayah) dan maternal (dari sifat induk betina atau ibu) sehingga dapat berkembang menjadi individu baru.Penggabungan Pronukleus Jantan dan Betina Penggabungan inti merupakan penyatuan genom jantan dengan betina. kemudian sebagai amphiaster akhirnya menjauh dan menuju pada kutub yang berlawanan maka sesaat kemudian terjadilah mitosis (segmentasi).Yellow crescent pada telur Styela partita mengalir ke bagian equator telur. Telur yang berukuran kecil sudah terjadi sintesis. Pengorganisasian benang spindel oleh sentriol dari spermatozoon. Sintesis tubulin (benang spindel) yang mengatur pembelahan terjadi.juga terjadi untuk inisiasi pembelahan dan untuk membentuk enzim yang mendukung metabolisme.4. kemudian membentuk inti baru. 2. karena jumlah pasangan dan ukurannya tidak saling bersesuaian. Kromosom bersatu membentuk sinkarion. DNA dan RNA dari spermatozoon bercampur dalam ooplasma.sedang yang besar belum. Masuknya spermatozoon dalam ooplasma menyebabkan reorganisasi penyebaran protein di dalam ooplasma. Grey crescent pada telur katak berada di equator.4. inti kemudian akan membesar membentuk pronukleus jantan.Inisiasi Pembelahan Zygot Diploidi inti zygot memungkinkan terjadi pembelahan secara mitosis. 2. Fertilisasi merupakan proses peleburan inti gamet jantan dan inti gamet betina. Pronukleus jantan bergerak menuju ke pronukleus betina.

Setelah terjadinya fertilisasi.hal yang tidak mudah dipahami. Pertumbuhan embrio yang dimulai dengan pembelahan diri dari 1 menjadi 2 sel dan seterusnya tidak merubah besarnya 21 . Sel telur yang dilapisi bukan saja oleh membran plasma tetapi oleh lapisan-lapisan lain. maka terjadilah sel baru yang bersifat diploid. Setelah inti sel spermatozoa bersatu dengan inti sel ovum. Pada mamalia pembelahan terjadi secara holoblastis. tetapi hanya pada blastomer kutub vegetal. Proses pembuahan (fertilisasi) memiliki tahapan-tahapan. yaitu dengan terbentuknya empat sperma pada jantan dan satu ovum pada betina. gamet yang telah membelah menjadi 2 sel atau lebih = embrio). Sel ini disebut (gamet satu sel = konseptus. seharusnya hanya dapat ditembus dalam suatu proses yang memerlukan waktu agak lama sebelum spermatozoon dapat masuk. yaitu ditandai adanya kehamilan. 2.Perkembangan Embrio Tahap-tahap perkembangan individu baru dimulai dari gametogenesis. sehingga terbentuk 4 blastomer. Gametogenesis terjadi pada individu dewasa. 1988). perpindahan dan organogenesis. sehingga dari spermatozoa dapat membuahi sel ovum. Di akhir pembelahan ketiga akan terbentuk 8 balstomer (Yatim. Pembelahan kedua melalui bidang meridional. yang kemudian dilanjutkan dengan adanya fertilisasi yaitu penggabungan antara material sperma dan material ovum (Villee. Kemudian diikuti dengan pembelahan blastomer di kutub animal yang juga terjadi secara tidak bersamaan.5. 1984). oleh karena sebuah molekul pun bila ukurannya besar jarang dapat masuk ke dalam sel. Kemudian diikuti dengan pembelahan blastomer di kutub animal. Pembelahan ketiga terjadi pada blastomer di kutub vegetal secara tidak serentak. Pembelahan pertama akan melalui bidang latitudinal yang terletak dibagian atas bidang ekuator. Oleh karena itu spermatozoon haruslah dapat menempel pada permukaan telur cukup lama sehingga reaksi penghancuran lapisan telur dapat berlangsung. Setelah terjadinya fertilisasi akan ada tahapan-tahapan lain sehingga akan menghasilkan suatu embrio (Marjono. 1992). Selama periode kehamilan akan terjadi proses perkembangan embrio yang diawali dengan proses pembelahan. diferensiasi.

Dalam penghidupan peternak.seluruh embrio. disebut blastomer. di rongga sela-sela inner cell mass merembes cairan menembus zona pellucida. Periode kebuntingan dimulai dengan pembuahan dan berakhir dengan kelahiran anak yang hidup. Kira-kira pada hari ke-5 sampai ke-6.Kebuntingan 2. bermula dari sebuah sel tunggal yang mengalami peristwa pembelahan diri yang berantai dan terus menerus selama hidup individu tersebut. Setelah pembuahan . zigot memasuki tingkat 16 sel. Pada stadium ini zigot disebut berada dalam stadium blastula atau pembentukan blastokista. 2. yang akan tumbuh menjadi jaringan-jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan sel di sebelah luar. Inner cell mass kemudian disebut sebagai embrioblas. yang akan tumbuh menjadi trofoblas sampai plasenta) (Marjono. Inner cell mass tetap berkumpul di salah satu sisi.6. dan sel-sel yang terbentuk makin lama makin kecil (Partodiharjo. Tetapi berbeda dalam keadaan dan derajatnya sewaktu hewan itu menjadi dewasa dan menjadi tua. Morula terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel-sel di sebelah dalam.periode kebuntingan pada umumnya dihitung mulai dari perkawinan yang terakhir sampai terjadinya kelahiran anak secara normal. 1981) sedangkan menurut Frandson (1992) menyatakan kebuntingan berarti keadaan anak sedang berkembang didalam uterus seekor hewan. yang mengembalikan jumlah kromosom yang sempurna. tetap berbatasan dengan lapisan sel luar. pembelahan sel selanjutnya bersifat mitotik sehingga anak-anak sel hasil 22 . membentuk ruang antar sel. Sesudah 3-4 kali pembelahan. sebab pembelahan dan pertumbuhan ini terjadi dalam zona pellucida. 1992). Sel-sel yang dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya. Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. 1992). Peleburan spermatozoa dengan ovum mengawali reaksi kimia dan fisika yang majemuk.6.1. dan outer cell mass kemudian disebut sebagai trofoblas (Marjono.Proses Kebuntingan Satu periode kebuntingan adalah periode dari mulai terjadinya fertilisasi sampai terjadinya kelahiran normal (Soebandi. 1992). disebut stadium morula (kira-kira pada hari ke-3 sampai ke-4 pascafertilisasi).

sedang periode embrio dimulai dari implantasi sampai saat dimulainya pembentukan alat alat tubuh bagian dalam. Kripta-kripta menghasilkan lendir yang kental semalin tua umur kebuntingan maka semakin kental lendir tersebut. Uterus Perubahan pada uterus yang pertama terjadinya vaskularisasi pada endomertium. Periode ini disambung oleh periode fetus. Vulva dan vagina Setelah kebuntingan berumur 6 sampai 7 bualan pada sapi dara akan terlihat adanya edema pada vulvanya. Perubahan alat kelamin betina selama kebuntingan berlangsung Menurut Partodiharjo (1982) hewan yang mengalami masa kebuntingan akan menunjukan perubahan bagian-bagian tertentu sebagai berikut: 1. yaitu: periode ovum. sedangkan kelenjar yang telah ada tumbuh lebih panjang dan berkelok-kelok seperti spiral. 3. Lamanya periode kebuntingan untuk tiap spesies berbeda-beda perbedaan tersebut disebabkan faktor genetik Menurut Frandsion (1992) menyatakan bahwa Periode kebuntingan pada pada kuda 336 hari atau sekitar sebelas bulan. Peristiwa ini berlangsung sampai hewan menghasilkan sel kelamin (Salisbury. babi 114 hari atau 3 bulan 3 minggu dan 3 hari dan anjing 63 hari atau sekitar 2 bulan. Periode ovum dimulai dari terjadinya fertilisasi sampai terjadinya implantasi. Semakin tua buntingnya semakin jelas edema vulva ini. 23 . domba 150 hari atau 5 bulan. 1985) Pertumbuhan makhluk baru terbentuk sebagai hasil pembuahan ovum oleh spermatozoa dapat dibagi menjadi 3 periode. Pada sapi yang telah beranak. sapi 282 hari atau sembilan bulan lebih sedikit. 2.pembelahannya mempunyai kromosom yang sama dengan induk selnya. Menurut Salisbury (1985) periode kebuntingan pada semua bangsa sapi perah berlangsung 278-284 hari kecuali brown swiss rata-rata 190 hari. Serviks Segera setelah terjadi fertilisasi perubahan terjadi pada kelenjar-kelenjar serviks.periode embrio dan periode fetus. terbentuk lebih banyak kelenjar endometrium.5 sampai 9 bulan. edema vulva baru akan terlihat setelah kebuntingan mencapai 8.

Proses Kelahiran 24 . 2. Hormone Yang Berperan Saat Kebuntingan. cairan amnion menjadi lebih banyak dari pada volume cairan allantois.7.2.6.Progesterone. Hormone ini mempunyai peranan palaing penting dan dominant dalam berperan mempertahankan kebuntingan. Kadar hormone yang meningkat menyebabkan berhentinya kerja hormone lain serta menyebabkan berhentinya siklus estrus dengan mencegahnya hormone gonadotrophin-gonadotrophin. Perubahan yang pertama adalah volumenya. Pada usia kebuntingan 4 bulan akhir sapi akan mengekskresikan 10 X lipat hormone esterogon didalam air seninya dibanding sesudah melahirkan. Apabila sekresi hormon ini berhenti pada setia kebuntingan akan berakhir selama beberapa hari. 5. 2.Esterogen. Kawah ini segera dipenuhi oleh darah yang dengan cepat membeku yang disebut corpus hemorrhagicum. Pada hari ke 5 sampai ke-6 korpus luteum telah terbentuk. Perubahan pada ovarium Setelah ovulasi. 2. Hormon-hormon yang berperan pada saat kebuntingan. terjadilah kawah bekas folikel. dari sedikit menjadi banyak. 3. Cairan Amnion dan Allantois Volume cairan amnion dan allantois selama kebuntingan juga mengalami perubahan.Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) Kadar hormone ini menurut para peneliti lebih tinggi pada saat sapi bunting daripada saat tidak bunting. tetapi pada akhir kebuntinan cairan allantois menjadi lebih banyak. kedua dari perbandingannya.yaitu sebagai berikut : 1. Pada awal kebuntingan hormone ini sedikit kemudian kadarnya mulai naik pada saat umur kebuntintingan mulai tua. Hampir semua spesies. Lebih tepatnya saat awal kebuntingan kadar hormone ini meningkat. 4. Hormone ini mengalami penurunan dari kelenjar hipofisa disebabkan naiknya kadar esterogen yang menghambat pembentukan hormone tersebut. Progesteron dihasilkan di corpus luteum dan plasenta.

(Yusuf. 2.Daerah perut relaksasi dan daerah flank (legok lapar) melegok. bila ditekan melegok.Fase pengeluaran fetus 3.1. 5. 2013).7.Hewan gelisah.2. 2.Vulva basah dan berdilatasi serta meleleh lendir/cairan dari allantois ke vagina.yaitu sebagai berikut : 1. Solihati. walaupun sangat bervariasi untuk memperediksi secara tepat tanggal kelahiran (Lestari.Tanda-tanda Umum Periode Kelahiran Periode kelahiran dapat diketahui dari tanda-tanda umum sebagai berikut : 1. Terjadi rrelaksasi ligamentum sacro-stiacita atau sacro-iliaca. 6. 4. 3. pangkal ekor dan daerah pelvis melegok (pengaruh enzim).Dilatasi serviks uteri Tabel Mekanisme Partus pada beberapa Ternak 25 . 2. pembesaran dan adanya oedema vulva dan aktifitas kelenjar mammae. nurcholidah: 2014). delivery. partus.Tempeatur rectal (sapi) menurun 0. Solihati. Muhammad : 2012). mengisolasi diri.7. nurcholidah: 2014). yang diawali dengan dilatasi/pelebaran serviks bersamaan dengan kontraksi uterus dan diakhiri dengan pengeluaran fetus serta membran plasenta. ambing menjadi Odemateus.Fase persiapan 2. mise bas) merupakan akhir dari periode kebuntingan (Soeparna.Melalui lama kebuntingan dapat diketahui kapan hewan beranak/ partus dengan mengetahui kapan terjadinya perkawinan berhasil. reaksi sakit di perut (kontraksi uterus). pembesaran ambing yang berisi kolostrum.Tanda-tanda utama menjelang kelahiran berhubungan dengan perubahan ligamentum pelvis. respons melihat perut dan matanya “Rolling eyes” sebagai manifestasi menahan rasa nyeri. Kelahiran merupakan proses melahirkan yang dibagi dalam tiga tahap.5°C selama 2 hari menjelang partus (Soeparna. Tanda-tanda ini sangat berguna sebagai petunjuk. Gejala Khusus Kelahiran Gejala-gejala Khusus Kelahiran dapat dibagi menjadi tiga fase. Kelahiran (parturition. 7.Pertumbuhan kelenjar ambing.

Domba Cortisol fetus berperan pada plasenta menyebabkan enzim 17 α- dan hydorilase untuk menurunkan plasma p4. Peningkatan estrogen secara refleks meningkatkan pula pituitari-axis adrenal. Kombinasi kedua hormon ini menyebabkan keluarnya fetus Sumber: (Lestari. Perubahan endokrin yang lain hampir sama dengan yang terjadi pada kambing dan domba Kuda Oxytosin meningkat secara progresif menjelang akhir kebuntingan kemudian menstimulasi sintesis (PGF2α). Peningkatan ratio E:P akan meningkatkan aktivitas (PGF2α). yang menyebabkan luteolisis.1.Spesies Mekanisme Babi (PGF2α) adalah agen luteolisis yang menyebabkan Cl regresi. 2013) III. dan meningkatkan konsentrasi kambing estrogen. estrogen meningkat.PENUTUP 3. dan oxytosin. Sapi Kelahiran dipicu oleh (PGF2α).Kesimpulan 26 . (PGF2+). Cortisol fetus menstimulasi dirilisnya (PGF2α) dari uterus. oxytosin dan PG dirilis.

vas deferens kemudian menyatu pada saluran yang dinamakan uretra sampai ke ujung penis. tuba falopii. 3. kornua uteri.1. Fertilisasi adalah proses peleburan spermatozoon dan sel telur yang meliputi inti (genom) dan sitoplasma 8. klitoris. vestibulum vaginae dan kelenjar vestibulae. Organ reproduksi ternak jantan terdiri atas gonad jantan yang disebut testes. Proses reproduksi seksual mengunakan alat/organ seksual berupa sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. saluran reproduksi yang terdiri atas epididymis. 2. Kelahiran merupakan proses melahirkan yang dibagi dalam tiga tahap. 5. Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet yang terjadi di dalam gonade. Siklus reproduksi adalah serangkaian kegiatan biologik kelamin yang berlangsung secara periodik hingga terlahir generasi baru dari suatu makhluk hidup. sedang pada hewan betina disebut oogenesis yang terjadi di dalam ovarium 6. Sedangkan alat kelamin bagian luar terdiri atas vulva. serviks dan vagina. Proses tersebut pada hewan jantan disebut spermatogenesis yang terjadi didalam testis. yang diawali dengan dilatasi/pelebaran serviks bersamaan dengan kontraksi uterus dan diakhiri dengan pengeluaran fetus serta membran plasenta. Alat kelamin dalam meliputi ovarium. 7. Organ reproduksi ternak betina pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian yaitu alat kelamin dalam dan alat kelamin bagian luar. dan alat reproduksi bagian luar yang terdiri atas penis dengan pelindungnya yang disebut praeputium dan kantong skrotum. korpus uteri. Kebuntingan adalah keadaan anak sedang berkembang didalam uterus seekor ternak 9. yaitu Reproduksi seksual (secara perkawinan) dan reproduksi aseksual (tanpa perkawinan). Reproduksi pada makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua macam. DAFTAR PUSTAKA 27 . 4.

Philadelphia Hoar. Jica. 2003.M.E.Baltimore. Mutiara Sumber Widya. Gadjah Mada University Press. Developmental Biology.USA Hafez. Lippincott William & Wilkins.dan Wisnu Wardhana.W. dan D.B. Third edition.dkk. dan N. Prentice Hall of India.1980. Ilmu Reproduksi Ternak. Gadjah Mada University Press. J.Jakarta Partodihardjo..M. Ilmu Peternakan Edisi ke-4. dan E.1976.S.Akhyar.W. S.Yogyakarta 28 . Saunders Company Philadelphia Blakely. General and Comparative Physiology.Bruce.S. F. Bade.Grafindo Media Pratama.1990.Massachusetts Hafez. E. 1985.S. BIOLOGI untuk SMA Kelas 1(KelasX) Semester2. 1992.Bandung Salisbury.Yogyakarta Carlson. 1998.UI Press. L. Yusuf. Reproduction in Farm Animals.E.1988. G. Lea and Febiger. B.New York Gilbert. Taksonomi Avertebrata Pengantar Praktikum Laboratorium. 2000.Mc Graw Hill Book Company.Bandung Balinsky. H.Boen. S.1991.New Delhi Kastawi. Reproduction in Farm Animal 7th Edition.1984. Van Denmark. An Introduction to Embryology. W. Zoologi Avertebrata. Salman. 2004.1982.Malang Oemarjati.Mutiara Sumber Widya.Jakarta Partodiharjo. Hafez.S.Patten's Foundations of Embryology. Sinauer Association Inc. Ilmu Reproduksi Hewan. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi.

1983.Erlangga.Jakarta Toelihere. Fisiologi Reproduksi pada ternak.Tienhoven.Bandung 29 . Ari Van.PT Angkasa. Instan Biologi SMA. Mozes. R.thaca and London Tim Ganesha Operation. Cornell University Press. 2004. Second Edition. Reproductive Physiology of Vertebrate.1981.