You are on page 1of 7

MATERI GENETIK

RESUM
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Genetika I
Yang dibina oleh Bapak Muhammad Amin

oleh
Dinda Tri Yunisa (160342606229)
Gufron Alifi (160342606296)

JURUSAN BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JANUARI 2018

Pada percobaan ini Griffith telah berhasil mengisolasi beberapa strain yang berbeda dari S. hasilnya adalah tikus hidup dan (4) tikus disuntik dengan tipe IIIS pneumococci yang mati karena perlakuan panas tetapi virulen ketika hidup ditambah dengan tipe IIR pneumococci hidup (avirulen). yaitu mengenai komposisi molekul spesifik polisakarida yang hadir dalam kapsul.1. Ia menemukan bahwa bakteri Diplicoccus pneumonia (biasa disebut Pnemococcus dan menyebabkan penyakit pneumonia pada orang. hasilnya adalah tikus hanya hidup selama lima hari kemudian tikus akan menyerah pada pneumonia atau mati (Gambar 1). Strain yang virulen (dapat menyebabkan penyakit) memiliki “polisakarida coat” atau kapsul yang ketika dibiakkan pada medium agar lempeng muncul koloni bakteri halus (S) sedangkan strain yang avirulen tidak memiliki kapsul yang ketika dibiakkan pada medium agar lempeng akan muncul koloni bakteri kasar (R). maka berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi dua bentuk. hasilnya adalah tikus mati. Bakteri bentuk S ini kemudian tumbuh murni seperti halnya dengan sisa bakteri R yang tidak mengalami transformasi. yaitu bentuk kasar (R) dan bentuk halus (S). Percobaan Frederick Griffith Percobaan ini mula-mula dilakukan oleh Griffith dalam tahun 1982. Terdapat empat perlakuan perlakuan pada percobaan Griffith yaitu (1) tikus disuntik dengan Tipe IIIS pneumococci. III. II. Dua karakteristik fenotipe penting dalam percobaan ini adalah (1) ada atau tidak adanya polisakarida (gula polimer kompleks) kapsul yang mengelilingi sel-sel bakteri. Kedua bakteri ini biasanya tumbuh murni. pneumonia (tipe I. bila dipelihara di laboratorium. maka beberapa dari bakteri bentuk R ini ditransformasi (dirubah) ke bakteri bentuk S. dan sebagainya). Masing-masing strain memiliki beberapa tipe berdasar reaksi serologinya. (2) tikus disuntuk dengan tipe IIIS pneumococci yang mati karena perlakuan panas tetapi virulen kerika hidup. dan (2) jenis kapsul. (3) tikus disuntik dengan tipe IIR pneumococci hidup. hasilnya adalah tikus tetap hidup. artinya tidak bercampur. Griffith dapat menunjukkan apabila koloni bentuk S dibunuh karena dipanaskan dan sisanya dicampur dengan bakteri bentuk R yang hidup. Griffith menggunakan tipe IIR (avirulen) dan tipe IIIS (virulent). . atau disebut serotype.

2. Griffith akhirnya menyimpulkan bahwa bakteri tipe IIR entah bagaimana telah berubah. Mereka membersihkan ekstrak dari bakteri S yang mati dan menunjukkan bahwa transformasi dari S ke R dapat berlangsung dengan menggunakan larutan asam nukleat saja. Percobaan yang penting ini pada saat itu kurang mendapat perhatian. . Kesimpulannya yaitu bahwa bakteri jenis IIR telah bermutasi ke bentuk IIIS virulen yang akan menyebabkan pneunomia pada tikus. ke bagian luar sel inang. Percobaan Griffit Hasil yang diharapkan oleh Griffith pada perlakuan keempat adalah tikus tetap hidup tetapi pada kenyataannya tikus mengalami kematian dan strain bakteri Streptococcus pneumoniae yang berada pada darah tikus adalah tipe IIIS (virluren). awalnya Griffith menduga bahwa hasil pada percobaan keempat terdapat kesalahan dalam perlakuan panas tetapi hal itu tidak mungkinan karena pada perlakuan kedua dimana terdapat perlakuan panas untuk mematikan virulensi stain tipe IIIS tidak pernah ada pneunomia (tikus tetap hidup). Percobaan Hershey – Chase Bukti langsung tambahan yang menunjukkan bahwa DNA adalah materi genetik diterbitkan tahun 1952 oleh Masehi Hershey dan M. MacLeod dan McCatty. tetapi tahun 1944 percobaan itu diulangi oleh Avery.Chase. genetik pada bakteri. memperoleh virulensi genetik dari bakteri tipe IIIS. fage melalui benang-benang ekor. Gambar 1.coli telah diketahu pada waktu itu sebagai penempelan. Langkah pertama dalam injeksi T2 pada E. Tetapi jika terjadi mutasi maka bakteri tipe IIR akan menjadi tipe IIS bukan tipe IIIS. Hal ini sangat mengejutkan. atau adsorpsi. Percobaan ini menunjukkan bahwa informasi genetik dari 2 virus bakteri tertentu (bacterophage T2) hadir dalam DNA. Penyelidikan mereka membuktikan. bahwa substansi yang menimbulkan perubahan di dalam sel baktaeri Pneumococcus adalah asam nukleat. Transformasi ini telah menghasilkan perubahan permanen.

membebaskaan kira-kira 100 fage keturunan baru. ketika Hershey dan Chase menunjukkan bahwa DNA dari partikel virus memasuki sel. sedangkan protein mengandung sulfur tapi tidak ada fosfor. ini sangat tersirat bahwa informasi genetik yang diperlukan untuk reproduksi virus hadir dalam DNA. Virus telah sangat berguna dalam mempelajari banyak proses genetik karena struktur dan komposisi kimia sederhana mereka (banyak mengandung hanya protein dan asam nukleat) dan reproduksi mereka yang sangat cepat (15-20 menit untuk virus bakteri yang sama di bawah kondisi optimal). yang menginfeksi basil usus umum Eschercia colli. Ketika partikel T2 fage yang berlabel (35S) dicampur dengan sel E. Hershey dan Chase memberikan label spesifik yaitu (1) DNA fage yang ditumbuhkan pada sebuah medium yang mengandung fosfor radioaktif isotop (32P) yang ditempatkan pada isotop normal yaitu (31P) atau (2) matel protein fage yang ditumbuhkan pada sebuah medium yang mengandung sulfur radioaktif isotop (35S) yang ditempatkan pada isotop normal yaitu (32S).coli.Kemudian material fage memasuki bakteri sampai akhirnya bakteri pecah. terdiri dari DNA sekitar 50 persen dan protein sekitar 50 persen. Penelitian sebelum 1952 telah menunjukkan bahwa semua reproduksi T2 bakteriofag berlangsung dalam sel E. Oleh karena itu. sedangkan sebagian besar protein virus tetap terserap ke luar sel. mereka hidup setidaknya dalam arti bahwa reproduksi mereka dikendalikan oleh informasi genetik disimpan dalam asam nukleat melalui proses yang sama seperti pada organisme selular. ditemukan bahwa . atau terlisis. Gambar 1. Percobaan Hershey. coli beberapa menit dan kemudian menempatkan sel yang terinfeksi pada Waring blender. Dasar untuk percobaan Hershey-Chase adalah bahwa DNA mengandung fosfor tapi tidak ada sulfulr.Chase Bakteriofag T2. Virus adalah organisme hidup terkecil.

bukan DNA. hasil percobaan Hershey dan Chase menunjukkan bahwa informasi genetik menunjukkan sintesis dari molekul DNA dan mantel protein dari progeny virus harus disajikan pada DNA parental. S kebanyakan ditemukan pada bagian supernatant . sedangkan partikel – partikel virus 35 di dalam supernatant. 3. dan hal ini dapat dibuat argumentasi untuk menyatakan bahwa protein membawa informasi genetik.sebagian besar dari radioactivity (dan juga protein) dapat dihilangkan dari sel tanpa mempegaruhi produksi progeny fage. Pernyataan ini di perjelas dengan penemuan eksperimen dari ilmuan yang bernama Fraenkel-Conrat dan B. Sejak progeny virus diproduksi di dalam sel. Percobaan Fraenkel –Conrat Banyak terdapat virus yang telah di kaji dan diidentifikasi oleh para ilmuan bahwasanya didalam virus hanya terdapat RNA dan protein. Dalam kenyataannya. Sekelompok bakteriofag lain 35 dilabeli dengan S yang menempel pada protein pembungkus DNA Virus. Dari hasil sentrifuge. sebab sekitar 20% label S memasuki inang bersama DNA. tetapi mantel protein masih tetap tertinggal di permukaan luar sel. Mereka melakukan eksperimen dengan Tobacco Mosaic Virus (TMV). seddangkan 32P kebanyak ditemukan pada bagian dasar tabung yaitu dalam sel bakteri. progeny partikel menunjukkan kandungan beberapa (32P). sampel eksperimen tersebut diblender dan di sentrifuge untuk membebaskan bagian virus dari permukaan bakteri sehingga sel – sel bakteri berada di dasar tabung. Mantel fage terpisah dari sel yang terinfeksi dengan sentrifugasi dengan kecepatan rendah dengan endapan sel yang meninggalkan partikel fage yang tersuspensi. hal ini berarti tidak ada tidak ada subyek yang hilang dengan perlakuan shearing pada blender. Bakteriofag tersebut kemudian diinfeksi pada bakteri . Penelitian mereka sangat sederhana tetapi definitif. Lebih jauh lagi. Dari beberapa data kasus penelitian bahwa di RNA virus tersimpan informasi genetik di asam nukleat bukan protein seperti organisme lainnya meskipun dalam virus asam nukleat ini adalah RNA. percobaan Hershey-Chase tidak membuktikan bahwa DNA 35 adalah materi genetik fage. Singer yang dipublikasikan pada tahun 1957. tetapi tidak ada (35S) dari parental fage. Ketika T2 yang DNA nya berlabel (32P) digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa DNA virus memasuki sel inang. eksperimen tersebut menggunakan bakteriofag T2 yang biasa menginfeksi Eschercia coli dengan melabeli DNA dengan radioaktif 32P. . 32P juga ditemukan pada virus generasi selanjutnya namun 35S tidak ditemukan pada generasi berikutnya. semua radioactivity ditemukan di dalam sel. Setelah beberapa waktu.

Fraenkel-Conrat dan B. Disinilah yang disebut sebagai transformasi karena bakteri jenis IIR telah bermutasi ke bentuk IIIS virulen yang akan menyebabkan pneunomia pada tikus . Percobaan Fraenkel Conrat Dengan melakukan percobaan kimia yang sesuai. bukan di dalam protein. yaitu sebuah virus kecil yang terdiri dari satu molekul RNA yang tidak memilik protein membran. Pencampuran ini digunakan untuk menginfeksi daun tembakau dan keturunan dari virus ini akan selalu ditemukan fenotip dan genotipnya yang identik dengan induknya dari RNA yang telah di peroleh. Buktikan bahwa percobaan Griffith disebut transformasi! Jawaban : Bakteri tipe IIIS telah mati dengan perlakuan panas. Gambar 1. maka seseorang dapat memisahkan protein membran dengan RNA dengan TMV. bakteri tipe IIR menjadi terlindung dari sistem kekebalan sel inang yang dapat membunuhnya. Pertanyaan : 1. Singer mengambil 2 jenis TMV yang berbeda untuk memisahkan RNA dari protein membran dan virus dilarutkan "dicampur" dengan mencampur protein dari satu keturunan dengan RNA keturunan kedua. Dengan demikian. Sehingga dengan adanya gen ini. DNA tipe IIIS yang diambil oleh bakteri tipe IIR yang mengandung gen yang dapat membentuk kapsul. berdasarkan percobaan diatas menunjukkan bahwa informasi genetik pada TMV tersimpan dalam RNA. DNA-nya tetap bertahan dari pemanasan dan DNA tersebut akan diambil oleh bakteri tipe IIR.

1988. Genetika Edisi Ketiga Jilid 1. Dari hasil yang diperoleh bahwasanya antara induk dengan keturunannya ditemukan fenotipe dan genotipe yang sama dari RNA yang diperoleh. Bagaimana Fraenkel-Conrat dan B. Singer membuktikan bahwasanya materi genetik pada virus tidak tersimpan dalam protein. Jakarta : Penerbit Erlangga. TMV merupakan virus kecil yang akan menginfeksi daun tanaman tembakau. 2. . D. Daftar Rujukan Snustad. USA: John Wiley and Sons. tetapi didalam RNA. Hal ini menunjukkan bahwasanya informasi genetik pada virus terdapat pada RNA. Dimana virus ini tidak memiliki protein membran. Inc Ursula Goodenough. Singer mengetahui bahwasanya informasi genetik pada tanaman tembakau terkandung dalam RNA. Peter and Simmons. Principles of Genetics Sixth Edition. mereka hidup setidaknya dalam arti bahwa reproduksi mereka dikendalikan oleh informasi genetik disimpan dalam asam nukleat melalui proses yang sama seperti pada organisme selular. Mengapa virus dalam penelitian Hershey-Chase dapat dijadikan sebagai pembuktian adanya materi genetik? Jawaban : Virus adalah organisme hidup terkecil. Michael J. 3. bukan didalam protein? Jawaban : Fraenkel-Conrat dan B. Mereka melakukan percobaan dengan pemisahan antara protein membran dan RNA dengan TMV. 2012. Virus telah sangat berguna dalam mempelajari banyak proses genetik karena struktur dan komposisi kimia sederhana mereka (banyak mengandung hanya protein dan asam nukleat) dan reproduksi mereka yang sangat cepat (15-20 menit untuk virus bakteri yang sama di bawah kondisi optimal).