You are on page 1of 4

“Tugas Pengendalian Proses “

KELOMPOK : 5 (Lima)
Kelas :B
1. Ila Nurfadilah (3335140304)
2. Irawati Sulistinah (3335140306)
3. Irfan Farid (3335140206)
4. Isna Dewiyanti (3335141878)
5. Lira Mustikawati (3335140376)

Kelompok 5 Tentang :
Bab 5. Sistem Kontrol Terdistribusi (DCS)
5.1 Konsep Dasar DCS
5.2 Fungsi dan Cara Kerja DCS
5.3 DCS dalam proses manufaktur Industri Kimia

5.2 FUNGSI DCS

Sistem kendali terdistribusi banyak diaplikasikan pada suatu proses
industri yang mempunyai karakteristik berupa proses yang kontinu atau batch.
Pada proses kontinu, besaran atau parameter kontrol bersifat data yang secara
terus menerus mengalami perubahan seiring dengan perubahan parameter
kontrolnya. Contoh dari proses kontinu di industri adalah pada industri
pembangkitan energi listrik baik PLTA, PLTU, PLTD, PLTG maupun PLT
Panas Bumi. Industri pembangkit tenaga listrik beroperasi secara terus menerus
sepanjang waktu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Karena proses berlangsung
secara terus menerus maka diperlukan sistem kontrol proses yang baik sepanjang
waktu. Industri semacam ini sangat bergantung pada keandalan proses
produksinya untuk menjamin kualitas produk dan jasanya. Paramaeter-parameter
kontrol seperti pada PLTA kecepatan aliran air, level air, tekanan pada tabung,
temperatur ruang dan parameter lainnya harus terkontrol sepanjang waktu.untuk

Fungsi Control yang Bisa Diaplikasikan DCS Dalam control DCS pada dasarnya digunakan untuk suatu sistem pengendalian alat-alat agar bisa dikendalikan secara elekronik menggunakan signal standar yang ada dan bisa diaplikasikan sebagai berikut : 1. Modul Kuliah Sistem Kendali Terdistribusi. Single loop ini disebut juga sistem pengendalian feedback. Oleh karena itu sistem kendali terdistribusi berfungsi sebagai sistem kendali yang bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan suatu variable proses pada nilai tertentu secara terus-menerus. Referensi : Ali. 2) Berfungsi sebagai pengganti alat-alat kontrol manual dan auto yang terpisah- pisah menjadi suatu kesatuan sehingga lebih mudah untuk pemeliharaan dan penggunaanya 3) Sarana pengumpul data dan pengolah data agar didapat suatu proses yang benar-benar diinginkan. Pada umumnya industri yang bekerja secara kontinu baru akan melakukan overhoul atau perbaikan dalam jangka waktu yang panjang (1-3 tahun). 2012. . Universitas negeri Yogyakarta : Yogyakarta. itu dibutuhkan sistem kontrol yang mampu bekerja secara kontinu dengan tingkat keandalan yang tinggi. Single Loop adalah sistem kontrol yang melakukan pengaturan dimana dari hasil pengukuran langsung dikontrol dan hasil perhitungan dari koreksi error akan ditransfer ke actuator sebagai umpan balik. Control Single Loop Pengontrolan yang dapat dilakukan oleh DCS bisa melakukan pengaturan untuk alat dalam satu rangkaian loop satu atau lebih. Fungsi DCS 1) DCS berfungsi sebagai alat untuk melakukan kontrol suatu loop sistem dimana satu loop bisa terjadi beberapa proses kontrol.

Pengendalian selektif ini menggunakan High dan Low signal Selector yang dilambangkan dengan “<” untuk low dan “>” untuk high. Pengendalian sering juga disebut pengendalian master dan slave dimana master sebagai pengontrol pertama sedangkan slave sebagai pengendali kedua yang mendapat signal input remote dari master loop.2. Control Batch Pengendalian sistem batch adalah sistem pengendalian yang terjadi karena proses operasinya mengalami shutdown dan start up secara berulang-ulang dengan hasil yang terbatas sesuai dengan pesanan dari konsumen. 4. Sistem pengendalian batch pada DCSberfungsi menjaga agar kontrol tidak menjadi saturasi sehinga pada saat kontrol akan dijalankan kembali alat actuator bisa berada pada posisi stand by sesuai dengan kebutuhan produk yang akan dibuat. Control Cascade Control cascade adalah sistem pengendalian yang dapat dilakukan oleh sistem DCS dimana hal ini diperlukan pada suatu loop control yang membutuhkan satu sistem pengontrolan yang bertingkat contoh pada paper machine adalah heat exchanger. Pengunaan sistem batch pada DCS di paper machine adalah untuk menjaga alat kontrol bisa bekerja dengan baik apabila mesin stop untuk mengganti produk karena dengan sistem ini operator tinggal memasukan set point yang ingin dicapai sesuai target produksi sistem langsung mereset SP dan memberikan signal koreksi pada actuator. Control Selektif Pengendalian selektif adalah suatu sistem pengendalian dimana ada satu buah proses yang memiliki dua manipulated variabel (alat ukur) dengan hanya ada satu control variabel (actuator). Pengendalian Selektif ini bekerja agar suatu proses bisa berjalan dengan baik misal untuk suatu tangki yang akan akan dialirkan dengan suatu pompa. dengan sistem pengendalian . mengunakan level transmiter dan untuk mengisi tangki digunakan flow control hal ini diperlukan agar tangki tidak meluap. 3.

Petrokimia Gresik. Laporan Kerja Praktek Sistem Redundant pada DCS Honeywell C-200 diunit utilitas batu bara PT. Contoh control ratio adalah pencapuran chemical A dan B dengan perbandingan tertentu. maka didapat nila K = A/B. 5. dimana hasil perbandingan yang dikehendaki harus selalu sama. Control Ratio Pengendalian ratio adalah sistem pengendalian yang lazim dipakai di suatu proses yang menghendaki komposisi campuran dua komponen atau lebih dengan suatu perbadingan tertentu. 2012. .selektif dapat ditetukan kapan control valve harus buka atau menutup dengan signal dominan yang berasal level dan flow meter.Sekolah Tinggi Manajemen Informatka & Teknik Komputer (STIKOM Surabaya) : Surabaya. Referensi : Andrean P. Cristian.