You are on page 1of 13

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT

PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER DI KECAMATAN SABAK
TIMUR

USULAN PENELITIAN

Oleh :
Ragil Jalu Pamungkas
155050107111157

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017

……………………… Nip : . LEMBAR PENGESAHAN JUDUL : “ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER DI KECAMATAN SABAK TIMUR” NAMA : RAGIL JALU PAMUNGKAS NIM : 155050107111157 FAKULTAS : PETERNAKAN MENGETAHUI Dosen pembimbing Peternak …………………….

Penulis menyadari dalam menyusun usulan Penelitian ini masih jauh dari sempurna. … Mei 2017 RAGIL JALU PAMUNGKAS . untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran konstruktif untuk menyempurnakan usulan Penelitian ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Melalui Penelitian ini mahasiswa dapat mengaplikasikan secara langsung teori-teori yang telah dipelajari di ruang kuliah. 3. Malang. 2. rahmat. dan hidayah-Nya agar penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan judul “Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Peternak Ayam Broiler Di Kecamatan Sabak Timur”. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat. Dengan bantuan pihak pemerintah mahasiswa diharapkan mampu mempelajari manajemen usaha ternak yang dilaksanakan peternak di tempat mahasiswa melaksanakan penelitian. Pelaksanaan Peneltian ini bertujuan agar mahasiswa mendapat pengalaman dalam dunia kerja secara nyata dengan terjun langsung mengikuti kegiatan pelaksanaan penyuluhan pertanian layaknya penyuluh umumnya.

..... Tujuan Penelitian ....................... 1..............……………................................……………………………………………… LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………….........1 Waktu dan Tempat Penelitian………………………...………… 3....1...4..................…………….... Manfaat Penelitian……………………………………………………….............. 3............... 3....…………......... PENDAHULUAN……………………………………………………………………….5 Teknik Pengumpulan Data…………………………………... DAFTAR ISI Halaman HALAMANJUDUL……………………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ............. 3............ 1.........5 Hipotesis Penelitian TINJAUAN PUSTAKA………………………………………...........................................……………………....... METEDOLOGI PENELITIAN……………………............ KATA PENGANTAR.............2..2 Metode Pengambilan Sampel……………………………..............................6 Parameter yang Diamati……………………………………….......... Latar belakang.………….3........................ 3........4 Jenis dan Sumber data………………………………………....... 1................. 3.... HASIL DAN PEMBAHASAN………………………………………………………….......................... 1.3 Tahapan Pelaksanaan Penelitian…………………………............................... DAFTAR ISI......………….....……………………….................................................………………… 3....7 Teknik Analisis …………………………………………………………........ Rumusan masalah............... 1................

Usaha perunggasan di Indonesia telah menjadi sebuah industri yang memiliki nilai strategis. kambing. Ayam Broiler merupakan ternak penghasil daging yang sangat potensial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam karena pertumbuhannya relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan ternak lainnya. hal ini menyebabkan silih bergantinya peternak yang menjalankan usaha peternakan boiler. Hal inilah yang mendorong sehingga banyak peternak yang mengusahakan peternakan broiler. Hal tersebut dikarenakan tingginya kebutuhan manusia terhadap hasil ternak yang telah menjadi bahan kebutuhan pokok. susu. Peningkatan konsumsi dan permintaan masyarakat terhadap produk peternakan yang terus meningkat dari tahun ke tahun merupakan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan peternakan pada umumnya. Kebutuhan manusia terhadap hasil ternak. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah pendapatan yang diterima peternak reltif rendah. sehingga menyebabkan usaha peternakan broiler tidak dapat berjalan dengan lancar. Bila kita lihat kenyatannya di lapangan banyak peternak yang tidak bertahan lama dalam menjalankan usaha beternak broiler. Alasan – alasan tersebut yang mendorong pembangunan sektor peternakan sehingga pada masa yang akan datang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan perekonomian bangsa. dan domba sehingga dapat menjangkau lebih luas masyarakat di Indonesia. menjadi salah satu ladang usaha dengan prospek yang menjanjikan. dan telur yang bernilai gizi tinggi.1 Latar Belakang Pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan keseluruhan yang bertujuan untuk menyediakan pangan hewani berupa daging. khususnya dalam penyediaan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. perusahaan peternakan unggas khususnya. Produk unggas seperti daging ayam dan telur. Banyak dari peternak yang berhenti menjalankan usaha budidaya broiler. PENDAHULUAN 1. harganya lebih murah bila dibangdinkan dengan produk hasil ternak lainnya seperti daging sapi. selain itu pembangunan peternakan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak. Perlu diketehui faktor apa yang menyebabkan pendapatan peternak broiler yang sangat perlu diupayakan .

b. 1. jumlah ayam yang dipelihara.5 Hipotesis Penelitian Hipotesis yang akan di uji dalam penelitian ini adalah : umur peternak. c.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan peternak ayam broiler di Kecamatan sabak timur dari sector perekonomian peternak. 1.2 Perumusan Masalah Broiler merupakan ternak unggas yang potensial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam ( pangan hewani ) sehingga banyak peternak yang mengusahakan peternakan broiler. Bagi masyarakat Sebagai salah satu pedoman untuk menjalankan usaha peternakan broiler. dan lama beternak/pengalaman beternak. hal ini menyebabkan silih bergantinya peternak yang menjalankan usaha peternakan broiler tersebut.4 Manfaat Penelitian a. tingkat pendidikan peternak. atau mengembangkan usaha. Dilain pihak terdapat kendala rendahnya pendapatan peternak broiler. 1. 1. Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan peternak ayam broiler di Kecamatan sabak timur”.agar pendapatan peternak tinggi dan tidak fluktuatif. Bagi Peneliti selanjutnya Sebagai salah satu pedoman untuk memperluas informasi dan referensi dalam melakukan penelitian. Bagi Peternak Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi jalannya usaha. berpengaruh terhadap tingkat pendapatan peternak ayam broiler di Kecamatan sabak timur . maka diketahui tentang faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak broiler.

2. 1). Biaya yang digunakan dalam kegiatan budidaya broiler adalah seluruh biaya dalam pengadaan input dan tenaga kerja dalam satu siklus produksi. Pandai menyiasati situasi pasar dengan cara mengatur pola produksi. ada beberapa hal sebagai langkah awal yang harus diperhatikan oleh peternak dalam menjalankan usaha peternakan broiler : yaitu. Penerimaan Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produk yang diperoleh dengan harga jual (Soekartawi. atau tidak terpengaruh oleh besar . Menurut Boediono (2002). Biaya merupakan komponen yang dipengaruhi oleh besarnya skala produksi yang dilakukan peternak. 2). TINJAUAN PUSTAKA Menurut Suharno (2002). Menjalin komunikasi antar peternak. Unsur produksi. Biaya dibedakan atas biaya tetap dan biaya variabel. 1). yaitu kenaikan dari TR yang disebabkan oleh tambahan penjualan satu unit output. Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tidak berubah walaupun jumlah produksinya berubah. Unsur manajemen. dinyatakan dalam uang menurut harga yang berlaku di pasar. menyatakan. Penerimaan sangat ditentukan oleh besar kecilnya jumlah produk yang dihasilkan dan harga jual dari produk tersebut. 1995). 4). Biaya Dalam ilmu ekonomi biaya diartikan sebagai semua pengorbanan yang perlu untuk suatu proses produksi. menguasai manajemen produksi dan pemotongan. pakan dan pencegahan penyakit. Memperpendek jalur pemasaran. 2). Peternak harus mengetahui secara seimbang antara produksi. Total revenuea dalah output kali harga jual output. Ada dua konsep penerimaan (revenue) yang penting untuk produsen: 1.Total Revenue (TR). Rasyaf (2002). peternak harus memperhatikan 3 unsur dalam menjalankan usaha : yaitu. 3). Keuntungan bisa diperolah dengan cara menjual produk yang dihasilkan kepasar. Unsur pasar dan pemasaran. penerimaan adalah penerimaan produsen dari hasil penjualan output. Manajemen berfungsi untuk mengendalikan semua aktvitas dipeternakan secara terpadu dan sinkron guna mencari keuntungan yang maksimal. Marginal Revenue (MR). 3). yaitu penerimaan total produsen dari hasil penjualan outputnya. Semakin besar skala peternakan maka biaya yang diperlukan semakin besar. Gilarso (2003).

Marginal Cost (MC) atau biaya marjinal. adalah jumlah biaya yang tetap dibayar perusahaan (produsen) berapapun tingkat output yang dihasilkan. adalah semua biaya lain. sewa gedung dan sebagainya).kecilnya produksi. Total Variable Cost (TVC) atau biaya variable total. bunga modal. 5. adalah biaya produksi dari setiap unit output yang dihasilkan. adalah jumlah biaya yang berubah sesuai dengan tinggi rendahnya output yang diproduksi (misalnya: biaya untuk bahan mentah. Menurut Boediono (2002). apabila produksi meningkat maka keuntungan cenderung meningkat. dalam hubungannya dengan tingkat output. . Biaya variabel meliputi biaya pakan. Biaya tetap dalam usaha peternakan adalah depresiasi. upah tenaga kerja. litter. selain AFC. adalah kenaikan dari total cost yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. 3. dan asuransi. 2. pajak. biaya ini selalu berubah tergantung pada besar kecilnya produksi. ongkos angkut dan sebagainya). keuntungan selanjutnya disebut dengan pendapatan. 1995). bahan bakar dan lain- lain (Prawirokusumo. Average Variable Cost (AVC) atau biaya variable rata-rata. Keuntungan mempunyai hubungan yang erat dengan tingkat produksi yang dicapai. dalam proposal ini. 6. yang dibebankan pada setiap unit output. Total Cost (TC) atau biaya total adalah penjumlahan dari biaya tetap maupun biaya variable 4. biaya pembelian bibit. 1990). Secara ekonomi keuntungan relative dari penerimaan investasi oleh para peternak dapat dilihat dengan membandingkan antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan pada saat produksi ( Soekartawi. Average Total Cost (ATC) atau biaya total rata-rata. Keuntungan Keuntungan adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya produksi. dari segi sifatnya biaya produksi bisa dibagi menjadi tujuh: 1. dan biaya vitamin dan obat obatan. Jumlah TFC adalah tetap untuk setiap output (misalnya: penyusutan. Sedangkan biaya variabel (variable cost) disebut juga biaya operasi. upah. Total Fixed Cost (TFC) atau biaya tetap total. dan 7. Average Fixed Cost (AFC) atau biaya tetap rata-rata adalah ongkos tetap yang dibebankan pada setiap unit output.

laporan penelitian. 3. .2 Metode Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini yang akan menjadi sampel adalah peternak ayam broiler yang ada di Kecamatan Sabak Timur. Data primer diperoleh langsung dari responden baik melalui daftar pertanyaan maupun wawancara.3 Tahapan Pelaksanaan Penelitian Pelaksanan penelitian ini melalui beberapa tahap  Mengolah Data  Mengedarkan quisioner  Menentukan Responden  Menyusun quisioner  Membuat Laporan penelitian 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2015 di Kecamatan Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 3. Peternak yang akan dijadikan sampel terdiri dari 6 orang peternak yang dipilih secara acak. METEOLOGI PENELITIAN 3.4 Jenis dan Sumber data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan dengan sengaja karena Kecamatan Sabak Timur merupakan salah satu daerah sentra peternakan ayam broiler di Pt Mitra. sedangkan data sekunder berasal dari terbitan baik data statistic. literature maupun terbitan lainnya.

Tujuan dari uji T adalah untuk menguji koefisien regresi secara individual. laporan penelitian. Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a4x4 Dimana : Y = Tingkat pendapatan X1 = Umur peternak X2 = Tingkat pendidikan peternak X3 = Jumlah ayam yang dipelihara X4 = Lama beternak / pengalaman beternak Pengujian Hipotesis Distribusi T Pada Model Regresi Berganda Uji T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Data primer diperoleh dari daftar pertanyaan dan wawancara langsung dengan peternak.5 Teknik Pengumpulan Data Data diperoleh berupa data primer dan data sekunder. dan dilanjutkan dengan uji T.3. dan 5) pendapatan.7 Teknik Analisis Teknik analisis data yang digunakan adalah: analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. dan data sekunder berasal dari terbitan baik data statistic. 3) jumlah ayam yang dipelihara. 3. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah. dan 4) lama beternak atau pengalaman beternak.  Hipotesa Nol = Ho Ho adalah satu pernyataan mengenai nilai parameter populasi.  Analisis kualitatif dilakukan terhadap data kualitas berupa interpretasi atau penafsiran- penafsiran secara deskriptif terhadap persentase usia dan tingkat pendidikan responden serta data-data kualitas lainnya. . 2) tingkat pendidikan peternak. Ho merupakan hipotesis statistik yang akan diuji hipotesis nihil. 3.6 Parameter yang Diamati Parameter yang akan diamati dalam penelitian ini adalah: 1) umur peternak. literature maupun terbitan lainnya.  Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data kuantitas terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan peternak broiler dianalisis dengan Regresi Linear berganda.

tingkat pendidikan peternak. Mengambil keputusan Keputusan yang dapat diambil adalah menerima Ho atau menolak Ho. maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. 5. berpengaruh terhadap tingkat pendapatan peternak broiler di Kecamatan Harau. Apabila T hitung besar sama atau kecil sama dengan T tabel. jumlah ayam yang dipelihara. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independent tidak berpengaruh pada variabel dependent. Untuk mengetahui kebenaran hipotesis digunakan kriteria sebagai berikut. Menentukan taraf nyata/derajat keyakinan Taraf nyata / derajad keyakinan yang digunakan dalam penelitian ini sebesar α = 5 3. Ho ditolak apabila t hitung > t tabel atau t hitung < t tabel artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan peternak broiler di Kecamatan Harau. Langkah-langkah/ urutan menguji hipotesa dengan distribusi T 1. setelah nilai uji statistik diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai T tabel untuk pengambilan keputusan. . yaitu daerah dimana hipotesa nol diterima atau tolak. Ho diterima apabila t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel. dan lama beternak/pengalaman beternak. bila T hitung lebih besar tau lebih kecil dari T tabel. H1 : βi ≠ 0. dan lama beternak/pengalaman beternak. Melakukan uji statistik Dilakukan uji statistik. jumlah ayam yang dipelihara. Merumuskan hipotesa Ho : βi = 0. 4. maka Ho ditolak. 2. nilai T tabel yang diperoleh dibandingkan dengan nilai T hitung. Hipotesa alternatif = H1 H1 adalah satu pernyataan yang diterima jika data sampel memberikan cukup bukti bahwa hipotesa nol adalah salah. tingkat pendidikan peternak. Menentukan daerah keputusan. Umur peternak. artinya ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Umur peternak.

HASIL DAN PEMBAHASAN .

Kiat sukses berbisnis ayam. jakarta . Suharno. 297 hal. Manajemen peternakan ayam broiler. 2002. Jakarta Soekartawi. Penebar swadaya. BPFE. Pengantar ilmu ekonomi. 2002. Yogyakarta. 2003. Penebar swadaya. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Kabupaten Limapuluh Kota. Prisip dasar manajemen pemasaran hasil-hasil pertanian (teori dan aplikasi). 2002. Jakarta. Ekonomi mikro. Boediono. Gilarso. Kewirausahaan dan manajemen usaha kecil. 2011. BPFE. Yogakarta Prawirokusumo. 1995. Limapuluh kota dalam angka badan pusat statistik provinsi sumatera barat. 1990. Yogyakarta.Raja gravindo. Rasyaf. Soeharto. Kanisius.