You are on page 1of 4

A.

Proses Tekuk/Lipat
1. Difinisi
Secara mekanika proses penekukan ini terdiri dari dua komponengaya yakni: tarik
dan tekan, dalam pelat yang mengalami proses pembengkokan ini terjadi peregangan,
netral, dan pengkerutan.
Daerah peregangan terlihat pada sisi luar pembengkokan, dimana daerah ini terjadi
deformasi plastis atau perubahan bentuk. Peregangan ini menyebabkan pelat
mengalami pertambahan panjang.Daerah netral merupakan daerah yang tidak
mengalami perobahan. Artinya pada daerah netral ini pelat tidak mengalami
pertambahan panjang atau perpendekkan.Daerah sisi bagian dalam pembengkokan
merupakan daerah yang mengalami penekanan, dimana daerah ini mengalami
pengkerutan dan penambahan ketebalan, hal ini disebabkan karena daerah ini
mengalami perubahan panjang yakni perpendekan.atau menjadi pendek akibat gaya
tekan yang dialami oleh pelat.
Proses ini dilakukan dengan menjepit pelat diantara landasan dan sepatu penjepit
selanjutnya bilah penekuk diputar ke arah atas menekan bagian pelat yang akan
mengalami penekukan
2. Peralatan
Mesin-mesin yang digunakan dalam proses lipat ini menggunakan
a. Mesin Lipat Universal
Sistem penekukan secara manual dapat dilakukan dengan sepatu tekan
disepanjang pelat yang ditekan. Proses ini dapat dikerjakan dengan membuat tanda
pada daerah pelat yang akan dibengkok. Selanjutnya pelat dijepit diantara landasan
dan sepatu tekan. Garis tanda yang dibentuk harus sejajar dengan sepatu penekan
atas. Selanjutnya Pembengkok diputar ke atas sampai membengkok pelat yang
dijepit. Besarnya sudut pembengkokan dapat diatur sesuai dengan sudut
pembengkokanyang dikehendaki .
b. Mesin Lipat Independent
Pelipatan pelat independent ini menggunakan sepatu yang terpisah-pisah.
Sepatu penjepit ini dapat dengan bebas diatur sesuai dengan kondisi pelat yang akan
dibentuk. Sepatu penjepit ini dapat dilepas atau diatur sesuai panjang pelat yang
akan dilipat.
c. Mesin Tekuk Hidrolik
Mesin tekuk hidrolik merupakan sistem penekukan yang sangat
berkembang di industri. Mesin-mesin Bending sistem hidrolik ini mempunyai
kapasitas yang relatif besar dan umumnya dengan sistem pembentukan pelat yang
panjang sampai mencapai panjang 2500 mm sampai 3000 mm. Mesin tekuk
hidrolik ini memiliki dies sebagai landasan dan dies pada posisi bagian bawah tetap
dan punch penekan ber-gerak naik dan turun. Gerakan punch ini dapat dikontrol
lang-kahnya dengan system hidrolik.
3. Keuntungan
Pengerjaan pembentukan pelat dengan sistem bending ini mempunyai beberapa
keunggulan diantaranya :
a. Menghasilkan pembengkokan yang lurus dan rapi
b. Sisi hasil pembengkokan memiliki radius yang merata
c. Sudut pembengkokan yang dihasilkan sama

Dapat mengerol berbagai bentuk silinder kecil maupun yang besar. Aturlah tinggi rol penekan pada posisi mendatar pelat. Hasil pembengkokan tanpa adanya cacat akibat bekas pemukulan e. Proses Pengerolan 1. Turunkan rol penjepit secara bersamaan e. Mampu mengerol kerucut secara bertahap f. Rol tekan dan rol utama berputar berlawanan arah sehingga dapat menggerakan pelat. Defnisi Streching pada dasarnya merupakan proses pembentukan Rentang yakni proses pembentukan gaya tarik utama sehingga bahan tertarik pada peralatan atau blok pembentukan. Definisi Pengerolan merupakan proses pembentukan yang dilakukan dengan menjepit pelat diantara dua rol. Pada saat pelat bergerak melewati rol pembentuk dengan kondisi pembenkokan yang sama maka akan menhasilkan radius pengerolan yang merata. Pengerolan sebaiknya dilakukan secara bertahan sampai seluruh sisi pelat mengalami proses pengerolan. b. Proses kerja pengerolan sederhana sehingga biaya lebih murah. 4. Tenaga pengerolan lebih ringan karena dapat dilakukan secara berulang-ulang e. Menjadikan pelat lebih kaku B. Untuk menghitung panjang bentangan silinder ini dapat digunakan persamaan matematis yang dengan menghitung keliling lingkaran dari silinder yang terbentuk. sehingga pelat tertekan dan mengalami pembengkokan. 3. d. Posisi rol pembentuk berada di bawah garis gerakkan pelat. Pembentukan rentang banyak digunakan pada industry pesawat terbang untuk menghasilkan lengkungan-lengkungan dengan jari- . Hasil pengerolan merata diseluruh lembaran pelat dan kondisi pelat yang terbentuk tanpa cacat. Keuntungan a. Akibat penekanan dari rol pembentuk dengan putaran rol penjepit ini maka terjadilah proses pengerolan. Menghasilkan radius pembentukkan yang menyeluruh b. Diameter yang dihitung berdasarkan Diameter bagian dalam atau inside diameter ditambah tebal pelat. Teknik dan prosedur a. Proses Streching (peregangan) 1. c. Longgarkan antara rol penjepit. beri celah antara rol penjepit untuk memudahkan masuknya pelat . Naikkan rol penekan secara bertahap untuk meringankan putaran tuas pengerolan f. Pelat bergerak linear melewati rol pembentuk. . d. c. d. Prosesnya merupakan perkembangan proses pelusuran rentang lembaran-lembaran yang di gulung. Posisi rol seluruhnya harus pada kodisi sejajar terhadap rol penjepit sebagai acuan. C. Peralatan Mesin Rol Kombinasi Tipe Jepit dan Piramide Gambar bentangan rol dapat dihitung berdasarkan diameter dan tebal pleat. 2.

Pemisahan (parting) adalah pemotongan secara simultan setidak-tidaknya pada 2 jalur. Bentuk lembaran pelat yang dikerjakan ini disesuaikan dengan bentuk bentangan profil benda yang diinginkan. Pembelahan adalah pengguntingan tanpa ada bagian logam yang dihilangkan. seperti saluran dan lembaran bergelombang. di mana bantal karet berfungsi sebagai cetakan. dinamakan penebukan. Proses Blanking 1. Menurut defiisi menurut P.CO Sharma seorang professor production technology drawing adalah Proses drawing adalah proses pembentukan logam dari lembaran logam ke dalam bentuk tabung (hallow shape). maka proses ini deformasi yang besar hanya terjadi pada bahan yang sangat ulet. 1. Proses Squeezing (Tekanan) Mesin penekan adalah suatu penekan aksi tunggal yang mempunyai landasan yang sempit dan sangat panjang. Definisi Deep Drawing merupakan proses penarikan dalam atau biasa disebut drawing adalah salah satu jenis proses pembentukan logam. Pengguntingan kontur tertutup. Penghilangan sirip tempa merupakan suatu proses pemangkasan. Jika logam didalam kontur dibuang. Definisi Proses Spinning pada dasarnya merupakan proses pembentukanpelat dengan bahan dasar pelat ke dies pembentuk sambil material ditekan denga tool penekan sampai membentuk seperti yang ada pada dies. di lain pihak. karena tegangan tarik dominan. Pemangkasan (triming) adalah pekerjaan sekundeir untuk menepatkan ukuran produk proses sebelumnya. Proses Spinning 1. Suatu blok pembentuk (Penumbuk) diletakkan pada alas mesin penekan hidraulis aksi tunggal. D. dan suatu lapisan karet yang tebal diletakkan dalam kotak penahan yang terletak di pelat atas penekan. Apabila bahan diletakkan diatas blok pembentuk dan kemudian karet ditekankan. Bahan yang digunakan untuk proses pembentukan deep drawing ini berbentuk lembaran pelat. maka pekerjaan yang dilakukan dinamakan pelubangan dan penusukan. DefinisI Pembentukan-hydro karet (rubber hydroforming) adalah modifikasi dari penumbuk dan cetakan konvensional. biasanya akibat kelebihan potongan logam. seringkali lengkungan ganda. jari lengkung besar. E. pada proses ini balikan pegas berkurang sekali. dimana bentuk pada umumnya berupa silinder dan selalu mempunyai kedalaman tertentu. Suatu metode pembuatan kepala tangki. atau proses Guerin. Kegunaan utama penekan ini adalah untuk membentuk benda-benda yang panjang melengkung. dimana logam didalam kontur adalah bagian yang diinginkan. Proses Deep Drawing 1. karena gradien tegangan relative seragam. Difinisi Proses penekanan atau blanking ini didasarkan pada proses pengguntingan. F. Pembuatan lekukan ke pinggiran lembaran dinamakan penakikan (notching). Pembentukan karet. Kerucut dan bentuk-bentuk lingkaran simetri yang dalam lainya adalah . maka karet akan mentransmisikan tekanan yang hampir-hampir hidrostatis kebahan tersebu G.

Peralatan Peralatan yang digunakan pada proses spinning ini adalah satu unit mesin bubut yang digunakan untuk memutar benda kerja. Hasil pembentukan spinning lebih teliti c. Memiliki bentuk alur spinning pada bagian sisi luar pelat . Keuntungan a. pemutaran. Bahan baku logam diklem keblok pembentuk. 2. tebal pelat tak berubah namun diameter mengecil. Menghasilkan bentuk lengkungan simetris b. Secara betahap bahan baku ditekankan pada blok baik dengan alat tangan. Pada pembentukan putar. Dies dan tool penekan sebagai peraltan pembentukan . 3. kemudian diputar dengan kecepatan yang tinggi. maupun dengan menggunakan rol berdiameter kecil.