You are on page 1of 4

KELOMPOK ARSITEKTUR EKOLOGIS

:

 RIZKI SEPDITA NUGROHO (41216010035)
 HADIAN FIRDAUS (41216010052)
 M. WAHYU NURHUDA (41216010050)

DEFINISI ARSITEKTUR EKOLOGIS

Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan Ernst Haeckel tahun 1869 sebagai ilmu interaksi
antara segala jenis mahluk hidup dan lingkungannya. Berasal dari bahasa Yunani, oikos yang artinya
rumah tangga atau tempat tinggal dan logos yang artinya ilmu. Ekologi didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungannya.( Frick, 1998). Atas dasar
pengetahuan dasar – dasar ekologi maka arsitektur dikembangkan supaya selaras dengan alam dan
kepentingan manusia sebagai penghuninya. Jadi Arsitektur ekologis adalah gerakan untuk kelestarian
alam dan lingkungan untuk kehidupan yang berkelanjutan dalam efesiensi energi dan sumber daya alam
dalam kegiatan arsitektural unutk pembangunan yang berkelanjutan dalam mencapai rujuan ekonomi,
sosial dan budaya.

SIFAT ARSITEKTUR EKOLOGIS

 Sustainable (Berkelanjutan)
Yang berarti bangunan green architecture tetap bertahan dan berfungsi seiring zaman,
konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam tanpa adanya perubahan –
perubuhan yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.
 Earthfriendly (Ramah Lingkungan)
Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep green architecture apabila
bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah terhadap
lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi juga menyangkut
masalah pemakaian energi.Oleh karena itu bangunan berkonsep green architecture mempunyai
sifat ramah terhadap lingkungan sekitar, energi dan aspek – aspek pendukung lainnya.
 High performance building
Bangunan berkonsep green architecture mempunyai satu sifat yang tidak kalah pentingnya
dengan sifat – sifat lainnya. Sifat ini adalah “High performance building”. Mengapa pada
bangunan green architecture harus mempunyai sifat ini?. Salah satu fungsinya ialah untuk
meminimaliskan penggunaan energi dengan memenfaatkan energi yang berasal dari alam (
Enrgy of nature ) dan dengan dipadukan dengan teknologi tinggi ( High technology
performance).

 Memanfaatkan sumber daya alam terbaru yang terdapat di sekitar kawasan perencanaan untuk system bangunan. tumbuh-tumbuhan. . artinya yang tidak memberi dampak negatif bagi kesehatan manusia dalam proses. baik yang berkaitan dengan material bangunan maupun untuk utilitas bangunan (sumber energi.  Bangunan yang sehat. maupun saat pembongkaran. dan lain sebagainya KONSEP BANGUNAN EKOLOGIS  Bangunan yang dapat mengakomodasi fungsi dengan baik dengan memperhatikan kekhasan aktivitas manusia pemakainya serta potensi lingkungan sekitarnya dalam membentuk citra bangunan. terutama aspek sosial-budaya )  Design with Nature (Desain yang direncanakan mampu menjaga ekosistem yang ada di dalamnya)  Meminimalisir pemakaian energi dan material  Menghar moniskan hubungan antara budaya dan alam  Menjaga aspek-aspek lingkungan seperti tanah.  Sistem bangunan bentuk yang mudah sehingga dapat dikerjakan dan dipelihara oleh tenaga kerja setempat. pengoperasian/purna huni. penyediaan air).PRINSIP ARSITEKTUR EKOLOGIS  Solution Grows from Place (Pemahaman atas masyarakat lokal.

Bangunan yang selesai dibangun pada 2009 ini juga memperoleh peringkat Platinum dalam Indeks Bangunan Hijau Malaysia (GBI) dan program Green Mark di Singapura. Sementara sistem penampung air hujan mampu menghemat sekitar 70 hingga 80 persen dari penggunaan air di bangunan. Malaysia Pusat Energi ASEAN menganugerahkan penghargaan tertinggi ASEAN Energy Awards untuk bangunan di Malaysia.BANGUNAN ARSITEKTUR EKOLOGIS Diamond Building. Bentuk bangunan yang piramida terbalik memungkinkan atapnya diisi banyak panel surya dan lebih banyak ruang di tanah untuk tanaman hijau. Bangunan ini memiliki desain yang pasif dan struktur hemat energi yang dirancang menggunakan cahaya alami dan mengonsumsi sepertiga energi dari bangunan konvensional seukurannya. Putrajaya. Diamond Building (Bangunan Berlian). Di bagian atas gedung ada panel surya photovoltaic (PV). Inti bangunan adalah pusat atrium besar yang dirancang untuk menerima dan mengatur sinar matahari menggunakan sistem roller-blind otomatis yang responsif terhadap intensitas serta sudut kejadian sinar matahari. Bangunan ini dinamakan berlian karena bentuknya yang unik mirip batu permata. . Diamond Building merupakan markas dari Komisi Energi Malaysia (Suruhanjaya Tenaga) yang berlokasi di Putrajaya. yang menghasilkan sekitar 10 persen dari kebutuhan energi bangunan. Bangunan delapan lantai tersebut dinobatkan sebagai bangunan paling hemat energi di ASEAN.

https://www. 2.DAFTAR PUSTAKA Hakim Luqmanul. Pendekatan Arsitektur Ekologi pada Perancangan Kawasan Wisata Danau Lebo Kabupaten Sumbawa Barat. Haripradianto Tito (2012). (2012).net/MaulanaFerdinand/buku-ekologi-arsitektur http://rikarahmawati14. Journal of Archutecture.blogspot.html .slideshare. Syarapuddin.co. 33. Penerapan Arsitektur Ekologis Pada Desain Rumah Tinggal. Santosa Herry.id/2015/02/ekologi-arsitektur. Journal of Archutecture.