You are on page 1of 6

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian

Pendekatan yang di lakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan

kuantitatif, riset kuantitatif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan

suatu masalah yang hasilnya yang dapat di generalisasikan. Jenis penelitian dalam

penelitian ini yaitu penelitian survey. Survey adalah metode riset dengan

menggunakan kuesioner sebagai instrumenpengumpulan datanya. Tujuannya

untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap

mewakili populasi tertentu. Dan penelitian ini termasuk dalam penelitian survey

eksplanatif (analitik) jenis survey ini digunakan bila peneliti ingin mengetahui

mengapa situasi atau kondisi tertentu terjadi atau apa yang memengaruhi

terjadinya sesuatu. Peneliti tidak sekadar mengambarkan fenomena itu terjadi tapi

telah mencoba menjelaskan mengapa fenomena itu terjadi dan apa pengaruhnya.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Pariwisata Pantai cermin yang

terletak di Kecamatan Pantai Cermin. Berdasarkan laporan Kunjungan kesehatan

di Puskesmas Pariwisata Pantai Cermin tahun 2017, jumlah penduduk peserta

BPJS yang berobat ke puskesmas adalah sebanyak 5.784 dan yang dirujuk dari

Puskesmas Simalingkar sebanyak 2.750 orang atau 47,54 % dirujuk, serta

merupakan daerah yang mudah dijangkau sehingga memudahkan peneliti dalam

pengumpulan data.

48
49

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu dalam penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus -September

2017. Waktu yang digunakan adalah untuk pengambilan data, pengolahan data

dan analisis data dan juga penyusunan hasil penelitian.

3.3 Populasi dan sampel

3.3.1 Populasi.

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien yang dirujuk

dalam kategori pasien BPJS di Puskesmas Simalingkar dengan populasi

berjumlah 2.750 orang pengguna BPJS dari 3 kelurahan yaitu mencakup

kelurahan Simaligkar B, Kelurahan Simalingkar dan Simpang Selayang.

3.3.2 Sampel.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi. Pada penelitian ini, metode pemilihan sampel menggunakan teknik

Simple Random Sampling dengan besar sampling diukur dengan rumus Slovin

(Notoatmodjo, 2003), yaitu :

𝐍
𝐧= 𝟏+𝐍 (𝐝)².

Keterangan:

N = Besar Populasi = 2.750 pasien.

n = Besar Sampel

d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (0,1)

Maka, hasil dari penentuan sampel dalam penelitian ini adalah :


50

Besar populasi pasien peserta BPJS di Puskesmas Simalingkar Kecamatan

Medan Tuntungan tahun 2016 adalah sebanyak 2.750 pasien (N). maka besar

sampel adalah:

𝟐.𝟕𝟓𝟎
𝐧= 𝟏+𝟐.𝟕𝟓𝟎(𝟎,𝟏)𝟐

n = 96,4912 ≈ 96 Pasien

Berdasarkan rumus diatas, besar sampel pada penelitian ini adalah sebesar

96 jiwa. Teknik pengambilan sampel digaunakan Simple Random Sampling yaitu

pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa

memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Simple random sampling

adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit

sampling. Dengan demikian setiap unit sampling sebagai unsur populasi yang

terkecil memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel atau untuk

mewakili populasi (Sugiyono, 2011).

3.4 Metode Pengumpulan Data

3.4.1 Data Primer

Data primer diperoleh dari hasil kuesioner penelitian yang ditanyakan

kepada responden penelitian di Puskesmas Simalingkar.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder penelitian ini diperoleh laporan puskesmas Simalingkar

atau data-data berbagai instansi yang terkait penelitian ini seperti Dinas Kesehatan

Kota Medan.

3.5 Variabel dan Definisi Operasional


51

3.5.1 Variabel Independen

1. Karakteristik individu Merupakan ciri-ciri yang ada pada individu yang

meliputi jenis kelamin, pendidikan dan umur responden Penelitian.

2. Pengetahuan Merupakan hal yang diketahui responden tentang BPJS,

penggunaannya Serta proses rujukan BPJS di puskemas.

3. Ketersediaan sarana dan prasarana adalah terpenuhinya segala fasilitas

serta obat responden terhadap keperluan pengobatannya.

3.5.2 Variabel Dependen

Rujukan Merupakan penyerahan tanggungjawab dari satu pelayanan

kesehatan ke pelayanan kesehatan lanjutan.

3.6 Metode Pengukuran

3.6.1 Metode Pengukuran Variabel Independen

Tabel metode pengukuran variabel independen dan dependen dapat dilihat

pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2 berikut

No Variabel Pertan Kategori Bobot Kriteria Skor Skala


yaan jawaban Nilai Ukur
1 Karakteritik
individu
A.Pendidikan -Tinggi (lulus Ordinal
PT)
-Menengah
(Lulus
SLTA)
-Rendah
(Tidak
Sekolah,
Lulus SD,
Lulus SLTP)

2 Pengetahuan 10 1.Tidak 1 1.Tidak tahu 1-17 Ordinal


tahu
52

2.Cukup 2 2.Cukup 18-23


Tahu Tahu
3.Tahu 3 3.Tahu 24-30

3 Ketersdiaan 7 1.Tidak 1 1.Tidak 0-9 Ordinal


Sarana dan Tersedia Tersedia
Prasarana 2.Tersedia 2 2.Tersedia 10-14

Tabel 3.1 Aspek Pengukuran Variabel Independen

3.6.2 Metode Pengukuran Variabel Dependen

No Variabel Pertan Kategori Bobot Kriteria Skor Skala


yaan jawaban Nilai Ukur

1 Rujukan 6 1.Tidak 0 0 Ordinal


Dirujuk 1 6
2. Dirujuk

Tabel 3.2 Aspek Pengukuran Variabel dependen

3.7 Metode Analisa Data

3.7.1 Analisis Univariat

Untuk menjelaskan variabel independen yaitu pendidikan,

pengetahuan, ,ketersediaan sarana dan prasarana Puskesmas Simalingkar terhadap

angka rujukan yang dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan

dideskripsikan.

3.7.2 Analisis Bivariat

Model analisis ini digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan

variabel independen dan variabel dependen dengan besarnya angka rujukan pasien
53

peserta BPJS di Puskesmas Simalingkar dengan menggunakan uji Pearson

Product Moment dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05, dengan kriteria:

1. Hο ditolak jika p < α (0,05) maka terdapat hubungan antara variabel

independen dengan variabel dependen.

2. Hο diterima jika p > α (0,05) maka tidak terdapat hubungan antara variabel

independen dengan variabel dependen.

3.7.3 Analisis Multivariat

Analisis yang digunakan dengan menggunakan uji regresi linear berganda

untuk menguji pengaruh antara variabel dependen dan beberapa variabel

independen (Sugiyono, 2011)