You are on page 1of 24

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat
dan karunia Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah statistic ini.
Makalah ini kami susun dengan tujuan untuk lebih memahami tentang statistic,
khusus nya kuartil, desil, dan persentil.

Pada kesempatan kali ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman, dosen pembimbing, serta kepada seluruh pihak yang telah ikut
membantu guna penyelesaian makalah ini. Kami menyadari makalah ini masih
belum menemukan kata sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan
kritik yang membangun guna hasil yang lebih baik lagi.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat, semoga
apa yang kami bahas disini dapat dijadikan tambahan ilmu pengetahuan teman -
teman semua. Terima kasih

Penyusun

Mahasiswa

2

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUHAN

1.1 Latar Belakang....................................................................................3
1.2 Identifikasi Masalah............................................................................4
1.3 Pembatasan Masalah…………………………………………….…...4
1.4 Perumusan Masalah…………………………………………….……4
1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian……………………………….…......5
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hakikat Kuartil…..……………………………………………….....6
2.2 Hakikat Desil…………………………...…………………………..13
2.3Hakikat Persentil……………………………………………………18
BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan…………………………………………….…………….23

3.2 Saran…………………………………………………………...…….23

DAFTAR PUSTAKA…………………….……………………………………..24

Fisika. Kimia. matematika merupakan ilmu dasar yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam bidang ilmu yang lain. serta mampu mengomunikasikan gagasan-gagasannya. Pendidikan matematika harus dapat membantu Anda menyongsong masa depan dengan lebih baik. cosinus. Dalam hal ini kami membahas statistik.desil. Pada umumnya. Akuntansi. statistik disajikan dalam bentuk tabel atau diagram agar udah dibaca. dan sebagainya. sampai menarik kesimpulan disebut statistika . mengolah data. dipahami. Metode untuk mengumpulkan data. Contoh data statistik di antaranya data kelahiran bayi di suatu daerah pada tahun tertentu dan jumlah penduduk suatu wilayah. dimana statistik berguna guna mengumpulkan data untuk membuat atau menarik suatu keputusan. Misalnya. dan persentil. bilangan. dan Astronomi. dan dianalisis. serta penggunaan sinus. Untuk mengumpulkan. serta menarik kesimpulan yang benar dari suatu data diperlukan sebuah metode. Sosial. dalam hal ini kami lebih memfokuskan dalam bidang statistic yaitu mengenai kuartil. 3 BAB I PENDAHULUAN 1. Biologi. menganalisis data. seperti statistik.1 Latar belakang Matematika merupakan ilmu yang sangat berkaitan dengan kehidupan. kami menyusun makalah ini. Atas dasar inilah. Ekonomi. menganalisis. Melihat betapa pentingnya matematika maka perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan matematika demi untuk membentuk manusia yang memiliki daya nalar dan data pikir yang kreatif dan cerdas dalam memecahkan masalah. rumus-rumus bangun ruang. untuk membandingkan sesuatu dan lain-lain. Sebagai ibu dari ilmu pengetahuan. Matematika sendiri memiliki beberapa cabang pembelajaran. menyusun data.

desil.dan persentil? 3. Belum mengetahi kegunaan kuartil.desil.dan persentil. maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut : 1.dan persentil.desil.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah maka dalam penelitian ini yang akan dikaji adalah : 1.dan persentil. 3.desil.dan persentil? . Belum mengetahi penerapan kuartil.dan persentil? 2. 4 1. 1.desil. Belum mengetahi apa itu kuartil.dan persentil.desil. identifikasi masalah dan pembatasan masalah. 2. Apa itu kuartil. Hakikat kuartil.4 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah.2 Identifikasi Masalah Mengacu pada uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang masalah.desil.desil.desil. 2. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. penerapan kuartil.dan persentil. 1. Apa kegunaan kuartil. kegunaan kuartil. 3.dan persentil. Bagaimana penerapan kuartil.

5 1. Hakikat kuartil.dan persentil. .dan persentil. 2.desil.dan persentil. 3. Bagi siswa dan mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang statistik.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1.desil. Bagi lembaga pengembangan statistik sebagai masukan dalam mengembangkan statistik.desil. penerapan kuartil. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru atau pengajar dan lembaga sebagai berikut : 1. kegunaan kuartil. 2. Bagi guru dan dosen sebagai masukan dalam mengajarkan ststistik. 3.

Ada tiga Kuartil yaitu kuartil pertama (K1). Pengertian kuartil menurut beberapa para ahli akan di paparkan sebagai berikut : 1) Menurut Sudijono. masing-masing sebesar 1/4N. yaitu kuartil pertama (Q1). Dalam dunia statistik. kuartil kedua dan kuartil ketiga yang masing-masing disingkat dengan K1. Jadi di sini akan kita jumpai tiga buah kuartil. Kuartil kedua (K2). Pemberian nama ini dimulai dari nilai kuartil paling kecil Istilah kuartil dalam kehidupan kita sehari-hari lebih dikenal dengan istilah kuartal. kuartil kedua (K2). yaitu kuartil pertama (K1). dan kuartil ketiga (K3). Kuartil (K) adalah nilai-nilai yang membagi serangkaian data atau suatu distribusi frekuensi menjadi empat (4) bagian yang sama. yaitu masing masing sebesar ¼ N. yaitu masing-masing sebesar 1/4N. K3. 3) Pendapat Sudjana. maka bilangan pembaginya disebut kuartil.2001:105. kuartil kedua (Q2). ialah kuartil pertama.2005:81. dan kuartil ketiga (Q3). jadi disini akan kita jumpai tiga buah kuartil. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Dalam dunia statistik. Ketiga kuartil inilah yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data . dan Kuartil ketiga (K3). sesudah disusun menurut urutan nilainya. Ada tiga buah kuartil. 2) Wirawan. Ketiga Kuartil inilah yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki menjadi empat bagian yang sama besar.1 Hakikat kuartil Kuartil (K) adalah nilai-nilai yang membagi serangkaian data atau suatu frekuensi menjadi empat bagian yang sama. yang dimaksud dengan kuartil ialah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam empat bagian yang sama besar. Jika sekumpulan data dibagi menjadi empat bagian yang sama banyak. 2006:112. K2. yang dimaksud dengan kuartil ialah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi kedalam empat bagian yang sama besar.

masing-masing sebesar ¼ N. maka dapat ditarik pengertian bahwa Q2 adalah sama dengan Median(2/4 N=1/2 N). Berikut ini akan dikemukakan masing-masing sebuah contoh perhitungan kuartil ke-1. ke-2.istilah interval berlaku untuk data kelompok. . Contoh perhitungan kuartil untuk data tunggal Misalkan dari 60 orang siswa MAN Jurusan IPA diperoleh nilai hasil EBTA bidang studi Fisika sebagaimana tertera pada table distribusi frekuensi . Catatan: .istilah skor berlaku untuk data tunggal. Untuk mencari Q1. 7 yang kita selidiki menjadi empat bagian yang sama besar. Hanya saja.Q2 dan Q3 digunakan rumus sebagai berikut: untuk data tunggal Qn =l + ( n/4N-fkb) fi untuk data kelompok Qn = 1 + (n/4N-fkb)x i Fi Qn = kuartil yang ke-n. Fi= frekuensi aslinya (yaitu frekuensi dari skor atau interval yang mengandung Qn). kalau median membagi seluruh distribusi data menjadi dua bagian yang sama besar. maka n dapat diisi dengan bilangan: 1. dan ke-3 untuk data yang tunggal dan kelompok. maka kuartil membagiseluruh distribusi data menjadi empat bagian yang sama besar. dan 3. 1 = lower limit ( batas bawah nyata dari skor atau interval yang mengandung Qn). seperti terlihat dibawah ini Jalan pikiran serta metode yang digunakan adalah sebagaimana yang telah kita lakukan pada saat kita menghitung median. karena titik kuartil ada tiga buah. N= Number of cases. i= interval class atau kelas interval. Jika kita perhatikan pada kurva tadi. Fkb= frekuensi kumulatif yang terletak dibawah skor atau interval yang mengandung Qn.2.

11.50 = 39 Titik Q2= 2/4N = 2/4 X 60 = 30 ( terletak pada skor 40). dan perhitungan Q1. maka proses perhitungannya adalah sebagai berikut: Table 3. dan Q3. Jika kita ingin mencari Q1.0 . fkb = 18 Q2 = 1 + ( n/4N-fkb) = 39. Q2.50 +(30-18) Fi 12 = 39.50. fkb = 12 Q1 = 1 + ( n/4N-fkb) = 38.50 +(15-12) Fi 6 = 38.50 +1.50. fi = 6. fi = 12.50 +0. dan Q3 (artinya data tersebut akan kita bagi dalam empat bagian yang sama besar). Distribusi frekuensi nilai hasil Ebta dalam bidang studi fisika dari 60 orang siswa MAN jurusan ipa. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 39. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 38. 8 berikut ini. Q2. Nilai (x) F Fkb 46 2 60= N 45 2 58 44 3 56 43 5 53 42 F1 (8) 48 41 10 40 40 F1 (12) 30 39 F1 (6) 18 38 5 12 37 4 7 36 2 3 35 1 1 Titik Q1= 1/4N = ¼ X 60 = 15 ( terletak pada skor 39).

50 Titik Q2= 2/4N = 2/4 X 80 = 40 ( terletak pada interval 45-49). Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 34. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 44. fkb = 40 Q3 = 1 + ( n/4N-fkb) = 41.50.50 +(45-40) Fi 8 = 41.47 = 45.50 +1.125 Contoh perhitungan kuartil untuk data kelompok Misalkan dari 80 orang siswa MAN jurusan IPS diperoleh skor hasil EBTA dalam bidan studi tata buku sebagaimana disajikan pada tabel distribusi frekuensi beikut ini ( lihat kolom 1 dan 2).625 = 42.21 . Q1 = 1 + ( n/4N-fkb) Xi = 34. fi = 7.97 Titik Q3= 3/4N = 3/4 X 80 = 60 ( terletak pada interval 55-59).50.50 Titik Q3= 3/4N = 3/4 X 60 = 45 ( terletak pada skor 42). 9 = 40.50.50 +(40-35) X5 Fi 17 = 44.50+ 0. Q1 = 1 + ( n/4N-fkb) Xi = 44.50 +5 = 39. Jika kita ingin mencari Q1. Q2. i= 5.71 = 55.50 +(55-59) X5 Fi 7 = 54. i= 5. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 41. fi = 8.50. fkb = 35. fi = 7. fkb = 13. i= 5. maka proses perhitungannya adalah sebagai berikut: Titik Q1= 1/4N = ¼ X 80 = 20 ( terletak pada interval 35-39).50 +(20-13) X5 Fi 7 = 34.50 + 0. fi = 17. fkb = 59. dan Q3. Q1 = 1 + ( n/4N-fkb) Xi = 54. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 54.

69. 69. 70.12. 54. 90. 69. 70. distribusi frekuensi skor-skor hasil EBTA bidang studi tata buku dari 80 orang siswa man jurusan ips. 79. 71. 57. Nilai (x) F Fkb 70-74 3 80 65-69 5 77 60-64 6 72 55-59 7 66 50-54 7 59 45-49 17 52 40-44 15 35 35-39 7 20 30-34 6 13 25-29 5 7 20-24 2 2 Total 80= N - Diantara kegunaan kuartil adalah untuk mengetahui simetris (normal) atau a simetrisnya suatu kurva. dan Q3. Jika Q3-Q2 > Q2. 61.Q1 maka kurvanya adalah kurva miring/ berat ke kanan(juling negatif). 69. 48.  48. Jika Q3-Q2 = Q2. Jika Q3-Q2 < Q2. 61. 83. 90 Kuartil 1 = 57 Kuartil 2 = 79 .Q2. 79. 2). 83.Q1 maka kurvanya adalah kurva miring/ berat ke kiri(juling positif).Q1 maka kurvanya adalah kurva normal. 54. 10 Tabel 3. 57. berikut perhitungan Q1. Dalam hal ini patokan yang kita gunakan adalah sebagai berikut: 1). 3). Jika data disajikan dalam bentuk Data Tunggal Tak Berfrekuensi Rumus: Qi = 1 x ((n + 1) : 4) atau 2 x ((n + 1) : 4) atau 3 x ((n + 1) : 4) Contoh: Tentukan kuartil dari data berikut: 71.

dan Q3 adalah dengan cara memandang jumlah data secara kontinu atau dipandang seperti sebuah garis lurus. dan tepi atas didefinisikan dengan batas atas ditambah 0. Panjang masing-masing kelas (interval). Tepi bawah masing-masing interval adalah : 4. misalnya sebagai berikut untuk contoh diatas : Data Berkelompok Contoh 2 : Interval f ∑f 5–8 2 2 9 – 12 4 6 13 – 16 5 11 17 – 20 3 14 Dari tabel di atas. sehingga Q2= (6+6)/2 = 6 Secara umum. kita peroleh : Banyak interval ada 4. 20.5. 16. Tepi bawah masing-masing interval didefinisikan dengan batas bawah dikurangi 0. 8. kita tahu bahwa data ke-6 adalah 6 dan data ke-7 juga 6. 16.5 . 12. 17 – 20 . yaitu 5 – 8. n=∑f=14 . Banyak data.5 . Q2 ditentukan dahulu karena menentukan yang tengah-tengah paling mudah.5 . 9 – 12. 11 Data Tunggal Berfrekuensi Contoh 2 : Tentukandari tabel berikut : Tabel 1 Nilai f 4 1 5 2 6 4 7 3 8 2 Jawab : Tentukan terlebih dahulu frekuensi kumulatif sebagai berikut Tabel 2 Nilai f ∑f 4 1 1 5 2 1+2=3 6 4 3+4=7 7 3 7+3=10 8 2 10+2=12 Jadi jumlah frekuensi (atau jumlah data) ada n=12.5. 12.5 .5 . Tepi atas masing-masing interval adalah : 8. . Q2. mencari nilai Q1.5 . c = (8 – 5) + 1 = 4 . 13 – 16.5 .5. dan tengah-tengah dari 12 data terletak antara data ke-6 dan ke-7 seperti nampak pada visualisasi berikut : Dengan melihat tabel 2.

4. Dengan melihat tabel. 1. Q2. 5. 7. 12 Karena median (Q2) terletak di tengah-tengah.Sehingga dapat kita hitung Contoh lain kuartil : Misal. yang tepi bawahnya. Urutan data: 2 3 3 5 7 8 9 12 Q1= misal menentukan nilai Q2 maka: Letak Q2 = (terletak pada data yang keempat koma lima). Data ganjil: 13 8 11 25 18 1 9. 6. 7. 5. Data genap 8 12 5 3 7 2 3 9. maka merupakan data ke-n/2=data ke-14/2=7. jadi fk = 6 . Tentukan K1-nya Jawab: Urutan datanya: 1 8 9 11 13 18 25 Letak kuartil (Q1 = ada pada data yang kedua atau Q1 = 8 2. 6. 8. 6. 6. 6.dan f adalah frekuensi kelas median. 5. Tentukan Q1. 6. 8 dan n = 12 . 4. untuk menentukan kuartil dari kumpulan data berikut. 8.5. 8. 7. selanjutnya menentukan nilai K2 sebagai berikut: Nilai Q2 = data keempat + (data kelima – data keempat) Q2 = 5 + (7-5) = 7 Contoh 2: Diketahui data sebagai berikut : 7. 5. dan Q3 ! Jawab: Setelah diurutkan : 4. B=12. Kuartil kedua (Q2) dinyatakan dengan formulasi : dengan fk adalah frekuensi kumulatif sebelum kelas yang memuat Q2 (dalam contoh ini kelas median adalah kelas ketiga). 7. 7. data ke-7 terletak pada interval ketiga. 4. Setelah kita dapatkan letak dari Q2. yaitu f = 5.

desil. Jadi. ketiga. desil keempat. Median = D5. yaitu diantaranya : 1) Desil (D) adalah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang diselidiki ke dalam 10 bagain yang sama besar. desil kedua. Jadi. 2005: 82). Karenanya ada sembilan buah desil. desil kelima. 2006: 117-118). D3. 2. desil kelima. 2001: 110). desil ketujuh. D5. D8. 3) Jika sekumpulan data itu dibagi menjadi 10 bagian yang sama. Desil Pertama (D1) adalah sebuah nilai yang membagi serangkaian data atau suatu distribusi frekuensi sehingga 10% dari seluruh data nilainya kurang dari nilai D1 dan 90% nya lagi memiliki nilai lebih besar dari nilai D1 tersebut. D7. Desil Kedua (D1) adalah sebuah nilai yang membagi serangkaian data atau suatu distribusi frekuensi sehingga 20% dari seluruh data nilainya kurang dari nilai (D2) dan 80% nya memiliki nilai lebih besar dari nilai (D2) tersebut. 3. 13 2. D6. ialah desil pertama. desil kedelapan.2 Hakikat Desil Menurut beberapa para ahli ada beberapa pengertian dari suatu desil. D2. Adapun bagian-bagian dari desil adalah desil pertama. Desil kelima (D5) adalah sebuah nilai yang membagi serangkaian data atau suatu distribusi frekuensi sehingga 50% dari seluruh data nilainya kurang dari nilai (D5) dan 50% nya lagi memiliki nilai lebih besar dari nilai (D5) tersebut. keseimbilan buah desil itu membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam 10 bagian yang sama besar. sebanyak 9 buah titik desil. maka didapat sembilan pembagi dan setiap bagiam dinamakan desil (Sudjana. desil keenam. . D2. Jadi ada sembilan ukuran desil. D4. 2) Desil adalah nilai-nilai yang membagi seangkaian data atau suatu distribusi frekuensi menjadi sepuluh bagian yang sama (Wirawan. desil kedua. dan D9. dan desil kesembilan yang disingkat dengan D1. 1. yang masing-masing sebesar 1/10 N (Sudijono.

1). yang masing- masing sebesar 1/10 N. D6. atau frekuensi aslinya. dan Q3-nya itu. 3. 4. jadi disini kita jumpai sebanyak 9 buah titik desil.fkb) xi Fi Dn= desil yang ke-n (disini n dapat diisi dengan bilangan:1. D2. Perhatikanlah kurva dibawah ini: Untuk mencari desil. atau 9. ke-5. digunakan rumus sebagai berikut: Dn= 1 +(n/10N – fkb) Fi Untuk data kelompok: Dn= 1+ (n/10N. dan D9. dan D9 dari data yang tertera pada table yang telah dihitung Q1. D4. 2. dan fkb= 3.50. Lambang dari desil adalah D. 5. D5. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 5. jadi 9 buah titik desil dimaksud diatas adalah titik- titik: D1. D7. 14 Desil ialah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki ke dalam 10 bagian yang sama besar. i=interval class atau kelas interval. Mencari D1: Titik D1= 1/10N= 1/10X60= 6 (terletak pada skor 37). D8. D1= 1 + (1/10N-fkb) ---D1=36. 6. Q2. fi= 4. dan ke-9 atau D1. dimana kesembilan buah titik desil itu membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam 10 bagian yang sama besar. D3.50 (6-3) . Contoh perhitungan desil untuk data tunggal Misalkan kita ingin mencari desil ke-1. D5. 1= lower limit( batas bawah nyata dari skor atau interval yang mengandung desil ke-n). 8. 7. Fi= frekuensi dari skor atau interval yang mengandung desil ke-n. N= number of cases. Fkb= frekuensi kumulatif yang terletak dibawah skor atau interval yang mengandung desil ke-n.

Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 43. fi= 3. 15 Fi 4 = 36. Contoh perhitungan desil untuk data kelompok . fi= 12.50. dan fkb= 53. Perhitungan desil ke-1. desil ke-5 dan desil ke-9 dari data yang tertera pada table (diatas) kuartil. Nilai (x) F Fkb 46 2 60= N 45 2 58 44 3 56 43 5 53 42 8 48 41 10 40 40 12 30 39 6 18 38 5 12 37 4 7 36 2 3 35 1 1 2). Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 39.13.50 Mencari D9: Titik D9= 9/10N= 9/10X60= 54 (terletak pada skor 44).50. D1= 1 + (5/10N-fkb) ---D1=39.50 (54-53) Fi 3 = 43.17 Tabel 3.25 Mencari D5: Titik D5= 5/10N= 5/10X60= 30 (terletak pada skor 40). D1= 1 + (9/10N-fkb) ---D1= 43. dan fkb= 18.50 (30-18) Fi 12 = 40.

50+ 20= 49.86= 40.12.33= 40. fi= 15.50. dan fkb= 20. Nilai (x) F Fkb 70-74 3 80 65-69 5 77 60-64 6 72 55-59 7 66 50-54 7 59 45-49 17 52 40-44 15 35 35-39 7 20 30-34 6 13 25-29 5 7 20-24 2 2 Total 80= N - Mencari D3: Titik D3= 3/10N= 3/10X80= 24 (terletak pada interval 40-44). fi= 7. proses perhitungannya adalah sebagai berikut: Table 3. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 39.50.12. 16 Misalkan kita ingin mencari D3 dan D7 dari data yang tercantum pada table 3. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 49. Perhitungan desil ke-3 dan desil ke-7 dari data yang tertera pada table 3.83 .50 + 2.83 15 Mencari D7: Titik D7= 7/10N= 7/10X80= 56 (terletak pada interval 50-54). D3= 1 + (3/10N-fkb) xi=39.50 + 1.50+ 20= 39.14. D7= 1 + (7/10N-fkb) xi=49.50 (24-20) x 5 Fi 15 = 39. dan fkb= 52.50 (50-54) x 5 Fi 7 = 49.

Data ganjil 12 8 10 22 18 4 9.5 2.4 (10 -8) = 8.2.3.. Tentukan D.8 (data kedua –data kesatu) D2 = 2+0. menentukan nilai D2 maka: Letak desil (D2 = = 1.8) ada pada data ke satu koma delapan Nilai D2 = data kesatu + 0.4 (data ketiga –data kedua) = 8+ 0. Tentukan nilai dari desil yang diminati tersebut. 17 7 Contoh lain untuk desil : 1. Susunan berdasarkan urutan data dimulai dari data yang terkecil sampai terbesar b. misalkan nilai D1.8 (3-3) = 2 .…. Untuk data yang belum dikelompokkan a. Di = desil ke-i i = 1.-nya! Jawab: Urutan datanya: 48 9 10 12 18 22 Letak desil (D3 = = 2.4) ada pada data yang ke-2.4 Atau nilai D3 nya = data kedua +0. nilai D3 ataupun nilai desil lainnya. Misalnya untuk menentukan desil dari kumpulan data berikut: 1.9 n = banyaknya data c. Tentukan letak dari desil yang diminati letak D1 = data ke . Data genap 8 12 5 3 7 2 3 8 Urutkan data: 2 3 3 5 7 8 8 12 → Misal..

adalah titik atau nilai yang membagi suatu distribusi data menjadi seratus bagian yang sama besar. P3. P5. P4. . 2012: 22). jadi disini kita dapati sebanyak 99 titik persentil yang membagi seluruh distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar. 18 2. P2. P4. Persentil yang biasa dilambangkan P. 2006: 99).3 Hakikat Persentil Menurut beberapa ahli yang mengemukakan pengertian mengenai persentil adalah sebagai berikut. Titik yang membagi distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar ialah titik-titik: P1. 1) Persentil adalah titik atau nilai yang membagi suatu distrubusi data menjadi seratus bagian yang sama besar (Sudijono. seperti terlihat pada kurva dibawah ini: Untuk mencari persentil digunakan rumus sebagai berikut: Untuk data tunggal: Pn= 1 +(n/10N – fkb) Fi Atau Letak Pi = . . . Jadi didapat sebanyak 99 titik pesenti yang membagi seluruh distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar. Pesentil adalah nilai-nilai yang membagi sebagaian data atau suatu distribusi frekuensi menjadi 100 bagian yang sama (Wiriawan. Karena perrsentil sering disebut “ukuran per-ratus-an”. masing-masing sebesar 1/100 atau 1%. P6. sampai dengan P99. P6. Titik yang membagi distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar itu ialah titik-titik: P1. P5. … dan seterusnya. masing-masing sebesar 1/ 100N atau 1%. sampai dengan P99. Karena itu persentil sering disebut ukuran perseratusan. 2001: 115). P3. P2. 2) Persentil adalah suatu titik dalam distribusi yang menjadi batas satu persen (1%) dari frekuensi yang terbawah (Koyan. dan seterusnya.

… . 2. 19 Keterangan: Pi = Persntil ke-i i = 1. Fi= frekuensi dari skor atau interval yang mengandung persentil ke-n.fkb) xi Fi Pn= persentil yang ke-n (disini n dapat diisi dengan bilangan-bilangan:1. atau frekuensi aslinya. i= interval class atau kelas interval. 99 n = banyak data Untuk data kelompok: Pn= 1+ (n/10N. 5. 2. dan seterusnya sampai dengan 99. 1= lower limit( batas bawah nyata dari skor atau interval yang mengandung persentil ke-n). 3. Atau Di = b + P Keterangan : Di = Desil ke-i b = tepi bawah kelas Di P = panjang kelas n = banyak data F = jumlah frekuensi sebelum kelas Di f = frekuensi kelas Di . 4. 3. Fkb= frekuensi kumulatif yang terletak dibawah skor atau interval yang mengandung persentil ke-n. N= number of cases.

3.50.13.13 yang telah dihitung desilnya itu.50.50 Mencari persentil ke-75 (P75): Titik P75= 75/10N= 75/10X60= 45 (terletak pada skor 42). Perhitungan persentil ke-5. fi= 2.50 +(45-40) Fi 8 = 42. 20 Tabel. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut: Mencari persentil ke-5 (P5): Titik P5= 5/10N= 5/10X60= 3 (terletak pada skor 36). persentil ke-20 (P20). dan fkb= 40 P75= 1 + (75/10N-fkb) =41. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 41.15. persentil ke-20 dan persentil ke-75 dari data yang tertera pada tabel 3. dan ke-75 (P75).dari data yang disajikan pada tabel 3. Nilai (x) F Fkb 70-74 3 80 65-69 5 77 60-64 6 72 55-59 7 66 50-54 7 59 45-49 17 52 40-44 15 35 35-39 7 20 30-34 6 13 25-29 5 7 20-24 2 2 Total 80= N - 1).50 +(3-1) Fi 2 = 36. Contoh perhitungan desil untuk data tunggal Misalkan kita ingin mencari persentil ke-5 (P5). fi= 8. dan fkb= 1. P5= 1 + (5/10N-fkb) =36.125 . Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 35.

50. Perhitungan persentil ke-35 dan persentil ke-95 dari data yang tertera pada tabel 3. i=5 P35= 1 + (35/100N-fkb) Xi =39.50+4 = 68. Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 39.50 Tabel 3. fi= 15.16.50 +(65-69) X 5 Fi 5 = 64.50+2. i=5 P95= 1 + (95/100N-fkb) Xi =64.67 = 42.50 +(45-40) X 5 Fi 8 = 39. Nilai (x) F Fkb 70-74 3 80 65-69 5 77 60-64 6 72 55-59 7 66 50-54 7 59 45-49 17 52 40-44 15 35 35-39 7 20 30-34 6 13 . Dengan demikian dapat kita ketahui: 1= 64. dan fkb= 20. 21 2).17 Mencari persentil ke-95 (P95): Titik P95= 95/100N= 95/100X80= 76 (terletak pada interval 65-69). dan fkb= 72.50.14. Mencari persentil ke-35 (P35): Titik P35= 35/100N= 35/100X80= 28 (terletak pada interval 40-44).14. fi= 5. Cara mencari persentil untuk data kelompok Misalkan kembali ingin kita cari P35 dan P95 dari data yang disajikan pada tabel 3.

Dalam perhitungan diatas telah kita peroleh P95= 68.dan P99. 6. berarti yang dapat diluluskan adalah mereka yang nilainya diatas 68. Pengubahan dari raw score menjadi stanel itu dilakukan dengan jalan menghitung: P1. 4. Untuk mengubah rawa score (raw data) menjadi standard score (nilai standar). salah satu standard score yang sering digunakan adalah eleven points scale ( skala sebelas nilai) atau dikenal pula dengan nama standard of eleven (nilai standard sebelas) yang lazim disingkat dengan stanel. Mereka yang nilai-nilainya berada pada P95 kebawah.50 yaitu nilai 69 ke atas. 3. 22 25-29 5 7 20-24 2 2 Total 80= N - Kegunaan persentil dalam dunia pendidikan adalah: a. b. sedangkan diatas P95 dinyatakan lulus.P8.P79. yaitu nilai- nilai 0.P3.P92.P97. hal ini berarti bahwa P95 adalah batas nilai kelulusan. dinyatakan tidak lulus. 9.50.16. 8. Persentil juga dapat digunakan sebagai alat untuk menetapkan nilai batas lulus pada tes atau seleksi. 2. 7. Dalam dunia pendidikan. Misalkan sejumlah 80 orang individu seperti yang tertera pada tabel 3. dan 10. Persentil dapat digunakan untuk menentukan kedudukan seorang anak didik.P61. maka dengan 10 titik persentil tersebut diatas akan diperoleh nilai-nilai standar sebanyak 11 buah.P21.P39. Jika data yang kita hadapi berbentuk kurva normal (ingat: norma atau standar selalu didasarkan pada kurva normal itu). 5. 1. c. . yaitu: pada persentil keberapakah anak didik itu memperoleh kedudukan ditengah-tengah kelompoknya. itu hanya akan diluluskan 4 orang saja (=4/ 80 X 100%= 5%) dan yang tidak akan diluluskan adalah 76 orang (= 76X80 X 100%=95%).

Titik yang membagi distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar ialah titik-titik: P1. yang dimaksud dengan kuartil ialah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi kedalam empat bagian yang sama besar. 3. . keseimbilan buah desil itu membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam 10 bagian yang sama besar. Desil (D) adalah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang diselidiki ke dalam 10 bagain yang sama besar. P6. 2006:112. Kuartil kedua (K2). masing-masing sebesar 1/4N. sebanyak 9 buah titik desil. dan persentil. masing-masing sebesar 1/100 atau 1%.dengan adanya laporan diharapkan supaya pengetahuan mengenai statistik dapat di terapkan dengan baik dan benar. P3. 2006: 117-118). yaitu masing-masing sebesar 1/4N. dan seterusnya. Ketiga Kuartil inilah yang membagi seluruh distribusi frekuensi dari data yang kita selidiki menjadi empat bagian yang sama besar.desil. 23 BAB III PENUTUP 3. . Jadi didapat sebanyak 99 titik pesenti yang membagi seluruh distribusi data ke dalam seratus bagian yang sama besar.Penulis mengharapkan adanya suatu kritik dan saran yang membangun bagi kesempurnaan laporan ini. 2006: 99).1 Kesimpulan Menurut Sudijono. yaitu kuartil pertama (K1). . yang masing-masing sebesar 1/10 N (Sudijono. Karena perrsentil sering disebut “ukuran per-ratus-an”. P5. Persentil adalah titik atau nilai yang membagi suatu distrubusi data menjadi seratus bagian yang sama besar (Sudijono. sampai dengan P99.2 Saran Dari hasil pengarapan makalah kami tentang kuartil. P4. P2. . dan Kuartil ketiga (K3). Dalam dunia statistik. Jadi. Jadi di sini akan kita jumpai tiga buah kuartil.

Pengantar Statistika Pendidikan. Adi.2009. 2006. Jakarta: Alfabeta. Bandung: Alfabeta. Statistika Untuk Penelitian. Sugiyono. Supangat. Jakarta : Kencana Predana Group. 2007. Statistika. Sudijono. Dasar-Dasar Statitika. Anas. 24 DAFTAR PUSTAKA Riduwan. . 2003. Jakarta: PT Raja Gradindo Persada.