You are on page 1of 23

PENDAHULUAN

Bani Umayyah (bahasa Arab: ‫بنو أمية‬, Banu Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah,
adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari
661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba,
Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin 'Abd Asy-Syams, kakek
buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I.

PEMBAHASAN

A. Daulah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam)
Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada
masa kekuasaan Muawiyah Ibn Abi Sufyan Radhiallahu ‘anhu, dimana pemerintahan
yang bersifat Islamiyyah berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun),
yaitu setelah al-Hasan bin 'Ali Radhiallahu ‘anhuma menyerahkan jabatan kekhalifahan
kepada Mu’awiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu dalam rangka mendamaikan
kaum muslimin yang pada saat itu sedang dilanda fitnah akibat terbunuhnya Utsman
Ibn Affan Radhiallahu ‘anhu, perang jamal dan penghianatan dari orang-orang al-
khawarij dan syi'ah.

Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah Ibn Abu
Sufyan Radhiallahu ‘anhu mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia
terhadap anaknya, Yazid Ibn Muawiyah Rahimahullah. Muawiyah Ibn Abu Sufyan
Radhiallahu ‘anhu bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Dia
memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interprestasi baru
dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebutnya "khalifah
Allah" dalam pengertian "penguasa" yang diangkat oleh Allah.

Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Utsman Ibn Affan dan Ali Ibn Abi
Thalib Radhiallahu ‘anhu ajma’in dilanjutkan kembali oleh daulah ini. Di zaman
Muawiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu, Tunisia dapat ditaklukkan. Di sebelah
timur, Muawiyah Radhiallahu ‘anhu dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke
sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-
serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel. Ekspansi ke timur yang dilakukan

1

Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik Ibn Marwan
Rahimahullah. Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil
menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Tentaranya
bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab
sampai ke Maltan.

Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman al-Walid ibn Abdul
Malik Rahimahullah. Masa pemerintahan al-Walid Rahimahullah adalah masa
ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Pada
masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu
ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada
tahun 711 M. Setelah Aljazair dan Maroko dapat ditundukan, Thariq bin Ziyad
Rahimahullah, pemimpin pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang
memisahkan antara Maroko (magrib) dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu
tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol
dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu
kota Spanyol, Kordova, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota
lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru
setelah jatuhnya Kordova. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah
karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat
kekejaman penguasa.

Di zaman Umar ibn Abdul-Aziz Rahimahullah, serangan dilakukan ke Prancis
melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman ibn Abdullah al-
Ghafiqi Rahimahullah. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia
mencoba menyerang Tours. Namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours,
al-Ghafiqi Rahimahullah terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol.
Disamping daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah
(mediterania) juga jatuh ke tangan Islam pada zaman Bani Umayyah ini.

Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat,
wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-
daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak,
sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan,
turkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.

Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa
dalam pembangunan di berbagai bidang. Muawiyah Radhiallahu ‘anhu mendirikan
dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan

2

Dengan cara ini. Ummat Islam di daerah ini tidak mengakui Yazid Rahimahullah.peralatannya di sepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Khalifah Abdul-Malik Rahimahullah juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. tentara dan seluruh keluarga Husein Radhiallahu ‘anhuma kalah dan al-Husein Radhiallahu ‘anhuma sendiri mati 3 . Keberhasilan Khalifah Abdul-Malik Rahimahullah diikuti oleh puteranya Al-Walid ibn Abd al-Malik Rahimahullah (705-715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Bersamaan dengan itu. Pada masanya. pabrik-pabrik. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. kecuali Husein ibn Ali dan Abdulah Ibn Zubair Ibnul Awwam Radhiallahu ‘anhuma ajma’in. Meskipun keberhasilan banyak dicapai daulah ini. Perlawanan terhadap Bani Umayyah dimulai oleh al-Husein ibn Ali Radhiallahu ‘anhuma. Qadhi adalah seorang spesialis dibidangnya. Untuk itu. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid Rahimahullah sebagai putera mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi di kalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan. semua orang terpaksa tunduk. Ketika Yazid Rahimahullah naik tahta. sebuah daerah di dekat Kufah. Mereka berusaha menghasut dan mengangkat al- Husein Radhiallahu ‘anhuma sebagai khalifah. kaum Syi'ah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. ia berangkat dari Mekkah ke Kufah atas tipu daya golongan Syi'ah yang ada di Irak. Karena Muawiyah Radhiallahu ‘anhu dianggap tidak mentaati isi perjanjiannya dengan al-Hasan bin Ali Radhiallahu ‘anhuma ketika dia naik tahta. sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Yazid Rahimahullah kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah. Dalam pertempuran yang tidak seimbang di Karballa. memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Abdul-Malik Rahimahullah mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. Pada tahun 680 M. yang menyebutkan bahwa persoalan penggantian pemimpin setelah Muawiyah Radhiallahu ‘anhu diserahkan kepada pemilihan umat Islam. gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah.

Namun. Gerakan mereka bahkan menjadi lebih keras. Tentara Yazid Rahimahullah kemudian mengepung Madinah dan Makkah. Ketika dinobatkan sebagai khalifah. dia baru menyatakan dirinya secara terbuka sebagai khalifah setelah al-Husein ibn Ali Radhiallahu ‘anhuma terbunuh. Ka'bah diserbu. Selain gerakan di atas. bahkan membuka jalan untuk menaklukkan Spanyol (andalus). sedang tubuhnya dikubur di Karballa. Kepalanya dipenggal dan dikirim ke Damaskus. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat. Armenia dan lain-lain) yang pada masa Bani Umayyah dianggap sebagai warga negara kelas dua. ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma juga tidak berhasil menghentikan gerakan Syi'ah. berasal dari Persia. Dua pasukan bertemu dan pertempuran pun tak terhindarkan. Yang termashur diantaranya adalah pemberontakan al-Mukhtar di Kufah pada tahun 685-687 M. Akan tetapi. kemudian ke Madinah dan akhirnya meneruskan perjalanan ke Makkah. sementara ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma sendiri dengan gigih melakukan perlawanan sampai akhirnya terbunuh pada tahun 73 H/692 M. al-Mukhtar terbunuh dalam peperangan melawan gerakan oposisi lainnya. dia berhasil menyadarkan 4 . al-Mukhtar (yang pada akhirnya mengaku sebagai nabi) mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali (yaitu umat Islam bukan Arab. peperangan terhenti karena Yazid Rahimahullah wafat dan tentara Bani Umayyah kembali ke Damaskus. Banyak pemberontakan yang dipelopori kaum Syi'ah terjadi. Perlawanan orang-orang Syi'ah tidak padam dengan sebab terbunuhnya Husein Radhiallahu ‘anhuma. gerakan-gerakan anarkis yang dilancarkan kelompok Khawarij dan Syi'ah juga dapat diredakan. gerakan Abdullah ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma. lebih gigih dan tersebar luas. Keluarga Zubair Radhiallahu ‘anhuma dan sahabatnya melarikan diri. Abdullah ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma membina gerakan oposisinya di Mekkah setelah dia menolak sumpah setia terhadap Yazid Rahimahullah. Keberhasilan memberantas gerakan-gerakan itulah yang membuat orientasi pemerintahan dinasti ini dapat diarahkan kepada pengamanan daerah-daerah kekuasaan di wilayah timur (meliputi kota-kota di sekitar Asia Tengah) dan wilayah Afrika bagian utara. Tentara Bani Umayyah dipimpin al-Hajjaj ibn Yusuf ats-Tsaqafi berangkat menuju Thaif. Hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abdul-Aziz Rahimahumullah (717-720 M). dia menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya.terbunuh. Namun. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. Gerakan Abdullah ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma baru dapat dihancurkan pada masa kekhalifahan Abdul Malik ibn Marwan.

Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab.724 M). mampu menggulingkan dinasti Umawiyah dan menggantikannya dengan dinasti baru. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid ibn Abdul-Malik.golongan Syi'ah. Akhirnya. khalifah-khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. 2. ditangkap dan dibunuh di sana. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sebenarnya Hisyam ibn Abd al-Malik Rahimahullah adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. Faktor-faktor itu antara lain adalah: 1. karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis. Namun Sayang penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. khalifah terakhir Bani Umayyah. Dalam perkembangan berikutnya kekuatan baru ini. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Sepeninggal Umar ibn Abdul-Aziz Rahimahullah. Bani Abbas. Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya. melarikan diri ke Mesir. Sisa-sisa Syi'ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi. Hisyam ibn Abdul-Malik Rahimahullah (724-743 M). Akan tetapi. baik 5 . pada tahun 750 M. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana. Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik Rahimahullah. pada zamannya berubah menjadi kacau. Marwan II bin Muhammad al-Himar Rahimahullah. kekuasaan Bani Umayyah berada di bawah khalifah Yazid ibn Abdul-Malik Rahimahullah (720. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian. Pengaturannya tidak jelas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Zakat diperingan. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. Daulah Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani.

5. 3. para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang. B.’an. Thariq ibn Ziyad. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Sebelum penaklukan Spanyol. secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. sebagian besar golongan mawali (non Arab). salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan 6 . salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam. Penumpasan terhadap gerakan- gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah. terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya. dimana Ummat Islam sebelumnya telah mengusasi Afrika Utara. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah. dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in. Masuknya Islam ke Spanyol (Andalus) Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid Rahimahullah (705- 715 M). merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas. Wallahul Musta. makin meruncing. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al- Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. 4. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik. Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid Rahimahullah (705- 715 M). Disamping itu. ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah. Disamping itu. MASA BERKUASANYA BANI UMAYYAH DI ANDALUS DAN PENERUSNYA 1.

serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang. Khalifah Abd al-Malik Rahimahullah mengangkat Hasan ibn Nu'man al-Ghassani Rahimahullah menjadi gubernur di daerah itu. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Di zaman al-Walid itu. Selain itu. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan. mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Thariq ibn Ziyad Rahimahullah lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam. dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in. yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan Radhiallahu ‘anhu) sampai tahun 83 H (masa al-Walid Rahimahullah).menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayah. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang. Dengan demikian. sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai. Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad Rahimahullah. Thariq ibn Ziyad. Mereka adalah Tharif ibn Malik. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah dan sebagian lagi 7 . di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. yaitu kerajaan Gothik. Pada masa Khalifah al-Walid. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik Ibn Marwan Rahimahullah (685-705 M). Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol. lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda. Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Musa ibn Nushair Rahimahullah memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko. Hasan ibn Nu'man Rahimahullah sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun. umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol.

Raja Roderick dapat dikalahkan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah Rahimahullah. dan dari sini ia mencoba menyerang kota Tours. Sesudah itu. 100. Musa ibn Nushair Rahimahullah merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar.000 orang. ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Setelah Musa Rahimahullah berhasil menaklukkan Sidonia. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel. telah menjangkau 8 . Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya. Selanjutnya. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum Muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini. dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic.orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid Rahimahullah. Selanjutnya. Untuk itu. mulai dari Saragosa sampai Navarre. Poiter. ke Lyon tahun 743 M. Seville. Dari situ Thariq Rahimahullah dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting. maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad Rahimahullah membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz Rahimahullah tahun 99 H/717 M. Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayah. ia berangkat menyeberangi selat itu. dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya.000 orang. Rhodes. Sebelum Thariq Rahimahullah berhasil menaklukkan kota Toledo. seperti Cordova. diantara kota Poiter dan Tours itu ia ditahan oleh Charles Martel. ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair Rahimahullah di Afrika Utara. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi Rahimahullah. seperti ke Avirignon tahun 734 M. dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah. Akan tetapi. masih juga terdapat penyerangan-penyerangan. Karmona. sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yang dipimpinnya mundur kembali ke Spanyol. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar. Sardinia. Theodomir di Orihuela. termasuk bagian utaranya. ia menyerang kota Bordreu. Majorca. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah. Dengan dikuasainya daerah ini. dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Creta. tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12. Corsia. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad Rahimahullah. Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol. Dengan pasukannya.

Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. politik. Akan tetapi. Secara politik. perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa. Yahudi. setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth. Demikian juga pertambangan. Yang tidak bersedia disiksa. seperti dikutip oleh Imamuddin mengatakan. dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri. dan ketiadaan persamaan hak. Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas. kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas. apalagi terhadap penganut agama lain. Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalam negeri Spanyol sendiri. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yang menguntungkan. sewaktu Spanyol masih berada di bawah pemerintahan Romawi (Byzantine). Hektaran tanah dibiarkan terlantar tanpa digarap. industri dan perdagangan karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. pertanian maju pesat. ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. beberapa pabrik ditutup. yaitu aliran Monofisit. Berkenaan dengan itu Amer Ali. Di dalam situasi seperti itu. Akibat perlakuan yang keji.seluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Padahal. 9 . dan antara satu daerah dan daerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan. dan dibunuh secara brutal. sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan. Perpecahan itu amat banyak coraknya. Di sisi lain. berkat kesuburan tanahnya. ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmati kenyamanan dalam segi material. kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. dan kesejahteraan. ketertindasan. keadilan. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam. Ketika Islam masuk ke Spanyol. kondisi sosial. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu mudah. kebersamaan. wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan.

Mereka pun cakap. Periode Pertama (711-755 M). yaitu : a. mantan penguasa wilayah Septah. berani. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam. orang Yahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin. dimana tiap periode mempunyai corak pemerintahan dan dinamika masyarakat tersendiri. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaum muslimin. kakak dan anak Witiza. 2. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana. Tariq dan Musa Rahimahumullah. dan penuh percaya diri. tentaranya kompak. Buruknya kondisi sosial. dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana. Perkembangan Islam di Spanyol (Andalus) Perkembangan Islam di Spanyol yang berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. bersatu. diberhentikan begitu saja. 10 . yaitu toleransi. ekonomi. Sejarah panjang yang dilalui Umat Islam di Spanyol ini dapat dibagi menjadi enam periode. dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. persaudaraan. Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu. Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila. Islam memainkan peranan yang sangat besar. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian. sementara Witiza. Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo. Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick. Islam memainkan peranan yang sangat besar. tokon-tokoh pejuang dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. dan tolong menolong. Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa. yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat. itu dapat dibagi menjadi enam periode.

Hisyam I. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna. terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah mau tunduk kepada pemerintahan Islam. b. Setelah berjuang lebih dari 500 tahun. Karena seringnya terjadi konflik internal dan berperang menghadapi musuh dari luar. Disamping itu. Hakam I. Oleh karena itu. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis. ia berhasil mendirikan dinasti Bani Umayyah di Spanyol. terutama. gangguan-gangguan masih terjadi. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elite penguasa. terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairwan. Periode Kedua (755-912 M) Pada periode ini. Masing-masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini. yaitu suku Quraisy (Arab Utara) dan Arab Yamani (Arab Selatan). Dia adalah keturunan Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbas ketika yang terakhir ini berhasil menaklukkan Bani Umayyah di Damaskus. maka dalam periode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan di bidang peradaban dan kebudayaan. yang ketika itu dipegang oleh khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Al-Dakhil (Yang Masuk ke Spanyol). akhirnya mereka mampu mengusir Islam dari bumi Spanyol. Periode ini berakhir dengan datangnya Abdurrahman al-Dakhil ke Spanyol pada tahun 138 H/755 M. Selanjutnya. Pada periode ini Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. baik datang dari dalam maupun dari luar. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama. Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini adalah Abdurrahman al-Dakhil. Perbedaan etnis ini seringkali menimbulkan konflik politik. Gerakan ini terus memperkuat diri. Di dalam etnis Arab sendiri terdapat dua golongan yang terus-menerus bersaing. terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangka waktu yang amat singkat. Abdurrahman al- 11 . terutama ketika tidak ada figur yang tangguh.

Khalifah daulat Bani Abbas di Baghdad meninggal dunia dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Gereja Kristen lainnya di seluruh Spanyol tidak menaruh simpati pada gerakan itu. Pada periode ini. berbagai ancaman dan kerusuhan terjadi.raja kelompok" yang dikenal dengan sebutan Muluk al-Thawaij. perselisihan antara orang-orang Barbar dan orang-orang Arab masih sering terjadi. Muhammad ibn Abdurrahman. karena pemerintah Islam mengembangkan kebebasan beragama. penggunaan gelar khalifah tersebut bermula dari berita yang sampai kepada Abdurrahman III. mereka diizinkan mendirikan gereja baru. Ausath. Sedangkan Abdurrahman al-Ausath dikenal sebagai penguasa yang cinta ilmu. umat Islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan. Dialah yang memprakarsai tentara bayaran di Spanyol. biara-biara disamping asrama rahib atau lainnya. Hisyam I dikenal berjasa dalam menegakkan hukum Islam. c. terutama di zaman Abdurrahman al-Aushath. keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang berada 12 . Gangguan politik yang paling serius pada periode ini datang dari umat Islam sendiri. Disamping itu sejumlah orang yang tak puas membangkitkan revolusi. Sementara itu. Periode Ketiga (912-1013 M) Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abdurrahman III yang bergelar An-Nasir sampai munculnya "raja. Munzir ibn Muhammad. Ia mengundang para ahli dari dunia Islam lainnya untuk datang ke Spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di Spanyol mulai semarak. Mereka juga tidak dihalangi bekerja sebagai pegawai pemerintahan atau menjadi karyawan pada instansi militer. Yang terpenting diantaranya adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat di pegunungan dekat Malaga. Lebih dari itu. Pada pertengahan abad ke-9 stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik yang mencari kesyahidan. Pemikiran filsafat juga mulai masuk pada periode ini. bahwa Al-Muktadir. Sekalipun demikian. baik dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban. dan Abdullah ibn Muhammad. Abdurrahman al-Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol. Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah. dan Hakam I dikenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran. Peribadatan tidak dihalangi. Namun. Golongan pemberontak di Toledo pada tahun 852 M membentuk negara kota yang berlangsung selama 80 tahun. Penduduk Kristen diperbolehkan memiliki pengadilan sendiri berdasarkan hukum Kristen. Menurut penilaiannya.

ada diantara pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja Kristen. kalau terjadi perang saudara. Periode Keempat (1013-1086 M) Pada periode ini. Awal dari kehancuran khilafah Bani Umayyah di Spanyol adalah ketika Hisyam naik tahta dalam usia sebelas tahun. dan Hisyam II (976-1009 M). Atas keberhasilan- keberhasilannya. Khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Abdurrahman al-Nashir mendirikan universitas Cordova. Ia wafat pada tahun 1002 M dan digantikan oleh anaknya al-Muzaffar yang masih dapat mempertahankan keunggulan kerajaan. Cordova. Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang paling tepat untuk memakai gelar khalifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih. Hakam II (961-976 M). gelar ini dipakai mulai tahun 929 M. Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. negara yang tadinya makmur dilanda kekacauan dan akhirnya kehancuran total. Akan tetapi. Ironisnya. Melihat kelemahan dan kekacauan yang menimpa keadaan politik Islam itu. ia mendapat gelar al-Manshur Billah. Toledo. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan. masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran. Pembangunan kota berlangsung cepat. 13 . Dia seorang yang ambisius yang berhasil menancapkan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan-rekan dan saingan-saingannya. Yang terbesar diantaranya adalah Abbadiyah di Seville. Akhirnya pada tahun 1013 M. Dalam beberapa tahun saja. Beberapa orang yang dicoba untuk menduduki jabatan itu tidak ada yang sanggup memperbaiki keadaan. Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth Thawaif. Pada masa ini. Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad. Dewan Menteri yang memerintah Cordova menghapuskan jabatan khalifah. ia digantikan oleh adiknya yang tidak memiliki kualitas bagi jabatan itu. Pada periode ini umat Islam Spanyol kembali memasuki masa pertikaian intern. Pada tahun 981 M. dan sebagainya. d. dalam kemelut. setelah wafat pada tahun 1008 M. Spanyol sudah terpecah dalam banyak sekali negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu. yang berpusat di suatu kota seperti Seville. Ketika itu. Oleh karena itu kekuasaan aktual berada di tangan para pejabat. yaitu Abdurrahman al-Nashir (912-961 M). Pada tahun 1009 M khalifah mengundurkan diri. Karena itulah. Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang.

Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang berpusat di Marakisy. Istana-istana mendorong para sarjana dan sastrawan untuk mendapatkan perlindungan dari satu istana ke istana lain. Pada tahun 1143 M. Antara tahun 1114 dan 1154 M. Cordova. kota-kota muslim penting. Keadaan Spanyol kembali runyam. Akan tetapi tidak lama setelah itu. tapi hanya berlangsung tiga tahun. Kekuatan-kekuatan Kristen dapat dipukul mundur. Ia masuk ke Spanyol atas "undangan" penguasa- penguasa Islam di sana yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan negeri-negerinya dari serangan-serangan orang-orang Kristen. yaitu kekuasaan daulah Murabithun (860-1143 M) dan daulah Muwahhidun (1146-1235 M). Pada tahun 1146 M penguasa dinasti Muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut daerah ini. daulah ini mengalami banyak kemajuan. tepatnya tahun 1118 M. Dinasti Murabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan politik yang didirikan oleh Yusuf ibn Tasyfin di Afrika Utara. Dinasti ini datang ke Spanyol di bawah pimpinan Abdul Mun'im. umat Islam tidak mampu bertahan dari serangan-serangan Kristen yang semakin besar. Pada masa daulah Murabithun. Dalam kondisi demikian. e. Muwahhidun didirikan oleh Muhammad ibn Tumart (w. jatuh ke bawah kekuasaannya. Periode Kelima (1086-1248 M) Pada periode ini Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara. Akan tetapi. Yusuf melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan ia berhasil untuk itu. untuk pertama kalinya orang-orang Kristen pada periode ini mulai mengambil inisiatif penyerangan. Kekalahan-kekalahan yang dialami Muwahhidun menyebabkan penguasanya memilih untuk meninggalkan Spanyol dan kembali ke Afrika Utara tahun 1235 M. Pada tahun 1212 M. Saragossa jatuh ke tangan Kristen. 14 . namun kehidupan intelektual terus berkembang pada periode ini. berada di bawah penguasa-penguasa kecil. dan Granada. Ia dan tentaranya memasuki Spanyol pada tahun 1086 M dan berhasil mengalahkan pasukan Castilia. penguasa-penguasa sesudah ibn Tasyfin adalah raja-raja yang lemah. sepeninggal dinasti ini. Untuk jangka beberapa dekade. tentara Kristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. baik di Afrika Utara maupun di Spanyol dan digantikan oleh daulah Muwahhidun. kekuasaan dinasti ini berakhir. Muwahhidun mengalami keambrukan. pada mulanya muncul kembali dinasti-dinasti kecil. tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan. Almeria. Meskipun kehidupan politik tidak stabil. Karena perpecahan di kalangan raja-raja muslim. 1128). Di Spanyol sendiri.

Abu Abdullah tidak kuasa menahan serangan-serangan orang Kristen tersebut dan pada akhirnya mengaku kalah. Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol. Masyarakat 15 . Islam hanya berkuasa di daerah Granada. Dalam pemberontakan itu. (1) Kemajuan Intelektual Spanyol adalah negeri yang subur. kepada kemajuan yang lebih kompleks. terutama dalam hal kemajuan intelektual. Kemajuan Peradaban Umat Islam di Spanyol telah mencapai kejayaan yang gemilang. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdinand dan Isabella untuk menjatuhkannya. bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan juga dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks. banyak prestasi yang mereka peroleh. Banyak prestasi yang mereka peroleh. Tentu saja. secara politik. Dia memberontak dan berusaha merampas kekuasaan. kemudian hijrah ke Afrika Utara. Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman an-Nashir. Periode Keenam (1248-1492 M) Pada periode ini. Akan tetapi. Ia menyerahkan kekuasaan kepada Ferdinand dan Isabella. Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan. Tahun 1238 M Cordova jatuh ke tangan penguasa Kristen dan Seville jatuh tahun 1248 M. di bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Umat Islam setelah itu dihadapkan kepada dua pilihan. 3. Kesuburan itu mendatangkan penghasilan ekonomi yang tinggi dan pada gilirannya banyak menghasilkan pemikir. f. Seluruh Spanyol kecuali Granada lepas dari kekuatan Islam. bahkan pengaruhnya membawa Eropa. dan kemudian dunia. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol tahun 1492 M. umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil. Dua penguasa Kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah dan Abu Abdullah naik tahta. boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di daerah ini. Keduanya ingin merebut kekuasaan terakhir umat Islam di Spanyol. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang kepada ayahnya karena menunjuk anaknya yang lain sebagai penggantinya menjadi raja. Ferdinand dan Isabella yang mempersatukan dua kerajaan besar Kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas. ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad ibn Sa'ad. masuk Kristen atau pergi meninggal Spanyol. Pada tahun 1609 M.

Magnum opusnya adalah Tadbir al-Mutawahhid. masalah yang dikemukakannya bersifat etis dan eskatologis.Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas- komunitas Arab (Utara dan Selatan). Ia lahir tahun 1126 M dan meninggal tahun 1198 M. a. Ciri 16 . dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. yaitu Ibn Rusyd dari Cordova. al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam). Dilahirkan di Saragossa. Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara). Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Kristen Muzareb yang berbudaya Arab. memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalus yang melahirkan Kebangkitan Ilmiah. Atas inisiatif al-Hakam (961-976 M). Apa yang dilakukan oleh para pemimpin dinasti Bani Umayyah di Spanyol ini merupakan persiapan untuk melahirkan filosof-filosof besar pada masa sesudahnya. sastra. Yahudi. karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar. Ia banyak menulis masalah kedokteran. dan pembangunan fisik di Spanyol. Meninggal karena keracunan di Fezzan tahun 1138 M dalam usia yang masih muda. Filsafat Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Karya filsafatnya yang sangat terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan. Semua komunitas itu. kecuali yang terakhir. sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. Seperti al- Farabi dan Ibn Sina di Timur. al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran). Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam. Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail. astronomi dan filsafat. ia pindah ke Sevilla dan Granada. Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5. penduduk asli Wadi Asy. Muhammad ibn Abdurrahman (832-886 M). Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12.

matematika. Dia juga ahli fiqh dengan karyanya Bidayatul. Itulah sebagian nama- nama besar dalam bidang sains. khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah-naskah Aristoteles dan kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi Qadhi pada masa Hisyam Ibn Abdurrahman. Ibnul Khatib (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada. Setiap kali diselenggarkan pertemuan dan jamuan. d. Dalam bidang sejarah dan geografi. Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. kimia dan lain- lain juga berkembang dengan baik. Musik dan Kesenian Dalam bidang musik dan suara. Abbas ibn Famas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. sedangkan Ibn Khaldun dari Tunisia adalah perumus filsafat sejarah. wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal. Munzir Ibn Sa'id al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal. Ia juga terkenal sebagai penggubah lagu. Ilmu yang dimiliknya 17 . Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ahli-ahli Fiqh lainnya diantaranya adalah Abu Bakr ibn al-Quthiyah. Ahmad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. musik. Fiqh Dalam bidang fiqh. Ialah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu.Mujtahid. b. Spanyol Islam dikenal sebagai penganut madzhab Maliki. Yang memperkenalkan madzhab ini di sana adalah Ziyad ibn Abdurrahman. Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina. yang kemudian pindah ke Afrika. c. Ummul Hasan binti Abi Ja'far dan saudara perempuan al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita. Sains IImu-ilmu kedokteran. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan Ibn Nafi' yang dijuluki Zaryab. astronomi.

Abu al-Hasan Ibn Usfur. waduk (kolam) dibuat untuk konservasi (penyimpanan air). istana. seperti pembangunan kota. perkebunan jeruk. saluran sekunder. jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun. Mereka itu antara lain: Ibn Sayyidih. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab. dan banyak lagi yang lain. Namun demikian. dan jembatan-jembatan air didirikan. dan Abu Hayyan al-Ghamathi. Ibnul-Hajj. orang-orang Islam juga memperkenalkan pertanian padi. Industri. karya-karya sastra bermunculan. kanal-kanal. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non-Islam. pemukiman. Dam-dam. Kalau dam digunakan untuk mengecek curah air. Bahasa dan Sastra Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Diantara pembangunan yang 18 . penduduk asli Spanyol menomor-duakan bahasa asli mereka. Orang-orang Arab memperkenalkan pengaturan hidrolik untuk tujuan irigasi. seperti Al-'Iqd al-Farid karya Ibn Abd Rabbih. Tempat-tempat yang tinggi. Ibn Malik pengarang Aljiyah. masjid. disamping pertanian dan perdagangan. al-Dzakhirahji Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibn Bassam. Abu Ali al-Isybili. Pengaturan hydrolik itu dibangun dengan memperkenalkan roda air (water wheel) asal Persia yang dinamakan naurah (Spanyol: Noria). kebun-kebun dan taman-taman. dan juga kepada budak-budak. Kitab al-Qalaid buah karya al-Fath ibn Khaqan. itu diturunkan kepada anak-anaknya baik pria maupun wanita. kayu. Disamping itu. kulit. dan industri barang-barang tembikar. (2) Kemegahan Pembangunan Fisik Aspek-aspek pembangunan fisik yang mendapat perhatian ummat Islam sangat banyak. Ibn Khuruf. sehingga kemasyhurannya tersebar luas. baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa. pembangunan-pembangunan fisik yang paling menonjol adalah pembangunan gedung-gedung. Bahkan. tersier. dengan begitu. logam. Diantaranya adalah tekstil. e. Seiring dengan kemajuan bahasa itu. Bidang pertanian demikian juga. juga mendapat jatah air. juga merupakan tulang punggung ekonomi Spanyol Islam. Sistem irigasi baru diperkenalkan kepada masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dalam perdagangan. dan taman-taman.

Kisah tentang kemajuan pembangunan fisik ini masih bisa diperpanjang dengan kota dan istana az-Zahra. Abdurrahman al-Wasith dan Abdurrahman an-Nashir. kota az-Zahra. Posisi Cordova diambil alih oleh Granada di masa-masa akhir kekuasaan Islam di Spanyol. Menurut ibn al-Dala'i. Taman-taman dibangun untuk menghiasi ibu kota Spanyol Islam itu. Di sekitarnya berdiri perkampungan-perkampungan yang indah. kota ini dibangun dan diperindah. seperti Abdurrahman al-Dakhil. tembok Toledo. Arsitektur-arsitektur bangunannya terkenal di seluruh Eropa. setiap istana dan taman diberi nama tersendiri dan di puncaknya terpancang istana Damsyik. megah adalah masjid Cordova. Cordova Cordova adalah ibu kota Spanyol sebelum Islam. Jembatan besar dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota. yang mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan umat Islam. Granada Granada adalah tempat pertahanan terakhir ummat Islam di Spanyol. kemajuannya sangat ditentukan oleh adanya penguasa- penguasa yang kuat dan berwibawa. masjid Seville. menara Girilda dan lain-lain. penguasa muslim mendirikan saluran air dari pegunungan yang panjangnya 80 Km. Diantara kebanggaan kota Cordova lainnya adalah masjid Cordova. (3) Faktor-faktor Pendukung Kemajuan Spanyol Islam. Oleh penguasa muslim. Keberhasilan politik pemimpin-pemimpin tersebut ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa-penguasa lainnya yang memelopori kegiatan-kegiatan ilmiah yang terpenting diantara penguasa dinasti Umayyah di Spanyol dalam hal ini adalah Muhammad ibn Abdurrahman (852-886M) dan al-Hakam II al-Muntashir (961-976M). dan istana al-Hamra di Granada. 19 . Pohon-pohon dan bunga-bunga diimpor dari Timur. ciri khusus kota-kota Islam adalah adanya tempat-tempat pemandian. istana al-Gazar. Disamping itu. Di Cordova saja terdapat sekitar 900 pemandian. Istana al-Hambra yang indah dan megah adalah pusat dan puncak ketinggian arsitektur Spanyol Islam. Di seputar ibu kota berdiri istana-istana yang megah yang semakin mempercantik pemandangan. terdapat 491 masjid di sana. Istana itu dikelilingi taman-taman yang tidak kalah indahnya. Istana Ja'fariyah di Saragosa. Di sana berkumpul sisa-sisa kekuatan Arab dan pemikir Islam. istana al-Makmun. Karena air sungai tak dapat diminum. yang kemudian diambil alih oleh Bani Umayyah. a. b.

maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Sejak abad ke-11 M dan seterusnya. Meskipun ada persaingan yang sengit antara Abbasiyyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol. terutama dalam bidang pemikiran dan sains disamping bangunan fisik. dan kebudayaan Spanyol Islam. dan lain-lain berusaha menyaingi Cordova. sebagaimana juga orang-orang Yahudi. bahkan merupakan puncak kemajuan ilmu pengetahuan. Sevilla. baik dalam hubungan politik. maupun perekonomian dan peradaban antar negara. Perpecahan politik pada masa Muluk ath-Thawa'if dan sesudahnya tidak menyebabkan mundurnya peradaban. Muluk ath-Thawa'if berhasil mendirikan pusat-pusat peradaban baru yang diantaranya justru lebih maju. Granada. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk. Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di periode klasik. Memang banyak saluran bagaimana peradaban Islam mempengaruhi Eropa. Toledo. sosial. tetapi saluran yang terpenting adalah Spanyol Islam. terdapat apa yang disebut kesatuan budaya dunia Islam. Yang terpenting diantaranya adalah pemikiran Ibn Rusyd (1120-1198 M). Setiap dinasti (raja) di Malaga. Dengan ditegakkannya toleransi beragama. Toleransi beragama ditegakkan oleh para penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan negara-negara tetangganya Eropa. terdiri dari berbagai komunitas. baik agama maupun bangsa. hubungan budaya dari Timur dan Barat tidak selalu berupa peperangan. sehingga mereka ikut berpartisipasi mewujudkan peradaban Arab Islam di Spanyol. banyak sarjana mengadakan perjalanan dari ujung barat wilayah Islam ke ujung timur. Masa itu. sambil membawa buku- buku dan gagasan-gagasan. baik dalam bentuk hubungan politik. kesenian. 4. disediakan hakim khusus yang menangani masalah sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing. Ia melepaskan belenggu taqlid dan 20 . Pengaruh Peradaban Spanyol Islam di Eropa Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa dalam menyerap peradaban Islam. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun umat Islam terpecah dalam beberapa kesatuan politik. komunitas-komunitas itu dapat bekerja sama dan menyumbangkan kelebihannya masing masing. seperti Sicilia dan Perang Salib. sosial. Untuk orang-orang Kristen. Kalau sebelumnya Cordova merupakan satu-satunya pusat ilmu dan peradaban Islam di Spanyol. Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam.

Selama belajar di Spanyol. ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di universitas-universitas Islam di Spanyol. ilmu pasti. Bologna. ilmu yang mereka peroleh dari universitas-universitas Islam diajarkan. 1483. Ia mengedepankan sunnatullah menurut pengertian Islam terhadap pantheisme dan anthropomorphisme Kristen. Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaissance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-1 4 M. 1482. tiga puluh tahun setelah wafatnya Ibn Rusyd. seperti ilmu kedokteran. menganjurkan kebebasan berpikir. Berawal dari gerakan Averroeisme inilah di Eropa kemudian lahir reformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M. Di akhir zaman pertengahan Eropa. mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. hingga di Eropa timbul gerakan Averroeisme (Ibn Rusydisme) yang menuntut kebebasan berpikir. dan pencerahan (aufklaerung) pada abad ke-18 M. termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusyd. dan 1500 M. seperti universitas Cordova. Bahkan edisi lengkapnya terbit pada tahun 1553 dan 1557 M. 1489. Setelah pulang ke negerinya. Seville. baru berdiri 18 buah universitas. tetapi ia telah membidangi gerakan-gerakan penting di Eropa. Pemikiran filsafat yang paling banyak dipelajari adalah pemikiran al-Farabi. Demikian besar pengaruhnya di Eropa. Buku-buku Ibn Rusyd dicetak di Venessia tahun 1481. Gerakan-gerakan itu adalah: kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia. dan Strasbourg. mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim. Universitas di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M. Pusat penerjemahan itu adalah Toledo. Pengaruh peradaban Islam. 5. Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam. dan Salamanca. dan filsafat. Di dalam universitas- universitas itu. Pihak gereja menolak pemikiran rasional yang dibawa gerakan Averroeisme ini. Lyonms. Islam di Spanyol dan Pengaruhnya Terhadap Renaisans di Eropa 21 . Berkembangnya pemikiran Yunani di Eropa kali ini adalah melalui terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari dan kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Latin. Granada. gerakan reformasi pada abad ke- 16 M. rasionalisme pada abad ke-17 M. Karya-karyanya juga diterbitkan pada abad ke-16 M di Napoli. Malaga. dan di awal abad ke 17 M di Jenewa. Ia mengulas pemikiran Aristoteles dengan cara yang memikat minat semua orang yang berpikiran bebas. Ibn Sina dan Ibn Rusyd.

Kemajuan-kemajuan Eropa ini tidak bisa dipisahkan dari pemerintahan Islam di Spanyol. Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting. Karena itu. Hal itu menyebabkan kehidupan negara Islam di Spanyol tidak pernah berhenti dari pertentangan antara Islam dan Kristen. tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan. Pada abad ke-11 M umat Kristen memperoleh kemajuan pesat. (1)Konflik Islam dengan Kristen Para penguasa muslim tidak melakukan islamisasi secara sempurna. Islam menjadi "guru" bagi orang Eropa. kehadiran Arab Islam telah memperkuat rasa kebangsaan orang-orang Spanyol Kristen. sementara umat Islam sedang mengalami kemunduran. kehadiran Islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarawan. menyaingi Baghdad di Timur. Dari Spanyol Islamlah Eropa banyak menimba ilmu. Namun demikian. umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Ketika itu. tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada periode klasik. dan keterpencilan. Bahkan. Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasasaan Islam di Spanyol. sebagaimana politik yang dijalankan Bani Umayyah di 22 . Banyak prestasi yang mereka peroleh. kesulitan ekonomi. (2)Tidak Adanya Ideologi Pemersatu Kalau di tempat-tempat lain para muallaf diperlakukan sebagai orang Islam yang sederajat. Setelah berakhirnya periode klasik Islam. termasuk posisi hirarki tradisional. Penyebab Kemunduran dan Kehancuran Beberapa penyebab kemunduran dan kehancuran Umat Islam di Spanyol di antaranya konflik Islam dengan Kristen. di Spanyol. ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran. bahkan pengaruhnya membawa Eropa. tidak adanya ideologi pemersatu. orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di perguruan tinggi-perguruan tinggi Islam di sana. Mereka sudah merasa puas dengan hanya menagih upeti dari kerajaan-kerajaan Kristen taklukannya dan membiarkan mereka mempertahankan hukum dan adat mereka. asal tidak ada perlawanan bersenjata. kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi itulah yang mendukung keberhasilan politiknya. Kebangkitan itu bukan saja terlihat dalam bidang politik dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya. dan kemudian dunia. kepada kemajuan yang lebih kompleks. 6. Eropa bangkit dari keterbelakangannya. ketika Islam mencapai masa keemasannya.

para penguasa membangun kota dan mengembangkan ilmu pengetahuan dengan sangat "serius". (5)Keterpencilan Spanyol Islam bagaikan terpencil dari dunia Islam yang lain. 23 .(Wallahul musta’an). Ia selalu berjuang sendirian. Hal itu mendatangkan dampak besar terhadap sejarah sosio-ekonomi negeri tersebut. Dengan demikian. sehingga lalai membina perekonomian. karena inilah kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Muluk ath-Thawaif muncul. Bahkan. Akibatnya. (3)Kesulitan Ekonomi Di paruh kedua masa Islam di Spanyol. diantaranya juga disebabkan permasalahan ini. Damaskus. tanpa mendapat bantuan kecuali dari Afrika Utara. suatu ungkapan yang dinilai merendahkan. orang-orang Arab tidak pernah menerima orang-orang pribumi. Setidak- tidaknya sampai abad ke-10 M. disamping kurangnya figur yang dapat menjadi personifikasi ideologi itu. Hal ini menunjukkan tidak adanya ideologi yang dapat memberi makna persatuan. Akibatnya timbul kesulitan ekonomi yang amat memberatkan dan menpengaruhi kondisi politik dan militer (4)Tidak Jelasnya Sistem Peralihan Kekuasaan Hal ini menyebabkan perebutan kekuasaan diantara ahli waris. mereka masih memberi istilah 'ibad dan muwalladun kepada para muallaf itu. kelompok-kelompok etnis non-Arab yang ada sering menggerogoti dan merusak perdamaian. tidak ada kekuatan alternatif yang mampu membendung kebangkitan Kristen di sana. Granada yang merupakan pusat kekuasaan Islam terakhir di Spanyol jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella.