You are on page 1of 6

Nama : Cynthia Maharani

NIM : 155020307111054
Kelas : Assurance dan Atestasi – CA

RESUME ASSURANCE DAN ATESTASI
PENYELESAIAN AUDIT

A. PROSES YANG DILAKUKAN MENJELANG AKHIR AUDIT
Dalam menyelesaikan pekerjaan lapangan, auditor melakukan prosedur-prosedur audit
tertentu guna memperoleh bukti tambahan. Prosedur-prosedur tersebut meliputi:
a. Melakukan review peristiwa – peristiwa kemudian.
Tanggung jawab auditor dalam menentukan kewajaran laporan keuangan klien tidak
terbatas pada pemeriksaan atas kejadian dari transaksi yang terjadi sampai dengan tanggal
neraca. SA 560 tentang Peristiwa Kemudian menyatakan bahwa auditor mempunyai
tanggung jawab tertentu atas kejadian dan transaksi-transaksi yang:
a. Mempunyai pengaruh material atas laporan keuangan.
b. Terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya laporan keuangan dan
laporan auditor.
Ada dua tipe peristiwa kemudian yaitu:
a. Peristiwa Kemudian tipe 1. Meliputi peristiwa yang memberikan tambahan bukti
yang berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca dan berdampak
terhadap taksiran yang melekat dalam proses penyusunan laporan keuangan.
b. Peristiwa Kemudian tipe 2. Meliputi peristiwa – peristiwa yang menyediakan
tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang tidak ada pada tanggal
neraca yang dilaporkan namun kondisi tersebut ada sesudah tanggal neraca.
Prosedur Pengauditan dalam Periode Kemudian
Auditor harus mengidentifikasi dan menilai peristiwa kemudian sampai dengan tanggal
laporan yang biasanya sama dengan tanggal berakhirnya pekerjaan lapangan. Tanggung
jawab ini dilakukan dengan dua cara berikut: (1) pada saat melaksanakan pengujian substantif
akhir tahun, seperti melakukan pengujian pisah batas dan mencari utang yang tidak dicatat,
auditor harus waspada terhadap kemungkinan adanya peristiwa kemudian, dan (2) dengan
melaksanakan prosedur-prosedur pengauditan pada tanggal akhir pemeriksaan lapangan atau
menjelang berakhirnya pekerjaan lapangan.
Pengaruh atas Laporan Auditor
Kegagalan untuk mencatat atau mengungkapkan peristiwa kemudian dalam laporan
keuangan akan menyebabkan auditor tidak dapat memberi pendapat wajar tanpa

b. Mendapatkan jaminan dari manajemen mengenai keberadaan klaim yang belum ada keputusannya. komite – komitenya. Periode terjadinya penyebab tindakan hukum. dewan komisaris. Jumlah atau perkiraan kerugian potensial. (2) diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu. agar auditor mempunyai waktu yang cukup untuk mempelajari dan menilai signifikansinya terhadap audit. auditor harus: a. maka manajemen merupakan sumber informasi dalam hal ini. Adanya suatu kondisi. klaim. Auditor harus mendapatkan bukti tentang: a. Auditor pada umumnya tidak mempunyai pengetahuan hukum yang cukup untuk bisa membuat pertimbangan tentang segala macam dengan tuntutan hukum . d. dan keputusan pengadilan. klaim. klaim. Auditor harus memastikan bahwa semua notulen hasil rapat yang diselenggarakan selama periode diperiksa dan selama periode sejak tanggal neraca sampai dengan akhir pekerjaan lapangan telah disediakan klien untuk direview. Pembacaan notulen-notulen rapat biasanya dilakukan segera setelah auditor menerimanya. situasi. dan keputusan pengadilan berada dalam pengetahuan langsung manajemen. klaim. c. baik yang bersifat menguntungkan maupun yang merugikan yang kepastiannya akan tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih kejadian di masa datang. mungkin berisi hal – hal penting bagi suatu audit. Surat penasehat hukum klien bisa menjadi cara yang paling diandalkan dalam . situasi. b. Tergantung pada tingkat kemungkinan pembayaran di masa datang. Tingkat kemungkinan terjadinya hasil yang tidak menguntungkan. atau sejumlah keadaan yang mengindikasikan ketidakpastian tentang kemungkinan kerugian terhadap perusahaan yang berasal dari tuntutan hukum. Membaca notulen – notulen rapat Notulen rapat pemegang saham. dan keputusan pengadilan yang ada pada tanggal neraca. prinsip akuntansi berlaku umum mengharuskan kontingensi merugikan untuk diperlakukan sebagai salah satu dari kemungkinan berikut: (1) dicatat sebagai utang bersyarat. dan (3) diabaikan. c. b. auditor harus memberi pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar karena laporan keuangan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum. c. Mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan dengan manajemen tentang cara untuk mengidentifikasikan tuntutan hukum.pengecualian. Tergantung pada materialitasnya. atau keputusan pengadilan. Mendapatkan deskripsi dan evaluasi dari manajemen tentang tuntutan hukum. sepertinya komite keuangan dan komite audit. Mendapatkan bukti tentang tuntutan hukum. dan keputusan pengadilan FASB mendefinisikan kontingensi (contingency) sebagai adanya kondisi. atau sejumlah keadaan yang tidak pasti. dan keputusan pengadilan. klaim. klaim. Berhubung tentang tuntutan hukum.

Mendapatkan surat pernyataan dari klien Untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan ketiga auditor harus mendapatkan surat pernyataan dari manajemen. d. e. b. Hal ini bisa terjadi apabila jawaban menunjukkan bahwa berdasarkan penyelidikan yang masuk akal atas persoalan yang dihadapi disimpulkan hal-hal berikut: a. Namun. akan terjadi pembatasan dalam lingkungan audit seandainya auditor tidak bisa (1) mendapatkan surat pernyataan dari manajemen. Dalam melaksanakan review menyeluruh. auditor membaca laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuangan dan mempertimbangkan kecukupan bukti yang diperoleh sebagai tanggapan atas saldo-saldo yang tidak biasa atau di luar perkiraan serta hubungan- . atau (2) mendapat pendukung atas pernyataan manajemen yang material terhadap laporan keuangan melalui prosedur audit yang lain. d. pengukuran. SA 329 tentang Prosedur Analitis menyatakan bahwa tujuan prosedur analitis yang diterapkan dalam tahap review menyeluruh suatu audit adalah untuk membantu auditor dalam menilai kesimpulan yang diperoleh dan dalam mengevaluasi laporan keuangan secara keseluruhan. b. klaim. b. Dalam hal demikian. c. dan keputusan pengadilan yang diberikan manajemen. Kelengkapan informasi. Pengakuan. Peristiwa kemudian. maka auditor bisa menerbitkan laporan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Mengkonfirmasi pernyataan lisan yang telah diberikan kepada auditor. yaitu pernyataan tentang: a. Manfaat surat pernyataan dari manajemen adalah: a. Mendokumentasikan ketepatan pernyataan tersebut secara berkelanjutan. Laporan keuangan. Pembatasan lingkup akan mengakibatkan auditor hanya bisa menerbitkan laporan dengan pendapat wajar dengan pengecualian atau menolak memberi pendapat.mendapatkan bukti penguat tentang informasi yang berkaitan dengan tuntutan hukum . Jawaban dari penasehat hukum mungkin tidak memiliki dampak terhadap laporan auditor. maka auditor bisa menerbitkan laporan standar dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. c. Ada empat kategori pernyataan yang seyogyanya dimasukkan dalam surat pernyataan manajemen. Persoalan yang dihadapi tidak material. Apabila auditor mendapat surat pernyataan dari manajemen dan ia bisa mendapat pendukung atas pernyataan manajemen tersebut. Melakukan prosedur analitis Prosedur analitis diperlukan dalam tahap penyelesaian suatu audit sebagai suatu review menyeluruh (akhir) atas laporan keuangan. dan pengungkapan. Kemungkinan besar hasil akhirnya akan menguntungkan klien. Mengurangi kemungkinan terjadinya salah pengertian tentang pernyataan manajemen.

Berdasarkan data laporan keuangan setelah semua penyesuaian audit dan reklasifikasikan diterima klien atau dicatat dalam pembukuan klien. Prosedur analitis kemudian diterapkan atas laporan keuangan untuk menentukan apakah masih ada hubungan yang tidak biasa atau tidak diharapkan. Mengevaluasi apakah terdapat keraguan substansial tentang kemampuan perusahaan untuk melangsungkan usahanya (going concern). Salah saji tidak dikoreksi yang secara spesifik ditemukan melalui pengujian substantif detail atas transaksi dan saldo-saldo. b. Proyeksi salah saji tidak dikoreksi yang ditaksir melalui teknik sampling audit. EVALUASI TEMUAN AUDIT Penilaian temuan dilakukan auditor dengan dua tujuan: (1) menetapkan jenis pendapat yang akan diberikan dan (2) menentukan apakah standar auditing telah dipenuhi dalam audit. Apabila setelah mengevaluasi rencana manajemen. Membuat penetapan akhir tentang materialitas dan risiko audit. B. pengumpulan bukti. maka diperlukan prosedur audit tambahan dalam tahap penyelesaian audit. maupun penyelesaian audit. b. Langkah berikutnya adalah menentukan pengaruh dari total salah saji terhadap laba bersih dan terhadap total-total lainnya dalam laporan keuangan yang ada kaitannya dengan salah saji tersebut. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. 2. atau (2) diidentifikasi selama pelaksanaan pengujian substantif. Berbagai macam prosedur – prosedur Analitis yang bisa dilakukan: a. maka ia harus melakukan langkah-langkah berikut: (1) dapatkan informasi tentang rencana manajemen yang ditujukan untuk mengurangi pengaruh dari kondisi atau kejadian tersebut. Auditor umumnya menilai apakah terdapat kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya berdasarkan hasil pelaksanaan prosedur- prosedur audit yang normal baik dalam tahap perencanaan. dan (2) tentukan kemungkinan rencana tersebut akan dapat diterapkan secara efektif. auditor masih berkesimpulan terdapat kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Titik tolak dalam proses ini adalah menjumlahkan semua salah saji yang ditemukan dalam pemeriksaan atas semua rekening yang tidak dikoreksi oleh klien. Penentuan salah saji dalam suatu rekening harus meliputi komponen-komponen berikut: a. Diterapkan pada bagian – bagian audit yang kritis yang ditemukan selama audit berlangsung. seperti misalnya total aktiva lancar atau total hutang lancar. c. Apabila hubungan demikian masih ada.hubungan (1) yang diantisipasi dalam perencanaan audit. auditor melakukan langkah-langkah berikut: 1. Apabila auditor yakin bahwa terdapat kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas. Estimasi salah saji yang dideteksi melalui prosedur analitis dan dikuantifikasi dengan prosedur audit lainnya. .

Penugasan audit telah selesai dikerjakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kerja. 5. Kondisi atau kejadian yang bersangkutan yang telah memunculkan kesangsian besar tentang kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya selama periode waktu pantas. Apabila pada akhirnya dicapai kesepakatan untuk melakukan perubahan. e. manajemen biasanya bertahan dengan pendapat atas kemauannya. . c. Daftar pengecekan meliputi hal-hal yang berhubungan dengan bentuk dan isi setiap bagian pokok laporan keuangan beserta pengungkapan-pengungkapannya. Namun apabila tidak dicapai kesepakatan. Dalam pertemuan tersebut auditor melaporkan temuan-temuan secara lisan dan memberikan alasan atas usulan penyesuaian dan/atau tambahan pengungkapan. dan (2) mencantumkan paragraf penjelasan (di bawah paragraf pendapat) dalam laporan auditor untuk mencerminkan kesimpulannya. Dampak yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kondisi atau kejadian tersebut. maka auditor harus memberi pendapat lain selain pendapat wajar tanpa pengecualian. Sebelum sampai pada keputusan akhir tentang opini yang akan diberikan. maka auditor bisa memberi pendapat wajar tanpa pengecualian. Review yang dilakukan partner atas kertas kerja dimaksudkan untuk mendapat jaminan bahwa: a. Pertimbangan yang diberikan oleh bawahan cukup beralasan dengan tepat sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Daftar pengecekan yang telah dirampungkan selanjutnya direview kembali oleh manajer atau partner yang ditunjuk dalam penugasan yang bersangkutan. Melakukan review teknis atas laporan keuangan. Evaluasi manajemen mengenai signifikansi kondisi atau kejadian dan faktor- faktor yang bisa mengurangi kesangsian tersebut. Pekerjaan yang dilakukan oleh para bawahan telah dilakukan dengan cermat dan teliti. d. c. auditor masih harus mempertimbangkan kebutuhan akan pengungkapan. 3. Melakukan review akhir terhadap kertas kerja. Kebanyakan kantor akuntan publik memiliki daftar pengecekan laporan keuangan detail yang dikerjakan oleh auditor yang melakukan review atas laporan keuangan. Sebaliknya. Kemungkinan terhentinya operasi. b. Merumuskan pendapat dan membuat konsep laporan auditor. Beberapa informasi yang perlu diungkapkan meliputi: a.maka auditor harus (1) mempertimbangkan kecukupan pengungkapan tentang ketidakmampuan perusahaan klien untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas. Informasi tentang kemungkinan pulihnya kembali keadaan perusahaan klien. biasanya klien menyelenggarakan pertemuan dengan auditor. Apabila auditor berpendapat bahwa kesangsian bear sudah tidak ada. atau klasifikasi aktiva yang dicatat atau klasifikasi hutang. 4. b.

. Kertas kerja mendukung pendapat auditor. e. pengauditan. dan pelaporan yang menimbulkan pertanyaan yang signifikan selama audit berlangsung telah terpecahkan dengan memuaskan. d. Standar auditing dan kebijakan serta prosedur pengendalian mutu yang berlaku di kantor akuntan publik yang bersangkutan telah terpenuhi. Semua persoalan akuntansi.